Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Info Kota Ambon

News Politik

News Hukrim

Berita Kabupaten Buru

Kabupaten Buru Selatan

News Pariwisata

Namrole, SBS 
Walaupun baru melakukan pengembalian berkas pendaftaran, Minggu (10/11) ke Sekretariat Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah (Calkada) DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan (Bursel), namun pasangan Bahtiar La Galep – Sami Latbual (BISA) nampaknya akan mendapatkan rekomendasi partai itu sebagai salah satu tiket maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Bursel.

Hal ini dikarenakan, partai yang kini di pimpin oleh Airlangga Hartarto itu terlihat dari penyampaian yang dilontarkan perwakilan DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel Vence Titawael ketika memberikan sambutan diselah-selah penyambutan pengembalian berkas pendaftaran pasangan BISA di Sekretariat Tim Penjaringan, Minggu (10/11).

Titawael katakan, Partai Golkar sengaja membuka penjaringan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Bursel berdasarkan dengan 2 hari besar dan bersejarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini, yakni pembukaan tepat dengan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2019 dan penutupan bertepatan dengan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2019.

“Artinya Partai Golkar sebenarnya ingin mencari sosok pemuda yang berjiwa pahlawan,” kata Titawael yang disambut terikan BISA dan tepuk tangan oleh pendukung BISA yang hadir.

Lanjutnya, sosok seorang pemuda yang berjiwa pahlawan itu mesti diimplementasikan dalam setiap aspek perbuatannya, tidak mementingkan kepentingan pribadi, bahkan relah berkorban untuk kepentingan banyak orang.

“Bahkan nyawa sekali pun harus menjadi taruhannya. Dan rasa-rasanya setelah kita mmengikuti proses dari awal, yang bisa memenuhi kriteria itu ada di pasangan BISA sebenarnya,” ucap Vence yang kembali disambut terikan BISA disertai dan tepuk tangan para pendukung.
Titawael mengungkapkan, pasangan BISA dalam proses di legislative, baik kabupaten maupun provinsi telah mampu menunjukkan integritas dan moral yang baik dalam mengawal seluruh pembangunan di daerah ini.

“Kalau saja DPD II Partai Golkar bisa mengeluarkan rekomendasi hari ini, saya merekomendasikan BISA harus mendapatkan rekomendasi, karena saya yakin dengan pasangan BISA ini bisa membuat sejarah baru di Kabupaten Bursel, bisa memenangkan pemilihan di Tahun 2020,” ujarnya.

Dikatakan, suara Golkar itu suara rakyat dan tentunya Golkar selalu mendengar suara dari masyarakat di tingkat bawa.

“Santer terdengar bahwa salah satu pasangan yang punya elektabilitas, asektibilitas itu adalah BISA sehingga untuk memperkuat itu dibutuhkan lembaga survey seperti yang telah disampaikan oleh Ketua Tim Penjaringan dalam rangka memperkuat itu,” ucapnya.

Vence berharap, mudah-mudahan saja dalam survey itu, masyarakat tetap berada pada keputusan bersama sehingga pasangan BISA juga dapat menduduki rating tertinggi dalam perolehan survey itu.

“Berikut juga akan dilakukan pleno terbuka untuk mendalami visi dan misi dari setiap calon, tentunya ini sangat penting, setiap calon yang telah memenuhi syarat formal di Partai Golkar akan menyampaikan visi dan misinya dalam rangka memberikan referensi untuk DPD II yang akan menentukan siapa-siapa saja yang akan direkomendasikan ke atas DPD I Provinsi Maluku dan selanjutnya akan dilanjutkan ke DPP untuk memutuskan salah satu dari sekian banyak calon yang diususlkan itu untuk mendapatkan rekomendasi,” tuturnya.

Sedangkan Ketua Tim Penjaringan Calkada DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel Kabupaten Bursel, Sunardi Gura Mamulati saat itu pun menutup sambutanya dengan berharap saatnya nanti Golkar pun akan merekomendasikan pasangan BISA.
“Semoga kita semua BISA,” ucapnya.

Sedangkan, salah satu mantan Caleg Partai Golkar, Linda Tasane yang dipercayakan sebagai MC dalam acara penyambutan Calkada yang mengembalikan formulir pun sempat menyapa Bahctiar La Galep sebagai Bupati dan bukan Bakal Calon Bupati.

“Yang terhormat Bapak Bupati,” kata Linda yang langsung disambut teriakan amin oleh Tim BISA yang hadir.

Sementara itu, Bahctiar di hadapan Fungsionaris DPD II Partai Golkar maupun Tim Penjaringan mengaku bahwa pasangan BISA sudah mendaftar di sejumlah Partai.

Pria yang akrab disapa LG ini mengaku bahwa selama ia dan Sami Latbual dipercayakan sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten maupun provinsi selama 10 tahun, banyak hal kemasyarakatan yang telah menjadi perhatian pihaknya untuk diperjuangkan dan diperbaiki demi kemajuan daerah ini.

Di samping itu, dalam tugas-tugasnya sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku pun sering menyuarakan kepada Gubernur Maluku bahwa kalau mau belajar dan kalau mau jadikan laboratorium untuk membangun kerukunan hidup manusia Indonesia yang berbhineka ini, maka itu bisa dipelajari di Bursel.

“Di Ambon pasca rusuh itu ada sekat-sekat, memang dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak ada masalah, tetapi dalam pemukiman-pemukiman, terpisah-pisah, iya kan. Di Bursel tidak ada itu, nah ini Indonesia yang benar dan ini bukan sekali dua kali saya bilang, bahkan pernah mendesak pemerintah daerah, gereja di Namlea itu harus segera di bangun, harus segera di selesaikan,” ucapnya.

Kendati, lanjut LG, kemudian ada pikiran-pikiran dari oknum tertentu yang kemudian menyudutkan dirinya atas niat baiknya yang ingin membangun daerah ini dalam bingkai persaudaraan yang rukun tersebut.

“Sempat beta dapat pukulan, wah LG mau apa ini, 1 semangat saya bahwa tidak ada lain, membangun daerah ini, membangun negeri ini, membangun Bursel ini hanya dengan 1 syarat, cara pandang kita, semua masyarakat kita adalah sama. Itu adalah semangat yang paling hakiki. Demi Allah saya bilang itu semangat saya yang paling hakiki, yang paling mendalam. Bentuk intimidasi dalam bentuk apa pun adalah musuh pasangan BISA,” tegasnya.

Ia pun mengaku, dalam kesehariannya yang tak membedahkan agama, suku dan etnis, terkadang pun Ia selalu mendapatkan fitnah.

“Saya sempat di fitnah, karena saya masuk Gereja saya masuk Mesjid, ini orang dia agama apa. Memang anggota DPRD itu anggota DPRD kelompok tertentu, tidak,” ucapnya.

Ketika melanjutkan prosesi pendaftaran di Sekretariat Tim Penjaringan DPC Partai Demokrat Kabupaten Bursel pun ia terus mengklarifikasi berbagai tudingan yang dilontarkan kepadanya.

“Saya sebenarnya tidak mau sampaikan, tetapi kalau fitnah it uterus disampaikan oleh oknum-oknum tertentu secara terus menerus, maka akan dianggab sebagai suatu kebenaran. Sebab, ketika saya memberikan bantuan kepada Gereja, saya difitnah. Ketika memberikan kepada Mesjid, diam,” pungkasnya.
Bahkan, LG pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bursel untuk tidak terjebak dalam berbagai persoalan perbedaan yang selama ini dimainkan oleh oknum-oknum tertentu untuk memecah belah hubungan persaudaraan yang harusnya terus disuburkan di daerah yang kental dengan hubungan Kai Wait ini.

“Saya sampaikan ini supaya kita jangan terkooptasi dengan soal-soal perbedaan. Kalau kita cuma mau mempermasalahkan soal agama, suku, etnis di negeri ini, maka tidak mungkin kita mau maju, itu omong kosong,” tandasnya. (SBS/Tim)
- - - - - - - - -

Namrole, SBS 
Pemda Buru Selatan telah resmi mengumumkan pembukaan penerimaan seleksi CPNS tahun 2019, Rabu (13/11/19).

Dimana, pengumuman ini sesuai kesepakatan para admin SSCN se-Maluku yang telah melakukan rapat bersama pada 5 November di ruang CAT BKD Provinsi Maluku dan telah menyerahkan hasil rapat tersebut ke pemerintah pusat dan telah di setujui oleh Menpan-RB.

Sekda Buru Selatan, Iskandar Walla yang di hubungi media ini mengaku bahwa untuk proses CPNS Kabupaten Bursel tidak ada masalah dan berjalan sesuai prosedur dan jadwal yang telah ditetapkan secara nasional.

"Jadwal proses pendaftaran CPNS Kabupaten Buru Selatan berjalan sesuai jadwal secara nasional," kata Sekda kepada media ini melalui pesan Whatsappnya, Rabu (12/11/19) tengah malam.

Hal ini disampaikan Sekda lantaran ada informasi yang berkembang di masyarakat bahwa pelaksanaan CPNS untuk Kabupaten Buru Selatan mengalami penundaan dan bergeser dari jadwal yang telah di tetapkan secara nasional.

"Tidak ditunda, besok (hari ini) tanggal 13 November akan di umumkan secara resmi oleh Pemda Buru Selatan melalui Badan Kepegawaian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buru Selatan," akui Sekda.

Dirinya menghimbau kepada para pelamar yang ingin mendaftar silakan melakukan kroscek informasi ke bagian BKPSDM Kabupaten Bursel untuk mendapatkan Informasi yang sebenarnya.

"Nanti bisa di cek ke bagian BKPSDM dan situs onlinenya," ucap Sekda.

Sementara informasi yang berhasil dikumpulkan media ini dari pihak BKPSDM Kabupaten Buru Selatan bahwa sesuai dengan SK Bupati Nomor 130/110 tahun 2019 tentang penerimaan CPNS dilingkup Pemda Buru Selatan tahun 2019 telah ditetapkan jadwal pengumuman formasi yang dilakulan pada tanggal 13 November 2019.

Sedangkan untuk pembukaan pendaftaran dilangsungkan pada tanggal 15 November dan penutupan pendaftaran pada tanggal 29 November. Sementara pengumuman hasil lulus adiminitrasi diumumkan pada tanggal 16 Desember tahun 2019.

Sekedar diketahui, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) telah diberikan Kuota CPNS oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) sebanyak 178 formasi dan diperuntukan untuk tenaga Pendidikan, Tenaga Kesehatan dan Tenaga Teknis.

Penetapan kuota CPNS sebanyak 178 ini berdasarkan keputusan Menpan-RB Nomor 373 Tahun 2019 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan Tahun Anggaran 2019.

Dari kuota 178 tersebut telah dibagi untuk tiga formasi yaitu untuk Tenaga Kesehatan sebanyak 55 orang, untuk Tenaga Pendidikan sebanyak 58 orang dan untuk tenaga teknis sebanyak 65 orang.

Untuk pendaftaran online, para peserta CPNS bisa mendaftar di Sscn.Bkn.go.id atau bisa ke website BKPSDM Bursel dengan alamat https://bkdbursel01.wixsite.com/website. (SBS/02)
- - - - - - - -

Namlea, SBS 
Mobil dinas DE 8076 DM yang dikemudikan Kadis Sosial Kabupaten Buru, Drs Jubair Surnia terbalik dan menghantam pengendera motor yang sedang berboncengan, menyebabkan dua korban luka parah dan sejumlah lainnya luka ringan.

Dua korban yang dikhabarkan menderita  luka parah yakni , Sedek Loilatu (40) asal Desa Elfule Kecamatan Namrole Kabupaten Bursel dan ibu Hamsin Umasugi (27), asal Desa Rawata, Kecamatan Mangole, Kabupaten Sanana, Propinsi Maluku Utara.

Sedek Loilatu mengalami patah kaki bagian kanan, luka memar pada mata bagian kanan, lecet pada lutut kaki kiri, lecet pada tangan kiri, dan luka sobek pada telapak kaki sebelah kiri.

Sedangkan ibu Hamsin Umasugi mengalami Luka robek pada kaki sebelah kanan,  Luka memar dan bengkak pada mata.

Sementara Kadis Sosial Kabupaten Buru, Jubair Surnia, mengalami sesak nafas akibat benturan di dada.

Sedangkan para penumpang di mobil yang dikemudikan Jubair, hanya Abdul Rachmam Rumagia mengalami luka lecet dibagian kepala serta memar di bagian dada dan tiga penumpang lain hanya mengalami shock atau trauma akibat kecelakaan tadi.

Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli yang dihubungi wartawan membenarkan kejadian lakalantas ini.

"Kadis sosial sudah dirujuk ke RSU Lala di Namlea, sedangkan pengendara motor dan ibu yang dibonceng sementara dirawat di Puskesmas Wamlana," jelas Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli, Rabu sore (13/11).

Dijelaskannya, kejadian lakalantas itu terjadi pukul 14.00 Wit bertempat di Jalan raya, tepatnya di tikungan Desa Persiapan Waeula, Kecamatan Airbuaya Kabupaten Buru,  antara mobil Mitsubishi Triton Warna Putih pelat merah No Pol  DE 8076 DM dengan sepeda motor honda beat biru hitam tanpa pelat nomor.

Berdasarkan laporan dari TKP yang berhasil dikumpulkan kepolisian, disebutkan bahwa Mobil Mitsubishi Triton warna putih yang dikemudikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buru Drs.Juber Surnia dari arah Desa Airbuaya dengan tujuan Namlea.

Setelah sampai di tikungan Waeula Desa Persiapan Waeula Kecamatan Airbuaya pengemudi mobil kaget sebuah mobil warna hitam yang muncul dari arah berlawanan.

Kemudian pengemudi mobil berusaha menghindar. Namun  karena melaju dalam kecepatan tinggi mobil tidak bisa dikendalikan oleh Jubair Surnia, sehingga mobil terbalik dan menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh korban sampai posisi depan mobil kembali menghadap ke arah Airbuaya.
Petugas kepolisian juga bertindak sigap di TKP dengan mengamankan barang bukti ke Polsek Airbuaya, serta membawa korban pertama kali ke Puskesmas Wamlana.

Sementara itu, Ny. Putri Febrianti Azizah dari Direktorat Penanganan Fakir Miskin, Kantor Kementrian Sosial, yang ikut ikut dalam mobil dinas, dan sempat dirujuk ke UGD RSU Lala, hanya dinyatakan alami trauma fisik akibat musibah itu.

Menurut Putri Febrianti , dia baru saja tiba di Namlea untuk kegiatan Kementrian Sosial. Sehari sebelumnya, ia di Ambon dan sempat mengalami peristiwa gempa 5,1 MMI.

Pihak RSU Lala juga sudah memperbolehkan dirinya keluar dari rumahsakit dan Putri Febrianti merencanakan akan kembali ke Jakarta esok pagi. (SBS/11)

- - - - - - - -

Ambon, SBS 
Pernyataan Ketua Ombudsman Maluku tentang kehadiran berkantor dan kinerja Gubernur Maluku menuai tanggapan kritis dari Azis Hentihu, anggota DPRD Provinsi Maluku.

"Ketua Ombudsman Provinsi Maluku perlu memperbaiki pemahamannya tentang tentang kinerja pelayanan publik. Karena sangat parsial dan naif jika hanya tidak bertemu Gubernur di kantornya kemudian mengatakan kinerja pelayanan publik daerah rendah," tegaskan Sekertaris Fraksi Pembangunan Bangsa DPRD Maluku, Aziz Hentihu SE, dalam siaran persnya, Rabu malam (13/11).

Seperti yang dilansir disalah satu harian daerah, Hassan Slamet Ketua Ombudsman Perwakilan Maluku memberikan keterangan pers yang menilai kehadiran dan kinerja Gubernur Maluku tentang penanganan bencana alam, dan akan melaporkan Gubernur Maluku ke Ombudsman Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Aziz Hentihu menegaskan, bahwa Gubernur Maluku sejak 11 November tercatat sedang memimpin rombongan para Bupati dan Walikota se-Maluku berkoordinasi ke Menteri Perhubungan pada 12 November 2019 di Jakarta.

Pertemuan ini  merupakan tindaklanjut dari kunjungan kerja Presiden Jokowidodo di Ambon pada 28-29 September lalu.

Terkait kegiatan tersebut, politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mengatakan, seharusnya Kita akui mediasi Gubernur Maluku yang membawa para Bupati dan Walikota ke Kementerian Perhubungan adalah hal yang langka dilakukan selama ini oleh gubernur sebelumnya.

Padahal perhubungan di daerah ini adalah sektor yang membuat terjadinya highcost economy, karena dukungan prasarana-sarana transportasi yang minim dan membuat akibat berantai ke sektor lainnya.

Sebagaimana diketahui, Ombudsman adalah lembaga negara yang dibentuk untuk mengawasi penyelenggaraan publik. Lembaga ini dalam tugasnya dirancang untuk memberi respon terhadap pengaduan masyarakat maupun melakukan pencegahan terhadap maladministrasi pelayanan publik.

Namun ketidakhadiran Gubernur saat akan ditemui Ombudsman Perwakilan Maluku tanggal 12 Nopember nampaknya telah memunculkan pendapat kritis dari Hassan Slamet, Ketua Perwakilan Ombudsman Maluku.

Menurut Aziz, seharusnya dalam menilai kinerja pelayanan publik seorang Gubernur itu seyogyanya dilihat dari sisi process dan outcome-nya. Yaitu, melihat bagaimana praktek pelayanan publik Gubernur, serta hasil-hasil dan manfaat apa yang dihasilkan dari rangkaian langkah kebijakan Gubernur.

"Kalaupun Ombudsman melakukan preventif, kan dilakukan pada aspek maladministrasi. Saya tidak melihat ada maladministrasi dalam hal ini", imbuh Azis yang terpilih dari Dapil Buru ini.

Aziz ikut menyentil Tugas dan Fungsi Ombudsman antara lain bertugas Menerima laporan atas dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik, Melakukan pemeriksaan subtansi atas Laporan, Menindak lanjuti Laporan yang tercakup dalam ruang lingkup kewenangan ombudsman, Melakukan investigasi atas prakarsa sendiri terhadap dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Selain itu, ombudsman juga punya fungsi dan tugas melakukan koordinasi dan kerja sama dengan lembaga Negara atau lembaga pemerintahan lainnya serta lembaga kemasyarakatan dan perseorangan, Membangun jaringan kerja, Melakukan upaya pencegahan Maladministrasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik dan Melakukan tugas lain yang diberikan oleh Undang-Undang. (SBS/11)
- - - - - - -

Namrole, SBS 
Abdul Muthalib Laitupa, Bakal Calon Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel) melakukan pengembalian berkas pendaftaran di Sekretariat Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah (Calkada) DPC Partai Demokrat Kabupaten Bursel, Rabu (13/11) sore.

Di hadapan Tim Penjaringan, Laitupa mengaku sangat berterima kasih lantaran disambut cukup baik oleh Pengurus dan Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Demokrat Kabupaten Bursel.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pengurus dan Tim Penjaringan yang sudah dengan iklas dan rela untuk menerima kami dalam rangka pengembalian berkas kami sebagai Bakal Calon Bupati Bursel,” kata Laitupa.

Ia mengaku datang mengembalikan berkas dengan tim yang tidak banyak dan hanya sebatas perwakilan beberapa kecamatan saja.

“Saya hadir sore ini dengan sesederhana mungkin, tidak berarti saya tidak punya pendukung yang besar, biasanya saya juga dengan yang besar, tetapi hari ini saya datang dengan tim saya yang penting ada perwakilan dari Ambalau, Namrole, Waesama. Leksula belum ada dan sekitarnya. Yang kami bawa hari ini perwakilan untuk mengantarkan saya untuk mengembalikan berkas,” terangnya.

Menurut Laitupa dengan slogan AMAL ini, Rekomendasi Partai Demokrat Kabupaten Bursel merupakan salah satu partai yang diincar rekomendasi oleh ia dan timnya .

“Partai Demokrat adalah salah satu sasaran kami dari AMAL yang saat ini berkeinginan sekali untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat Kabupaten Bursel untuk dicalonkan di Kabupaten Bursel sebagai Bupati,” ucapnya.

Olehnya itu, proses pengembalian berkas di Partai Demokrat ini merupakan bagian dari langkah awal pihaknya dalam memperjuangkan rekomendasi Partai Demokrat.

“Ini adalah langkah awal kita mulai mendaftar, kemudian pengambilan berkas dan selanjutnya kita akan berproses untuk bisa mendapatkan rekomendasi itu,” katanya.

Laitupa pun mengaku bahwa langkahnya untuk maju sebagai Calon Bupati Bursel telah mempertimbangkan beberapa hal penting, diantaranya tidak ada inchumbent Bupati.

“Saya juga perlu bersaing dalam pesta demokrasi Pilkada 2020-2025 karena saya merasa bahwa inchumbent tidak ada. Jadi, kita semua bersaing dengan sehat,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, dari sisi pengalaman birokrasi dan mengatur pemerintah daerah Kabupaten Bursel, semua calon punya kelebihan dan kekurangan. Namun Ia berharap Partai Demokrat tak meragukan kemampuannya.

“Saya kiri dari sisi Partai Demokrat tidak perlu meragukan calon yang satu ini dari segi kemampuan mengatur pemerintahan, mengatur birokrasi, mengatur pembangunan di Kabupaten Bursel karena sudah 10 tahun saya sudah bekerja dengan pemerintahan sebelumnya,” ucapnya.

Apalagi, tambah Laitupa, selain pernah menjabat sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Bursel selama 2 kali, saat ini pun ia masih menjabat sebagai Kepala Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bursel dan baru akan penisun akhir Januari 2020 mendatang.

“Saya pernah menjadi Penjabat Sekda 2 kali dan masih menjabat sebagai Kepala BKSDM sampai saat ini. Nanti, Januari akhir sudah pensiun dan karena itu saya berani untuk bertarung memperebutkan posisi Bupati 2020-2025,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Demokrat Kabupaten Bursel, Ruben Tasane mengaku sangat mengapresiasi kehadiran Laitupa secara langsung untuk mengembalikan berkas pendaftaran di Sekretariat Tim Penjaringan.

“Kehadiran Bapak secara langsung di gedung Sekretariat Penjaringan ini sangat kami mengapresiasi, karena kami menganggab Bapak serius berproses di Partai Demokrat,” kata Ruben yang juga mantan anggota DPRD Bursel yang didampingi Tim Penjaringan lainnya yakni Taha Fatsey dan Elin Seleky.
Olehnya itu, Ruben pun menghimbau agar Laitupa tetap berproses bersama Bakal Calon lainnya untuk memperebutkan rekomendasi Partai Demokrat yang kewenangannya berada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Bapak silahkan berproses, kewenangan meberikan rekoemndasi itu ada di DPP,” tuturnya.

Untuk diketahui, proses pengembalian berkas pendaftaran Calkada di Partai Demokrat akan berakhir Kamis (14/11) pukul 24.00 WIT, namun hingga Rabu (13/11) sore, Calkada yang baru mengembalikan berkas pendaftaran ialah pasangan Bahtiar La Galep – Sami Latbual, Safitri Malik Soulisa, Sahlan Tomia dan Abdul Muthalib Laitupa.

Sedangkan, Calkada yang belum mengembalikan formulir pendaftaran terdiri dari pasangan Syahroel AE Pawa-Alfons Lesnussa, pasangan A Faisal Souwakil-Saul Tasane, Abdurahman Soulisa, Muhammad Mukadar, Idrus Waly, Elisa F Lesnussa, Hadji Ali, Musa Souwakil dan Saiful Loilatu.

“Sampai saat ini, belum ada Calkada yang konfirmasi akan mengembalikan berkas hari Kamis (14/11),” kata Sekretariat Tim Penjaringan Calkada DPC Partai Demokrat Kabupaten Bursel, Taha Fatsey. (SBS/01)
- - - - - - - - -
Namrole, SBS
Bakal Calon Bupati Buru Selatan (Bursel) Abduhraman Soulisa dan Bakal Calon Wakil Bupati Frans Nicolas Kuara dinyatakan gugur oleh Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah (Calkada) DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel lantaran hingga Minggu (10/11) keduanya tidak mengembalikan berkas pendaftaran.

"Iya terkait dengan itu, sesuai dengan Juklak nomor 6 Tahun 2016. Jika Bakal Calon yang tidak mengembalikan, maka secara otomatis bakal calon dinyatakan gugur dan dianggap tidak siap," kata Ketua Tim Penjaringan Calkada DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel, Sunardi Gura Mamulati kepada wartawan di Namrole, (12/11).

Ia menjelaskan bahwa Calkada yang mengembalikan berkas hingga Minggu (10/11) berjumlah 20 orang, yang terdiri dari 15 Bakal Calon Bupati dan 5 Bakal Calon Wakil Bupati.

"Bakal Calon Bupati yang mengembalikan berkas pendaftaran terdiri dari AM Laitupa, Siradjan Tomnussa, 
Muhammad Mukadar, Safitri Malik Soulisa, Musa Souwakil, Syahroel AE Pawa, Sahlan Tomia, Bachtiar La Galep, Hadji Ali, Zainuddin Boot, A Faisal Souwakil, Idrus Waly, Masrudin Solossa, Elisa F Lesnussa dan Saiful Loilatu," urainya.

Sedangkan untuk Bakal Calon Wakil Bupati yang telah mengembalikan formulir pendaftaran terdiri dari Nikolaus Nurlatu, Alfons Lesnussa, Sami Latbual, Saul Tasane dan Gerson E Selsily.

Namun, lanjut Mamulati, bagi Calkada yang berkasnya belum lengkap masih diberikan kesempatan untuk melengkapinya hingga Kamis (14/11).

Dimana setelah batas waktu itu, tim akan menggelar rapat untuk memutuskan Calkada yang dinyatakan lolos administrasi dan akan pula diputuskan minimal 5 Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati dan atau maksimal 10 yang akan dinyatakan lolos untuk diusulkan ke DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku.

"Iya, diputuskan pada Rapat Pleno diperluas, yang dihadiri oleh unsur DPD 1 Partai Golkar Provinsi Maluku, Panelis dan unsur DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel," ucapnya.

Ia menjelaskan Rapat Pleno diperluas itu akan dibarengi dengan penyampaian Visi dan Misi Bakal Calon, Tanggapan dan masukan peserta Rapat Pleno diperluas, Pembahasan dan penetapan Bakal Calon secara musyawarah dan mufakat, serta Penandatanganan Berita Acara Penetapan Bakal Calon.

"Jadi, berdasarkan Juklak, maka tidak bisa dihindari bahwa maksimal 10 Calon Bupati yang akan diusulkan ke DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, karena saat ini yang mengembalikan berkas berjumlah 15 orang," tandasnya.

Bahkan, lanjutnya, jika pada saat diundang untuk menyampaikan Visi dan Misi ada Calkada yang tidak hadir, maka dinyatakan gugur.

"Iya, kehadiran wajib hukumnya dan apabila Bakal Calon tidak hadir, maka atas nama tim penjaringan minta maaf yang bersangkutan dinyatakan mundur secara sepihak," paparnya.

Sementara Nicolas Frans Kuara kepada wartawan melalui pesan singkat, Selasa (12/11) mengaku mengembalikan berkas pendaftaran ke Tim Penjaringan Calkada DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel karena ada syarat berkas pendaftaran yang tidak bisa dipenuhi.

"Ada berkas yang harus segera diambil di Makasar, dengan waktu yang begitu padat makanya tidak sempat ambil karena waktu tidak memungkinkan," kata Kuara. 

Sedangkan Abdurahman Soulisa yang dikonfirmasi melalui pesan singkat dan WhatsApp tidak direspon. Telepon selular nya pun tak bisa dihubungi sehingga belum diketahui kendalanya sehingga tidak mengembalikan formulir pendaftaran. (SBS/01)
- - - - - - -

Namrole, SBS 
Salah satu cabang olah raga yang cukup diminati masyarakat Buru Selatan (Bursel) dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa adalah sepak bola. Dan hal ini menjadi perhatian Pemda Bursel untuk terus mengembangkan sepak bola guna menghasilkan pemain - pemain berbakat di dunia olah raga khususnya sepak bola.

Untuk mencapai hal tersebut, Pemda Bursel berharap semua stake holder yang ada di Bursel untuk dapat mengembangkan olah raga sepak bola di tingkat desa hingga tingkat kabupaten.

Keinginan Pemda ini sebagaimana tertuang dalam sambutan Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulisa yang dibacakan Sekda Bursel Iskandar Walla saat penutupan turnamen Sepak Bola Champion Pemuda Wamsisi, Selasa (12/11/19) di lapangan desa Wamsisi, Kecamatan Waesama.

“Pemerintah daerah berharap kegiatan seperti ini sangat penting dan patut dikembangkan oleh semua pihak pelaku dan pecinta sepak bola agar kabupaten Bursel nantinya memiliki pemain-pemain terbaik dan berbakat yang nantinya mampu berkiprah bukan hanya ditingkat lokal, tetapi ditingkat nasional bahkan internasional,” ucap Sekda mengutip sambutan Bupati Bursel.

Disamping itu, dengan turnamen ini diharapkan akan lahir pemain-pemain berkarakter sprotif, berkekuatan fisik yang handal dan memiliki kekompakan dalam mengelola permainan serta berprestasi dan profesional dibawa bimbingan PSSI Kabupaten Bursel.

“Saya berkeyakinan dan percaya apabila pemain terbaik dan berbakat ini jika dikelola dan dibina terus menerus maka kabupaten Bursel akan memiliki tim sepak bola yang disegani oleh pemain dari daerah lain,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, sepak bola jangan hanya dijadikan sebagai pelampiasan hobi saja tetapi masyarakat harus mampu menjadikan sepak bola sebagai salah satu alternative untuk hidup sehat.

“Sepak bola harus mampu menjadi motivasi dalam mengoptimalkan potensi diri dan teruslah mengembangkan olah raga sehingga warga Bursel bisa hidup lebih sehat dan menjadikan olah raga sebagai gaya hidup,” imbuhnya.

Dirinya menghimbau kepada para pemain yang telah mengikuti jalannya pertandingan hingga puncak agar terus memotivasi diri dan tidak patah semangat sehingga dalam turnamen-turnamen selanjutnya dapat menjadi pemain dan tim yang sukses dalam meraih juara.
“Selamat kepada para juara dan kepada tim yang belum menang jangan berkecil hati sebab masih banyak kesempatan untuk mengukir prestasi. Semangatlah terus untuk kejayaan olah raga di Kabupaten Bursel,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam pertandingan tersebut, keluar sebagai juara pertama adalah Omega FC, sedangkan juara dua diraih oleh  Oki Lama FC dan juara tiga diraih oleh Wamsisi FC.

Untuk juara 1 mendapatkan piala serta bonus uang pembinaan Rp.10 juta, juara dua mendapatkan piala dan bonus uang pembinaan Rp.7,5 juta dan juara tiga memperoleh piala dan bonus uangang pembinaan Rp.5 juta. (SBS/02)
- - - - - - - - - -

Namlea, SBS  
Dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) II PPP Maluku mengusung thema Revitalisasi dan Konsidasi menuju kemenangan PPP di tahun 2024 nanti.

Wakil Ketua DPP PPP, Fernita Darwis, saat membuka Mukerwil II PPP Maluku, di Hotel Grand Sarah, Namlea, Kabupaten Buru, pada Senin pagi (11/11) menegaskan, kalau Thema revitalisasi dan konsolidasi ini diusung dari DPP PPP hingga ke seluruh wilayah.

Fernita Darwis  katakan, Revitalisasi ini sangat penting dalam mempersiapkan kader-kader PPP yang mapan dan peduli dalam mengelola partai.

Dihadapan peserta Mukerwil yang datang dari 11 DPC PPP Kabupaten/kota se-Maluku dan juga pengurus DPW PPP Maluku, Fernita Darwis ikut menegaskan, kalau partai berlambang Ka'bah ini bukan satu perusahan yang dikelola oleh satu keluarga.

Tapi partai ini adalah satu wadah untuk memperjuangkan aspirasi umat ."Jadi marilah kita semua bekerja cerdas, ikhlas, untuk kepentingan umat," imbuhnya.

Sebagai Partai  yang tertua di Republik Indonesia dan sering mengalami banyak masalah dan banyak dinamika, tapi Fernita sangat optimis dan  yakin ke depan PPP akan besar.

"Saya sampaikan kepada kader PPP, saya sangat mengharapkan karena sebentar lagi kita akan memasuki moment pilkada, maka kita harus menggunakan moment ini juga untuk konsolidasi," pungkas Fernita.

Sebab tanpa konsolidasi maka orang akan melupakan PPP. Tapi bila sering konsolidasi, sering ketemu, Insya Allah orang akan selalu mengingat kembali dan tetap bersama PPP.

"Saya konsolidasi pada pemilu kemarin, saya ke beberapa kabupaten, ada kecamatan yang turut dikunjungi, mereka sangat mengharapkan agar PPP selalu mengunjungi dan mereka selalu bersama dengan PPP," ucap Fernita.

Untuk seluruh kader dan pengurus PPP, Fernita juga menyampaikan pesan dari DPP PPP agar para kadernya bisa bersinergis dengan pemerintahan setempat. Sinergik yang baik itu dalam rangka mengawal program pemerintah yang selalu pro umat.

"Mudah-mudahan pemerintah juga tetap bersinergi dengan PPP.Insya Allah semua yang kita lakukan itu untuk berbuat yang baik kepada umat,"harap Fernita.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Fernita juga menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia mukerwil DPW PPP dan panitia lokal dari DPC PPP Kabupaten Buru yang bekerja dengan baik, sehingga acara ini berlangsung sukses .

Sedangkan PLT Ketua DPW PPP Maluku, Siti Etha Hentihu dalam sambutan pembuka mengatakan, mukerwil ini seharusnya dilakukan di Ambon, ibukota Propinsi Maluku.

Namun mengingat kondisi kota Ambon kini dalam keadaan prihatin, gempa meluluh,akhirnya dipindahkan ke Namlea, Ibukota Kabupaten Buru.(SBS/11)
- - - - - - -
Muhajir Bahta 
Namrole, SBS  
Ketua sementara DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Muhajir Bahta memastikan bahwa pelantikan Pimpinan definitive DPRD Kabupaten Bursel periode 2019-2024 akan dilakukan tanggal 16 November 2019 mendatang.

“Tanggal 16 November pelantikan Pimpinan DPRD,” kata Bahta melalui WhatsApp, Senin (11/11).
Bahta menjelaskan, kepastian waktu pelantikan itu berdasarkan hasil koordinasi Sekretaris DPRD Kabupaten Bursel, Hadi Longa dengan pihak Pengadilan Negeri Ambon. “Iya,” ucapnya Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Bursel ini.

Soal persiapan jelang proses pelantikan maupun siapa saja yang akan diundang dalam prosesi pelantikan itu, Muhajir menyerahkan sepenuhnya kepada Sekretaris DPRD.

“Lebih jelasnya langsung ke Sekwan saja biar lebih jelas,” kata pria yang akrab disapa Ajir ini.

Sementara Sekretaris DPRD Kabupaten Bursel, Hadi Longa pun membenarkan akan dilakukan proses pelantikan tanggal 16 November 2019, namun Ia mengaku hanya mengundang Ketua Pengadilan Negeri Ambon.

“Yang diundang cuma Ketua Pengadilan Negeri,” kata Longa singkat melalui WhatsApp, Senin (11/11).

Untuk diketahui, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bursel, Iskandar Walla mengaku sudah mengantongi Surat Keputusan (SK) tentang Pelantikan Pimpinan definitif DPRD Kabupaten Bursel periode 2019 – 2024 yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail.

“Iya SK sudah ada di saya,” kata Sekda melalui WhatsApp, Jumat (8/11) malam.

Ia mengaku, setelah tiba di Namrole, Sabtu (9/11) pihaknya akan segera menyerahkan SK tersebut ke DPRD setempat.

“Rencana besok pulang Namrole untuk disampaikan,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Sekda, akan segera dilakukan proses pelantikan pimpinan definitif yang akan diatur lebih lanjut oleh Sekretaris DPRD.

“Segera pelantikan pimpinan definitif. Nanti sesuai aturan bisa hubungi Sekwan mengenai hal tersebut karena selanjutnya urusan Sekwan. Sekda hanya urus percepatan SK Gubernur di Pemprov,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Bursel Hadi Longa pun mengaku telah menerima SK tersebut.

“Sudah, saya baru ambil hari ini,” kata Longa melalui WhatsApp, Jumat (9/11) malam.
Sebelumnya Bahta menjelaskan, ada tiga pimpinan DPRD yang telah diusulkan ke Gubernur Maluku yang berasal dari Partai Nasdem, Partai Golkar dan PAN.

“Muhajir Bahta sebagai Ketua, Jamatia Booy sebagai Wakil Ketua satu dan La Hamidi sebagai Wakil Ketua dua,” terangnya.

Selain itu, tambah dia, ada dua agenda mendesak yang akan dilaksanakan pasca pelantikan pimpinan defenitif DPRD nantinya.

“Setelah lantik, yang menjadi agenda mendesak DPRD yaitu pembentukan alat kelengkapan dewan dan pembahasan APBD 2020,” ungkapnya. (SBS/01)

- - - - - - - -

Namrole, SBS 
Bakal Calon Bupati yang juga Rektor Uniqbu, Muhammad Mukaddar, yang maju sebagai kandidat kuat bakal calon Bupati Buru Selatan, turut melirik kader-kader partai politik yang ada di Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Ada beberapa nama yang ikut disebut Mukaddar, dan saat ini sedang disurvey yakni Gerson Selsily (Partai Demokrat), La Hamidi (PAN) dan Sami Latbual (PDIP).

"Sami Latbual (PDIP), Pak Gerson Selsily (Demokrat)  dan Pak La Hamidi (PAN) juga. Kemudian pak Ridwan juga, dan masih banyak lainnya. Semua itu dalam pantauan kita sesuai dengan kriteria," beber Kandidat Bupati Bursel, Muhammad Mukaddar kepada wartawan usai menyerahkan berkas pencalonan di Sekertariat DPD II Partai Golkar Bursel, Sabtu (9/11) .

Kepada wartawan Mukaddar mengaku ada lima nama yang masuk pantauan timnya. 

"Seandainya wakil bupati itu ada lima, maka kelimanya saya ambil sebagai calon wakil bupati saya. Tapi cuma satu, maka harus ada kriteria tertentu," ucap Mukaddar.

Lebih jauh dijelaskannya, kalau pendampingnya untuk memimpin Kabupaten Bursel periode lima tahun mendatang tidak boleh asal-asalan.

Ia membutuhkan wakil yang bisa bekerjasama dengan baik. Tidak boleh pecah kongsi sepanjang perjalanan nanti.

"Itu komitmen dan syarat yang saya inginkan," tandas putra kelahiran Waelikut ini.

Menurut Mukaddar, Kabupaten Bursel tidak kekurangan figur bahkan punya figur yang cukup banyak. Baik dari kalangan muslim maupun non muslim.

"Kalau saya pasang kriteria sebenarnya cukup banyak yang bisa kita ambil sebagai calon wakil bupati.Dan lima nama sedang disurvey oleh tim saya," kata Mukaddar.

"Ada orang yang punya kelebihan dan kekurangan, maka kita lihat kekurangannya dimana dan kelebihannya di mana. Apakah kelebihannya itu bisa bersatu bersama-sama mendesain masyarakat atau tidak," tambah Mukaddar.

Bila kelebihan dari orang yang disurvey tidak mampu bersama pasangan   mendesain masyarakat agar lebih maju lagi,  maka itu tidak masuk syarat yang diinginkannya.

Pada Sabtu lalu, selain mendaftar di Partai Golkar, Mukaddar yang selalu didampingi mantan politisi PDIP dan juga mantan Anggota DPRD Kota Ambon, Ali Bafagi turut mendaftar di DPC PPP Bursel.

Di hadapan pengurus kedua partai ini, Mukaddar tanpa malu menyatakan  membutuhkan PG dan PPP yang sudah punya pengalaman memimpin NKRI ini untuk bersama-sama dengan dirinya dan pasangannya untuk membangun kabupaten Buru Selatan.

Ditanya wartawan lebih jauh usai mendaftar, Mukaddar optimis semua dokumen awal yang dimasukan telah lengkap dan kalaupun ada kekurangan akan dilengkapinya.

Dari data awal itu, PG dan PPP bisa melihat trackrecord dan sebagainya tentang dirinya.

Mukaddar optimis akan mengantongi rekomendasi dari PG dan PPP yang pengembalian berkasnya baru dilakukan, serta Nasdem, PDIP dan PAN yang berkasnya sudah diserahkan beberapa waktu lalu.

"Dari dokumen ini pengurus Partai Golkar dan PPP bisa mihat data kami, trackrecord dan sebagainya. Mudah mudahan dari ini akan melahirkan sebuah rekomendasi dan saya mengharapkan rekomendasi PG dan PPP," tegasnya.

Mengutip pepatah orang Betawi, Mukaddar lebih lanjut menegaskan, bahwa harapan ini bukan sebuah pepesan kosong, sebab telah dilaluinya dengan  langkah-langkah konkrit.
"Saya tunjukan kepada PG dan parpol lainnya bahwa saya bisa mendesain masyarakat agar bisa lebih baik dari sebelumnya  dan saya bisa membaur bersama-sama masyarakat membangun Kabupaten Bursel. Optimis ini bukan karena kedekatan dengan elit partai, sebab saya dekat dengan semua orang, baik dari Kabupaten Bursel, Kabupaten Buru, dan di Propinsi Maluku, sampai ke pusat. Saya dekat dengan banyak orang," imbuh Mukaddar.

Mukaddar optimisi karena punya bekal, punya latar belakang pendidikan, punya pengalaman yang sekian banyak dan terakhir  ia sedang memimpin Universitas Iqra Buru (Uniqbu).

"Dimana kampus ini saya desain dari hampir pailit menjadi yang terbaik untuk saat ini dengan beberapa prodi naik dari grade C menjadi B. Itu artinya saya punya prestasi dan dengan itu semua saya optimis dan punya bekal untuk bisa mendesain kemajuan Kabupaten Buru Selatan," pungkas Mukaddar.(SBS/11, SBS/02)
- - - - - - -
 Namrole, SBS 
Salah satu bakal calon wakil bupati Buru Selatan, Niko Nurlatu dalam Visi Misinya mengatakan kehadiran dirinya dalam bursa bakal calon kepala daerah pada Pilkada Buru Selatan Tahun 2020 ini adalah ingin membangun Buru Selatan denga hati nurani menuju ke arah yang lebih baik.

Demikian disampaikan Nurlatu saat mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wakil Bupati di sekretariat DPD II Partai Golkar Buru Selatan, di jalan baru, Desa Waenono, Kecamatan Namrole, Minggu (10/11/19).

Nurlatu dan tim suksesnya tiba di secretariat Partai Golkar tepat pukul 19.50 Wit dan diterima oleh Ketua Tim Penjaringan Partai Golkar Nardi Gura  Mamulati, Anggota DPRD Partai Golkar Asriyadi Tomia, dan seluruh tim penjaringan.
Nurlatu pada kesempatan itu menuturkan niatnya mendaftar sebagai wakil bupati yaitu ingin membangun kabupaten Buru Selatan kearah yang lebih baik dan bermartabat.

“Membangun negeri ini harus dengan hati nurani, jangan jadikan hanya sebagai proyek dan kepentingan untuk diri sendiri. Kita lihat negeri ini kita manangis dan sebagai anak negeri ini saya maju dan punya niat benar untuk membangun Buru Selatan. Saya maju dengan hati dan niat membangun negeri ini. Dan semua proses akan saha ikuti dan menunjukan kualitas jati diri saya sebagai anak negeri,” ujar Nurlatu.

Menurutnya, dengan niat baik dan ketulusan yang dimilikinya ini, jika dikalaborasikan dengan visi misi dan perjuangan Partai Golkar, maka sudah pasti apa yang di cita-citakan untuk membenahi Buru Selatan dapat dengan muda dilaksanakan.

“Niat saya yaitu bagaimana melihat daerah ini ke depan. Sebagai anak adat, sebagai anak negeri, kita punya tanggung jawab untuk membangun Buru Selatan. Yang sudah ada kita perbaiki kalau yang belum ada mari kita sama-sama membangun,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Maluku ini.

Nurlatu yang juga Korlap Partai Hanura untuk Kabupaten Buru dan Buru Selatan ini menuturkan bahwa dirinya sungguh siap jika diberikan rekomendasi oleh Partai Golkar untuk maju dalam perhelatan Pilkada Tahun 2020 mendatang.

“Beta siap bersinergi jika Golkar memberi rekomendasi,” ucapnya.

Ketua tim penjaringan Partai Golkar Buru Selatan Nardi Gura  Mamulati dikesempatan itu mengatakan Partai Golkar adalah partai terbuka dan menerimah siapa saja yang ingin bersaing untuk merebut rekomendasi Partai Golkar.


“Kami terbuka untuk siapa saja dan kandidat siapa saja, dan Pak Niko adalah calon wakil pertama yang mengembalikan formulir pertama untuk wakil bupati, dan ini tanda baik karena keseriusan Pak Niko. Partai Golkar nantinya dalam memberikan rekomendasi tidak lain hanya melalui lembaga survey dan manuver-manuver para bakal calon dengan DPD II, DPD I dan DPP Partai Golkar,” ujarnya.

Mamulati menjelaskan, ada tahapan yang apabila berkas calon saat diperiksa nantinya belum lengkap akan diberi waktu untuk perbaikan.

“Kalau sudah lengkap berarti tidak ada perbaikan lagi tapi kalau ada yang perbaikan kami menunggu sampai tanggal 14 November. Dan perlu diingat calon-calon yang menyempaikan visi misi di DPD I adalah mereka yang salah satunya memiliki berkas lengkap,” pungkasnya.

Sementara anggota DPRD Buru Selatan Asriyadi Tomia dalam arahannya mewakili ketua DPD II Partai Golkar mengucapkan terima kasih kepada para calon yang berniat baik untuk mengembalikan berkas di Partai Golkar.
“Kami mewakili pimpinan mengucapkan terima kasih kepada Pak Niko yang telah menunjukan etikad baik dengan mengembalikan berkas di DPD Partai Golkar. Golkar mempunyai basis dan pengalaman yang besar sehingga pada Pilkada kali ini Golkar mempunyai peluang yang besar memenangkan kandidat yang nantinya di usung,” kata Asriyadi.

“Silakan ikuti seluruh proses, kita akan mendukung penuh rekomendasi yang diberikan kepada kandidat tersebut. Kami akan bekerja untuk memenangkan kandidat yang mengantongi rekomendasi partai kami,” pungkasnya. (SBS/02)
- - - - - - - - -
Sekda Bursel, Iskandar Walla 
Namrole, SBS 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Iskandar Walla mengaku sudah mengantongi Surat Keputusan (SK) tentang Pelantikan Pimpinan definitive DPRD Kabupaten Bursel periode 2019 – 2024 yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail.

“Iya SK sudah ada di saya,” kata Sekda melalui WhatsApp, Jumat (8/11) malam.

Sekda mengaku, setelah tiba di Namrole, Sabtu (9/11) pihaknya akan segera menyerahkan SK tersebut ke DPRD setempat.

“Rencana besok pulang Namrole untuk disampaikan,” ucapnya.

Selanjutnya, Sekda katakan, akan segera dilakukan proses pelantikan pimpinan definitif yang akan diatur lebih lanjut oleh Sekretaris DPRD.

“Segera pelantikan pimpinan definitive. Nanti sesuai aturan bisa hubungi Sekwan mengenai hal tersebut karena selanjutnya urusan Sekwan. Sekda hanya urus percepatan SK Gubernur di Pemprov,” tuturnya.

Sedangkan, Sekretaris DPRD Kabupaten Bursel Hadi Longa pun mengaku telah menerima SK tersebut.

“Sudah, saya baru ambil hari ini,” kata Longa melalui WhatsApp, Jumat (9/11) malam.

Ketua Sementara DPRD Kabupaten Buursel, Muhajir Bahta mengaku setelah menerima SK itu, pihaknya akan menugaskan Sekretaris DPRD untuk berkonsultasi dengan pihak Pengadilan Negeri Ambon tentang waktu pelantikan pimpinan definitif.

“Selanjutnya Pak Sekwan akan ke Pengadilan Negeri Ambon untuk konsultasi waktu pelantikannya,” kata Bahta melalui WhatsApp, Jumat (9/11) malam.

Sebelumnya diberitakan, pelantikan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel) akan segera dilakukan setelah Gubernur Maluku, Murad Ismail mengeluarkan surat keputusan (SK).

“Lagi menunggu SK dari gubernur,” ungkap Ketua Sementara DPRD Kabupaten Bursel, Muhajir Bahta, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin (4/11).

Ia menjelaskan, Asisten I Setda Kabupaten Bursel Alfario Soumokil telah menyampaikan usulan pelantikan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Bursel sejak Jumat (1/11).

“Hari Jumat Asisten I sudah bawa ke Gubernur,” terangnya.

Dirinya yakin, dalam minggu ini Gubernur Maluku sudah menerbitkan SK tersebut.

“Insya Allah dalam minggu ini sudah ada SK-nya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, ada tiga pimpinan DPRD yang telah diusulkan ke Gubernur Maluku yang berasal dari Partai Nasdem, Partai Golkar dan PAN.

“Muhajir Bahta sebagai Ketua, Jamatia Booy sebagai Wakil Ketua satu dan La Hamidi sebagai Wakil Ketua dua,” terangnya.

Selain itu, tambah dia, ada dua agenda mendesak yang akan dilaksanakan pasca pelantikan pimpinan defenitif DPRD nantinya.

“Setelah lantik, yang menjadi agenda mendesak DPRD yaitu pembentukan alat kelengkapan dewan dan pembahasan APBD 2020,” katanya. (SBS/02)

- - - - - - - -