Close
Close
Suara Buru Selatan | Media Online

Kapal Tak Bernama Terapung di Pantai Buru

Lagu Terbaik Tahun 2021

Namlea, SBS 
Sebuah kapal ditemukan warga terdampar dalam posisi terbalik di Tanjung Kayu Putih, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, pada Minggu pagi (4/8/2019).

Informasi awal terbaliknya kapal ini, diposting oleh salah satu warga lewat akun facebook atas nama Noer Fitry. Dalam postingan itu Noer Fitry menyertakan sebuah video yang berisi kondisi kapal naas yang terbalik dan terapung di tanjung itu.

Noer Fitry menjelaskan,  tidak diketahui dengan jelas kapan naas itu terbalik dan jenis kapal apa yang terapung itu. Lewat statusnya Noer meminta kepada netizen agar bisa menginformasikan hal ini kepada Tim SAR untuk dicari tahu lebih jauh.

Dalam video berdurasi 0,40 detik itu, tampak sebuah long boat dengan beberapa penumpang, melihat langsung kondisi kapal terbalik itu, saat melintasi di Tanjung Kayu Putih.

“Coba lihat dulu kesana. Ada ada orang ka seng (apa tidak), ya Allah ini kayak motor ikan, besar juga,” ucap seorang perempuan dalam video tersebut.

Dari video yang juga diperoleh wartawan kemudian dikirim ke sejumlah pihak di Kabupaten Buru untuk memastikan insiden kapal terbalik itu, namun dari Namlea, hingga detik ini belum ada klaim kepemilikan kapal naas itu. Diduga kuat kapal ini hanyut terbawa arus hingga ke lokasi tersebut.

Sementara itu, Dandim 1506/Namlea,  Letkol Inf. Syarifuddin Azis yang menerima video ini, langsung bergerak menghubungi sejumlah pihak terkait.  Salah satu pejabat di Kantor Adpel Namlea, Rauf Tuanani juga berlaku sigap langsung terjun ke lokasi.

Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli yang dihubungi membenarkan ada penemuan bangkai kapal terbalik di sekitar perairan Tanjung Kayu Putih, tadi pagi.

Ipda Zulkifli, mengutip keterangan warga Desa Pela, Karman Saka (29), kalau dia bersama beberapa rekannya hendak mengambil batu di dekat Tanjung Kayu Putih.

Saat mereka tiba di TKP mereka menyaksikan ada sebuah kapal  yang sudah dalam kondisi terbalik. Melihat kejadian tersebut mereka kemudian menghubungi pihak Kepolisisan Polsek Batabual.

Sekitar pukul 09.30 Wit Personil Polsek Tiba di TKP dan langsung mencari petunjuk di sekitar pesisir Tanjung Kayu Putih .

Pukul 12.00 Wit anggota Basarnas Kabupaten Buru dan Personil Sat Polair Polres P. Buru tiba di TKP dengan menggunakan Seedboat milik Basarnas.

"Karena kondisi perairan yang cukup bergelombang maka speed boat tersebut kembali ke desa Pela dan dengan menggunakan Kendaraan Roda 4 rombongan menuju TKP," cerita Zulkifli.
Lanjutnya, berdasarkan hasil investigasi terhadap saksi dan masyarakat sekitar tidak ditemukan adanya petunjuk terkait keberadaan korban maupun keterangan tentang kapal tersebut.

Namun dari beberapa barang yg di temukan di sekitar TKP dapat disimpulkan bahwa kapal tersebut merupakan kapal penangkap ikan (Nalayan).

Kondisi saat ini masyarakat desa Batu Jungku dan desa Pela berencana melakukan evakuasi bangkai Kapal ke perairan desa Pela namun terkendala kurangnya peralatan dan kondisi perairan yang masih bergelombang.

" Tim dipimpin kapolsek batabual telah melakukan penyisiran disekitar lokasi dan tidak ditemukan adanya korban jiwa di sekitar TKP maupun di pesisir pantai Kecamatan Batabual," ujarnya. (SBS/11)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post