Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Sosial

News Politik

News Hukrim

News Buru Selatan

News Kabupaten Buru

News Pariwisata

» » Krisis Anggaran, Panwaslu Bursel Tak Hadiri Pleno DPTB-1
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Namrole, SBS.
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) ternyata tidak main-main dalam bersikap untuk menghentikan sementara pengawasan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati  Kabupaten Bursel Tahun 2015 dengan alasan tidak adanya anggaran untuk pembiayaan pengawasan dimaksud sebagaimana telah dicantumkan dalam Berita Acara Nomor 143/PANWAS/KAB.BURSEL/XI/2015 tertanggal 12 November 2015 lalu.
Buktinya, Rapat Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Tambahan-1 (DPTB-1) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bursel di Ruang Aula Kantor tersebut, Jumat (13/11) kemarin tak dihadiri oleh Panwaslu Kabupaten Bursel yang digawangi oleh Siyusuf Solissa (Ketua) dan dua orang anggotanya, yakni Jusri Lesilawang dan Hasim Souwakil.
Dimana, prosses rekapitulasi itu hanya dihadiri oleh tiga orang Komisioner KPU Kabupaten Bursel, yakni Abdul Muin Loilatu, Beboni Solissa dan Ismudin Booy. Kemudian, Tim Pemenangan Pasangan Nomor Urut 1 (Rivai Fatsey-Anthon Lesnussa), yakni Dayang Solissa dan Umar Fatsey. Selanjutnya Tim Pemenangan Pasangan Nomor Urut 2 (Tagop Sudarsono Soulissa-Buce Ayub Seleky), yakni Sami Latbual dan Wan Sangadji.
Selain itu, hadir pula sejumlah petugas PPK se-Kabupaten Bursel, yakni Yunus Souwakil (Ambalau), Abubakar Solissa (Namrole), Silwanus Seleky (Fena Fafan), Maks Wakay dan Poli Solissa (Leksula), M Nur Ponto dan Irjan Lina (Kepala Madan) serta Taufik Souwakil (Waesama).
Devisi Tenis Penyelenggara KPU Kabupaten Burse, Abdul Muin Loilatu usai Rekapitulasi itu mengaku bahwa pihaknya telah mengundang pihak Panwaslu Kabupaten Bursel untuk menghadiri proses rekapitulasi itu pukul 09.00 WIT, tetapi memang hingga pukul 11.10 WIT, tak ada anggota Panwaslu Bursel yang menghadirinya. Dimana, sehari sebelumnya, yakni Kamis (12/1), pihaknya pun telah menerima surat dari Panwaslu Kabupaten Bursel tentang Pernyataan Sikap untuk menghentikan sementara Pengawasan Tahapan Pilkada Bursel.
“Ketidak hadiran Panwaslu Kabupaten Bursel itu kita pahami karena suratnya kemarin telah disampaikan juga surat kepada kita. Tetapi forumnya tadi kita sudah buka sesuai dengan undangan kita pukul 09.00 WIT dan kita tunda sampai pukul 11.10 WIT sambil menunggu teman-teman Panwaslu,” katanya.
Namun, karena Panwaslu Kabupaten Bursel tak menghadirinya, maka proses Rekapitulasi DPTB-1 itu tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, setelah Tim Pemenangan TOP-BU yang sebelumnya juga terlambat datang, tiba di Ruang Aula Kantor KPU Kabupaten Bursel.
“Dalam aturan PKPU dijelaskan bahwa Panwas itu akan mrnghadiri untuk mengawasi. Tetapi, bukan berarti tanpa kehadiran Panwaslu lalu kita tidak berproses. Apalagi ini hanya rekapitulasi saja. Kita menjalankan tugas karena berdasarkan jadwal, mesti jalan. Tetapi, yang pasti kita sudah undang dan kita pun sudah menskorsing sidang lebih dari 30 menit,” terangnya.
Dalam proses rekapitulasi itu DPTB-1 Pilkada Kabupaten Bursel berjumlah 697 pemilih sesuai data yang masuk dari seluruh PPK se-Kabupaten Bursel, yang terdiri atas 137 pemilih di Kecamatan Kepala Madan, 40 pemilih di Kecamatan Fena Fafan, 223 pemilih di Kecamatan Leksula, 162 pemilih di Kecamatan Namrole, 94 pemilih di Kecamatan Waesama dan 41 pemilih di Kecamatan Ambalau.
Ketua Panwaslu Kabupaten Bursel yang didampingi oleh anggota Panwaslu Kabupaten Bursel, Jusri Lesilawang saat dikonfirmasi wartawan perihal ketidak hadirannya dalam Rapat Rekapitulasi itu mengaku tidak menghadirinya karena telah menghentikan sementara proses pengawasan sebagaimana Surat Pernyataan Sikap yang telah dilayangkan kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Bursel dengan tembusan disampaikan kepada sejumlah pihak, yakni Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Gubernur Provinsi Maluku, Ketua KPU Provinsi Maluku, Kapolda Maluku, Kapolres Buru, Kejari Namlea, Bupati Kabupaten Bursel, Ketua KPU Kabupaten Bursel dan Kapolsek Namrole.

Dimana, dalam surat pernyataan sikap itu, dicantumkan tiga poin penting, yakni : Pertama, Tidak akan membentuk Pengawas TPS di setiap desa; Kedua, Menghentikan sementara Pengawasan Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bursel Tahun 2015; dan Ketiga, Jika sampai dengan tanggal 16 November 2015 Pemerintah Daerah tidak mengindahkan pernyataan sikap ini, maka Panwas Kabupaten Bursel akan berkonsultasi dengan Bawaslu Provinsi Cq Bawaslu RI untuk menghentikan secara tetap seluruh tahapan pengawasan Pilkada. (SBS-03)



Bagi Berita Ini

About SUARA BURU SELATAN

Suara Buru Selatan adalah Admin yang mengelolah Artikel dan Berita di website www.SuaraBuruSelatan.com. Website ini Menyajikan beragam Berita. Objek pemberitaan meliputi Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Tank's sudah berkunjung ke Website kami. Hubungi kami di E_mail : Su4rabursel@gmail.com No. Hp 08121443461 Regard's, SBS
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!