Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Sosial

News Politik

News Hukrim

News Buru Selatan

Kabupaten Buru

News Pariwisata

» » » » DISBUDPAR Pesimis PAD Objek Wisata Wamsoba Tak Capai Target
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Namrole, SBS.
Kendati tahun anggaran 2016 belum selesai, namun Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buru Selatan pesimis target pendapatan asli  daerah (PAD)  lewat retribusi karcis di Pantai Wisata Wamsoba tak dapat memenuhi target yang ditetapkan.
“ Kalau untuk PAD dari retribusi  karcis masuk pantai Wisata Wamsoba untuk tahun ini, kita pesimis bisa capai target yang ditetapkan,”ungkap Kepala Bidang Produk dan Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buru Selatan Esterlina Siahaya saat kegiatan Conffe Morning bersama pers yang dilaksanakan di aula kantor bupati belum lama ini.
Siahaya menjelaskan, hingga September 2016 ini PAD yang baru didapat melalui retribusi masuk Objek wisata yang terkenal di kabupaten dengan julukan Lolik Lalen Fedak Fena itu sebanyak Rp  8 juta.
 “ Sampai saat ini kita baru mendapatkan PAD Rp 8  juta dari 75 juta yang ditargetkan dalam APBD tahun 2016,” katanya menjelaskan.
Ia mengaku, pada tahun anggaran 2015,  PAD yang disumbangkan dari retribusi karcis masuk pantai Wamsoba sebesar Rp 20 juta. Namun untuk tahun ini, anggka itu pasti menurun, karena hingga September 2016, baru  Rp 8 juta yang diperole.
“Kalau tahun 2015 itu kita  punya PAD dari restribusi masuk Wamsoba  Rp, 20 juta tapi untuk tahun ini angkanya pasti menurun jauh,”akuinya.
Menurutnya, ada beberapa alasan yang bisa menguat turunya PAD dari retribusi masuk lokasi wisata pantai Wamsoba. Pertama, masyarakat termasuk para pengungung yang belum menyadari terkait dengan pemberlakukan retribusi masuk ke pantai.
“ Ada masyarakat dan pengungujung yang belum sadar terkait dengan retribusi yang dipungut oleh Disbudpar Burse. Mereka (pengunjung) mau masuk  gratis, mereka beralasan punya lahan, punya ini dan itu dan sebagainya,”terangnya.
Selain itu, menurunya PAD dari retribusi diakibatkan karena ada penutupan lokasi wisata ketika ada pekerjaan dan penataan lokasi wisata.
“ Kalau ada kegiatan pekerjaan di dalam lokasi wisata, maka lokasi ditutup dan pengunjung dilarang masuk,”sebutnya.
Dirinya optimis ditahun-tahun mendatang, PAD dari retribusi masuk lokasi wisata pantai Wamsoba akan meningkat, karena ada pembangunan sejumlah fasilitas pendukung yang dapat digunakan didalam lokasi wisata tersebut.
 “ Kita ada bangun sejumlah  fasilitas pendukung dalam lokasi wisata tersebut. fasilitas-fasilitas ini bisa digunakan oleh para pengunjung ketika  mengjungi lokasi wisata pantai wamsoba, sehingga bisa mendongkrak PAD,”yakinnya. (SBS-01)                        





Bagi Berita Ini

About SUARA BURU SELATAN

Suara Buru Selatan adalah Admin yang mengelolah Artikel dan Berita di website www.SuaraBuruSelatan.com. Website ini Menyajikan beragam Berita. Objek pemberitaan meliputi Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Tank's sudah berkunjung ke Website kami. Hubungi kami di E_mail : Su4rabursel@gmail.com No. Hp 08121443461 Regard's, SBS
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...