Close
Close

Rusak, KM Tanjung Batu Peka Milik Pemkab Bursel Jadi Sampah Laut

Lagu Terbaik Tahun 2021


Namrole, SBS 
KM Tanjung Batu Peka milik Pemerintah Kabulaten (Pemkab) Buru Selatan (Burse) kurang lebih 2 tahun belakangan tidak bisa lagi beroperasi untuk menunjang tugas pemerintahan dalam wilayah Buru Selatan.

Kapal motor bantuan dari Kementrian Desa dan Desa Tertinggal pada 2015 senilai Rp.3,4 Milyar itu kini rusak parah dan hanya berlabuh di pantai Namrole dan terancam menjadi sampah laut dalam Teluk Namrole.

Pantauan medua ini, Jumat (24/8), KM Tanjung Batu Peka yang berwarna putih terlihat dibiarkan berlabuh begitu saja didalam teluk Namrole.

Bincang-bincang wartawan dengan beberapa warga nelayan di sekitar pantai itu mengatakan kalau kapal tersebut sudah ada (berlabu) di situ sangat lama dan tidak pernah dipakai.

"Kapal itu, sudah lama sekali di situ. Seng pernah liat kapal itu bajalan, kapal itu katong dengar katanya suda rusak, mesinnya yang rusak," ungkap seorang nelayan bernama Midi.

Dikatakan serupa oleh rekannya, Samsul katakan bahwa kapal itu tidak bisa beroperasi lantaran kerusakan mesin yang tidak bisa diperbaiki oleh pemerintah daerah.

"Mesinnya rusak, dan tidak ada yang bisa perbaiki. Di sini (Namrole), seng ada yang bisa perbaiki," ujarnya.

Dikatakan, kapal itu terancam menjadi sampah seperti kapal-kapal lainnya yang ada di pantai ini.

"Lihat saja itu (sambil menunjuk beberapa kapal yang sudah rusak di pantai), nanti sama seperti itu, lalu jadi sampah di pinggir pantai,” ujarnya.

Mereka para nelayan mengaku cukup mengetahui keberadaan kapal teraebut.

"Katong tinggal di sini dan setiap hari lihat kapal itu, kapan jalan katong tahu, dan suda lama sekali tidak jalan,” kata mereka.

Menurut mereka, kapal milik Pemerintah Kabupaten Buru Selatan ini sangat bagus dan sangat laju. Sayangnya kapal tersebut belum juga bisa diperbaiki dan dibiarkan terbengkalai begutu saja.

"Sebenarnya, kapalnya itu masih bagus, warnanya masih bagus, tapi rusak tidak bisa dipakai," sesali mereka.

Mereka berharap kapal itu dapat diperbaiki oleh agar dapat di pergunakan untuk perjalanan dinas karena sangat di sayangkan kapal dengan harga milyaran rupiah tak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

“Ya di perbaikilah, kan sayang kapal dengan harga milyaran rupiah itu rusak dan tak terpakai,” ujar mereka. (SBS-07)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post