Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Info Kota Ambon

News Politik

News Hukrim

Berita Kabupaten Buru

Kabupaten Buru Selatan

News Pariwisata


Namrole, Kompastimur.com
Persoalan kasus korupsi DD Desa Masanana yang diduga dilakukan oleh Romeldus Nurlatu selaku Kepala Desa semakin memanas. Kini muncul lagi persoalan baru terkait pemalangan kantor  Desa. Romeldus Nurlatu terancam akan dipolisikan karena melakukan pencemaran nama baik dan pembohongan.

Ancaman itu disampaikan oleh salah satu ahliwaris Nurlatu yakni Mtlatius Nurlatu yang juga merupakan Kaur Pemerintahan Desa Masnana kepada wartawan di Namrole, (19/7).

Matius Nurlatu mengatakan, terkait dengan laporan polisi oleh kepala desa Romeldus Nurlatu dan ketua BPD Soter Nurlatu bahwa Aiptu Barnadus Nurlatu melakukan pemalangan terhadap kantor desa.

"Saya sebagai staf desa selaku Kaur Pemerintahan Desa Masnana,  saya merasa (laporan) itu keliruh dan salah. Bahwa tidak benar Barrnadus Nurlatu memalang kantor desa, itu bohong," ujar Matius Nurlatu.

Jelasnya bahwa, karena didalam persoalan pemalangan kantor desa Masnana bukan dilakukan oleh Aiptu Barnadis Nurlatu, tetapi pemalangan itu dilakukan oleh ahli waris almarhum Selestinus Nurlatu.

Sehinggah ahli waris yang melakukan pemalangan itu ada 10 orang, yakni Soter Nurlatu (1), Alwisius Nurlatu (2), Nikolas Nurlatu (3), Barnadus Nurlatu (4), Matius Nurlatu (5), Stefanus Nurlatu (6), Selestinus Nurlatu (7), Naro Nurlatu (8), Oscar Nurlatu (9) dan Sandro Nurlatu (10). (Mereka) Itu yang pemalangan kantor desa yang disebut ahliwaris," tuturnya.

Terkait dengan sertifikat lahan kantor desa, kata Matius Nurlatu bahwa, sertifikat itu faoat diterbitkan berdadarkan pelepasan hak milik dari ahliwaris.

"Kalau tidak ada pelepasan dari ahliwaris otomatis sertifikat tidak biaa dikeluarkan atau diterbitkan, itu sesuai aturan yang berlaku, tidak ada pelepasan hak milik," ujar Matius Nurlatu.

Tambah Matius Nurlatu lagi terkait persoalan dugaan korupsi yang sedang diselidiki oleh Tim Tipikor. Kata Matius Nurlatu kepada kepala desa agar jangan mengelabui penyidik dengam laporan yang tidak benar atau laporan pembohongan.

"Jika terbukti berdasarkan keterangan dari para saksi, maka harus berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku," ujarnya.

Dikatakan, kepala desa Masana saat ini sedang menjebak Ketua BPD Soter Nurlatu. Jelasnya, karena Soter Nurlatu adalah termasuk ahliwaris yang turut memalang kantor desa.

"Kepala desa sedang menjebak ketua BPD untuk melapor pemalangan kantor desa. Sementata ketua BPD merupakan ahli waris yang termasuk lakukan pemalangan kantor desa," ungkap Matius Nurlatu. Sambunya, pihaknya akan melapor balik karena telah melakukan pencemaran nama baik dan pembohongan.

Teradap kasus hukum yang saat ini sedang dijalani oleh Kepala Desa, Matius Nurlatu berharap kepada Camat agar mengusulkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini kepada Bupati agar menempatkan seorang pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa Masanana.

"Harus ada penempatan seorang pelaksana tugas (Plt), agar pemerintahan di desa bisa berjalan dengan baik. Karena saat ini kades sedang dalam persoalan hukum terkait dugaan kasus korupsi DD dan ADD Masnana," jelasnya.

Tegasnya lagi bahwa dirinya mendukung adanya pelaksana tugas Kapala desa Masnana agar dapat menjalankan pemerintahan desa agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan secara baik. (SBS/02)

- - - - - -

Namlea, Kompastimur.com
Kapolres Pulau Buru AKBP Ricky Purnama Kertapati, memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) tujuh perwira dilingkup Polres Buru, pada Jumat pagi  (19/7/2019).

Perwira yang menjalani serahterimah jabatannya adalah Kabag Ops Polres Buru Kompol La Udin Taher, S.IP kepada AKP Muhamad Bambang Surya W., S.I.K, sedangkan Kapolsek Waplau dari Iptu Muh. Nur Solissa kepada Ipda Bachtiar Teppo, Kapolsek Airbuaya dari Iptu Hafifi Yahelisa kepada Iptu Zainudin Bugis, dan Kapolsek Wasama diisi oleh Ipda Dede Samsi Rifai., SH dan Kapolsek Ambalau diisi oleh Ipda Andre Layan., S.Pd.K.

Sedangkan jabatan lama sebagai Kasubbag Humas yang ditinggalkan IPDA Dede ditempati IPDA Zulkifli.

Dari perwira yang menjalani serahterima jabatan ini, mantan Kabag OPS dan mantan Kapolsek Airbuaya akan berpindah tugas di luar Polres Pulau Buru.

Kompol La Udin Tahir akan menempati jabatan baru sebagai Wakapolres SBT dan Iptu Hafifi Yahelisa akan menjadi Kasat Sabara Polres Pulau Ambon dan PP Lease.

Dalam amanat singkatnya, Ricky Purnama Kertapati menjelaskan, penyerahan serah terima jabatan dan alih tugas dalam lingkungan Polri, merupakan suatu hal yang wajar dan biasa dilakukan sebagai wujud dinamisnya organisasi sejalan dengan perkembangan zaman dan tuntutan tugas dan khususnya dalam rangka pembinaan karir.

Dipahami bahwa jabatan yang telah diberikan merupakan wujud kepercayaan dari pimpinan Polri dan merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri  dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta penuh rasa tanggung jawab.”Kata Kapolres

Ditegaskan, bahwa mutasi ini sebagai upaya peningkatan hasil kinerja kesatuan agar tercapai tujuan organisasi yang lebih baik, dan tentunya sudah dipertimbangkan secara matang oleh pimpinan.

“Saya yakin kita semua sadar bahwa semakin tinggi jabatan kita semakin besar tugas dan tanggung jawab yang harus dipikul, setiap jabatan yang kita terima jangan dianggap sebagai berkah tapi merupakan amanah yang harus dijunjung tinggi, karena akan dipertanggung jawabkan baik didunia maupun akhirat”tambah Kapolres.

Kepada masing-masing pejabat yang melaksanakan serah terima beserta ibu bhayangkari, Kapolres turut mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya karena telah melaksanakan tugas dan pengabdian yang sangat baik terutama di Polres Pulau Buru.

Kepada pejabat yang baru diperintahkan agar segera dapat menyesuaikan ditempat tugasnya yang baru, serta menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mendukung dalam pelaksanaan tugas.

Dalam upacara serah terima jabatan tersebut dilaksanakan pengambilan sumpah jabatan oleh Kapolres Pulau Buru kepada pejabat yang baru didampingi rohaniawan, serta dalam upacara sertijab juga dilaksanakan penandatanganan berita acara sertijab, fakta integritas, dan berita acara sumpah jabatan yang disaksikan oleh seluruh peserta upacara.

Kapolres Pulau Buru berharap kepada para pejabat yang baru saja dilantik ini akan dapat segera melakukan langkah-langkah strategis dalam mengimplementasikan seluruh kebijakan yang telah ditetapkan. (SBS/10)

- - - - - - -

Namrole, SBS 
Seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Buru Selatan begitu antusias menyambut kedatangan Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno bersama istri Ny. Beatrixs Soumeru Orno dan rombongan di Kabupaten yang dikenal dengan semboyan Lolik Lalen Fedak Fena itu.

Antusias tinggi dan sambutan hangat ini terlihat pada saat kedatangan Wakil Gubernur yang ditemani Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Solissa dari Ambon, disambut langsung oleh Sekda Buru Selatan Iskandar Walla, para Asisten, para staf ahli dan Pimpina OPD serta ratusan warga Bursel yang memadati Bandara Namrole.

Pada penjemputan di Bandara Namrole ini turut disugihi tarian adat dari anak-anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Desa Waenono-Kamlanglale dan dilanjutkan dengan penyematan Lenso Adat (Efutin) dari Tokoh Adat kepada Wakil Gubernur dan istri sebagai tanda selamat datang di Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Usai penyambutan, Wakil Gubernur (Wagub) bersama Bupati Bursel dan rombongan langsung menuju Pandopo Bupati untuk sarapan pagi.

Kabag Humas Kabupaten Bursel Arens Solissa kepada Kompastimur.com mengatakan bahwa, agenda utama kedatangan orang nomor dua di Provinsi Maluku ini dalam rangka mengikuti Paripurna istimewa HUT Kabupaten Bursel yang ke 11 Tahun.

“Agenda utama Pak Wagub itu mengikuti Paripurna HUT Kabupaten Bursel yang akan dilaksanakan pada Sabtu 19 Juli di ruang paripurna DPRD Bursel,” ucap Kabag, Jumat (19/07/2019) di pendopo Bupati, Desa Lektama, Kecamatan Namrole.

Dikatakan, Wagub direncanakan akan beristirahat di penginapan Golden Alfri’s dan makan siang di kediaman bupati serta akan menoton pertandingan sepak bola Liga Desa Nusantara yang saat ini sedang berlangsung di lapaangan Bola desa Elfule.

“Jadi beliau akan istirahat di penginapan Golden Alfri’s. dan setelah paripurna besok, ada jamuan makan malam di pendopo Bupati dan besoknya sudah kembali ke Ambon bersama rombongan,” ujar Solissa

Selain Wagub, Solissa juga menyampaikan bahwa akan ada penjemputan untuk para karateker Bupati yang pernah menjabat di Bursel sebelum Bupati dan Wakil Bupati defenitif ada.

“Hari Sabtu besok juga akan dilakukan penjemputan bagi karateker yang pernah menjabat di Bursel seperti Pak A. R. Uluputty, Pak Yusuf Latuconsina dan Pak M. Saleh Thio. Kedatangan beliau-beliau ini untuk mengikuti paripurna HUT Kabupaaten Bursel ke 11,” tandasnya. (SBS/02)

- - - - - -


Namlea, SBS 
Koramil 1506-04/Waeapo menggalang pramuka dan anak sekolah beserta masyarakat untuk melakukan aksi penanaman 450 anakan pohon dan aksi bersih-bersih lingkungan pada hari Jumat pagi (19/7).

Danramil 1506-04/Waeapo, Kapten Inf Thamrin Batuatas kepada wartawan media ini mrnjelaskan, kegiatan penanaman anakan pohon dan aksi bersih lingkungan tadi masih dalam rangkaian Kegiatan Karya Bakti dalam rangka serbuan Teritorial Skala besar Kodam XVI/ Patimura, Kodim 1506/Namlea.

"Pada aksi ini Koramil bersama pramuka dan pelajar SMA melaksanakan bakti sosial pembersihan pasar dan penanaman pohon,  bertujuan untuk mengurangi resiko banjir dan juga merupakan salah satu bentuk perhatian menjaga kelestarian lingkungan,"jelas Danramil 1506-04/Waeapo.

Kegiatan penanaman pohon dan ajsi bersih itu dimulai pada pukul 08.00 wit dan dipusatkan di Desa Wanareja, Kecamatan Waeapo, Kab.Buru.

Hadir dalam kegiatan itu Danramil 1506-04/ Waeapo, Camat Waeapo  Dadang. SE. MM,  Pjs Kepala Desa Wanareja, dan Pjs Kepala Desa Persiapan Rawamangun.

Kegiatan itu melibatkan 15  Personil Koramil 1506-04 /Waeapo,  5    Personil Polsek Waeapo, 10  Personil Kantor camat beserta Staf, 60  Personil  SMA N 3 Waeapo beserta Guru,  40  Personil Masyarakat dari Desa Wanareja dan Desa Persiapan Rawamangun.

Anakan pohon yang ditanam antara lain 150 anakan Pohon Moa, 100  anakan pohon trambesi, 100 anakan kayu besi, 100 anakan jati, ditotal sebanyak 450 anakan pohon.

Sedangkan aksi bersih bersih disasar pada seseputaran Mesjid Alsalama, Desa Wanareja, Kantor Kec.Waeapo, Kantor Desa Wanareja, Pasar Mako dan Sekolah PAUD Desa Wanareja.

Kegiatan yang diawali apel pengecekan pasukan itu didahului dengan pembersihan lingkungan di seputaran area Pasar Mako, Rumah Ibadah, Sekolah, perkantoran dan di seputaran perumahan penduduk.

Kemudian di lanjutkan dengan pelaksanaan penanaman pohon oleh Anggota TNI - Polri bersama Masyarakat, perangkap staf Desa dan Siswa siswi.

Danramil di sela kegiatan itu turut menghimbau kepada masyarakat dan anak peserta didik untuk kita sama-sama melestarikan lingkungan dan membersihkan sampah, baik itu sampah organik maupun Non organik.

Ia berharap agar kegiatan ini menjadi rutinitas pada setiap hari jumat dan kelak Kecermatan Waeapo akan menjadi contoh yang baik bagi kecamatan lain.

Sedangkan camat turut mengucapkan terimakasih kepada kodim 1506 Namlea yang telah menunjuk Koramil 04/ Waeapo untuk menggalang aksi bersih dan penanaman pohon di Waeapo. (SBS/10)

- - - - - - -

Namrole, SBS
Ratusan pegawai yang ada dilingkup Pemerintahan Kabupaten Buru Selatan, Jumat (19/07/2019) turun memadati jalan untuk mengikuti jalan santai jelang HUT Kabupaten Bursel ke XI yang digelar oleh Panitia HUT Kabupaten dibawah pimpinan Plt Kadis PU Melkior Solissa.

Jalan santai yang dilaksanakan bertitik start dari Kantor Bupati, dan Finis di Depan bandara Namrole.
Dari pantauan mediA ini, peserta jalan santai bukan saja dari Para asisten, Para Staf Ahli, Kepala Dinas, Kabag, Kasubbag, PNS dan PTT, namun instansi-instansi lain pun turut serta meramaikan kegiatan ini seperti, Pimpinan dan Karyawan Bank Maluku, Pimpinan dan Karyawan Bank BNI, Pimpinan dan Karyawan Bank BRI,  Pimpinan dan Anggota Polsek Namrole, Pimpinan dan Anggota Kompi Senapan D Yonif 731/ Kabaresi, Pimpinan dan karaywan BPJS cabang Namrole, serta Pimpinan dan Karyawan ADPEL Kabupaten Bursel.

Peserta kegiatan beranjak dari Kantor Bupati Pukul 07.30 WIT dan melakukan perjalan dengan rute desa Waenono, lanjut ke desa Elfule dan Fatmite kemudian finis di Desa Lektama tepat didepan Bandara Namrole.

Jalan santai ini dikawal Brigpol Iham Solissa dari Polsek Namrole.

Setelah tiba di finis, kegiatan ini kemudian dipandu oleh ketua kegiatan perlombaan Arsad Souwakil dan dilanjutkan dengan senam sehat.

Kegiatan ini begitu meriah dan sangat dinikmati oleh para peserta, apalagi pada senam sehat kali ini dipandu oleh ibu-ibu Persit dari Kompi Senapan D 731/Kabaresi dengan goyangan kaka endanya.

Usai senam sehat, dilanjutkan dengan pembagian door price oleh kepala BPJS Bursel Andy Muh Faldy untuk para peserta jalan santai.

Doorprice yang disediakan berupa gelas cantik, Rice Cooker dan berbagai alat rumah tangga lainnya.
Kegiatan jalan santai dan senam sehat ini selesai pukul 09.10 WIT dengan aman dan tentram. (SBS/02)
- - - - - - -
Ahmad Belasa

Namlea, SBS 
Salah satu Pegawai Negeri Sipil, La Nasa SPd, yang menjabat Kepala SMAN Waepandan, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, tega menceraikan istrinya agar dirinya bisa kawin lagi. Supaya niatnya kesampaian, oknum kepsek ini telah mengelabui PA Bau Bau, dan mencatatkan identitasnya bukan PNS melainkan karyawan swasta.

Hal itu diungkap Ahmad Belasa SH, penasehat hukum dari mantan istri La Nasa bernama Wa Korlita.
"Tindakan memalsukan identitas diri agar bercerai di Pengadilan Agama (PA) Bau Bau, Sultra, telah kami laporkan ke Polda Maluku," tandas Ahmad Belasa SH kepada wartawan , Jumat sore (19/7/2019).

Disamping melapor ke Polda Maluku, pengaduan tertulis juga disampaikan kepada Gubernur Maluku, Kepala Kantor Inspektorat Propinsi Maluku dan atasan langsung dari La Nada, yakni Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Maluku.

"Laporan ke pak gubernur, kepala inspektorat dan kadis pendidikan, dengan maksud agar saudara La Nasa dikenakan tindakan disiplin dengan dicopot dari jabatannya dan tidak lagi menjadi guru, karena ia sudah tidak layak diguguh dan ditiru,"tanggap Ahmad Belasa SH.

Menurut Ahmad Belasa, bahwa kliennya Wa Lolita pernah menikah dengan  La Nasa.Pernikahan itu terjadi di Kabupaten Maluku Tengah dan tercatat berdasarkan Akta Nikah Nomor 314/19/ VI/2009, tertanggal 13 Juni tahun 2009.
Saat bertugas di Kabupaten Buru Selatan, diduga kuat La Nasa ada terpikat dengan wanita idaman lain.

Agar bisa mengawini perempuan ini di Kabupaten Bau Bau, La Nasa nekad membuat surat keterangan mutasi pindah penduduk ke Bau Bau dari Kabupaten Buru Selatan.
Dengan bantuan oknum di Kantor Catatan Sipil Kabupaten Buru Selatan, identitas La Nasa yang seharusnya seorang PNS, telah dirobah menjadi karyawan swasta.

Dengan pindah domisili dan mengaku sebagai karyawan swasta tadi, tanpa sepengetahuan istrinya, La Nasa tega menceraikan istrinya lewat PA Bau Bau.
Setelah peceraian itu bejalan mulus tanpa diketahui sang istri, oknum Kepala SMAN Waepandan ini lalu mengawini istri barunya dengan status duda.

Bongkar Ahmad Belasa, kalau kliennya diceraikan tahun 2028 lalu di PA Bau Bau.

Namun bau busuk perceraian sepihak itu terbongkar setelah keluarga dari kliennya berhasil mendapatkan kutipan Akta Cerai dari Kantor PA Bau Bau.

Dalam Kutipan Akta Cerai Pengadilan Agama Bau bau bernomor 0170/Pdt.G/2018/PA.Bb tanggal 18 September 2018 lalu,  yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, menerangkan bahwa telah terjadi perceraian antara  LA NASA Bin La Rako, umur 34 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan Swasta, tempat tinggal di Jln Dr. Wahidin, RT.003/RW.004, kelurahan Lamangga Kecamatan Murhum, Kota Bau bau, dengan Wa Kolita Binti Jarmadi.

Dipertegas lagi oleh Ahmad Belasa, bahwa dalam putusan tersebut La Nasa, SPd.I yang berstatus PNS aktif dan menjabat kepala Sekolah SMA Negeri Waepandan memberikan keterangan dihadapan sidang Pengadilan Agama Bau bau, bahwa dirinya adalah Karyawan Swasta dan bukan seorang Aparatur Sipil Negara.

“Setelah melakukan cerai tanpa ijin La Nasa kemudian di kabarkan telah menikah lagi di Bau bau,"tegas Ahmad Belasa.

Tindakan Kepala SMAN Waepandan ini, dinilainya telah  menabrak prosedur UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan, menabrak UU ASN, menabrak PP no 10 tahun 1983 sebagai mana telah di rubah dengan PP no 45 tahun 1990, tentang Ijin Perceraian.

Serta juga menabrak PP 53 tahun 2010 perubahan atas PP no 30 tahun 1980 tentang Disiplin PNS/ASN. "Dalam ketentuan PP 45 tahun 1990 di tegaskan bahwa dalam Pasal 3 ayat 1. Pegawai Negeri Sipil yang akan melakukan perceraian wajib memperoleh izin atau surat keterangan lebih dahulu dari Pejabat;'jelas Belasa.

"Kemudian dalam Ayat 2 berbunyi, Bagi Pegawai Negeri Sipil yang berkedudukan sebagai penggugat atau bagi Pegawai Negeri Sipil yang berkedudukan sebagai tergugat untuk memperoleh izin atau surat keterangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengajukan permintaan secara tertulis; Seterusnya dalam Ayat 3 dikatakan,  Dalam surat permintaan izin atau pemberitahuan adanya gugatan perceraian untuk mendapatkan surat keterangan harus dicantumkan alasan yang lengkap yang mendasarinya,"terang Belasa.

Namun semua ketentuan itu dilanggar oknum kepsek ini dengan memalsukan jati diri sebagai karyawan swasta.

Ahmad Belasa juga mengungkapkan, kalau kliennya yang diceraikan secara sepihak ditelantarkan La Nada. Padahal dalam Pasal 8 ayat (1) PP 10/1983 menyatakan ”apabila perceraian terjadi atas kehendak PNS pria maka ia wajib menyerahkan sebagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya.”

Sedangkan Pada Pasal 8 ayat (2) PP 10/1983 menyatakan “Pembagian gaji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ialah sepertiga untuk Pegawai Negeri Sipil pria yang bersangkutan, sepertiga untuk bekas istrinya dan sepertiga untuk anak atau anak-anaknya.”

"Proses perceraian tanpa sepengetahuan istri dan ijin atasan atau pejabat berwenang ini, Kepala SMA Negeri Waepandan Kecamatan Kepala Madan Kab. Buru Selatan ini juga diduga menabrak Pasal 263 dan 264 KUHP tentang pemalsuan Identitas/dokument dan menggunakan dokument Resmi tapi isinya adalah Palsu," pungkas Belasa. (SBS/10)
- - - - - - - - -


Namlea, SBS 
Dosa-dosa oknum anggota Polsek Waesama, Aiptu Bernardus Nurlatu dan istrinya Rolly Susana Samar, dilaporkan ke Polres Pulau Buru, Jumat pagi (18/7/2019).

Bernardus Nurlatu dilaporkan telah menggelapkan dana BumDes Desa Masnana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, sebesar Rp.140,4 juta rupiah.

Uang BumDes itu diduga dipergunakan untuk membangun obyek wisata pribadi Masnana Beach dan semua perizinan tertulis atas nama istrinya, Rolly Susana Samar.

Tidak hanya itu, Bernardus dan istrinya diduga juga menggelapkan dana hasil penjualan beras raskin sebesar Rp.5 juta, sehingga aparat pemerintah desa mendapat teguran dari Kantor Kecamatan Namrole, Buru Selatan.

Dalam bagian lain laporan ini, Aiptu Bernardus Nurlatu juga dituduh menipu masyarakat adat kampung Lele dengan menggelapkan bantuan 56 sak semen dan 1 drum bensin yang berdasal dari bantuan PD Panca Karya.

Parahnya lagi, selaku anggota POLRI, oknum yang bersangkutan dinilai bertindak telah kelewatan batas dengan menghalangi masyarakat kampung baru dan petugas dari Kantor Pertanahan Negara yang hendak mengukur tanah mereka untuk dibuat sertifikat prima, sebagai bagian dari program Presiden RI, Joko Widodo.

Merasa aksinya selama ini tidak ada yang berani menentang, Bernardus kembali berulah dengan memalang kantor Desa Masnana sejak Bulan Juni lalu, dan hingga kini kantor tersebut lumpuh total.
Semua dosa-dosa Aiptu Bernardus Nurlatu itu ditelanjangi Kades Masnana, Romaldus Nurlatu dan Ketua BPD, Soter Nurlatu, dalam laporan tertulis tertanggal 19 Juli 2019.

Laporan dalam dua bundel dokumen yang diberi kertas plastik transparan berwarna merah itu, pagi tadi, sekitar pukul 10.00 Wit diantar langsung Kades Masnana dan dilaporkan ke Propam Polres Pulau Buru.

Usai melapor di Propam, dengan ditemani petugas propam, Kades Masnana diantar bertemu dengan Wakapolres, Kompol Backhrye Hehanussa.
Usai bertemu Wakapolres, Kades Masnana didampingi kuasa hukumnya M Taib Warhangan SH MH, menjelaskan kalau Wakapolres menerima baik aduan ini.

Yang bersangkutan meminta kades agar melapor dan memberi keterangan di propam terkait tindakan tidak terpuji dari Aiptu Bernardus Nurlatu yang memalang kantor desa.

Sedangkan aduan penggelapan dana bumdes dll, Wakapolres meminta waktu akan diteruskan masalah ini kepada Kapolres setelah yang bersangkutan kembali dari ibadah haji di tanah suci.

"Sehari dua ini Pak Kapolres sudah pergi berhaji. Kita tunggu beliau kembali untuk turun tangan menangani dugaan penggelapan dan dugaan korupsi oleh Aiptu Bernardus,"tandas M Taib Warhangan.

Menyoal lebih jauh konflik yang kini terjadi di Desa Masnana, sang kades menceritakan, kalau biang keroknya adalah Aiptu Bernardus Nurlatu.

Kata kades, konflik sengaja dibuat agar masyarakat sibuk saling menyalahkan, sehingga mereka lupa mengorek borok dari Aiptu Bernardus Nurlatu yang pernah menjadi Ketua BumDes Masnana.
Bahkan sebaliknya, Bernardus Nurlatu dan sepupuhnya menggoreng soal Dana Desa dan menumpakan semua kesalahan dipundaknya sebagai kades.

Untuk maksud jahat itu, dibuatlah organisasi dadakan atas nama Forum Pemerhati Sosial dan Peduli Pembangunan Desa Masnana yang melaporkan kades dan sekdes ke polisi.
Ternyata organisasi dadakan yang tidak terdaftar di Kesbangpol ini, Bernardus merestui istrinya sebagai sekertaris agar ia mudah mensitir mereka.

Menyoal lebih jauh tentang aksi palang kantor desa, katanya masalah ini pernah disampaikan ke Kapolsek Waesama, atasan dari Aiptu Bernardus Nurlatu.
Namun di hadapan atasannya, yang bersangkutan mengelak dan melempar salah kepada Ketua BPD Masnana, Soter Nurlatu.

Karena itu, Soter Nurlalu tidak terima baik tuduhan itu dan bersama kades Masnana melaporkan secara tertulis masalah ini ke Polres Pulau Buru.
"Saya meminta kepada pak kapolres dan saya optimis laporan klien kami segera direspon dan ditindaklanjuti," tanggap Taib Warhangan. (SBS/11)

- - - - - - - - - - -

Namlea, SBS 
Kanit Binkamsa Da'i Kamtibmas Polres Pulau Buru Bripka Habib Agil Assagaf memberikan kenyamanan dan rasa haru ditengah-tengah para jamaah majelis dzikir, Kamis (18/6/2019).

Bripka Habib Agil Assagaf merupakan sosok Polisi teladan yang telah membawa harum nama baik Institusi Kepolisian Polres Pulau Buru.

Hal ini terlihat dalam kegiatan zdikir Bripka Agil Assagaf mampu membuat menangis para jamaah yang hadir dalam kegiatan dzikir tersebut.

Bagaimana tidak, seusai berdzikir dan tausia yang dibawakan mampu menyentuh hati para jamaah hingga membuat mereka sadar akan diri.

“Saya selalu terharu mendengarkan ceramah yang selalu dibawakan Bripka Habib Agil," ungkap Onco, salah satu jamaah kepada wartawan, Kamis (19/07/2019).

Lanjut, Ia bangga dengan kehadiran polisi seperti Assagaf yang mampu memberikan tauladan positif di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Bripka Agil kepada awak media mengatakan bahwa dzikir merupakan energi positif, dan bagian dari pada membangun kesadaran umat.


“Selayaknya zdikir kita jadikan sebagai tamen pelindung diri dari segala godaan dunia. Banyak sekali peredaran narkoba disekitar generasi muda, apalagi pergaulan bebas yang kian marak. Bagitupun juga minuman keras dan judi dan dengan rusaknya mental generasi muda, selaku Polisi, Saya harus mengajak masyarakat untuk  selalu berdzikir agar terciptanya rasa aman dikalangan umat,” Bripka Agil.

“Sudah saatnya dzikir ini menjadi virus kebaikan," tambahnya.

Dirinya berharap dengan Dzikir yang dibawakannya dapat memberi perubahan bagi para jamaah yang mendengarnya.

“Semoga dengan Dzikir yang saya pimpin ini, dapat membawa perubahan dikalangan umat,” ucapnya. (SBS/TL)

- - - - - - -


Jakarta, SBS 
Wakil Bupati Buru, Amos Besan SH bersama para calon pimpinan KPK mengikuti uji kompetensi berupa obyektif tes dan penulisan makalah.

Amos Besan kepada wartawan media ini, Kamis, (18/07/2019) mengaku dapat menjalani uji kompetensi itu dengan baik.

“Pertama-tama saya mengucapkan syukur alhamdulilah karena Allah SWT memberikan kesehatan dan kesempatan untuk mengikuti seleksi ini dengan baik dan siap mengikuti pentahapan berikutnya sesuai jadwal proses yang telah ditetapkan oleh Panitia Seleksi capim KPK," ujar Amos.

Sekali lagi ketika ditanya niatnya hendak mengabdi di lingkungan KPK, Amos hanya berujar singkat, Niat saya memberikan sumbangsih pemikiran dan kontribusi positif untuk negara Indonesia dalam mencegah dan memberantas KKN."

Dari Jakarta, Amos juga mengharapkan dukungan doa restu dari seluruh masyarkat Maluku.

"Semoga saya dapat lolos seleksi mewakili putra putri Maluku di lambaga anti rasuah KPK," pungkas Amos.

Amos dan para calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) mengikuti uji kompetensi berupa objective test dan penulisan makalah.

Seluruh rangkaian tes tersebut digelar pada Kamis (18/7) pukul 08.00-13.00 WIB, di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Gaharu I No 1, Cilandak, Jakarta Selatan‎.

Sebelum menjalani tes, Ketua Panitia Seleksi Capim KPK Yenti Ganarsih mengingatkan para peserta menyiapkan diri untuk mengikuti tes dengan datang lebih awal dan jangan menyontek.

"Pesannya jangan nyontek, jangan terlambat dan tertib," tegas Yenti Ganarsih kepada seperti yang dilansir Tribunnews.com.

Pesannya itu bukan tanpa alasan, karena saat ujian tahun 2015 lalu, tepatnya pada Rabu (8/7/2019), Pansel KPK menemukan ada kandidat yang nyontek.

Ketua Pansel kala itu, Destry Damayanti, tidak mau menyebut siapa nama kandidat yang menyontek.
Tindakan itu dilakukan saat tes kompetensi, soal pilihan ganda.

"Dibawah 10 orang, tidak kami tegur, cuma dicatat saja. Tentu ini bagian dari penilaian," papar Destry.

Tidak hanya itu, Destry juga mengungkap ada perilaku ganjil dari Capim KPK saat mengerjakan makalah, yakni sering menengok ke kanan dan ke kiri.

“Saat mengerjakan makalah saja, malah banyak yang tidak konsen dan selalu melihat kiri dan kanan,” tandasnya. (SBS/02)
- - - - -


Jakarta, SBS
PUPUK batubara sangat cocok digunakan petani di daerah yang memiliki tanah yang tandus dan gersang. Karena, dengan kandungan karbon dan unsur lainnya pupuk batubara ini memiliki kemampuan untuk memperbaiki struktur tanah.

"Sangat dianjurkan untuk penggunaan pupuk batubara ini di wilayah yang tanahnya tandus," demikian dikatakan Ketua umum Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) H Ayep Zaki Kamis (18/7/2019) di Jakarta. 

Menurut Zaki, pupuk batubara memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan urea maupun organik. Pupuk batubara, lanjutnya, mengandung unsur C organik yang sangat tinggi. Sehingga, kata dia, sangat diperlukan untuk menambah kesuburan tanah

"Pupuk batubara juga serta mengandung unsur hara mikro dan makro yang sangat lengkap," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Zaki, pupuk batubara sangat bermanfaat bagi tanaman sayur, buah maupun palawija. Kata Zaki, dengan menggunakan pupuk batubara untuk tanaman buah, sayuran dan palawija akan meningkatkan produksi panen baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

"Karenakan hampir semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman terkandung dalam pupuk batubara," urainya.

Zaki mengungkapkan alasan mengapa petani harus beralih memakai pupuk batubara. Dengan menggunakan pupuk batubara, masih menurutnya, disamping hasil panen langsung meningkat.

"Pupuk batubara mampu memperbaiki alih struktur tanah menjadi meningkat kesuburannya dari musim ke musim," pungkasnya. (SBS/Wit)
- -


Namrole, SBS 
Jelang HUT Kabupaten Buru Selatan ke 11 tahun, panitia HUT melaksanakan perlombaan masak antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang wajib diikuti oleh seluru dinas/badan yang ada dilingkup Pemda Buru Selatan (Bursel).

Perlombaan masak yang harus diikuti oleh dua peserta dan salah satunya harus seorang Kadis atau Kabag ini berlangsung di alun-alun kota Namrole, Kamis (18/07/2019).

Dinas/badan yang terlibat dalam lomba tersebut antara lain RSUD Namrole, Humas Bursel, Camat Namrole, Dispora, Distan, Inspektorat,Ke sbang Pol, BKPSDM, Satpol Pol PP, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan Pengandalian Penduduk Dan KB, Bagian Ekbang, Sekretariat DPRD, Bappeda, Capil, Koperasi, Bpkad, dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD), dinas Pariwisata, Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan, Disperindag dan  Dinas Lingkungan Hidup.

Sekda Bursel Iskandar Walla saat membuka perlombaan ini mengatakan, rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk syukuran HUT Kabupaten Bursel ke 11 sekaligus membangun kebersamaan antara Dinas/Badan dengan masyarakat maupun Pemda dengan masyarakat guna lebih meningkatkan lagi semangat mencintai pangan lokal.

“Semoga dengan kegiatan ini akan menjadi motivasi bagi kita semua untuk mencintai dan mengkonsumsi pangan lokal yang ada di daerah ini,” kata Sekda.

Selain itu, Sekda katakan kegiatan-kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda tahunan dalam rangka memeriakan HUT kabupaten yang akan berlangsung di tahun-tahun yang akan datang.

“Ada juga makan patita yang didalamnya disuguhkan pangan lokal, walaupun hari ini terlihat ada salah satu pangan lokal daerah ini yang tak ditampilkan dan dugunakan dalam lomba masak kali ini yakni hotong, sebab memang Hotong belum musim, tapi tidak masalah banyak pangan lokal yang disugihi di kegiatan ini seperti keladi, petatas, kasbi dan papeda juga merupakan hasil Bursel,” ujar Mantan Kepala Dinas Keuangan Kabuapten Bursel ini.

Walla berharap, dengan digelarnya kegiatan ini semua masyarakat bisa terbiasa mengkonsumsi pangan lokal dan secara tidak langsung sudah berdampak kepada penghasilan petani, sebab konsumsi pangan lokal akan meningkat, daya beli pun meningkat.

“Otomatis permintaan terhadap hasil pertanian akan bertambah dan begitu juga dengan pendapatan petani juga bertambah, disitu ada nilai tambahnya dari segi ekonomi bagi masyarakat,” terangnya.

Disamping itu, dirinya juga menyampaikan bahwa saat ini untuk hasil pangan lokal yang ada pada semua saudara yang tinggal jauh dari kota sudah mulai diangkut oleh Pemda menggunakan mobil pedesaan.

“Jadi selain mengangkut ASN dan PTT, mobil pedesaan juga sudah dikerakan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian dari semua saudara kita yang tinggal jauh dari pasar untuk dijual ke pasar. Itu sesuai intrsuksi bupati untuk mengaktifkan fungsi mobil-mobil perdesaan tersebut sekaligus membantu masyarakat,” ujarnya.

“Pokoknya mereka dijemput dan diantar pulang, bukan seperti jelangkung,” tambahnya.

Sementara, ketua panitia HUT Kabupaten Melkior Solissa pada kesempatan itu menambhakan bahwa antusias dari masyarakat dalam mengelola bahan lokal/ pangan lokal pada kegiatan ini sangat luar biasa.

“Dimana dalam perlombaan ini mereka mampu menginovasi dan mengimpromisasi bahan lokal tersebut menjadi bahan makanan yang cukup lesat dan bisa dibentuk dalam beberapa model makanan,” ujarnya bangga.

Oleh arena itu, lanjutnya, harapan panitia bahwa dengan adanya potensi ketahanan pangan di Bursel seperti ini harus terus ditumbuhkembangkan, supaya bisa dilestarikan dan dibudayakan karena mengingat ke depan ketika ada krisis-krisis pangan masyarakat Bursel sudah punya ketahanan pangan yang masih sangat baik dan bisa menjadi cadangan jika krisis itu terjadi.

“Jadi dalam rangka melestarikan pangan lokal sekaligus menyongsong HUT kabupaten maka panitia menggelar kegiatan seperti ini dengan mengutamakan bahan lokal dan sunggu mengejutkan karena ketika dikelolah, dimasak oleh peserta lomba ternyata menghasilkan suatu makan yang sungguh lesat dan layak dikomsumsi maupun di pasarkan untuk menambah pendapatan ekonomi,” ucapnya senang.
“Kami panitia juga mengharapkan kepada dinas-dinas terkait untuk menumbuhkembangkan dan melestarikan tanaman-tanaman yang menghasilkan bahan-bahan lokal,” tandasnya.

Hasil pemenang mata lomba masak ini akan diumumkan pada puncak acara perayaan HUT kabupaten Bursel. (SBS /02)
- - - - - -


Namrole, SBS  
Dalam rangka memeriakan HUT Kabupaten Buru Selatan Ke-11 dan HUR RI Ke-74, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) bersama Panitia HUT Kabupaten Buru Selatan Ke-11 melaksanakan Turnamen Catur Terbuka dan diikuti oleh 46 orang peserta berlangsung di aula Kantor KONI setempat, Kamis (18/7/2019).

Turnamen catur terbuka yang baru pertama kali dilaksanakan ini mendapat respon positif dari para pemain catur yang ada di Kota Namrole dan sekitarnya.

Pertandingan catur yang diatur oleh panitia kepada setiap pemain akan bertanding dalam 5 kali pertandingan.

"Setiap peserta yang akan bertanding dalam lima kali. Dalam setiap pemenang akan mendapat nilai poin satu, kalah poin nol," ujar Asri Saputra kepada peserta.

Dikatakan, setiap babak akan diikuti oleh 9 orang peserta, sesuai dengan jumlah papan catur yang telah disediakan oleh panitia.

"Karena jumlah papan catur hanya 9 buah, maka setiap babak hanya diikuti 9 orang peserta," jelas Saputra.

Dijelaskan, mekanisme pertandingan yang telah diatur oleh panitia yakni bagi peserta yang namanya dipanggil untuk bertanding, namun tidak ada, maka diberikan waktu selama 15 menit, jika belum ada juga maka otomatis Walkover (WO).

"Peserta yang tidak ada saat pertandingan dimulai, panitia beri waktu 15 menit. Jika melewati waktu itu maka dianggap WO," terangnya.

Salah satu pemain, Nardo Leluly yang juga seorang wartawan senior di Buru Selatan menyambut baik kegiatan pertandingan catur yang dilaksanakan oleh panitia ini.

"Sangat bagus bagi yang hobi bermain catur. Setidaknya hobi dapat disalurkan dalam kegiatan ini dan dengan kegiatan ini juga bisa melahirkan telanta-talenta pecatur yang handal," ujar Nardo Leluly kepada media ini.

Ia berharap kepada Percasi Bursel agar kegiatan pertandingan catur yang dilaksanakan ini tidak sampai disini saja. Tetapi dapat dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda tetap dalam memperingati HUT Kabupaten Bursel.

"Diharapkan pengurus Percasi Bursel dapat melaksanakan pertandinan secara berkala agar ada atlit-atlit catur dari Bursel yang dapat mewakili daerah di tingkat provinsi," harapnya. (SBS/02)

- - - - - -