Close
Close
Suara Buru Selatan | Media Online

KPK Gencar Periksa Saksi TPK Tagop

Lagu Terbaik Tahun 2021


Namlea, SBS
Tim penyidik KPK semakin ganas memeriksa sejumlah saksi terkait TPK dugaan gratifikasi dan TPPU dengan tersangka utama mantan Bupati Buru Selatan dua periode Tagop Sudarsono Soulisa.


Diduga kuat, Tindak Pidana Korupsi (TPK) dan uang Gratifikasi yang mengalir ke kantong mantan Bupati Buru Selatan dua periode, Tagop Sudarsono Soulisa,  juga berasal dari paket proyek di sejumlah dinas dan badan di kabupaten Buru Selatan.


Satu sumber menyebutkan, indikasi dugaan uang gratifikasi mengalir dari proyek lain semakin kuat dengan diperiksanya sejumlah pejabat dan ASN dari instansi lain serta pegawai PLN Namrole yang juga ikut terseret dan diperiksa KPK terkait dengan proyek jalan yang ditangani Dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan.


Selanjutnya dari hasil pantauan media ini, pemeriksaan saksi oleh tim penyidik KPK masih terus dilakukan di ruang satreskrim Polres Pulau Buru, dimulai pada Jumat pagi (28/1)2022).


Sejak  beberapa ruang kerja Satreskrim pada gedung ini digunakan tim KPK pada Senin lalu, setiap tamu yang datang tidak leluasa berada di sana. 


Dari pintu masuk yang selalu tertutup, tamu yang masuk selalu ditanya keperluannya dan hendak bertemu dengan siapa. Tamu yang datang juga tidak dilayani lama oleh petugas satreskrim karena ada tim KPK di ruangan lain yang sedang memeriksa saksi dugaan TPPU dengan tersangka utama Tagop Sudarsono Soulisa.


Satu rekan wartawan yang mencoba masuk mencari Kasatreskrim hanya mendapat penjelasan kalau perwira yang bersangkutan tidak berada di ruang kerjanya, sehingga rekan wartawan ini tidak bisa berlama di sana.


Dua hari ini juga tidak terlihat mobil pejabat dari Buru Selatan yang parkir di halaman Mapolres. Mereka yang datang untuk dimintai keterangan memilih tidak memarkirkan kendaraan dinas di sana.


Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Jubir KPK, Ali Fikri menyebutkan, pada Jumat ini, ada 11 ASN termasuk satu karyawan PLN yang akan diperiksa KPK. Beberapa pejabat Eselon II juga ikut dimintai keterangan.


"Pemeriksaan saksi TPK terkait proyek pembangunan jalan dalam kota Namrole tahun 2015," jelas Jubir KPK, Ali Fikri dalam pesan Whatsapp, Jumat (28/1/22).


Walau menyebut pemeriksaan para saksi ini terkait dengan proyek jalan tahun 2015, tapi dari saksi yang diperiksa banyak berasal dari instansi lain yang tidak terkait proyek jalan tersebut.


Karena itu satu sumber terpercaya menyebutkan, kalau pemeriksaan KPK ini menyasar pula dugaan uang gratifikasi dan dugaan TPPU yang bersumber juga dari proyek di luar proyek jalan yang ditangani Dinas PU Buru Selatan.


Selanjutnya Jubir KPK menjelaskan, pemeriksaan 11 orang saksi dilakukan di Polres Pulau Buru terdapat nama Kepala Bappeda Buru Selatan, Kader Tuasamu.


Kepala Dinas PMD Kabupaten Buru Selatan, Umar Mahulete juga ada dalam daftar yang turut diperiksa pada hari ini.


Dari instansi yang dipimpin Umar Mahulete ini, turut diperiksa Muhamaf Taib Abdul Rahman, Kabid Pemberdayaan Masyarakat , Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak.


Nama Mantan Kadis Perhubungan Buru Selatan, Sukri Muhammad juga masuk dalam saksi yang turut dimintai keterangan.


Syukri sendiri, kini menjadi tersangka kasus dana MTQ Propinsi Maluku ke-27 tahun 2917 yang diselenggarakan di Kota Namrole, Buru Selatan.


Dari Dinas Perhubungan Buru Selatan yang ikut diperiksa pada hari ini, terdapat nama Idris Latuconsina (Sekretaris Dinas Perhubungan), dan Supardi Salamun (Kepala Bidang Perhubungan Darat) yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Bawaslu Bursel.


Tim Penyidik KPK juga turut menggarap keterangan dari Cundraad Herman Waemese, Plh. Inspektur dan Irban Wilayah III Inspektorat Kab Buru Selatan.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Mahmud Umanailo juga dimintai keterangan sebagai saksi oleh tim penyidik KPK.


Dari DPMPTSP ikut diperiksa, Helmi Latuconsina (Analis Kebijakan), dan Mohammad Nizar Pilhaupessy (Kasubag Perencanaan).


Dari PLN tercatat Satu karyawan yang bertugas di Namrole bernama La Amin juga ikut dimintai keterangan oleh KPK.


Sementara itu paska rumah pengusaha Abdullah Alkatiri didatangi tim penyidik KPK Kamis lalu, ada kerabat yang membantah pemberitaan kalau ada dokumen yang diambil dari dalam rumah pengusaha tersebut.


Kata kerabat ini, tim KPK hanya menanyakan beberapa hal dan dijawab oleh Feridal, istri Abdullah Alkatiri. Tapi tidak ada dokumen yang diambil dari sana. (Tim)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post