Select Menu

Berita Utama

Berita Virus Corona

Info Kota Ambon

News Politik

News Hukrim

loading...

Berita Kabupaten Buru

Kabupaten Buru Selatan

News Pariwisata


Namlea, SBS

Menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD Reguler ke-109 Kodim 1506/Namlea di 4 Desa, Kec. Namlea Kab. Buru, satgas TMMD bagikan Sarana Kontak kepada keluarga yang ditempati Rumahnya oleh anggota satgas TMMD Ke-109 dan warga masyarakat kurang mampu dan penyerahan Karpet sejada kepada Imam Masji, Selasa (20/10/2020).


Apa yang dilakukan oleh Satgas TMMD ke -109 Kodim 1506/Namlea itu merupakan wujud kepedulian Satgas TMMD kepada masyarakat.


Dansatgas TMMD Ke-109 Letkol Arh Agus Guwandi mengucapkan terima kasih kepada warga atas patisipasinya dan kerja samanya selama pelaksanaan Kegiatan TMMD.


"Dijelaskan juga tujuan bantuan Sarana Kontak ini, agar masyarakat dapat sedikit merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari khususnya masyarakat yang kurang mampu, serta adanya penyerahan karpet sajada Untuk Masjid agar semoga bermanfaat dan para warga semakin meningkatkan Iman dan ketakwaan kepada ALLAH SWT ,"ungkapnya.


Mewakili seluruh anggota Satgas TMMD Saya Selaku Dansatgas TMMD Ke-109 mengucapkan Permohonan maaf kepada warga apabila dalam pelaksanaan TMMD ada yang kurang menyenangkan dalam hati, dan apabila ada masalah segera melopokan kepada Babinsa untuk diselesaikan," ucapnya. (SBS/Rls)

- - - - - -


Namrole, SBS 

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Iqra Buru menggelar aksi demo di depan Kantor Bawaslu Kabupaten Buru Selatan, Sabtu (17/10/2020).


Aksi demonstrasi yang dilakukan tersebut dalam rangka menyoroti berbagai dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan oleh Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa, Camat Kepala Madan Masri Mamulati dan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 3, Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliaser Selsily (SMS-GES).


Pendemo yang dikoordinir oleh Muhammad Tan Karate selalu Koordinator Lapangan (Korlap) sekaligus Ketua HMI Komisariat Hukum Universitas Iqra Buru dan turut didampingi oleh Ketua HMI Cabang Namlea, Muhammad Ridwan Litiloly itu dimulai pukul 12.00 WIT di perempatan depan  Kantor Bawaslu Kabupaten Buru Selatan.


Mereka datang dengan menggunakan mobil pick up dilengkapi pengeras suara serta bendera merah putih dan benderah HMI.


Andi Solissa dalam orasinya diselah-selah demo itu menilai Bawaslu Kabupaten Buru Selatan tidak lagi independen dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.


"Hari ini Bawaslu Kabupaten Buru Selatan tidak berdiri independensinya," teriak Solissa.


Menurutnya, Bawaslu harusnya menindak berbagai pihak yang menciderai konstitusi tentang Pilkada dan bukan sebaliknya Bawaslu ikut menciderai konstitusi tersebut.


"Hari ini saya mau sampaikan ke Bawaslu Kabupaten Buru Selatan bahwa kalian telah menciderai konstitusi. Ini lembaga independensi, bukan lembaga politik yang kemudian mengawal kepentingan oknum-oknum," paparnya.


Ia lalu mendesak agar Bawaslu dapat segera bergerak cepat untuk memproses pihak-pihak yang telah melakukan pelanggaran.


"Saya mendesak kepada Bawaslu Kabupaten Buru Selatan untuk memproses orang-orang yang hari ini telah menciderai konstitusi," tegasnya.


Sementara itu, Muhammad Tan Karate dalam orasinya mengatakan, Camat Kepala Madan sudah secara jelas melakukan pelanggaran sehingga, Bawaslu sudah sepatutnya menindak yang bersangkutan.


"Kami tahu dan telah beredar di media sosial, salah satu oknum yaitu Camat Kepala Madan telah menggunakan kekuasaan untuk membawa kepentingan salah satu person, salah satu pasangan calon, maka dari itu buktinya sudah jelas dan bukti telah mengetahui hal itu, maka dari itu kami perlu menegaskan peran dan fungsi Bawaslu yang dimana asas adil dan jujur yang harus diterapkan," paparnya.


Dalam orasinya itu, Karate turut mengutuk keras Bawaslu Kabupaten Buru Selatan yang terkesan diam menyikapi berbagai pelanggaran yang terjadi.


"Sebagai mahasiswa, sebagai agen of change kami mengutuk dengan keras Bawaslu Kabupaten Buru Selatan," tegasnya.


Ia menilai Bawaslu Kabupaten Buru Selatan sudah kendor dalam menjalankan peran dan fungsinya dalam mengawasi Pilkada Buru Selatan.


Menurutnya, semua pihak harusnya tidak takut dengan kekuasaan yang ada. Terlebih lagi harus melakukan pelanggaran karena takut dengan kekuasaan tersebut.


"Takut terhadap kekuasaan, kami Himpunan Mahasiswa Indonesia tidak takut terhadap kekuasaan. Kekuasaan itu berasal dari rakyat dan bukan berasal dari Bupati," paparnya.


Namun karena Bawaslu tidak serius dalam mengawasi tahapan Pilkada di daerah ini, maka bukan hanya Bupati dan Camat serta Kepala Desa, tetapi banyak staf Desa pun berani terlibat politik praktis.


"Bukan saja Bupati, tapi juga perangkat-perangkat desa yang terlibat, sebab dari hasil investigasi kami ada poskoh-poskoh pemenangan calon di kediaman perangkat-perangkat desa. Dimana peran dan fungsi Bawaslu," tanya Karate.


Sedangkan, Afdal Souwakil dala orasinya mendesak Bawaslu untuk segera memanggil dan memeriksa Bupati Tagop Sudarsono Soulisa serta Camat Kepala Madan Masri Mamulati terkait denga dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan.


"Kami minta kepada Bawaslu Buru Selatan untuk segera memanggil Tagop Sudarsono Soulisa dan Camat Kepala Madan yang saat ini telah melakukan politik praktis," pintanya.


Menurutnya, Bawaslu harus menindak mereka-mereka yang terlibat melakukan politik pelanggaran Pilkada, baik itu Bupati, Camat Kepala Madan, Kepala Desa, BPD hingga pasangan SMS-GES.


"Kami minta agar Bawaslu segera menindak lanjuti pelanggaran yang dilakukan oleh Camat Kepala Madan, belum lagi ditambah Kepala-Kepala Desa yang ada di Kabupaten Buru Selatan, dalam hal ini saudara Bupati telah menekan kepala-kepala desa, telah menekan BPD dan perangkat-perangkat desa lainnya agar segera melakukan politik praktis salah satu pasangan calon nomor urut 3, yaitu SMS-GES," paparnya.


Apalagi, lanjutnya, dalam setiap kampanye yang dilakukan oleh SMS-GES, termasuk yang melibatkan Bupati ternyata turut menggunakan berbagai fasilitas negara seperti berbagai kendaraan roda empat maupun speed boat.


Sedangkan, Ketua HMI Cabang Namlea, Muhammad Ridwan Litiloly dalam orasinya menilai bahwa Bawaslu Kabupaten Buru Selatan tak lagi bertaring dalam menjalankan tugasnya.


"Hari ini saya mau sampaikan bahwa taring Bawaslu telah patah," katanya.


Sebab, sebenarnya Bawaslu Kabupaten Buru Selatan cukup paham bahwa selaku ASN, Camat Kepala Madan dilaramg terlibat politik praktis.


"Undang-Undamg melarang ASN terlibat politik praktis tapi Camat Kepala Madan telah terlibat secara langsung," paparnya.


Namun anehnya, Bawaslu yang sudah mengetahui berbagai pelanggaran yang terjadi masih saja terkesan tutup mata.


Olehnya itu, pihaknya pun menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Bawaslu Kabupaten Buru Selatan yang diragukan independensinya.


"Bawaslu telah menutup mata terhadap pelanggaran pelanggaran yang terjadi. Saya menyampaikan Mosi tidak percaya kepada Bawaslu Kabupaten Buru Selatan," teriaknya.


Sedangkan, Abu Bahta dalam orasinya memgatakan bahwa masalah keterlibatan Camat Kepala Madan dalam proses kampanye terselubung untuk memenangkan pasangan SMS-GES telah menjadi viral dan sangat alot dibahas di Kabupaten Buru Selatan hingga nasional.


Namun, anehnya, sampai hari ini Bawaslu terkesan kurang meresponinya.


"Sebagai lembaga pengawas pemilu, lagi-lagi menurut saya rombak saja gedung ini, tak ada fungsi. Kita mengacuh pada peraturan hari ini Camat Kepala Madan melanggar konstitusi, menciderai nilai-nilai demokrasi. Lalu apa lagi yang Bawaslu tunggu. Proses ini berikan sanksi kepada ASN sekaligus kepada kandidat yang dikampanyekan oleh saudara Camat," tegasnya.


Ia menilai Camat telah berselingkuh dengan kekuasaan yang dipimpin oleh Bupati Tagop Sudarsono Soulisa untuk memenangkan SMS-GES.


"Buat apa lagi, bukti kongkrit ada secara visual, video ada. Kenapa  tidak diproses, kalian digaji tapi justru menggunakan gaji dari negara ini untuk duduk, boboh, lalu memantau kondisi demokrasi hari ini yang lagi-lagi saya katakan bahwa jauh dari nilai-nilai demokrasi atau cacat," paparnya.


Tambahnya, bubarkan saja lembaga ini karena mereka cuma duduk saja dan memantau kondisi demokrasi kita hari ini yang kemudian hari ini cacat.


"Yang dilakukan hari ini memalukan dan tidak terpuji karena telah mengintimidasi setiap Kepala Desa dan perangkat-perangkat desa. Ini sangat lucu," ucapnya.


Jika Bawaslu tidak tegas dalam menyikapi masalah ini, ditakutkan setiap Camat maupun Kepala Desa serta ASN lainnya akan turut mencontohi pelanggaran semacam ini.


"Ketika masalah ini tidak ada efek balik, saya sarankan robohkan saja Bawaslu, lalu kita jalan saja, karena pelanggaran pun tidak diproses. Lembaga ini hanya ada gedungnya, orang-orang di dalamnya makan gaji lalu lupa tanggung jawab sebagai Bawaslu hari ini. Tunggu apalagi, buktinya ada kok, dia ASN, seorang Camat yang mengintimidasi hanya persoalan perut dan kekuasaan beliau, beliau tindas seluruh perangkat desa yang ada di Kecamatan Kepala Madan. Hal ini, saya tidak mau dicontoh oleh Camat-Camat yang lain," tuturnya.


Ia berharap Bawaslu Kabupaten Buru Selatan tidak harus beretorika dengan aturan yang sering disampaikan, namun tidak konsisten dalam menerapkannya.


"Jangan hanya paparkan aturan di media sosial lalu ingkari, kalian terlalu lebay," ujarnya.


Tambahnya, jika aksi demo yang dilakukan ini tak ditanggapi serius oleh Bawaslu, maka aksi demo berkelanjutan akan dilakukan pihaknya terus menerus.


Sedangkan orator lainnya, Risman Rosman dalam orasi mengaku sangat prihatin dengan kinerja Bawaslu setempat.


"Bapak-Babak, Kakanda-Kakanda, Abangda-Abangda yang kemudian berada di dalam lembaga selaku pengawas pemilu yang ada di Buru Selatan, hari ini lagi-lagi lebih baik saya ucapkan innailaihi wainailaihi rojiun kepada Kakanda-Kakanda sekalian kalaupun masalah ini Abangda tidak mampu menindaklanjuti sampai tuntas," katanya.


Menurutmya, aksi demo yang dilakukan pihaknya ini tidak ditunggangi oleh Paslon satu pun di Buru Selatan, tetapi sebagai mahasiswa, sebagai agen of change, sebagai lembaga yang memperjuangkan tentang hak-hak demokrasi masyarakat, pihanya merasa penting untuk memastikan agar demokrasi ini berjalan sebagaimana mestinya.


"Berbicara tentang regulasi di negeri ini sebagian diikuti dan sebagian tidak dipatuhi. Dipatuhi untuk masyarakat yang lemah dan tidak berlaku untuk mereka-mereka yang berada pada puncak kepemimpinan," paparnya.


Ia meminta agar Bawaslu dapat segera menindaklanjuti kasus kampanye SMS-GES oleh Camat Kepala Madan dan memberikan sanksi tegas krpada setiap orang yang terlibat dalam pelanggaran tersebut.


"Saya tekankan dan ingatkan kepada Abangda selaku Ketua Bawaslu Buru Selatan bahwa secepatnya kemudian menindaklanjuti, menegur salah satu ASN yang bekerja 100 persen secara totalitas untuk memenangkan salah satu Paslon yang ada di Buru Selatan," ucapnya.


Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Buru Selatan Umar Alkatiri yang didampingi dua Komisioner Bawaslu setempat yakni Husein Pune dan Robo Souwakil terlihat menemui pendemo pukul 12.17 WIT, namun pendemo tetap melanjutkan orasinya dari perempatan Kantor Bawaslu hingga depan kantor Bawaslu.


Pada pukul 12.45 WIT, barulah pendemo melalui Ketua Cabang HMI Namlea, Muhammad Ridwan Litiloly membacakan 5 poin tuntutan mereka, yakni:

Pertama, Meminta Bawaslu Buru Selatan agar segera memanggil Camat Kepala Madan untuk memberikan keterangan dan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku; 


Kedua, Meminta kepada Bawaslu untuk lebih meningkatkan Pengawasan terhadap sosialisasi, konsolidasi dan Kampanye terselubung yang dilakukan di tingkat Kecamatan dan Desa melalui Panwas Kecamatan dan Panwas Lapangan;


Ketiga, Meminta kepada Bawaslu Buru Selatan untuk memberikan sanksi tegas kepada ASN, Pemerintah Desa, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;


Keempat, Meminta tanggapan dan penjelasan Bawaslu terkait keterlibatan Pemerintah Desa dalam Kampanye Pasangan SMS-GES di Desa Pohon Batu dan beberapa desa lainnya;


Kelima, Meminta Bawaslu segera menindaklanjuti surat teguran kepada Bupati Buru Selatan terkait keterlibatannya dalam kegiatan sosialisasi dan kampanye pasangan SMS-GES di beberapa tempat.


Menanggapi orasi dan pernyataan sikap mereka, Ketua Bawaslu Kabupaten Buru Selatan, Umar Alkatiri mengatakan bahwa berbagai informasi terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Camat telah ditindaklanjuti oleh Bawaslu.


"Terkait dengan informasi yang beredar di media, baik media sosial maupun media elektronik, dalam hal ini terkait Camat Kepala Madan, kami Bawaslu Kabupaten Buru Selatan telah mengambil sikap dengan langkah kami terhadap informasi tersebut," katanya.

Lanjutnya, tindak lanjut tersebut berupa pembentukan tim untuk menelusuri masalah tersebut mulai tanggal 10 Oktober 2020.


"Pak Robo Souwakil beserta tim yang telah dibentuk sebagai tim penelusuran telah melaksanakan tugas mereka untuk melaksanakan atau melakukan penelusuran di Kecamatan Kepala Madan," terbangnya.


Bahkan, lanjutnya, Robo Souwakil bersama tim telah kembali dari proses penelusuran di Kecamatan Kepala Madan.


"Hasilnya kemarin Pak Robo Souwakil telah tiba di Namrole dan telah kami secara bersama-sama membahas secara internal atas hasil penelusuran Pak Robo dan teman-teman yang tergabung dalam tim penelusuran," urainya.


Selanjutnya, pihaknya akan memutuskan hasil penelusuran tim tersebut terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Camat Kepala Madan.


Sedangkan, tambahnya, terkait dengan Bupati Buru Selatan dalam melakukan kegiatan kunjungan kerja dan setelah itu bersamaan pula dengan adanya kampanye salah satu pasangan calon telah diresponi pula oleh pihaknya.


"Tetapi untuk saudara-saudara ketahui terkait dengan kunjungan kerja Beliau dalam hal kunjungan pemerintahan, itu kami dari lembaga Bawaslu tidak punya kewenangan untuk melarang Beliau melakukan kunjungan kerja pemerintahan, tetapi kami berkewajiban untuk mengawasi kegiatan-kegiatan kunjungan pemerintahan itu jangan sampai ada sisipan kegiatan kampanye di saat atau bersamaan dengan kegiatan kunjungan pemerintahan dan itu sudah kami lakukan," ucapnya.


Lanjutnya, bahkan berbagai informasi yang didapatkan sementara diproses dan akan pula diputuskan oleh Bawaslu.


"Saudara-saudara ketahui pula terkait dengan adanya informasi atau temuan, itu sedang diproses dan akan diputuskan juga dari hasil proses itu," ucapnya.


Katanya, Bawaslu tidak seperti yang disampaikan oleh orator demo yang katanya hanya menunggu laporan.


"Mohon maaf, Bawaslu Kabupaten Buru Selatan dengan jajaran kami di tingkat bawa, kami ada tiga tugas kami, selain menerima laporan, kami juga melakukan pengawasan terhadap berbagai tahapan dalam pemilihan. Dalam hasil pengawasan, apabila menemukan pelanggaran, maka wajib untuk ditetapkan sebagai temuan," jelasnya.


Ia mengaku Bawaslu tetap komitme melaksanakan tanggung jawab sebagaimana amanat yang diberikan.


"Laporan maupun, maupun informasi, perlu saudara-saudara ketahui, Alhamdulillah syukur, Tuhan sayang Katong Bawaslu sampai hari ini Katong komitmen dengan menindaklanjuti itu, baik laporan, baik temuan maupun informasi. Kami tidak tinggal diam untuk semua itu," katanya.


Bahkan, lanjutnya, pihaknya juga telah menerima laporan dari pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati nomor Urut 1, Hadji Ali-Zainudin Booy terkait sejumlah dugaan pelanggaran Pilkada.


"Baru juga kemarin ada salah satu pasangan calon sebagai pelapor, menyampaikan laporan dan laporan itu kami menerima dan sedang kami proses," katanya.


Tambahnya, Kami ini lembaga pengawasan, ada kewenangan mana yang merupakan tugas dan tanggung jawab kami dan ada juga yang bukan kewenangan kami. Tidak semuanya menjadi tanggung jawab kami, kami dibatasi juga dengan kewenangan-kewenangan, tidak semuanya menjadi eksekutor di kami, ada pihak-pihak dan lembaga lain yang nantinya atas dasar informasi, atas dasar laporan dan atas temuan itu, kami limpahkan atau kami serahkan pada pihak-pihak atau lembaga-lembaga yang lebih berwenang terhadap persoalan atau dugaan pelanggaran itu. 


"Jangan menganggap semua persoalan dalam pemilihan ini ada dan menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga ada lembaga-lembaga lain sebagai lembaga yang punya kompeten terhadap apabila ada dugaan pelanggaran dari pada hasil keputusan Katong, yang kami serahkan atau limpahkan," tuturnya.

 

Setelah mendengar tanggapan Alkatiri tersebut, pendemo kemudian meninggalkan lokasi tersebut secara damai pukul 13.00 WIT. (SBS/01)

- - - - - - - - - - - -


Namrole, SBS

Ternyata praktek kampanye yang dilakoni oleh Camat Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan yang mengkampanyekan pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Buru Selatan nomor Urut Tiga, Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliaser Selsily (SMS-GES) sudah sering dilakukan.


Sebab, setelah beredarnya video kampanye Camat berdurasi delapan menit tujuh detik, kini beredar lagi video kampanye sang Camat berdurasi 10 menit 25 detik.


Dimana, di dalam video tersebut terlihat jelas Camat sedang menggelar rapat bersama seluruh Kepala Desa se Kecamatan Kepala Madan di kantornya awal September 2020 lai.


Di dalam rapat tersebut, materi yang disampaikan oleh Camat mirip dengan materi yang disampaikan Camat dala video berdurasi delapan menit tujuh detik yang telah ramai beredar.


Dimana, dalam arahan yang disampaikan Camat berdasarkan arahan yang diduga Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, maka setiap Kepala Desa diwajibkan untuk membuat data peta block untuk mengetahui kekuatan SMS-GES di Kecamatan Kepala Madan untuk nantinya dipersentasikan.


"Peta block by name by Address dan semua masing-masing desa persentase ke Antua dan Antua mau lihat data itu. Karena Antua berfikir yang pertama, orang kan baku lapor, to? Orang baku tusuk kesana kemari dengan ada kalanya orang itu tidak kerja tapi dong topu dada bilang dong kerja sehingga dong salahkan kepala desa," kata Camat.


Menurut Camat, Kepala Desa harus menunjukkan loyalitas untuk memenangkan pasangan SMS-GES.


"Dong bilang Kepala Desa tar kerja, dong turun evaluasi begini-begini, dong tuduh Kepala Desa tar kerja, padahal kepala desa kerja. Antua inikan tar bisa bacarita begitu, harus data," paparnya.


Camat pun menjelaskan bahwa ia sudah diarahkan untuk mengarahkan para Kepala Desa agar para Kepala Desa dapat segera menyiapkan peta block pendukung SMS-GES dan calon lainnya.


"Antua tadi baru SMS Beta lai, antua kasih ingat Beta lai. Beta bilang Bapa Katong ada rapat ada pertemuan ini Pak. Antua bilang sampaikan kepada kepala desa. Sampaikan Bapa pesan sampaikan by name by Address data peta block. Yang pertama Bunda (SMS) di Desa Waepandan berapa, yang abu-abu berapa. Jadi dia punya nama-nama langsung, yang lawan," jelasnya. 


Menurutnya dalam video itu, Pilkada Bursel akan digelar dengan tiga pasangan Calon.


"Inikan kemungkinan cuma tiga kandidat, kemungkinan. Uli Pawa-Masrudin berapa, Hadji Ali-ZB berapa, bunda su berapa? Biking data nanti Katong iko perkembangan, semua berapa, semua pakai tulis begitu, bawa masing-masing persentase. Antua pung salam begitu for Beta," terangnya.


Lanjutnya lagi, setelah data block itu disiapkan, maka setiap Kepala Desa wajib mempersentasekannya langsung.


"Beta tar sampaikan sendiri, nanti Katong semua pigi, lalu masing-masing cerita dengan Antua," katanya.


Iapun membeberkan bahwa dari evaluasi yang dilakukan, ternyata sejumlah desa di Kepala Madan belum memberikan dukungan yang maksimal kepada SMS-GES.


"Karena memang dari hasil evaluasi Kepala Madan Katong masih eror sedikit Balpetu, Air Ternate, terus di desa Kecil Waeha, Waeha itu masih eror. Waepandan untuk sementara masih diangka persentase 50:50 karena sapa lawan itu, mantan Kepala Desa lawan, Ketua BPD lawan," ucapnya.


Sedangkan, lanjutnya, untuk Desa Bala-Bala dan Desa Batu Layar sejauh ini telah aman.


"Emguhen belum aman, permintaannya hanya 1, ganti Kepala Desa, makanya surat sudah masuk ke Beta dan Pak Sekda untuk segera evaluasi Kepala Desa sampai selama 1 bulan tidak ada perubahan, maka Beta siapkan, Beta usulkan penjabat Caretaker untuk dimasukkan ke Pak Bupati. Ini su tingkat surat masuk begitu, untuk Emguhen," tegasnya.


Ia mengaku sangat serius mengevaluasi Kepala Desa Emguhen untuk segera diganti dengan Caretaker.


"Makanya evaluasi dari bulan delapan sampai September tanggal 3, 4 kalau tidak bisa lai, maka Katong cari Caretaker Pejabat untuk masuk ke Emguhen. Mungkin dari pegawai kantor Camat. Begitu," tuturnya.


Sebelumnya diberitakan, Asisten Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Pengawasan Bidang Penerapan Nilai Dasar, Kode Etik dan Kode Perilaku ASN dan Netralitas ASN, Nurhasni mengaku akan menunggu hasil kajian Bawaslu Kabupaten Buru Selatan terkait dengan kasus kampanye Camat Kepala Madan, Masri Mamulati yang mengkampanyekanCalon Bupati-Wakil Bupati Buru Selatan nomor urut 3, Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliaser Selsily (SMS-GES).


"Dari pemberitaan dan video dimaksud, kami belum dapat menyimpulkan karena kami prinsipnya menunggu hasil kajian Bawaslu Buru Selatan," kata Nurhasni kepada Kompastimur.com melalui pesan WhatsApp, Senin (12/10).


Lanjut lulusan S2 Jurusan Kebijakan Publik Yokohama National University Japan Tahun 2008 ini, setelah ada kajian tersebut, KASN akan mendalaminya lagi sebrlum memutuskan bentuk pelanggaran dan sanksi yang harus diberikan.


"Dan selanjutnya kami dalami untuk memutuskan pelanggaran dan sanksinya," ucap mantan Kabag Pelayanan, Pengaduan dan Informasi - Biro Hukip Kementerian PANRB tahun 2013-2015 tersebut.


Walau begitu, wanita yang memulai karier sebagai Sekertaris Lurah Kampung Baru-Parepare tahun 2000 ini menjelaskan bahwa perbuatan yang dilakukan di oleh camat tersebut berpotensi telah melanggar Undang-Undang (UU) Pilkada dan terancam dijatuhi sanksi pidana dan sanksi administrasi.


"Namun kami bisa mengatakan bahwa kalau perbuatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan terbukti dann adanya klarifikasi dan didukung bukti yang kuat, maka yang bersangkutan berpotensi melanggar UU Pilkada dan berpotensi dijatuhi sanksi pidana dan sanksi adminisratif berupa hukuman disiplin berat," papar mantan Asisten KASN Bidang Pengaduan dan Penyelidikan tahun 2015-2019 ini.


Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Buru Selatan, Umar Alkatiri yang hendak dikonfirmasi perihal tindak lanjut Bawaslu Kabupaten Buru Selatan atas kasus tersebut mengaku lagi pusing dan tak bisa memberi keterangan.


"Maaf Ketua lagi pusing jadi belum bisa memberikan keterangan," kata Alkatiri kepada anak buahnya untuk disampaikan wartawan yang sedang menunggu dan turut di dengar oleh wartawan.


Sementara dari pantauan media ini, Alkatiri memang terlihat agak sibuk dan sejak kedatangan wartawan di Kantor Bawaslu, Alkatiri diketahui sedang mengikuti rapat bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU) di ruang rapat Kantor Bawaslu.


Alkatiri terlihat beberapa kali keluar dari ruangan tersebut, tapi tak lama masuk lagi. Begitupun dengan personil GAKKUMDU lainnya, baik dari Satreskrim Polres Pulau Buru maupun Kejaksaan Negeri Buru.


Sebelumnya, Camat Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, Masri Mamulati diduga me­ngarahkan Kepala Desa, BPD, KPM, KPMD dan Kader Posyandu di Desa Biloro untuk meng­amankan pasa­ngan calon Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliaser Selsily (SMS-GES).


Arahan camat yang terekam dalam video berdurasi delapan menit tujuh detik itu, kini sudah beredar luas.


Dalam video yang diterima wartawan, Jumat (09/10) terlihat ca­mat yang didampingi Kepala Desa Biliro Sirajudin Longa se­dang memimpin rapat di malam hari.


Di awal video itu, camat men­jelaskan, yang dilakukan saat itu merupakan rapat koordinasi yang terkait dengan teknis pelaksa­naan akuntabilitas tupoksi masing-masing yang ada pada APBDes.


Kemudian camat pun menje­laskan, rapat yang dilakukan akan berujung pada sebuah kajian teknis terkait dengan Surat Edaran Menteri Desa, yaitu terkait dengan program 500 masker yang diper­un­tukkan le­wat anggaran Dana Desa dan ban­tuan dari dermawan yang khusus dispesifikasi masuk mulai dari anak umur 4 tahun ke atas.


“Dan prosesi data ini juga bagian dari formulasi buku induk desa se­hingga ini secara administrasi ter­instal semua penduduk desa yang ada di desa masing-masing,” kata camat.


Namun, pada menit 01.20 detik, tiba-tiba camat memerintahkan se­mua peserta rapat yang hadir untuk segera mengumpulkan hand­phone yang memiliki kamera.


Atas perintah camat itu, terlihat pe­rekam video yang telah melaku­kan perekaman secara diam-diam se­jak awal rapat pun turut meng­um­pulkan handphonenya di depan tanpa mema­tikan proses pereka­man, sehingga hanya terdengar suara pembicaraan hingga pada menit 02.10 detik, camat memulai pembicaraannya.


Tapi, tanpa sepengetahuan ca­mat, rekaman itu masih berlanjut dan kemudian diambil oleh pemilik hand­phone lagi dan mengarahkan kamera ke camat yang asyik ber­bicara.


“Terkait sadar atau tidak sadar perangkat desa, BPD, KPM, KPMD yang mendapatkan insentif dari Alokasi Dana Desa maupun DD, itu tetap mengacuh pada se­buah sistem komando,” kata Camat.


Camat menjelaskan, sesuai arahan bupati, semua pihak yang menda­pat­kan insentif dari Alokasi Dana Desa dan Dana Desa harus tertib menga­man­kan kepentingan pemimpin.


“Yang pertama bahwa katong se­mua berada dalam satu police da­lam konteks pengamanan kepenti­ngan, bahwa dalam tertib admi­nistrasi mau­pun tertib loyalitas, se­mua mengacuh pada 1 komando sesuai arahan Pak Bupati, bahwa salah satu angka presentasi untuk mendapatkan peta blok masing-masing kekuatan pada momentum 2020 tanggal 9, maka se­mua yang memiliki insentif dari Alokasi Dana Desa maupun Dana Desa itu tetap tertib dan patuh pada ke­pentingan policy untuk meng­aman­kan kepentingan kepentingan pemimpin yang di atas. Itu pertama,” tandas Camat.


Camat mengancam akan memberhentikan perangkat desa maupun BPD yang tidak bermain di luar policy. “Kalaupun nanti ada temuan, beta sebagai camat lewat PP 43 akan merekomendasikan buat ke­pala desa untuk segera mema­sukkan nama-nama untuk beta kasih rekomendasi pemberhen­tian. Baik BPD, beta akan eksekusi lewat pak Bupati, bahwa ada yang coba-coba mau main diluar dari policy pengamanan kepenti­ngan, maka tidak segan-segan untuk beta eksekusi,” tegasnya.


Selain itu, camat mengarahkan setiap KPMD dan KPM untuk men­data setiap penduduk desa di setiap desa di Kecamatan Kepala Madan agar bisa diketahui peta jumlah duku­ngan masyarakat kepada SMS-GES maupun kepada dua pasangan calon bupati dan wakil bupati lainnya.


“Yang ketiga, terkait dengan validasi data kependudukan, maka disitu ada salah satu item, yaitu ke­tika Bapak Ibu KPMD, KPM maupun BPD maupun perangkat desa, tapi fokusnya adalah KPM dan KPMD, ketika validasi data setiap rumah, maka disitu akan dilakukan obser­vasi, peninjauan langsung untuk mengetahui dimana yang tidak  mendukung Bunda (Safitri), maka disitu ada titik simpul cross check. Ada di lembaran ini nantinya bapak ibu bisa cross check sehingga se­suai dengan komitmen bahwa kita bisa tahu peta kekuatan untuk Bun­da berapa, yang lain berapa untuk Desa Biloro,” kata camat.


Terlihat seseorang di samping ka­nan camat yang belum diketahui nama dan jabatannya menjelas­kan, secara detail cara pengisian data kependu­du­­kan yang akan dipakai untuk men­de­teksi kekuatan pasangan SMS-GES dan kedua pasangan calon lainnya.


Sementara, Camat Kepala Ma­dan, Masri Mamulati yang dihubungi melalui pesan singkat dan pesan WhatsApp, Jumat (9/10) tak dires­pon. Teleponnya pun tak bisa dihubungi.


Sedangkan Ketua Bawaslu Kabu­paten Buru Selatan, Umar Alkatiri yang dihubungi melalui pesan Whats­App, mengaku belum menge­ta­hui informasi soal arahan yang dilakukan camat untuk mendukung Safitri. “Mohon maaf beta belum mendapat info ini, nanti beta cari tahu kebenaran info-info ini,” kata Alkatiri.


Ditanya soal video itu sudah ber­edar luas di media sosial face­book, yang diposting oleh dua orang tim pasangan calon Bupati dan Wakil Bu­pati Nomor Urut 2, Abdurrahman Sou­lisa-Elisa Ferianto Lesnusa, yakni Basir Mony melalui akun face­booknya bernama Basir Mony dan Helmy Lesbassa melalui akun facebo­ok­nya bernama Lesbassa Helmy Uous, Alkatiri mengatakan, dirinya akan konfirmasi ke Panwaslu Kecamatan.


“Iya, tapi sebelumnya beta harus konfirmasi ke beta pung Panwaslu Kecamatan Kepala Madan dulu, kalau info ini benar mereka akan segera menindak,” tuturnya.


Sementara Bupati Tagop Sudar­sono yang dikonfirmasi melalui te­lepon seluler Jumat (9/10) malam malah balik bertanya ke wartawan. “Menurut ale bagaimana,” tanya Tagop.


Wartawan kembali menjelas­kan, dalam video tersebut camat mem­bawa-bawa namanya, Tagop kemu­dian menjelas­kan, selaku Bupati yang juga kader PDIP memang meng­arahkan, tetapi tidak untuk memilih calon si A atau si B. 


“Bupati PDIP, masa Bupati seng mengarahkan ba­gai­mana, arah­kan mayoritas, seng pernah minoritas,” paparnya.


Lanjut Tagop, dibutuhkan loya­litas, apalagi PDIP yang menghi­dupkan. “Yang terpenting itu loyali­tas, kan PDIP yang menghi­dupkan,” paparnya. (SBS-01)

- - - - - - - - - -

Namrole, SBS

Dalam perhelatan Pilkada Buru Selatan (Bursel) yang sementara ini dalam tahap kampanye calon, banyak kan



didat mengklaim menang di daerah masing-masing. Namun faktanya, klaim itu hanya patah-patah jari alias Asbun dari tim masing -masing pasangan Calon.


Tapi berbeda dengan pasangan Anak Kampong, Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB) yang tidak Asbun, tapi berdasarkan fakta lapangan.


Pasangan calon Bupati dan Calon Wakil Bupati dengan nomor urut 1 ini optimis akan memenangkan Pilkada dengan modal dasar di Kecamatan Ambalau, Kecamatan Namrole, Kecamatan Kepala Madan dan Kecamatan Waesama.


Klaim ini bukan tanpa sebab, tapi klaim kemenangan ini sama persis dengan realita di lapangan.


Di Kecamatan Ambalau tempat kelahiran calon Wakil Bupati Zainudin Booy, saat pasangan ini turun kedua kalinya di Waelua (Desa Selasi, Desa Elara dan Desa Siwar), Senin (12/10/2020) pasangan ini disambut oleh ratusan orang di laut menggunakan Jomson sebelum pasangan tersebut memasuki teluk pintu masuk Waelua.


Bukan hanya di laut, ribuan masyarakat dari tiga desa pun sudah berada dan menunggu di sepanjang jejeran pantai untuk menyambut pasangan AJAIB dan tim yang datang.


Eforia sungguh luar biasa, ratusan masyarakat menggunakan jomson dengan mengibarkan bendera Golkar, Gerindra dan Gelora berpesta dilautan sambil berteriak dan bersuka gembira atas kedatangan pasangan AJAIB yang menurut klaim mereka akan menjadi pemimpin Bursel 5 tahun kedepan.


"Anak kampong menang, satu putaran, Anak Kampong harga mati," ucpa pendukung saat melaju di atas jomson mengawal pasangan AJAIB memasuki teluk Waelua.


Tak hanya itu puluhan jomson yang ditumpangi para pendukung juga melakukan atraksi sadis sambil berteriak AJAIB menang.


"Elara menang, Selasi Bungkus, Siwar Anak Kampung punya. Bapak Hadji Bupati," teriak mereka.


Tak hanya itu semangat kemenangan juga mereka tunjukan bahkan mereka lebih bersemangat lagi saat mengetahui bahwa Ketua Tim Pasangan AJAIB, Sami Latbual hadir bersama pasangan calon.


"Bapak Sami mana, Bapak Sami mana, Sami Latbual mana, katong menang, hidup nomor 1, Anak Kampong Bupati," teriak pendukung yang lain ketika mengetahui Ketua Tim Anak Kampong turut ada bersama calon.


Histeris ribuan masyarakat yang menunggu di tepi pantai juga tidak kalah seru. Dimana ketika Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, Hadji Ali dan Zainudin Booy diantar dengan jomson untuk turun ke tepi pantai, dari kejahuan sudah terdengar teriakan dari ribuan warga menyoraki pasangan tersebut ketika turun ke tepi pantai.


"Satu, satu, satu, menang, menang,  menang, anak kampong, Anak Kampong, satu putaran," teriak warga ditepi pantai.


"Selesai Anak Kampong menang, AJAIB bupati," teriak warga lain.


Melihat hal itu, calon Bupati, Hadji Ali dan calon Wakil Bupati sampai menitihkan air mata karena tidak menyangka ternyata penjemputan terhadap mereka sungguh luar biasa dan semua diluar perkiraan mereka.


"Kami sangat berterima kasih untuk penyambutan semua masyarakat disini, semoga ini mejadi spirit menuju kemenangan kami di tanggal 9 Desember," ucap Calon Bupati Hadji Ali, saat singgah pertama di rumah tukang, Hj. Yusuf untuk meminta restu dan doa dari semua Tokoh Adat dan Tokoh Agama yang hadir.


Calon wakil Bupati, Zainudin Booy juga menambahkan hal yang sama, dan sambil meneteskn air mata pasangan ini memintah doa restu dari semua masyarakat yang diwakili oleh Tokoh Tokoh Agama dan Tokoh Tokoh Adat yang turut mengantar pasangan ini.


"Sekali lagi saya dan Pak Hadji mengucapkan banyak - banyak terima kasih. Maksud kami datang kedua kali ini untuk meminta doa restu dan penyambutan dari semua barsudara hari ini sunggu luar biasa," ucap Calon Wakil Bupati, Zainudin Booy.


Setelah didoakan, pasangan ini diantara oleh ribuan masa menuju rumah tua Mony, dan kemudian menuju rumah tua raja Ambalau, Ali Loilatu.


Usai makan siang di rumah raja, pasangan dan tim ini kemudian diantar ribuan pendukung ke lokasi kampanye.


Saat berkampanye, tenda kampanye terasa sesak karena dihadiri oleh ribuan masyarakat dari tiga desa.


Usai kampanye, pasangan ini munuju rumah tua yang lain yang ada di 3 desa tersebut untuk meminta doa restu, meminta doa selamat dan meminta diri untuk melanjutkan jalan perjungan ke kampong - kampong yang lain.


Pasangan ini kemudian bertolak ke Desa kampung baru dan disana penyambutan juga tidak kalah meriah. (SBS-Tim)

- - - - - - - - -

 Namrole, SBS

Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel) nomor urut 1, Hadji Ali-Zainudin Booy (ANAK KAMPONG/AJAIB) menilai kemudahan akses dari Kampong ke Kampong menjadi kebutuhan bagi rakyat Bursel. 

Karena itu, pihaknyatelah merancang berbagai program untuk mempermudah akses rakyat Bursel guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat arus bawa sehingga dapat berdampak pada peningkatan perekonomian di kampong-kampong yang ada di Kabupaten Bursel.


Program yang sudah disiapkan ini meliputi akses laut, akses darat dan akses udara.


"Akses antara kampong yang satu dengan kampong yang lain itu perlu disiapkan, semua demi mempermudah masyarakat menjalankan aktifitasnya dan akses-akses yang belum dibangun seperti jalan, jembatan dan pelabuhan itu akan kami selesaikan," kata calon Bupati, Hadji Ali saat berkampanye di Kecamatan Namrole, Kamis (08/10/2020).


Menurutnya, jika akses-akses tersebut dibangun, maka roda perekonomian dan perputaran uang di masyarakat Kabupaten Bursel akan bertumbuh pesat.


Bahkan, kata Hadji Ali, jika semua itu di dukung oleh pemerintah dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, maka kesejahteraan rakyat sepenuhnya akan terpenuhi.


"Untuk itulah akses menjadi program utama pasangan Anak Kampong karena sasaran kami membangun dari desa ke kota," ujarnya.


"Jika kami terpilih dan akses itu dibangun, sudah pasti masyarakat Bursel akan sejahtera," sambungnya.


Soal pembangunan akses laut maupun darat, Hadji Ali menegaskan bahwa soal bangun membangun adalah keahliannya dan masyarakat tidak perlu khawatir sebab dirinya sangat berpengalaman.


"Saya orang kerja dan bukan orang yang banyak bicara, insya Allah jika kami direstui untuk memegang kembali tongkat pemerintahan yang sejatinya adalah hak milik kita anak kampong, maka selain pendidikan dan kesehatan, akses ke kampong-kampong untuk memperlancar perekonomian di Bursel akan kami bangun karena tujuan kami hanya satu, menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Bursel," tuturnya.


"Saya dan pak Zainudin Booy ini merupakan orang-orang pekerja dan mampu menciptakan akses-akses dan lapangan kerja bagi masyarakat," tandasnya.


Sedangkan calon Wakil Bupati, Zainudin Booy menekankan hal yang sama, dan bukan hanya akses darat dan laut saja tetapi akses udara pun menjadi perhatian pasangan nomor urut 1 itu.


"Akses laut, darat dan udara. Udara yang dimaksud adalah jaringan telekomunikasi, jika ini lengkap, maka roda perekonomian di Bursel akan berkembang cepat," ujar Booy.


"Jadi kami akan buat seperti itu. Nantinya kalau ada hasil tangkapan ikan maupun hasil-hasil pertanian dapat dijual dengan mudah ke kampong-kampong lain ke wilayah-wilayah lain. Kalau akses sudah ada sebelum dijual, kita sudah bisa berkomunikasi lewat Handphone ke pembeli sebelum menjual ke pelanggan kalau semua daerah sudah terhubung dengan sinyal," ucapnya


Ia meminta masyarakat Bursel memberikan kesempatan kepada pasangan AJAIB untuk mengambil alih estafet kepemimpinan dan ia mengimbau agar masyarakat jangan sampai terpengaruh dengan rayuan-rayuan sesaat yang nanti bisa membuat masyarakat menderita bertahun-tahun. 


"Kasih kesempatan untuk kami supaya apa yang kami rencanakan bisa kami realisasikan. Bantu kami mengembalikan ulu parang, kalau ada yang datang dengan uang 100, 200 ribu ambil saja sebab itu uang rakyat, tapi buktikan pada tanggal 9 Desember suara rakyat yang berdaulat ke nomor 1," tambahnya.


"Kami harus bilang dan kami harus ingatkan bahwa yang bisa mengubah semua nasib masyarakat Bursel saat ini cuma masyarakat, tidak ada yang lain, jika ingin terus begini ya silakan, tapi kalau ingin ada perubahan mari kita sama-sama buat perubahan untuk anak cucu kita ke depan," tandasnya. (SBS-1TIM)

- - - - - - - -
Namrole, SBS

Ketua Tim Kampanye pasangan nomor urut 1, Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB), Sami Latbual menegaskan agar masyarakat tidak takut dengan berbagai intimidasi dan tekanan yang dilakukan sekelompok orang untuk menakut-nakuti semua masyarakat hanya dengan tujuan supaya masyarakat memilih pasangan mereka.

Latbual juga menekankan agar oknum - oknum itu tidak melakukan pembodohan kepada masyarakat dan seharusnya memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
"Ada informasi yang kami temui di beberapa kampung bahwa ada yang menekan ibu - ibu PKH jika tidak memilih calon tertentu maka namanya akan di hapus dan ATM-nya di tahan, ini proses pembodohan kepada saudara - saudara kami," ucap Latbual saat  berkampanye di Desa Wamkana, kecamatan Namrole, Selasa (7/10/2020).

Jika ada seperti itu, kata Latbual, masyarakat harus melaporkannya ke Panwas dan jika tidak ditindaklanjuti oleh Panwas maka laporkan ke Tim Hukum AJAIB dan Tim AJAIB akan melaporkannya ke ke Bawaslu.
Sebab bantuan PKH bukan bantuan dari calon tertentu, bukan juga bantuan dari Pemda Bursel tetapi bantuan PKH dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang diberikan kepada masyarakat tertentu yang secara hukum berhak menerima bantuan tersebut.

"Kalau tidak ditindaklanjuti, lapor ke kami karena kami punya tim Hukum dan kami akan melaporkannya bersama dengan Panwas ke Bawaslu," tegasnya.

Lanjut Latbual, selain PKH strategi lain yang dipakai adalah mengancam masyarakat penerima bantuan dari Desa, modusnya sama yakni harus memilih calon tertentu dan jika tidak maka bantuan - bantuan tersebut ditarik dan diberikan kepada orang lain.

"Di deaa ini dan di desa-desa lain jika ada bantuan- bantuan pemberdayaan, jika itu berasal dari dana desa maka calon siapapun tidak berhak menarik jika maayarakat tersebut tidak memilih calonnya, karena bantuan itu telah dialokasikan dalam APBDes yang ditetapkan dengan peraturan desa dan nama penerimanya sudah dilaporkan ke pemerintah," jelasnya.

"Jadi kalau ada yang bikin takut dan bilang tidak pilih calonnya maka bodi jomson akan ditarik, langaung tanya dia bantuan itu mau kasih untuk siapa, di pemerintah itu saya punya nama. Anehnya, kenapa bikin takut orang-orang yang mau pilih AJAIB," ungkap Latbual.
Berikutnya soal pemekaran Desa persiapan Waefrahen, lanjut Latbual ada orang orang yang bilang bahwa jika calonnya kalah di desa setempat maka desa itu akan dibatalkan. 

"Itu tidak benar dan terkesan menipu masyarakat. Desa itu terlahir dengan sepuluh tangan ini, pertama terjadi dalam sejarah pemerintah tidak menyerahkan SK tetapi anggota DPRD, dan jika hari ini ada orang orang tertentu, calon tertentu menakuti masyarakat bahwa jika calonya kalah di desa itu desa itu akan dibatalkan maka itu adalah proses pembodohan kepada masyarakat. Itu bertentangan dengan hukum," papar Latbual.
Kata Latbual, pelanggaran juga sudah dilakukan dengan mengakat perangkat desa di desa tersebut hanya 3 orang, padahal sesuai peraturan harus ada komposisi pemerintahannya. Harus ada Sekdes, ada kaur pembangunan, kaur pemerintahan, kaur kesejahteraan dan seksi-seksi lainya dan itu harus lengkap.

"Kenapa harus saya sampaikan, sebab ada yang bilang kalau calon tertentu kalah di desa itu maka desa itu batal, saya harus sampaikan mekanismenya tidak seperti itu, kalau bapak ibu takut desa itu batal dan memilih pasangan tertentu bagaimana kalau AJAIB yang menang?," ucapnya.

Latbual juga menyinggung soal ketidak netralan perangkat desa yang terdeteksi memihak calon tertentu. Bahkan ada yang sampai memasang spanduk calon tertentu secara terang-terangan.

"Perangkat desa kami minta netral jangan timbang kiri kanan, ada yang bilang perangkat desa pasang spanduk calon, kami tantang kalau bisa pasang spanduk tiga calon supaya adil, jangan hanya satu, hati hati kalau calon anda kalah dan AJAIB yang menang, kalau calon anda kalah siap-siap sudah," tegasnya.
Dikesempatan itu, Latbual mengajak masyarakat untuk memilih pasangan AJAIB, karena pasangan AJAIB meliki segudang pengalaman dan pasangan ini mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Bukan hanya itu, dalam visi misi, pasangan ini akan melanjutkan pembagunan yang saat ini belum mampu diselesaikan.

"Percayakan kepada Pak Hadji Ali dan Zainudin Booy, mereka berdua ini lebih mampu karena punya banyak pengalaman. Yang lain janji untuk buat jalan dan jembatan lalu selama ini punya posisi strategis itu mereka buat apa? Katanya terpilih baru buat dari pada pilih mereka lebih baik pilih AJAIB supaya AJAIB yang buat," tandasnya. (SBS/02)

- - - - - - - -
Namrole, SBS

Penjemputan pasangan calon Bupati dan calon wakil Bupati nomor urut 1, Hadji Ali dan Zainudin Booy saat berkampanye di kampong - kampong yang ada di kecamatan Namrole begitu sakral dan meriah.

Seruling, tambur dan cakalele dan tarian Sawat Buru menyambut pasangan ini ketika turun di desa Wanalut dan desa Wamkana.

Di desa Wamkana, pasangan dengan jargon Anak Kampong itu, bahkan ditunggu oleh ratusan masyarakat desa setempat bahkan saat turun dari jomson (bodi), pasangan fenomenal ini didukung oleh masyarakat. Eforia masyarakat menyambut pasangan ini begitu besar dan pertanda pasangan ini akan memenangkan Pilkada pada tanggal 9 Desember nanti.
Meresponi itu, Calon Wakil Bupati, Zainudin Booy mengapresiasi sambutan hangat dari masyarakat tersebut. Dirinya tak menyangka masyarakat dengan sendirinya dapat menyambut pasangan AJAIB dengan begitu meriah.

“Tadi di kampungnya Pak Vence saya pikir sudah hebat sudah, padahal di Kampong Pak Yomes di Wamkana ini lebih hebat lagi sebab mereka menyambut AJAIB dengan suling, tambur dan cakalele dan sawat Buru. Ini bukan hal baru bagi katong. Kami digendong itu bukan hal baru, disemua kampong kami diperlakukan sama, begitu juga dengan tokoh-tokoh adat dengan kearifan lokal, kami disambut oleh mereka,” ucap Booy saat berkunjung ke desa Wamkana, kecamatan Namrole, Selasa (6/10/2020).

Atas penyambutan ini, kata booy pertanda bahwa masyarakat dari berbagai kalangan mendukung penuh pasangan AJAIB untuk mengambil kembali hak milik anak kampong yang sudah di ambil selama 10 tahun.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi karena ini menunjukan bahwa ada restu, menunjukan bahwa selama ini ada yang salah dengan kita memberikan kekuasaan, memberi perintah kepada orang yang tidak amanah, kepada orang yang tidak punya kampong,” kata Booy.

Menyinggung soal intimidasi, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak gentar dengan hal – hal seperti itu sebab itu perbuatan sekelompok orang yang takut akan mengalami kekalahan sehingga menggunakan cara – cara tidak elegan untuk menakuti-nakuti semua masyarakat.

“Yang manari cakalele itu tolong dikeluarkan, kita ini bangsa kapitan, bangsa yang tidak takut, untuk itu saya mohon kita jangan seperti udang takut saat digertak lalu mundur, tunjukan kalian punya kapitan seperti Bapak Sami, saya dan semua teman-teman lain. Apapun terjadi kita menerjang demi kita punya kampong dan anak cucu kedepan,” ajaknya.
“Jika kita takut, kapitan ini takut berarti selesai, jadi tunjukan bahwa kita tidak kalah, tidak takut dan tidak gentar terhadap siapa pun karena kita ini bangsa pemberani,” pungkasnya.

Pantauan media ini, penyambutan hangat bukan saja datang dari dua desa tersebut, namun di desa - desa lain seperti Oki Lama, Oki Baru, dan sejumlah dusun - dusun adat pun melakukan penyambutan yang begitu fantastik untuk pasangan calon AJAIB. (SBS/Tim)
- - - - - - -
Namrole, SBS 

Sungguh AJAIB, dan pertanda gembira bagi simpatisan dan pendukung pasangan Calon Bupati dan calon Wakil Bupati Buru Selatan, Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB), sebab dalam pengundian nomor urut pasangan calon yang digelar KPU Buru Selatan, pasangan calon yang dikenal dengan slogan Anak Kampong ini memperoleh nomor urut 1.

Dimana, nomor urut 1 sudah diramalkan sebelumnya oleh Jengkar Nurlatu, salah satu tokoh adat marga Nurlatu di desa Masnana ketika calon Wakil Bupati, Zainudin Booy melakukan silahturahmi ke tokoh-tokoh adat di desa tersebut, Kamis (24/9/2020).
Sepertinya silaturahmi yang dilakukan oleh Booy sebelum beranjak ke KPU bersama Hadji Ali untuk mengikuti proses pengundian tidaklah sia-sia, sebab dalam ramalan itu tokoh adat Nurlatu sudah menyampaikan bahwa pasangan ini akan menerima nomor 1, sebagai tanda pasangan AJAIB yang akan menang dalam proses Pilkada 9 Desember nanti. 

Pernyataan akan menerima nomor urut 1 ini disampaikan oleh tokoh adat marga Nurlatu saat Calon Wakil Bupati, Zainudin Booy meminta doa restu sebelum beranjak ke KPU dan meminta petunjuk kira-kira nomor berapa yang akan diperoleh dirinya dan Hadji Ali saat pengundian nanti.

“Maaf saya mau tanya dari tokoh-tokoh adat yang hadir, kira-kira nanti sebentar saya dan Pak Hadji Ali mendapatkan nomor berapa?,” tanya calon Wakil Bupati, Zainudin Booy.

Mendengar pertanyaan itu, sontak Jeger Nurlatu langsung menyampaikan bahwa pasangan AJAIB akan memperoleh nomor urut 1, sebagai tanda bahwa pasangan ini yang akan memimpin Buru Selatan 5 tahun ke depan.

“Nomor 1, dan nomor 1 itu bertanda pasangan AJAIB yang akan menjadi pimpinan nomor 1 di Buru Selatan,” ucap Nurlatu.

Namun, mendengar hal itu, calon Bupati Zainudin Booy lebih mempertegas lagi kenapa tokoh-tokoh adat menyatakan bahwa AJAIB akan memperoleh nomor satu, kenapa tidak nomor dua atau nomor tiga.

Tetapi tokoh adat itu lebih mempertegas lagi bahwa, jika dari tiga pasangan yang maju dengan tujuan ingin membangun Buru Selatan, harus membangun dengan hati, membangun tanah bertuan ini dengan niat baik, maka pasangan itulah yang akan memperoleh nomor urut 1.

“Bapak dan pasangan bapak akan memperoleh nomor 1 jika hati bapak bersih untuk membangun negeri ini, Tuhan dan leluhur akan merestui pasangan AJAIB menjadi pemimpin di Buru Selatan setelah pemerintahan ini selesai,” ucap Nurlatu spontan.

Mendengar hal itu, Calon Wakil Bupati Zainudin Booy hanya mengaminkan dan berterima kasih serta berharap apa yang disampaikan bisa menjadi kenyataan dan semoga perjuangannya bersama calon Bupati, Hadji Ali dapat diridohi oleh Tuhan dan leluhur.

“Terima kasih semoga apa yang menjadi keinginan tokoh-tokoh adat bisa dirahmati oleh Tuhan yang maha kuasa dan leluhur. Mohon doa untuk menopang perjuangan kita supaya proses-proses selanjutnya bisa berjalan dengan baik sampai kita memegang kembali kendali pembangunan di kabupaten Buru Selatan,” ujarnya.

Setelah proses itu, calon Bupati dan Wakil Bupati beranjak ke KPU, untuk mengikuti proses pengundian nomor urut dan atas restu Tuhan dan leluhur, pasangan AJAIB memperoleh nomor urut 1 sebagaimana yang sudah disampaikan tokoh adat Jeger Nurlatu.

“Kita menang, saudara-saudara dan tokoh-tokoh adat sudah sampaikan tadi di Desa Masnana bahwa kami akan memperoleh nomor urut 1 jika hati kami tulus untuk membangun negeri. Sekali lagi nomor urut 1 itu tanda kita menang,” paparnya Booy didampingi Calon Bupati, Hadji Ali, usai mengambil nomor urut di KPU.
Pantauan media ini, para simpatisan dan pendukung pasangan AJAIB baik yang ikut mengantar ke KPU maupun yang menunggu di rumah calon Bupati dan rumah calon Wakil Bupati serta posko pemenangan begitu gembira bahkan ada yang meloncat-loncat saat mengetahui bahwa pasangan calon yang mereka idolakan memperoleh nomor sesuai dengan apa yang di ramalkan tokoh adat Jeger Nurlatu.

“Kita menang, sesuai dengan apa yang disampaikan tadi di Desa Masnana,” pungkas Andi, salah satu pendukung yang menyaksikan peristiwa keAJAIBan itu. (SBS/02)
- - - - - - - -
Namrole, SBS

Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel) Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB) didukung penuh oleh tokoh-tokoh adat dari marga Nurlatu dan Tasane untuk memimpin Bursel 5 tahun kedepan.

Hal tersebut terbukti saat pasangan Anak Kampong ini melakukan silaturahmi sekaligus meminta dukungan doa ke tokoh - tokoh adat yang ada di kecamatan Namrole tersebut.

Wartawan media ini melaporkan, Calong Bupati Bursel, Hadji Ali sebelum mengikuti proses pengundian nomor urut di KPU terlebihi dahulu melakukan silaturahmi dengan tua-tua adat yang ada di Kilometer 9 Ratawano dan Emori, Kamis (24/9/2020).

Hadji Ali saat bertandang ke warga setempat turut didampingi oleh Ketua Tim pemenangan pasangan  (AJAIB), Sami Latbual, dan dewan pengarah tim pemenangan Pasangan AJAIB, Saul Tasane.

Antusias penyambutan masyarakat disana begitu besar, bahkan ada yang sampai menitihkan air mata karena kehadiran Hadji Ali di tengah-tengah masyarakat Kilometer 9 Ratawano dan Emori.

Calon Bupati Hadji Ali saat bertatap muka dengan tua-tua adat di dusun setempat sangat berterima kasih karena kehadirannya diterima dengan baik oleh tokoh-tokoh adat setempat.

Saat memperkenalkan diri, Hadji Ali menyampaikan bahwa dirinya bukan orang baru yang karena kepentingan lalu pulang ke kampung, pulang ke Bursel, tetapi dirinya adalah anak kampung yang benar-benar pernah merasa seperti apa itu hidup di kampung.

Ia katakan, dirinya adalah pembisnis yang mengharuskan dirinya menjalani aktifitas kerja di luar Bursel bahkan sampai ke luar negeri.

“Saya ini lahir dan besar di Nalbesi, leluhur kami sudah ada di pulau buru ini lebih dari 100 tahun. Kami sudah punya kebun dari dulu dan bukti sertifikatnya masih bertulisan Bahasa Belanda,” ucap Hadji Ali.

“Tanah Buru yang lahirkan saya. Saya bisa begini karena basudara Buru, mereka juga yang kasih besar saya. Semua marga yang ada di tanah buru ini sudara saya, soal apa itu dia marga A marga B, dia agama ini dan itu, tidak ada sekat pemisah, semua itu saya punya saudara,” sambungnya.

Kalau berbicara isu agama yang sengaja dimainkan sekelompok orang, menurut Hadji Ali itu hal biasa, sebab dirinya sejak dahulu sudah tinggal dengan keluarga kristen dan dari situlah dirinya tumbuh dan sukses seperti saat ini. 

“Saya dibesarkan dan tumbuh dari keluarga kristen marga Lesnussa, saya sekolah di sekolah kristen di Leksula," jelasnya.

"Jika Tuhan dan leluhur berkenan saya dan Pak Booy memegang kendali pemerintahan, maka saya akan menjadikan dusun ini menjadi desa dan semua tanah yang dikuasai oleh perusahan - perusahan, saya bantu supaya hak-hak wilayah adat bapak ibu bisa didapatkan kembali,” ucapnya.

Hadji menjelaskan, dirinya bersama calon wakil Bupati, Zainudin Booy telah berkomitmen untuk menjalankan pembangunan dari desa dari kota.

“Jadi kita akan membangun dari desa ke kota, kita akan lihat ada anak-anak kita yang memiliki keterampilan akan kita fasilitas ke balai ketenaga kerja sehingga setelah dari sana mereka sudah bisa mandiri dan kita hanya tinggal memberi modal dan bentuk kelompok kerja di setiap desa di Bursel. Dengan begitu semua akan sejahtera,” kata Hadji Ali sedikit mengupas visi misi pasangan tersebut.

Selain itu, lanjutnya, jika dirinya dan calon Wakil Bupati, Zainudin Booy terpilih, maka setiap anak adat akan terwakili dalam struktur pemerintahan, dan itu menjadi prioritas yang tak bisa ditawar-tawar.

“Jadi ada enam kecamatan ini harus ada perwakilan di dalam struktur pemerintahan, orang luar sabar dulu, honor-honor itu utamakan anak-anak adat, bagi kami itu wajib,” ucapnya disambut tepuk tangan dari seluruh tokoh-tokoh adat yang hadir.

“Tuhan sayang dan leluhur restui saya terpilih, maka bapak-bapak adat akan menjadi penasehat bagi saya dan Pak Booy. Ada hal yang perlu dikoordinasikan dan perlu pertimbangan bapak tua-tua adat, maka saya dan Pak Booy akan datang ke bapak-bapak adat,” pungkasnya.

Sementara itu tua-tua adat setempat berharap agar pasangan AJAIB dapat memperhatikan kesusahan mereka selama ini, sebab sudah sepuluh tahun dusun mereka tidak pernah mempunyai wajah baru, malahan semakin kusut karena jauh dari perhatian pemerintah.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan acara makan pinang bersama, foto bersama, kemudian para tua-tua adat melakukan Babeto (sejenis doa-doa dalam bahasa Buru) dan memberikan Lestari ke Hadji Ali sebagai tanda mereka merestui perjuangan pasangan AJAIB.

Hal yang sama juga dilakukan calon Wakil Bupati Zainudin Booy yang mana sebelum mengikuti proses pengambilan nomor urut di KPU, Booy lebih dahulu meminta doa restu tokoh-tokoh adat Marga Nurlatu di desa Masnana, kecamatan Namrole, kabupaten setempat.

Silaturahmi yang dilakukan oleh Booy sebelum beranjak ke KPU bersama Cakon Bupati, Hadji Ali untuk mengikuti proses pengundian tidaklah sia-sia, sebab dalam kesempatan itu, Jengkar Nurlatu,  salah satu tokoh adat yang hadir sudah menyampaikan bahwa pasangan AJAIB akan menerima nomor 1, sebagai tanda pasangan AJAIB yang akan menang dalam proses Pilkada 9 Desember nanti. 

Pernyataan akan menerima nomor urut 1 ini disampaikan oleh tokoh Jengkar Nurlatu ketika Calon Wakil Bupati, Zainudin Booy meminta doa restu sebelum beranjak ke KPU dan meminta petunjuk kira-kira nomor berapa yang akan diperoleh dirinya dan Hadji Ali saat pengundian nanti.

“Maaf saya mau tanya dari tokoh-tokoh adat yang hadir, kira-kira nanti sebentar saya dan Pak Hadji Ali mendapatkan nomor berapa?,” tanya calon Wakil Bupati, Zainudin Booy.

Mendengar pertanyaan itu, sontak Jengkar Nurlatu langsung menyampaikan bahwa pasangan AJAIB akan memperoleh nomor urut 1, sebagai tanda bahwa pasangan ini yang akan memimpin Bursel 5 tahun ke depan.

“Nomor 1, dan nomor 1 itu bertanda pasangan AJAIB yang akan menjadi pimpinan nomor 1 di Bursel,” ucap Tokoh adat tersebut.

Namun, mendengar hal itu, calon Bupati Zainudin Booy lebih mempertegas bahwa kenapa tokoh-tokoh adat menyatakan bahwa AJAIB akan memperoleh nomor urut satu, kenapa tidak nomor dua atau nomor tiga.

Tetapi tokoh adat itu lebih mempertegas lagi bahwa dari tiga pasangan yang maju, jika ada yang ingin membangun Bursel dengan hati, membangun tanah bertuan ini dengan niat baik, maka pasangan itulah yang akan memperoleh nomor urut 1.

“Bapak dan pasangan bapak akan memperoleh nomor 1 jika hati bapak bersih untuk membangun negeri ini dan Tuhan serta leluhur akan merestui pasangan AJAIB menjadi pemimpin di Bursel setelah pemerintahan ini selesai,” ucapnya spontan.

Mendengar hal itu, Calon Wakil Bupati Zainudin Booy hanya mengaminkan dan berterima kasih serta berharap apa yang disampaikan bisa menjadi kenyataan dan semoga perjuangannya bersama calon Bupati, Hadji Ali dapat diridohi oleh Tuhan dan leluhur.

“Terima kasih semoga apa yang menjadi keinginan tokoh-tokoh adat bisa dirahmati oleh Tuhan yang maha kuasa dan leluhur. Mohon doa untuk menopang perjuangan kita supaya proses-proses selanjutnya bisa berjalan dengan baik sampai kita memegang kembali kendali pembangunan di kabupaten Buru Selatan,” pungkasnya.
Setelah proses itu, calon Bupati dan Wakil Bupati beranjak ke KPU, untuk mengikuti proses pengundian nomor urut dan atas restu Tuhan dan leluhur, pasangan AJAIB memperoleh nomor urut 1 sebagaimana yang sudah disampaikan tokoh adat Nurlatu.

“Kita menang, saudara-saudara dan tokoh-tokoh adat sudah sampaikan tadi di Desa Masnana bahwa kami akan memperoleh nomor urut 1 jika hati kami tulus untuk membangun Bursel. Sekali lagi nomor urut 1 itu tanda kita menang,” paparnya Booy usai mengambil nomor urut di KPU.

Pantauan media ini, para simpatisan dan pendukung pasangan AJAIB baik yang ikut mengantar ke KPU maupun yang menunggu di rumah calon Bupati dan rumah calon Wakil Bupati serta posko pemenangan begitu gembira bahkan ada yang meloncat-loncat saat mengetahui bahwa pasangan calon yang mereka idolakan memperoleh nomor sesuai dengan apa yang diramalkan tokoh adat marga Nurlatu.

“Kita menang, sesuai dengan apa yang disampaikan tadi di Desa Masnana,” ucap Andi, salah satu pendukung yang menyaksikan peristiwa keAJAIBan itu. (SBS/02)

- - - - - - - -
Namrole, SBS 
Calon Bupati Buru Selatan (Bursel) Hadji Ali disambut seperti seorang bupati saat berkunjung ke kecamatan Leksula, kabupaten Bursel, Selasa (22/9/2020).

Saat bertandang ke kecamatan Leksula, Sang Calon Bupati Hadji Ali didampingi oleh ketua tim pemenangan, Sami Latbual, sejumlah pengurus partai Golkar, partai Gerindra, partai Gelora, dan simpatisan pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati.

Wartawan media ini melaporkan, masyarakat sangat antusias dan berbondong-bondong menyambut kehadiran calon Bupati, Hadji Ali. Sebab mereka merasa bahwa kehadiran calon Bupati ini seakan - akan telah hadir harapan baru untuk Bursel dan perubahan menuju ke arah yang lebih baik telah tiba.

Terpantau, Calon Bupati, Hadji Ali yang saat ini berpasangan dengan Zainudin Booy, saat tiba di pelabuhan Leksula di sambut oleh ribuan masyarakat yang terdiri dari masyarakat Desa Leksula dan masyarakat di desa-desa sekitarnya baik menggunakan kendaraan roda dua, maupun roda empat, bahkan mereka turut mengantarkan Calon Bupati, Hadji Ali ke kediamannya di Desa Nalbesi.

Demsi, salah satu masyarakat Leksula yang ikut menjemput Calon Bupati Hadji Ali dengan semangat mengatakan bahwa kecamatan Leksula telah kedatangan cahaya keAJAIBan yang dapat membuat perubahan di kecamatan Leksula dan kabupten Bursel.

Sebab menurutnya, Hadji Ali yang berpasangan dengan Zainudin Booy merupakan pasangan Anak Kampong yang sempurna dan penuh dengan keAJAIBan dalam segala segi.

"Pak Hadji ini pemikir bisnis yang jenius dan berlian, sudah pasti perekonomian di Bursel akan melejit dan berimbas pada kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat, ditambah lagi Pak Zainudin Booy yang sangat matang dalam politik, sudah pasti lobi-lobi politik ditingkat provinsi maupun pusat untuk pembangunan di Bursel akan tuntas ditangan beliau," ucapnya.

Tak hanya itu, Yanto, salah satu tokoh pemuda di kecamatan Leksula mengaku, Hadji Ali selaku anak asli Desa Nalbesi, kecamatan Leksula sudah pasti akan menaruh perhatian penuh kepada kecamatan tempat kelahirannya.

"Jika Tuhan dan leluhur berkehendak, itu sudah pasti. Tidak mungkin anak asli desa Nalbesi melupakan kami dan hanya melihat kecamatan lain saja, sebab Desa Nalbesi juga bagian dari kecamatan Leksula, sehingga segala keluhan soal Listrik, jaringan Telekomunikasi, dan infrastruktur bahkan sampai peningkatan SDM yang menjadi permasalahan selama ini akan menjadi perhatian dan prioritas utama mereka, kami yakin sungguh merekalah pembawa perubahan," ucapnya.

"Tidak ada solusi lain, hanya pasangan Anak Kampong yang bisa membuat perubahan, maka kami dan semua masyarakat yang rindu perubahan akan mengantarkan pasangan ini untuk merebut kursi pimpinan tertinggi di Kabupaten Bursel. Kami tidak ingin dibuai dengan janji-janji yang tidak konsisten seperti yang lalu-lalu, sudah cukup kami bukan boneka," tambahnya.

Terpisah, Calon Bupati, Hadji Ali kepada wartawan menuturkan bahwa, kedatangannya ke Leksula dalam rangka membangun silaturahmi dengan keluarga besarnya yang ada di kecamatan Leksula, sekaligus pembacaan doa atas segala proses dirinya baik yang sudah berlangsung maupun yang sementara akan berlangsung.

"Ini hanya kunjungi keluarga, sekaligus membacakan doa-doa syukur atas nikmat dan rahmat dalam segala proses yang dilalui hingga telah berada pada tahap ini," jelas Hadji Ali.

Calon Bupati Hadji Ali mengaku kaget melihat antusias masyarakat kecamatan Leksula yang begitu besar, meski tanpa digerakan tetapi dapat membanjiri pelabuhan Leksula bahkan bergerak beriring-iringan mengantarnya ke desa Nalbesi.

"Saya bersama ketua tim dan teman-teman partai pendukung ke Leksula hanya karena ada acara keluarga dan pembacaan doa, namun saya kaget antusias penyambutan dari masyarakat disana sangat luar biasa dan itu diluar dugaan kami," ujarnya.

"Saat ini kami hanya minta dukungan doa untuk perjuangan kami, sebab kami Anak Kampong, butuh doa dari semua saudara yang ada di kampong," sambungnya.

Sementara itu, ketua Tim pemenangan Pasangan Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJIB), Sami Latbual menjelaskan bahwa kehadiran calon Bupati di Leksula dan terpisah dari Calon Wakil Bupati merupakan bagian dari strategi dalam pembagian kerja dan konsolidasi.

"Pak Hadji Ali hari ini di Leksula dan Pak Zainudin Booy di Namlea untuk konsolidasi partai bersama Pak Ramly Umasugi dan nanti kekuatan bisnis dan politisi ini akan bertemu di Namrole kemudian kita akan kembali menyusup ke kampung-kampung. Kami optimis menang, sebab masyarakat rindu perubahan," ucapnya.
Mantan politisi PDIP ini menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak perlu ragu dalam memilih pasangan AJAIB (Anak Kampung) dan masyarakat tidak perlu terpengaruh dengan isu-isu provokatif yang dimainkan oleh sekelompok orang.

"Banyak isu yang dimainkan untuk meluluhlantakan kekuatan kami, tapi itu hal biasa dalam politik, semakin diisukan negatif, kami semakin kuat, karena jiwa kami jiwa petarung, jiwa anak kampung. Dan tiba waktunya nanti kami akan mengupas semuanya tuntas tanpa hilang satu tanda titik pun," pungkas pria yang pernah menjadi ketua tim pemenangan q Sudarsono Soulisa dan Alm. Buce Ayub Seleky (TopBu) itu.

Sekedar diketahui, pasangan AJAIB yang diusung oleh partai Golkar partai Gerindra, serta didukung oleh  partai Gelora ini mempunyai basis kental di kecamatan Ambalau, Kecamatan Leksula, Kecamatan Kepala Madan, Kecamatan Waesama dan Kecamatan Namrole. Itu berarti, tanpa mendahului kehendak Tuhan dan leluhur, pasangan Anak Kampong dipastikan menang pada Pilkada 9 Desember nanti. (SBS/02)
- - - - - - - -
Namrole, SBS
Pemda Buru Selatan (Bursel) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menggelar Sosialisasi pengembangan dan penerapan Sustainabel Working For Empowerment and Resources Advancement (SWERA).

Kegiatan ini berlangsung di aula lantai dua Kantor Bupati, Jumat (18/09).

Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Alfario Soumokil mengapresiasi kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari itu.

Sebab menurut Bupati, Pariwisata selain sebagai sektor yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, juga dapat meningkatkan apresiasi terhadap budaya daerah, menjalani persahabatan antar bangsa meupun individu yang lebih baik secara nasional maupun secara global.

“Sektor pariwisata bukanlah sektor yang berdiri tetapi industri yang multi sektoral,” ucapnya.

Soumokil menjelaskan, terkait beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan Pariwisata di Bursel, menyebabkan manfaat yang diterima oleh masyarakat belum sepenuhnya dirasakan akibatnya berdampak pada rasa kurang memiliki terhadap kawasan pariwisata yang ada di Kabupaten Bursel.

“Untuk itu diperlukan langkah dan upaya untuk meningkatkan pemahaman dalam hal regulasi yang berkaitan dengan kepariwisataan di Maluku dan khususnya di Bursel,” ucapnya.

“Selain itu diperlukan upaya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kepada para pengelola dan pelaku usaha pariwisata dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata sehingga dapat berperan untuk menciptakan peningkatan kualitas produk, pengelolaan dan pelayanan yang berdampak pada tingginya minat wisatawan baik domistik, regional maupun internasional untuk berkunjung ke Bursel,” sambungnya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, katanya, pariwisata telah berkembang menjadi sektor unggulan dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian negara dan begitu juga yang terjadi di Maluku dan Bursel.

Tolak ukur keberhasilan pariwisata dapat diukur dari terciptanya iklim yang kondusif dalam bentuk dukungan dan penerimaan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di daerah serta penyiapan sarana dan prasaran penunjang.

Disamping itu, pengembangan pariwisata tidak dapat dilepas pisahkan dengan kesiapan sumber daya manusia yang berkualitas dalam merencanakan dan mengelola potensi-potensi yang tersedia dan semua itu harus dikerjakan dengan mengedepankan semangat profesionalisme dan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

“Kabupaten Bursel mempunyai daya tarik dan keunikan yang tak kalah menariknya dengan daerah lain di Maluku maupun di Indonesia, baik potensi alam, sejarah, budaya dan adat istiadatnya, bahkan sebagian dari pulau Buru ini belum tersentuh oleh dunia, kendati begitu jangan sangsikan keindahan yang ada di Bursel, sebab destinasi wisata Air Jin menjadi salah satu destinasi terpopuler tahun 2017,” terangnya.
Kabupaten Bursel, tambahnya, saat ini sedang berbenah diri, sehingga perlu menyiapkan berbagai pihak yang bekaitan dengan pariwisata ke depan, sebab Bursel memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan dan berdampak pada multiplier effect demi kesejahteraan masyarakat.

“Kondisi usaha pariwisata di provinsi Maluku sampai dengan tahun 2018 tercatat sebanyak 1.446 unit yang tersebar di 11 kabupaten Kota dan di Bursel sendiri ada 16 unit usaha akomodasi, 12 usaha makan minum, 9 unit usaha hiburan malam, salon ada 5 unit dan bilyar 1 unit,” jelasnya.

“Atas nama Pemda Bursel, saya memberi apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Pariwisata yang dapat bekerja sama dengan Dispar kabupaten Bursel, dan harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan masukan positif demi memajukan Pariwisata Kabupaten Bursel ke arah yang lebih baik,” tutupnya. (SBS/02)
- - - - - - - - -
Namrole, SBS
KPU Buru Selatan (Bursel) telah menyatakan seluruh berkas ketiga bakal pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bursel dalam Pilkada 2020 lengkap.

Ketiga pasangan ini yakni pasangan Abdurrahman Soulisa-Elisa Ferianto Lesnusa (MANIS), Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliaser Selsily (SMS-GES), dan Hadji Ali-Zainudin Booy (AJAIB/Anak Kampong).

Pantauan Suaraburuselatan.com, Rabu (16/09/20), tim penghubung pasangan MANIS yang terdiri dari Stenly Matitale, Helmy Lesbassa dan Yamson Lesnussa datang ke KPU Bursel pukul 11.55 WIT dan langsung diterima oleh Ketua KPU Bursel, Syarif Mahulauw, anggota KPU divisi Teknis, Ismudin Booy, anggota KPU divisi Parmas, Jainudin Booy dan Kasubag Teknis dan Hupmas Rachel Usmany, serta Sekretaris KPU Solaiman Loilatu.

Setelah menyerahkan berkas dokumen perbaikan dan dilakukan pengecekan ada tidaknya dokumen oleh Pihak KPU, maka berkas dokumen pasangan MANIS dinyatakan lengkap.

Hal yang sama juga terjadi pada berkas dokumen perbaikan milik pasangan SMS-GES. Ketua Tim Pemenangan SMS-GES Ahmadan Loilatu dan tim penghubung  SMS-GES yang terdiri dari Yohan Lesnussa dan Abdurahim Latuconsina mendatangi Kantor KPU untuk menyerahkan berkas dokumen perbaikan sekitar Pukul  14.40 WIT.

Setelah menyerahkan berkas perbaikan dokumen dan diperiksa oleh tim data KPU, berkas dokumen perbaikan dinyatakan lengkap dan tinggal dilakukan verifikasi keabsahan dan kesesuaian dari dokumen syarat calon serta dokumen persyaratan pencalonan.

Begitu juga dengan berkas perbaikan milik pasangan calon AJAIB (Anak Kampong) yang diserahkan oleh Ketua Tim Pemenangan, Sami Latbual dan Tim Penghubung AJAIB, Betsy Anna Salomi Tasaney.

Saat tiba di KPU tepat pukul. 15.50 WIT, tim AJAIB langsung diarahkan ke Aula KPU untuk menyerahkan berkas dokumen perbaikan.

Setelah menyerahkan langsung ke Ketua KPU, berkas pasangan ini kemudian diperiksa dan dinyatakan lengkap. 

Ketua KPU Bursel, Syarif Mahulauw sebelum menyerahkan surat tanda terima mengatakan bahwa waktu perbaikan berkas pasangan calon telah selesai.

Selanjutnya, pihak KPU akan menyampaikan surat dalam waktu dekat bagi tim pemenangan pasangan calon untuk melakukan rapat bersama terkait penyiapan teknis penetapan Calon bersama semual pihak terkait.

"Nanti kami akan konfirmasi dalam bentuk surat kepada tim pemenangan pasangan calon dalam waktu satu atau dua hari akan kami undang untuk pertemuan bersama Polsek se-Kabupaten Bursel dan Polres Pulau Buru dalam rangka membicarakan bagaimana teknis dan strategi kita dalam kesepakatan bersama untuk menentukan tempat yang baik untuk penetapan calon sekaligus pengundian nomor urut," ucap Mahulauw.

Mahuluw katakan, selain itu, strategi yang akan KPU bicarakan yakni posisi tim pemenangan calon dalam penetapan pasangan calon dan pengundian nomor calon.

"Akan kita bicarakan dan kondisikan agar supaya pendukung yang diarahkan untuk hadir dalam proses itu sama. Jadi nanti kita bicarakan secara bersama dengan semua tim, dan tolong hal ini nanti disampaikan ke teman-teman partai pendukung masing-maaing pasangan calon," pungkasnya.
Dikesempatan yang sama, Komisioner divisi Teknis, Ismudin Booy menyampaikan bahwa dokumen perbaikan yang telah diterima KPU selanjutnya akan ditelitih dan diverifikasi.

"Setelah kami menerima berkas perbaikan pasangan calon ini selanjutnya akan kami lakukan verifikasi sampai tanggal 22 September," pungkasnya

Sekedar diketahui, penyerahan dokumen perbaikan syarat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati serta  tanda terima penyerahan berkas ketiga pasangan calon ini turut diawasi oleh pihak Bawaslu Kabupaten Bursel. (SBS/02)
- - - - - - - - -