Close
Close

Partai Koalisi, Kekosongan Wakil Bupati Bursel Secepatnya Diisi

Lagu Terbaik Tahun 2021

Namrole, SBS 
Partai Koalisi, Senin (23/9) akan melakukan rapat terakhir untuk menentukan 2 (dua) nama calon Wakil Bupati untuk diserahkan ke Bupati untuk kemudian dilakukan pemilihan dalam Rapat Paripurna DPRD.

Diketahui, saat ini untuk jabatan Wakil Bupati Buru Selatan sedang mengalami kekosongan, dan hanya dijabat oleh Bupati yakni Tagop Sudarsono Soulisa.

Nama-nama calon Wakil Bupati yang diusulkan oleh partai-partai koalisi yakni, Haji Ali diusulkan dari PAN, Zainudin Booy diusulkan dari partai Golkar, dari partai Hanura usulkan Alfredo Lesbatta. Sedangkan dari Partai Demokrat dan PDI Perjuangan belum ada kejelasan.
Ketua Inisiator Partai Koalisi, Arwa Waris mengatakan, terkait dengan kekosongan Wakil Bupati Buru Selatan, oleh Bupati Tagop Soulisa sudah mengeluarkan informasi agar secepatnya kekosongan wakil Bupati dapat diisi.

"Karena beliau (bupati) juga kan, sendiri. Jadi, arahan dari bupati secepatnya," ujar Arwa Waris yang juga anggota DPRD Buru Selatan dari PKB.

Namun kata Arwa Waris, suda kurang lebih 5 (lima) kali partai koalisi melakukan pertenuan, tetapi belum ada satu kata sepakatan untuk mengeluarkan 2 (dua) orang calon untuk diserahkan ke Bupati.

"Namun sampai saat ini, ada beberapa rekomendasi dari partai pengusung itu belum dimasukan diantaranya itu adalah Partai Demokrat (PD) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan hingga saat ini dirinya masih menunggu usulan nama tersebut..

"Tadi saya kontak Ketua DPC PDIP Pak Madoli, katanya rekomendasi sehari-dua ini  sudah keluar," ujarnya.

Dikatakan lanjut bahwa dirinya telah mengontak teman-temannya sesama partai untuk hari Senin nanti (23/9) untuk melakukan rapat terakhir.

"Apapun resikonya, siapa yang tidak memasukan rekomendasi,  berarti kita tidak menungguh,” tandasnya.

Seluruh rekomendasi, kalau tidak ada katakesepakatan didalam koalisi, berarti seluruh rekomendasi akan disampaikan ke bupati.

"Nanti pak bupati yang memilih antara dua nama (yang diusulkan) itu. Kemudian pak bupati yang akan menurunkan ke DPRD untuk diadakan pemilihan, paripurna pemilihan wakil bupati, kekosongan wakil bupati itu," jelas Arwa Waris.

Bocoran nama-nama calon yang suda ada di  koalis jelas Arwa Waris, masing-masing partai merekomendasikan calonnya dari internal partai, terkecuali Partai Amanah Nasional (PAN).

"PAN itu merekomendasikan ke pak Haji Ali. Sedangkan seperti Partai Hanura, dan partai lain masing-masing mereka merekomendasikan orangnya masing-masing," ujarnya.

Lanjutnya lagi menegaskan bahwa terkecuali PAN, PKPI dan PBB merekomenaldasikan orang lain. Namun kata Arwa Waris, PKPI dan PBB belum memasukan rekomendasi.

"Tetapi suda ada bocoran untuk PAN itu ke Haji Ali. Rekomendasi langsung dari DPP," katanya.
Dibeberkan,  rekomendasi yang sudah masuk itu dari Golkar yaitu Jainudin  Booy, PPP Masrudin Solissa dan dari Hanura yakni Edo, PKB Arwa Waris. Selaku ketua inisiator partai koalisi untuk memilih wakil bupati yang saat ini kosong, sebutnya pihaknya belum dapat menentukan siapa yang nantinya menjadi calon wakil bupati.

Ketegasnya bahwa, pada tanggal 18 September kemarin pihaknya sudah memutuskan final bahwa, bagi yang tidak memasukan/ajukan rekomendasi berarti tidak bersedia mencakonkan kandidatnya, tetapi berhak untuk memilih di paripurna DPRD nanti.

"Sampai saat ini kan, ada beberapa partai yang belum memasukan rekomendasinya. Karena menunggu, karena rekomendasinya dari DPP, seperti Partai Demokrat dan PDI-P,” pungkasnya. (SBS/05)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post