Close
Close

Letakan Batu Penjuru Pembangunan Gereja Pusat GPM dan Gereja Katolik, Bupati Bursel Canangkan Zona Kai Wait

Lagu Terbaik Tahun 2021

Namrole, SBS
Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa meletakan batu penjuru pembangunan Gereja Pusat GPM Maluku, Klasis Buru Selatan (Bursel) dan Gereja Pusat Katolik Kabupaten Bursel, Jumat (10/11/21).


Acara peletakan batu penjuru ini diawali dengan ibadah. Ibadah di lokasi pembangunan GPM dipimpin oleh Pdt. Siska Pattipawae, sedangkan di Lokasi pembangunan Gereja Katolik pusat di pimpin oleh Wakil Sekretaris Keuskupan Amboina, Pastor Vikjen.


Turut hadir dan ikut meletakan batu penjuru pembangunan gereja GPM Pusat Klasis Bursel, MPH Sinode GPM, Pdt Nancy Souisa, Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa, Wakil Bupati, Gerson Eliaser Selsily, Inisiator pembangunan gereja, Tagop Sudarsono Soulisa, Wakil Ketua DPRD Bursel, La Hamidi, Ketua Klasis Bursel, Pdt. Seles Hukunala, Perwakilan Kanwil Agama, La Jurusa, Danramil, Kapten Idris Leurima, Kapolsek Namrole AKP Zainudin, Tokoh Adat Soa Tasane, Semi Tasane, Perwakilan FKUB, Mansur Mony dan Keluarga Riry selaku pemilik lahan yang diwakili oleh Philipus Riry.


Sedangkan di lokasi Gereja Pusat Katolik Bursel, Pastor Vikjen dari Keuskupan Amboina, inisiator pembangunan, Tagop sudarsono Soulisa, Wakil Bupati Bursel, Gerson Eliaser Selsily, Wakil DPRD, La Hamidi, Pastor Masnana, Christ A Chruz, Kanwil Agama, La Jurusa, Danki 731/Kabaresi, Kapten Vico Day Adrians, Danton Brimob pelopor A, Ipda Denny Dawi, Tokoh Adat, Hutang Nurlatu, FKUB, Mansur Mony dan Philipus Riry sebagai pemilik lahan.

Melkior Solissa (Ketua Panitia Pembangunan)

Ketua Panitia Pembangunan, Melkior Solissa dalam laporannya menjelaskan bahwa hasil koordinasi terkait nama kedua gereja tersebut sudah disetujui oleh masing-masing pimpinan, baik itu Keuskupan Amboina maupun Sinode GPM.


"Nama gereja untuk GPM pusat yaitu Gereja Kait Wait, sedangkan untuk Gereja pusat Katolik yaitu Gereja Hati Kudus Yesus," ucap Solissa.


Katanya, selain dibangun kedua gereja tersebut, lokasi itu juga dicanangkan sebagai lokasi pembangunan keumatan yang akan dibangun berbagai fasilitas keagamaan.


"Alokasi anggaran untuk Gereja Kait Wait sebesar Rp 20 milyar dan akan dibangun fasilitas sekretariat lembaga pesparawi, pastori, dan  fasilitas bangunan keumatan lainnya lainnya. Untuk Gereja hati Kudus Yesus dianggarkan Rp 15 milyar dan akan dibangun sekretariat lembaga Pesparani, rumah Pastoran, dan fasilitas keumatan lainnya. Pembangunan ini akan dibangun secara bertahap dengan mempertimbangkan keuangan daerah," tandasnya.


Sementara Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa dalam sambutannya sangat berharap peristiwa bersejarah ini akan menghilangkan justice semua orang yang selalu mengatakan bahwa masyarakat Bursel adalah masyarakat yang termarjinalkan.

Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa
"Saya tidak ingin orang Bursel di termarjinalkan, untuk itu saya berupaya ditengah keterbatasan yang ada. Sehingga peristiwa bersejarah ini bisa terjadi. Peristiwa bersejarah ini menandakan kehidupan Kait Wait ini masih ada dalam toleransi kehidupan masyarakat di Bursel," ucap Bupati.


Katanya, lokasi tersebut juga akan menjadi zona yang dicanangkan sebagai zona Kai Wait. Pemda Bursel juga memfasilitasi pembangunan tempat ibadah di lokasi ini sebagai sebuah kekuatan sosial yang perlu dieratkan sebagai bentuk silaturahmi dan toleransi umat beragama yang ada di Kabupaten Bursel.


"Semua ini bagian dari bagaimana merealisasikan visi dan misi Bupati dan Wakil dalam rangka menjaga silaturahmi seluruh umat di kabupaten ini," paparnya.


Safitri mengatakan, pemerintah daerah membangun dan memfasilitasi pembangunan tempat-tempat ibadah dikawasan Zona Kai Wait ini dilatarbelakangi beberapa prespektif pikir yaitu pertama, menjadi wadah pelestarian Budaya “Kai-Wait" sebagai sebuah kekuatan nilai sosial yang sudah melembaga dan menjadi gaya hidup yang perlu untuk dibudayakan untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama orang basudara di Negeri Fuka Bupolo ini. 


Kedua, membangun silaturahmi dan toleransi antar umat beragama yang memberikan cerminan sebagai wadah laboratorium kerukunan antar umut beragama di Provinsi Maluku. 


Ketiga, merupakan awal mula berdirinya Kabupaten Bursel sebagai Daerah Otonom di Provinsi Maluku dengan tekat untuk tetap menjaga Perimbangan.


"Pemda telah menunjukan keprihatinan dalam pembangunan serta pengembangan spiritual dan religiusitas masyarakat Bursel dengan membangun tempat-tempat ibadah ini, maka kini giliran masyarakat dan kiranya dalam peristiwa bersejarah ini umat Kristiani yang ada di Kabupaten Bursel semakin beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dapat mewujudkan iman dalam tindakan dan perbuatan nyata, meskipun sekecil apapun tentu menjadi sumbangan nyata dalam membangun Bursel," pungkasnya. (SBS/AL)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post