Select Menu

Berita Utama

Berita Virus Corona

Info Kota Ambon

News Politik

News Hukrim

loading...

Berita Kabupaten Buru

Kabupaten Buru Selatan

News Pariwisata

Namrole, SBS 
Sungguh AJAIB, dan pertanda gembira bagi simpatisan dan pendukung pasangan Calon Bupati dan calon Wakil Bupati Buru Selatan, Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB), sebab dalam pengundian nomor urut pasangan calon yang digelar KPU Buru Selatan, pasangan calon yang dikenal dengan slogan Anak Kampong ini memperoleh nomor urut 1.

Dimana, nomor urut 1 sudah diramalkan sebelumnya oleh Jengkar Nurlatu, salah satu tokoh adat marga Nurlatu di desa Masnana ketika calon Wakil Bupati, Zainudin Booy melakukan silahturahmi ke tokoh-tokoh adat di desa tersebut, Kamis (24/9/2020).
Sepertinya silaturahmi yang dilakukan oleh Booy sebelum beranjak ke KPU bersama Hadji Ali untuk mengikuti proses pengundian tidaklah sia-sia, sebab dalam ramalan itu tokoh adat Nurlatu sudah menyampaikan bahwa pasangan ini akan menerima nomor 1, sebagai tanda pasangan AJAIB yang akan menang dalam proses Pilkada 9 Desember nanti. 

Pernyataan akan menerima nomor urut 1 ini disampaikan oleh tokoh adat marga Nurlatu saat Calon Wakil Bupati, Zainudin Booy meminta doa restu sebelum beranjak ke KPU dan meminta petunjuk kira-kira nomor berapa yang akan diperoleh dirinya dan Hadji Ali saat pengundian nanti.

“Maaf saya mau tanya dari tokoh-tokoh adat yang hadir, kira-kira nanti sebentar saya dan Pak Hadji Ali mendapatkan nomor berapa?,” tanya calon Wakil Bupati, Zainudin Booy.

Mendengar pertanyaan itu, sontak Jeger Nurlatu langsung menyampaikan bahwa pasangan AJAIB akan memperoleh nomor urut 1, sebagai tanda bahwa pasangan ini yang akan memimpin Buru Selatan 5 tahun ke depan.

“Nomor 1, dan nomor 1 itu bertanda pasangan AJAIB yang akan menjadi pimpinan nomor 1 di Buru Selatan,” ucap Nurlatu.

Namun, mendengar hal itu, calon Bupati Zainudin Booy lebih mempertegas lagi kenapa tokoh-tokoh adat menyatakan bahwa AJAIB akan memperoleh nomor satu, kenapa tidak nomor dua atau nomor tiga.

Tetapi tokoh adat itu lebih mempertegas lagi bahwa, jika dari tiga pasangan yang maju dengan tujuan ingin membangun Buru Selatan, harus membangun dengan hati, membangun tanah bertuan ini dengan niat baik, maka pasangan itulah yang akan memperoleh nomor urut 1.

“Bapak dan pasangan bapak akan memperoleh nomor 1 jika hati bapak bersih untuk membangun negeri ini, Tuhan dan leluhur akan merestui pasangan AJAIB menjadi pemimpin di Buru Selatan setelah pemerintahan ini selesai,” ucap Nurlatu spontan.

Mendengar hal itu, Calon Wakil Bupati Zainudin Booy hanya mengaminkan dan berterima kasih serta berharap apa yang disampaikan bisa menjadi kenyataan dan semoga perjuangannya bersama calon Bupati, Hadji Ali dapat diridohi oleh Tuhan dan leluhur.

“Terima kasih semoga apa yang menjadi keinginan tokoh-tokoh adat bisa dirahmati oleh Tuhan yang maha kuasa dan leluhur. Mohon doa untuk menopang perjuangan kita supaya proses-proses selanjutnya bisa berjalan dengan baik sampai kita memegang kembali kendali pembangunan di kabupaten Buru Selatan,” ujarnya.

Setelah proses itu, calon Bupati dan Wakil Bupati beranjak ke KPU, untuk mengikuti proses pengundian nomor urut dan atas restu Tuhan dan leluhur, pasangan AJAIB memperoleh nomor urut 1 sebagaimana yang sudah disampaikan tokoh adat Jeger Nurlatu.

“Kita menang, saudara-saudara dan tokoh-tokoh adat sudah sampaikan tadi di Desa Masnana bahwa kami akan memperoleh nomor urut 1 jika hati kami tulus untuk membangun negeri. Sekali lagi nomor urut 1 itu tanda kita menang,” paparnya Booy didampingi Calon Bupati, Hadji Ali, usai mengambil nomor urut di KPU.
Pantauan media ini, para simpatisan dan pendukung pasangan AJAIB baik yang ikut mengantar ke KPU maupun yang menunggu di rumah calon Bupati dan rumah calon Wakil Bupati serta posko pemenangan begitu gembira bahkan ada yang meloncat-loncat saat mengetahui bahwa pasangan calon yang mereka idolakan memperoleh nomor sesuai dengan apa yang di ramalkan tokoh adat Jeger Nurlatu.

“Kita menang, sesuai dengan apa yang disampaikan tadi di Desa Masnana,” pungkas Andi, salah satu pendukung yang menyaksikan peristiwa keAJAIBan itu. (SBS/02)
- - - - - - - -
Namrole, SBS 
Calon Bupati Buru Selatan (Bursel) Hadji Ali disambut seperti seorang bupati saat berkunjung ke kecamatan Leksula, kabupaten Bursel, Selasa (22/9/2020).

Saat bertandang ke kecamatan Leksula, Sang Calon Bupati Hadji Ali didampingi oleh ketua tim pemenangan, Sami Latbual, sejumlah pengurus partai Golkar, partai Gerindra, partai Gelora, dan simpatisan pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati.

Wartawan media ini melaporkan, masyarakat sangat antusias dan berbondong-bondong menyambut kehadiran calon Bupati, Hadji Ali. Sebab mereka merasa bahwa kehadiran calon Bupati ini seakan - akan telah hadir harapan baru untuk Bursel dan perubahan menuju ke arah yang lebih baik telah tiba.

Terpantau, Calon Bupati, Hadji Ali yang saat ini berpasangan dengan Zainudin Booy, saat tiba di pelabuhan Leksula di sambut oleh ribuan masyarakat yang terdiri dari masyarakat Desa Leksula dan masyarakat di desa-desa sekitarnya baik menggunakan kendaraan roda dua, maupun roda empat, bahkan mereka turut mengantarkan Calon Bupati, Hadji Ali ke kediamannya di Desa Nalbesi.

Demsi, salah satu masyarakat Leksula yang ikut menjemput Calon Bupati Hadji Ali dengan semangat mengatakan bahwa kecamatan Leksula telah kedatangan cahaya keAJAIBan yang dapat membuat perubahan di kecamatan Leksula dan kabupten Bursel.

Sebab menurutnya, Hadji Ali yang berpasangan dengan Zainudin Booy merupakan pasangan Anak Kampong yang sempurna dan penuh dengan keAJAIBan dalam segala segi.

"Pak Hadji ini pemikir bisnis yang jenius dan berlian, sudah pasti perekonomian di Bursel akan melejit dan berimbas pada kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat, ditambah lagi Pak Zainudin Booy yang sangat matang dalam politik, sudah pasti lobi-lobi politik ditingkat provinsi maupun pusat untuk pembangunan di Bursel akan tuntas ditangan beliau," ucapnya.

Tak hanya itu, Yanto, salah satu tokoh pemuda di kecamatan Leksula mengaku, Hadji Ali selaku anak asli Desa Nalbesi, kecamatan Leksula sudah pasti akan menaruh perhatian penuh kepada kecamatan tempat kelahirannya.

"Jika Tuhan dan leluhur berkehendak, itu sudah pasti. Tidak mungkin anak asli desa Nalbesi melupakan kami dan hanya melihat kecamatan lain saja, sebab Desa Nalbesi juga bagian dari kecamatan Leksula, sehingga segala keluhan soal Listrik, jaringan Telekomunikasi, dan infrastruktur bahkan sampai peningkatan SDM yang menjadi permasalahan selama ini akan menjadi perhatian dan prioritas utama mereka, kami yakin sungguh merekalah pembawa perubahan," ucapnya.

"Tidak ada solusi lain, hanya pasangan Anak Kampong yang bisa membuat perubahan, maka kami dan semua masyarakat yang rindu perubahan akan mengantarkan pasangan ini untuk merebut kursi pimpinan tertinggi di Kabupaten Bursel. Kami tidak ingin dibuai dengan janji-janji yang tidak konsisten seperti yang lalu-lalu, sudah cukup kami bukan boneka," tambahnya.

Terpisah, Calon Bupati, Hadji Ali kepada wartawan menuturkan bahwa, kedatangannya ke Leksula dalam rangka membangun silaturahmi dengan keluarga besarnya yang ada di kecamatan Leksula, sekaligus pembacaan doa atas segala proses dirinya baik yang sudah berlangsung maupun yang sementara akan berlangsung.

"Ini hanya kunjungi keluarga, sekaligus membacakan doa-doa syukur atas nikmat dan rahmat dalam segala proses yang dilalui hingga telah berada pada tahap ini," jelas Hadji Ali.

Calon Bupati Hadji Ali mengaku kaget melihat antusias masyarakat kecamatan Leksula yang begitu besar, meski tanpa digerakan tetapi dapat membanjiri pelabuhan Leksula bahkan bergerak beriring-iringan mengantarnya ke desa Nalbesi.

"Saya bersama ketua tim dan teman-teman partai pendukung ke Leksula hanya karena ada acara keluarga dan pembacaan doa, namun saya kaget antusias penyambutan dari masyarakat disana sangat luar biasa dan itu diluar dugaan kami," ujarnya.

"Saat ini kami hanya minta dukungan doa untuk perjuangan kami, sebab kami Anak Kampong, butuh doa dari semua saudara yang ada di kampong," sambungnya.

Sementara itu, ketua Tim pemenangan Pasangan Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJIB), Sami Latbual menjelaskan bahwa kehadiran calon Bupati di Leksula dan terpisah dari Calon Wakil Bupati merupakan bagian dari strategi dalam pembagian kerja dan konsolidasi.

"Pak Hadji Ali hari ini di Leksula dan Pak Zainudin Booy di Namlea untuk konsolidasi partai bersama Pak Ramly Umasugi dan nanti kekuatan bisnis dan politisi ini akan bertemu di Namrole kemudian kita akan kembali menyusup ke kampung-kampung. Kami optimis menang, sebab masyarakat rindu perubahan," ucapnya.
Mantan politisi PDIP ini menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak perlu ragu dalam memilih pasangan AJAIB (Anak Kampung) dan masyarakat tidak perlu terpengaruh dengan isu-isu provokatif yang dimainkan oleh sekelompok orang.

"Banyak isu yang dimainkan untuk meluluhlantakan kekuatan kami, tapi itu hal biasa dalam politik, semakin diisukan negatif, kami semakin kuat, karena jiwa kami jiwa petarung, jiwa anak kampung. Dan tiba waktunya nanti kami akan mengupas semuanya tuntas tanpa hilang satu tanda titik pun," pungkas pria yang pernah menjadi ketua tim pemenangan q Sudarsono Soulisa dan Alm. Buce Ayub Seleky (TopBu) itu.

Sekedar diketahui, pasangan AJAIB yang diusung oleh partai Golkar partai Gerindra, serta didukung oleh  partai Gelora ini mempunyai basis kental di kecamatan Ambalau, Kecamatan Leksula, Kecamatan Kepala Madan, Kecamatan Waesama dan Kecamatan Namrole. Itu berarti, tanpa mendahului kehendak Tuhan dan leluhur, pasangan Anak Kampong dipastikan menang pada Pilkada 9 Desember nanti. (SBS/02)
- - - - - - - -
Namrole, SBS
Pemda Buru Selatan (Bursel) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menggelar Sosialisasi pengembangan dan penerapan Sustainabel Working For Empowerment and Resources Advancement (SWERA).

Kegiatan ini berlangsung di aula lantai dua Kantor Bupati, Jumat (18/09).

Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Alfario Soumokil mengapresiasi kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari itu.

Sebab menurut Bupati, Pariwisata selain sebagai sektor yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, juga dapat meningkatkan apresiasi terhadap budaya daerah, menjalani persahabatan antar bangsa meupun individu yang lebih baik secara nasional maupun secara global.

“Sektor pariwisata bukanlah sektor yang berdiri tetapi industri yang multi sektoral,” ucapnya.

Soumokil menjelaskan, terkait beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan Pariwisata di Bursel, menyebabkan manfaat yang diterima oleh masyarakat belum sepenuhnya dirasakan akibatnya berdampak pada rasa kurang memiliki terhadap kawasan pariwisata yang ada di Kabupaten Bursel.

“Untuk itu diperlukan langkah dan upaya untuk meningkatkan pemahaman dalam hal regulasi yang berkaitan dengan kepariwisataan di Maluku dan khususnya di Bursel,” ucapnya.

“Selain itu diperlukan upaya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kepada para pengelola dan pelaku usaha pariwisata dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata sehingga dapat berperan untuk menciptakan peningkatan kualitas produk, pengelolaan dan pelayanan yang berdampak pada tingginya minat wisatawan baik domistik, regional maupun internasional untuk berkunjung ke Bursel,” sambungnya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, katanya, pariwisata telah berkembang menjadi sektor unggulan dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian negara dan begitu juga yang terjadi di Maluku dan Bursel.

Tolak ukur keberhasilan pariwisata dapat diukur dari terciptanya iklim yang kondusif dalam bentuk dukungan dan penerimaan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di daerah serta penyiapan sarana dan prasaran penunjang.

Disamping itu, pengembangan pariwisata tidak dapat dilepas pisahkan dengan kesiapan sumber daya manusia yang berkualitas dalam merencanakan dan mengelola potensi-potensi yang tersedia dan semua itu harus dikerjakan dengan mengedepankan semangat profesionalisme dan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

“Kabupaten Bursel mempunyai daya tarik dan keunikan yang tak kalah menariknya dengan daerah lain di Maluku maupun di Indonesia, baik potensi alam, sejarah, budaya dan adat istiadatnya, bahkan sebagian dari pulau Buru ini belum tersentuh oleh dunia, kendati begitu jangan sangsikan keindahan yang ada di Bursel, sebab destinasi wisata Air Jin menjadi salah satu destinasi terpopuler tahun 2017,” terangnya.
Kabupaten Bursel, tambahnya, saat ini sedang berbenah diri, sehingga perlu menyiapkan berbagai pihak yang bekaitan dengan pariwisata ke depan, sebab Bursel memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan dan berdampak pada multiplier effect demi kesejahteraan masyarakat.

“Kondisi usaha pariwisata di provinsi Maluku sampai dengan tahun 2018 tercatat sebanyak 1.446 unit yang tersebar di 11 kabupaten Kota dan di Bursel sendiri ada 16 unit usaha akomodasi, 12 usaha makan minum, 9 unit usaha hiburan malam, salon ada 5 unit dan bilyar 1 unit,” jelasnya.

“Atas nama Pemda Bursel, saya memberi apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Pariwisata yang dapat bekerja sama dengan Dispar kabupaten Bursel, dan harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan masukan positif demi memajukan Pariwisata Kabupaten Bursel ke arah yang lebih baik,” tutupnya. (SBS/02)
- - - - - - - - -
Namrole, SBS
KPU Buru Selatan (Bursel) telah menyatakan seluruh berkas ketiga bakal pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bursel dalam Pilkada 2020 lengkap.

Ketiga pasangan ini yakni pasangan Abdurrahman Soulisa-Elisa Ferianto Lesnusa (MANIS), Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliaser Selsily (SMS-GES), dan Hadji Ali-Zainudin Booy (AJAIB/Anak Kampong).

Pantauan Suaraburuselatan.com, Rabu (16/09/20), tim penghubung pasangan MANIS yang terdiri dari Stenly Matitale, Helmy Lesbassa dan Yamson Lesnussa datang ke KPU Bursel pukul 11.55 WIT dan langsung diterima oleh Ketua KPU Bursel, Syarif Mahulauw, anggota KPU divisi Teknis, Ismudin Booy, anggota KPU divisi Parmas, Jainudin Booy dan Kasubag Teknis dan Hupmas Rachel Usmany, serta Sekretaris KPU Solaiman Loilatu.

Setelah menyerahkan berkas dokumen perbaikan dan dilakukan pengecekan ada tidaknya dokumen oleh Pihak KPU, maka berkas dokumen pasangan MANIS dinyatakan lengkap.

Hal yang sama juga terjadi pada berkas dokumen perbaikan milik pasangan SMS-GES. Ketua Tim Pemenangan SMS-GES Ahmadan Loilatu dan tim penghubung  SMS-GES yang terdiri dari Yohan Lesnussa dan Abdurahim Latuconsina mendatangi Kantor KPU untuk menyerahkan berkas dokumen perbaikan sekitar Pukul  14.40 WIT.

Setelah menyerahkan berkas perbaikan dokumen dan diperiksa oleh tim data KPU, berkas dokumen perbaikan dinyatakan lengkap dan tinggal dilakukan verifikasi keabsahan dan kesesuaian dari dokumen syarat calon serta dokumen persyaratan pencalonan.

Begitu juga dengan berkas perbaikan milik pasangan calon AJAIB (Anak Kampong) yang diserahkan oleh Ketua Tim Pemenangan, Sami Latbual dan Tim Penghubung AJAIB, Betsy Anna Salomi Tasaney.

Saat tiba di KPU tepat pukul. 15.50 WIT, tim AJAIB langsung diarahkan ke Aula KPU untuk menyerahkan berkas dokumen perbaikan.

Setelah menyerahkan langsung ke Ketua KPU, berkas pasangan ini kemudian diperiksa dan dinyatakan lengkap. 

Ketua KPU Bursel, Syarif Mahulauw sebelum menyerahkan surat tanda terima mengatakan bahwa waktu perbaikan berkas pasangan calon telah selesai.

Selanjutnya, pihak KPU akan menyampaikan surat dalam waktu dekat bagi tim pemenangan pasangan calon untuk melakukan rapat bersama terkait penyiapan teknis penetapan Calon bersama semual pihak terkait.

"Nanti kami akan konfirmasi dalam bentuk surat kepada tim pemenangan pasangan calon dalam waktu satu atau dua hari akan kami undang untuk pertemuan bersama Polsek se-Kabupaten Bursel dan Polres Pulau Buru dalam rangka membicarakan bagaimana teknis dan strategi kita dalam kesepakatan bersama untuk menentukan tempat yang baik untuk penetapan calon sekaligus pengundian nomor urut," ucap Mahulauw.

Mahuluw katakan, selain itu, strategi yang akan KPU bicarakan yakni posisi tim pemenangan calon dalam penetapan pasangan calon dan pengundian nomor calon.

"Akan kita bicarakan dan kondisikan agar supaya pendukung yang diarahkan untuk hadir dalam proses itu sama. Jadi nanti kita bicarakan secara bersama dengan semua tim, dan tolong hal ini nanti disampaikan ke teman-teman partai pendukung masing-maaing pasangan calon," pungkasnya.
Dikesempatan yang sama, Komisioner divisi Teknis, Ismudin Booy menyampaikan bahwa dokumen perbaikan yang telah diterima KPU selanjutnya akan ditelitih dan diverifikasi.

"Setelah kami menerima berkas perbaikan pasangan calon ini selanjutnya akan kami lakukan verifikasi sampai tanggal 22 September," pungkasnya

Sekedar diketahui, penyerahan dokumen perbaikan syarat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati serta  tanda terima penyerahan berkas ketiga pasangan calon ini turut diawasi oleh pihak Bawaslu Kabupaten Bursel. (SBS/02)
- - - - - - - - -

Namlea, SBS
Senior HMI, Aziz Hentihu yang juga Anggota DPRD Provinsi Maluku mengunjungi pembangunan Graha HMI cabang Namlea, Selasa (15/9/2020).

Kedatangan Azis ini mendapat sambutan hangat dari ketua  HMI cabang Namlea Ridwan Litiloly, ketua panitia pembangunan Imbran Barges, bersama pengurus Cabang  lokasi pembangunan Graha HMI cabang Namlea di belakang kantor Bank BPDM.

Hentihu kepada awak media mengatakan bahwa bangunan yang akan menjadi sebuah exsistesi untuk HMI khusus cabang Namlea harus disupport oleh semua pihak.

“Disinlah tempat kita menggosok ide dan gagasan pembangunan dan  alhamdulillah hari ini di gagas oleh adik-adik dan  ini merupakan kewajiban bagi semua Alumni kusus ada disini. Samua Alumni HMI punya kewajiban membantu menyelesaikan pembangunan Graha HMI,” ucap Hentihu.

Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari HMI, kata Hentihu, semua harus menghargai apa yang saat ini telah dikerjaka, apalagi pembangunan ini dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bang Akbar Tanjung pada Tujuh tahun silam.

“Ini merupakan pusat ide dan gagasan, kita harus bersama membangun rumah kita ini karena sudah termasuk lama pembangunannya. Jadi saya datang ke lokasi pembangunan Graha HMI untuk memberikan semangat motivasi, kita sebagai HMI harus bahu-membahu berdonasi agar pembangunan ini cepat selesai dan dapat dipergunakan,” ucapnya.

Ia juga menghimbau kepada semua alumi yang ada di Kabupaten Buru tampa terkecuali  untuk menyisikan sedikit amanahnya untuk proses pembangunan.
“Bagi samua alumni khusus pulau Buru kota Namlea harus bisa kita selesaikan, sebagai kader yang baik, tunjukan kewajiban dan kecintaan kita terhadap HMI,” ujarnya.

Sedangkan ketua panitia pembangunan Graha HMI cabang Namlea, Imran Barges berharap dalam kerja-kerja lanjutan dapat ditopang oleh semua alumi maupun kader aktif HMI yang ada di Buru Maupun Provinsi Maluku.

“Sekarang dalam tahap pekerjaan lanjutkan dan kami yakin sungguh bahwa kami tidak mungkin kerja sendiri butuh perhatian dari para senior HMI baik di pulau Buru, Maluku maupun Indonesia. Bagi siapa saja yang lahir dan besar tumbuh di lembah hijau Hitam bisa berdonasi dan berpartisipasi agar pelaksanaan pekerjaan pembangunan Graha HMI cabang bisa berjalan lancar dan nanti rencanannya di resmikan oleh  bang Akbar Tanjung sebagai senior HMI,” tutupnya. (SBS/MT)
- - - - -
Namrole, SBS 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bursel tahun 2020 sebanyak 46.312.

46.312 DPS ini terbagi di 6 Kecamatan, dimana untuk kecamatan Namrole DPS sebanyak 11.010, Kecamatan Leksula sebanyak 9.243, Kecamatan Kepala Madan 7.900, Kecamatan Fena Fafan 2.384, Kecamatan Waesama 9.622 dan Kecamatan Ambalau sebanyak 6.153.

Penetapan DPS ini disahkan setelah KPU dan jajaran di bawahnya bersama Bawaslu, Disdukcapil, pimpinan partai politik, Polres Buru, Kesbangpol, penghubung bakal calon, serta instasi terkait lainnya melakukan rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran dan penetapan DPS yang berlangsung di aula kantor KPU, Senin (14/9/2020) malam.

Rapat pleno terbuka yang dimulai pukul 14.20 WIT ini sempat mengalami skorsing selama beberapa jam disebabkan karena terdapat ketidaksesuaian antara data Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dengan Sidali maupun dengan data Bawaslu yang diperoleh dari Panwascam pada di Lima kecamatan.

Sedangkan satu kecamatan lainnya yakni kecamatan Kepala Madan memiliki data sudah sesuai dengan data yang dimiliki oleh Bawaslu.

Permasalahan data yang terjadi berdasarkan keterangan dari PPK pada lima kecamatan yakni, Kecamatan Namrole, Kecamatan Leksula, Kecamatan Fena Fafan, Kecamatan Waesama dan Kecamatan Ambalau rata-rata disebabkan karena terjadi kegandaan.

Selain itu, dalam aplikasi Sidali, banyak nama pemilih yang tidak dapat diinput maupun terdeteksi disebabkan karena pemilih tersebut tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan maupun Nomor Kartu Keluarga.

Setelah melakukan kroscek dan perbaikan data oleh PPK dalam waktu skorsing, maka KPU telah menetapkan DPS pada enam kecamatan dan telah menyerahkan hasil penetapannya kepada peserta yang hadir sesuai tanda terima Nomor 60/PL.02.1-BA/8109/KPU-Kab/IX/2020.

Anggota Bawaslu Kabupten Bursel, Husen Pune dikesempatan itu menyarankan agar PPK dapat menindaklanjuti apa yang menjadi temuan Panwascam dan dapat merekap semua nama by name by adress untuk di koordinasikan dengan Disdukcapil sehingga dapat dipastikan data yang sebenarnya.

"Waehotong itu ada 26 orang yang disebut telah berpindah ke kabupten Buru, sementara hasil pengecekan langsung oleh Panwascam ternyata hanya 6 orang saja, sedangkan 20 orang itu masih terdata di kabupaten Bursel sehingga mereka perlu diakamodir sebagai pemilih Bursel. Untuk itu kami meminta KPU dan jajarannya agar nama-nama yang bukan ganda itu dapat direkap dan diserahkan ke Disdukcapil untuk dilakukan pengecekan karena ini menyangkut hak pilih," ucap Husen.

Ia menekankan agar semua masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk diakamodir dalam Daftar pemilih tambahan.

Sementara Ketua KPU Syarif Mahulauw menegaskan agar PPK, dan jajaran dibawahnya dapat bekerja dengan profesional dan mampu mengakomodir masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Sebab, jika ada masyarakat yang telah sah memiliki hak pilih namun tidak diakomodir dalam DPS maupun daftar pemilih tambahan maka akan berakibat fatal saat proses pemilihan nanti.

"Atas catatan dan masukan yang disampaikan harus menjadi perhatian dari semua PPK di 6 kecamatan. Ini harus ditindaklanjuti dan disikapi sampai kita menetapkan Daftar Pemilih Tetap atau DPT," ujar Mahulauw.
Semua masukan Bawaslu termasuk temuan di batu karang itu harus menjadi perhatian serius dan harus cepat disikapi oleh PPK kecamatan Fena Fafan.

"Harus disikapi agar hasil yang kita tetapkan dapat menjadi kepuasan seluruh masyarakat di 79 desa. Ingat, mesti ada kepuasan tersendiri bagi masyarakat Bursel," imbuhnya.

"Terhadap pemilih yang belum tercover dalam DPS untuk cepat di rekap agar dapat diberikan ke Disdukcapil untuk dilacak datanya supaya bisa segera dimasukan ke sistem," tambahnya.

Sementara Komisioner KPU Bursel Devisi Teknis, Ismudin Booy mengambil kesimpulan  bahwa untuk hasil DPS yang sudah ditetapkan harus menjadi tanggung jawab PPK untuk menempelkannya di setiap desa supaya dapat dilihat oleh masyarakt.

"Kalau DPS sudah ditetapkan, kerawan pertama itu tidak diumumkannya DPS di setiap TPS dan ini bisa dipantau oleh partai politik sehingga menjadi bahan koreksi untuk memantau kerja jajajaran kami dibagian bawah, Itu yang pertama," kata Booy.

Lanjutnya, untuk titik rawan ke dua, KPU dan jajaran dibawahnya jika tidak menindaklanjuti apa yang menjadi masukan terkait hak pilih masyarakat Bursel maka akan berdampak pada pelanggaran hukum.

"Jadi kami harapkan partisipasinya supaya jajaran kami ditingkat bawah dapat menindaklanjuti sehingga kuliatas data pemilih dapat terjamin keakuratannya," jelasnya.

Untuk kerawanan ketiga, jika ada PPDP yang tidak bekerja secara maksimal, dan terdapat banyak kesalahan dalam penulisan NIK pemilih maka akan dievaluasi oleh KPU.

"Saya sudah mintakan ke PPK dan jika ada data yang tidak memenuhi syarat seperti pencatatan NIK oleh PPDP, itu berarti PPDP tidak bekerja dengan maksimal. Sehingga mereka akan dievaluasi karena kita harus bekerja sesuai aturan sampai aturan itu tidak bisa mengikut kita. Ini supaya tidak ada wacana terkait spekulasi pada kinerja kita sebab kita bekerja sesuai dengan aturan main yang ada," paparnya.

"Saya minta sinergitas kita semua. Sampikan rasa terima kasih kepada semua PPS dan terus bangun sinergitas dengan Panwas tingkat bawa. Pengawasan, kritik dan masukan itu harus ada sehingga kita bisa lolos dari hukum jika sebentar nanti ada gugatan," pungkasnya. (SBS/02)
- - - - - - - -
Namrole, SBS
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan, Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB) dipastikan akan memenangkan pertarungan Pilkada Kabupaten Bursel yang akan berlangsung tanggal 9 Desember nanti, dan kemenangan ini akan dimulai dari Desa Lektama.

“Apapun itu, kami dari pasangan AJAIB akan menggapai kemenangan kami di tanggal 9 Desember dan kemenangan kami akan dimulai dari desa Lektama yang merupakan desa tempat tinggal lawan-lawan politik kami,” ucap Ketua tim AJAIB, Sami Latbual kepada awak media di Namrole, Minggu (13/9/2020).

Latbual menjelaskan, klaim kemenangan ini bukan tak beralasan, sebab semua tenaga dan strategi telah disiapkan bahkan sudah dikerahkan untuk memenangkan pasangan AJAIB.

“Kenapa kami katakan demikian, sebab desa Lektama akan menjadi acuan kemenangan kami dan kami siap merebut hati rakyat dengan strategi yang sudah kami siapkan. Intinya kemenangan kami akan dimulai dari sana,” tegasnya.

Kepada seluruh simpatisan dan pendukung AJAIB yang berada di Enam kecamatan diminta untuk bergerak senyap dengan strategi merangkul dan memenangkan hati rakyat.

“Selaku ketua tim, saya menghimbau kepada seluruh simpatisan AJAIB, menangkan hati masyarakat, karena tanda-tanda kemenangan kita sudah didepan mata. Satu tekad kita, berjuang bersama dan sejahtera bersama,” imbau Latbual.

Tak hanya itu Latbual juga mengajak seluruh simpatisan AJAIB dimana pun berada, jika nanti ada tim sukses lain yang datang membujuk dengan memberikan imbalan maupun janji, harus di sikapi dengan bijak karena itu juga rahmat yang diberikan.

“Kalau nanti ada yang memberikan bantuan dengan konsekuensi memilih pasangan tertentu, sikapi dengan bijak. Kita harus menjadi pemilih yang cerdas dan rasional. Jika ingin perubahan di Buru Selatan, pasangan AJAIB solusinya karena yang bisa melihat kampong hanya Anak Kampong, yang tau kondisi kampong hanya Anak Kampong dan yang mengerti kebutuhan kampong juga hanya Anak Kampong,” tambahnya.

Latbual menegaskan, moment politik ini memang miris, dan pasti banyak strategi tangan besi dan tekan-menenkan akan digunakan oleh lawan politik untuk menakut - nakuti rakyat yang bersebrangan pilihan politik dengan mereka.

Tetapi hal tersebut tidak perlu ditakuti, sebab kondisi saat ini untuk mencapai perubahan Buru Selatan butuh komitmen dan kerja keras seluruh rakyat.

“Tidak perlu takut dengan tekanan-tekanan dan ancaman-ancaman yang mereka lancarkan. Kita akan tetap bersama, berjuangan bersama dan sejahtera bersama. Anak Kampong, dan seluruh rakyat Bursel akan membuat KeAJAIBan di akhir tahun,” tutupnya. (SBS/02)
- - - - - - - -
Foto: Penyerahan Keputusan DPRD Kabupaten Bursel Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bursel Tahun Anggaran 2019 oleh Wakil Ketua DPRD Bursel, Jamatia Booy kepada Sekda Bursel, Iskandar Walla.

Namrole, SBS 
DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel) benar-benar menelanjangi pemerintahan Kabupaten Bursel dibawa kepemimpin Tagop Sudarsono Soulisa selaku Bupati.

Dalam Paripurna DPRD setempat dalam rangka penyampaian Rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Bursel Tahun Anggaran 2019 yang berlangsung di ruang Paripurna DPRD Bursel, Kamis (10/09/2020) Sekretaris DPRD (Sekwan), Hadi Longa ditugaskan untuk membaca rekomendasi DPRD yang sangat menelanjangi pemerintahan Tagop.

Bahkan, akibat Rekomendasi DPRD tersebut terlalu mempertontonkan berbagai masalah dalam pemerintahan Tagop selama Tahun 2019, Anggota DPRD Kabupaten Bursel dari PDI Perjuangan, Ahmad Umasangadji pun terlihat kebakaran jenggot dan beberapa kali melakukan interupsi kepada Wakil Ketua DPRD Jamatia Booy yang memimpin Paripurna tersebut agar Sekwan membacakan poin-poin kesimpulan Rekomendasi saja dan tidak perlu membacakan secara menyeluruh isi Rekomendasi tersebut, seakan-akan Umasangadji tidak mau rakyat tahu semua masalah tersebut.

Umasangadji nampaknya terganggu karena banyak wartawan yang hadir dan merekam isi Rekomendasi DPRD yang dibacakan oleh Sekwan itu.

Bahkan, bukan hanya Umasangadji, Anggota DPRD Bursel dari Partai Demokrat, Ismail Loilatu juga turut menginterupsi hal serupa agar Sekwan hanya membaca kesimpulan Rekomendasi saja.

Mendengar hal itu, Ketua DPRD Muhajir Bahta yang menggunakan hak bicaranya turut menjelaskan bahwa yang dibacakan oleh Sekwan hanyalah poin-poin tertentu saja dan tidak menyeluruh. 

Hal itu pun turut dijelaskan oleh Jamatia Booy selaku Pimpinan Sidang Paripurna. Namun, karena sikap ngotot Umasangadji yang menginterupsi, akhirnya Bahta dan Booy langsung mengarahkan Sekwan untuk mempersingkat pada poin-poin tertentu saja dan tidak perlu membaca secara menyeluruh.

Namun, karena sudah terlanjur membacakan isi Rekomendasi tersebut cukup banyak dan telah direkam oleh wartawan, Sekda Bursel Iskandar Walla pun terkesan kebakaran jenggot.

"Sebelumnya kami mohon maaf kepada Dewan yang terhormat, karena kami melihat disini teman-teman media saat ini telah mendengarkan apa yang dibacakan oleh Sekwan sehingga mohon maaf saat ini 2020 kita sedang melaksanakan pesta demokrasi, nanti tolong teman-teman media agar tidak menjastifikasi dan ini laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ)," kata Sekda sebelum membaca sambutan Bupati.

Bahkan, diluar dugaan, Sekda minta kepada wartawan akan tidak membiaskan masalah-masalah yang dibacakan oleh Sekwan. 

"Kita harapkan teman-teman media, tolong di dalam pemberitaan nanti, karena ini pesta demokrasi, tidak membias ke hal-hal yang bersifat politis," pintanya.

Sementara itu, sesuai Keputusan DPRD Kabupaten Bursel Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bursel Tahun Anggaran 2019 yang dibacakan oleh Sekwan dan copyannya dimiliki media ini, ternyata banyak sekali masalah yang ditemukan oleh DPRD.

Saat membaca Rekomendasi itu Sekwan mengatakan, jika dicermati secara saksama dalam dokumen LKPJ Bupati Buru Selatan T.A 2019 ditemukan permasalahan terkait selisih perhitungan anggaran pada kegiatan penyediaan rumah jabatan/dinas yang terdapat di hampir semua OPD. 

"Sesuai dengan data dari BKPSDM mengenai jumlah jabatan struktural yang yang belum terisi pada OPD di tahun 2019 terdapat kekosongan jabatan eselon II sebanyak 9, eselon III sebanyak 2 dan eselon IV sebanyak 70. Berdasarkan jumlah jabatan struktural yang yang belum terisi pada eselon II, maka anggaran yang harus dikembalikan sebesar Rp. 270.000.000,-. Untuk eselon III sebesar Rp. 36.000.000,- sedangkan pada eselon IV sebesar Rp.630.000.000,- sehingga total pengembalian anggaran berdasarkan kekosongan jabatan structural pada tahun 2019 sebesar Rp. 936.000.000," kata Sekwan.

Lanjutnya, permasalahan ini tidak hanya berpengaruh pada efektifitas dan efisiensi pengelolaan anggaran tapi secara langsung berpengaruh padah produktifitas kinerja OPD. Olehnya itu direkomendasikan kepada Bupati Buru Selatan untuk memperhatikan jabatan yang belum terisi pada setiap OPD agar dapat terisi serta kepada tim anggaran pemerintah daerah untuk lebih teliti mengevaluasi laporan realisasi anggaran di seluruh OPD sehingga sisa anggaran pada kegiatan tersebut dapat dikembalikan ke kas daerah.

Selain itu, lanjutnya, dari hasil inventarisasi terhadap dokumen LKPJ Bupati tahun anggaran 2019 ditemukan permasalahan pada beberapa OPD terkait kegiatan promosi diantaranya, Dinas Penanaman Modal Daerah dan KTSP, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perrlindungan Anak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Bappeda.

"Sesuai keterangan pada proses pembahasan LKPJ kegiatan promosi tersebut terkait potensi unggulan daerah yakni produk hotong, namun realitas empiris masyarakat dalam pengembangan hotong tidak terlihat sama sekali bahkan di Pasar Namrole pun tidak pernah ada," ucapnya.

Hal ini, katanya lagi, menggambarkan ketidaksinkronan dari aspek perencanaan sehingga program dan kegiatan OPD terlihat tumpang tindih, tidak terukur dan dari segi penganggaran sangat mubazir. 

"Untuk memenuhi asas efisensi serta efektitas dalam penggunaan anggaran, direkomendasikan kepada pemerintah daerah untuk kegiatan promosi atau pameran di batasi alokasi anggaran pada satu atau 2 OPD dan produk yang dipromosikan harus benar-benar ada dikembangkan di masyarakat," ucapnya.

Jadi, katanya lagi, dokumen LKPJ Bupati T.A 2019 masih terdapat tumpang tindih program antara satu OPD dengan OPD yang lain misalnya pada Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian terdapat program yang sama yakni program peningkatan ketahanan pangan.

"Untuk itu direkomendasikan kepada pemerintah daerah untuk lebih cermat menyeleksi setiap program dan kegiatan pada setiap OPD sehingga lebih efektif, terukur, terpadu serta tepat sasaran sesuai dengan visi misi pembangunan daerah yang termuat dalam RPJMD," ujarnya.

Pada tingkat Kecamatan, Camat selaku perpajangan tangan dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati, harus lebih meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayananan kepada  Masyarakat di wilayahnya serta berkreasi menciptakan program sesuai karakteristik wilayahnya untuk diusulkan kepada Bupati.

Dalam mendukung program Pemerintah Pusat yang kian gencar memberantas praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), maka Pemerintah Daerah pun harus secara totalitas mendukungnya bukan malah sebaliknya. Karena terindikasi beberapa OPD yang melayani terkait perizinan dan administrasi kepegawaian yang secara langsung maupun tidak, telah melakukan pemungutan liar. 

"Olehnya itu kami merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah untuk dapat memberikan sanksi tegas kepada OPD yang terindikasi melakukan pemungutan liar tersebut," paparnya. 

Tambahnya lagi, pengalokasian anggaran yang signifikan pada OPD persemakmuran mesti diimbangi dengan peningkatan kinerja dan penerimaan daerah yang lebih maksimal. Untuk mendapatkan perencanaan yang baik pada setiap SKPD, maka perlu dilakukan peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur yang terlatih dan siap pakai.

Selain itu, pelaksanaan pembangunan pada Dinas Perumahan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR maupun Dinas Perhubungan dan Pariwisata agar tetap mengacu pada master plan perencanan pembangunan infrastruktur perkotaan dan desa yang sudah ditetapkan dengan tetap memperhatikan ciri khas daerah Bursel melalui koordinasi lintas sektor.

"Daerah dalam mendorong peningkatan PAD diharapkan kerjasama yang intens antara OPD terkait guna terwujudnya pencapaian PAD yang kita harapkan," ucapnya. 

Selain itu, Namrole dalam kedudukannya sebagai Ibu Kota Kabupaten harus ditata dengan sebaik mungkin, baik itu dalam hal penataan lampu jalan maupun penempatan papan reklame, agar wajah Ibu Kota terlihat asri dan indah.

Terlebih, sejak dimekarkannya Kabupaten Bursel, hingga saat ini Bursel sudah berusia 12 Tahun belum terlihat bahkan tidak ada sama sekali ketersediaan lahan untuk pemakaman umum. Untuk itu kami merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk secepat mungkin melakukan pembebasan lahan untuk tempat pemekaman umum.

Selain itu, dalam dokumen LKPJ Bupati T.A 2019 ditemukan beberapa kegiatan yang tumpang tindih antara lain pada kegiatan penyedian sumberdaya air dan listrik di Sekretariat Daerah, Bagian Hukum, Bagian Umum, Organisasi dan Tata Laksana, Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa, Bagian Tata Usaha Pimpinan serta Badan Pengelolaan Keuangan Asset Daerah dengan output yang sama yakni terlaksananya pembayaran rekening listrik. 

"Alokasi anggaran pada kegiatan ini cukup signifikan pada sekretariat daerah sebesar Rp.425.000.000,- Sedangkan alokasi pada bagian lainnya variatif, padahal ID pelanggang pada kantor Bupati hanya satu rekening tunggal, sehingga realisasi anggaran pada kegiatan dimaksud sangat diragukan," paparnya.

Katanya lagi, terdapat juga kegiatan penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor Sekda, Bagian Kesra, Bagian umum, Bagian Humas dan Protokoler, Bagian Pengadaan Pelayanan Barang dan Jasa serta Tata Usaha Pimpinan dengan output yang sama yakni tersedianya komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor. 

"Pengalokasian anggaran ini juga terlihat tumpang tindih dan sangat mubazir. Olehnya itu kepada pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran dimaksud pada satu bagian saja sehingga laporan realisasi anggaran dapat memenuhi unsur transparansi dan akuntabilitas serta sisa anggaran kegiatan pada SKPD yang tidak digunakan agar dapat dikembalikan ke kas daerah," paparnya.

Sedangkan untuk Retribusi Daerah dengan realisasi hanya sebesar Rp. 2.513.901.243,- atau 51,38% dari yang dianggarkan yakni sebesar Rp. 4.893.000.000,00,-. 

"Rendahnya realisasi retribusi Daerah tidak sesuai target yang ditetapkan, hal ini menunjukkan bahwa rendahnya setoran retribusi, diakibatkan rendahnya kinerja aparatur pengelolaan retribusi daerah. Untuk itu direkomendasikan kepada Pemerintah Daerah agar OPD terkait dalam hal ini Dinas Pendapatan Daerah untuk dilakukan evaluasi dan sanksi secara tegas," tegasnya.

Ia pun menjelaskan, sesuai dokumen LKPJ Bupati T.A 2019 telah dianggarkan belanja operasional sebesar Rp. 554.288.476.000,00,- realisasi sebesar Rp. 528.743.320.967 atau 95,39% yang dirincikan dalam bentuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja bantuan sosial, belanja hibah dan belanja subsidi. 

"Untuk belanja bantuan sosial, belanja hibah dan belanja subsidi, tidak dirincikan by name by adress sehingga perlu adanya rincian belanja secara terperinci, guna memenuhi unsur akuntabel dan transparansi pengelolaan anggaran," ucapnya.

Selanjutnya, untuk Belanja Modal yang dialokasikan sebesar Rp. 283.876.551.180,00,- realisasi sebesar Rp. 265.655.391.586,00,- atau 93,58% dengan objek rincian belanja yaitu belanja tanah, belanja peralatan dan mesin, belanja gedung dan bangunan, belanja jalan, irigasi dan jaringan dan belanja aset tetap lainnya. 

"Terhadap hal ini belum dapat menunjukan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan secara terperincih, sehingga pertanggungjawabannya diragukan," tandasnya.

Berikutnya, untuk Belanja Tidak Terduga, pada tahun anggaran 2019 telah dianggarkan belanja tidak terduga sebesar Rp. 4.000.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 3.639.919.505,- atau 91% dengan sisa anggaran sebesar Rp. 360.080.450,- yang peruntuhkannya tidak dapat dijelaskan dalam dokumen LKPJ Bupati T.A 2019 sehingga perlu adanya rincian belanja secara terperinci, guna memenuhi unsur akuntabel dan transparansi pengelolaan anggaran serta pengelolaannya harus mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buru Selatan.

Sedangkan, tambahnya, di dalam  dokumen LKPJ terdapat posisi SILPA tahun berkenaan sebesar Rp. 15.344.371.834.

"Hal ini menunjukkan rendahnya tingkat penyerapan anggaran pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga perlu dievaluasi dan sanksi tegas terhadap masing-masing OPD yang memiliki penyerapan anggaran rendah," tandasnya. (SBS-Tim)
- - - - - - -

Namrole, SBS 
Kader murni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Sami Latbual telah resmi mengundurkan diri dari partai besutan Megawati itu sejak tanggal 3 September 2020 lalu.

Pengunduran diri ini sesuai dengan surat resmi yang diserahkan Latbual kepada DPP PDIP di Jakarta, DPD PDIP Provinsi Maluku, dan DPC PDIP Kabupaten Buru Selatan beberapa waktu lalu.

Latbual dalam press rilis yang diterima media ini, Sabtu (12/9/2020) mengatakan bahwa dirinya telah menyatakan sikap politiknya kepada DPP PDIP dengan mengundurkan diri dari partai tersebut dan sikap politiknya telah dimantapkan dengan menyampaikan surat pengunduran diri kepada pimpinan partai di setiap jenjang.

“Menyikapi berbagai isu tidak berbobot yang sengaja di giring oleh oknum-oknum tertentu terkait dengan keberadaan saya di PDI Perjuangan, maka dapat dijelaskan bahwa sebagai orang yang mengerti etika berpartai, sebelum bersikap untuk bergabung dan bekerja dengan Paslon AJAIB terlebih dahulu saya telah mengundurkan diri dari Keanggotaan PDI Perjuangan dengan menyampaikan surat pengunduran diri ke DPP partai dan tembusan ke DPD dan DPC partai,” ucap Latbual.

Latbual menjelaskan, semenjak dirinya mengundurkan diri dari PDIP, apapun yang dilakukannya tidak ada kaitannya dengan PDIP, dan jika ada isu-isu yang beredar tentang dirinya yang berkaitan dengan PDIP adalah isu yang coba dimainkan oleh sekelompok orang untuk kepentingan sepihak.

“Dengan surat tertanggal 3 September 2020 sebagaimana mekanisme dan aturan Partai, jika tidak sepakat dengangn Paslon yang direkomendasikan atau memilih untuk bekerja dengan Paslon lain, maka harus mengundurkan diri atau diberi sanksi sehingga pilihan saya adalah mengundurkan diri dan memilih bergabung dengan Paslon AJAIB untuk bekerja sebagai Tim Pemenangan. Jadi saya diminta, ingat diminta dan bukan manuver sebagaimana yang di telah beredar di media,” jelasnya.

“Semenjak surat pengunduran diri saya itu diserahkan ke DPP, sampai saat ini saya bukan lagi kader PDIP dan kader partai politk lain karena saya belum menyatakan diri bergabung dengan partai manapun. Kalau ada yang mempolitisir saya dengan segala isu, saya kira itu cemilan anak kecil yang coba di goreng untuk kepentingan kelompok tertentu,” sambungnya.

Disamping surat pengunduran diri, Latbual juga menyampaikan bahwa Kartu Tanda Anggota (KTA) juga sudah diserahkan bersamaan dengan surat pengunduran diri, sehingga dirinya saat ini sudah tidak ada hubungan dengan PDIP maupun partai politik lainnya.

Berkaitan dengan pernyataan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bursel, Ahmad Umasangaji untuk pemecatan, kata Latbual, saat ini ia telah mengundurkan diri dan tidak lagi berstatus sebagai anggota PDI Perjuangan sehingga dalam hal ini apa dan siapa yang akan dipecat.

Namun jika DPC tetap berkeinginan untuk melakukan proses pemecatan yang mana sesungguhnya hak pemecatan itu bukan kewenangan DPC, maka ia akan sangat siap, akan tetapi jika kondisi itu terjadi, dirinya merasa bahwa saat mengkaderkan kawan-kawan partai selama puluhan tahun, mungkin dirinya belum tuntas menjelaskan AD/ART maupun Peraturan Partai sehingga fungsionaris PDIP Kabupaten Bursel kurang mengerti fungsi dan kewenangan masing-masing.

“Tetapi jika kawan-kawan DPC merasa itu belum cukup puas dan perlu dilakukan proses pemecatan, maka saya sangat siap untuk menerima karena sebagai politisi siap menerima akibat dari pilihan sikap  politiknya, dan bagi saya paslon AJAIB adalah pilihan yang tepat dan dengan tidak mendahului kehendak Tuhan tetapi punya optimis Paslon AJAIB #AnakKampung pasti memenangkan pertarungan pada tanggal 9 Desember 2020 nanti,” ucapnya optimis.

“Saran saya, untuk Ketua dan kawan-kawan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bursel untuk baiknya tidak fokus pada yang sudah mengundurkan diri tapi baiknya memfokuskan pada orang-orang yang diduga selama ini menggembosi partai dari dalam, bahkan nyata-nyata mengkhianati partai tapi tetap terlihat santai dalam partai bahkan tidak punya rasa malu dan tanpa mengundurkan diri maupun diberhentikan tetapi hanya menggunakan Partai untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Soal ini saya sangat yakin kawan-kawan sangat tau oknum siapa-siapa yang dimaksud,” sambungnya.

Atas semua itu, Latbual dengan tegas menyampaikan bahwa dirinya tidak lagi bernaung di bawah partai berlambang banteng kekar itu. Tetapi saat ini ia bersama tim AJAIB sementara fokus untuk menggapai kemenangan dalam Pilkada.

“Pengunduran diri saya di PDI Perjuangan sudah clear dan isu yang sengaja digiring oleh oknum-oknum tertentu adalah bentuk isu murahan yang tidak berbobot. Saat ini saya dan kawan-kawan Partai Koalisi maupun Tim Pemenangan fokus untuk kemenangan Paslon Pak H. Hadji Ali dan Zainudin Booy sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bursel yang atas ijin Tuhan akan terwujud tanggal 9 Desember 2020 nanti. Tidak perlulah menggiring opini-opini yang tidak berbobot untuk mengacaukan karena saya sudah bersikap. Lagian saya ini tidak berpartai, kenapa dipolitisasi? kawatir ya kawatir tapi jangan sampai kelihatan itunyalah,” tandasnya. (SBS/TIM)
- - - - - - - -
Namrole, SBS 
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel) yang dikenal dengan Jargon #AnakKampong, Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB) mengaku optimis lolos dalam rangkaian tes kesehatan yang diikuti sejak hari Selasa (08/09/20) hingga Jumat (11/09/20) di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon.

"Kami optimis lolos tes kesehatan, karena selama mengikuti tes kesehatan tidak ada masalah," demikian disampaikan Calon Bupati Hadji Ali kepada wartawan via telepon seluler Jumat (11/09/20).

Ia mengaku, bersama pasangan Calon Wakil Bupatinya, Zainuddin Booy baru selesai mengikuti tes kesehatan dan semua proses dapat dilalui dengan segala baik.

"Sudah selesai tadi siang sekitar pukul 11.00 WIT," ucapnya.

Sementara Zainudin Booy kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Jumat (11/09/20) pun mengakui hal yang sama.

"Sudah bu, katong selesai tadi siang sekitar pukul 10.00 WIT siang tadi," akui Booy.

Ia mengaku bahwa tes kesehatan yang diikuti berupa tes kesehatan jasmani dan rohani.

"Iya batul. Jadi pemeriksaan menyangkut kesehatan jasmani dan rohani dan sudah selesai," jelasnya.

Booy juga meminta dukungan doa seluruh rakyat Bursel agar pasangan Anak Kampong bisa lolos untuk ikut ke tahapan selanjutnya pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan tahun 2020.

"Insyallah. Mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat Buru Selatan sehingga apa yang menjadi visi dan misi Anak Kampong dapat  dicapai demi kesejahteraan rakyat Buru Selatan," pungkasnya.

Sekedar diketahui, pasangan Anak Kampong ini begitu optimis dan begitu yakin akan memenangkan hati rakyat Buru Selatan yang ada di Enam kecamatan dan akan keluar sebagai pemenang pada tanggal 9 Desember nanti.

Hal ini dapat dipastikan dengan banjirnya sejumlah dukungan yang mengalir ke pasangan yang begitu di sayangi  masyarakat Buru Selatan ini pasca pendaftaran beberapa waktu lalu di kantor KPU. (SBS/01)
- - - - - - - -
Namrole, SBS 
Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel) Hadji Ali - Zainudin Booy (Anak Kampong) dan pasangan Abdurrahman Soulisa - Elisa Ferianto Lesnusa (Manis) mendaftar ke KPU Bursel di hari terakhir pendaftaran, Minggu (06/09).

Pada proses pendaftaran pasangan Anak Kampong dan Manis di hari terakhir ini terbilang cukup mulus dan akhirnya berkas kedua pasangan ini dinyatakan diterima oleh KPU setempat dan dilanjutkan dengan serah terima Berita Acara Pendataran serta Formulir Model TT.1-KWK kepada kedua pasangan Calon, Partai Pengusung dan Bawaslu setempat.

Kendati begitu, pasangan Anak Kampong menjadi pasangan yang paling cepat proses pendaftarannya di KPU setempat karena hanya berlangsung kurang lebih 1 jam, berbeda dengan pasangan Manis yang berlangsung lebih dari 3 jam dan pasangan Safitri Malik Soulisa - Gerson Eliezer Selsily (SMS-GES) yang proses pendaftarannya cukup menyita waktu selama di KPU setempat, yakni lebih dari 4 jam.

"Sebagai mana hari ini rakyat Bursel menyaksikan Calon Bupati Pak Hadji Ali dan Calon Wakil Bupati, Pak Zainudin Booy telah melakukan pendaftaran hari ini dengan pasangan calon yang tercatat pendaftarannya paling tercepat," kata Ketua Tim Pemenangan Anak Kampong, Sami Latbual kepada wartawan di Kantor KPU setempat usai pendaftaran.

Lanjut Sami, itu membuktikan bahwa pasangan Anak Kampong telah menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat rincih dan sangat siap.
"Baik dari sisi administrasinya maupun kesiapan-kesiapan yang lain, kami sangat siap, pasangan ini merupakan pasangan yang benar-benar terpanggil untuk melakukan sebuah perubahan besar terhadap negeri Bursel ini," ucap Latbual yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Bursel 2 periode tersebut.

Menurutnya, pasangan ini tidak akan memberikan harapan-harapan kosong maupun janji-janji muluk, tetapi memiliki visi dan miai yang jelas untuk memberi perubahan bagi negeri Lolik Lalen Fedak Fena ini.

Bahkan, Latbual yang telah resmi mundur dari PDI Perjuangan sejak tanggal 3 September 2020 ini pun berjanji akan membuktikan bahwa pasangan yang diusung oleh Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai Gelora alias 3G ini akan keluar sebagai pemenang bersama rakyat Bursel dan kemenangan itu akan dimulai dari Desa Lektama.

"Kami akan buktikan bahwa kami akan memang tanggal 9 Desember 2020. Boleh percaya atau tidak, tanda kemenangan awal kita adalah kita akan menang Desa Lektama. Kita menang Namrole, kita menang Ambalau, kita menang Waesama, Kita Menang Fena Fafan, kita menang Kepala Madan, Kita menang Leksula," paparnya.

Pada kesempatan itu, Latbual pun turut menyampaikan bahwa ada sejumlah persoalan di Bursel yang hingga kini belum mampu diselesaikan oleh pemerintahan yang ada, baik itu jalan Lintas Namrole-Leksula, ruas jalan lingkar Ambalau, ruas jalan Tifu-Fogi-Waekeka-Biloro yang hingga kini belum terselesaikan pembangunannya. Begitu pun ruas jalan yang harus disambung dari Waemasing ke Waetawa.

Bahkan, khusus untuk jalan lingar Namrole-Leksula yang dikatakan sebagai jalan Provinsi sesungguhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten  untuk dikomunikasikan secara politik pemerintahan sehingga segera diselesaikan.

"Pasangan ini pada waktunya akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang belum terselesaikan ini," ucapnya..

Tak hanya itu, sejumlah masalah krusial yang selalu dikeluhkan oleh rakyat Bursel seperti oadaman listrik yang sering terjadi dan sering putusnya jaringan Telkomsel pun akan menjadi perhatian utama pasca terpilih nanti.
"Jaringan PLN yang sering mati-mati, jaringan Telkomsel yang putus-putus tiap saat. Oleh karena itu Bapak Ibu, SMS tidak akan sempurna kalau jaringan putus-putus. Oleh karena itu setelah terpilih pasangan ini akan memperbaiki jaringan ini supaya komunikasi itu bisa berjalan lancar bapak, ibu, saudara, saudari," ucapnya.

Selain itu, kata Latbual, dalam seluruh tahapan Pilkada ini, warga Bursel tidak perlu takut dengan adanya praktek-praktek intimidasi yang dilakoni oleh oknum-oknum tertentu untuk memenangkan kandidat mereka.

"Pada saat menuju tanggal 9 Desember 2020 pastinya ada sejumlah intimidasi yang dilakukan oleh orang-orang tertentu, maka  hari ini kami sampaikan bahwa orang Buru tidak pernah takut dibawa tekanan, semakin kita ditekan, semakin kita bangkit. Oleh karena itu, para pedagang pasar ibu ibu papalele, para nelayan, ketika ada yang teror dan mengintimidasi, kenali wajahnya dan catat namanya dan kita akan berhadapan dengan dia sehingga bapak ibu tidak perlu takut," paparnya.

Bahkan, terkait dengan adanya isu-isu yang sengaja dkmainkan oleh oknum-oknum tertentu bahwa pasangan ini tidak nasionalis, hal itu dibantah langdung oleh Latbual yang juga mantan Ketua AMGPM Daerah Bursel.

"Jika ada yang bilang bahwa pasangan ini tidak nasionalis, sesungguhnya mereka itu yang tidak nasionalis, sebab orang nasionalis tidak pernah mempersoalkan agama, tidak pernah mempersoalkan suku. Sebab, orang Buru sangat menghargai perbedaan," papar Latbual yang juga mantan Ketua GAMKI Kabupaten Bursel.

Olehnya itu, ia berjanji bahwa pihaknya akan merangkul seluruh rakyat Bursel guna memenangkan pasangan ini.

"Semua yang tercecer akan kami rapikan, semua luka akan kami obati, semua jaring yang sobek akan kami jahit untuk menunjukkan bahwa pasangan ini akan membuat sebuah perubahan besar dan semua kekuatan-kekuatan akan dipersatukan untuk meraih kemenangan pada tanggal 9 Desember 2020," paparnya.

Sedangkan, Bakal Calon Wakil Bupati Zainudin Booy yang mewakili pasangan Anak Kampong kepada wartawan turut mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada aparat keamanan yang dengan sigap mengawal jalannya kegiatan dari massa kami, mengawal kami untuk melakukan proses pendaftaran di KPU," kata mantan Ketua DPRD Buru fan Bursel itu.

Ucapan terima kasih pun disampaikannya kepada semua partai pengusung yang telah mendaftarkan pihaknya dan telah diterima oleh KPU untuk mengikuti tahapan berikutnya.

Tambahnya, terima kasih kepada kami teman-teman wartawan yang akan menyebarluaskan berita gembira ini kepada masyarakat Buru Selatan, masyarakat Buru, masyarakat Maluku, bahkan masyarakat Indonesia bahwa proses demokratisasi di Bursel berjalan secara baik.

"Ini saya sampaikan karena media massa pada beberapa waktu lalu menginformasikan kepada kami para penegak demokrasi di Indonesia, di tanah Bipolo ini bahwa ada keinginan dari pihak-pihak tertentu untuk melawan peti kosong seakan-akan tidak ada lagi sumber daya manusia di bidang politik di negeri ini untuk bertarung, untuk bisa meyakinkan masyarakat untuk bisa membangun negerinya untuk tampil baik dari hari ini," jelasnya.

Fakta hari ini, kayanya, ada tiga pasangan calon yang akan bertarung dan Anak Kampong satunya.

"Kami siap untuk bertarung. Olehnya saudara-saudara sekalian, tagline kami Anak Kampung. Kami dari kampung dan kami ingin membangun dari kampung ke kota," paparnya.

Olehnya itu, ia berharap adanya dukungan doa dari masyarakat Bursel untuk mewujudkan maksud baik ini.

"Pasangan Anak Kampong telah menyelesaikan tahapan pendaftaran di KPU, kami mohon doa dari seluruh masyarakat Bursel untuk mengikuti tahapan selanjutnya yaitu pemeriksaan kesehatan, mudah-mudahan kami sehat. Insya Allah tanggal 9 Desember 2020 Vini Vidi Vici, kami datang, bertarung dan menang. Insya Allah," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan MANIS, Muhajir Bahta kepada wartawan usai pendaftaran mengaku akan segera melakukan rapat tim pemenangan guna mengatur detail strategi pemenangan pasangan yang diusung.

"Sebentar tim kami akan rapat dan ada tiga poros, tiga zona yang akan kami amankan. Zona I, Leksula-Fena Fafan akan dikomandoi oleh Pak Elisa Lesnusa sebagai putra terbaik. Zona 2, Namrole akan dikomandoi oleh Calon Bupati dan kawan-kawan sekalian tim partai koalisi. Zona 3 Waesama-Ambalau akan dipimpin oleh saya dan teman-teman yang lain," kata Bahta.
Menurutnya, pasangan Anis akan fokus langsung ke titik pemilih.

"Kita akan datang melihat rakyat dan apa yang menjadi problem di rakyat, kita tidak mau tebar pesona kawan-kawan, kita tahu apa yang menjadi kepentingan-kepentingan rakyat di Bursel ini, selaku Ketua Tim, 7 anggota DPRD dan Ketua DPRD, sekiranya jika pasangan ini terpilih, maka seluruh produk kebijakan akan kita eksekusi di lembaga yang terhormat itu untuk memuluskan apa yang menjadi kepentingan-kepentingan rakyat," ujarnya.

Lanjutnya, pasangan ini tanpa kita sadar ketemu di waktu yang tepat, tanggal 1 September menjadi tanggal keramat pasangan ini akan kita kawinkan, tanggal1, tepat tanggal 1 pasangan ini mendapatkan 3 rekomendasi dalam 1 hari.

"Ini menunjukkan bahwa kebersamaan kita, solidaritas kita akan menghadirkan sebuah proses, apa yang kita cita-citakan, yaitu kemenangan yang akan kita impikan," ucapnya.

Bahta mengaku pihaknya tidak memiliki estimasi atau target kwmwnangan, tetapi pihaknya akan bekerja keras untuk keluar sebagai pemenang.


"Kita akan fokus betul pada titik-titik mana yang  kelemahan kita akan kita tutupi, yang menjadi titik lawan kita akan kita rebut dan posisi mengambang akan kita amankan untuk memenangkan pertempuran," ucapnya.

Tambah Bahta, Saya mantan tim suksesnya Pak Tagop 2 periode, kita tahu betul lika liku dinamika proses Pilkada tahun lalu, tetapi dengan komitmen teman-teman partai kita akan rebut kemenangan. Pengalaman itu akan kita pakai juga untuk kemenangan pasangan ini.

Sedangkan Bakal Calon Bupati Bursel Abdurahman Soulisa pada kesempatan itu mengaku selama di Bursel ia tidak mengenal Elisa Ferianto Lesnusa selaku Bakal Calon Wakil Bupati yang mendampinginya.

"Saya belum kenal Pak Elisa, tapi saya tahu Pak Elisa adalah anak negeri ini yang keluar merantau, hari ini ingin mengabdi untuk kepentingan negeri ini," ucapnya.

Ia katakan bersama Elisa yang berlatar belakang sebagai ASN masih memiliki waktu yang cukup lama untuk bisa melanjutkan pengabdian sebagai seorang ASN, namun kini pihanya ingin untuk mengabdi sebagai seorang politisi.

Ia pun mengaku bersyukur karena pihaknya boleh diterima sebagai Bakal Calon abupqti Bursel periode 2020-2024.

"Orang boleh mengklaim, silahkan, tapi kita akan buktikan nanti seperti yang tadi disampaikan oleh Ketua Tim, itu kita sepakat, kita akan mendatangi orang, kita berdua ini orang kampong yang tahu roh perjuangan kampong itu seperti apa, orang kampong itu seperti apa, kita dianggap orang kampong itu tidak apa-apa, kita bangga bahwa negeri ini adalah negeri yang bermartabat, negeri yang punya adat istiadat yang kuat," tuturnya.  (SBS/Tim)
- - - - - - -
Namrole, SBS 
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel) Abdurahman Soulisa dan Elisa Ferianto Lesnussa (MANIS) diantar ribuan simpatisan mengelilingi Kota Namrole.

Pantaun media ini, pasangan  MANIS yang baru tiba dari Kota Ambon itu dijemput oleh simpatisannya di Desa Leku dan Desa Wali, kemudian pasangan Calon bersama ribuan pendukungnya bergerak menuju kota Namrole.
Acara penyambutan dan pengalungan Ifutin juga dilakukan oleh para tokoh-tokoh adat di perempatan jalan pasar Kai Wait, desa Labuang, Kecamatan Namrole sebagai tanda selamat datang kepada Pasangan Calon di Bumi Lolik Lalen Fedak Fena.

Usai prosesi penyambutan, pasangan MANIS dan masa kemudian bergerak ke arah tribun, selanjutnya memutar menuju arah pelabuhan dan bergerak menuju rumah tua Solissa di Desa Lektama untuk melakukan acara adat.

Dari situ, pasangan MANIS kemudian bergerak ke arah Bandara dan memutar balik menuju kantor KPU Bursel untuk melakukan pendaftaran.

Namun sayang, saat pasangan ini tiba di Kantor KPU Bursel sudah Pukul 16.15 WIT dan setelah melakukan koordinasi dengan pihak KPU ternyata waktu pendafataran sudah tidak bisa dilakukan karena sesuai dengan PKPU, pendaftaran untuk tanggal 4 dan 5 September hanya dimulai dari Pukul 08.00 WIT sampai Pukul 16.00 WIT.
Sementara untuk hari terakhir pendaftaran yakni tanggal 6 September, pendaftaran dibuka dari  Pukul 08.00 WIT sampai Pukul 00.00 WIT (tengah malam).

Setelah batal mendaftar, masa bersama pasangan calon kemudian bergerak balik menuju rumah Calon Bupati, Abdurahman Soulisa di desa Lektama dan akan kembali besok, Sabtu (6/9/20) Pukul 14.00 WIT untuk melakukan pendaftaran di KPU. (SBS/02)
- - - - - - -