Close
Close
Suara Buru Selatan | Media Online

KPK Datangi Rumah Pengusaha Abdullah Alkatiri

Lagu Terbaik Tahun 2021


Namlea, SBS
Tim Penyidik KPK mendatangi rumah pengusaha Abdullah Alkatiri alias Habib di Kota Namlea, Kabupaten Buru, karena namanya ikut  terseret dugaan gratifikasi dan TPPU dengan tersangka Mantan Bupati Buru Selatan dua periode, Tagop Sudarsono Soulisa.


Wartawan media ini melaporkan, tim KPK mendatangi rumah Abdullah Alkatiri dengan ditemani petugas kepolisian dari Polres Pulau Buru, Kamis siang (27/1/2022).


Kedatangan KPK yang tidak disangka-sangka itu sempat membuat penghuni rumah panik, sehingga istri Abdullah Alkatiri  bernama Firdal Barges yang sedang berada Kantornya Dinas Dukcapil Kabupaten Buru bergegas pulang ke rumah.


Kepada wartawan, Ferdial mengaku sempat kaget rumahnya didatangi penyidik KPK. 


Tim KPK sempat melakukan penggeledahan di rumahnya dan mengambil sejumlah dokumen perusahan milik suaminya. Tim KPK yang berjumlah sekitar 11 orang itu juga sempat menanyakan beberapa hal terkait dengan pekerjaan suaminya di Kabupaten Buru Selatan. 


Namun Firdal yang seorang ASN di Dinas Dukcapil ini mengaku tidak tahu menahu soal urusan kantor perusahan suaminya di Buru Selatan.


Satu sumber terpercaya menyebutkan, Habib masuk dalam radar KPK karena kasus TPK gratifikasi dan dugaan TPPU dengan tersangka TTS ikut menyeret namanya.


Paska rumahnya di Namlea digeledah KPK, Habib sangat sulit ditemui. Khabarnya Habib ada di Wamsisi, Waesama, Kabupaten Buru Selatan. Dua nomor kontak milik Habib juga kini sudah tidak lagi aktif.


Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya menyebutkan, pengusaha Liem Sin Tiong yang rumahnya digeledah KPK Senin lalu, kini telah bertolak tinggalkan kota Namlea.


Tiong dikabarkan telah berada di Ambon untuk menjemput rekannya, Direktur PT Vidi Citra Kencana, Ivana Kuelju alias Cece guna bertolak ke Jakarta.


"Pa Tiong diminta menjemput ibu Ivana Kuelju untuk dibawa ke KPK di Jakarta," jelas sumber ini.


Lebih jauh informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, paska Mantan Bupati Buru Selatan dua periode, Tagop Sudarsono Soulisa ditahan, tim KPK yang sementara berada di Namlea terus melakukan penyidikan dengan mengagendakan memeriksa 9 orang saksi di ruang kerja Satreskrim Polres Pulau Buru.


Dari sembilan saksi yang diperiksa itu, terdapat nama Kadis Kesehatan Kabupaten Buru Selatan, Ibrahim Banda.


Jubir KPK, Ali Fakri dalam pesan Whatsapp menjelaskan,  pemeriksaan saksi TPK terkait proyek pembangunan jalan dalam kota Namrole tahun 2015 di pemerintahan kabupaten Buru Selatan, masih terus dilanjutkan penyidik KPK di Polres Pulau Buru.


Ada sembilan orang yang diperiksa pada hari ini dan didalamnya terdapat nama Kadis Kesehatan Kabupaten Buru Selatan, Ibrahim Banda. 


Namun wartawan yang memantau dari pagi di Polres, tidak melihat Ibrahim Banda datang ke sana 

Ketika hendak dikonfirmasi lewat telepon, tidak diangkat olehnya. Dikonfirmasi lewat pesan Whatsapp juga tidak dibalasnya. 


Untuk mengungkap dugaan TPK oleh tersangka Tagop di Dinas Kesehatan, ada tiga orang yang diperiksa.


Selain Ibrahim Banda, penyidik KPK juga memeriksa Nema Solissa (Sekertaris Dinkes), dan Samna Detek, Bendahara Dinas Kesehatan, serta  Harun  Pattah, Kepala Seksi Kefarmasian Alat kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.


Dari deretan 9 nama yang diperiksa hari ini, terdapat nama Sukri Muhammad, Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan.


Dalam kasus dugaan TPK dana MTQ Propinsi Maluku di Namrole tahun 2017 lalu, Sukri Muhammad juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Buru.


Dari Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan, tim penyidik KPK juga memeriksa Viktor  TH Sigmarlatu, Kabid Perhubungan Laut, Sungai, Danau dan Penyebrangan.


Selain beberapa nama di atas, jubir KPK menyebutkan kalau tim yang lagi berada di Kota Namlea, Kabupaten Buru ini juga memeriksa saksi atas nama Rido Johanes Behuku, Sekdis Dinas Koperasi dan UKM Kab Buru Selatan.


Merry Solissa, Bendahara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buru Selatan, serta Novita Soraya Lessy, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Lingkungan Hidup. (SBS/10)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post