Close
Close
Suara Buru Selatan | Media Online

Jubir KPK Ungkap Ada Temuan TPPU Dalam Kasus Tagop

Lagu Terbaik Tahun 2021

Maluku, SBS 
Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menyebutkan, dari pengembangan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 yang melibatkan mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, KPK kini menemukan kasus baru yakni dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).


Jubir dalam keterangannya yang diterima Suaraburuselatan.com menuturkan bahwa KPK saat ini telah menemukan dugaan tindak pidana lain saat penyidikan dalam perkara dugaan TPK pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Bursel.


"Mencermati adanya temuan dugaan perbuatan pidana lain dalam proses penyidikan perkara  dugaan TPK terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan tahun 2011 sampai tahun 2016, Tim Penyidik kemudian melanjutkan proses penyidikan dengan melakukan penyidikan baru dalam perkara dugaan TPPU," ucap Jubir, Selasa (25/01/22).


Jubir menyampaikan, KPK menduga, pihak yang terkait dengan perkara TPK proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan tahun 2011 sampai tahun 2016) ini telah melakukan penempatan, pengalihan hingga perbuatan lain untuk menyembunyikan dan menyamarkan asal usul harta kekayaan yang diduga dari hasil tindak pidana korupsi. 


"Tim Penyidik saat ini masih melakukan pengumpulan berbagai alat bukti, diantaranya pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi untuk memenuhi unsur pidana yang disangkakan," jelas jubir.


Lebih jau dijelaskan, saat ini KPK tengah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi di Mapolres Pulau Buru di Namlea.


"Hari ini pemeriksaan hari kedua untuk saksi TPK terkait proyek pembangunan jalan dalam kota Namrole tahun 2015 di pemerintahan Kabupaten Bursel. Pemeriksaan dilakukan di Polres Pulau Buru," terangnya.


Menurutnya, para saksi yang diperiksa adalah, Kepala Seksi Pembangunan Prasarana dan Jalan Dinas PU Kab. Buru Selatan, Risqi Prima Ramadhan; Wiraswasta (Direktur Utama PT Dinamika Maluku pada tahun 2007 sampai dengan sekarang), Rudy Tandean; PNS Dinas Kawasan Pemukiman dan Perumahan Kabupaten Bursel dan Anggota Panitia Pengadaan atau Kelompok Kerja (Pokja) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Buru Selatan tahun 2012, Samsul Bahri Sampulawa.


Selanjutnya, PNS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Buru Selatan / Panitia Pengadaan, Santi Amin; Kasi Perencanaan Tata Ruang/ PPK Dinas PU Kab. Bursel Tahun 2015, Stepanus Lesnussa; Sekretaris Dinas PU Periode Januari 2019 sampai sekarang dan Sekretaris Panitia Pengadaan atau Kelompok Kerja (Pokja) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Buru Selatan tahun 2012, Rusman Ely; Pensiunan PNS (PPK pada Dinas PUPR tahun 2012 - 2014), Thenopessy Wattimury; Kepala Bagian UKPBJ Kab. Buru Selatan / Anggota Pokja Tahun 2012 dan 2015, Umar Rada.


Kemudian, PNS Dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan tahun 2011 – sekarang / Anggota Pokja, Yudin Ohoibor; Pegawai Negeri Sipil Dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan / Anggota Panitia Pengadaan atau Kelompok Kerja (Pokja) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Buru Selatan, untuk periode TA 2015 dan TA 2016, Stepi Wawan Astika; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buru Selatan, Rahmat Dasuki; Plt. Kepala BPKAD Kab Buru Selatan, Jeane Rinsampessy; dan Sekretaris Kepala BPKAD, Hapsa Tuarita.


Diberitakan sebelumnya, hampir lima jam lebih Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah pengusaha Liem Sin Tiong dan kembali ke Mapolres Pulau Buru dengan menenteng satu koper besar berisi dokumen sitaan.


Saat meninggalkan rumah  Liem Sin Tiong, pada pukul 19.19 WIT, tim KPK yang dicegat awak media, tim KPK memilih diam saat ditanya apakah pemeriksaan terhadap Liem Sin Tiong dan penggeledahan di rumahnya itu terkait dengan dugaan kasus korupsi dengan tersangka Tagop Sudarsono Soulisa, mantan Bupati Buru Selatan dua periode.


Saat meninggalkan rumah, KPK juga membawa Liem Sin Tiong dan diminta naik di mobil yang digunakan KPK, sehingga mobil pribadi milik Tiong hanya mengekor di rombongan KPK yang datang dengan tiga buah mobil Inova plat hitam.


Wartawan media ini lebih jauh melaporkan, Liem Sin Tiong, pengusaha beken yang berdomisili di Namlea ini sudah beberapa kali diperiksa KPK di Gedung Anti Rasuah di Jalan Kuningan Jakarta.


Ia dipanggil terkait dengan adanya laporan dugaan Tagop Sudarsono Soulisa meminta upeti (uang sogok) dari sejumlah pengusaha agar mendapat proyek gede di Kabupaten Buru Selatan.


Tiong kembali dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan oleh KPK yang meminjam markas Mapolres Pulau Buru pada Senin pagi (24/1/22), setelah KPK menetapkan Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) sebagai tersangka bersama sopirnya di Jakarta Johny Reinhard Kasman dan Direktur PT Vidi Citra Kencana, Ivanna Kuelju.


Ivanna Kuelju diketahui KPK telah memberikan sejumlah uang kepada TSS saat perusahan PT Vidi Citra Kencana menggarap sejumlah proyek jalan di Kabupaten Buru Selatan.


Sedangkan peran Tiong di perusahan itu diketahui sebagai pelaksana pekerjaan di lapangan.

Dari pantauan di Mapolres Pulau Buru, tadi pagi hingga siang, tim KPK baru datang di Polres pada pukul 10.00 WIT.


Sebelum KPK tiba, sejumlah orang yang akan diperiksa sebagai saksi, termasuk Tiong telah tiba mendahului kedatangan KPK. Selama menjalani pemeriksaan, Tiong terlihat keluar ruangan ditemani satu petugas KPK dan mencari satu karyawannya Hamid Letsoin.


Mungkin karena grogi atau faktor lain, pengusaha tajir di Pulau Buru ini sampai lupa nomor hp nya saat ditanya KPK, sehingga ia keluar untuk bertanya nomornya kepada karyawannya ini.


Enam ASN dan satu pengusaha yang menunggu di luar, juga dipanggil masuk ke ruang Satreskrim Polres untuk dimintai keterangan. Saat istirahat makan siang, ada beberapa ASN yang sempat keluar dan merokok, setelah itu masuk lagi untuk diperiksa.


Pada pukul 14.03 WIT, sebagian tim KPK keluar sambil membawa Liem Sin Tiong dengan menggunakan tiga mobil Avanza menuju rumah pengusaha ini di kawasan jalan BTN Bukit Permai Tangga.


KPK tiba pukul 15.10 WIT, turun dari mobil dan langsung membawa masuk Liem Sin Tiong ke rumahnya. Lima jam lebih KPK berada dalam rumah tersebut.

Sementara itu, Jubir KPK, Ali Fikri di Jakarta, menyebut kalau hari ini telah memanggil 14 orang, terdiri dari ASN Buru selatan dan pengusaha untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pemeriksaan TPK Dugaan gratifikasi infrastruktur kabupaten buru selatan tahun 2011 - 2016 di polres Buru.


Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 14 saksi terkait penyidikan dugaan suap proyek pembangunan jalan di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan tahun 2015.


"Pemeriksaan dilakukan di Polres Pulau Buru," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (24/1/2022).


Saksi-saksi yang diperiksa tersebut, yaitu Kepala Bidang Cipta Karya periode 2014 - 2016, Adrian Maun; PPK pada Dinas PU Buru Selatan tahun 2014 Agus Mahargianto; PNS Balai Pelaksanaan Jalan XVI Ambon Ajid Kunio; dan panitia pengadaan atau kelompok kerja (Pokja) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Buru Selatan periode 2011-2016 Alexander Torry.


Tim penyidik KPK juga memeriksa Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Buru Selatan, Cones A. Sahetapy; PNS Buru Selatan, Evi Rosalina; Bendahara BPKAD Buru Selatan Gamar The; serta Kepala Bidang pada Bappeda dan Litbang Buru Selatan Gregorius Yosep Tortet.


Turut diperiksa oleh KPK adalah Direktur PT Dharma Bakti Abadi Hongdiyanto Silvia; staf Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Buru Selatan Ilyas Akbar Wael; dan Kabid Bina Marga Dinas PU Buru Selatan yang juga PPK, Joseph A.M Hungan.


Saksi lainnya yakni wiraswasta atau karyawan Ivana Kwelju bernama Liem Sin Tiong; Direktur CV Fajar Mulia, Markus Kwelju; dan anggota panitia pengadaan atau kelompok kerja (Pokja) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Buru Selatan tahun 2012 Rajab Letetuny.


Namun dari hasil pantauan di lapangan dari 14 saksi yang dipanggil ini. Khabarnya ada tiga yang tidak hadiri panggilan yakni diantaranya Agus Mahargiant PPK pada Dinas PU di Kab. Buru Selatan sejak tahun 2014, Ajid Kunio, PNS Balai Pelaksanaan Jalan XVI Ambon dan Bendahara BPKAD Buru Selatan Gamar The.


Agus Mahargianto dikabarkan masih berada di Jakarta, sedangkan Ajid Kunio dan Gamar The telah meninggal Dunia. 


Wartawan yang nongkrong di Mapolres Buru dari pagi juga tidak melihat Ivana Kuelju. Ada yang menyebut Ivana masih di Ambon.

Tapi satu sumber terpercaya menyebut Ivanna yang telah masuk daftar tersangka datang secara diam - diam dan langsung masuk ke ruang satreskrim, sehingga luput dari pantauan awak media.


Sampai berita ini dikirim, pemeriksaan terhadap para saksi termasuk Ivana Kuelju masih berlangsung di ruang kerja Satreskrim Polres Pulau Buru.

Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, Iptu Hendri Dwi Ashari yang ditanya awak media, turut membenarkan kalau ada beberapa ruang kerja reskrim yang dipinjam oleh KPK untuk memeriksa para saksi.


"Polres Pulau Buru tidak terlibat dalam pemeriksaan itu dan hanya menyediakan fasilitas ruangan dan pengamanan," ucapnya. (Tim)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post