Close
Close
Suara Buru Selatan | Media Online

Warga Namrole Keluhkan Sampah Sepanjang Jalan Menuju TPA

Lagu Terbaik Tahun 2021

Namrole, SBS
Sejumlah masyarakat Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) mengeluhkan kelakuan petugas pembuang sampah dinas Lingkungan Hidup (dinas LH) Pemda setempat yang membuang sampa tidak pada lokasi Tempat pembuangan Akhir (TPA) di sekitar dusun Wamsoba.


Pasalnya, sejumlah masyarakat yang memiliki lahan kebun sepanjang jalan menuju maupun yang ada sekitar TPA merasa terganggu dengan sejumlah sampah yang dibuang di bahu-bahu jalan maupun di jalan masuk menuju area TPA.


Robi Nurlatu, salah satu warga Namrole kepada wartawan menuturkan, penampakan sampah di area jalan menuju TPA sampah sangat meresahkan warga.


"Sampah sepanjang jalan menuju TPA. Sampah ini berserakan dan dibuang di lahan - lahan warga. Kami sangat terganggu," ucap Nurlatu, Selasa (04/1/22).


Menurutnya, dinas LH harus lebih dan sering mengontrol pegawainya yang bertugas membuang sampah agar melakukan pekerjaan sesuai dengan tugasnya dan tuntas saat mengeksekusi sampah ke TPA.


"Ini sudah mencemari lahan kebun kami dan menimbulkan bau busuk yang turut menggangu aktifitas kami di kebun. Kami minta dinas LH kabupaten Bursel untuk menertibkan mereka-mereka yang melakukan hal ini," paparnya.


Kata Nurlatu, entah ada permasalahan apa sampai sampah-sampah itu tidak dibuang dilokasi TPA tetapi dibuang di jalan-jalan.


"Dinas LH harus memberikan sanksi dan teguran kepada mereka-mereka yang membuang sampah akhir tidak pada tempatnya dan Dinas LH harus bertanggung jawab untuk membersihkan sampah-sampah yang dibuang di lahan masyarakat," tegasnya.


Hal senada disampaikan oleh Solaiman, salah satu warga dusun Wamsoba. Menurutnya, tindakan ini harus segera dipangkas supaya tidak akan terjadi lagi pembuangan sampah di lahan-lahan masyarakat maupun sepanjang jalan menuju TPA.

"Aneh, sudah ada lokasi pembuangan tapi kenapa dibuang di jalan-jalan dan di lokasi milik warga. Kami minta dengan tegas Pemda Bursel melalui dinas LH untuk segera melihat masalah ini," ujarnya.


"Dengan kejadian ini membuktikan Kepala Dinas LH, Lukman Solissa lema dalam melakukan pengawasan kepada anak buahnya. Akhirnya kami masyarakat yang jadi korban," tandasnya 


Sampai berita ini dikirim, Kepala Dinas LH, Lukman Solissa yang dihubungi wartawan terkait hal ini tidak membalas pesan singkat maupun pesan WhatsApp yang dikirim. (SBS/01)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post