Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Sosial

News Politik

News Hukrim

News Buru Selatan

News Buru

News Pariwisata

» » » » Satu Bayi Meninggal, Pemkab Bursel Terus Identifikasi Korban Gempa I
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Namrole, SBS.
 ( Ilustrasi )
Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) tidak tinggal diam dalam menyikapi dampak gempa yang dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Ambalau.
Pasca yang terjadi dan berdampak pada masyarakat di daerah itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bursel yang dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Bursel, Awath Mahulauw pun terjun langsung ke tiga desa di Kecamatan itu untuk melakukan pendataan secara langsung.
Kendati pendataan masih dilanjutkan lagi pada empat desa lainnya, hari ini (Selasa-red), tapi pihak Pemkab Bursel melalui Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Bursel, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bursel serta pihak TNI/Polri pun telah melakukan rapat di Ruang Asisten II Setda Kabupaten Bursel dan dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Kabupaten Bursel, Ais Lesnussa guna menyikapi persoalan tersebut.
Mahulauw usai rapat tersebut kepada Suara Buru Selatan mengaku bahwa pihaknya masih melakukan identifikasi terhadap kerusakan maupun korban gempa yang terjadi di sejumlah Desa di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Bursel.
Dimana, dari data valid yang dimiliki nantinya, maka Pemkab Bursel akan segera menyalurkan bantuan yang berkaitan dengan kebutuhan para korban di Kecamatan itu.
“Sekarang masih lakukan pendataan. Sementara ini kita masih identivikasi, nanti rumusan semua yang tambahan empat desa ini, barulah setelah itu dilakukan tindakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dimana, kebutuhan masyarakat ini sudah ok dan tinggal didistribusikan. Dalam bentuk sembako, antara lain beras, gula, kopi, sabun dan lain-lain. Jadi, untuk jumlahnya itu nanti diidentifikasi dahulu,” kata Mahulauw.
Dirinya menjelaskan bahwa dari hasil rapat tersebut, maka hari ini, Selasa (19/1), pihaknya bersama Tim Gabungan akan bertolak ke Kecamatan Ambalau guna menyalurkan bantuan tersebut.
“Kita juga sudah selesai rapat koordinasi untuk besok (hari ini-red) sebelum pukul 06.00 WIT, kami tim gabungan dari Pemkab Bursel dan juga TNI/Polri akan bertolak menuju Ambalau,” terangnya.
Sementara itu, melalui pesan singkatnya sore kemarin, Mahulauw mengaku bahwa hingga sore kemarin, pihaknya baru mengantongi data kerusakan rumah dan korban luka maupun meninggal pada tiga Desa di Kecamatan yang telah di data, yakni Desa Ulima, Desa Masawoi dan Desa Kampung Baru. Sedangkan, sejumlah staf yang ditugaskan pihaknya untuk melakukan pendataan pada empat desa lainnya, yakni Desa Lumoy, Elara, Selasi dan Siwar belum kembali dan belum memberikan laporan.
Yang sudah ddata itu di tiga Desa, yakni Desa Ulima, Masawoi dan Kampung Baru. Dimana, dari hasil pendataan kami langsung di lapangan pada hari Minggu (17/1) tersebut, ternyata ada satu korban Jiwa yang meninggl Dunia di Desa Masawoi. Korbannya berumur 3 minggu, tetapi untuk namanya saya belum mengetahui namanya,” terang Mahulauw yang juga mantan Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Bursel itu.
Sedangkan, dari hasil pendataan yang dilakukan pada Desa Masawoi, Ulima dan Kampung Baru tersebut, diketahui bahwa ada 11 orang warga yang mengalami luka ringan maupun berat akibat tertindis reruntuhan, yakni tiga orang luka berat dari Desa Ulima, tujuh orang luka Ringan dari Desa Ulima dan satu orang luka ringan dari Desa Masawoi.
Selain itu, katanya, satu mesjid di Desa Ulima pun mengalamu rusak berat. Kemudian, rumah penduduk yang mengalami rusak berat sebanyak 68 buah rumah, yakni 58 rumah di Desa Ulima dan 10 buah rumah di Desa Masawoi.
Sedangkan, rumah penduduk yang mengalami rusak sedang sebanyak 118 rumah, yakni di Desa Ulima sebanyak 69 buah, Desa Masawoi 26 buah dan Desa Kampung Baru 23 buah. Sementara rumah penduduk yang mengalami rusak ringan sebanyak 53 buah, yakni di Desa Masawoi sebanyak 28 buah dan Desa Kampung Baru 25 buah.
Data-data yang kami sampaikan ini berdasarkan pendataan langsung di lapangan pada hari Minggu siang sampai malam. Jadi, hari ini (Senin-red) baru dilanjutkan lagi pada empat desa lainnya, yakni Desa Lumoy, Elara, Selasi dan Siwar. Namun, berdasarkan info dari masyarakat, empat desa yang belum di data itu tidak separahh tiga desa yang sudah kami data,” terangnya.
Jadi, Desa yang mengalami dampak terparah itu Desa Ulima dan Desa Masawoi. Selain itu, hingga Minggu malam itu masih terjadi gempa susulan, walau kecil tetapi sudah terjadi sebanyak 15 kali pasca gempa pertama yang memporak-porandakan itu. Tetapi, karena ada gempa susulan itu, maka pihaknya telah menghimbau warga disana untuk tetap selalu siaga.
“Saya keluar dari Ulima itu sudah pukul 24.00 WIT. Jadi, setelah saya tiba siang disana, informasi dari masyarakat bahwa selain gempa pertama yang memporak-porandakan ini, ada 9 kali gempa lagi sehingga menjadi 10 kali dan setelah saya tiba sampai pulang ada terjadi 5 kali gempa lagi, tetapi tidak besar. Jado, total ada 15 kali gempa. Akibat gempa itu, yang paling parah itu Ulima. Gempa ini lebih besar dari gempa-gempa sebelumnya,” tuturnya.
Mahulauw juga menuturkan bahwa saat terjun langsung ke tiga Desa yang telah di data itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas disana untuk melakukan penanganan medis kepada para korban.
Lanjutnya lagi, pasca kejadian itu, masyarakat disana pun telah bahu membahu membangun tenda seadanya guna ditempati oleh warga yang rumahnya mengalami kerusakan maupun warga yang rumahnya masih utuh, namun tetap siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan bersama.
“Untuk para korban bencana ini sudah di bangun tenda-tenda oleh para korban sendiri dengan menggunakan terpal dan telah dihuni, walau hanya kecil-kecilan. Nanti besok ini, dari Dinas Sosial dan tentara masuk kesana dan tambah apa yang sudah ada. Sebetulnya para keluarga juga mau rangkul mereka sama-sama, tetapi karena masih sering guncang sehingga yang punya rumah utuh pun harus mengantisipasi dan keluar juga dan tidak menetap ansi di rumahnya,” ucapnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bursel Nema Solissa pun mengaku bahwa pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh petugas Puskesmas di Kecamatan Ambalau untuk melakukan penanganan medis kepada para korban.
“Puskesmas disana sudah melakukan penanganan. Tetapi, besok (hari ini-red), kami pun akan menuju ke Ambalau dengan membawa serta sejumlah tenaga medis guna melakukan penanganan lebih lanjut terhadap para korban,” terang Solissa.
Sementara Bupati Kabupaten Bursel, Tagop Sudarsono Solissa mengaku bahwa pihaknya masih melakukan pendataan kepada warga yang terkena dampak guna disalurkan bantuan kepada mereka.
“Semua sudah di data dan sementara berproses, baik Pemda Kabupaten maupun Pemda Provinsi,” kata Tagop via pesan singkatnya, Senin (18/1).
Sebelumnya diberitakan, gempa yang terjadi Minggu (17/1) sekitar pukul 08.22 WIT di wilayah laut Kabupaten Buru Selatan (Bursel) telah menghancurkan ratusan rumah dan belasan orang pun diketahui mengalami luka akibat gempa tersebut.
Dimana, berdasarkan info yang disebarkan oleh Kominfo BMKG, gempa tersebut terjadi pada 3,80 LS dan 127,28 BT atau 66 Kilo Meter Tenggara Wilayah Kabupaten Bursel dengan kedalaman 10 Kilo Meter.
Sementara itu, berdasarkan data sementara yang berhasil dikumpulkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bursel diketahui bahwa gempa tersebut telah menghancurkan sebanyak 151 rumah yang tersebar pada sejumlah desa di Kecamatan itu. Sedangkan, untuk korban luka diketahui tercatat sebanyak 13 orang.
“Berdasarkan data sementara yang berhasil kami kantongi hingga sore ini (kemarin-red), gempa tersebut telah mengakibatkan sebanyak 151 rumah rusak dan 13 orang mengalami luka,” kata Sekretaris PMI Kabupaten Bursel, Yusri Usbi kepada Suara Buru Selatan di kediamannya, Minggu (17/1) sore.
Menurut Usbi, sesuai data yang berhasil didapatkan itu, tercatat ada sebanyak 106 rumah warga di Desa Ulima yang mengalami rusak berat maupun ringan. Sedangkan, untuk kroban luka sebanyak 10 orang warga yang terdiri dari, Erna Namkatu, Fatima Namkatu, Siti Booy, Ahmad Booy, Siti Ruhma, Refa Booy, Halija Tutmuli, Saleh Latuconsina, Jabida Booy dan Novita Belasa.
Kemudian di Desa Lumoy, tercatat ada 29 rumah yang rusak dan terdiri dari rumah milik Murit Souwakil, Ami Fatsey, abdi Bahta, Hatija Fatsey, Ismail Fatsey, Jarahum Souwakil, Jafar Souwakil, Abu Taher Bahta, Jalbia, Maruf Latuconsina, Jamaun Fatsey, Hamin Souwakil, Hajija Bahta, Udin Bahta, Ali Bahta, Arif Souwakil, Ali Latuconsina, Abd Rahman Souwakil, Daud Bahta, Sabahan Latuconsina, Maisara Bahta, Iskandar Latuconsina, Hamid Souwakil, Adam Souwakil, Abdurahman Latuconsina, Mutalib Latuconsina dan Ucu Souwakil. Sedangkan, dua rumah lainnya belum diketahui pemiliknya.  Pada Desa Lumoy ini pun diketahui ada dua orang mengalami luka, yakni Maser Fatsey dan Mutalib.
Sedangkan, di Desa Elara, diketahui ada 11 rumah yang rusak dan satu orang mengalami luka. Dimana, 11 rumah yang rusak itu milik dari Halil Souwakil, Abdul Mony, Gani Mony, Mewal Mony, Lajuba Mony, M. Mony, Lejawa Souwakil, Sama Bahta, M Souwakil, Hasan Souwakil dan Usman Souwakil. Sedangkan satu orang yang mengalami luka itu atas nama Suryadi Bugis.
Selanjutnya, kerusakan rumah warga pun terjadi di Desa Kampung Baru, yakni sebanyak 5 rumah, yang terdiri dari rumah milik Muhamad Cu Mahtelu, Jalil Mahu, Sididi Mony, Salasiha Loilatu dan Thaib Souwakil.
“Itu berdasarkan data sementara yang kami kumpulkan. Tetapi, untuk untuk mendetailnya soal rumah yang rusak berat dan rusak ringan itu belum dapat kami rincihkan. Namun, yang pasti ada rumah warga yang rusak parah hingga rata dengan tanah. Begitu pun dengan korban yang luka pun belum dapat kami rincihkan luka yang mereka alami secara detail. Sebab, yang baru kami ketahui hanyalah luka yang dialami oleh Maser Fatsey yang merupakan warga Desa Lumoy. Dimana, Maser diketahui mengalami luka enam jahitan di hidatnya,” beber Usbi.
Usbi yang merupakan PNS pada Kantor DPRD Kabupaten Bursel ini mengaku bahwa data yang dimiliki pihaknya itu belumlah lengkap dan ada kemungkinan masih banyak rumah warga yang rusak maupun kemungkinan masih ada korban luka lainnya.
“Sebab, sampai saat ini kami belum dapat mengkonfirmasi dan mendata jumlah kerusakan rumah maupun korban pada tiga Desa lainnya di Kecamatan Ambalau, yakni Desa Selasi, Desa Siwar dan Desa Masawoy yandiakibatkan oleh terkendalanya akses telekomunikasi yang belum menjangkau ketiga desa tersebut,” terang Sekretaris KNPI Kabupaten Bursel itu. (SBS-02)





Bagi Berita Ini

About SUARA BURU SELATAN

Suara Buru Selatan adalah Admin yang mengelolah Artikel dan Berita di website www.SuaraBuruSelatan.com. Website ini Menyajikan beragam Berita. Objek pemberitaan meliputi Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Tank's sudah berkunjung ke Website kami. Hubungi kami di E_mail : Su4rabursel@gmail.com No. Hp 08121443461 Regard's, SBS
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...