Close
Close

Warga Bursel Ditebas Putus Kepala

Lagu Terbaik Tahun 2021


Namrole, SBS 
Istiar Nurlatu alias Alim (63), warga Desa Waelekut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Provinsi Maluku, meninggal ditebas lehernya hingga putus oleh Siliwai Nurlatu.

Dari informasi yang berhasil di peroleh wartawan, dugaan sementara terjadinya pembunuhan mengenaskan ini diduga karena cinta segitiga antara pelaku dengan istri kedua korban.

Peristiwa yang terjadi pada Senin pagi sekitar 03:30 WIT, di Desa Waelekut Kecamatan Waesama Kabupaten Bursel berawal dari  kedua istri korban Nola Latbual dan An Seleky datang ke rumah kepala desa Waelikut Bahri Wael untuk melaporkan dan meminta tolong bahwa di rumahnya ditemukan darah berceceran.

“ Kronologi kejadian berawal dari kedua istri korban datang ke rumah Kepala Desa sekitar pukul 03.30 WIT dan meminta tolong kepada kepala desa bahwa mereka berdua melihat ada darah yang berceceran di rumahnya", kata Wakapolres Pulau Buru Kompol Ferry kepada media ini via pesan Whatsappnya, Minggu (28/10/2018).

Wakapolres menjelaskan, setelah kades menerima laporan dari kedua istri korban tersebut, kemudian  kepala desa langsung melarang kedua istrinya tersebut untuk kembali ke rumah mereka dan menunggu di dalam rumahnya, mengingat jangan sampai keluarga korban tersulut emosi dan melakukan tindakan yang tidak diinginkan.

Kemudian kepala desa langsung mendatangi Sekdes dan selanjutnya menelpon Bripka Fahmi Orun selaku PS. Kanit Intel Polsek Waesama untuk melaporkan kejadian yang diceritakan oleh kedua istri korban.

“Setelah Bripka Fahmi Orun memperoleh informasi dari Kades Wailikut tersebut, selanjutnya anggota Polsek dan Koramil serta dibantu oleh BKO TNI Waesama langsung turun mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan memberikan pemahaman kepada pihak keluarga korban untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menggangu dan memperkeruh keadaan,” tambahnya Wakapolres.
Sementara itu, Kades Wailikut Bahri Wael yang berhasil ditemui wartawan di Desa Wailikut membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut.

Wael menjelaskan informasi yang diterimanya dari istri korban itu sekitar pukul 03.30. WIT.

"Informasi insiden ini sampai di katong itu jam setengah empat, sekitar pukul 03.30 Wit Pagi," ungkap Wael kepada wartawan di TKP, Minggu (28/10/2018).

Wael menjelaskan, saat itu istri korban datang dan mengetuk pintu dan meminta tolong karena melihat ada darah di rumahnya.

"Bapa desa bantu katong dolo, ada darah di rumah,” kata Wael meniru ucapan salah satu istri korban.
Mendapat informasi tersebut kata Kades, dirinya langsung keluar dan bertanya kepada kedua istri korban dara apa?.

"Beta tanya darah apa, beta seng tanya lai, beta langsung tutup pintu dan menyuruh tiga istri korban tetap didalam rumah beta dan beta mengunci rumah dan langsung laporkan ke Polsek," tuturnya Kades.

Setelah melapor ke Polsek, Kades juga melapor ke Satgas 711 untuk membantu melakukan pengamanan di sekitar rumah korban dan dalam desa.

"Katong belum bisa masuk kedalam (rumah) menungguh pihak kepolisian melakukan olah TKP," jelas Kades.

Kades mengaku hanya informasi itu yang dia peroleh dari laporan istri korban dan saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisisan.

Ditanya apa motif pembunuhan ini, Kades mengaku belum mengetahui secara pasti namun menurutnya, informasi yang berkembang di masyarakat Desa Waelikut, pembunuhan ini di sebabkan karena cinta segitiga.

"Kalau isu yang berkembang di masyarakat itu, indikasinya cinta segitiga, antara pelaku dengan istri korban yang kedua," tutur Kades.

Pantauan di TKP, rumah korban mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian yang di bantu aparat TNI dengan senjatà laras panjang lengkap.

Sementara di rumah korban telah terpasang police line, dan  sejumlah anggota polisi sedang melakukan olah TKP dan tidak diperkenankan seorang pun masuk.

Setelah melakukan  oleh TKP, petugas polisi mengisinkan pihak keluarga korban untuk melihat jasad korban, namun dilarang mengambil gambar korban lantaran korban dalam kondisi tanpa kepala.

Sekitar pukul 16:40, korban baru bisa dibawa ke RSUD Namrole dengan menggunakan mobil ambulance dalam kondisi korban tanpa kepala untuk di visum. (SBS/02)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post