Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Info Kota Ambon

News Politik

News Hukrim

Berita Kabupaten Buru

Kabupaten Buru Selatan

News Pariwisata


Namrole, SBS
Bakal Calon Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel), Sami Latbual minta agar Partai Hanura tidak ragu untuk memberikan rekomendasi kepada pasangan Bachtiar La Galeb-Sami Latbual (BISA) sebagai tiket untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bursel bulan September 2020 mendatang.

Demikian dikatakan Latbual ketika melakukan proses pengembalian berkas Calkada pasangan BISA di Sekretariat Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Hanura di Penginapan Cade Modat, desa labuang, kecamatan Namrole, Kabupaten setempat Jumat (6/12).

“Bapak, Ibu, Saudara, Saudari di Partai Hanura jangan ragu-ragu memberikan dukungan politik kepada kami,” kata Latbual.

Latbual yang juga mantan Ketua AMGPM Daerah Bursel menjelaskan bahwa dirinya bersama pasangannya Bahtiar La Galeb telah berkomitmen sejak awal untuk berpasangan dalam Pilkada Kabupaten Bursel.

“Ini menunjukan komitmen kami bahwa kami bukan tipe orang  yang bimbang dan ragu-ragu dalam memilih pasangannya sehingga Calon Bupati menentukan Calon si A tidak bisa menentukan calon si B tidak bisa. Orang yang ragu-ragu menentukan pilihannya, sama halnya orang itu akan bimbang dan ragu dalam mengambil keputusan - keputusan strategis nantinya ketika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya.

Mantan ketua DPC PDIP Bursel ini berharap Partai Hanura aka memberikan rekomendasi kepada pasangan BISA yang sudah jelas berpasangan sejak awal berproses.


“Pada saat ini Bahtiar La Galeb dan Sami Latbual menawarkan kepada Partai Hanura, berikan rekomendasi kepada kami yang sudah pasti pasangannya,” ucap Latbual yang turut disambut kata “Siap” oleh Ketua Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel Moh Nur Nurlatu diplomatis.

Menurutnya, kedatangan BISA ke Sekretariat Tim Penjaringan atas izin Tuhan Yang Maha Kuasa serta restu leluhur Buru dan Ambalau dengan dasar keyakinan bahwa keluarga besar Partai Hanura Kabupaten Bursel juga punya hati yang sama dengan pasangan BISA.

“Kami sangat tahu itu karena kita hidup bersama di Bursel ini, kita merasakan, semua merasakan hal yang terjadi di negeri ini. Ketika tanya hati saudara-saudara dan tanya hati kami pasti hati kita sama mengatakan bahwa, cukup sampai disini, kita berlayar dengan perahu yang lain,” ucapnya yang disambut teriakan BISA oleh semua yang hadir.

Dikesempatan itu, dirinya mengaku bingung, jika ada isu yang berkembang diluar sana bahwa pasangan BISA hilang jalan, tidak mendapatkan partai politik dan tidak punya uang.

“Kok di posko-posko Bapak, Ibu, Saudara, Saudari, di pangkalan-pangkalan saudara-saudara kok yang dibicarakan cuma Pak Bachtiar La Galeb dan Sami Latbual. Itu berarti ada keistemewaan dari Pak Bachtiar La Galep dan Sami Latbual,” ucapnya.
Lanjutnya, ketika pasangan BISA memilih dan berkomitmen untuk maju dalam pesta demokrasi rakyat Kabupaten Bursel, itu berarti pasangan BISA sangat siap untuk bertarung.

Bahkan, terkait dengan ada pihak yang mengklaim bahwa di Bursel ini dia siap melaksanakan Pilkada dengan Kotak Kosong, Latbual menegaskan bahwa itu merupakan sebuah pembodohan politik kepada masyarakat di zaman demokratis ini.

“Kami akan buktikan kepada saudara-saudara Partai Hanura bahwa dalam waktu dekat Bachtiar La Galep dan Sami Latbual akan mengantongi rekomendasi partai politik sebagai komitmen kami siap bertarung untuk membawa secercah harapan mimpi Buru dan Ambalau ini. Karena itu, Partai Hanura jangan ragu terhadap Bachtiar La Galeb dan Sami Latbual,” ucapnya.

Cawabup yang energik ini pun menjelaskan, disaat pihaknya memaparkan visi misi di Partai Golkar, ada pertanyaan bahwa dirinya dan Bahtiar La Galeb adalah politisi gagal. Tapi mencoba lagi mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati, hal itu langsung ditangkisnya.

“Kami menjawab bahwa dalam politik tidak ada namanya gagal, tetapi itu merupakan sebuah keberhasilan yang tertunda. Perjuangan ini belum berakhir. Oleh karena itu, langkah ini merupakan suatu langkah untuk kami memulai mengambil keputusan untuk bertarung dengan saudara - saudara yang lain sebagai komitmen bahwa Bursel ini tidak krisis Sumber Daya Manusia, kita tidak krisis orang-orang baik. Tapi ini hanya persoalan kesempatan,” jelasnya.

Dirinya pun menuturkan bahwa sebagian besar pengurus Partai Hanura adalah anak gunung maupun pesisir serta pulau sehingga sangat pas jika berkoalisi dalam Pilkada ini.

“Mohon maaf, Ketuanya anak gunung, Sekretarisnya anak gunung, pengurusnya banyak anak gunung, mari bersama dengan BISA. Ketika kami mengatakan slogan anak pesisir, anak gunung, ada teman-teman dari Ambalau yang komplain anak pulau dimana, secara diplomatis kami menjawab bahwa pesisir dan gunung sudah pasti ada di pulau. Pasangan BISA ada untuk semua orang dalam proses politik ini,” terangnya.

Selain itu, Latbual pun menjelaskan bahwa kedatangannya ke Partai Hanura tidak sendiri, tetapi turut membawa para pendukung fanatik, baik itu tim pemenang dan Pengurus DPC maupun PAC PDI Perjuangan sebagai komitmen mereka dalam memberikan dukungan moral kepada dirinya yang adalah kader militan PDI Perjuangan yang turut bertarung dalam Pilkada Kabupaten Bursel kali ini.

“Saya hadir hari ini dengan dengan teman-teman, saudara-saudara tim pemenangan dan  termasuk juga yang hadir adalah rekan-rekan seperjuangan saya dari DPC PDI Perjuangan dan PAC PDI Perjuangan sebagai komitmen bahwa mereka memberikan dukungan moral kepada saya sebagai kader PDI Perjuangan yang bertarung dan hari ini kita bersama sama minta restu dari Partai Hanura untuk kita bertarung,” ucapnya.

Terlebih lagi, katanya, Partai Hanura adalah partai politik pemenang Pileg di Dapil Kecamatan Namrole-Fena Fafan.

“Kota ini milik Partai Hanura. Oleh karena itu, ketika Partai Hanura berkolaborasi dengan pasangan BISA, pasti Partai Hanura lebih bisa pada waktu-waktu yang akan datang,” ucapnya.

Apalagi, menurutnya, dari berbagai aspek pasangan BISA siap untuk bertarung, sekalipun nyawa menjadi taruhannya.

“Dari setiap aspek kami siap untuk bertarung. Kalau ada yang bilang bertarung membutuhkan nyawa, nyawa pun akan kami berikan untuk sebuah pertarungan ini, karena ini sudah menyangkut pertarungan harga diri, pertarungan kehormatan dan pertarungan komitmen dan semangat disini untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah ini,” tandasnya.

Iapun menyentil, kalau orang lain datang menceritakan kelebihannya, tetapi pasanan BISA datang menceritakan bahwa sekalipun dengan kekurangan, tetapi setiap Bapak Ibu di Partai Hanura tahu dan masyarakat Bursel pun tahu betul siapa pasangan BISA.

“Setiap Bapak Ibu di Partai Hanura maupun masyarakat Bursel tahu karena setiap kali bertemu dengan kita di pasar, kita ketemu di jalan, kita ketemu di pantai, kita ketemu di pelabuhan, kita ketemu di tempat-tempat santai. Itu berarti bahwa kami lahir dan tumbuh di daerah ini. Kami datang bukan pada saat mau Pilkada, tetapi kami selalu ada disini,” tandasnya.

Tambahnya, jika Tim Penjaringan telah mengatakan bahwa kebijakan untuk mengeluarkan Rekomendasi ada di DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel, maka Latbual memastikan bahwa pihaknya akan tetap bersama-sama dengan Partai Hanura maupun masyarakat Kabupaten Bursel apa pun kondisinya.

“Kalau tadi Bapak-Bapak mengatakan kalau kebijakan ada di DPC Kabupaten, maka saya tawarkan saya punya sebuah penyampaian begini, setelah selesai proses pemilu, kalau Tuhan dan leluhur berkehendak lain terhadap saya dan Pak Bahtiar, kami masih tetap ada disini, terburuk kami tidak jadi Bupati maupun Wakil Bupati pun kami tetap tinggal bersama-sama dengan saudara-saudara di daerah ini, kami tidak kemana-mana. Kami bukan tipe orang yang selesai Pilkada kemudian keluar dan tinggal di tempat lain. Itu bukan tipe kami, tetapi kami ada disini,” janjinya.

Olehnya itu, kaitan dengan seluruh mekanisme survey dan lain sebagainya, BISA sebagai pasangan calon akan mengikuti seluruh mekanisme yang ada di Partai Hanura.

“Apa pun mekanismenya, apa pun syaratnya akan kami ikuti dan kami penuhi. Dari seluruh aspek kami siap,”ucapnya.

Latbual pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Bakal Calon Bupati Bursel, Bachtiar La Galeb untuk menyerahkan berkas secara langsung dan hanya diwakili oleh dirinya dan tim.

“Kami mohon maaf karena Pak Bachtiar tidak hadir sama - sama saat ini. Ini sebagai bagian dari strategi pemenangan ini, kita berbagi tugas, saya menjaga kandang dan Pak Bahtiar merobek kandang-kandang yang lain. Hari ini Pak Bahtiar sementara berada di Jakarta. Salam dan permohonan maaf dari beliau,” ucap Latbual yang juga mantan Ketua AMGPM Daerah Bursel.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Calkada Kabupaten Bursel menjelaskan bahwa saat ini DPC Partai Hanura telah diberikan peran yang strategis dalam proses penentuan rekomendasi Calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Bursel pasca pihaknya mengikuti kegiatan strategi Pemenangan Pilkada Tahun 2020 dengan tema From Zero to Hero di Makassar tanggal 1 Desember 2019 lalu.

Ia menjelaskan, dalam Pileg lalu Partai Hanura secara nasional tidak mencapai Parlement Treshold sehingga Partai Hanura akan membuat perubahan guna mencapai hasil lebih maksimal kedepan.

“Hari ini bisa saya sampaikan kepada kandidat bahwa keputusan Partai Hanura pada saat kegiatan tersebut di Makassar sangat menggembirakan DPC Partai Hanura seluruh Indonesia, khusus Indonesia timur, yaitu untuk memberikan Rekomendasi Bupati dan Wakil Bupati akan diberikan hak sepenuhnya kepada DPC. Sedangkan untuk memberikan rekomendasi kepada Gubernur Wakil Gubernur diserahkan sepenuhnya kepada DPD dan untuk Presiden diserahkan sepenuhnya ke DPP karena Hanura ingin berubah,” jelasnya.

Terkait itu, Nurlatu sangat berharap pasangan BISA dapat nantinya mengantongi Rekomendasi Partai Hanura sebagai tiket dalam Pilkada Kabupaten Bursel nantinya.

“Saya sangat berharap, kalau bisa, pasangan BISA bisa menggunakan tiket Partai Hanura sebagai salah satu syarat untuk bertarung dalam Pilkada Bursel,” ucapnya.

Nurlatu pun menjelaskan, selain berbagai kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi, ada pula 5 poin penting harus diperhatikan oleh Partai Hanura sebelum memberikan Rekomendasi kepada Calon yang direkomendasikan, yakni: Pertama, Figur calon yang diusung; Kedua, Ketokohan Calon yang diusung; Ketiga, Modal social dan dukungan keuangan calon yang diusung; Keempat, Tingkat keterpilihan calon yang diusung melalui hasil survey; Kelima, Dukungan partai pengusung dan pendukung.

“Pak Bachtiar La Galep dan Pak Sami Latbual, Partai Hanura kenal betul,” ucapnya.

Disisi yang lain, Nurlatu pun menegaskan bahwa jika ada oknum-oknum tertentu mengklaim telah mengantongi Rekomendasi Partai Hanura, hal itu merupakan pembohongan terhadap masyarakat Kabupaten Bursel, karena sampai hari ini Partai Hanura belum mengeluarkan rekomendasi.

“Perlu saya pertegas, bahwa tidak ada satu orang pun yang boleh mengklaim bahwa Hanura milik dia, kalau isunya tidak sehat, maka kami tidak segan-segan untuk memproses hukum yang bersangkutan. Karena sampai hari ini Hanura masih perawan, belum ada sentuhan-sentuhan tidak sehat di Hanura,” pungkasnya.

Sementara itu, Nurlatu kepada wartawan menjelaskan, hingga Jumat (6/12) pukul 21.30 WIT, dari total 23 orang Bakal Calon yang mengambil formulir pendaftaran, baru 16 Bakal Calon yang mengembalikan berkas pendaftaran, sedangkan 7 bakal calon belum melakukan pengembalian.

Bakal Calon Bupati yang mengembalikan berkas pendaftaran terdiri dari Bachtiar La Galep, Sahlan Tomia, Abdurahman Soulissa, Safitri Malik Soulisa, Elisa F Lesnussa, Masrudin Solissa, Frets Lesnussa, Abdul Muthalib Laitupa, Idrus Waly dan Hadji Ali.

Sedangkan Bakal Calon Wakil Bupati terdiri dari Sami Latbual, Nikolaus Nurlatu dan Tos Teslatu, Gerson Eliezer Selsily dan Sedek Bahta.

Sedangkan, Bakal Calon Bupati yang belum melakukan pengembalian berkas pendaftaran terdiri dari Sahroel AE Pawa, Faisal A Sowakil dan Muhammad Mukaddar. Sementara Bakal Calon Wakil Bupati yang belum melakukan pengembalian berkas terdiri dari Alfons Lesnussa, Saul Tasane, Frans Nicolas Kuara, Muhammad Nasir Solissa dan Julianus Seleky. (SBS-Tim)
- - - - - - - - - -
Namrole, SBS 
Ada yang berbeda dengan pelaksanaan Tes Akhir semester (Ujian) di SMA Negeri Leksula tahun 2019 ini.

Dimana, para siswa mengerjakan soal yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah dengan menggunakan Komputer dan Handphone berbasis android. Mereka tidak lagi menggunakan kertas dan pensil seperti pelaksanaan ujian konvensional lainnya.

Alfin Lesnussa, salah seorang siswa kelas X mengaku belum terbiasa mengerjakan soal menggunakan komputer dan handphone android. Meskipun sempat mengalami trouble, namun Alfin tetap berusaha menjawab soal yang tersedia.

Terdapat 60 soal pilihan ganda disetiap mata pelajaran yang diujikan.

"Awalnya terasa sedikit rumit tapi jika sudah terbiasa akan mudah," tuturnya, kepada media ini, Rabu (6/12).

Operator sekolah, Sendik Lesnussa menjelaskan, secara teknis pelaksanaan tes akhir semester ini sama dengan ujian berbasis komputer. Soal diunggah ke website dan siswa mengaksesnya menggunakan komputer dan handphone android.

Mereka juga harus login terlebih dahulu sebelum mulai menjawab soal. Jika batas waktu yang sudah ditentukan habis, secara otomatis mereka akan logout.

"Semua seri android bisa digunakan, minimal handphone memiliki kapastitas RAM 1 giga," jelasnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Leksula, Yolanda Seleky, mengatakan, pelaksanaan tes akhir semester untuk kelas X, Xl dan Xll menggunakan komputer dan handphone android ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan oleh SMA Negri 1 Leksula di kabupaten Buru Selatan.

Seleki mengatakan, pihak sekolah memanfaatkan komputer dan handphone yang sudah dimiliki oleh setiap siswa.

"Jadi tidak membebani siswa karena mereka rata-rata sudah mempunyai handphone android sendiri," ujarnya, Jumat (12/19).

Penggunaan komputer dan handphone dalam menjawab soal akhir semester ini mempunyai keuntungan tersendiri bagi pihak sekolah. Selain bisa menghemat pengeluaran untuk membeli kertas, guru juga diuntungkan dengan nilai ujian yang bisa langsung keluar. Sehingga mereka tidak perlu melakukan koreksi.

"Rencananya ini akan dilakukan disetiap tes semester" pungkasnya.

Seleky pun menyampaikan banyak terima kasih kepada orang wali siswa yang turut membantu hingga ada sumbangan dari orang tua wali siswa kepada sekolah berupa tiga unit komputer yang dapat digunakan untuk tes akhir semester ini.

Ia pun berterimakasih kepada pihak PLN Leksula yang telah membantu hingga tes akhir semester ini lampu tetap beryala hingga tes selesai.

“Terima kasih banyak untuk orang tua wali siswa dan pimpinan PLN Ranting Leksula dan semua pihak yang sudah turut berpatisipasi membatu kami, hingga anak-anak kami boleh melaksanakan tes akhir semester dengan menggunakan komputer dan handphone android ini dengan baik,” ucap Seleky. (SBS/04)
- - - - - - -
Namrole, Kompastimur.com 
Peletakan batu penjuru dan Pencenangan Tiang Utama pembangunan Gedung Gereja Elim Jemaat GPM Mngeswaen Klasis Daerah Buru Selatan, berlangsung Kamis (5/12).

Peletakan batu penjuru ini dilakukan oleh Sekretaris Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt. Elifas T. Maspaetella, Bupati Kabupaten Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa, Ketua Klasis Daerah Buru Selatan, Pdt A. P. Saija, Ketua Majelis Jemaat Elim Mngeswaen, Kepala Desa Mngeswaen, Ketua Panitia, Keterwakilan anak-cucu Lesnussa, Solissa, Seleky dan Biloro.

Pembangunan Gedung Gereja Elim Desa Mngeswaen, turut dihadiri anggota DPRD dari partai Hanura, Metus Salak Liligoly, dari partai Demokrat Gerson E. Selsily, dari partai Berkarya Usman Latuwael, pimpinan SKPD dilingkup Pemerintahan Kabupaten Buru Selatan, serta tamu undangan lainnya.

Acara peletakan Batu Penjuru dan Pencanangan Tiang Utama tersebut dilakukan dalam sebuah ritual ibadah yang dipimpin oleh Ketua Klasis Daerah Buru Selatan, Pdt A. P Saija, dimana dalam khotbahnya, Pdt. A. P Saija, mengatakan bahwa dalam kaitan dengan pembangunan Gereja Elim Jemaat GPM Mngeswaen ini harus lebih mengandalkan Tuhan, karena kalau bukan Tuhan yang membangun maka sia-sialah orang yang membangunnya.

Saija menegaskan, ada tiga nilai penting yaitu kasih, pengampunan dan pengakuan atas dosa (keterbukaan), Karena itu jadi pedoman bagi pelayan dan umat agar bagaimana berkomitmen melakukan hal-hal baru sebagai wujud tanggungjawab bagi pembangunan gedung Gereja Elim pasca Peletakan Batu Alas dan pencanangan tiang utama.

“Berkomitmen jadi manusia baru, sebagai seorang Kristen dan anggota jemaat, dimana harus ada solidaritas, partisipatif dan kontributif, persekutuan, kebenaran, keadilan, kesetiaan, untuk saling melengkapi,” tandasnya.

Selain itu, Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam setiap acara peletakan Batu Penjuru atau batu pengalasan pembangunan rumah ibadah ada dua makna yang penting yang selalu menjadi momentum kebangkitan kehidupan bergereja, yakni yang pertama sebagai titik awal membangun persekutuan yang lebih dekat dengan Tuhan secara pribadi dan persekutuan dalam akta rumah Tuhan yang kudus, dan kedua menjadi wahana untuk membangun relasi yang lebih harmonis, serasi dan indah dalam semangat untuk berbagi cinta kasih dengan sesama manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Bupati menyampaikan bahwa Gedung Gereja harus dipahami sebagai wadah bagi orang percaya, untuk melakukan aktifitas pembebasan dan terpanggil untuk mewartakan injil kerajaan Allah secara nyata dan injil yang membawa sukacita sebagai pembebasan, kesejahteraan, kemakmuran, kebenaran, keadilan dan keharmonisan dalam kehidupan manusia.

Oleh karenanya itu, lanjutnya, pembangunan Gereja Elim yang baru ini menjadi lompatan yang berarti dalam pergumulan umat Tuhan untuk tetap eksis dalam panggilan pelayanan yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

“Itulah sebabnya apa yang dilakukan ini membuktikan kepada dunia bahwa begitu besarnya kerinduan, tekad dan semangat Jemaat GPM Elim Mngeswaen memiliki gedung gereja baru yang representative,” kata Bupati.
Menurut soulisa, Pemerintah Buru Selatan tetap akan menopang pembangunan gedung gereja sebagai bagian dari pembangunan spiritualitas umat dan jemaat ini bagian dari warga Buru Selatan, apalagi Gedung Gereja memiliki nilai positif dan strategis.

“Kami apresiasi atas semua dukungan jemaat selama ini bagi pembangunan Daerah. Dengan harapan semua umat disini terus menopang program dan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan visi Buru Selatan yang Harmonis, Sejahtera dan Religius,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Umum Sinode GPM, Pdt. Elifas T Maspaetella, dalam arahannnya juga mengatakan bahwa membangun gereja harus ada rasa saling percaya, rasa saling menopang, dan rasa saling berbagi untuk kemuliaan nama Tuhan.

“Pembinaan dan peningkatan Spiritualitas umat, tidak terlepas dari fungsi Gedung Gereja sehingga pembangunan Gedung Gereja dibutuhkan,” tandasnya. (SBS/02)
- - - - - - - - -

Namrole, SBS 
Pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel) Idrus Wally dan Nickolaus Nurlatu (IKLAS), Jumat (6/12) telah mengembalikan formulir di Partai Hanura.

Pasangan ini tiba di sekretariat Partai Hanura tepat pukul 10.55 WIT dan diterima langsung oleh ketua tim penjaringan partai Hanura, Moh Nur Nurlatu dan  sekretaris tim penjaringan Levinus Rodrigues, serta fungsionaris DPC partai Hanura lainya.

Setelah menyerahkan berkas dan diterima oleh panitia penjaringan, kemudian berkas pasangan ini dinyatakan diterima oleh Ketua TIM Penjaringan DPC partai Hanura Moh Nur Nurlatu untuk di verifikasi dan jika nanti dalam verifikasi ada dokumen yang belum lengkap, tim penjaringan akan menyampaikannya kepada tim pemenangan calon.

Dikesempatan itu, Nurlatu lebih jauh mengatakan jika nanti ada berkas yang belum lengkap, akan diberika waktu 3 hari untuk perbaikan.

Selain itu, Nurlatu menjelaskan bahwa Partai Hanura dalam memberikan rekomendasi ada beberpa aspek yang di perhatikan karena semua tahapan harus sesuai dengan strategi pemenangan Partai Hanura di seluru Indonesia diantaranya, dilihat dari Figur dan track record calon yang diusung, dilihat dari ketokohan calon, modal sosial dan dukungan keuangan calon, dan tingkat elektabilitas calon berdasarkan hasil survey, serta tingkat koordinasi dan dukungan dengan partai pengusung.

“Untuk modal sosial berupa persyaratan khusus yaitu rekening calon yang akan kita tengok sebentar dan untuk dukungan dengan partai pengusung lainnya yaitu jika ada calon yang telah mengantongi rekomendasi yang sudah valid silakan sampaikan kepada kami Partai Hanura sebagai bahan pertimbangan,” ujar Nurlatu.

Dirinya mengatakan, pihaknya mengharapkan setelah pengembalian berkas calon, hubungan antara tim pemenangan bakal calon dengan tim penjaringan Partai Hanura tidak putus, agar jika ada hal-hal yang ingin dikoordinasikan bisa disampikan langsung khususnya terkait kelengkapan berkas calon.

“Kami berharap setelah diserahkan berkas ini hubungan kita tidak putus. Supaya jika ada kekurangan-kekurangan yang harus dilengkapi dapat dikoordinasikan sehingga berkas calon dapat dilengkapi. Kami memberi waktu untuk para bakal calon yang ingin memperbaiki berkasnya selama tiga hari dan setelah itu tidak ada lagi perbaikan,” ucapnya.

Selain itu, Nurlatu juga menyampaikan bahwa saat ini sedang beredar hangat di masyarakat bahwa rekomendasi Hanura telah dimiliki oleh calon tertentu, namun semua itu ada isu yang sengaja dimainkan oleh orang - orang yang tidak bertanggung jawab.


"Kami tegaskan bahwa tidak ada dan belum ada yang memiliki rekomendasi Partai Hanura. Partai kami terbuka untuk setiap calon, jika nanti ada yang memainkan isu itu di masyarakat tolong disampaikan kepada kami, kami akan pidanakan yang bersangkutan. Hanura belum dimilik siapa-siapa, silakan berproses, kalau ada isu tersebut semuanya adalah Hoax. Sebab Hanura masih memiliki kepentingan politik untuk tahun 2024,” tandasnya.

Disamping itu, dirinya menyampaikan bahwa DPC Partai Hanura rencananya akan melakukan Fit And Proper Test, dan untuk jadwalnya akan disampaikan kepada bakal calon jika itu dilaksanakan di DPC Partai Hanura.

“Untuk ketahuan para bakal calon bahwa tidak menutup kemungkinan akan di lakukan Fit And Proper Test di DPC dan itu akan di infokan ke calon,” tutupnya.

Sedangkan Bakal Calon Bupati Idrus Wally disela-sela pendaftaran mengaku sudah  final dan yakin berpasangan dengan Calon Wakil Bupatinya, Nickolaus Nurlatu karena memiliki visi, misi dan semangat yang sama untuk membangun Kabupaten Bursel.

Bahkan di kesempatan itu, Idrus berkeyakinan bahwa dengan menggandeng Nurlatu, dirinya akan memiliki tiket (rekomendasi) untuk berkontestasi pada pilkada 2020 nanti.

“Kami berdua merasa cocok dalam kesamaan visi, misi, serta kebersamaan dalam niat membangun daerah ini ke arah yang lebih maju. Dan yang bisa membangun daerah adalah anak-anak daerah yang tulus untuk mengabdi. Kami dengan semboyan IKLAS yakin dapat mensejahterakan masyarakat Bursel,” kata Idrus.

Idrus menambahkan, dirinya tidak salah memiliki pasangan karena pasangan  yang ia pilih adalah kader Hanura yang diyakini bisa membesarkan partai Hanura dari level bawah hingga Provinsi.
Bahkan dikesempatan itu, Idrus membocorkan bahwa pasangan IKLAS telah mengantongi satu rekomendasi dari partai politik yang memiliki dua kursi di PDRD Bursel.

“Sekedar bocoran  kami telah memiliki satu rekomendasi partai politik dan pada saatnya nanti akan kami sampaikan. Kami juga berharap Partai Hanura juga dapat memberikan rekomendasi kepada kadernya yang maju dalam pilkada 2020,” harapnya.

Sedangkan Nickolaus Nurlatu menambhakan bahwa alasan dirinya berpasangan deng Idrus Wally karena ada kemestri yang kuat dalam semangat untuk membangun Bursel.

“Dengan moto kami, kami akan melanjutkan perjuangan pembangunan di Bursel, kami akan menciptakan kondisi yang aman dan damai di Bursel serta masyarakat yang sejahtera. Untuk kemampuan melakukan semua itu secara logika kami mampu dengan semua pengalaman kami,” ujar Wakil ketua DPD partai Hanura Provinsi Maluku ini.

Usai mendaftar, pasangan ini bersama timnya meninggalkan sekretarit Tim penjaringan partai Hanura di Desa Labuang tepat pukul 11.30 WIT. (SBS/02)

- - - - - - - -

Namrole, SBS  
Setelah ditetapkan tiga tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru dalam kasus dugaan korupsi dana MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) sejak 15 Oktober 2019 lalu, namun hingga kini pihak kejaksaan belum juga melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka tersebut yang terdiri dari Kadis Perhubungan Bursel, Sukri Muhammad yang dalam panitia MTQ, ia menjabat ketua bidang sarana dan prasarana.

Kemudian Bendahara Dinas Perhubungan Bursel, Rusli Nurpata. Dalam panitia ia menjabat bendahara bidang sarana dan prasarana serta satu tersangka lagi adalah Jibrael Matatula dari pihak Event Organizer.

Hal itu pun mendapat sorotan keras dari Aliansi Pemuda Mahasiswa Bursel (APMB) yang mendesak agar jaksa dapat segera melakukan penahanan terhadap kketiga tersangka itu.

“APMB Mendesak Kejari Buru untuk segera melakukan penahanan terhadap kketiga tersangka yang terdiri dari SM, RN dan JM tersebut dan dijadikan sebagai tahanan jaksa sambil mengikuti proses hukum selanjutnya,” kata Ketua APMB Husen Souwakil kepada wartawan melalui WhatsApp, Kamis (5/12).

Menurut Souwakil, penahanan terhadap ketiga tersangka perlu dilakukan sebab dikhawatirkan bahwa para tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana korupsi lainnya.

“Apalagi setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketiga tersangka hingga saat ini masih berkeliaran bebas seakan-akan tidak ada masalah. Padahal berita terkait kasus MTQ Tahun 2017 ini sudah menjadi konsumsi publik,” paparnya.

Souwakil berharap jaksa serius dalam menangani kasus ini dan tak meloloskan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kami berharap jaksa serius dalam penanganan kasus ini, jangan sampai ada pihak-pihakyang diloloskan. Sebab, publik pun berharap penanganan kasus ini dapat berjalan tuntas dan menjerat setiap oknum yang terlibat dalam kasus ini,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Kejari Buru sudah menetapkan tiga orang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 di Kabupaten Bursel

Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kadis Perhubungan Bursel, Sukri Muhammad. Dalam panitia MTQ, ia menjabat ketua bidang sarana dan prasarana.

Kemudian Bendahara Dinas Perhubungan Bursel, Rusli Nurpata. Dalam panitia ia menjabat bendahara bidang sarana dan prasarana. Satu tersangka lagi adalah Jibrael Matatula, Event Organizer.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Buru, Ahmad Bagir mengatakan, mereka ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (15/10) lalu, setelah tim penyidik melakukan serangkaian penyidikan dan menemukan dua alat bukti yang cukup.

“Penetapan mereka sebagai tersangka setelah dilakukan ekspos pada 15 Oktober 2019 lalu. Para tersangka itu masing-masing, SM, RN dan JM. Ada bukti yang cukup, sehingga mereka ditetapkan se¬bagai tersangka,” jelas Bagir saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, Jumat (25/10).

Menurut Bagir, berdasarkan penghitungan penyidik kasus dugaan korupsi  dana MTQ XXVII merugikan keuangan negara sebesar Rp 9 miliar. Namun temuan BPK dana Rp 10 miliar lebih tak bisa dipertanggungjawabkan.

Sesuai laporan hasil pemeriksaan atas BPK Perwakilan Provinsi Maluku Nomor: 8.A/HP/XIX.AMB/06/2018 tanggal 25 Juni 2018 yang ditandatangani oleh Muhammad Abidin selaku penanggung jawab pemeriksaan dijelaskan, pada tahun 2017 terdapat pemberian hibah uang kepada LPTQ Kabupaten Bursel senilai Rp 26.270.000.¬000,00 untuk pelaksanaan kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Maluku XXVII.

Pemberian hibah ini berdasarkan permohonan proposal dari LPTQ kepada bagian keuangan BPKAD pada tanggal 3 Februari 2017. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, masing-masing senilai Rp13.135.000.000,00, dari bendahara pengeluaran BPKAD ke rekening LPTQ Kabupaten Bursel.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Maluku, ada dana sekitar Rp 10.684.681.624,00 yang tak bisa dipertanggungjawabkan. (SBS/01)
- - - - - - - - - - - -

Namrole, SBS 
Calon Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Elisa F Lesnussa melakukan pengembalian berkas pendaftaran di Sekretariat Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah (Calkada) DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel di Penginapan Cande Modat Namrole, Kamis (5/12).

Elisa datang dengan didampingi oleh mantan Calon Bupati Bursel sekaligus mantan Calon Wakil Bupati Bursel Anthon Lesnussa.

“Pak Elisa F Lesnussa telah melakukan pengembalian berkas Calon Bupati hari ini pukul 09.30 WIT di Sekretariat Tim Penjaingan Partai Hanura,” Ketua Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel, Moh Nur Nurlatu kepada wartawan di Namrole, Kamis (5/12).

Selain Elisa, Calon BupatiHadji Ali pun turut mengutus timnya atas nama Labani mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Tim Penjaringan pukul 16.20 WIT.

Sedangkan, pasangan Idrus Waly-Nicolaus Nurlatu (IKLAS) yang berencana untuk mengembalikan berkas, ternyata batal dilakukan.

“Pak Idrus dan Pak Niko tunda besok pukul 09.00 WIT,” terangnya.

Ia pun mengaku bahwa ada sejumlah Calkadayang telah menginformasikan bakal mengembalikan berkas, hanya saja belajar dari pengalaman ada yang kemudian melakukan penundaan, maka pihaknya enggan untuk membeberkan siapa saja Calkada yang akan mengembalikan berkas.

“Batas pengembalian besok (Jumat-red) pukul 24.00 WIT,” ucapnya.

Untuk diketahui, hingga Kamis (5/12) sudah ada 4 Calkada yang melakukan pengembalian berkas pendaftaran, yakni Elisa F Lesnussa dan Abdurahman Soulisa sebagai Calon Bupati. Sedangkan, Sedek Bahta dan Gerson E Selsily sebagai Calon Wakil Bupati.

Sedangkan, hingga kini Calkada yang terdaftar mengambil formulir pendaftaran di Partai Hanura sebanyak 23 orang yang terdiri dari 13 Calon Bupati dan 10 Calon Wakil Bupati.

Untuk Calon Bupati terdiri dari Syahroel AE Pawa, Sahlan Tomia, Abdurahman Soulissa, Safitri Malik Soulisa, Bachtiar La Galeb, Elisa F Lesnussa, Masrudin Solissa, Frets Lesnussa, Muhammad Mukaddar, Abdul Muthalib Laitupa, Idrus Waly, Faisal A Sowakil dan Hadji Ali.

Sedangkan Calon Wakil Bupati terdiri dari Sami Latbual, Nikolaus Nurlatu dan Frans Nicolas Kuara, Tos Teslatu, Gerson Eliezer Selsily, Sedek Bahta dan Muhammad Nasir Solissa serta Julianus Seleky, Saul Tasane dan Alfons Lesnussa.

Ia mengaku Partai Hanura tetap terbuka untuk putra putri terbaik ini yang ingin berkompetisi dalam Pilkada Bursel dengan tiket Partai Hanura yang saat ini memiliki 2 kursi di DPRD Kabupaten Bursel.
Olehnya itu, lanjut Nurlatu yang juga Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel ini, pihaknya tetap stay di Sekretariat Tim Penjaringan untuk menunggu kedatangan Calkada yang ingin mengambil formulir pendaftaran maupun melakukan proses pengembalian berkas pendaftaran. (SBS/01)
- - - - - - - - -

Namrole, SBS 
Sejak Bawaslu Kabupaten Buru Selatan (Bursel) membuka proses rekruitmen Calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Bursel sejak 27 November hingga 3 Desember 2019 tercatat ada 104 peminat yang telah mengambil formulir dan melakukan pengembalian berkas pendaftaran di Kantor Bawaslu setempat.

Hal itu diungkapkan Ketua Pokja Bawaslu Kabupaten Bursel Robo Souwakil kepada wartawan di Namrole, Rabu (4/12).

“Sesuai hasil rekapan penerimaan calon pendaftarn Panwascam tercatat keseluruhan berjumlah 104 orang yang terdiri dari 93 orang laki-laki dan 11 orang perempuan,” kata Robo.

Iapun menjelaskan bahwa penyebaran peminat Calon Panwascam itu tersebar pada Kecamatan Namrole sebanyak 29 orang, Kecamatan Waesama sebanyak 18 orang, Kecamatan Ambalau sebanyak 17 orang, Kecamatan Kepala Madan sebanyak 12 orang, Kecamatan Leksula sebanyak 17 orang dan Kecamatan Fena Fafan sebanyak 11 orang.

Robo menjelaskan sesuai Surat Ketua Bawaslu RI Nomor 0883, maka pengumuman perpanjangan waktu pendaftaran dapat dilakukan bagi kecamatan yang belum memenuhi kouta. Tetapi kalau dilihat dari hasil pembukaan sampai penutupan, ternyata pendaftar dari ke 6 kecamatan sudah memenuhi syarat dan tidak ada lagi peluang untuk membuka pendaftaran kembali.

“Itu berarti minat masyarakat Bursel untuk bersama dengan Bawaslu menjaga demokrasi di negeri ini semakin meningkat,” ucapnya.

Katanya lagi, Panwascam ini bersifat adhoc dan berlaku untuk pelaksanaa Pilkada Kabupaten Bursel yang akan berlangsung di Tahun 2020.

Dimana, untuk proses rekruitmen kali ini cukup berbeda dengan proses rekruitmen pada Tahun 2017 lalu. Dimana, calon anggota Panwascam setelah mendaftar manual, maka Pokja bertanggung jawab untuk mendaftarkan mereka secara online di aplikasi yang sudah disiapkan oleh Bawaslu RI sehingga secara otomatis nama calon Anggota Panwascam yang mendaftar itu langsung diketahui oleh Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi Maluku.

Selain itu, Selaku Ketua Tim Pokja Pembentukan, Robo berharap kepada masyarakat untuk turut mengingatkan pihaknya dengan cara menyampaikan laporan resmi jika terdapat Calon Anggota Panwascam yang dillarang oleh Undang-Undang.
“Harapan kami masyarakat juga bisa mengingatkan kami dengan cara menyampaikan laporan resmi terkait Calon Anggota Panwascam yang dilarang oleh UU. Jadi, waktu penyampaian laporan itu bisa disampaikan tanggal 12-15 Desember 2019 setelah selesai pengumuman administrasi oleh Pokja Bawaslu Kabupaten Bursel,” tuturnya. (SBS/01)

- - - - - - - - - -

Namrole, SBS 
Sebanyak 2 Calon Kepala Daerah (Calkada) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) melakukan pengembalian berkas Calkada ke Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel di Penginapan Cande Modat Namrole, Rabu (4/12).

Kedua Calkada tersebut terdiri dari Sedek Bahta dan Gerson E Selsily yang sama-sama mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati.

“Hari ini ada 2 Calkada yang mmengembalikan berkas Calkada kepada Tim Penjaringan Partai Hanura Kabupaten Bursel, yakni Pak Sedek Bahta pada pukul 15.15 WIT dan Pak Gerson E Selsily pada pukul 19.00 WIT,” kata Ketua Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel, Moh Nur Nurlatu kepada wartawan di Namrole, Rabu (4/12) malam.

Menurut Nurlatu, berkas yang dikembalikan oleh kedua Calkada ini tidak dilakukan sendiri oleh Calkada, melainkan diwakili oleh tim mereka.

Dimana, Sedek Bahta diwakili oleh timnya Ongen Seknun dan Gerson E Selsily diwakili oleh timnya Rojer Selsily.

Disisi lain, lanjut Nurlatu, pasangan Faisal A Sowakil-Saul Tasane (SOLTAN) batal melakukan pengembalian berkas pada hari Rabu (4/12) dan hanya mengutus timnya untuk sekedar datang berkonsultasi.

Sementara itu, katanya lagi, sejumlah Calkada juga telah mengkonfirmasi pihaknya untuk melakukan pengembalian berkas hari Kamis (5/12).

“Pak Elisa F Lesnussa rencana kembalikan berkas besok (Kamis-red) pagi pukul 09.00 WIT, sedangkan pasangan Idrus Waly-Nikolas Nurlatu rencana kembalikan berkas besok pukul14.00 WIT,” urainya.


Tiga Calon Kepala Daerah (Calkada) tercatat mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Tim Penjaringan Calkada Partai Hanura Kabupaten Bursel yang berlokasi di Penginapan Cande Modat Namole, Selasa (3/12).

Ketiga Calkada itu terdiri dari pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Faisal A Sowakil – Saul Tasane (SOLTAN) dan Calon Wakil Bupati Alfons Lesnussa.

Untuk diketahui, selain Sedek Bahta dan Gerson E Selsily yang telah mengembalikan berkas pendaftaran, Calkada lain yang sudah terlebih dahulu mengembalikan berkas pendaftaran ialah Abdurahman Soulisa.

Sedangkan, hingga kini Calkada yang terdaftar mengambil formulir pendaftaran di Partai Hanura sebanyak 22 orang yang terdiri dari 12 Calon Bupati dan 10 Calon Wakil Bupati.

Untuk Calon Bupati terdiri dari Syahroel AE Pawa, Sahlan Tomia, Abdurahman Soulissa, Safitri Malik Soulisa, Bachtiar La Galeb, Elisa F Lesnussa, Masrudin Solissa, Frets Lesnussa, Muhammad Mukaddar, Abdul Muthalib Laitupa, Idrus Waly dan Faisal A Sowakil.

Sedangkan Calon Wakil Bupati terdiri dari Sami Latbual, Nikolaus Nurlatu dan Frans Nicolas Kuara, Tos Teslatu, Gerson Eliezer Selsily, Sedek Bahta dan Muhammad Nasir Solissa serta Julianus Seleky, Saul Tasane dan Alfons Lesnussa.

Ia mengaku Partai Hanura tetap terbuka untuk putra putri terbaik ini yang ingin berkompetisi dalam Pilkada Bursel dengan tiket Partai Hanura yang saat ini memiliki 2 kursi di DPRD Kabupaten Bursel.

Olehnya itu, lanjut Nurlatu yang juga Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel ini, pihaknya tetap stay di Sekretariat Tim Penjaringan untuk menunggu kedatangan Calkada yang ingin mengambil formulir pendaftaran maupun melakukan proses pengembalian berkas pendaftaran. (SBS/02
- - - - - - - -

Namrole, SBS 
Upaya Pemda Buru Selatan (Bursel) untuk terus mengembangkan destinasi pariwisata yang ada di kabupaten tersebut terus dikembangkan dan digencot melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat.

Kali ini, guna memberi pemahaman dan meningkatkan pengetahuan akan pariwisata kepada pemandu wisata maupun masyarakat, Disparbud Bursel dibawah pimpinan Dra. Amelia Solissa, Rabu (04/12/19) menggelar pelatihan Pemandu Wisaya Buatan yang berpusat di auditorium lantai dua kantor Bupati Bursel.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Maluku Adetya Retraubun dan salah satu fungsionaris HPI Maluku Glen Lewire.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemda Bursel Rony Lesnussa ketika membacakan sambutan tertulis Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulissa mengatakan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pariwisata diperlukan langkah dan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat yang berkaitan dengan kepariwisataan di Bursel.
Selain itu diperlukan juga upaya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kepada para pengelola dan pelaku usaha pariwisata serta perangkat desa dan masyarakat yang desanya memiliki potensi wisata untuk dikembangkan dan dikelola secara baik.

“Hal ini perlu dilakukan agar seluruh elemen dapat berperan aktif guna menciptakan peningkatan kualitas produk, pelayanan pariwisata yang berdampak pada tingginya minat para wisatawan baik domestik, regional maupun internasional untuk berkunjung ke Bursel yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan PAD,” ucap Lesnussa.

Lesnussa mengatakan, tolak ukur keberhasilan pariwisata dapat diukur dari terciptanya iklim yang kondusif dalam bentuk dukungan positif masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di daerah serta menyiapkan sarana pra sarana penunjang serta penyiapan SDM yang berkualitas.

“Masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting serta penerima manfaat harus mampu melihat peluang ini demi meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bursel berbeda dengan daerah lain, dimana Bursel selain memiliki potensi alam, sejarah, budaya dan adat istiadat, Bursel juga memiliki banyak wilayah-wilayah dengan lokasi-lokasi wisata yang belum disentuh dan tersentuh oleh dunial luar.

“Namun dengan begitu, jangan sangsikan keindahan yang ada di wilayah Bursel ini, sebab daerah ini memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan dan berdampak pada Multiplier Effect demi kesejahteraan masyarakat dengan tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku dan kaida-kaida serta pranata adat sebagai bentuk kearifan lokal dan modal sosial,” tandasnya.

Sedangkan ketua panitia kegiatan Renaldi Solissa menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menyiapakan SDM yang handal untuk mengelola destinasi wisata di Kabupaten Bursel, baik yang bersifat kemandirian masyarakat maupun destinasi wisata yang dibangun menggunakan DAK fisik bidang pariwisata.
"Disamping itu, kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan pemandu wisata buatan yang handal dan memiliki sertifikat guna meningkatkan kualitas SDM dalam mengelola destinsai wisata di Bursel serta menguatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan," ucapnya.

Sekedar diketahui, kegiatan sosialisasi ini akan berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Desember 2019 dengan lokasi praktek di wisata pantai Wali, Kecamatan Namrole, kabupaten setempat. (SBS/02)
- - - - - - - -
Namlea, SBS 
Menyikapi air laut yang naik dengan tiba-tiba beberapa waktu lalu di Desa Bara, Kecamatan Airbuaya akibat Strom Surge, Pemerintah Kabupaten Buru menghimbau kepada masyarakat di wilayah barat kabupaten itu agar sementara waktu tidak melaut.

Himbauan itu disampaikan Wakil Bupati Buru, Amos Besan SH dan  Kepala BPBD Kabupaten Buru, Ir Hadi Zulkarnaen saat bersama Kadis Tata Kota, Ilyas Bin Hamid  SH MHB beserta rombongan turun langsung ke desa Bara serta beberapa desa pesisir di Kecamatan Airbuaya serta Kecamatan Fenalisela.
Di Desa Bara yang langsung terdampak banjir air laut ke pemukiman warga, Pemkab Buru dipimpin Wabup bersama forkopimda melakukan tanggap darurat dengan menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang mengalami Strom Surge tersebut.

Di Desa yang berjarak 100 kilometer dari Namlea ini, kini masyarakatnya tetap beraktifitas seperti biasa. Namun warga yang selalu melaut memilih tetap di rumah.

"Dari kemarin sore, kondisi laut tiba-tiba saja ekstrim dan tidak seperti tahun - tahun sebelumnya saat pergantian musim dari timur ke barat,"papar Kantun Buton yang ikut mengungsi karena rumahnya turut terendam air laut .

Hadi yang melihat langsung dampak Senin malam, telah mendata ulang rumah yang rusak sebanyak empat unit dan satu unit rusak ringan. 

Empat rumah yang rusak berat itu milik Alam Tomari, Nasarudin, Ibrahim Buamona dan Junai Limau. Yang rusak ringan milik Yakub Boeng.

Sedangkan rumah lainnya hanya terendam air laut setinggi lutut orang dewasa.Kini air lautnya telah surut.

Sementara itu Wabup Amos Besan SH kepada Wartawan menjelaskan, setelah berkoordinasi dengan kantor BMKG, Ia mendapat informasi kalau kejadian air pasang di wilayah barat Kabupaten Buru ditinjau dari sisi Meteorologi ada sedikit kaitan dengan kejadian Siklon tropis  KAMMURI yang terjadi di Filipina, sehingga terjadi Strom Surge.

Storm Surge adalah kenaikan muka air laut yang terjadi karena ada Siklon tropis, Badai besar atau sering disebut Topan. 

Siklon tropis atau badai besar ini telah menyebabkan angin yang kuat, sehingga mendorong anginnya ke daerah pesisir.  Angin ini yang memaksa permukaan air laut ke daerah pesisir pantai menyebabkan banjir/pasang air laut.

"Storm Surge sangat berbahaya bagi masyarakat yang mendiami daerah pesisir. Karena itu kami sudah menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan sementara ini jangan dahulu  ke tengah laut," tegas Amos.

Amos turun langsung ke lapangan untuk menyaksikan sendiri dampak dari Strom surge ini. Ia bertanya langsung ke masyarakat apa yang mereka butuhkan.
Selanjutnya Wabup akan berkoordinasi dengan Bupati dan OPD terkait guna melakukan tindakan pemulihan paska bencana.

Sebagaimana diberitakan, Sejumlah warga yang tinggal dekat tepi pantai di Desa Bara, Kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru, dilaporkan mengungsi karena air laut naik tiba-tiba dan merendam sejumlah pemukiman warga, pada pukul 20.00 wit, Senin malam (2/12).

Data yang berhasil dikumpulkan wartawan dari Kantor BPBD Kabupatrn Buru menyebutkan, sampai tengah malam ini sejumlah kepala keluarga yang rumahnya terendam air laut, kini telah mengungsi ke rumah warga yang letaknya jauh dan berada di ketinggian.

Dalam laporan itu disebutkan air laut yang masuk ke pemukiman warga itu akibat gelombang pasang dan ombak tinggi.
Kantor BPBD Kabupaten Buru mencatat, kalau  bencana masih belum diketahui jelas penyebab indikasi Gelombang Pasang dengan ombak menghantam pemukiman penduduk di pesisir.

Kondisi cuaca di Kecamatan Airbuaya sendiri dilaporkan cerah berawan.
Akibat dari kejadian ini, Kantor BPBD Kabupaten Buru mencatat ada empat rumah warga rusak berat dan tujuh lainnya rusak ringan.

Kepala BPBD Kabupaten Buru, Ir Jadi Zulkarnain, menjelaskan, kalau pihaknya melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan perangkat Desa/Dusun setempat serta penyuluhan terkait penanganan awal jika terjadi bencana.

"Kita pertama kali mendapat laporan dari Kepala Desa Bara dan tim sudah dikirim ke TKP," jelas Hadi.

Bencana di Desa Bara itu juga dibenarkan Ode Fenti dengan turut memposting peristiwa itu lewat Facebook. Sontak postingannya telah mendapat banyak tanggapan dari warga dumay seraya mendoakan agar tidak terjadi bencana lebih dashyat lagi di daerah itu.

Anggota DPRD Maluku, Aziz Hentihu ikut kaget dengan kejadian ini dan ia turut menerima laporan dari Ode Fenti, kalau di Kampung Siompo Desa Wamlana, Kecamatan Fenalisela, warga yang tinggal dekat pantai juga telah menyingkir, akibat ombak kencang yang datang silih berganti dari arah laut.

Ode Fenti menyebutkan, kalau talud di tepi pantai Desa Wamlana ini kini banyak yang rusak.

Menurut Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Buru, Lukman Tukuboya, kalau Kejadian Gelombang Pasang/RoB, di Desa Bara pukul 08.00 Wit ini merupakan Fenomena tahunan yg kadang sering terjadi di akhir tahun (Musiman Barat).

Akui Lukman,  tetapi kali ini skala gelombang pasang tersebut agak besar.

"Mudah-mudahan  tidak terjadi hal hal  yang diinginkan.Investigasi lokasi segera dilakukan," jelas Lukman.(SBS/11)
- - - - - - - -
Namrole,  SBS 
Tiga Calon Kepala Daerah (Calkada) tercatat mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Tim Penjaringan Calkada Partai Hanura Kabupaten Bursel yang berlokasi di Penginapan Cande Modat Namole, Selasa (3/12).

Ketiga Calkada itu terdiri dari pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Faisal A Sowakil – Saul Tasane (SOLTAN) dan Calon Wakil Bupati Alfons Lesnussa.

“Hari ini ada tiga Calkada yang mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Penjaringan, yakni pasangan SOLTAN dan Alfons Lesnussa,” kata Ketua Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel, Moh Nur Nurlatu kepada wartawan di Namrole, Selasa (3/12).

Nurlatu menjelaskan, Alfons Lesnussa yang adalah pasangan Calon Wakil Bupati dari Calon Bupati Syahroel AE Pawa yang dikenal dengan slogan Sah Ale itu mengutus timnya untuk datang mengambil formulir pendaftaran pukul 11.30 WIT.

Sementara, pasangan SOLTAN mengutus timnya datang mengambil formulir pendaftaran pukul 14.00 WIT.

Selain itu, lanjut Nurlatu, ada tiga Calkada yang telah mengkonfirmasi pihaknya bakal mengembalikan berkas pendaftaran, Rabu (4/12).

“Besok (hari ini-red) rencana akan dilakukan pengembalian berkas oleh pasangan dengan jargon SOLTAN dan Calon Wakil Bupati Pa Sedek Bahta. Itu Calkada yag sudah konfirmasi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, para Calkada masih diberikan waktu untuk mengambil formulir pendaftaran maupun mengembalikan berkas pendaftaran di Sekretariat Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel di Penginapan Cande Modat Namole, mulai Selasa (3/12) hingga Jumat (6/12) mendatang.

Ketua Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel, Moh Nur Nurlatu kepada wartawan melalui WhatsApp, Senin (2/12) mengaku pihaknya mulai perpenjang waktu penjaringan sejak Rabu (3/12).

Nurlatu menjelaskan bahwa, sebelumnya Tim Penjaringan telah menyampaikan pengumuman kepada setiap Calkada terkait dengan adanya agenda Partai Hanura di Makassar, maka Sekretariat Tim Penjaringan diliburkan sejak tanggal 29 November – 2 Desember 2019.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini baru 1 Calkada yang mengembalikan berkas pendaftaran pada hari Rabu (2/11) lalu, yakni Abdurahman Soulisa. 

Sedangkan, jumlah Calkada yang telah mengambil formulir pendaftaran telah tercatat sebanyak 21 orang.

Untuk diketahui, ada 19 Calkada yang telah mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel terdiri dari 12 Calon Bupati dan 10 Calon Wakil Bupati.

Untuk Calon Bupati terdiri dari Syahroel AE Pawa, Sahlan Tomia, Abdurahman Soulissa, Safitri Malik Soulisa, Bachtiar La Galeb, Elisa F Lesnussa, Masrudin Solissa, Frets Lesnussa, Muhammad Mukaddar, Abdul Muthalib Laitupa, Idrus Waly dan Faisal A Sowakil.

Sedangkan Calon Wakil Bupati terdiri dari Sami Latbual, Nikolaus Nurlatu dan Frans Nicolas Kuara, Tos Teslatu, Gerson Eliezer Selsily, Sedek Bahta dan Muhammad Nasir Solissa serta Julianus Seleky, Saul Tasane dan Alfons Lesnussa.

Ia mengaku Partai Hanura tetap terbuka untuk putra putri terbaik ini yang ingin berkompetisi dalam Pilkada Bursel dengan tiket Partai Hanura yang saat ini memiliki 2 kursi di DPRD Kabupaten Bursel.

Olehnya itu, lanjut Nurlatu yang juga Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Bursel ini, pihaknya tetap stay di Sekretariat Tim Penjaringan untuk menunggu kedatangan Calkada yang ingin mengambil formulir pendaftaran maupun melakukan proses pengembalian berkas pendaftaran. (SBS/01)
- - - - - - - - - -
Namlea, SBS
seluruh warga yang tinggal dekat tepi pantai di Desa Bara, Kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru, dilaporkan dibuat panik dan mengungsi karena air laut naik tiba-tiba dan merendam sejumlah pemukiman warga, pada pukul 20.00 WIT, Senin malam (2/12).

Data yang berhasil dikumpulkan media ini dari Kantor BPBD Kabupaten Buru menyebutkan, sampai tengah malam ini sejumlah kepala keluarga yang rumahnya terendam air laut, kini telah mengungsi ke rumah warga yang letaknya jauh dan berada di ketinggian.

Dalam laporan itu disebutkan air laut yang masuk ke pemukiman warga itu akibat gelombang pasang dan ombak tinggi.

Kantor BPBD Kabupaten Buru mencatat, kalau  bencana masih belum diketahui jelas penyebqb indikasi Gelombang Pasang dengan ombak menghantam pemukiman penduduk di pesisir.

Kondisi cuaca di Kecamatan Airbuaya sendiri dilaporkan cerah berawan.

Akibat dari kejadian ini, Kantor BPBD Kabupaten Buru mencatat ada empat rumah warga rusak berat dan tujuh lainnya rusak ringan.

Kepala BPBD Kabupaten Buru, Ir Jadi Zulkarnain, menjelaskan, kalau pihaknya melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan perangkat Desa/Dusun setempat serta penyuluhan terkait penanganan awal jika terjadi bencana.

"Kita pertama kali mendapat laporan dari Kepala Desa Bara dan tim sudah dikirim ke TKP," jelas Hadi.

Bencana di Desa Bara itu juga dibenarkan Ode Fenti dengan turut memposting peristiwa itu lewat Facebook. Sontak postingannya telah mendapat banyak tanggapan dari warga dumay seraya mendoakan agar tidak terjadi bencana lebih dashyat lagi di daerah itu.

Anggota DPRD Maluku, Aziz Hentihu ikut kaget dengan kejadian ini dan ia turut menerima laporan dari Ode Fenti, kalau di Kampung Siompo Desa Wamlana, Kecamatan Fenalisela, warga yang tinggal dekat pantai juga telah menyingkir, akibat ombak kencang yang datang silih berganti dari arah laut.

Ode Fenti menyebutkan, kalau talud di tepi pantai Desa Wamlana ini kini banyak yang rusak.

Menurut Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Buru, Lukman Tukuboya, kalau Kejadian Gelombang Pasang/RoB, di Desa Bara pukul 08.00 WIT ini merupakan Fenomena tahunan yang kadang sering terjadi di akhir tahun (Musiman Barat).

Akui Lukman, tetapi kali ini skala gelombang pasang tersebut agak besar. 

"Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal  yang tidak diinginkan. Investigasi lokasi segera dilakukan,"jelas Lukman. (SBS-10)
- - - - - -