Close
Close
Suara Buru Selatan | Media Online
Suara Buru Selatan | Media Online
Suara Buru Selatan | Media Online

Reses di Bursel, Nono Sampono Utamakan Dana Desa dan Pilkada

Lagu Terbaik Tahun 2021
Namrole, SBS 
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Repubblik Indonesia dapil Provinsi Maluku, Nono Sampono melakukan reses di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dalam rangka meresap aspirasi masyarakat di Kabupaten tersebut, Senin (9/3/2020).

Dalam reses itu, yang menjadi perhatian utama yakni implementasi penggunaan dana desa dan Pilkada serentak.

“Pertama saya ke Pemda, topiknya ada dua yaitu implementasi dana desa dan yang kedua Pilkada. Turun ke bawa saya akan ke KPU dan Bawaslu untuk menindaklanjuti pertemuan kami dengan KPU RI dan Bawaslu RI bersama  Mendagri, Menkumham, Kapolri dan Panglima TNI. Kami turun ke bawah untuk melihat persoalan di daerah. Saya ke Bursel karena Bursel bagian dari Pilkada serentak,” kata Nono kepada awak Media di Kantor KPU Bursel, Senin (9/3/2020).

Ia sampaikan semoga seluruh data yang diterimanya adalah data yang rill dan akurat sesuai yang terjadi dilapangan, sehingga ketika di bawa ke pusat dapat diperjuangkan.

“Banyak hal yang saya temukan disini yang berbeda dengan daerah lainnya, misalnya transportasi dan keterbatasan dana yang ada bagi teman-teman dilapangan menjadi catatan penting. Peraturan Mendagri memang secara nasional ada tapi untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit perlu ada intensif khusus dan tambahan karena jangan sampai mereka mengeluarkan uang lebih banyak untuk transportasi kemudian tekor,” ucapnya.

Untuk anggaran Pilkada, menurutnya, dari laporan yang disampikan Pihak KPU, jika terjadi perpanjangan proses seperti ada gugatan dari pihak yang kalah dalam Pilkada sehingga harus berproses sampai ke pusat, maka harus ada anggaran yang tersedia untuk kondisi itu.

Lanjutnya, diluar itu, selain proses Pemilu 5 tahun sekali termasuk Pilkada, tetapi dalam waktu itu kan Pimpinan KPU dan jajarannya terus bekerja sepanjang tahun. Ini persoalan juga yang harus diperhatikan.

“Jadi Lima tahun itu bukan mereka nganggur, mereka bekerja mempersiapkan SDM, semua di update kembali dan selama Lima tahun itu mereka bekerja,” ujarnya.

Sesuai dengan pernyataan Kemendagri, bahwa sangat rawan dan cukup besar terjadi penyimpangan-penyimpangan, dan ini menjadi persoalan negara maka DPD RI mencoba melihat hal terbut  dan berusaha agar menghindari terjadinya kebocoran-kebocoran money Politik.

Oleh karena itu, Ia berharap, penyelenggaran Pilkada kali ini dapat di perketat sebaik mungkin untuk memperkecil rentan penyimpangan-penyimpangan yang bisa saja terjadi.

“Ini dimaksudkan aga kita bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas, menjadi pemimpin itu karena pengabdian bukan karen mencari sesuatu karena itu sangat diperlukan oleh rakyat bahwa pemimpin kedepan adalah pemimpin yang punya pengabdian dan kualitas yang baik,” pungkasnya.

Sementara untuk dana desa, Nono sampaikan hingga saat ini terus dikawal seputar SDM, Perangkat desa dan kepala desa, bahkan pendamping-pendaping dan tataran-tataran di atas. 

“Tujuan utama dana desa kita adalah menurunkan angka kemiskinan, makanya kita mau melihat apakah dana desa ini bermanfaat atau tidak saat digunakan di desa-desa. Itu tujuan utama karena kemiskinan itu banyak melanda kita di desa, dan yang kedua bagaimana uang berputar di desa yang akan menjadi simpul ekonomi kerakyatan sehingga desa menjadi tempat yang nyaman bagi kehidupan dan bisa mengurangi kepadatan penduduk di kota,” paparnya.

“Kami berharap dana ini juga menjadikan desa bukan menjadi objek saja tetapi juga subjek dalam pembangunan. Jadi desa yang merencanakan desa juga yang melaksanakan semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan desa,” tambah Nono.

Dirinya meminta agar desa-desa yang ada di Maluku bisa menyambut peluang ini dengan sebaik mungkin agar maluku khususnya desa-desa bisa mendaptkan uang yang besar melalui dana desa untuk pembangunan.

“Jika bisa, kalau ada desa-desa yang memiliki beberapa dusun yang layak dimekarkan mungkin kita sudah bisa berpikir menuju ke arah itu. Semakin banyak Maluku ini menerima dana desa, uang akan berputar lebih besar di sini, saya kira itu lebih penting,” pungkasnya. (SBS/02)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

أحدث أقدم