Close
Close
Suara Buru Selatan | Media Online
Suara Buru Selatan | Media Online
Suara Buru Selatan | Media Online

Kadis PUPR Buru Terus Digoyang

Lagu Terbaik Tahun 2021


Namlea, SBS
Bupati Buru Ramly Umassugi didesak DPD IMM untuk mencopot Kadis PUPR Buru, Shifa Alatas karena yang bersangkutan dinilai tidak becus.

Wartawan media ini melaporkan, DPD IMM Kabupaten Buru kembali turun ke jalan, Selasa (25/9). Mereka menyoroti sejumlah proyek bermasalah di Dinas PUPR.

Pantauan media ini, orasi DPD IMM ini mereka mulai dari kampus Iqra Buru, massa IMM pertama kali singgah di kawasan SP5 dan melakukan orasi di sana.

Kemudian massa yang dipimpin Ketua DPD IMM, Dahlan M.Fatah itu menyatroni halaman Kantor Dinas PUPR Buru.

Sambil membakar ban-ban bekas tepat di teras pintu masuk kantor,  Dahlan Fatah dkk silih berganti membuka brorok 32 paket proyek TA 2016 lalu yang konon bermasalah.

Selain menuding ada dugaan mark up dan pemahalan harga, Dahhlan dan beberapa orator juga secara khusus menyoal proyek lining Waebiny senilai Rp.5 milyar lebih yang kini dalam keadaan rusak parah. Padahal usia pekerjaannya belum genap dua tahun.

Hal itu terjadi, akui dia, karena pekerjaannya tidak sesuai bestek dan Kabid SDA Dinas PUPR yang saat itu dijabat Helmy Tiakoly dituding lemah dan lalai mengawasi proyek itu, sehingga akhirnya BPK RI menemukan ada potensi kerugian negara mencapai Rp.700 juta lebih.

Tidak segan-segan, ada orator yang menuding Helmy Tiakoly terlibat korupsi proyek-proyek bermasalah ini.

Sebagai PNS dan hanya pejebat level kepala bidang, Helmy dituding punya kekayaan berupa rumah yang cukup mewah.

Selama berorasi dari pukul 10.00 WIT hingga pukul 11.40 WIT di halaman kantor PUPR, mereka terus meneriakan copot Shifa Alatas.

Dahlan yang tampil beberapa kali berorasi, juga ikut menyorori tender proyek MTQ TA 2018 yang sarat KKN.

Sambil memegang satu lembar kertas putih dan membaca isi di kertas itu, ia menyebut ada kejahatan dan konspirasi busuk dalam proses tender proyek tersebut.

Saat proses tender berlangsung, konon sudah ada itikad kurang baik dari Ketua Pokja UPL, Darma Tuankotta yang ingin memenangkan perusahan dari Masohi, yaitu PT Inti Cipta Persada.

Padahal perusahan itu tidak penuhi syarat sahnya administrasi, karena SBJUPK nya telah mati saat mengikuti proses tender.

Tiga hari usai PT Inti Cipta Persada memenangkan tender proyek MTQ, baru turun perpanjangan SBJUPK baru yang berlaku sampai tahun 2021.

Saat berdemo hari kedua di Dinas PUPR, mereka tidak dapat menemui langsung Shifa Alatas. Kadis hanya masuk sebentar lalu keluar dari kantor PUPR sebelum para pendemo tiba.

Dari Kantor PUPR, DPD IMM melanjutkan aksi demo di kantor bupati. Namun kendaraan yang mereka bawa tidak dapat mencapai bibir pintu masuk kantor bupati.

Mereka tertahan beberapa meter dari pintu masuk kantor dan hanya berorasi di sana.

Wabup Amustofa Besan SH dan Asisten I, Masri Bugis dan Asisten II, Abas Pellu sempat menegok aksi demo itu dari  teras depan pintu masuk kantor bupati.

Wabup dan Asisten I lalu memerintah satu pengawai Satpol PP agar menemui Dahlan M.Fatah dkk, seraya meminta agar unek-unek mereka itu disampaikan di dalam aula ruang rapat di lantai II.

Namun Dahlan M.Fatah dkk, ogah menemui Wabup, Asisten I dan Asisten II. Sedangkan bupati yang mereka cari lagi bertugas di luar daerah.

Mereka tetap berorasi dan menuntut bupati mencopot kadis PUPR. Sekitar pukul 12.20 wit, Dahlan M.Fatah dkk berlalu dari kantor bupati dan mengancam akan terus turun ke jalan selama satu minggu sampai bupati mencopot kadis PUPR.

Selain menggoyang Kadis PUPR, Dahlan M.Fatah dkk akan membuka brberapa masalah proyek di intansi lainnya.

Dinas perhubungan juga ikut disoroti, karena proyek tambatan perahu bernilai milyaran rupiah yang baru dibangun tahun 2017 lalu, kini mulai rusak.

Dahlan sempat menuding proyek tambatan perahu ini pekerjaannya kurang bermutu akibat lemahnya pengawasan dan ada aksi ambil untung berlebihan.

Sedangkan Asisten I yang menonton demo di kantor bupati, sangat menyesalkan sikap para pendemo yang menolak beraudens.

"Biasa bila ada aksi demo di kantor bupati, kita sudah diberitahu. Tadi kita sudah siap beraudens dengan pendemo, tapi mereka yang tidak mau," sesalkan Masri Bugis. (SBS/10)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

أحدث أقدم