Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Sosial

News Politik

News Hukrim

News Buru Selatan

News Buru

News Pariwisata

» » » Semiloka Korsup Pencegahan Korupsi Digelar di Bursel
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Namrole, SBS.
Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Tagop Sudarsono Soulissa mengapresiasi dilaksanakannya acara Semiloka Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Pencegahan Korupsi di Kabupaten yang dipimpinnya itu.
Apresiasi itu disampaikan Tagop ketika membuka acara yang diselenggarakan oleh KPK dan BPKP dan dipusatkan di Ruang Aula Kantor Bupati tersebut, Rabu (2/12).
Terima kasih dan apresiasi yang tinggi saya sampaikan atas dipilihnya Kabupaten Bursel sebagai salah satu tempat penyelenggaraan semiloka koordinasi, supervisi dan pencegahan. Saya menyambut baik terselenggaranya kegiatan semiloka seperti ini, karena ditengah derasnya tuntutan berbagai elemen masyarakat akan terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik, semiloka ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen KPK dalam mencegah dan memberantas korupsi,” kata Tagop.
Dirinya yakin diselenggarakan semiloka koordinasi, supervisi dan pencegahan di beberpa kabupaten/ kota di Maluku dimaksudkan agar dapat menumbuh kembangkan pendidikan anti korupsi, dan mengingatkan kita tentang ungkapan klasik yang mengatakan upaya pencegahan lebih baik dari pada upaya mengobati.
Kalau kita konsekuen menyejajarkan korupsi dengan narkoba dan terorisme, sama-sama bahayanya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, karena bisa merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, kehidupan ekonomi rakyat dan kesejahteraan bersama. Maka kita harus konsekuen pula melakukan upaya yang maksimal melakukan pencegahan disaping tentu memeranginya,” pintanya.
Dirinya pun berharap semoga kegiatan semiloka ini dapat berjalan lancar dan berdampak pada keterpaduan dan kesatuan gerak dalam mewujudkan penyelenggara pemerintah yang bebas dari korupsi melalui perluasan penyebaran informasi.
Saya berharap kegiatan semiloka yang melibatkan beragam kalangan masyarakat ini hanya efektif jika berkembang menjadi gerakan sosial anti korupsi. Gerakan sosial anti korupsi akan lebih efektif jika terlembaga dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Untuk itu saya ingin mengajak semua kalangan untuk mengambil bagian dalam gerakan sosial anti korupsi, yang tentu saja harus dilakukan dengan keteladanan untuk dapat melakukan pekerjaannya masing-masing dengan baik sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” ujarnya.
Dijelaskannya, kehendak pemerintah untuk memerangi korupsi tercermin dari telah digulirkannya beberapa peraturan perundangan, seperti  UU No 31 tahun 1999 jo UU NO 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Perpres Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014.
Tapi korupsi tetap saja ada disekeliling kita, bahkan korupsi sudah masuk wilayah pribadi kita. Walaupun demikian niat baik untuk mencegah dan meberantas korupsi tidak boleh surut, minimal dimulai dari diri kita sendiri, dengan memberikan contoh yang baik pada keluarga kita sendiri,” ajaknya.
Oleh karena itu, katanya lagi, kegiatan semiloka semacam ini dapat dijadikan tonggak baru untuk meningkatkan kesadaran pejabat publik di daerah bahwa gejalah korupsi tidak bisa dipertahankan lagi menjadi suatu kebiasaan, tetapi gejalah korupsi haruslah segera diakhiri dengan tindakan nyata.
Minimal perlawanan terhadap gejala korupsi diawali dari diri kita sendiri. Kita harus sadar dan bengkit melawan gejala korupsi, yaitu dengan mengendalikan diri kita bahwa Tuhan telah mencukupi apa yang telah dibutuhkan oleh insan manusia, sebaliknya setiap manusia harus sadar dan mengucap syukur atas segala sesuatu yang diberikan Tuhan kepada kita,” tuturnya.
Berkaitan dengan itu, tambahnya, kita harus saling membantu dan saling bahu-membahu demi suksesnya pencegahan dan pemberantasan korupsi, sekalipun KPK dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, namun tanpa dukungan semua elemen maka kerja KPK akan berjalan tertatih-tatih.
Untuk maksud itu kita dituntut memiliki semangat baru dan dan sikap mental baru utnuk selalu melawan korupsi dalam segala bentuknya, namun jika aparatur pemerintahan tidak memiliki semangat dan kegairahan dengan aksi-aksi yang konkrit, maka pemberantasan korupsi hanya akan menjadi cita-cita belaka,” paparnya.
Dikatakannya, agenda penting yang tersurat dalam peraturan perundangan tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi hanya dapat dijamin jika kita sebagai agen pembangunan memiliki kemampuan dan kemauan untuk tidak bermain-main dengan oroma korupsi.
Hal pokok yang hendaknya tetap dijaga ialah citra akan pentingnya pemberian layanan publik yang lebih berkualitas dengan mencegah timbulnya korupsi sedini mungkin. Citra tersebut bisa ditegakan bilamana peningkatan kualitas layanan publik, perbaikan sistem pengadaan barang dan jasa, terus digalakkan dan ditindak lanjuti.
Sehubungan dengan itu, katanya lagi, kegiatan semiloka ini memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menumbuhkan orientasi positif dalam melakukan pekerjaan, yaitu sebagai lawan dari ketidakjelasan dari orientasi yang menyebabkan tumbuh suburnya korupsi.
Diharapkan kita mampu melakukan sejumlah perbaikan dan peningkatan kinerja segala bidang mengingat koordinasi, supervisi dan pencegahan ini dapat memberikan manfaat unpan balik bagi semua pihak,” harapnya.
Apalagi, tambahnya, korupsi merupakan fenomena yang sering terjadi dalam suatu bentuk organisasi, mulai dari susunan dari  yang paling kecil hingga organisasi berupa negara. Korupsi dapat dimisalkan sebagai penyakit masa lalu yang terus menjangkiti hingga masa sekarang, dan apabila tidak ditanggulangi dengan serius akan terjadi terus di masa depan yang bahkan menjadi penyakit kronis dan berkembang biak sampai ke sel-sel tulang sumsum kehidupan berbangsa di negeri yang kita cinta ini.
Pada kenyataan korupsi memang telah menjadi beban yang cukup berat bagi bangsa, korupsi merusak kinerja pelayanan publik, dan bahkan korupsi ikut merusak tatanan, sikap mental serta orientasi kita sebagai bangsa. Setiap unsur masyarkat termasuk penyelenggara harus senantaisa memiliki kepedulian yang besar terhadap isu-isu korupsi, dimanapun ia berada.
Katanya lagi, pemberantasan korupsi bukanlah pekerjaan mudah dan sesaat, perlu ada sinergi dan kerjasama antara semua pihak, selain itu yang sangat penting adalah adanya political will dari semua pihak untuk sadar bahwa tindakan amoral yang merugikan negara dan merugikan banyak pihak. Seperti ini kiranya dapat dijadikan cermin dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di masing-masing daerah.
“Sehubungan dengan itu hendaknya fokus perhatian kita tetap utuh dalam upaya mencegah dan memberantas korupsi. Korupsi adalah musuh kita bersama. Perang melawan korupsi dapat menjadi ujung tombak untuk mengadakan perbaikan yang lebih luas di dalam tubuh pemerintahan daerah,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Tagop pun turut menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas kerjasama dan partisipasinya hingga acara ini dapat berjalan dengan lancar.

Dari kegiatan ini kita juga berharap wibawa birokrat dapat ditingkatkan yang hanya bisa dijamin dengan mengabdi kepada kepentingan masyarakat dan memberikan kualitas layanan yang lebih baik,” ucapnya. (SBS-02)




Bagi Berita Ini

About SUARA BURU SELATAN

Suara Buru Selatan adalah Admin yang mengelolah Artikel dan Berita di website www.SuaraBuruSelatan.com. Website ini Menyajikan beragam Berita. Objek pemberitaan meliputi Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Tank's sudah berkunjung ke Website kami. Hubungi kami di E_mail : Su4rabursel@gmail.com No. Hp 08121443461 Regard's, SBS
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...