Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Sosial

News Politik

News Hukrim

News Buru Selatan

News Kabupaten Buru

News Pariwisata



Namrole, SBS 
Bupati Buru Selatan (Bursel), Tagop Sudarsono Soulissa mulai sesumbar melontarkan ancaman kepada para Bendahara maupun Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Bursel.

Ancaman itu disampaikan Tagop ketika memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di pelataran Kantor Bupati Bursel, Senin (18/02/2019) lantaran selama kepemimpinannya di periode pertama hingga pertengahan periode kedua ini, Badan Pemeriksa  Keuangan (BPK) selalu memberikan opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau Disclaimer terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bursel.

Olehnya itu, Tagop berharap hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bursel Tahun 2018 yang akan dilakukan dalam waktu dekat akan mengantarkan Kabupaten Bursel keluar dari predikat buruk tersebut.

“Dalam minggu-minggu kedepan akan dilakukan audit oleh BPK dan sampai sejauh ini pemerintah Kabupaten Bursel dalam hasil auditnya masih Disclaimer. Saya berharap tahun ini kita bisa dapat keluar dari Disclaimer,” kata Tagop.

Dimana, untuk tujuan yang belum pernah dicapain selama pemerintahannya itu, Tagop berharap para Bendahara maupun Pimpinan OPD tidak meninggalkan Kabupaten Bursel sesuka hati selama masa audit BPK.

“Untuk pencapaian itu, maka saya minta kepada seluruh Bendahara yang melaksanakan tugas selama Taun 2018 agar tidak meninggalkan tempat dan seluruh pimpinan SKPD juga tidak meninggalkan tempat untuk melakukan koordinasi dan penyelesaian pertanggung jawaban di Tahun 2018,” paparnya.

Entah serius ataukah tidak, tetapi kali ini Tagop sesumbar akan memproses hukum setiap Bendahara yang tidak mampu menyelesaikan pertanggung jawaban keuangan selama Tahun 2018 lalu.

“Saya sudah bertekad untuk mengambil keputusan bahwa bagi saudara-saudara Bendahara yang tidak dapat menyelesaikan tugas tangggung jawabnya di Tahun 2018, maka saya akan menyerahkan hasil audit tersebut kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Tagop mengaku kalau Tahun-Tahun sebelumnya Ia masih bermain-main dengan ulah para Bendahara yang tak melaksanakan tugas dengan baik. Tetapi kali ini permainan itu akan ia sudahi.

“Jadi, saya tidak main-main lagi. Kalau kemarin-kemarin hasil audit dari BPK, kepada para Bendahara saya masih toleransi, tidak melakukan tindakan lanjutan, tetapi masih melakukan koordinasi dan melakukan penyelesaian secara kekeluargaan untuk menyelesaikan pertanggung jawaban tersebut. Tetapi di Tahun 2019 ini, hasil audit Tahun 2018 dari BPK akan saya tindaklanjuti langsung kepada pihak yang berwajib agar segera selesaikan,” ucapnya..

Olehnya Tagop, minta perhatian semua Bendahara agar dapat menyelesaikan tugas tanggung jawabnya sehingga benar-benar dapat menyampaikan laporan pertanggung jawaban tersebut secara bertanggung jawab kepada pihak auditor nanti.

Ternyata ancaman tersebut, bukan hanya kepada para Bendahara saja, Tagop pun melayangkan ancaman kepada para pimpinan OPD yang selama ini bersikap bolos ketika menghadapi auditor BPK.

Tagop mengharuskan agar setiap pimpinan OPD yang akan keluar daerah, haruslah sepengetahuan dirinya.

“Demikian juga pimpinan OPD, agar senantiasa selalu berkoordinasi dengan saya maupun dengan Sekda kemana pun dia akan melaksanakan tugas, tetapi dalam rangka pelaksanaan audit yang dilakukan oleh BPK, saya berharap kepada pimpinan OPD tidak meninggalkan tempat, kecuali ditugaskan oleh saya, kecuali ditugaskan oleh saya,” pungkasnya.

Ia pun menugaskan Penjabat Sekda Bursel, AM Laitupa untuk siap siaga dalam memberikan laporan kepada dirinya jika masih ada pimpinan OPD yang tak taat terhadap instruksinya itu.

“Pak Sekda, selalu berikan perhatian, kalau ada Pimpinan OPD yang berangkat tanpa pemberitahuan kepada saya, maka segera dilaporkan kepada saya, langsung saya buat SK Plt,” ancamnya.

Sementara itu, dari pengamatan media ini, pejabat pimpinan OPD yang hadir dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional itu tidak mencapai 10 orang. Mereka yang hadir diantaranya Penjabat Sekda Bursel yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bursel AM Laitupa, Penjabat Inspektur Kabupaten Bursel yang juga Kepala Kesbangpol Kabupaten Bursel Ismid Thio, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bursel Umar Mahulette, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kasawan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (KP3) Kabupaten Bursel Melkior Solissa dan Kabag Hukum Setda Kabupaten Bursel Jemy Thenu.

Kemudian, ada juga Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Bursel Alfario Somukil, Asisten Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Bursel Imran Mahmud dan staf Ahli Bupati Saul Tasane. Sedangkan hampir 40 pimpinan OPD lainnya tidak kelihatan batang hidungnya. (SBS-01)

- - - - - - -


Namrole, SBS 
Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) kelas III Namrole Kabupaten Buru Selatan, Senin (18/02/2019) menggelar acara pisah sambut antara kepala Kantor Bandar Udara (UPBU) yang lama dengan kepala kantor yang baru.

Serah terima jabatan ini dilakukan antara Kepala Kantor UPBU baru Indra Rohman menggantikan kepala bandara yang lama Petrus Mairima yang kini telah dilantik menjadi Kepala Kantor UPBU Kelas III Oesman Sadik Labuha, Bacan, Kabupaten Halmaera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Hadir dalam kegiatan itu, Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulissa, Penjabat Sekda Bursel A M Laitupa, para Asisten, pimpinan OPD dilingkup Pemda Bursel, para staf kantor Bandar Udara Namrole dan tamu undangan lainya.

Indra Rohman yang duluhnya bertugas sebagai kepala bandar Udara Naha Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Pemda Bursel, Para Staf UPBU Namrole dan terlebih khusus masyarakat Bursel.

Sembari memperkenalkan latar belakang jabatan dan keluarganya, Rohman meminta kepada seluru stack holder yang ada Bursel untuk mendukung dirinya dalam melakukan pelayanan prima dalam melayani masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan.

“ Saya minta support dari Pemda Bursel dan masyarakat Bursel agar sama-sama bahu membahu dalam meningkatan pelayanan di bidang penerbangan, sehingga apa yang menjadi kubutuhan masyrakat khususnya pada transportasi menggunakan jasa penerbangan dapat berjalan dengan baik,” ucap Rohman.

Sementara mantan kepala Kantor UPBU Bandar udara Namrole Petrus Marina mengatakan pengalamannya selama 11 Tahun dirinya bersama masyarakat dan Pemda Bursel membangun bandara Namrole yang dahulunya masih hutan dan belum ada listrik adalah kenangan yang tak mudah dilupakan.

“Sejak 2008, dahulu datang itu masih hutan, masih menggunakan obor dan motor masih satu dua. Waktu itu landasan pacu (Runway) Bandara tak sepajang saat ini, namun niat saya untuk membangun Bursel sudah menjadi tanggung jawabnya dan itu yang membuat kenangan ini susah untuk dilupakan,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Dirinya berterima kasih kepada seluruh staff, Pemda Bursel dan masyarakat Bursel yang sudah membantunya dalam berbagai hal sehingga puluhan tahun dirinya sudah bisa membangun bandara walaupun saat ini masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan.

“Saya mau lepas disini terasa berat tetapi saya berharap teman2 yang ada disini dapat melepaskan saya bertugas di tempat yang baru dan terima kasih untuk masyarakat, Pemda Bursel dan seluruh staff tercinta yang telah menopang saya dalam menjalankan tugas di Namrole. Apabila ada salah dan tingkah laku yang tidak menyenangkan dihati mohon untuk dimaafkan,” ujarnya dengan nada sedih.

Dirinya juga mengharapkan kepada Kepala kantor UPBU yang baru untuk dapat melanjutkan perjuangannya terkhususnya pada perpanjangan Runway serta selalu membangun komunikasi yang baik dengan segalah pihak.

“Pak Indra selamat bertugas di Namrole, tolong dilanjutkan perjuangan saya yang masih belum tercapai yaitu perpanjangan Runway. Dan bangunlah komunikas yang baik dengan para staff, Pemda dan masyarakat Bursel agar pelayanan di bandara ini dapat terlaksana dan berjalan lancar,” tuturnya.
Sementara Bupati dalam arahannya, sangat berterima kasih kepada Petrus Marina karena selama 11 tahun telah mengabdi dalam suka dan duka di Namrole.

“Terlalu banyak kenangan suka dan duka dengan Pak Etus. Terimakasih telah mengabdi selama 11 tahun lebih untuk Bursel dan saya harap hubungan komunikasi kita selalu terbina walaupun sudah pindah tugas,” ujar Tagop.

Bupati katakan, untuk nama bandara Namrole sendiri sempat dibicarakan dengan Marina untuk diberi nama sesuai nama Dokter Salim yang telah memperjuangkan hingga bandara ini ada di Namrole, namun hingga saat ini masih belum terealisasi.

“ Kita pernah membincangkan soal nama bandara yang akan kita beri nama Bandara dokter Salim ini dengan Pa Etus, namun belum dapat dilaksanakan. Kenapa diberi nama dokter Salim karena beliaulah yang merintis dan mendesak Gubernur Maluku saat itu M Akib Latuconsina untuk menyiapkan anggaran dan membangun bandara dengan runway hanya 300 meter. Semoga kedepan dengan pemimpin yang baru dapat terlaksana apa yang belum terselesaikan ini,” ujar bupati dua periode itu.

Mengakhiri sambutannya, Tagop mengucapkan selamat bertugas bagi kepala Kantor UPBU yang baru dan selamat bertugas ditempat yang baru bagi Petrus Marina.

“Memang banyak kenangan yang kita tinggalkan, namun kenangan lama jangan ditinggalkan karena kenangan lama sulit dilupakan dari pada kenangan baru. Selamat datang untuk Pak Indra, dan selamat bertugas ditempat yang baru bagi Pa Etus. Terima kasih untuk pengabdiannya,” tutup Tagop.

Kegiatan ini di akhiri dengan penandatanganan surat tanda serah terima jabatan, pemberian bingkisan kenangan dan dilanjutkan dengan foto-fot bersama. (SBS/02)

- - - - -


Namlea, SBS 
Tambang emas Gunung Botak dilaporkan kini kembali bergeliat karena telah dimasuki penambang ilegal. Mendapatkan informasi itu, Kapolda Maluku, Irjen Royke Lumiwa memberi warning bawahannya dengan tiga kata,"Awas, hati-hati !".

Sebelumnya Kapolda Maluku, yang ditanya wartawan pada Sabtu malam (16/2) di Namlea, mengaku belum mengetahui hal itu.

Bahkan kapolda menyarankan agar menanyakan masalah Gunung Botak kepada Kapolres Pulau Buru, AKBP Ricky Purnama Kertapati yang saat itu berada di sisi kapolda.

Saat diperlihatkan beberapa bukti foto aktifitas di GB, kapolres langsung berujar akan segera ditanganinya.

Sementara Kapolda langsung tanggap dan menanyakan para penambang itu masuk sejak kapan, seraya meminta kapolres untuk segera menyelidiki dan menanganinya.

Paska mendapat bocoran dari wartawan, dalam pengarahan kepada jajaran Polres Pulau Buru pada Minggu pagi (17/2), Kapolda menegaskan di hadapan seluruh bawahannya, kalau kita polisi yang mengenakan baju coklat sudah disumpah untuk melakukan yang terbaik.

"Kapolda dan jajaran sudah kasih contoh," tandas kapolda.

Kapolda mengungkapkan, kalau ada godaan besar di Tambang Gunung Botak. Kalau dirinya mau, maka sudah mengantongi uang miliaran rupiah dari sana.

"Saya kalau mau  terima uang bisa milyaran. Godaan besar di Gunung Botak ini. Kalau mau, saya tutup mata saja. Bilang tidak di depan umum, tapi bilang iya di bawah tangan dan di bawa meja. Boleh juga, sapa yang mau marah saya. Paling dapat hukum. Itu kalau saya gila," tandas kapolda.

"Tapi saya tidak gila. Saya normal. Kalau saya ilegator, saya sebut ilegator. Ilegal permuatannya dan ilegator orangnya. Walau tidak ada terminologi ilegator di kamus manapun. Kalau saya pelaku ilegal, gampang saya sudah terima doi (uang) banyak," tambahkan kapolda.

Kapolda mengaku, sebelum datang ke Maluku, dirinya sudah dikasih iming-iming.


"Pak Kapolda, begini begini, saya bilang iya-iya saja biar dia senang. Tapi saya sikat juga," tegaskan kapolda.

"Sekarang saya dengar dari wartawan, malam-malam sudah muncul lagi.Awas hati-hati," tegasnya lagi.

Menurut kapolda, bila kasih biar satu dua orang penambang yang masuk ke GB, maka lama-lama dia jadi besar.

"Malam-malam sumulai gali-gali lai langsung bawa ke tempat lain,"ungkap Kapolda.

Untuk itu, ia mewanti-wanti Kapolres Pulau Buru dan jajarannya agar tetap mempertahankan prestasi dan kerja bagus selama ini terkait dengan tambang ilegal. Polisi jangan sampai kendor.

"Sekali katakan tidak, tetap tidak untuk ilegal di Gunung Botak. Jangan sampai kasih biar," ingatkan Kapolda.
Sementara itu mengutip laporan aparat keamanan, mengungkapkan pada tanggal 3-4 Februari lalu telah dilakukan pemantauan di bekas PETI GB dan ditemukan adanya aktifitas penambangan tanpa izin (PETI).

Masih adanya aktifitas PETI oleh para penambang ilegal saat malam hari dengan beberapa metode penambangan emas diantaranya, sistim kolam/lubang, tembak larut/dompeng mini, kodok-kodok, dan sistim karpet manual.

Menurut laporan ini, penambangan dengan metode lubang/kolam terpantau beraktifitas di areal Gunung Botak dengan jumlah kurang lebih 5 titik namun belum jelas Identitas Penambang.

Sedangkan penambangan dengan metode terowongan  beraktifitas pada satu titik tepatnya di daerah tanah merah dikerjakan oleh penambang asal Gorontalo bernama Ato dkk.


Masih menurut laporan ini, lubang galian itu sebelumnya milik Destuju dan Siki asal Sulsel. Aktifitas sudah berlangsung tiga bulan dan luput dari pantauan.

Aktifitas ilegal oleh Ato dkk itu konon dibeking oleh anak dari salah satu tokoh adat di sana berinitial JN.

Mengutip lebih lanjut isi laporan ini, disebutkan pula bahwa penambang ilegal yg beraktifitas di areal bekas PETI Gunung Botak berasal dari Luar Pulau Buru dan penambang lokal asli pribumi/masyarakat adat Buru dan penduduk sekitar tambang. Rata-rata aktifitas penambangan Ilegal di areal Gunung Botak dilakukan pada  malam hari.

Kecuali aktifitas penambangan dengan metode karpet manual di sungai Jalur B, Desa Persiapan Wamsait, beraktifitas pada siang maupun malam hari.

Laporan ini lebih lanjut mengungkapkan, kalau lubang/kolam milik Destuju dan Siki asal Sulawesi diteruskan pekerjaanya oleh seorang oknum pengusaha tambang yang di kalangan penambang selalu dipanggil dengan sebutan Pirang Manado.

Bahkan untuk menopang para penambang ilegal bekerja di sana,  Pirang Manado telah membuka usaha warung makan dan sembako.

"Bahwa para penambang yg naik ada yg secara sembunyi-sembunyi,namun juga ada yg berkoordinasi dengan Pos Pam Gunung Botak," demikian isi kutipan laporan ini. (SBS/11)

- - - - - - - -



Namrole, SBS 
Seluruh masyarakat di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) diajak untuk tertib berlalu lintas sesuai ketentuan perudang-undangan yang berlaku.

Ajakan itu disampaikan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) dalam kegiatan Kampanye Tertib Berlalu Lintas yang dilaksanakan oleh AMGPM Cabang I Talitakumi Daerah Buru Selatan (Bursel), Sabtu (16/02) di Kota Namrole.

Kegiatan Kampanye yang turut melibatkan pihak kepolisian Polsek Namrole dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel itu dimulai dari depan gedung Gereja Wae Fuhan Prangit Jemaat GPM Labuang pukul 09.30 WIT dan berakhir di Kantor Desa Labuang pukul 10.30 WIT setelah terlebih dahulu melewati Desa Kamlanglale, Desa Waenono, Desa Elfule dan kembali lagi ke Desa Waenono, Desa Kamlanglale dan finish di Desa Labuang.

Dalam aksi kampanye tertib berlalu lintas yang dikoordinir langsung oleh Roby Tasidjawa dan Ferdinand Kouwe selaku Ketua dan Sekretaris Panitia setelah dilepas langsung oleh Sekretaris AMGPM Daerah Buru Selatan Dominggus Seleky itu, selain sekitar 50 peserta kampanye kendaraan roda dua, mereka juga mempergunakan mobil pick up bernomor polisi DE 8828 AD yang dilengkapi dengan pengeras suara serta bendera AMGPM.

Dalam aksinya kampanye itu, selain sejumlah orator seperti Erick Mailoa, Neckon Seleky, Deswar Faubun, Melky Solissa, Mon Tehuayo, Yohan Lesnussa dan Risat Lesnussa yang berorasi mengajak masyarakat Kabupaten Bursel untuk tertib berlalu lintas, proses kampanye itu pun turut diwarnai dengan pemasangan sebanyak delapan buah spanduk ajakan tertib berlalu lintas di depan Polsek Namrole, depan bekas One Swalayan, pertigaan Kantor BPS Kabupaten Bursel, pertigaaan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bursel, samping Kantor Bupati Bursel lama, samping tempat ojek Desa Waenono dan pertigaan dekat perbatasan Desa Kamlanglale-Desa Labuang.

Tak hanya itu, dalam aksi kampanye terbut, puluhan peserta aksi pun turut membagikan ratusan lembar stiker yang berisi ajakan Tertib Berlalu Lintas serta ratusan tangkai bunga kepada setiap pengendara kendaraan roda dua yang melintasi setiap ruas jalan dimana peserta kampanye melakukan aksi, yang puncaknya dipusatkan di depan Pasar Kai Wait Kota Namrole.

Sedangkan, dari pengamatan media ini, terlihat masih banyak pengendara roda dua yang belum Tertib Berlalu Lintas, seperti tidak mempergunakan helm. Atas kondisi itu, peserta kampanye pun langsung menghimbau agar para pengendara tersebut nantinya bisa mempergunakan helm dan melengkapi surat-surat kelengkapan sebagai pengendara kendaraan bermotor, disamping turut pula menghimbau agar tidak membiarkan anak-anak dibawah umur 17 Tahun mengendarai kendaraan roda dua.

Sementara itu, Sekretaris AMGPM Daerah Buru Selatan, Dominggus Seleky dalam arahannya ketika melepas peserta kampanye mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksakan oleh AMGPM Cabang I Talitakumi ini, mengingat tingginya kecelakaan lalu lintas karena kurangnya kepeduliaan masyarakat dalam Tertib Berlalu Lintas.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Kampanye Tertib Berlalu Lintas yang dilaksanakan oleh teman-teman AMGPM Cabang I Talitakumi ini. Semoga lewat kegiatan ini, masyarakat kita akan lebih Tertib Berlalu Lintas,” kata Seleky.

Seleky pun berharap, para peserta bisa menjadi pelopor dan contoh yang baik bagi pengendara lain dalam berlalu lintas di jalan.

“Kami harap teman-teman peserta bisa jadi pelopor dan contoh yang baik bagi masyarakat di daerah ini dalam berlalu lintas,” ucapnya.

Ketua Panitia Kampanye Tertib Berlalu Lintas, Roby Tasidjawa kepada media ini mengaku bahwa kegiatan yang dilaksanakan pihaknya ini merupakan realisasi dari program yang telah diputuskan dalam Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) VII yang tellah dilaksanakan di AMGPM Ranting Zoar Waenalut.

Dimana, lanjut Tasidjawa, diprogramkannya kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan AMGPM terhadap tingginya kecelakaan lalu lintas yang harusnya bisa diminimalisir dengan perilaku tertib berlalu lintas.

“Olehnya itu, kami berharap dengan kegiatan Kampanye Tertib Berlalu Lintas yang kami laksanakan hari ini bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran masyarakat di daerah ini akan pentingnya Tertib Berlalu Lintas guna menghindari berbagai kecelakaan yang tak pernah kita inginkan,” tuturnya.

Ia pun turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari pihak Kepolisian Polsek Namrole yang dipimpin oleh Kapolsek AKP Yamin Selayar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel dibawa kepemimpinan Kadis Sukri Muhammad dan semua potensi AMGPM yang telah turut serta bekerja sama merealisasikan kegiatan ini.

Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang Pendeta HR Lessil, mantan Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan yang juga Majelis Jemaat GPM Labuang Stevano Kailola, Sekretaris AMGPM Cabang I Talitakumi Elvis Charles Lahallo dan sejumlah Pengurus Cabang, yakni Neckon Seleky, Rein Tasane, Novi Luturmas, Boby Kilonressy dan Sulce Seleky serta Ketua AMGPM Ranting Talitakumi Labuang Melky Solissa dan sejumlah pengurus maupun anggotanya serta Ketua AMGPM Ranting Imanuel Waenono-Kamlanglale, Marchel Kippuw dan sejumlah pengurus maupun anggotanya. (SBS/02)

- - - - - - -


Namlea, SBS 
Kapolda Maluku, Irjen Royke Lumiwa menegaskan, polisi yang hidup di jaman millenial harus lebih baik.

Kapolda Maluku, Irjen Royke Lumiwa menegaskan hal itu saat meluncur aplikasi Index Kepuasan Masyarakat (IKM) di Mapolres Pulau Buru, Minggu pagi (17/2).

Menurut Kapolda, IKM ini baru diterapkan di Maluku dan Polres Pulau Buru yang pertama.

Ia berharap agar IKM ini bisa dikembangkan di seluruh Polres di jajaran Polda Maluku.

"Anggaran tidak terlalu besar, hanya beli komputer dan sistem software saja," papar Kapolda.
Dijelaskan, dengan menerapkan IKM, Polres Pulau Buru semakin membuka diri dan akan dinilai oleh masyarakat. "Silahkan masyarakat menilai, apakah saya jalan miring miring, mata manganto, atau bicara tidak jelas, atau suka minta minta, atau suka main tampeleng, arogan. Silahkan menilai," tanggap kapolda.

Karena itu, kapolda turut mengingatkan bawahannya agar selalu berperilaku baik .Berhati hati bertutut kata, berucap, dan bertingkah laku. "Sekarang sudah pakai IKM, mereka akan menilai apa adanya.Jangan main main," ingatkan kapolda.
Sekali lagi diingatkan, kalau sudah berani membuka diri, transparansi, maka bawahannya  juga harus siap.Tidak boleh macam-macam.

Agar tidak boleh lagi ada oknum polisi yang suka arogan, main tampeleng, tidak ada salah berkata kasar, melayani tidak dengan sopan, sambl periksa orang isap rokok atau main main hp." Masyarakat akan menilai. Dia akan menilai ooo begitu, dia akan kasih nilai nol," tandasnya.
Menyoal lebih lanjut tentang penilaian, kapolda mengatakan, setiap pribadi polisi juga harus bisa menilai diri  sendiri. Polisi juga dinilai oleh pimpinan.

Selain pimpinan, kita juga dinilai oleh masyarakat.Dinilai juga oleh Tuhan kita. Kita mau lari basambunyi di mana? Perbuatan curang mau sambunyi di mana Tuhan pasti tahu," wanti-wanti kapolda.

Kapolda lalu mencontohkan ulah beberapa gelintir oknum polisi tempo dolo yang suka memeras pemilik toko dan pemilik perusahan.

Konon katanya, oknum ini datang ke toko dan perusahan lalu menakuti. Saat ditawari nadi bungkus, bilang sudah makan.

Dikasih rokok, katakan tidak merokok. Lalu pemiliknya mengasih duit.
Ternyata terakhir tiga pemberian itu diambil semua. "Rupanya yang punya perusahan ini tahu, lalu di kasih duit. Ternyata duitnya diambil, nasi bungkusnya diambil dan rokoknya dibawa pulang juga," urai kapolda.

Kapolda menghendaki, contoh oknum polisi kotor tempo dolo itu tidak boleh terjadi di jaman millenial ini. Polisi millenial harus lebih baik.

" Itu polisi dolo, sekarang kita di jaman millenial.Kita lebih baik lah.Saudara saudara ini kan hidup mati di polisi.Tiada kata lain, kita mengabdi.Tribhakti sudah mengatakan berbakti kepada nusa dan bangsa.Sekarang kita di Maluku jadi mengabdi untuk Maluku,"gugah kapolda.

Kapolda bersama Pangdam Pattimura  Letjen TNI Marga Taufik melakukan kunjungan bersama ke Namrole dan Namlea sejak Jumat lalu (15/2).

Setelah bertemu pejabat di Pemkab Bursel, rombongan kapolda dan pangdam bertolak dari Namrole menuju Namlea pada Sabtu pagi (16/2)dengan bersepeda santai.

Makan siang di Waeapo, rombongan teruskan perjalanan menuju Namlea dan tiba sore menjelang magrib.

Usai Magrib, rombongan dijamu makan malam oleh bupati Ramly Umasugi di Villa Nusantara, milik Fredy Hongdiyanto.

Kegiatan berlanjut Minggu pagi dan rombongan kembali ke Ambon usai makan siang.

Selama berada di Namlea, Kapolda juga mengutarakan keinginannya membantu promosi pariwisata Maluku dan Kabupaten Buru kepada wisatawan. (SBS/11)

- - - - - - -

Namrole, SBS 
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) mendorong agar semua Kepala Desa yang ada di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) bisa mengembangkan setiap potensi unggulan di desa mereka lewat program-program pemberdayaan yang bisa dianggarkan lewat pengelolaan Dana Desa.

Dorongan itu diaktualisasikan lewat kegiatan Sosialisasi Dana Desa dengan tema ‘Strategi Pengelolaan Dana Desa Dalam Rangka Pemanfaatan Potensi Desa’ yang diselenggarakan oleh AMGPM Cabang I Talitakumi Daerah Buru Selatan yang dilaksanakan di ruang Serbaguna Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Sabtu (16/02) sore.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Buru Selatan, Rony Lesnussa itu turut menghadirkan tiga orang pemateri, yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buru Selatan Amelia Solissa, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan, Idris Loilatu dan Kepala Bidang Budidaya Perikanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Buru Selatan, Rido Behuku.

Dimana, kegiatan yang dipandu langsung oleh mantan Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi yang juga Kepala Bidang pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bursel, Renaldy Soulissa itu menghadirkan peserta sosialisasi yang terdiri dari Kepala Desa, Ketua BPBD, Ketua Bumdes, Ketua Remaja Mesjid, Ketua Pemuda Katholik, Ketua Ranting AMGPM maupun potensi AMGPM yang berasal dari 18 Desa di Kecamatan Namrole dan Kecamatan Leksula.

Dimana, untuk desa Namrole, berasal dari Desa Oki Lama, Oki Baru, Tikbari, Leku, Wali, Masnana, Labuang, Kamlanglale, Waenono, Elfule, Fatmite, Lektama, Namrinat, Waefusi, Waenalut, Wamkana dan Batu Tulis serta satu desa dari Kecamatan Leksula, yakni Desa Kase sesuai daerah pelayanan AMGPM Cabang I Talitakumi.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Bursel, Rony dalam arahannya ketika membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi positif bagi kepedulian AMGPM dalam pelaksanaan sosialisasi ini.

“Kami sangat mengapresiasi positif kegiatan yang dilaksanakan oleh teman-teman AMGPM Cabang I Talitakumi ini, sebab kegiatan ini sudah sangat membantu pemerintah daerah dalam menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa melalui strategi pengelolaan dana desa,” kata Lesnussa.

Lesnussa mengaku bahwa kegiatan produktif ini akan dilaporkannya langsung kepada Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulissa ketika Tagop tiba di Namrole nantinya.

Selain itu, Lesnussa berharap setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat mengikutinya dengan serius sehingga bisa menggali berbagai potensi ungggulan desa untuk dikembangkan melalui pengelolaan Dana Desa di desa masing-masing.

Apalagi, lanjutnya, AMGPM tidak hanya peduli terhadap desa-desa yang mayoritas beragam Kristen saja, tetapi juga turut peduli terhadap semua desa tanpa tebang pilih.

“Kami sangat gembira sekali, karena kegiatan ini turut melibatkan Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua Bumdes, Ketua Remaja Mesjid, Ketua Pemuda Katholik. Jadi, bukan hanya peduli dengan sesame kader AMGPM saja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sosialisasi Dana Desa, Roby Tasidjawa dalam laporannya menjelaskan, dasar pelaksanaan sosialisasi ini ialah hasil keputusan Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) VII AMGPM Cabang I Talitakumi di AMGPM  Ranting Zoar Waenalut

Dimana, maksud diselenggarakannya sosialisasi dana desa adalah untuk memberikan pemahaman yang baik kepada Kepala Desa, BPD, pengelola Bumdes dan Tokoh Pemuda tentang strategi pengelolaan Dana Desa dalam rangka pemanfaatan potensi desa.

“Tujuan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi Dana Desa adalah untuk meningkatkan kualitas Kepala Desa, BPD, Pengelola Bumdes dan Tokoh Pemuda dalam proses pengelolaan dana desa, terutama mengenai potensi unggulan desa yang bisa dikelola sebagai komoditas unggulan desa dan konsekuensi hukum terkait penyalagunaan dana desa,” jelasnya.

Iapun menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini dibiayai dari dana stimulan Pengurus Cabang dan upaya-upaya pencarian dana yang dilakukan oleh panitia yang bisa dipertanggung jawabkan.

Kepada media ini, Iapun berharap sosialisasi yang dilakukan pihaknya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan potensi unggulan yang dimiliki oleh masing-masing desa.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami AMGPM dalam mendorong pengembangan potensi unggulan di desa-desa yang ada di wilayah pelayanan kami. Kami pun berharap agar kepedulian ini pun diresponi secara serius oleh peserta yang hadir, karena mereka adalah pelaku utama di desa mereka masing-masing,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya, akan percuma saja AMGPM mendorong pengembangan potensi unggulan desa melalui strategi pengelolaan dana desa yang dibagikan oleh para pemateri berkualitas yang kami hadirkan jika tak ada niat baik dari peserta yang hadir dalam kegiatan ini.

“Kami berarap, sekembalinya para peserta dari kegiatan sosialisasi ini, mereka bisa mulai mengaktualisasikan strategi-strategi yang sudah dibagikan oleh pemateri sehingga desa-desa mereka pun akan kian maju kedepan dan tak kalah dari desa-desa lainnya sehingga masyarakatnya pun akan merasakan kesejahteraan secara merata,” tutur Tasidjawa.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi itu, Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan Alfred E Lesbatta, Sekretaris AMGPM Cabang I Talitakumi Elvis Charles Lahallo dan sejumlah Pengurus Cabang, yakni Novi Luturmas, Rein Tasane, Ferdinand Kouwe, Boby Kilonressy, Neckon Seleky, Sulce Seleky.

Selain itu, hadir pula Ketua GAMKI Kabupaten Bursel, Leksi Sigmarlatu dan sejumlah Panitia kegiatan, yakni Dian Manuhua, Mon Tehuayo, Erick Mailoa dan Junlisbeth Huwae. (SBS-01)

- - - - -

Namlea, SBS 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru melakukan sosialisasi penyelenggaraan pemilu 2019 yang damai yang dikemas dengan tajuk KPU RUN, bertempat di Lapangan Pattimura Namlea, Sabtu (16/2).

Sosialisasi yang dikemas dalam jalan santai dan door price dihadiri Wabup Amustofa Besan SH, diikuti perwakilan dari 15 partai politik yang lolos pemilu 2019, anggota KPU dan Banwaslu serta masyarakat umum.

"Penyelenggara sehat, peserta pemilu sehat, maka demokrasi akan sehat. Mari kita jalan dan berlari bersama-sama dengan masing-masing warna kita namun tetap demi demokrasi yang tranparan dan berintegritas," ucap Ketua KPU Buru, Munir Soamole SH.

Ditemui siwalima di sela-sela kegiatan ini, Ketua KPU Buru menjelaskan, bahwa sosialisasi pemilu  jadi simbol penyelenggaraan pemilu yang harus berlari dan tidak ada waktu untuk berhenti sejenak.
Menurut Munir, tujuan Dari Acara KPU RUN ini Adalah untuk melangkah bersama dalam pemilu Damai yang akan dilakukan serentak pada April 2019 mendatang.

Moment pesta rakyat pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan Datang, juga bertepatan dengan pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD Prov, dan DPRD Kab/Kota.

Bertemakan Pemilu Berdaulat Negara Kuat. Hal ini mencerminkan adanya komitmen bersama antara semua pihak baik masyarakat, penyelenggara, pengawas , peserta pemilu pemangku kepentingan dan pihak keamanan TNI/Polri untuk menselaraskan satu visi yakni menyukseskan pemilu serentak yang baru pertama kali digelar di tanah air kita agar bisa terleksana dengan aman, damai dan tertib.

Dalam kesempatan itu, Munir juga menyinggung pentahapan pemilu yang sudah dilaksanakan KPU Buru.

Setelah PPK dan PPS terbentuk pada 10 kecamatan dan 82 desa, ke depan KPU Buru akan merekrut  yenaga yang akan bertugas di 409 TPS sebanyak 2.863 orang.

Jelang pemilihan, KPU juga telah menetapkan Daftar PemilihTetap (DPT) sebanyak 95.809 orang pemilih dan minggu (17/2) dilakukan pleno Daftar Pemilih Khusus (DPK) serta Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) dalam pemilihan nanti.

Kegiatan sosialisasi di pagi hari ini, berlanjut dengan kreasi pentas seni pemilih pemula dan konser musik pemilih berdaulat negara kuat pada Sabtu malam.

Hanya sayangnya, kegiatan yang mendatangkan artis penyanyi Marvey Kaya itu sepih pengunjung.
Panitia terkesan hanya mengejar proyek yang sudah dipatok dari KPU Pusat, dan mengabaikan sosialisasi ke masyarakat soal event ini. (SBS/10)
- - - - - - -
Muhajir Bahta


Namrole, SBS 
Pasca meninggalnya Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel), Buce Ayub Seleky (almarhum), Tagop Soulisa diminta tidak menduda terlalu lama karena tugas pemerintahan Bursel masih sangat banyak dan berat yang harus diselesaikan.

Demikian permintaan ini dikatakan Sekertaris Partai Koalisi Top-Bu Jilid 2 (Tagop-Buce), Muhajir Bahta kepada media ini, kemarin.

"Kami akan mencoba mengawinkan kedua pasangan sehingga menjadi pasangan yang ideal. Karena dari pasangan yang ideal dan kompak, kami yakin akan menuntaskan visi/misi Tagop-Buce," jelas Bahta.

Sebut Bahta, dirinya dari partai koalisi dan sebagai sekertaris koalisi lebih menitik beratkan kesitu karena itu tanggung jawab moral.

Jelas Bahta, calon yang akan diusulkan untuk menggantikan almarhum, katanya, calon itu harus bisa memastikan menjalankan peran-peran dalam membantu Bupati dalam menuntaskan visi/misinya. Sebutnya, ada banyak visi/misi bupati yang harus mereka selesaikan dalam sisa 2 tahun terakhir.

"Jangan terlalu lama menduda karena pemerintahan ini rakyat sedang menanti tugas pemerintah daerah, dan itu harus ada Wakil Bupati," ujarnya.

Jelasnya lagi, saat ini akan dihadapkan dengan agenda-agenda pemerintah yang cukup besar yaitu tahun 2019 ini adalah tahun politik.

"Karena bupati adalah jabatan politik, pasti ada tugas-tugas politik sehingga harus ada wakilnya untuk membantu saat bupati tidak berada di tempat bisa diperankan oleh Wakil Bupati," ujarnya.

Politisi Partai Nasdem ini tidak inginkan pasangan Bupati-Wakil Bupati, ketika suami berangkat istrinya tidak ada. Kata Bahta, olehnya itu harus ada orang didalam rumah (daerah) untuk melakukan jamuan kepada tamu yang datang di rumah itu.

Bahta mengakui dirinya sudah mendengar nama-nama yang akan menjadi Wakil Bupati menggantikan almarhum Buce Ayub Seleky. Nama-nama tersebut kata Bahta adalah bagian dari dinamika yang harus diresponi secara baik.

Menurutnya, nama-nama itu adalah putra-putra daerah yang terbaik. Untuk menjadi Wakil Bupati ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan oleh partai koalisi.

"Pertama aspek keseimbangan, aspek kualitasnya, kemampuan personalnya dan track recordnya. Minimal tidak melakukan tindakan tercelah, moralnya, hukumnya, sehingga tidak ada beban;" urainya.

Lanjutnya berharap agar jangan sampai pasangan Bupati/Wakil Bupati yang diusung nantinya adalah pasangan abal-abal.

Yang diinginkannya adalah vigur yang kompeten. Karena disadari dinamisasi pembangunan di Bursel membutuhkan Wakil Bupati yang memiliki kemampuan diatas rata-rata.

Sebagai sikap politik Partai Nasdem di Bursel, Bahta mengatakan, Partai Nasdem akan membaca tanda-tanda karena dari sikap Nasdem disitulah kemenangan partai.

"Kami diajarkan untuk melihat track record orang. Kita juga punya sikap tetapi belum bisa disampaikan, kami tidak bisa mendahului teman-teman koalisi yang lain," sebutnya.

Sikap politik Partai Nasdem, siapa calon pengganti almarhumBucev Ayub Seleky, tegasnya bahwa Partai Nasdem memiliki sikap politik. Dan sikap politik itu melalui kriteria dan siapa yang akan memenuhi kriteria itu.

"Mempunyai kapasitas, mempunyai integritas. Kapasitas dan integritas itu yang paling penting. Tidak tercelah dan mempunyai rekam jejak," sebutnya.

Dan kedua sebut Bahta, calon tersebut harus memahami tugasnya adalah sebagai Wakil Bupati, bukan Bupati, dan Wakil Bupati tidak bisa memerankan sebagai Bupati.

"Yang kami cari mengganti kekosongan itu adalah melakukan peran-peran selaku Wakil Bupati. Dimana perannya, membantu sesuai undang-undang. Wakil Bupati membantu tugas dari bupati," jelas Bahta.

Harap Bahta, sehingga pemerintahan Bursel ini secepatnya stabil dalam menjalankan visi/misi Tagop-Buce.

"Ada berbagai nama itu dinamika. Tetapi endingnya kami akan usulkan dua nama sesuai undang-undang. Dan tak lama lagi kami akan komunikasikan  melakukan penjajakan terhadap dua nama itu. Siapapun dia, masyarakat Bursel harus bisa menerima itu," tuturnya.

Tutup Bahta berharap agar Bupati Tagop Soulisa tidak boleh menduda terlalu lama. Bupati harus segera memiliki Wakil Bupati dalam membantu menjalankan tugas-tugas rumah tangga Bursel ini. (SBS/06)
- - - - - -
Kompol Bachri Hehanussa


Namrole, SBS 
Pada kunjungannya di Kabupaten Buru Selatan, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa dan Pangdam XVI Pattimura Mayjen Marga Taufiq akan mengisi kegiatan tersebut dengan gowes bareng atau bersepada santai bersama, Sabtu (16/2).

Rute yang akan ditempuh mengambil titik start dari Kantor Bupati Buru Selatan di kawasan kilometer dua, Kota Namrole dan finish di Mapolres Pulau Buru di Namlea, Ibukota Kabupaten Buru.

“Ini kegiatan Kapolda, kunjungan bersama Panglima kemudian dibarengi kegiatan sepeda santai,” ungkap Wakapolres Pulau Buru, Kompol Bachri Hehanusa kepada media ini, lewat telepon selulernya, kemarin malam.

Kegiatan ini melibatkan ratusan goweser. Ada dari Pejabat Utama Polda Maluku dan Kodam XVI Pattimura maupun Bupati Buru Ramli Umasugi dan rombongan. Jumlahnya mencapai ratusan orang.

“Ada melibatkan peserta pejabat utama Polda dan Kodam itu sekitar 60 orang dan juga peserta dari Bupati Buru dan rombongan. Jumlah peserta sekitar seratusan orang,”sebut Hehanusa.
Dari Namrole ratusan goweser akan menempuh jarak 192 kilometer menuju Namlea Kabupaten Buru. “Jadi start dari Kantor Bupati Buru Selatan finis di Polres Pulau Buru,”tuturnya.

Sekedar diketahui sekitar 60 goweser serta sepeda mereka terutama Pejabat Utama Polda Maluku dan Kodam XVI Pattimura diangkut dengan KM siwalima dari Ambon menuju Pelabuhan Namrole, Kabupaten Buru Selatan. KM Siwalima tiba di Pelabuhan Namrole, sekira pukul 18.20 WIT.

Kegiatan bersepada santai yang digagas Kapolda dan Pangdam ini akan menyusuri jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Buru Selatan  dengan Kabupaten Buru.

Rute ini memiliki tantangan yang cukup berat. Ratusan pesepada ini akan diperhadapkan  dengan medan pegunungan yang cukup tinggi. Bukan hanya itu juga memiliki suhu yang begitu dingin dengan cuaca kabut ketika rombongan sepeda santai ini berada di puncak ruas jalan tersebut. Setelah melewati rintangan ini, medan yang ditempuh sudah ringan karena lebih didominasi kondisi jalan yang datar. (SBS/07)

- - - - - - -


Namrole, SBS 
Kapolda Maluku Irjen Royke Lumowa dan Pangdan Maluku Mayjen TNI Marga Taufiq melakukan kunjungi kerja sekaligus melakukan silahturami ke Kabupaten Buru Selatan (Bursel), dalam rangka menggelar kegiatan Gowes Sepeda Santai, Jumat (15/02).

Pantauan media ini, Kapolda dan Pangdam tiba di Bandara Namrole Desa Lektama, Kecamatan Namrole, Kabupaten Bursel sekitar pukul 17.05 WIT menggunakan pesawat Polri Tipe 212 NC 200 dengan Nomor Registrasi Pesawat Udara P-4101.

Saat tiba, Kapolda dan Pangdam disambut oleh, Kapolres Pulau Buru Ricky Purnama Kertapati dan jajarannya, Dandim 1506 Pulau Buru Letkol Inf Syariffudin Azis dan jajarannya, Asisten 1 Setda Bursel Alfario Soumokil, Asisten 3 Setda Bursel Ronny Lesnussa, para staf ahli, dan pimpinan OPD di lingkup pemerintah Kabupaten  Bursel.

Penjemputan para perwira tinggi Bintang Dua di bandara Namrole ini turut disugihi tarian cakalele dari anak-anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Desa Waenono- Kamlanglale dan dilanjutkan dengan penyematan Lenso Adat (Efutin) Dari Pemda Bursel  kepada Kapolda dan Pangdam sebagai tanda selamat datang di Kabupaten Bursel.


Usai penjemputan, Kapolda dan Pangdam langsung menuju ke penginapan Golden Alfe's, di Desa Labuang Kecamatan Namrole sekitar Pukul 17.25 WIT untuk istirahat.

Informasi yang diterima dari Humas Bursel, Kapolda dan Pandam akan mengikuti acara ramah tama yang akan berlangsung di auditorium lantai dua kantor bupati Bursel, Jumat malam (15/02) Pukul 20.00 WIT.
Sementara kegiatan Gowes Sepeda santai akan berlangsung esok pagi, Sabtu (16/02) dengan titik star dari Kota Namrole menuju Kota Namlea, Kabupaten Buru. (SBS/06)

- - - - - - - - - -


Lampung, SBS
Keputusan Komite Sekolah bersama Wali Siswa dan didukung Pengelolah Sekolah Dasar di Solo, Jawa Tengah memberhentikan 14 siswa dari sekolahnya lantaran terpapar Virus HIV/AIDS merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan Pelanggaran terhadap Hak Anak atas pendidikan.

"Apapun alasannya, memberangus hak anak atas pendidikan ke 14 siswa selain melanggar hak asasi manusia,  pihak pengelolah juga dapat dikategorikan telah membiarkan dengan sengaja terjadinya pelanggaran terhadap anak atas pendidikan,” ujar Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada media ini di lampung, Jumat (15/02).

Dimana diketahui, anak membutuhkan bantuan dan pertolongan, berdasarkan pasal 78 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor :  23 Tahun 2002  tentang Perlindungan Anak,  pihak sekolah dan Komite Sekolah yang menghentikan 14 siswa  dari sekolahnya hanya karena  ketidaksetujuan segelintir wali murid dapat diancam 5 tahun penjara dan atau denda100 juta rupiah.
“Disamping itu berdasarkan padal 76 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 perbuatan dan tindakan pihak komite sekolah dan wali siswa yang didukung oleh pihak sekolah adalah tindakan atau perbuatan diskriminatif dan dapat dikenakan pidana 5 tahun penjara dan atau denda 100 juta rupiah,” tegas Sirait.
Oleh karena itu, Komnas Perlindungan Anak srbagai lembaga independen yang bertugas dan befungsi untuk memberikan pembelaan dan  perlindungan Anak di Indonesia,  mendesak kepala Sekolah dan Komite Sekolah dimana ke 14 siswa yang menempuh haknya atas pendidikannya  mencabut keputusan yang tidak tepat dan tidak mendidik itu.

"Saya akan segera berkordinasi dengan Walikota dan Kadis Pendidikan Kota Solo untuk segera meminta Walikota Solo membatalkan keputusan yang tidak mempunyai persfektif hak anak itu dan mencarikan solusi yang tepat dan tidak melanggar hak anak,” jelasnya.

"Kasihan ke 14 siswa itu...sudah menjadi korban terpapar Virus HIV/AIDS di hukum lagi. Seharusnyakan pihak sekolah, komite sekolah dan wali siswa mengasihi dan melindungi anak-anak itu bukan justru mencampakkannyauntul diketahui tidak ada anak yang didunia ini berkeinginan lahir dengan terpapar virus HIV/AIDS,” sesalnya.

“Kami Komnas Perlindungan Anak meminta Komite Penanggulangan Aids (KPA) Kota Solo untuk segera memberikan penyuluhan yang tepat dan informatif kepada wali siswa dan masyarakat mengenai kondisi dimama anak-anak yang terpapar virus HID/AIDS dari kedua otangtuanya, tuturnya Arist. (SBS/Rls)

- - -
Jalil Haulussy 


Namrole, SBS 
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Buru Selatan, Jalil Haulusy melantik Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, Senin (11/02/2019).

Pelantikan yang berlangsung di Kantor Camat Kepala Madan, tepatnya di Desa Biloro itu turut dihadiri, Ketua DPD Granat Provinsi Maluku Yani Salampessy bersama pengurus, Perwakilan TNI/Polri, perwakilan unsur pemerintahan Kecamatan Kepala Madan, tokoh adat, tokoh agama, pengurus yang dilantik dan tamu undangan lainnya.

Pada pelantikan itu, Julham Gura dilantik sebagai ketua DPAC Granat Kecamatan kepala madan, Wa Tisna Sebagai Sekretaris dan Wa Awiana sebagai bendahara Granat.

Ketua DPC Granat Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Jalil Haulussy dalam sambutannya mengatakan kehadiran Granat di Kabupaten Buru Selatan terkhususnya di Kecamatan Kepala Madan adalah rangkai kegiatan dengan tujuan melakukan pencegahan terhadaap penyalagunaan narkotika.

“Granat adalah organisasi yang bersifat sosial, mandiri dan terbuka tanpa membeda-bedakan asal-usul suku, agama, ras, dan golongan. Pelantikan Granat ini bertujuan menyelamatkan masyarakat kecamatan Kepala Madan secara khusus, dan masyarakat Kabupaten Buru Selatan secara umum dalam rangka mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkotika,” ujar Haulussy.

Haulusy menuturkan, pelantikan DPAC Granat Kecamatan Kepala Madan merupakan langka awal sebagai bentuk kepedulian, sebagai wadah bagi masyarakat yang hendak berpartisipasi dalam pencegahan, penanggulangan serta pemberantasan peredaran Narkotika.

“Granat sebagai organisasi masyarakat berperan sebagai mitra pemerintah dalam hal ini Badan Narkotika Nasional (BNN), Polisi dan stakeholder lainnya pada tingkatannya masing-masing, sehingga saya harapkan pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugas-tugas organisasi sebagai mana mestinya,” paparnya.

Ketua DPD Granat Provinsi Maluku Yani Salamessy pada kesempatan itu mengucapkan selamat bertugas kepada semua pengurus DPAC Granat Kecamatan Kepala Madan yang baru dilantik.

Salampessy menjelaskan saat ini sangat marak penyalagunaan Narkotika, sehingga peran Granat harus dimainkan dengan baik guna mencegah penyalagunaan narkotika di kalangan masyarakat, kaum muda maupun anak sekolah.
Yani Salampessy

Selain itu, Salampessy mengatakan dengan telah dilantiknya DPAC Kecamatan Kepala Madan, pengurus dan anggota Granat harus bisa sejalan beriringan dengan pemerintah dan stakeholder dalam mencegah, menanggulangi, memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Buru Selatan.

Selain mengapresiasi pelantikan ini, Ia juga mengharapkan dengan dilantiknya DPAC Granat Kepala Madan,  nantinya dapat dibentuk juga Granat di kecamatan-kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Buru Selatan dan menjadikan AD ART organisasi sebagai dasar dalam menjalankan tugasnya.

“Pengurus yang baru dilantik diharapkan menjadikan AD ART dan undang-undang  tentang Narkotika sebagai dasar dan referensi untuk menjalankan organisasi dan selalu berkoordinasi dengan tingakatannya maupun pemeritah disini, sehingga harapan untuk mencapai masyarakat yang bersih dari narkoba dapat terwujud,” ajak Salampessy.

Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama pengurus GRANAT Kecamatan Kepala Madan dengan pengurus DPC GRANAT Kabupaten Buru Selatan, Penguru DPD GRANAT Maluku, bersama tamu undangan yang hadir. (SBS/02)

- - - - - - - -
close
Elvis Charlse Lahallo