Select Menu

Berita Utama

Berita Virus Corona

Info Kota Ambon

News Politik

News Hukrim

loading...

Berita Kabupaten Buru

Kabupaten Buru Selatan

News Pariwisata


Namrole, SBS 

Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang juga anggota DPR RI asal Dapil Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan pemerintah Buru Selatan (Bursel) saat ini harus berani mengakui bahwa Bursel belum berkembang secara signifikan.


Kata Lewerisa, mereka sebagai pemimpin Bursel harus bisa berkata jujur kepada rakyatnya bahwa kabupaten Bursel dianugerahi dengan kekeyaan yang luar biasa dan kekayaan ini menjadi potensi serta modal untuk menyiapkan pembangunan yang lebih baik untuk masyarakat Bursel.


“Kekayaan ini menjadi potensi kita, ini modal kita. Dia harus menyampaikan dia harus mampu membangun sebuah harapan bersama, dia harus mampu menggambarkan tujuan dan cita-cita yang harus di capai secara bersama untuk kesejahteraan rakyat. Pemimpin saat ini juga harus bisa mengatakan kepada rakyatnya ini masalah kita, ini problem Bursel,” ucap Lewerissa, saat berkampanye di Lapangan Desa Elfule, Kecamatan Namrole, Jumat (27/11/2020).


Lewerissa mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengunjungi ratusan kabupaten yang ada di Indonesia termasuk Bursel, namun sampai saat ini Bursel masih belum menunjukan perubahan yang sesuai dengan harapan masyarakat.


“Beta berkali-kali mengunjungi Namrole (Bursel), tapi beta belum menemukan atau menemui suatu perubahan yang berarti dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten yang baru mekar 10 sampai 15 tahun belakangan. Belum, katong harus jujur bilang itu,” sebutnya.


“Jadi pemimpin harus bicara apa adanya kepada masyarakatnya, karena dia harus sadar betul untuk membangun Bursel tidak mungkin kerja sendiri, tidak mungkin kerja kelompok  sendiri tapi membangun Bursel harus kerja secara bersama-sama dan untuk mendapatkan dukungan masyarakat supaya pembangunan itu dapat  sukses hanya satu, masyarakat harus memiliki rasa percaya yang besar kepada pemimpin itu, tetapi kalau masyarakat tidak memiliki rasa percaya kepada pemimpin itu jangan berharap rakyat akan berpartisipasi untuk mendukung keberhasilan pembangunan di daerah ini,” sambungnya.


Dia menuturkan, Bursel adalah salah satu kabupaten yang kaya raya dan potensinya luar biasa, tetapi yang sangat menyesal adalah tingkat kesejahteraan rakyat di Bursel termasuk terendah di Indonesia.


“Jadi kita kaya yes tapi rakyat miskin juga yes. Ini kenyataan, oleh karena itu basudara yang hadir di sore ini beta percaya bahwa yang ada di bapak ibu punya hati itu cuma satu saja, yaitu basudara menginginkan perubahan dan tentu perubahan itu kearah yang lebih baik bukan ke arah yang lebih mundur, kalau mundur itu bukan perubahan tapi kehancuran,” ujarnya.


Tak hanya itu, Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan Hadji Ali - Zainudin Booy (AJAIB) adalah kombinasi pemimpin yang luar biasa. Mereka pimpinan yang potensial dan saling melengkapi dan mampu menciptakan perubahan untuk rakyat Bursel.


“Mari katong taruh harapan untuk dua pemimpin yang luar biasa ini, ini komitmen pemimpin yang potensial, Pak Ali ini pemimpin yang rendah hati, Tokoh yang rendah hati, adik Udin Tokoh yang punya kapasitas luar biasa, jam terbang jangan tanya lagi. Luar biasa, kombinasi ini yang akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat Bursel,” paparnya.

Lebih jauh Lewerissa mengatakan, musuh rakyat Bursel saat ini adalah kemiskinan, pelayanan kesehatan yang buruk, mutu pendidikan yang masih rendah kualitasnya, pengelolaan birokrasi yang pandang bulu dan pemberian sanksi yang tidak beralasan.


“Itu musuh kita. Kita sudah cukup memberi waktu dan kepercayaan bagi mereka memimpin selama 10 tahun, cukup sudah. Kalau mau dorong lagi orang dekatnya untuk menggantikan dia sama saja, artinya menjadi bupati dibelakang layar buat apa itu, rakyat Bursel menghendaki perubahan, rakyat menghendaki peningkatan kesejahteraan, pelayanan kesehatan yang lebih baik, pendidikan yang lebih bermutu dan ada kesempatan kerja buat anak-anak muda kita yang sudah selesai menempuh pendidikannya. mereka punya harapan mendapat pekerjaan di negerinya sendiri, itu harapan rakyat Bursel,” pungkasnya.


Selain itu, Lewerissa juga menyinggung soal isu tentang penyalagunaan bantuan (PKH) yang diberikan pemerintah pusat bagi masyarakat Bursel tetapi dipakai sebagai senjata untuk kepentingan politik, bahkan dirinya merasa tersinggung dengan hal tersebut.


“Pemimpin yang memanipulasi bantuan untuk kepentingan politik yang seharusnya diterima oleh masyarakat yang berhak  menerimanya itu kekejaman, itu kekejian. Pemimpin yang seperti itu jangan lagi diberikan kesempatan, tadi itu beta tersinggung sekali, sebagai anggota DPR RI beta merasa sangat kesal dan gelisah sekali. Bayangkan negara menyiapkan anggaran untuk membantu keluarga-keluarga yang berhak menerimanya tapi dimanipulasi, kalau info ini benar dan valid beta sangat menyayangkan ada pemimpin dengan karakter seperti itu,” katanya penuh kekesalan.


Dirinya menghimbau kepada ribuan masyarakat yang hadir agar tetap berpegang pada prinsip  menginginkan perubahan dan tidak mudah terpengaruh dengan rayuan dengan imbalan untuk memilih pasangan tertentu.


“Tanggal 9 tinggal beberapa hari lagi, jangan pernah berubah pilihan dan sikap hatimu jangan pernah terpengaruh oleh apapun jangan pernah, satukan hati bulatkan tekat pastikan 9 Desember nanti Bursel memiliki pemimpin  yang luar biasa dan daerah ini akan diarahkan ke arah yang lebih baik. Untuk itu berikan pilihan untuk nomor 1 pasangan AJAIB,” pungkasnya. (SBS/02)

- - - - - - - - -


Namrole, SBS

Setelah dikerjakan selama kurnag lebih dua tahun, akhirnya Pastori II Jemaat GPM Labuang Diresmikan, Sabtu (21/11/2020).


Acara Peresmian itu ditandai dengan pembacaan Akta Peresmian oleh Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Pdt. A. P. Saija dan dilanjutkan dengan Penandatanganan Berita Acara Penyerahan Gedung Pastori II oleh Ketua Panitia Pembangunan, Theno Pessy Wattimury dan Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Pdt. A. P. Saija yang juga disaksikan oleh Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa.


Momentum Peresmian itu pun turut diwarnai dengan pengguntingan pita oleh Kasubdit Perempuan dan Anak Klasis GPM Buru Selatan, Pdt. E. Sapulete/S serta penyerahan kunci dari Ketua Panitia Pembangunan kepada Ketua Klasis.


Ketua Klasis dalam sambutannya mengaku sangat bersyukur atas diresmikannya Pastori II tersebut.


"Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus karena atas penyertaannya saja kita bisa menyelesaikan pembangunan pastori 2 jemaat GPM Labuang yang hari ini 21 November 2020 kita resmikan," katanya.


Sebagai pimpinan gereja di Klasis Buru Selatan, ia turut memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja keras Majelis Jemaat, Panitia Pembangunna, Panitia Pengresmian, para tukang dan seluruh jemaat GPM Labuang yang telah berjibaku dengan proses pembangunan Pastori II kurang lebih selama 2 tahun.


Ucapn terima kasih pun disampaikannya kepada Pemerintah Buru Selatan sebagai mitra dan berbagai pihak lainnya yang sudah turut serta menopang dalam proses pembangunan Pastori II tersebut.


Menurutnya, pembangunan pastori merupakan bagian utuh dari pelayanan gereja, pelayanan jemaat untuk meningkatkan pelayanan, karena di pastori itu pendeta dan keluarganya tinggal untuk melayani umat. 


"Dengan demikian pendeta yang tinggal di pastori harus bertanggung jawab dalam meningkatkan kapasitas diri, bertanggung jawab terhadap kualitas pelayanannya kepada umat sehingga umat merasa terlayani," ucapnya.


Karena, lanjutnya, pendeta tidak datang membawa rumahnya dan pendeta datang masuk rumah yang sudah disediakan oleh umat, dan karena itu harga mati bagi pendeta untuk menempati pastori jemaat, yaitu tidak bisa tidak melayani. 


"Apa pun keadaannya, pelayanan harga mati bagi pendeta yang menempati pastori jemaat. Sebab ketika umat merasa terlayani, maka umat akan tergerak dalam kesadaran untuk berpartisipasi dan terlibat dalam pelayanan. Hak dan kewajiban pelayan, hak dan kewajiban umat itu dua sisi dari 1 mata uang yang tidak bisa dipisahkan," ujarnya.


Selain itu, lanjutnya lagi, Pastori sebagai rumah yang dibangun oleh jemaat untuk pendeta dan keluarga tinggal selama bertugas di jemaat harus menjadi tempat yang terbuka bagi pelayanan umat, pastori juga harus menjadi tempat terbuka bagi perjumpa bagi sesama saudara.

"Pastori yang dibangun oleh umat harus terbuka bagi umat. Rumah pastori harus dijadikan sebagai rumah doa," tuturnya.


Sementara itu, Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa dalam sambutannya pun turut menyatakan rasa syukurnya atas Pengresmian itu.


"Kita patut bersyukur hari ini, sebuah kebanggaan bagi jemaat GPM di Labuang, yang mana telah memberikan bukti nyata pengabdian kepada Tuhan bahwa dapat menyiapkan sebuah fasilitas yang megah untuk seorang pelayan Tuhan di Desa Labuang ini," kata Tagop.


Untuk itu, atas nama pemerintah, Tagop memberikan apresiasi yang besar karena ini merupakan bagian dari proses pembangunan yang menunjukan bahwa kita orang Buru Selatan mau berubah dan berkembang.


Menurutnya, keberadaan Pastori II yang baru diresmikan merupakan implementasi iman umat GPM Jemaat GPM Labuang.


"Bangunan ini merupakan simbol, kita tidak bisa lepas pisahkan itu semua. Makanya, seperti tadi Pak Ketua Klasis sampaikan bahwa bangunan yang megah ini menunjukkan kemegahan hati para jemaat yang ada di Desa Labuang ini terhadap keimanannya, terhadap apa yang diaktualisasikan dalam kesehariannya," katanya.


Ia menilai, tugas pendeta, apalagi Ketua Klasis di Buru Selatan ini tidak gampang, tentunya harus  berkolaborasi dengan sesama umat yang ada. 


"Peran gereja telah memberikan arti yang penting bagi pembangunan sumber daya manusia di Buru Selatan ini, karena kecerdasan intelektual bukan menjadi semata-mata dasar pijakan bagi proses pertumbuhan manusia, tetapi yang paling berhak ikat, yang paling dalam adalah kecerdasan spiritual dan kecerdasan spirituanya itu tidak didapatkan di bangku sekolah, kita baca buku tiap hari, tetapi dalam proses keimanan dan proses pembelajaran yang dibimbing oleh orang yang dekat dengan Tuhan, yaitu siapa, para pendeta, para imam, ya," tuturnya.


Jadi, tambahnya, kalau Bapa Pendeta, Ibu Pendeta su bilang, itu itu sudah. Bapa Imam su bilang, itu itu sudah. Tapi kadang-kadang sebagai manusia biasa Katong lupa bahwa apa yang dipesankan oleh Tuhan melalui imam, melalui Pendeta, pendeta atau ustadz, terkadang Katong lupa, kadang kita berjalan dengan kemauan kita sendiri, untuk itulah kita butuh sebuah bimbingan untuk mencerdaskan spritual kita.


Untuk diketahui, acara Pengresmian itu turut dihadiri Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang Pdt. H. R. Lessil/S, Pendeta Jemaat GPM Labuang Pdt B. Lesnussa, Ketua Panitia Pengresmian yang juga anggota DPRD Buru Selatan Bernadus Waemesse, anggota DPRD Buru Selatan Yakob Dominggus Lesnussa, para pimpinan OPD dan tamu undangan lainnya. (SBS/01)

- - - - - - - -


Namrole, SBS 

Kondisi pembangunan di kecamatan Fenan Fafan masih sangat jauh dari harapan, untuk itu pasangan Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB) berkomitmen jika mereka terpilih, maka pembangunan di kecamatan itu akan dimulai dari jalan, jembatan dan telekomunikasi.


“Sepuluh tahun lebih jalan menuju ke sini masih goyang-goyang, jembatan belum ada, insya Allah kalau kami jadi kami memulai perubahan dengan pembangunan jalan dan jembatan begitu juga dengan telekomunikasi karena banyak desa yang belum dijangkau,” ucap Hadji Ali saat berkampanye di Desa Wakatin, Kecamatan Fena Fafan, Minggu (13/11/2020).


Kondisi kecamatan Fena Fafan yang berada di pegunungan, menurut Hadji Ali perlu dibuat akses yang mudah sehingga perekonomian di kecamatan tersebut dapat berjalan lancar.


“Kita buka akses, dengan demikian perekenomian disini dapat berjalan lancar.  Hasil-hasil perkebunan disini bisa di bawah ke kota untuk dijual begitu juga dengan akses dari desa ke desa kita benahi,” sebutnya.

“Kalau semua sudah tersambung dengan baik, kita sudah bisa membangun komunikasi dengan baik maka akses perekonomian itu akan terbuka, kita sudah bisa berkomunikasi dengan saudara kita baik yang ada di Bursel maupun diluar dan hal-hal seperti itu penting karena kehadiran pemerintah adalah menciptakan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” jelasnya.


Program pembukaan akses bagi masyarakat juga disampaikan calon Wakil Bupati Bursel, Zainudin Booy saat berkampanye di desa Waelo, Kecamatan Fena Fafan kabupaten Bursel.


Menurut Booy, sesuai visi dan misi, pasangan AJAIB akan melakukan pembangunan dari desa menuju kota. Pembangunan itu meliputi pembukaan akses transportasi, telekomunikasi dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendiri.


“Kami akan membangun konektifitas dari desa ke kota, menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing, membangun infrastruktur penunjang seperti jalan dan jembatan serta telekomunikasi. Ini dimaksudkan agar kita semua bisa mengakses dunia luar melalui jaringan telekomunikasi sebab di sana kita bisa belajar segala hal,” ucap Booy.


Jika, lanjut Booy semua akses itu sudah terbangun, maka perekonomian di kecamatan Fena Fafan akan terbuka luas dan taraf hidup masyarakat akan meningkat karena terbukanya akses tersebut.

“Kalau akses transportasi dan telekomunikasi sudah tersambung dan akses antar desa maupun desa dengan kota sudah terhubung, maka disitulah ekonomi kerakyatan masyarakat di sini akan meningkat, percaya itu kalau ekonomi masyarakat semakin meningkat sudah pasti kesehatan dan pendidikan disini semakin baik,” tuturnya.


Untuk itu, Booy berharap masyarakat kecamatan Fena Fafan pada tanggal 9 Desember nanti dapat memilih secara hati nurani bukan memilih berdasarkan dikasihani, sebab ditanggal 9 Desember nanti masyarakat Bursel akan menentukan masa depan kabupaten ini 5 sampai 10 tahun ke depan.


“Kami tidak melarang masyarakat untuk memilih siapa, tapi kami berharap masyarakat dapat memilih dengan hati nurani pemimpin Bursel 5 tahun ke depan, sepuluh tahun ini sudah membuktikan kondisi negeri ini, jika ingin perubahan jangan lupa tanggal 9 pilih nomor 1. Kami siap buat perubahan untuk Bursel tercinta,” tandasnya. (SBS/02)

- - - - - - - -


Namrole, SBS 

Calon Bupati Buru Selatan periode 2020-2025, Hadji Ali mengatakan bahwa masyarakat Leksula dan masyarakat Fenan Fafan harus bangga karena jika mereka terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bursel periode 2020-2025, maka Sekda yang sudah disiapkan bermarga Seleky.


Demikian disampaikan Hadji Ali saat melakukan kampanye politik di desa Waekatin, kecamatan Fena Fafan, Minggu (13/11/2020).


Hadji Ali menjelaskan, komitmennya bersama calon wakil Bupati, Zainudin Booy untuk mengangkat Sekda dari marga Seleky yang saat ini sementara bertugas di Maluku Utara adalah bentuk komitmen agar yang memimpin daerah ini hanyalah anak asli dari kabupaten Bursel.


“Jadi masyarakat Waekatin, perlu beta sampaikan bahwa beta dan pak Booy yang hubungi Pak Seleky untuk mendampingi kami ketika kami terpilih, beliau anak asli daerah dari kecamatan Leksula - Fena Fafan yang asalnya dari desa Waekatin. Masyarakat harus bangga karena Sekda dari sini. Beta dari Leksula Pak Booy dari Ambalau maka katong pung Sekda dari Waekatin dan katong sudah ketemu,” ucap Hadji Ali.


Dengan demikian Hadji Ali berharap masyarakat di kecamatan Fena Fafan tidak sangsi untuk memilih pasangan AJAIB di tanggal 9 Desember nanti, sebab yang bisa melihat pembangunan di daerah ini hanyalah mereka yang punya rasa cinta akan daerah ini dan rasa cinta itu hanya ada pada anak asli kabupaten Bursel.


“Basudara jangan ragu-ragu, karena katong dari agama islam, maka beta bersama tim usulkan Sekda dari kristen dan kami dapatkan anak asli dari desa ini. Antua yang marga Seleky itu dan pasti semua basudara sudah tau,” ujarnya.


“Pasangan yang lain tidak berani bilang mereka punya Sekda untuk siapa, tapi kami berani bilang karena kami komitmen untuk perubahan di kabupaten Bursel,” sambungnya.


Hadji Ali menuturkan sudah saatnya anak asli Bursel memimpin daerahnya sendiri. Sudah saatnya ulu parang dipulangkan ke pemiliknya, karena selama sepuluh tahun pemerintahan saat ini sudah diberikan kepercayaan oleh masyarakat, tetapi sampai saat ini Bursel tidak mengalami perubahan yang signifikan.


“Ini katong buat supaya anak daerah yang pimpin dia punya daerah sendiri. Kalau anak daerah yang pimpin maka sudah pasti pembangunan dan pengelolaan pemerintahan di daerah ini akan semakin baik dan dari situ lahirlah kesejahteraan untuk semua masyarakat,” pungkasnya. (SBS/03)

- - - - - - - -


Namrole, SBS

Pasangan Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB) ternyata mendapat tempat di hati masyarakat Buru Selatan (Bursel), bukan saja di Kecamatan Ambalau, Kecamatan Waesama, Kecamatan Namrole, Kecamatan Leksula dan Kecamatan Kepala Madan, namun pasangan ini juga mendapat tempat sangat spesial di hati masyarakat yang ada di kecamatan Fenan Fafan.


Ini terbukti saat pasangan ini melakukan kampanye di beberapa desa di kecamatan tersebut. Di Desa Batu karang, pasangan ini disambut oleh ratusan warga yang begitu antusias menerima pasangan tersebut. Penyambutan mulai dari tarian cakalele (Cefal), penyematan Ifutin dari tokoh-tokoh adat hingga pemberkatan secara adat Buru (Babeto).


Tak hanya di Batu Karang, di Desa Waekatin juga pasangan ini disambut oleh masyarakat menggunakan seruling dan tambur.

Lebih hebat lagi, penyambutan di Desa Waelo, dimana pasangan ini diterima dengan penyambutan berlapis oleh masyarakat. 


Awal tiba di desa Waelo, pasangan ini disambut oleh seruling dan tambur oleh kaum laki-laki, memasuki Gapura desa, pasangan ini disambut oleh nyanyian ibu-ibu berpakaian kebaya cantik, merapat ke pertengahan desa, pasangan ini disambut oleh atraksi Cefal (Cakalele), mendekati Posko kampanye pasangan ini disambut oleh tarian oleh putri-putri dari desa tersebut.


Tak sampai disitu, ketika pasangan ini tiba di depan tenda kampanye, mereka disambut oleh tokoh-tokoh adat untuk penyematan ifutin, dan ketika masuk ke tenda pasangan ini disambut oleh tarian ronggeng.

Penyambutan yang luar biasa ini sekaligus mematahkan stigma bahwa pasangan AJAIB tidak diterima oleh masyarakat di Kecamatan Fena Fafan.


Ketua tim pasangan AJAIB di Desa Batu Karang, Sam Hukunala kepada wartawan menggaransikan bahwa pasangan AJAIB akan menang di desa tersebut. Sebab, kata Hukunala, masyarakat yang saat ini berbeda dengan dirinya hanyalah kepala desa dan perangkat.


“Disini pasangan AJAIB menang, kami garansikan untuk desa ini untuk kemenangan pasangan AJAIB,” ucap Hukunala.

Hal yang sama diungkapkan pengurus Golkar Bursel, Yomes Hukunala saat dirinya berorasi di depan masyarakat.


“Beta sebagai pemenang pertama di desa ini pada Pileg kemarin menggaransikan kemenangan AJAIB. Karena itu tanggal 9 samua basudara yang ingin perubahan pilih nomor 1, jangan ragu sebab perubahan hanya ada di pasangan ini. Katong menang di 4 kecamatan jadi tidak perlu ragu,” ungkap Hukunala.

Katanya, tidak ada kata lain dan alasan untuk tidak memilih pasangan AJAIB, apalagi jika ada orang-orang yang membawa isu bahwa pasangan ini muslim sehingga tidak akan mendapat suara di kalangan kristen merupakan pembodohan besar bagi masyarakat.


“Ini instruksi partai, tidak alasan untuk tidak memilih pasangan Ajaib, kalau ada yang bilang jangan pilih AJAIB karena mereka pasangan muslim jangan termakan isu itu, katong samua sudah merasakan 10 tahun seperti apa kan, dan untuk itu, jika ingin perubahan maka pilih pasangan AJAIB,” pungkasnya. 


Salah satu Tim pasangan AJAIB, Yakub Seleky mengaku bahwa di Desa Waelo, pasangan nomor urut satu akan unggul di desa tersebut.

"Pasti nomor satu menang 70 sampai 80 persen," tutupnya. (SBS/02)

- - - - - - - - -



Jakarta, SBS

Partai UKM (Usaha Kecil Menengah yang baru usai me-launching keberadaannya secara Virtual/Online pada Selasa 10 November 2020 di Hotel Lumire Jakarta Pusat. Partai berbasis pelaku UKM ini juga memperkenalkan Ketua Umum H. Bustan Pinrang, Sekretaris Jenderal Syafrudin Budiman dan Bendahara Umum Nurjannah.


Selain itu juga memperkenalkan logo dan tanda gambar partai, serta memperkenalkan 7 garis besar perjuangan Partai UKM. Adapun 7 garis besar tujuan Partai UKM, diantaranya; 1. Keadilan Sosial, 2. Kesejahteraan, 3. Kesetaraan Ekonomi, 4. Kemajuan Ekonomi,5. Ekonomi Kerakyatan, 6. Persamaan Hak, 7. Penegakan Hukum.


"Partai UKM didirikan untuk menampung aspirasi dan perjuangan kalangan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), Koperasi dan Industri Kecil Menengah (IKM). Partai UKM juga mengakui dan memperkokoh Pancasila sebagai dasar negara, dan landasan Partai UKM berasaskan Pancasila, sehingga Partai UKM adalah Partai Nasionalis Berbasis Ekonomi Kerakyatan," Syafrudin Budiman SIP, Sekretaris Jenderal Partai UKM, melalui rilisnya, Sabtu pagi (14/11/2020).


Menurut Gus Din sapaan akrab Syafrudin Budiman SIP yang juga Mantan Aktivis Mahasiswa Surabaya 1998 ini, Partai UKM didirikan oleh banyak kalangan masyarakat. Diantaranya, Pengusaha, Pengacara, Pelaku UKM, Konsultan Media, Jurnalis, Notaris, Pedagang Pasar, Aktivis Pemuda, Aktivis LSM, Aktivis Perempuan dan Relawan Politik.


Berikut Nama-Nama 60 orang Deklarator dan Pendiri Partai UKM;


1. H. Bustan Pinrang (Pengusaha/Pelaku Koperasi dan UKM)

2. Syafrudin Budiman SIP (Konsultan Media)

3. Nurjannah (Pelaku UKM)

4. Andi Salmiah (Pengusaha/Dirut PT. PAM )

5. Abd Rahman, SH (Pengacara/Relawan Politik)

6. Dilla Damayanti, M. Kes (Aktivis Perempuan)

7. Diah Warih Anjari (Pengusaha/Aktivis Perempuan)

8. Rosmida Nasution (Pengusaha)

9. R.M. Husin Jamahir (Pengusaha/Dirut PT. Nuansa Musi/Komisaris PT. Sinergi Nusantara)

10. Muliansyah Abdurrahman (Jurnalis)

11. Rahmat Hidayat (Jurnalis)

12. Elvis Charles Lahallo (Jurnalis)

13. Agus Meni, S.I.Kom (Relawan Politik)

14. Yasmidi (Aktivis LSM)

15. Dipl. T Peratikno Rizky, SE (Pengusaha/Konsultan Hukum Kelautan & Perikanan/Dirut PT. Mutiara Indo/Dirut PT. MIMG)

16. Andhika Laksana, SH (Pengusaha)

17. Jeannie Mulyani (Relawan Politik)

18. Nur Amin (Pelaku UKM)

19. Suwarso (Pelaku UKM)

20. Aisyah Miraza (Pedagang Pasar)

21. Eliya Nur Hidayati (Pedagang Pasar)

22. Nur Sarwi (Pedagang Pasar)

23. Rudi Sinaga (Relawan Politik)

24. Muhri, S.Pd (Jurnalis)

25. MEIKA ARDHIANTO (Jurnalis)

26. Bekti Kustini (Pedagang Pasar)

27. Muhajir. S.Kep, Ners, MMR (Tenaga Medis/Pengusaha)

28. Tri Nurhayat (Aktivis LSM)

29. Asep Andi (Relawan Politik)

30. Fauzi, SH, MH (Pengacara)

31. Wijaya Kusnaryanto (Jurnalis Senior)

32. Sandra Devy, SH, Mkn. (Notaris)

33. Mustamin (Pelaku UKM)

34. Greta. Katoppo (Aktivis Perempuan)

35. Agus Suryadi (Jurnalis)

36. Ahmad Anas Arifin (Musisi)

37. Darwis (Pelaku UKM)

38. Bambang Jatnika Baroy (Tokoh Pemuda)

38. Anas Toha (Pengusaha)

39. Abdullah Amas (Aktivis Pemuda)

40. Sudikman HM, SPd (Guru)

41. Africo (Seniman)

42.Jalaluddin (Jurnalis)

43. Rouf Qusa'iri (Aktivis Pemuda)

44. Usra Waliulung (Aktivis Pemuda)

45. Ningsih (Aktivis Perempuan/Pelaku UMKM)

46. Nurhayati (Pelaku UKM)

47. M. Safiih (Pedagang Pasar)

48. Nur Ali (Pelaku UKM)

49. Yunita Veronica, P. SH (Penggiat UMKM)

50. Ismail (Pelaku UKM)

51. Siti Hardiyanti (Pelaku UKM)

52. Muharrir, SH (Pelaku UKM)

53. H. Darwin (Pelaku UKM)

54. Amirudin (Pelaku UKM)

55. Hamsah A., SE, M.si (Pelaku UMKM)

56. Saifudin Zuhri. SH (Perbankan)

57. Suparto, S.Sos, MM. (Akademisi)

58. Andi.Bahar Asmar (Pengusaha)

59. Yakub (Jurnalis Senior/Ketua Umum IMO).

60. Nur Asiyah Ika Ningsih (Tenaga Pendidikan).


"Partai UKM memperjuangkan kalangan pengusaha kecil dan menengah, koperasi dan UKM untuk terus berkembang dan maju di Indonesia sebagaimana visi Indonesia Maju Presiden Jokowi. Kedepan pemerintah harus menyediakan jasa Simpanan dan Pembiayaan skala mikro, kepada masyarakat, untuk memperluas lapangan kerja, dan dapat berperan sebagai instrumen pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat," pungkas Gus Din. (SBS-Rls/GD-01)

- - - - - - - - -


Namlea, SBS 

Kedatangan Kabid Humas Polda Maluku Drs Kombes  M. Roem di dampingi Wakapolres Pulau Buru Kompol Bachri Hehanussa dan Kaur Sub Humas Polres Pulau Buru, Jamaluddin di lokasi pembangunan  Graha insan  HMI cabang Namlea pada pukul 10.00 di sambut oleh ketua Umum HMI Cabang Namlea Ridwan Litiloly dan para pengurus Cabang Ketua panitia pembangunan Graha insan cita HMI cabang Namlea Imran Barges.


Saat tiba, kabaid Humas langsung ke lokasi pembangunan Graha insan cita, ia berbicang - bicang terkait peletakan batu pertama bangunan tersebut.


Roem memberikan apresiasi kepada pengurus Cabang dan panitia. Disana Roem menjelaskan bahwa peletakan batu pertama bangunan tersebut sudah dilakukan oleh kakanda Akabar Tanjung  pada hari Kamis 07 Februari 2013, tepat 7 tahun silam dari kepengurusan Harkuna Litiloly, Ilman Namkatu, Ali Hintuhu, Akmal Mahatelu, sampai kepengurusan cabang Ridwan Litiloly baru pondasi di buat dan pelaksanaan pembangunan Graha insan cita HMI cabang Namlea bisa di laksanakan.


Kepada wartawan dilakoasi pembangunan, Kombes Pol M, Roem Ohoirat mengatakan “Saya di sela kunjungan kerja exsistesi Mantap praja ke Polres Pulau Buru menyempatkan diri untuk datang ke pembangunan Graha insan cita HMI cabang Namlea pada 2013 yang peletakan batu pertama oleh Senior kita Bang Akbar Tanjung ,” ucapnya.


Kata Roem, dari peletakan batiu pertama sampai saat ini baru mulai dilakukan pembangunan, padahal itu sudah 7 tahun silam dan gedung ini seharusnya menjadi tanggung jawab semua orang yang bernaung di bawa payung HMI.


“Sebagai senior, saya berharap kepada panitia pembangunan Graha insan cita HMI cabang Namlea agar bisa berkomunikasi dengan Alumi -Alumi yang di pulau Buru ini, dan di luar pulau Buru, karena Alumi HMI banyak tersebar dimana-mana,” kata Roem.


“Saya pernah menjadi ketua komisariat ilmu sosial dan ilmu politik Unipati di kepengurusan cabang Ambon periode Irwan Sibua, saya pendidikan di HMI sampai LK III  Bersama  Didi  Kirnadi,” jelasnya.


Ia juga menghimbau kepada semua kader HMI untuk merasa sepenanggungan terhadap pembangunan gedung tersebu.


“Ini merupakan rasa tanggung jawab diantara kita untuk menyelesaikan pembangunan ini , setelah letakan batu pertama 2013 oleh Bang Akbar Tanjung sala seorang senior kita sungguh memprihatikan karena sudah 7 tahun dan sudah banyak Alumi yang ada tapi gedung belum juga terselesaikan,” kata Roem selaku senior HMI yang juga Kabid Humas Polda Maluku.


Selain itu, Wakapolres Buru Kompol Bachri Hehanussa turut berkontribusi dan mendukung pembangunan Graha insan cita HMI cabang Namlea.

 

Hehanussa menjelaskan bahwa panitia pembangunan Graha HMI cabang Namlea tidak memiliki modal untuk pembangunan bahkan pelaksanaan pondasi, mereka menggadaikan motor.


“Tapi semangat mereka luar biasa,” ucapnya.


Selain ketua panitia pembangunan Graha insan cita HMI cabang Namlea Imran Barges dan ketua HMI cabang Namlea Ridwan Litiloly dan para pengurus Cabang menyampaikan Terima kasih buat Kabid Humas Polda Maluku Drs Kombes M,Roem , Ohoirat dan Wakapolres pulau Buru Kompol Bachri Hehanussa dan Kaur Humas Polres Pulau Buru yang sudah menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi pembangunan Graha insan cita HMI cabang Namlea. (SBS/9)

- - - - - - -


Namrole, SBS
Salah satu tujuan pasangan Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB) maju berkompitisi dalam perhelatan Pilkada Buru Selatan (Bursel) tahun 2020 ini adalah ingin menciptakan sumber daya masyarakat yang gunggul dan mampu bersaing dengan masyarakat di daerah lain.

“Kami ingin meciptakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan mampu bersaing dengan masyarakat di daerah-daerah lain, untuk itu kami akan menghadirkan Balai Latihan Kerja untuk mengajarkan dan memberi pelatihan bagi masyarakat kami supaya dapat dilatih dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” kata Calon Bupati Hadji Ali kepada wartawan, Selasa (10/11/2020) di Namrole.

Hadji Ali yang juga pembisnis di bidang perkapalan ini menguraikan, dalam visi misi pasangan AJAIB, kesejahteraan dan kemerdekaan masyarakat Bursel adalah yang terutama baik itu dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, agama maupun budaya.

Sebab, kata Hadji Ali, jika semua itu dapat diwujudkan, maka kabupaten Bursel akan melahirkan SDM yang handal dalam segala bidang.

“Apalagi jika semua itu singkron dengan sistem pemerintahan yang dikelola dengan baik, cepat dan transparan sudah pasti Bursel akan berkembang pesat karena SDMnya unggul dan sistem pemerintahannya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Tak sampai disitu, Hadji Ali selalu menyuarakan pembangunan dari desa ke kota. Dan untuk mendukung itu, segala akses juga perlu dibangun untuk menunjang program tersebut.

“Kami juga akan memperkuat dan mengembangkan konektifitas desa dengan kota, membangun infrastruktur, seperti penyediaan LCT, pelabuhan, transportasi, akses jalan, dan telekomunikasi sehingga hasil bumi dari masyarakat di desa dapat dibawa ke kota. Dengan demikian pembangunan ekonomi di desa akan tumbuh pesat dan pertumbuhan ekonomi itu akan berlanjut sampai ke kota,” akuinya.

Terlepas dari itu, untuk mewujudkan manusia Bursel yang religius, berbudaya berbasis kearifan lokal, maka dalam programnya kedepan, AJAIB akan memperkuat edukasi dibidang keagamaan dan memperkuat pendidikan karakter bagi seluruh masyarakat.

"Jika SDM kita sudah berkualitas dan modern, kita juga akan memperkuat lagi dengan edukasi keagamaan, memperkuat budi pekerti dan pendidikan karakter bagi seluruh masyarakat Bursel. Tatanan tentang adat istiadat juga akan kami bicarakan supaya semua dapat tertata kembali sebagaimana seharusnya. Insentif tokoh - tokoh adat juga menjadi perhatian kami,” pungkasnya. (SBS/02)

- - - - - - - -


Namrole, SBS 

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel), Hadji Ali dan Zainudin Booy terus meyakinkan masyarakat bahwa mereka akan mensejahterkan masyarakat dengan pola pembangunan terbalik yakni membangun dari kampung ke kota.


Demikian disampaikan calon Wakil Bupati, Zainudin Booy saat berkampanye di desa Waemulang kecamatan Leksula, Kabupaten Bursel, Minggu (8/2/2020).


Dalam visi misi kami, kami akan melakukan pembangunan dari kampung ke kota, membangun dari Waemulang ke kota kabupaten. Sehingga semua pembangunan dapat merata di setiap kampung,” ucap Booy.


Katanya, pembangunan yang dilakukan dengan pola terbalik ini dimaksudkan agar masyarakat di kampung-kampung juga bisa merasakan seperti apa itu imbas dari pemekaran suatu daerah.


“Kami bedah dari yang lain, tidak seperti saat ini, kami akan memulai dari kampung supaya masyarakat dan semua saudara kita yang ada di kampung-kampung dapat menikmati pembangunan. Sebab pembangunan saat ini banyak dilakukan di kota dan imbasnya banyak masyarakat di kampung tidak merasakan apa itu pembangunan,” katanya.


Akibatdari pembangunan tersebut, lanjutnya, maka semua perputaran ekonomi tidak dapat berjalan dengan baik sebab banyak sekali kampung-kampung di Bursel tidak disediakan akses, fasilitas dan infrastruktur yang memadahi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di kampung-kampung.


“Sebab kalau kita perbanyak pembangunan di kota kasihan semua saudara kita di kampung-kampung. Kami juga ingin mereka menikmati pembangunan maka itu akses dari kampung ke kampung akan kami disediakan,” ujarnya.


Untuk itu, guna meningkatkan ekonomi masyarakat di kampung-kampung, maka pembukaan akses dan penyediaan infrastruktur sangat perlu di bangun di kampung-kampung.


“Kita akan buka akses, dan program saya dengan Pak Hadji itu menyediakan LCT yang nantinya digunakan oleh masyarakat untuk mengakut hasil-hasil pertaniannya. Begitu juga pelabuhan, transportasi laut, jalan tani dan akses telekomunikasi disetiap kampung juga menjadi perhatian kami. Kalau kami terpilih atas restu Tuhan dan leluhur, kami akan realisasikan semua visi dan misi kami sebab dengan begitu perputaran ekonomi akan semakin baik di kampung dan secara otomatis taraf hidup masyarakat di kampung-kampung juga semakin baik dan hasilnya Bursel akan berubah total menjadi kabupaten yang maju,” tutupnya. (SBS/02)

- - - - - - - -



Namrole, SBS 

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan Asriyadi Tomia menantang komitmen masyarakat Ambalau dalam Pilkada 9 Desember 2020. Tantangan Tomia ini hanya ingin membuktikan apakah masyarakat Ambalau mampu memenangkan pasangan Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bursel 5 tahun ke depan atau tidak.


Sebab, sebagai anggota DPRD yang memiliki basis kental di kecamatan Kepala Madan, Tomia yakin dengan kondisi lapangan di Kecamatan Kepala Madan, Pasangan AJAIB akan keluar sebagai pemenang dengan angka selisih jauh dari dua kandidat lain.


“Masyarakat disini mampu atau tidak Memenangkan pasangan AJAIB, jangan-jangan AJAIB menang lebih besar di Kecamatan Kepala Madan di bandikan di kecamatan Ambalau. Untuk itu beta datang ini untuk memastikan jangan sampai masyarakat Ambalau malu dengan kami masyarakat di Kecamatan Kepala Madan,” ucap Tomia saat berkampanye mendampingi pasangan AJAIB di Desa Lumoy, Kecamatan Ambalau, Kamis (5/11/2020).


Dikesempatan itu, Tomia menanyakan bahwa ada hubungan apa dua pasangan lain dengan masyarakat Ambalau, sehingga Pasangan AJAIB yang notabenenya adalah anak Kampung nantinya harus terasingkan di negeri sendiri.


“Ada Hubungan apa mereka dengan masyarakat Ambalau, ada hubungan apa mereka dengan kita?, mereka itu tidak punya hubungan apa-apa dengan masyarakat Ambalau tidak ada kan?,” tanya Tomia .


Seharusnya, lanjut Tomia, masyarakat Ambalau berbangga diri, bahwa ada anak kampungnya yang mampu berdiri bersaing dengan mereka-mereka yang menganggap bahwa kita masyarakat Bursel tidak mampu berdiri sejajar dengan mereka.


“Masyarakat disini harus bangga, ada Pak Booy sebagai wakil, kami masyarakat Sulawesi Tenggara juga bangga ada Pak Hadji sebagai Bupati. Dari itu saya menantang komitmen semua basudara Ambalau untuk bersama-sama dengan Pak Booy untuk memenangkan pertarungan ini. Jangan sampai masyarakat disini malu dengan masyarakat di kecamatan kepala Madan karena pasangan AJAIB menang banyak di sana,” ujarnya.


“Saya sebagai putera Kepala Madan, dan ada ketua Partai Gerindra Pak Ajadat Makasar juga dari kepala Madan menggaransikan bahwa pasangan AJAIB menang di Kecamatan Kepala Madan lebih dari 50 persen,” sambungnya.


Dengan demikian, Tomia berharap, pasangan AJAIB di kecamatan Ambalau harus menang lebih banyak dari angka kemenangan yang ada di Kecamatan Kepala Madan.


“Malu kalau angka kemenangan pasangan AJAIB disini kecil dari angka kemenangan pasangan AJAIB di Kepala Madan. Kami masyarakat Kepala Madan yang secara hubungan darah tidak ada saja bisa memenangkan Pasangan AJAIB dengan angka begitu besar lalu bagaimana dengan masyarakat Ambalau yang punya hubungan keluarga yang begitu dekat. Kan tidak wajar kalau AJAIB menang dengan angka sedikit. Maka disini kami uji komitmen semua basudara Ambalau,” teriaknya.


“Kami begitu menghargai Almarhum Pak Hakim Fatsey yang begitu berjasa bagi kami di dunia pendidikan di Kepala Madan, dan itu bagian dari semangat kami untuk memenangkan pasangan AJAIB. Malu kalau AJAIB kalah di Ambalau ini, kalau ada yang kurang-kurang, kalau ada yang salah hilangkan itu supaya katong bisa membuat perubahan bersama pasangan ini. Katong bisa menciptakan masa depan yang cerah bagi adik dan anak-anak kita,” tambahnya


Maka, lanjut Tomia, di Pilkada yang akan berlangsung tanggal 9 Desember ini, tidak ada kata lain selain memenangkan pasangan Nomor urut 1. Buktikan kalau masyarakat Ambalau itu komitmen dan tidak bimbang dalam menentukan pilihan.


“Jangan takut tekanan, kalau mereka kasih uang atau bantuan ambil, itu uang negara uang masyarakat, tapi ditanggal 9 Desember nanti coblos nomor 1, masa mereka yang tidak punya kampung tidak punya hubungan emosional bisa menang di sini kan tidak masuk akal. Harusnya mereka dibuat malu disini dengan membuat mereka kalah telak,” pungkasnya. (SBS/02)

- - - - - - -

Pasangan AJAIB di Desa Lena, Kecamatan Waesama 

Namrole, SBS  

Tak bisa dipungkiri lagi, tanggal 9 Desember, pasangan nomor urut 1, Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB) akan terpilih sebagai bupati dan wakil Bupati untuk menggantikan bupati Bursel saat ini, Tagop Sudarsono Soulisa.


Sebab kehadiran pasangan AJAIB ditengah-tengah masyarakat begitu membawa pengaruh besar dan mendapat respon luar biasa dari masyarakat yang ditemui pasangan dengan jargon #AnakKampong ini.


Wartawan media ini melaporkan, kehadiran pasangan AJAIB disetiap kunjungannya begitu di eluh-eluhkan oleh masyarakat bahkan masyarakat saat menyambut pasangan AJAIB sama seperti menyambut pemimpin yang dititipkan Tuhan bagi mereka.


Seperti yang terjadi di desa Lumoy, Kecamatan Ambalau dan Desa Lena, Kecamatan Waesama pada 5 November 2020. Dua desa ini sudah menjadi representasi kemenangan pasangan AJAIB di dua kecamatan tersebut.


Di desa Lumoy, pasangan AJAIB disambut oleh ratusan masyarakat ditepi pantai yang sudah menunggu kehadiran mereka sejak pagi hari. Antusias masyarakat desa Lumoy tidak bisa diragukan lagi, bahkan dari pernyataan masyarakat disana, penyambutan terhadap pasangan AJAIB adalah penyambutan paling meriah dari penyambutan pasangan-pasangan lainnya.


Karena selain anak kampong sendiri, pasangan ini menurut mereka sudah ditakdirkan untuk memerintah sebagai bupati dan wakil Bupati 5 tahun kedepan menggantikan Tagop sudarsono Soulisa yang telah habis masa jabatannya.


Walaupun dalam panas terik, masyarakat begitu antusias tanpa memandang keringat bercucuran mereka tetap siap dan berdiri bersama pasangan AJAIB di saat kampanye berlangsung.


Bahkan atas kecintaan mereka kepada pasangan AJAIB, mereka memintah agar pasangan ini dapat rehat dan bermalam untuk mengikuti malam berdendang dengan masyarakat di desa tersebut.


Hal yang sama juga terjadi di Desa Lena, kecamatan Waesama. Saat pasangan ini tiba di desa tersebut, ratusan masyarakat sudah berjejeran ditepi pantai sambil membawa bendera Golkar, Gerindra dan Gelora serta ranting-ranting kayu untuk menyambut dan mengantarkan pasangan tersebut ke tenda kampanye.


Penyambutan dipantai dilakukan dengan doa bersama kemudian masyarakat melakukan arak-arakan pasangan calon menuju tenda kampanye.


“Adakah?, Ada sayang, nomor berapa, nomor satu sayang,” ucap ratusan warga yang saling berbalas - balasan ketika mengatar pasangan menuju tenda kampanye.


Tak sampai disitu, mereka juga menyerukan bahwa tekad mereka sudah bulat untuk memilih nomor satu di tanggal 9 Desember nanti.


“Adakah?, ada sayang, coblos nomor berapa?, coblos Nomor satu sayang,” teriak mereka lagi.


Sungguh hebat penyambutan yang diberikan masyarakat desa Lena kepada pasangan AJAIB. Penyambutan ini tidak kalah mewah dengan penyambutan di desa-desa lain yang sudah dikunjungi.


Pasangan AJAIB sebelum memaparkan Visi Misinya berterima kasih kepada masyarakat di desa tersebut atas penyambutan yang begitu meriah.

Pasangan AJAIB di Desa Lumoy, Kecamatan Ambalau 

“Terima kasih untuk penyambutan dari semua saudara-saudara, kami minta dukungan doa agar kami dapat terpilih di tanggal 9 nanti dan bisa membawa perubahan bagi kita semua,” ucap calon Bupati, Hadji Ali.


Begitu juga dengan calon Wakil Bupati, Zainudin Booy, selalu merasa terharu dengan penyambutan-penyambutan disetiap desa yang mereka kunjungi.


“Kami tidak menyangka sambutan-sambutan kami disetiap desa begitu luar biasa. Kami sangat berterima kasih untuk itu baik di desa Lena maupun tadi kami di Desa Lumooy. Penyambutan ini sama dengan penyambutan-penyambutan di desa lain yang kami kunjungi. Mari bantu kami untuk terus berjuang dan kalahkan penjajah di tanah kita ini,” pungkasnya. (SBS/02)

- - - - - - - - -

Kepala Madan, SBS  

Ketua DPD II Partai Golkar kabupaten Buru Selatan (Bursel) Asriadi Tomia meminta semua masyarakat Sulawesi Tenggara agar tidak terpancing dengan isu sekelompok orang yang mengatakan bahwa masyarakat Sulawesi Tenggara itu “Badaki” alias kotor. Sebab isu semacam itu tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh mereka-mereka yang sengaja merusak nama baik keluarga besar masyarakat Sulawesi Tenggara yang ada di Bursel.


Namun Tomia dalam kampanye bersama pasangan AJAIB di Kecamatan Kepala Madan meminta jika itu sengaja dimainkan untuk memperburuk citra masyarakat Sulawesi Tenggara dimoment Pilkada ini maka sudah wajib hukumnya masyarakat berdarah Sulawesi Tenggara yang ada di Bursel untuk bangkit dan lawan dengan cara tidak mencoblos mereka yang menyebarkan isu tersebut.


“Ada kabar mereka bilang kita badaki. Hey, bangkit dan lawan, jangan coblos mereka. Mereka harus tau bahwa keluarga Sulawesi tenggara yang membiayai, yang menjual dan menghidupkan semua suku di kota Namrole. Itu artinya apa kita ini sukses, kita ini kaya, kita mampu, kita bukan seperti yang dikira kawan-kawan,” teriak Tomia saat berkampanye di beberapa desa di kecamatan Kepala Madan.


Tomia katakan, di Desa Pasir Putih, dan Desa Nanali menjadi penyumbang PAD terbesar di kabupaten Bursel karena banyak nelayan yang ikan - ikannya dikenakan pajak. Sehingga peran masyarakat Sulawesi Tenggara di Bursel tidak kalah penting. Namun sampai saat ini keberpihakan pemerintah dalam melihat anak-anak Kepala Madan untuk duduk di jabatan strategis di pemerintahan tidak ada.


“Bukan hanya itu, tapi yang jadi pertanyaannya saat ini berapa banyak anak-anak Pasir Putih, berapa banyak anak-anak Nanali, berapa anak-anak Kepala Madan yang menduduki jabatan strategis di pemerintahan,” ujarnya.


Selain itu, Tomia juga membeberkan ada dugaan penekanan yang dilakukan oleh oknum pegawai kantor Camat untuk menekan masyarakat Sulawesi Tenggara, tapi dirinya menghimbau supaya masyarakat tidak takut dengan tekanan-tekanan tersebut akan tetapi jika mereka semakin menekan maka masyarakat harus bangkit dan melawan kesoliman mereka.


“Kalau oknum pegawai kantor camat saja bisa tekan samua basudara, dia tidak takutkah beta anggota DPRD basar ini, ketua Partai Golkar Bursel. Beta bisa lebih dari itu. Jangan takut bangkit dan lawan. Ada juga katong punya dua basudara yang bajalang dari kampong ke kampong untuk provokasi itu usir mereka, bilang jangan bikin perpecahan di tengah keluarga,” paparnya.

Ia menuturkan, kekalahan AJAIB akan menjadi tanggungnjawab semua basudara Sulawesi yang ada di kecamatan Kepala Madan, sehingga tidak ada kata lain selain kata menang untuk pasangan AJAIB.


“Jangan bikin malu, banyak keluarga dari segala penjuru tanya dan bilang kalau bapak Hadji seng menang itu berarti beta tanggung jawab dan bukan beta saja, itu menjadi tanggung jawab semua basudara. Untuk itu mari memenangkan pasangan AJAIB, dan beta juga akan pertarukan diri beta untuk kemenangan Pak Hadji dan Pak Booy," tambahnya.


“Katong harus kuat, katong harus komitmen, katong harus bersatu untuk memenangkan pasangan Pak Hadji dan Pak Booy karena insya Allah perubahan besar untuk Kabupaten Bursel itu pasti terjadi,” pungkasnya. (SBS/Tim)

- - - - - - - - - - -