Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Sosial

News Politik

News Hukrim

News Buru Selatan

News Kabupaten Buru

News Pariwisata



Namrole, SBS 
Sekertaris Daerah Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Syharoel Pawa melepas 47 orang Tamu Allah menuju Tanah Suci Mekah untuk melaksanakan Ibadah Haji 1439 H Tahun 2018 M.

Pelepasan itu berlangsung di aulah Kantor Bupati setempat dan dihadiri Kepala Kantor Kemenag Bursel Usman Bahta, pimpinan DPRD, pimpinan TNI/Polri, pimpinan OPD serta 47 orang jamaah calon Haji Kabupaten Buru Selatan, Rabu (18/7).

"Saya mengharapkan calon jemaah haji dapat mematuhi segala petunjuk dan arahan yang disampaikan oleh petugas yang mendampingi perjalanan nanti," harap Bupati Buru Selatan Tagop Soulisa dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Bursel Syharoel Pawa.

Dikatakan oleh Pawa bahwa, hal tetsebut perlu diperhatikan dengan baik karena setelah tiba disana akan nantinya bergabung dengan calon jemaah lain dari seluruh  penjuri dunia.

"Para calon Jamaah haji harus mematuhi segala petunjuk, karena jamaah haji yang hadir disana (Meka) tentunya terdiri dari beragam suku bangsa, bahasa dan karakter yang berbedah-bedah," ujarnya.

Pawa berharap kepada jemaah calon haji agar selalu mengikuti petunjuk dan arahan yang diberikan. Dan diharapkan pula agar selalu menjaga kekompakan dan keutuhan dalan kelompok serta saling membantu satu sama yang lain.

"Kita semua dan keluarga yang ditinggalkan akan selalu berdoa dan berharap saudara-saudara dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik, aman dan selamat dan berhasil memperoleh haji yang mabrur," tutur Pawa.

Sementara itu dalan laporan Kepala Kementrian Kantor Agama Kabupaten Buru Selatan Usman Bahta menyampaikan bahwa, persiapan penyelengaraan ibadah haji kabupaten Buru Selatan musim haji tahin 1439 H/2018 M, telah merekrut jemaah calon haji Kabupaten Buru Selatan sebanyak 47 orang.

"Dari 47 jemaah calon haji telah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter  yang dibentuk oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan," jelas Bahta.

Jelasnya, pada haru Jumat tanggal 20 Juli 2018 jemaah calon haji diberangkatkan dalam dua shif ke Kota Ambon via pesawat untuk bergabung dengan jemaah kloter 10 di asrama haji Waiheru Ambon.

Selanjutnya tanggal 22 Juli 2018 menuju embarkasi Sudiang Makasar dan akan bergabung dalam kloter yang akan diberangkatkan dari embarkasi Makasar pada tanggak 23 Juli 2018 menuju Tanah Suci melalui Madinah. (SBS-06)
- - - - - - -

Namrole, SBS 
DPC PDIP Perjuangan Kabupaten Buru Selatan Sangat Optimis akan menjadi pemenang kursi terbanyak dalam perhelatan pemilihan calon legislative Tahun 2019.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh ketua DPC PDIP Sami Latbual kepada awak media usai mendaftarkan Bakal Calon Legislatifnya (Bacaleg) di Kantor KPU Bursel, Selasa (17/08).
Dalam kesempatan itu Latbual mengatakan, untuk PDIP sendiri akan tetap memperoleh kursi lebih dari yang dimiliki saat ini mengingat apa yang telah di kerjakan oleh kader, simpatisan dan Relawan PDIP sudah bisa dipastikan akan meraih kursi lebih dari yang diperoleh pada Pileg Tahun 2014 lalu.

“ Dari pimilihan ini, PDI Perjuangan punya optimisme, dan perhitungan politik untuk pemilihan 2019 di Buru Selatan pasti tetap PDI Perjungan yang menang,” kata Latbual.
Untuk komposisi Caleg, Latbual menerangkan sudah tidak diragukan lagi mengingat materi caleg yang di daftarkan sudah teruji kapasitas dan kapabilitasnya dan itu akan dibutikan dengan meraih kursi terbanyak pada pemilihan nanti.

“Dari materi caleg, kerja-kerja politik yang telah dilakukan, konsolidasi yang kami lakukan sangat terstruktur. Untuk itu kami yakin dan kami pastikan 2019 PDI Perjuangan jadi pemenang di Bursel,” paparnya.

Terkait dengan target banyaknya kursi yang di capai, Latbual yang juga Calon Anggota Legislatif Provinsi Maluku ini menjelaskan untuk perolehan kursi Pileg 2019 nanti sudah pasti melebihi dari yang sudah ada.

“Kami Optimisme kursi kami bertambah, kalau kurang itu bukan kami,” tegas Latbual penuh semangat.

Pantauan media ini, Latbual dan Bacaleg PDI Perjuangan yang didampingi fungsionaris partai dan lebih dari 200 simpatisan mendatangi KPU Bursel dengan melakukan perjalanan kurang lebih 2 Kilometer. Dimana Mereka tiba di Kantor KPU sekitar 16.50 WIT.

Kedatangan rombongan parpol pemenang pemilu di Bursel itu pun turut diiringi dengan pukulan tifa, tambur dan tiupan suling.


Tak hanya sampai disitu, sambil mengisi waktu menunggu lantaran PKS yang masih mendaftar dan Partai Golkar yang masih mengantri, rombongan PDIP yang memadati halaman dan teras kantor KPU setempat pun disuguhi dengan tarian Cefal (Cakalele) oleh Ketua DPC PDIP Bursel Sami Latbual dan salah satu simpatisan PDIP.

Selanjutnya, PDIP mendaftar pada pukul 17.55 WIT dan keluar meninggalkan kantor setempat bersama ratusan pengurus, caleg dan simpatisan pada pukul 18.35 WIT. (KT-02)
- - - - - - - - - - -


Ambon, SBS 
Kasat Intelkam Polres Buru Iptu M. Isa Walla, akan menarik Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) milik 2 orang Calon Anggota Bawaslu Kabupaten Buru yang sudah dikeluarkannya beberapa waktu lalu karna ternyata baru diketahui ada cacat proses.

Walla mengatakan, telah mengutus anggotanya Aiptu. Edwin Tahapary ke Ambon untuk mengecek di Intelkam Polda Maluku dan juga berkoordinasi dengan pihak Pengandilan Negeri Ambon terkait dengan rencana penarikan SKCK milik 2 orang Calon Anggota Bawaslu Kabupaten Buru berinisial HF dan MMFL.

Selain mengecek ke Polda Maluku dan Pengadilan Negeri Ambon, Tim Intelkam Polres Buru juga rencananya akan menemui langsung Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten Buru di Ambon guna menarik SKCK yang sudah terlanjur dikeluarkan oleh pihak kepolisian Resort Buru, karna ada kesalahan proses.

“Tadi pagi karna sulit untuk menemui Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten Buru maka, sekitar pukul 09.00 WIT saya sudah berkomunikasi langsung via telephon seluler dengan tim seleksi guna menyampaikan hal dimaksud, terkait dengan 2 calon anggota bawaslu Kabupaten Buru,” kata Walla.

Dalam percakapan tersebut, tim seleksi mengatakan kepada saya bahwa dalam UU dan peraturan bawaslu memang tidak dicantumkan SKCK masuk sebagai syarat administrasi. Namun SKCK tersebut digunakan oleh para pelamar atau peserta calon anggota bawaslu kabupaten/kota untuk bisa mendapatkan surat keterangan tidak pernah di pidana dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Itu keterangan resmi tim seleksi, Namun pandangan kami bahwa, jika saja SKCK tersebut tidak diberikan kepada yang bersangkutan maka, dengan sendirinya surat keterangan Pengadilan Negeri Ambon tidak dikeluarkan. Sehingga kami melanjutkan koordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri Ambon untuk tetap menarik SKCK milik 2 calon anggota Bawaslu Kabupaten Buru tersebut.

Disinggung mengenai permasalahan hukum yang sementara di sidik oleh oleh Tim Penyidik Reskrim Polres Buru, Walla mengatakan itu domainnya Reskrim terkait dengan subtansi perkara Dugaan Tindak Pidana Penggunaan Anggaran Pilkada Kabupaten Buru Tahun 2017.

“Pihak kami hanya memfokuskan pada catatan kepolisian dan aturan yang patuh untuk tidak di keluarkan SKCK kepada seseorang. Pada diktum terakhir SKCK yang dikeluarkan oleh pihak Kepolisian Resort Buru dengan jelas di cantumkan bahwa, apabila dikemudian hari yang bersangkutan terlibat kejahatan atau pelanggaran, SKCK ini dinyatakan tidak berlaku. Ini yang menjadi dasar bagi pihak kepolisian untuk menarik SKCK tersebut,” jelas Walla.

Tak Patut Diluluskan…
Sementara itu, Ketua Ketua PWI Kabupaten Buru Lili Ohorella mengatakan, kasus SKCK ini merupakan pembelajaran bagi Timsel, Bawaslu Provinsi dan juga Bawaslu RI

“Dalam hemat kami, Seharusnya penyelenggara atau mantan penyelenggra jika sudah tidak netral dan terindikasi pelengagaran etika, moral dan hukum sudah saatnya untuk tidak lagi diloloskan sebagai penyelenggara,” papar Ohorella.

Lanjut Ohorella, seingat kami diakhir masa jabatan Komisioner DKPP periode 2012-2017, Pdt Saut Hamonangan Sirait, M.Th telah mengeluarkan edaran dan intruksi kepada KPU dan Bawaslu agar tidak lagi meloloskan penyelenggara pemilu yang terindikasi melanggar etika dan moral karena akan membuat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat dan akan merusak nama baik lembaga penyelenggara pemilu.

“Kami melihat, calon-calon anggota bawaslu Kabupaten Buru periode 2018-2023 yang diumumkan tim seleksi hari ini tentunya ada yang sudah terindikasi persoalan etika, moral dan bahkan hukum. Untuk itu, pinta kami agar tim seleksi lebih berhati-hati, profesional dan transparan dalam rekrutmen calon-calon penyelenggara khususnya di Kabupaten Buru,” harapnya.

“Contoh kongkrit dalam pilkada gubernur-wakil gubernur 2018 ini ada aduan dari Panwascam yang sudah cukup bukti, namun tidak ditindaklanjuti oleh Panwaslu Kabupaten Buru. Padahal fakta dan video pelanggaran tersebut sudah beredar luas dimasyarakat,” tambahnya.

Apakah penyelenggara pemilu (panwaslu) seperti ini yang kita inginkan untuk menegakan demokrasi yang adil, profesional dan subtantif ???

“Saya kira ini yang harus kita kedepankan agar momentum-momentum pesta demokrasi bisa bernilai di masyarakat. Untuk itu saya minta agar timsel kali ini harus bebes dari tekanan, intervensi serta adil dalam menentukan calon-calon komisioner Bawaslu Kabupaten Buru periode 2018-2023,” tegasnya ( R-13 )

“Saya kira ini yang harus kita kedepankan agar momentum-momentum pesta demokrasi bisa bernilai di masyarakat. Untuk itu saya minta agar timsel kali ini harus bebes dari tekanan, intervensi serta adil dalam menentukan calon-calon komisioner Bawaslu Kabupaten Buru periode 2018-2023,” tegasnya. (SBS-10)
- - - - - -


Namrole, SBS 
Kepala Badan Narkiba Nasional Kabupaten Buru Selatan Siti Hadidjah Umasugi mengatakan, kesadaran warga Buru Selatan akan pentingnya pengetahuan tentang bahaya penyalagunaan narkoba suda mulai terbentuk.

Diketahui, Pidato Presiden Indonesia yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Pemkab Buru Selaran Saul Tasane mengatakan bahwa Indonesia berada pada kondisi darurat narkoba.

Indonesia saat ini tidak hanya sekadar tempat transit, tetapi sudah menjadi salah satu pasar narkotika yang besar di Asia. Hal ini terbukti dengan terbongkarnya beberapa kasus penyelundupan narkotika yang mencapai bertonton.

Dua tema besar yang diangkat HANI 2018 BNN RI pertama, “Listen First-listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe” kedua, “Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa dalam Perang Melawan Narkotika untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat tanpa Narkotika”.

Tema pertama menekankan peran orangtua dalam melindungi anak dari ancaman penyalahgunaan narkotika serta membantu mereka untuk tumbuh sehat bebas dari narkotika.

Kasubdit Media Elektronik BNN, Tri Tjahyono dalam sebuah kesempatan mengatakan, perang terhadap penyalahgunaan narkotika tidak hanya fokus pada pemberantasan seperti yang selama ini dilakukan, tetapi juga harus beriringan dengan kegiatan pencegahan.

Salah satu pencegahan yang selama ini getol disosialisasikan oleh BNN adalah menyasar kepada kelompok keluarga khususnya orangtua.

Keluarga harus mampu menjadi benteng utama melindungi anggota keluarga khususnya anak dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

"Ingat, bahwa kelompok anak-anak dan remaja sekarang ini sangat rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Padahal mereka ini adalah calon-calon generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Merujuk pada hasil riset BNN kerja sama dengan Puslitkes Universitas Indonesia (UI) pada 2017 angka prevalensi mencapai 1,77% atau diperkirakan berada pada rentang 3.000.000-3.700.000 orang dari total populasi (usia 10-59 tahun). Angka ini menunjukkan masih cukup rentan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

Sedangkan tema kedua menekankan peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika. BNN tidak mungkin berhasil dalam upaya P4GN tanpa kerja sama seluruh elemen masyarakat.
LHal senada di sampaikan Heru Winarko selaku Kepala BNN.

“Dengan memontum Hari Anti Narkotika Internasional, saya berharap seluruh elemen bangsa menyatukan kekuatan bergerak melawan penyalahgunaan narkotika demi mewujudkan masyarakat Indonesia sehat tanpa narkotika,” tegasnya.

Tahun ini peringatan HANI akan melibatkan berbagai intansi, baik pemerintah maupun swasta. Hal ini dilakukan dalam rangka membangun komitmen bersama perang malawan narkotika. Tidak hanya BNN, kepolisian, kejaksaan, tapi seluruh elemen masyarakat.

Harapannya, Indonesia bebas dari penyalahgunaan narkotika. BNN juga berharap momentum HANI dapat memperkuat aksi dan kerja sama di semua tingkatan untuk membangun kesadaran nasional hidup sehat dan bersih dari penyalahgunaan narkotika

Sementara itu sambutan Kapala BNNK Buru Selatan Siti Hadidjah Umasugi mengatakan, peringatan Hari Narkoba seharusnya pada tanggal 28 Juni lalu namun karena betepatan dengan pelaksanaan Pilkada Maluku maka dilaksanakan pada saat ini.

"Peringatan HANI 2018 memiliki makna keprihatinan terhadap penyalagunaan dan peredaran narkotika, sehingga perlu adanya gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia di dunia," ujarnya saat menyampaikan sambutannya di auditorium kantor bupati Bursel, Kamis (12/07).

Hal ini untum membangun soldaritas dalam rangka mencegah masyarakat dalam penyalagunaan peredaran dan penggunaan narkotika yang menjadi ancaman kehidupan bangsa ini.

Disampaikan lanjut, melalui pelaksanaan pencegahan narkoba, jumlah peserta yang ikut sosialisasi pada tahun 2017 sebanyak 500 orang. Tahun 2018 sampai bulan Juli sebanyak 896 orang di wilayah kabupaten Buru Selatan.

"Kesadaran warga Buru Selatan akan pentingnya pengetahuan tentang bahaya penyalagunaan narkoba suda mulai terbentuk", ujarnya.

Akan tetapi lanjutnya, belum sepenuhnya tercapai sesuai dengan yang diinginkan. Hal itu dikarenakan tidak adanya permintaan dari instansi, sekolah, organisasi sampai saat ini belum ada.

Dalam upaya rehabilitasi pengguna narkoba di tahun 2018 katq Umasugi baru satu orang residen, melalui perawatan medis dan rawat jalan.

"Masih banyak hal yang butuh perhatian dana kerja sama kita semua," harapnya.

Hasil survei nasional penyalagunaan narkoba di Indonesia sekitar 5 juta orang pwrtahun yang terdiri dari pengguna coba pakai termasuk pakai.

Sedangkan angka referensi survei yang dilakukan oleh BNN RI kerja sama dengan pusat kesehatan Universitas Indonesia dan maluku pada tahun 2017 pada posisi ke 24 yang sebekumnya posisi ke 7.

"Jumlah penyalagunaan sebanyak 1.59 persen jiwa. Sedangkan survei 2016 khusus untun pelajar dan pemuda 2.8 persen," ujar Umasugi.

Akhir dari kegiatan ini dengan pembacaan deklarasi menolak narkoba yqng dibacakan oleh Staf Ahli Saul Tasane.

Diketahui, acara oeringatan HANI ini dihadiri oleh sejumlah siswa SMA dan SMP se Kota Namrole. Dan dihadiri pimpinan TNI/Polri, pimpinqn OPD lingkup Pemkab Bursel dan organisasi kemasyarakatan. (SBS-06)
- - - - - -


Namrole, SBS 
Akses transportasi darat yang menghubungkan pusat Kota Namrole dengan Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan sudah sangat memprihatinkan.

Kondisi ruas jalan Namrole-Leksula yang masih tanah dan berstatus jalan provinsi itu, kini telah putus akibat curah hujan yang mengguyur Kabupaten Buru Selatan seminggu terakhir.

Putusnya ruas jalan ini sejak Minggu (8/7) dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat tidak bisa melewati ruas jalan itu.

Hal tersebut disampaikan Kabag Umum Setda Kabupaten Buru Selatan Semy Teslatu saat mendampingi Asisten I Alfario Soumokil ketika akan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Leksula.

Ia mengungkapkan saat melakukan perjalanan menyusuri ruas jalan Namrole- Leksula, tepatnya sampai di kawasan Desa Wamkana, Kecamatan Namrole, ternyata  mobil yang ditumpangi mereka tidak bisa lewat.

Sebab jalan itu sudah terbelah hampir sekitar lima meter. Akibatnya, rencana kunjungan kerja itu batal dilakukan dan kembali ke Namrole.

Teslatu meminta perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku untuk segera memperhatikan ruas jalan ini.

Apalagi kondisi laut tidak bersahabat untuk dilalui menggunakan transportasi tradisional karena sangat membahayakan nyawa.

“Ini merupakan salah akses transportasi alternative yang biasanya digunakan masyarakat ketika musim timur sehingga butuh perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku dalam penanganan ruas jalan tersebut,” paparnya. (SBS-08)
- - - - - - - - -


Namrole, SBS 
Tim dokter Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Nania Ambon akan melakukan tes kesehatan rohani bagi para bakal calon anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang nantinya bertarung di pemilu legislatif 2019 mendatang.

Tes kesehatan rohani ini dilakukan di Namrole, Ibukota  Kabupaten Buru Selatan mulai 12-14 Juli 2018 mendatang.  “Kalau Tes kesehatan rohani tim dokter RSJ Nania Ambon. datang ke sini dan akan melakukan 12-14 Juni,”beber Ketua KPU Kabupaten Bursel, Said Sabi kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Untuk tempat pelaksanaan tes kata dia, nanti akan ditentukan setelah tim dokter RSJ Nania Ambon tiba di Namrole. “Nanti besok (Kamis) tim datang baru kita koordinasikan untuk tentukan tempat pelaksanaan tes. Bagi bakal calon anggota DPRD yang belum melakukan tes kesehatan untuk mendapatkan surat keterangan tidak perlu ke Ambon. Namun Kalau sudah melakukan pengurusan Ambon  silahkan tetapi yang belum bisa disini,” ujarnya.

Disebutkannya biaya kedatangan tim dokter ditanggung masing-masing bakal calon anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan sebesar Rp 550. 000. “Biaya itu ditagung masing-masing peserta sesuai standar yang telah ditentukan berdasarkan rincian peraturan gubernur. Jadi keseluruhan biayanya capai 550 ribu,”urainya .

Sabi mengungkapkan mereka akan mengikuti tes psikologio dan wawancara. “Jadi ada tes psikologi dan wawancara,” sebutnya.

Menurutnya tes kesehatan rohani dapat dilaksankan di NAmrole atas inisiasi KPU Kabupaten Bursel yang melakukan koordinasi langsung dengan pihak RSJ Nania Ambon untuk memudahkan para caleg.

“Ya kita memudahkan para caleg. Kan yang caleg ini tidak semuanya orang berada. Ada yang pas-pas sehingga semuanya bisa teratasi disini dalam waktu cepat lalu memudahkan caleg untuk mendapat surat keterangan untuk diperoleh. Intinya kita sifatnya memfasilitasi antara peserta dengan Tim dokter,”pungkasnya. (SBS-06)
- - - - - - -


Namrole, SBS 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) telah membuka pendaftaran untuk bakal calon anggota legislative (caleg) DPRD setempat, sejak 4 Juli 2018 lalu. Namun, hingga Rabu (11/7/2018), belum ada satu pun partai politik (Parpol) yang mendaftarkan calegnya. Padahal waktu pendaftaran hanya sampai 17 Juli mendatang.

“Sampai sekarang belum ada satupun parpol yang datang mengajukan bakal caleg sejak pendaftaran dibuka,” ujar Ketua KPU Kabupaten Bursel, Said Sabi kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, kemungkinan H-3 sebelum pendaftaran ditutup baru, parpol mendaftar ke lembaga penyelenggara pemilu setempat. “Kemungkinan di tiga hari terakhir  Tiap hari ada yang datang kopnsultasi dan membuat surat keterangan terdapaftar sebagai pemilouih itu tiap hari itu,” terangnya.

Sekedar diketahui sesuai tahapan  4-17 Juli 2018 mendatang seluruh partai politik di Kabupaten Buru Selatan akan mengajukan bakal caleg ke KPU Bursel. Pengajuan pendaftaran bakal caleg sesuai  ketentuan pasal 240 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum serta memperhatikan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan KPU Nomor 7 serta Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.

Adapun ketentuan pengajuan bakal calon Anggota DPRD oleh partai politik hanya dilakukan satu kali pada masa pengajuan. Parpol wajib memasukan data pengajuan bakal calon dan data bakal calon serta mengungah dokumen persyaratan pengajuan bakal calon dan dokumennya ke dalam sistem Informasi Pencalonan (Silon).

Syarat pengajuan oleh parpol dari kepengurusan yang sah sesuai tingkatan, jumlah bakal calon palingbanyak 100 persen dari jumlah kursi yang ditetapkan pada setiap dapil. "Disusun dalam daftar bakal calon yang wajib memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen di setiap dapil. Di setiap 3 orang bakal calon pada susunan daftar calon sebagaimana dimaksud pada huruf C wajib terdapat paling sedikit satu orang bakal calon perempuan," ingatnya.

Balon anggota DPRD adalah warga Negara Indonesia dan harus memenuhi persyaratan dan  telah berumur 21 tahun atau lebih terhitung sejak penepatan DCT, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bertempat Tinggal di wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia. Berpendidikan paling rendah tamat SMA sederajat.  (SBS-06)
- - - - - - -


Namrole, SBS 
Kurang lebih semingguh, persediaan beras di Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan mulai kehabisan di Kota Namrole.

Pedagang pasar Namrole, Udin kepada media ini mengatakan, kehabisan stok beras disebabkan kapal (Ferri) belum juga masuk.

"Beras yang ada ini (dijual) diambil dari Namlea (Kabupaten Buru). Dalam minggu ini kapal belum masuk," ujar Udin.

Dikatakan, belum masuknya beras sejak habis lebaran hingga kini. Namun dia pastikan dalam sehari atau dua hari ini kebutuhan beras sudah masuk.

Warga Namrole, Tami Solisa mengaku kelangkaan beras di Kota Namrole sudah cukup lama. Dikatakan beras merek Dua Udang saat ini tidak dijual karena kehabisan stok.

"Mastarakat lebih suka makan beras jenis Dua Udang tetapi beras ini suda habis", ujarnya.

Kepala Dinas Perindag Buru Selatan Yan Lautupeirisa yang di konfirnasu terkait persoalan ini mengakui kehabisan stok beras dalan kota Namrole.

"Kehabisan beras di Namrole disebabkan kapal ferri KMP Tanjung Kabat belum masuk,” sebut Latupeirissa.

Dikatakan lagi bahwa, stok beras yang saat ini dijual di Kota Namrole didatangkan dari Namlea. Namun kata Letupeirissa bahwa pengusaha enggan mengambil beras dari sana lantaran mastarakat tidak suka.

"Kapal masuk terakhir sebelum lebaran kemarin dan sampai sekarang belum masuk, ini penyebabnya," tandas Latupeirissa. (SBS-06)
- - - - - - -


Namlea, SBS 
Setelah sebulan melakukan aksi begal dan tindak kekerasan, tersangka Farouk Ely akhirnya berhasil dibekuk tim Buser Polres Pulau Buru, Minggu pagi (8/7).

Farouk Ely, (39) warga Dusun Jikubesar, Desa Namlea, melakukan aksi begal dan tindak kekerasan terhadap korbannya, Ny Ruse, (45) warga Desa Dava, Kecamatan Waelata, pada tanggal 6 Juni lalu. Namun baru tertangkap di Namlea, sekitar pukul 10.00 WIT Minggu pagi (8/7).

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita satu buah motor Shogun 125 dengan Nomor polisi DE 6121 D yang pernah digunakan untuk melakukan aksi kejahatan.

Polisi juga mengamankan dua buah HP merek nokia dan oppo. Polisi juga menyita uang Rp.35 ribu, 1 timbangan emas, 1 tas samping 2 kain bali.

Kasatskrim Polrea Pulau Buru, AKP M.Ryan Citra Yudha yang dihubungi, membenarkan peristiwa penangkapan itu.

"Pelakunya sudah kami amankan dan sedang diperiksa.Kami masih terus melakukan pendalaman," jelas Ryan.

"Bersangkutan melakukan pembegalan/pencurian dengan kekerasan pada bulan lalu yang mengakibatkan korban kehilangan tas beserta isinya dan juga dianiaya sampai babak belur," tambahkan Ryan.

Selanjutnya keterangan yang dikumpulkan dari kepolisian menyebutkan, tersangka Farouk Ely membegal Ny Ruse pada sebulan yang lalu.

Pada waktu itu, korban baru tiba di pelabuhan speedboat Namlea pada pukul 11.30 wit, tanggal 6 Juni lalu.

Selanjutnya korban berniat ke rumah familinya di perumahan BTN Bukit Permai. Kemudian pelaku yang juga berprofesi sebagai tukang ojek menawar jasa untuk mengantar korban.

Saat menumpang ojek ini, korban tidak dibawah ke rumah familinya. Tapi dilarikan ke Bukit Tatanggo yang tidak jauh dari komplek perumahan.

Di tempat yang sepih itu, pelaku Farouk Ely melakukan aksi pembegalan, merampas barang korban. Korban yang mencoba mempertahankan barang miliknya dihajar sampai babak belur.

Tas milik korban dirampas dengan kekerasan dan wajah korban ditinju pula berulang kali hingga berdarah-darah.

Usai membuat korban jatuh tersungkur, tersangka lantas membawa lari tas miliknya yang berisi uang kontan Rp.2 juta, emas mentah 9 gram, dua buah hp nokia dan oppo, dan buku rekening BRI milik korban. (SBS-10)
- - - - -


Namrole, SBS
Untuk kesekian kalinya masyarakat Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan tidak dapat melakukan komunikasi lantaran jaringan Telkomsel tidak ada alias hilang.

Hilangnya jaringan Telkomsel ini terjadi sejak Sabtu (6/7) sekitar pukul 15.00 Wit dan jaringan baru ada pada Minggu (7/7) pukul 18.00 Wit.

Akibat tidak adanya jaringan Telkomael lagi di Namrole menyebabkan masyarakat dibuat kesal. Bagaimana tidak kesal, segala urusan yang menggunakan komunikasi terpaksa tidak bisa berjalan lancar.

Bukan saja masyarakat tetapi sejumlah pejabat daerah dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Namrole terpaksa tidak bisa melakukan komunikasi dengan utusan pemerintahan yang berada diluar Bursel.

"Sejak tidak ada jaringan (Sabtu), semua urusan kantor mogok," ujar salah satu PNS Bursel kepada media ini di Namrole.

Informasi yang diperoleh juga bahwa Bupati Buru Selatan Tagop Soulisa juga dibuat kesal dan marah akibat dari tidak adanya jaringan komunikasi dari Telkomsel.

"Para pejabat di kantor bupati dong kesal karena jaringan tidak ada. Bupati juga (di luar daerah) juga marah-marah karena suda sering terjadi begini," ungkap pegawai ini.

Kadis Infokom Nadap Solissa, Munggu (7/7) yang di konfirmasi terkait masalah ini tidak dapat di temui.

"Bapak Nadap seng ada, ada kaluar, seng tau kamana'" ujar seorang anak. (SBS-08)

- - - - - -


Namlea, SBS 
Pemudan warga Desa Jikumerasa, Kecamatan Liliyali, Kabupaten Buru, Hanafi Ternate punya nyali seribu. Tak sengaja ia menemukan ular sanca raksasa sepanjang 10 meter lebih, lalu membantainya, kemudian hati pahitnya diambil dan dibawa pulang.

Hanafi tidak sengaja menemukan ular sanca raksasasa itu saat pergi ke kebun di dekat Telaga Air Tawar Jikumerasa Kecil,  pukul 09.00 WIT pada Jumat pagi (6/7).

Ular Sanca raksasa malang itu terlihat berteduh di bawah pohon ketapang,  dekat jalan setapak tempat masyarakat selalu lalulalang kalau bepergian dan pulang dari kebun, atau pergi mancing ikan mujair di Telaga Air tawar.

Ketika menemukan sanca raksasa itu bukan  bikin gentar nyali Hanafi Ternate. Sebaliknya ia meneriaki kakaknya memberitahu temuan itu.

Hanafi yang pergi ke kebun selalu menenteng parang ini tidak menjauh dari sanca. Sebaliknya, ia mendekati sanca dan melayangkan beberapa kali tebasan ke tubuh sanca.

Setelah yakin sanca sudah tidak berdaya, dengan dibantu kakaknya keduanya sempat memotong kepala ular.

Hanafi lalu merobek isi perut sanca dengan parang. Ia  mencari dan mengambil hati pahit lalu dibawa pulang ke rumah.

"Waktu disergap Hanafi, sepertinya ular ini lemah dan sedang kelaparan. Hanafi sangat mudah membantai ular ini," ujar saksi mata, Nover Muhammad.

"Hanafi mengambil bagian hati pahit dari ular karena punya khasiat obat, "tambah Nover.

Tidak jauh dari TKP penemuan ular sanca raksasa ini, pada tahun 2017 lalu. warga Desa Jikumerasa juga menangkap buaya raksasa di Telaga Air Tawar Jikumerasa Kecil.

Buaya itu  ditangkap hidup-hidup. Kemudian diikat dan diarak keliling kampung. Setelah puas mengarak, warga lalu membantainya.

Warga memang punya dendam kesumat dengan buaya ini. Karena di Tahun 2015 lalu, buaya ini sempat menyergap remaja kampung yang masih duduk di bangku SMA.

Waktu itu, Korban disergap saat sedang memancing mujair. Kemudian diseret ke dasar sungai dan saat ditemukan sudah tidak bernyawa dengan banyak luka cabikan gigitan buaya. (SBS-10)

- - -


Namrole, SBS 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menetapkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Nomor Urut 2, Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) sebagai pemenang Pilgub di daerah itu.

Penetapan itu dilakukan dalam pleno rekapitulasi yang berlangsung di ruang Aula Kantor KPU Kabupaten Bursel, Rabu (4/7) pagi hingga sore hari yang di pimpin langsung olh Ketua KPU setempat, Said Sabi.

BAILEO dinyatakan menang dengan meraih 25.513 suara dari total 42.494 suara sah dan 569 suara tiddak sah. Sementara pasangan Nomor Urut 1, Said Assagaff-Andarias Rentanubun (SANTUN) meraih 8.675 suara dan pasangan Nomor Urut 3, Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT) hanya meraih 6.306 suara.

Dimana, untuk Kecamatan Leksula yang berjumlah 31 TPS dan memiliki jumlah DPT sebanyak 9.879, BAILEO unggul dengan meraih 3.915 suara dari total 7.668 suara sah dan 44 suara tidak sah, disusul HEBAT yang meraih 1.910 suara dan SANTUN yang hanya meraih 11.843 suara.

Untuk Kecamatan Namrole yang berjumlah 40 TPS dan memiliki jumlah DPT sebanyak 13.337, BAILEO unggul dengan meraih 8.079 suara dari total 10.324 suara sah dan 64 suara tidak sah, disusul SANTUN yang meraih 1.469 suara dan HEBAT yang hanya meraih 776 suara.

Pada Kecamatan Ambalau yang berjumlah 19 TPS dan memiliki jumlah DPT sebanyak 6.979, BAILEO unggul dengan meraih 3.706 suara dari total 5.755 suara sah dan 38 suara tidak sah, disusul SANTUN yang meraih 1.421 suara dan HEBAT yang hanya meraih 628 suara.

Selanjutnya, di Kecamatan Kepala Madan yang berjumlah 26 TPS dan memiliki jumlah DPT sebanyak 7.893, BAILEO unggul dengan meraih 4.193 suara dari total 6.814 suara sah dan 61 suara tidak sah, disusul SANTUN yang meraih 1.623 suara dan HEBAT yang hanya meraih 998 suara.

Sementara di Kecamatan Fena Fafan yang berjumlah 11 TPS dan memiliki jumlah DPT sebanyak 3.009, BAILEO unggul dengan meraih 1.619 suara dari total 2.641 suara sah dan 7 suara tidak sah, disusul HEBAT yang meraih 680 suara dan SANTUN yang hanya meraih 342 suara.

Sedangkan, di Kecamatan Waesama yang berjumlah 28 TPS dan memiliki jumlah DPT sebanyak 10.613, BAILEO unggul dengan meraih 6.001 suara dari total 9.292 suara sah dan 355 suara tidak sah, disusul SANTUN yang meraih 1.997 suara dan HEBAT yang hanya meraih 1.314 suara. (SBS-01)
- - - - - - - -