Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Info Kota Ambon

News Politik

News Hukrim

Berita Kabupaten Buru

Kabupaten Buru Selatan

News Pariwisata


Namrole, SBS
Sebagai bentuk rasa toleransi beragama dan kepeduliannya terhadap masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Adha Tahun 2019/1440 H, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Sami Latbual menyerahkan hewan kurban berupa 1 ekor Sapi kepada masyarakat Desa Masawoi, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Bursel, Minggu (11/08).

Penyerahan hewan Kurban itu dilakukan secara simbolis oleh Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ambalau, Abu Tukmuly kepada Pengurus Mesjid Wasawoi.

“Saya yang menyerahkan hewan kurban sumbangan dari Bapak Sami Latbual kepada Penghulu Mesjid Desa Masawoi hari ini,” kata Abu via telepon selulernya, Minggu (11/08).

Menurut Abu, sebelum proses penyerahan hewan kurban berupa 1 ekor Sapi itu, pihaknya telah terlebih dahulu berkoordinasi dengan para Tokoh Adat maupun Penghulu Mesjid desa setempat, mengingat dalam beberapa puluh tahun terakhir tidak ada sumbangan hewan kurban lain, selain hewan kurban yang disumbangkan secara gotong royong oleh seluruh masyarakat Desa Masawoi yang ingin beramal.

“Awalnya saya sudah koordinasi dengan para Tokoh Adat dan Penghulu Mesjid. Inikan Bapak Sami punya, sebab selama ini baru pernah ada sumbangan hewan kurban sejak beberapa puluh tahun dan mereka sangat merespon baik,” jelasnya.

Lanjutnya, sesuai tradisi di Desa Masawoi, maka hewan kurban hasil gotong royong masyarakat yang ingin beramal itu akan di potong dan dibagikan kepada selurh masyarakat Desa Masawoi, termasuk fakir miskin maupun para janda semuanya.

Dimana, kali ini selueruh masyarakat Desa Masawoiyang ingin beramal telah bergotong royong membeli 1 ekor Kambing untuk dibagikan kepada seluruh masyarakat Desa Masaowi.

Sehingga, lanjutnya lagi, sumbangan hewan kurban dari kader PDI Perjuangan ini pun akan di potong dan dibagikan kepada seluruh masyarakat di Desa itu.

“Ini bagian dari kontribusi kader PDI Perjuangan bagi masyarakat dalam perayaan hari Raya Kurban yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh masyarakat Desa Masawoi, termasuk fakir miskin dan para janda,” tandasnya.. (SBS/01)
- - - - - - - - -

Namlea, SBS 
Pembahasan jatah Partai Golkar untuk jabatan Ketua DPRD Buru diwarnai insiden pembantingan kursi dan pemukulan yang menyebabkan Irwan Bachran mendapat enam luka jahitan di belakang telinga kiri.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 23.45 WIT saat rapat DPD Partai Golkar Kabupaten Buru sedang berlangsung untuk penentuan usulan nama-nama calon Ketua DPRD Buru periode 2019 - 2024, Minggu malam (18/8/2019).

Rapat ini dipimpin Sekertaris DPD Partai Golkaar Buru, Jaidun Saanun dan turut dihadiri tim dari DPD Partai Golkar Maluku Haerudin Tuarita dan tiga pengurus DPD, serta Fuad Bachmid.

Usai insiden memalukan itu, korban pemukulan Irwan Bachran terlihat keluar dari gedung kantor DP PARTAI GOLKAR sambil memegang telinga kiri yang terus mengeluarkan darah.

Dengan menggunakan morot bebek, ia tancap gas dan langsung mendatangi SPKT Polres Pulau Buru yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari Gedung DPD Partai Golkar.

Kepada Petugas kepolisian, Irwan Bachran mengaku dipukul oleh Rizal Sampulawa dengan kursi di bagian kepala sebelah kiri.
Sementara pelaku pemukulan, Rizal Sampulawa sempat berteriak-teriak di teras pintu masuk gedung kalau Iwan sudah mengadu ke polisi.

"Iwan sudah pi lapor katong di polisi," kicau Rizal berulangkali.

Paska insiden itu, ada yang sudah membawa Rizal pergi dari kantor DPD Partai Golkar. Karena itu, saat petugas piket kepolisian tiba di TKP, oknum yang bersangkutan sudah tidak ditemukan.
Polisi kemudian membawa Irwan Bachran ke UGD RSU Namlea di Lala guna mendapatkan penanganan medis sekaligus melakukan visum.

Keributan dalam rapat itu hanya terjadi sekitar lima menit. Setelah suasana tenang, rapat tetap dilanjutkan hingga pukul 00.04 tengah malan dengan menetapkan usulan lima nama Calon Ketua DPRD Buru.

Dari lima nama yang diusulkan itu ada Ketua Harian DPD Partai Golkar dan juga Ketua DPRD yang masih menjabat, Iksan Tinggapy SH, dan ada pula nama dua ponakan  Bupati, yaitu M.Roem Soplestuny dan Fandy Umasugi.

Sedangkan dua nama lainnya yang turut diusulkan, yakni Jaidun Saanun (Sek DPD Partai Golkar) dan Rustam Mahulete (Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar).
Secara simbolis, usai rapat lima nama yang diusulkan itu diserahkan Jaidun Saanun kepada DPD Partai Golkar Maluku dan diterima oleh Fuad Bachmid.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi momen foto bersama lima kandidat dan seluruh peserta rapat.
Wartawan media ini lebih jauh melaporkan,  penentuan usulan nama Ketua DPRD Buru dari awal sudah terlihat janggal, ketika Ketua dan Sekertaris DPD PARTai Golkar Buru, Ramly Umasugi dan Jaidun Saanun mencoba melakukan rapat tanpa dihadiri ketua harian DPD Partai Golkar Buru, Iksan Tinggapy beberapa waktu lalu.

Sempat berhembus kabar, bahwa Ramly ingin menggoolkan ponakannya, M.Roem Soplestuny menjadi Ketua DPRD dan Iksan Tinggapy yang berprestasi menjadi ketua selama ini dianggap menjadi batu sandungan.

Namun rencana rapat itu tidak diakomodir DPD Partai Golkar Maluku dengan mengirim surat tertanggal 1 Agustus lalu dan meminta agar harus menunggu selesai sengkata PHPU di MK dan sampai KPU Buru menetapkan 25 nama caleg terpilih.

Kemudian pada rapat minggu malam, Ketua DPD dan juga Bupati Buru juga tidak menghadiri rapat tersebut.

Lebih janggal lagi, walau ada ketua harian, Iksan Tinggapy, rapat tidak dipimpin yang bersangkutan namun Sekertaris DPD Partai Golkar, Jaidun Saanun yang memimpin rapat. Ia  menginformasikan kalau Ramly berhalangan hadir  dan pimpinan rapat diwakilkan kepadanya.

Setelah Jaidun menyampaikan beberapa prakata, langsung Hairudin Tuarita yang dipersilahkan memandu jalannya pertemuan malam itu.

Haerudin kemudian menjelaskan mekanisme penentuan pimpinan dewan yang mengacuh kepada JUKLAK DPP Partai Golkar serta syaratnya.

Dari penjelasan ini kemudian tergambar kalau dari delapan anggota DPRD Buru dari Partai Golkar, yang memenuhi syarat untuk menjadi Ketua DPRD Buru hanya lima orang.

Dari nama yang memenuhi syarat itu, sesuai Juklak DPP Partai Golkar, usulan nama calon pimpinan sekurang-kurangnya ada tiga orang. Sedangkan penentuan akhir calon pimpinan dewan tetap ada di DPP Partai Golkar.

Saat Haerudin membuka kesempatan dari peserta untuk menyampaikan usulan dan pendapat, ada yang meminta agar sekurang-kurangnya kurangnya diusulkan tiga nama yang diambil dari tiga kader terbaik  memperoleh suara terbanyak pada dapil mereka.
Otomatis, dari Dapil 1 dan dapil 2 adalah dua orang ponakan bupati, Fandy Umasugi dan M.Roem Soplestuny, serta dari dapil 3, ada Ketua DPRD sekarang, Iksan Tinggapy SH.

Namun ada banyak suara  yang mengusulkan agar sebaiknya ditetapkan lima nama yang memenuhi syarat. Nanti DPP Partai Golkar yang memutuskan tinggal satu nama yang kembali menjadi Ketua DPRD Buru.
Kendati demikian, ada peserta rapat yang pro Rum Soplestuny ngotot agar hanya tiga nama dan harus dilakukan pemilihan.

Hanya keinginan itu dimentahkan setelah Haerudin juga meminta kelima anggota dewan terpilih yang penuhi syarat juga ikut berbicara.

Diawali dari pendapat Fandy Umasugi, dia yang tadinya tidak turut diperhitungkan  spontan menyatakan mendukung usulan lima nama dan bersedia diusulkan ke DPP Partai Golkar.
Kemudian Roem Soplestuny, Rustam Mahulete dan Iksan Tinggapy juga menyatakan mendukung langkah itu dan dikunci oleh Jaidun Saanun yang juga mengikuti keinginan floor.

Namun Haerudin mengambil keputusan, ada beberapa oknum yang pro Roem Soplestuny mencoba mementahkan hasil rapat tadi, dengan tetap memaksakan keinginan mereka agar hanya tiga nama yang diusulkan.

Secara tersirat, kelompok ini tidak menghendaki kalau Iksan Tinggapy ikut diusulkan.
Akhirnya terjadi keributan dan berujung pemukulan kepada salah satu pendukung Tinggapy, Irwan Bachran.

"Beta belum sempat dibuat BAP, karena harus dibawa ke rumahsakit. Nanti hari Rabu esok (21/8) baru beta diambil keterangan lengkap di kepolisian," tutur Irwan.

Sementara itu, Haerudin Tuarita kepada wartawan usai rapat tengah malam, menyatakan bersyukur telah diputuskan lima nama untuk diusulkan ke DPP Partai Golkar.

Mengomentari insiden keributan kecil, ia menitip pesan agar masalah dalam rapat itu agar sebaiknya diselesaikan secara internal.
“Sebaiknya diselesaikan secara internal saja,” ucapnya. (SBS/TL)
- - - - - - -

Namlea, SBS  
Ribuan warga kota Namlea tumpah ruah jalan sehat BUMN Hadir untuk Negeri dalam rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia yang dilaksanakan oleh PT Pegadaian (Persero) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) pada hari Minggu pagi (18/8/2019).

Acara jalan sehat tersebut merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-74 RI dalam program BUMN di Provinsi Maluku yang dilaksanakan secara sinergi antara Pegadaian dan Pelni. Untuk menyemarakkan kegiatan kedua BUMN menyiapkan beraneka ragam hadiah doorprize dengan hadiah utama sepeda motor.

Acara jalan sehat itu dilepas Dirut PT (Persero) Pegadaian, Kuswiyoto dengan mengambil star dari halaman kantor bupati, menuju bundaran RH Mart, masuk ke Jalan Pendidikan, terus kesimpang lima, lalu ke perempatan PU dan terakhir finish lagi di halaman kantor bupati.

Wakil Bupati Buru, Amos Besan di sela acara jalan sehat sangat bersyukur dan menyambut gembira kegiatan yang telah dilaksanakan oleh BUMN Pegadaian dan Pelni yang telah berbagi kebahagiaan dalam merayakan HUT RI tahun ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pegadaian dan Pelni yang telah melaksanakan acara jalan sehat dan diikuti dengan bermacam-macam kegiatan sosial seperti pemasangan jaringan listrik, pembangunan fasilitas MCK, pasar murah, dan lain-lain. Kegiatan ini sangat bermafaat bagi warga Maluku khususnya Namlea. Kami berharap kerjasama antara BUMN dengan pemerintah kabupaten dapat terus dilanjutkan di masa yang akan datang,”harap Amos.

Sementara itu Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto menyampaikan bahwa BUMN konsisten terus berbakti untuk negeri baik melalui produk dan layanan yang diberikan serta beragam kegiatan CSR.

“BUMN seperti Pegadaian, Pelni, maupun perusahaan BUMN lainnya terus konsisten melakukan berbagai kegiatan sosial, budaya, olah raga dan pendidikan sebagai wujud dari program BUMN Hadir untuk Negeri. Khusus untuk kegiatan kebersihan lingkungan Pegadaian mempunyai program khusus yang disebut The Gade Clean and Gold dengan cara memilah sambah dan menukarnya dengan tabungan emas”.

Lebih lanjut Kuswiyoto mengatakan bahwa emas sejak zaman dahulu telah menjadi pilihan investasi yang menguntungan bagi masyarakat. Dengan produk tabungan emas ini masyarakat dapat mempunyai tabungan emas mulai dari uang senilai Rp. 7 ribu rupiah. Selanjutnya setelah terkumpul nanti dapat digunakan sebagai biaya naik haji, sekolah, atau kebutuhan-kebutuhan lain.

Di sela-sela kegiatan jalan sehat ini, para peserta juga diajak goyang sumba. Istri Bupati Buru yang juga Ketua Tim Penggerak PKK , By Sukmawati juga ikut meramaikan acara goyang Sumba ini bersama Wabup  dan Dandim Letkol Azis Syarifuddin serta para peserta jalan santai. (SBS/10)
- - - - -
Namrole, SBS 
Tiga Lembaga Oraganiasi di Buru Selatan (Bursel) yakni Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI), Himpunan Tani  Nelayan Indonesia (HIMTANI) dan Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) bergandengan tangan menggelar aksi bersih pantai di sekita pesisir pantai Namrole, Kabupaten Bursel, Minggu 18 Agustus 2019.

Kegiatan yang di gagas oleh tiga Organiasi di Bursel ini, telah menjadi bagian dari Aksi Rencana Nasional untuk pengurangan sampah plastik yang masuk ke laut, yang telah di lakukan serentak di seluruh.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Ketua Granat Kabupaten Bursel, Jalil Haulusy mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk mengedukasikan masyarakat tentang menjaga lingkungan dari sampah. Terutama smapah plastik yang menurutnya banyak membahayakan ekosistem laut kita.

"Kegiatan yang dilakukan oleh tiga organiasi ini dalam rangka  mengedukasi masyarakat akan pentingnya kebersihan  pantai dari sampah," ujar Haulusy.

Ketua Granat Bursel ini juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan animo dan semangat masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dan laut demi lestarinya sumber daya laut di Bursel.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Himtani Buru Selatan, Taufik Hidayat Tuanaya juga menuturkan, saat ini ekosisitem laut terus menghadapi ancaman sampah plastic hasil limba masyarakat yang di terus dibuang ke laut termasuk kita di Bursel.

“Lewat  gerakan aksi secara nasional dalam rangka mengurangi sampah plastik di laut, harus terus digalakan sehinga laut kita terlihat bersih dan bebas dari sampah. Aksi ini bukan hanya pemerintah namun seluruh lapisan masyarakat sebagai gerakan sayang laut, sehingga ekosisitem laut kita bisa terpelihara dengan baik untuk generasi kita kedepan,” ucap Tuanaya.

Sementara itu, koordinator aksi, Sadli Sahady mengaku sangat senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan bersih pantai yang dilakukan oleh teman  teman  DPC Granat, DPC Himtani dan DPC Ispikani Buru Selatan.

Iya mengatakan, kegiatan bersih pantai ini juga  merupakan gerakan Nasional pembersihan pantai diseluruh pesisir laut Indonesia termasuk kita di Bursel.

Sahady yang juga Sekretaris Bappeda Bursel ini mengungkapkan, aksi seperti ini penting dilakukan agar animo dan semangat masyarakat untuk  menjaga kebersihan pantai dan laut dari sampah dapat terbentuk.

“Lewat aksi ini juga  kami harapkan pantai dan laut kita bisa lebih bersih dan masyarakat yang biasanya buang sampah ke laut akan sadar dengan sendirinya ketika melihat aksi ini,” ungkap  Sahady.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus, DPC Granat, DPC Himtani dan DPC Ispikani Bursel  bersama masyarakat sekitar di pesisir Kota Namrole.  (SBS/OT)
- - - - -

Namrole, SBS 
Pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 di Kabupaten Buru Selatan berlangsung Lancar dan Khidmat, dimana bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulissa.

Upacara berlangsung pada Sabtu pagi (17/8/2019) di alun-alun kota Namrole, Kabupaten setempat.

Turut hadir dalam upacara ini, Sekda Buru Selatan (Bursel), Iskandar Walla, perwakilan unsur TNI Polri, Pimpinan OKP dilingkup Pemda Bursel, Pimpinan Instansi Vertikal, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Adat dan peserta upcara yang terdiri dari Pasukan TNI Polri, Para ASN dan PTT dilingkup Pemda Bursel serta Siswa siswi dari SD sampai SMA se-Kota Namrole.

Pantauan media ini, peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 dimulai 10.00 WIT yang didahului suara sirene dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi kemerdekaan RI oleh Wakil Ketua DPRD Buru Selatan Gerson E Selsily.

Selanjutnya pengibaran Sang Merah Putih oleh pasukan Paskibraka dan paskibraka ini di komandani oleh Sertu Denfi Latbual dari Kompi D Senapan 731/Kabaresi. Sedangkan pembawa bendera oleh Apriyanti, siswi SMA negeri Namrole.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh kepala Kemenag Kabupaten Bursel Usman Bahta.

Upacara ini juga turut disuguhi tarian kolosal dan siswa siswi SMP Masnana dibawah bimbingan Kapolsek Namrole AKP Yamin Selayar dan Danki Kompi D Senapan 731/Kabaresi Lettu Vikodey N Ardians serta dilatih oleh anggota Polsek Namrole Bripka Bastian Tuhuteru.

Dikesempatan itu juga, Pemda Burssel memberikan penghargaan Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada 41 ASN sesuai Surat Keputusan nomor 29/TK/2019 tentang Penganugeraan tanda penghormatan Satya Lencana Karya Satya.

Sedangkan Upacara penurunan Bendera Merah Putih dipimpin oleh Sekda Bursel Iskandar Walla dan pembawa bendera di setelah diturunkan oleh siswa SMA Namrole atas nama Armi Wahyu Nandi La Hasam. (SBS/02)
- - - - - - -

Namrole, SBS 
Tim sepak Bola Asal desa Elfule Miga Lama yang menjadi juara pada turnamen Sepak Bola Liga Desa Nusantara (LDN) tingkat Kabupaten Buru Selatan resmi diberangkatkan oleh Pemda Buru Selatan (Bursel) untuk mengikuti pertandingan LDN tingkat Provinsi.

Pelepasan 24 pemain ini, berlangsung di Aula Kantor Desa Elfule dan dilepaskan oleh Staf Ahli Setda Kabupaten Bursel Hamis Souwakil, Sabtu sore (17/08/2019).

Sebelum dilepas secara resmi para pemain yang hadir bersama orang tua pada saat itu mendapat bimbingan dan nasehat dari Koordinator Tim Jafar Titawael.

Dikesempatan itu, Jafar memintah agar para pemain dapat menjaga nama baik desa dan daerah dan Pemda Bursel.

“Walaupun dalam keterbatasan tetapi semangat jangan sampai kurang. Kita harus bisa dan harus menjadi yang terbaik. Buat dan raihlah keberhasilan agar kalau kita kembali ke Bursel akan menjadi bahan cerita yang baik dari Kepala Madan sampai tanjung timbang bahwa kita bisa menjaga dan mengharumkan nama baik Kabupaten kita tercinta,” ujar Jafar.

Dikatakan, yang akan bertanding pada LDN tingkat Provinsi Maluku tahun ini hanya 5 kabupaten sehingga Bursel memiliki peluang yang besar untuk menjadi juara dan meraih tiket nasional.

“Ada 5 kabupaten saja yang akan bertanding di Maluku. Jika kita berhasil kita akan mengantongi tiket nasional mewakil Provinsi Maluku untuk bertanding di Liga Desa Nusantara Tingkat Nasional, dan secara otomatis kita telah menjadi yang terbaik tingkat provinsi dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Bursel. Kita harus bisa dan tetap semangat karena kita berpeluang menjadi juara,” ujarnya.

“Apapun yang terjadi jangan lupa, nama baik Bursel itu nomor satu, yang bandel-bandel, suka malawan pelatih, tinggalkan disini, tetapi tunjukan yang terbaik bagi keluarga kita, desa kita kabupaten kita maupun provinsi kita,” ujar Jafar yang juga kepala sekolah SD Inpres Desa Elfule ini.

Sedangkan Staff Ahli Setda Kabupaten Bursel Hamis Souwakil menuturkan, selaku pribadi dan pemerintah daerah sangat mendukung para pemain LDN yang mewakili Bursel.

“Kami Pemda sangat mendukung semangat adik-adik dalam mengikuti pertandingan Liga Desa Nusantara di tingkat Provinsi Maluku yang akan berlangsung di Ambon, dan kami berharap adik-adik dapat berbuat yang terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Bursel,” tuturnya.

“Adik-adik harus punya prinsip, di usia seperti adik-adik ini harus fokus dengan cita-cita. Kalau di kelas bisa dapat rangking, begitu juga di lapangan harus menjadi bintang lapangan. Sehingga bisa mengangkat nama baik Bursel di tingkat provinsi maupun nasional,” tambahnya.

Disamping itu, Souwakil juga meminta agar para orang tua terus memberi support kepada para pemain sehingga dengan semangat mereka dan support dari berbagai pihak akan menjadi kekuatan tersendiri bagi para pemain.

“Untuk orang tua kita harus memberi dukungan dan mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik. Sehingga mereka bisa menghasilkan hasil yang terbaik juga bagi daerah,” paparnya.

“Pemda selalu siap mendukung dan mendorong adik-adik untuk bisa tampil dan maju seperti generasi-generasi di daerah-daerah yang lain. Selamat berjuang semoga berhasil membawa yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, dan Pemda Bursel,”  tutupnya.

Sementara Pelatih Tim keseblasan Rusmin Sigmarlatu yang diminta tanggapannya terkait keyakinan untuk mencapai juara pada pertandingan nanti, mengaku sangat optimis akan meraih tiket nasional untuk bertanding di Palembang.

“Kami optimis menang, sebab Bursel memiliki peluang besar karena yang bertanding nanti hanya 5 kabupaten. Disamping itu Bursel memiliki pemain-pemain yang bisa di jagokan dilapangan hijau,” ucapnya penuh semangat.

Dirinya hanya meminta support dan doa dari seluruh masyarakat Bursel agar keinginan bersama untuk menjadi juara LDN tingkat Provinsi Maluku dapat diwujudkan.

“Untuk mencapai juara kami minta doa dan dukungan seluruh masyarakat Bursel,” pintahnya.

Pelepasan Tim menuju Ambon ini ditandai dengan penyerahan bendera tim dari Pemda ke Tokoh Masyarakat Desa Elfule yang diwakili oleh Nasar Solissa dan disaksikan kepala desa Elfule Jufri Titawael, Sekretaris Koni Bursel Arsad Souwakil, Ketua Wilayah Liga Desa Nusantara Bursel Rahmad Dasuki, pemain bersama orang tua, dan tamu undangan lainnya. (SBS/02)
- - - - - - - -

Namrole, SBS 
Dalam memeriahkan HUT Republik Indonesia Ke 74 Tahun, Pemerintah Desa (Pemdes) Kamlanglale, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan menggelar sejumlah lomba kreatif, Sabtu (17/08/2019).

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan warga Desa Kamlanglale ini dibuka langsung oleh  Kepala Desa Kamlanglale Ampi Latbual dan berlokasi di depan kantor desa setempat.

Sebelum kegiatan perlombaan dimulai, Kedes Kamlanglale mengatakan kegiatan yang dilaksanakan hari ini adalah bentuk syukur dan rasa terima kasih masyarakat dan pemerintah Desa Kamlanglale kepada para pejuang yang telah mengorbankan harta dan nyawa untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia.

“Kita semua yang hadir di sini sebagai masyarakat desa harus menyadari hal itu dan patut bersyukur karena sudah 74 tahun kita merasakan kebebasan dan lepas dari penjajahan,” ucap Latbual

Disamping itu, lanjut Latbual, kegiatan perlombaan ini dimaksukan agar menumbuhkan kreatif dari seluruh masyarakat desa terkhusunya para pemuda dan pemudi desa yang sudah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Pemuda-pemudi Desa adalah unjung tombak desa, untuk itu, semoga dengan kegiatan ini akan menghadirkan ide-ide kreatif kaum muda desa yang nantinya dapat dipakai untuk membantu pemerintah desa dalam membangun dea Kamlanglale,” harapnya.

“Lestarikan rasa saling menghormati perjuangan dari leluhur kita dan tumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme dalam diri kita masing-masing. Karena Sesuai tema kemerdekaan kali ini yaitu SDM Unggul Menuju Indonesia Maju, maka kita juga harus mampu beradaptasi dengan jaman yang sudah modern dan mampu bersaing dengan desa-desa lain yang ada di Bursel maupun Maluku tandasnya.

Perlombaan ini diawalai dengan gerakan pemanasan yang diiringi dengan goyang “kaka Enda”.

Pantauan media ini, dari sekian kegiatan yang dilombakan, ada dua kegiatan yang paling menarik perhatian publik yaitu lomba memakai baji berantai dari satu kelompok yang terdiri dari 7 orang, serta lomba gigit sendok yang diikuti oleh puluhan anak-anak TK sampai SD.

Kegiatan ini berlangsung meriah dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, baik itu Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, maupun Tokoh Adat desa setempat. (SBS/02)
- - - - - - -

Namlea, SBS 
PT  Pegadaian  (Persero) mempringati Hari Kemerdekaan Indonesia  ke 74  tahun. Peringatan Hut yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus ini sangat  istimewa di  Pulau  Buru, tepatnya di alun alun kota Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Sabtu (17-08-2019).

Di  Hari Merkemerdekaan NKRI ini  Pegadaian  memberikan  bantuan dana  CSR  dan Bina Lingkungan  sebesar Rp1,7  miliar  di  Kabupaten Buru, yang  merupakan daerah  3T  (tertinggal, terdepan dan terluar)  yang  menjadi target  rangkaian  kegiatan BUMN Untuk  daerah di 34  Provinsi.

Direktur  Utama Pegadaian  Kuswiyoto, mengatakan pengembangan  wilayah  terdepan Indonesia seperti Namlea perlu mendapat  perhatian khusus  karena  merupakan garda  depan  sebuah negara.

Untuk itu, Pegadaian  sebagai  agen pembangunan  merasa penting  untuk terus  melakukan pembangunan  Indonesia, khusus  di  daerah  tertinggal, terdepan dan  terluar  (3T).

"Upacara 17  Agustus  kali ini  sangat  istimewa, karena Pegadaian dapat  memperingati HUT NKRI sekaligus memberikan CSR di tempat bersejarah ini. Kenpa bersejarah ? karena Namlea yang  merupakan  ibu kota Pulau  Buru  pada  saat  penjajahan  oleh  Belanda. Dan  kini Indonesia  sudah merdeka, sehingga  pegadaian sebagai  perusahaan negara harus  ikut  membangun  dan menjadi agen perubahan  di  daerah  3T  ini,"  ujarnya.


Saat bertindak selaku  inspektur  upacara  di alun-alun Kota Namlea, Ia mengatakan Pulau  Buru dan  ibukotanya Namlea memiliki  nilai sejarah.

Lanjut Kuswiyoto, mengutip  pidato  kenegaraan  Presiden Joko  Widodo  dihadapan anggota Dewan Perwakilan Daerah, "Bahwa Indonesia  bukan hanya Jakarta, bukan  hanya Jawa."  Oleh sebab itu, pegadaian  hadir  di  berbagai  kota, dan saat  ini sudah  mencapai  4317  kantor  cabang  dan  jaringan di  seluruh  Indonesia.


“Pulau  Buru merupakan  salah  satu gugusan  pulau di Kepulauan  Maluku. Pulau  ini memiliki  luas 8.473,2  KM persegi dengan  panjang  garis  pantai  427,2  km. Dalam  catatan  sejarah, Pulau  Buru dulunya merupakan kamp konsentrasi dari Pemerintah  Kolonial  Hindia Belanda  dan  tempat pembuangan  tahanan  politik  di  era  Orde Baru,” terangnya.

Dia menjelaskan meski Kabupaten Buru berada di daerah 3T, tetapi kaya akan  sumber  daya alam seperti cengkih, emas, dan  mutiara.  Bahkan  Namlea terkenal  akan  dataran  rendah yang  dikelilingi pegunungan  dan  perbukitan, serta pantai  yang  indah. 

"Banyaknya kekayaan alam  yang  ada  di Provinsi Maluku  merupakan  sebuah cerminan  bahwa Bangsa Indonesia  sangatlah kaya. Maka  itu, kita sebagai  anak bangsa harus  menjaga betul-betul  dan  sebaik-baiknya kekayaan alam  kita,” jelasnya.

“Menjaga kekayaan alam merupakan salah satu bentuk cinta terhadap Tanah  Air  yang berlandaskan Pancasila,"  tambahnya.

Pada kesempatan  itu, Pegadaian  memberikan  dana  bantuan senilai Rp1.775.000.000  yang merupakan program  CSR  berupa 2.000  paket  sembako, 10  paket  renovasi rumah, sarana air  bersih di dua titik, elektrifikasi 50  Rumah  Tangga Sasaran  (RTS), 50  titik  M andi  Cuci Kakus  (MCK), 25  beasiswa, dan Taman  Bacaan bagi masyarakat  MJakart Pegadaian  dan  BUMN  lainnya ikut  membangun sumber daya manusia  dengan  program  Siswa Mengenal  Nusantara (SMN)  yang  merupakan kegiatan  pertukaran  pelajar  untuk meningkatkan wawasan  kebangsaan dan  cinta Tanah  Air  kepada  para siswa SMA/SMK Tahun ini. 

SMN  yang dilaksanakan oleh  PT  Pegadaian  (persero)  sebagai  PIC  dengan  PT  Pelni (persero)  sebagai Co  PIC, mengirim  20  pelajar  asal Maluku  untuk ke jakarta. (SBS/TL)
- - - - -

Namlea, SBS 
Tiga pelaku pembunuhan wartawan di Kabupaten Buru Selatan yang kini mendekam di Cabang Rutan Namlea di Desa Jikumerasa, Kabupaten Buru, Abdul Buton, Amin Letetuny dan Fitra Galampa, masing-masing mendapat keringanan hukuman satu bulan dipotong masa penahanan.

Pemberian remisi itu sangat disesalkan wartawan di Buru dan Buru Selatan, karena tidak memenuhi syarat.

Wartawan media ini melaporkan dari Namlea, keringanan hukuman berupa remisi  empat bulan hingga satu bulan itu diberikan kepada 58 napi binaan di Cabang Rutan Namlea, dan diantaranya terdapat tiga pelaku pembunuh Wartawan Husen Seknun.

Dari 58 napi yang mendapat remisi umum ini, tercatat sebanyak 12 napi mendapat potongan hukuman empat bulan, 10 napi mendapat keringanan tiga bulan, 12 napi dapat potongan hukuman dua bulan dan 24 napi mendapat keringanan potongan  hukuman kurungan satu bulan

Dari 24 napi yang mendapat remisi umum  sebulan ini, terdapat nama tiga pelaku pembunuh wartawan Husen Seknun di Namrole Buru Selatan kejadian  tahun 2018 lalu.

Nama ketiganya tertuang dalam lampiran SK Menkumham RI yang salinan putusannya diteken oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku, Andi Nurka, melalui surat Nomor W.28.636.PK.01.01.02 Tahun 2019, tanggal 9 Agustus 2019.

Pemberian remisi itu dilakukan usai upacara peringatan detik-detik Proklamasi , bertempat di lapangan Pattimura Namlea, Sabtu pagi (17/8).

Wartawan media ini lebih jauh melaporkan saat protokol membacakan nama penerima remisi, para kulitinta yang meliput kegiatan ini tidak sempat memperhatikan kalau tiga oknum ini turut mendapat remisi.

Mereka baru kaget dan terkejut saat mendapatkan copian SK pemberian remisi, dimana di urutan nomor 45, 46, dan 47, terdapat nama Abdul Buton, Amin Letetuny dan Fitra Galampa.

Pemberian remisi kepada tiga pelaku pembunuh wartawan ini sontak menjadi sorotan para kulitinta di Kabupaten Buru.

Pasalnya ketiganya diberikan hukuman sebagai Nara pidana (napi) setelah divonis di PN Namlea, belum genap enam bulan menjadi warga binaan di Cabang Rutan Namlea.

Syarat pemberian remisi salah satunya, oknum yang bersangkutan telah menjalani masa pidana lebih dari 6 (enam) bulan. Ketiga pelaku pembunuh rekan kami ini, almarhum saudara Husen Seknun baru saja divonis dan statusnya sebagai terpidana masih kurang dari enam bulan," Soalkan wartawan senior, Lili Ohorella.

Lili menegaskan kalau ketiganya menjadi napi kurang dari enam bulan, karena berkas perkara ketiganya saja baru diserahkan Polres Pulau Buru ke Kantor Kejaksaan Negeri Buru pada tanggal 25 Maret 2019 lalu."Silahkan dicari jejak digitalnya di google dan terbukti berkas perkaranya baru diserahkan ke kejaksaan tanggal 25 Maret 2019. Dari tanggal penyerahan dengan status mereka masih tahanan saja bila dihitung sampai bulan Agustus 2019 juga belum genap lima bulan. Setelah itu baru berkas tuntutannya disampaikan ke PN Namlea dan baru divonis belum lama ini.Tapi kok sudah mendapat remisi. Apa terjadi kongkali kong dengan remisi ini," paparnya.

Lili menegaskan kalau ketiganya menjadi napi kurang dari enam bulan, karena berkas perkara ketiganya saja baru diserahkan Polres Pulau Buru ke Kantor Kejaksaan Negeri Buru pada tanggal 25 Maret 2019 lalu."Silahkan dicari jejak digitalnya di google dan terbukti berkas perkaranya baru diserahkan ke kejaksaan tanggal 25 Maret 2019. Dari tanggal penyerahan dengan status mereka masih tahanan saja bila dihitung sampai bulan Agustus 2019 juga belum genap lima bulan. Setelah itu baru berkas tuntutannya disampaikan ke PN Namlea dan baru divonis belum lama ini.Tapi kok sudah mendapat remisi. Apa terjadi kongkali kong dengan remisi ini," Soalkan Lili yang juga Ketua PWI Buru ini.

Untuk itu, Lili dan rekan-rekan wartawan di Buru dan Buru Selatan meminta Menkumham RI agar campur tangan mengusut pemberian remisi itu.

Kepala Cabang Rutan Namlea, Hamdani Bantam yang dihubungi lewat hp, walau tersambung tapi enggan mengangkat teleponnya.

Dikonfirmasi lewat WA dan juga SMS, walau sudah dibaca, yang bersangkutan belum juga menjawab konfirmasi wartawan.

Dalam kegiatan ini Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi bertindak sebagai irup dalam peringatan detik-detik HUT RI ke 74 dan Ketua DPRD Buru, Iksan Tinggapy yang membacakan teks proklamasi.

Pemberian remisi itu dilakukan secara simbolis dengan menghadirkan beberapa orang napi dan SK remisi itu diserahkan Ketua DPRD Buru.

Sementara Bupati Buru dalam kesempatan itu menyerahkan bantuan sarana perikanan kepada empat nelayan dan diterima Abdul Haji Umasugi, Jubair Umasugi, Herman Buton dan Eddy Tomnusa.

Dalam upacara kemarin, Wabup Buru, Amos Besan SH juga turut memberikan Satya lencana karya Satya X tahun kepada dua PNS yang mendapat penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo.

Sementara menurut Ka Cabang Rutan Namlea, Hamdani Bantam, kalau pemberian remisi kepada ketiga pelaku pembunuh wartawan ini tidak menyalahi.

"Sesuai perhitungan kami yang bersangkutan sudah bisa diusulkan untuk mendapat remisi," tegas Hamdani.

Hamdani beralasan, pengusulan remisi ini menggunakan sistim online. Kalau pengusulan tidak sesuai akan ditolak.
Saat disoalkan status ketiganya sebagai terpidana yang kurang dari enam bulan, ia beralasan, perhitungan dilakukan mulai hari pertama mereka sebagai tahanan di Kepolisian.

“Dengan dasar hitungan hari pertama penahanan, maka mereka juga berhak mendapat remisi karena berkelakuan baik,” ujar Hamdani. (SBS/11)

- - - - - - - -
Namlea, SBS
Wakil Bupati Buru Amos Besan resmi membuka Jambore Pendamping Keluarga Harapan (PKH) tingkat Provinsi Maluku 2019 ke-3 yang berpusat di wisata pantai Baikolet Desa Jikumarasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru Jumat, (16/8/2019).

Jambore PKH ini bertema “Dengan Semangat JAMBORE PKH Kita WUJUDKAN Kemandirian KPM di Maluku ”.

Hadiri dalam kegiatan tersebur kurang lebih Tiga Ratus Lima Puluh (350) orang pendamping PKH dari 11 kab/kota di Provinsi Maluku dan Dua Ratus Sebelas (211) orang KPM asal desa Jikumarasa.

Pembukaan kegiatan ini turut di warnai dengan atraksi Cefal (Cakalele) oleh peserta dari PKH asal Kabupaten Buru Selatan.

Pada kesempatan itu, Ketua panitia jambore tingkat Provinsi Maluku, Dafrulah Wamnebo dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) anggaran, menjelaskan bahwa panitia dalam kegiatan ini dibantu oleh pemerintah Provinsi Maluku sebesar Rp.100 Juta, sedangkan pemerintah daerah juga memberikan sumbangsi berupa tansportasi.

“Kami atas nama panitia mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya untuk support yang telah diberikan sehingga kegiatan ini bisa terlaksana,” ucap Wamnebo.

Selain peserta, Jambore tingkat Provinsi Maluku turut dihadiri Wakil Bupati Buru, Amus Besan, Kordinator Regional Enam (6) Maluku dan Maluku Utara, Ari Roho Talaohu, Camat Lilialy M. Nasir Waulung, Babinsa Desa Jikumarasa Sarda, Midodo Batuatasa didampingi Babingkamtibmas, Brikpol J.Matuseya.

Sementara itu dalam sambutan Kordinator Regional Enam Maluku dan Maluku Utura, Ari Roho Talaohu, menuturkan, jambore kali ini yang bertemapat di kota kayu putih.

“Saya memberikan apresiasi terhadap teman-teman panitia yang sudah bekerja keras sampai detik ini meskipun dengan keterbatasan anggaran mereka mampu menujukan tuan rumah yang baik,” puji Talaohu.

Sedangkan Wakil Bupati Buru Amus Besan dalam sambutan singkatnya mengatakan, Pemda Buru sangat bersyukur karena adanya program PKH dapat menurunkan angka kemiskinan di Maluku dan juga di Buru khususnya.

“Alhamdulilla Syukur, lewat program keluarga harapan (PKH) dapat mengentaskan kemiskinan di Maluku, terlebih khususnya di Kabupaten Buru. Semoga tahun depan pemerintah pusat lewat Kordinator Regional Enam Maluku dan Maluku Utara dapat mengusulkan penambahan anggota penerima manfaat PKH sehingga Keluarga penerima Manfaat dapat menggunaan dana tersebut dengan baik sehingga mereka bisa mandiri,” tandas Besan. (SBS/TL)
- - - -

Namrole, SBS 
Kasus Kepala SMAN Waepandan, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, La Nasa yang dilaporkan oleh mantan istrinya Wa Korlita ke Mapolres Pulau Buru hingga kini masih di lidik oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Buru.

Namun, kasus yang masih di lidik itu, bukanlah kasus pemalsuan identitas diri seperti yang disampaikan oleh Ahmad Belasa, penasehat hukum dari mantan istri La Nasa bernama Wa Korlita.

“Yang sidik itu Serse Unit PPA. Yang dilaporkan itu hanya penelantaran. Jadi, pemeriksaan dilakukan terhadap pelapor dan terlapor saja. Sekarang masih penyelidikan, di lidik terus,” terang Kasubag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli kepada wartawan via telepon selulernya, Rabu (14/08).

Lanjut, Zulkifli, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap Pelapor dan Terlapor, pun belum bisa dipastikan bahwa Terlapor telah menelantarkan Pelapor. Namun, untuk membuktikannya, maka penyidik masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk penelantaran ini, penyidik Tanya terlapor, Terlapor mengaku tiap bulan kasih (nafkah-red), tetapi sejak mantan istrinya mengatakan bahwa anaknya itu bukan anaknya (Terlapor), sejak itu Terlapor kemudian berhenti memberikan,” terangnya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk dugaan pemalsuan identitas diri oleh La Nasa agar bisa menikah lagi, Zulkifli mengaku bahwa penyidik telah mengarahkan agar Pelapor melaporkannya ke jajaran Polres Kendari, karena gugatan perceraiannya terjadi disana.

“Jadi, diarakan oleh penyidik, kalau untuk pemalsuan idetitas itu dilaporkan di Kendari karena gugatannya disana,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Oknum Pegawai Negeri Sipil, La Nasa, yang menjabat Kepala SMAN Waepandan, Kec.Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, tega menceraikan istrinya agar dirinya bisa kawin lagi. Agar niatnya kesampaian, oknum kepsek ini telah mengelabui PA Bau Bau, dan mencatatkan identitasnya bukan PNS melainkan karyawan swasta.
Hal itu diungkap Ahmad Belasa, penasehat hukum dari mantan istri La Nasa bernama Wa Korlita.

"Tindakan memalsukan identitas diri agar bercerai di Pengadilan Agama (PA) Bau Bau, Sultra, telah kami laporkan ke Polda Maluku," tandas Ahmad Belasa SH kepada wartawan , Jumat sore (19/7).
Selain melapor ke Polda Maluku, pengaduan tertulis juga disampaikan kepada Gubernur Maluku, Kepala Kantor Inspektorat Propinsi Maluku dan atasan langsung dari La Nada, yakni Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Maluku.

"Laporan ke pak gubernur, kepala inspektorat dan kadis pendidikan, dengan maksud agar saudara La Nasa dikenakan tindakan disiplin dengan dicopot dari jabatannya dan tidak lagi menjadi guru, karena ia sudah tidak layak diguguh dan ditiru,"tanggap Ahmad Belasa SH.

Menurut Ahmad Belasa, bahwa kliennya Wa Lolita pernah menikah dengan  La Nasa.Pernikahan itu terjadi di Kabupaten Maluku Tengah dan tercatat berdasarkan Akta Nikah Nomor 314/19/ VI/2009, tertanggal 13 Juni tahun 2009.

Saat bertugas di Kabupaten Buru Selatan, diduga kuat La Nasa ada terpikat dengan wanita idaman lain.

Agar bisa mengawini perempuan ini di Kabupaten Bau Bau, La Nasa nekad membuat surat keterangan mutasi pindah penduduk ke Bau Bau dari Kabupaten Buru Selatan.

Dengan bantuan oknum di Kantor Catatan Sipil Kabupaten Buru Selatan, identitas La Nasa yang seharusnya seorang PNS, telah dirobah menjadi karyawan swasta.
Dengan pindah domisili dan mengaku sebagai karyawan swasta tadi, tanpa sepengetahuan istrinya, La Nasa tega menceraikan istrinya lewat PA Bau Bau.

Setelah peveraian itu bejalan mulus tanpa diketahui sang istri, oknum Kepala SMAN Waepandan ini lalu mengawini istri barunya dengan status duda.

Bongkar Ahmad Belasa, kalau kliennya diceraikan tahun 2028 lalu di PA Bau Bau.
Namun bau busuk perceraian sepihak itu terbongkar setelah keluarga dari kliennya berhasil mendapatkan kutipan Akta Cerai dari Kantor PA Bau Bau.

Dalam Kutipan Akta Cerai Pengadilan Agama Bau bau bernomor 0170/Pdt.G/2018/PA.Bb tanggal 18 September 2018 lalu,  yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, menerangkan bahwa telah terjadi perceraian antara  LA NASA Bin La Rako, umur 34 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan Swasta, tempat tinggal di Jln Dr. Wahidin, RT.003/RW.004, kelurahan Lamangga Kec. Murhum, Kota Bau bau, dengan Wa Kolita Binti Jarmadi.

Dipertegas lagi oleh Ahmad Belasa, bahwa dalam putusan tersebut La Nasa, SPd.I yg berstatus PNS aktif dan menjabat kepala Sekolah SMA Negeri Waepandan memberikan keterangan dihadapan sidang Pengadilan Agama Bau bau, bahwa dirinya adalah Karyawan Swasta dan bukan seorang Aparatur Sipil Negara.

“Setelah melakukan cerai tanpa ijin La Nasa kemudian di kabarkan telah menikah lagi di Bau bau,"tegas Ahmad Belasa.

Tindakan Kepala SMAN Waepandan ini, dinilainya telah  menabrak prosedur UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan, menabrak UU ASN, menabrak PP no 10 tahun 1983 sebagai mana telah di rubah dengan PP no 45 tahun 1990, tentang Ijin Perceraian.

Serta juga menabrak PP 53 tahun 2010 perubahan atas PP no 30 tahun 1980 tentang Disiplin PNS/ASN. "Dalam ketentuan PP 45 tahun 1990 di tegaskan bahwa dalam Pasal 3 ayat 1. Pegawai Negeri Sipil yang akan melakukan perceraian wajib memperoleh izin atau surat keterangan lebih dahulu dari Pejabat;'jelas Belasa.

"Kemudian dalam Ayat 2 berbunyi, Bagi Pegawai Negeri Sipil yang berkedudukan sebagai penggugat atau bagi Pegawai Negeri Sipil yang berkedudukan sebagai tergugat untuk memperoleh izin atau surat keterangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengajukan permintaan secara tertulis; Seterusnya dalam Ayat 3 dikatakan,  Dalam surat permintaan izin atau pemberitahuan adanya gugatan perceraian untuk mendapatkan surat keterangan harus dicantumkan alasan yang lengkap yang mendasarinya,"terang Belasa.

Namun semua ketentuan itu dilanggar oknum kepsek ini dengan memalsukan jati diri sebagai karyawan swasta.

Ahmad Belasa juga mengungkapkan, kalau kliennya yang diceraikan secara sepihak ditelantarkan La Nada. Padahal dalam Pasal 8 ayat (1) PP 10/1983 menyatakan ”apabila perceraian terjadi atas kehendak PNS pria maka ia wajib menyerahkan sebagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya.”

Sedangkan Pada Pasal 8 ayat (2) PP 10/1983 menyatakan “Pembagian gaji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ialah sepertiga untuk Pegawai Negeri Sipil pria yang bersangkutan, sepertiga untuk bekas istrinya dan sepertiga untuk anak atau anak-anaknya.”

"Proses perceraian tanpa sepengetahuan istri dan ijin atasan atau pejabat berwenang ini, Kepala SMA Negeri Waepandan Kec. Kepala Madan Kab. Buru Selatan ini juga diduga menabrak Pasal 263 dan 264 KUHP tentang pemalsuan Identitas/dokument dan menggunakan dokument Resmi tapi isinya adalah Palsu,"pungkas Ahmad Belasa. (SBS/01)
- - - - - - -

Namlea, SBS
Sebanyak 17 dari 27 peserta Majelis Ta’Lim dan Tempat Pengajian Al-Qur,an(TPQ) yang menghuni Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Ibukota Kabupaten Buru Provinsi Maluku mengikuti Pawai Hadrah Kamis 15 Agustus Tahun 2019.

Dari sekian banyak Majelis Ta’lim dan Puluhan TPQ yang melakukan aktivitas di Ibukota Kabupaten Buru yang baru mendaftar pada pihak Panitia itu berjumlah 27, namun saat digelar ajang Pawai Hadrah yang resmi mengikuti kegitan ini hanya berjumlah 17 Peserta.

Dari 17 Peserta Pawai Hadrah itu antara lain: 5 group dari Majelis Ta’lim dan 12 Peserta dari TPQ, kegitan ini juga diikuti oleh Sekertaris Daerah (Sekda), Drs A. Assagaf Msi dan tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia kegiatan, Efendi Latif Mengatakan, Kegitan Pawai Hadrah ini  berlangsung di Lokasi Pantai Merah Putih/ Namlea.

“Peserta yang dilepas akan mengelilingi Kota Namlea dimulai star dari Pantai Merah Puti hingga finis di Pantai Merah Putih” ujar Ketua Panitia.

Usai Pelepasan peserta Pawai Hadrah, Bupati Buru Ramly Ibrahim Umasugi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Buru Drs A. Assagaf mengatakan , momentum merupakan warisan peninggalan orang- orang terdahulu dan pemerintah Kabupaten Buru perlu mengedepankannya.

“Kita mencoba untuk memotivasi dan mengangkat kembali, karena kegitan Hadrah ini sudah ada sejak Leluhur terdahulu, hal ini tentunya mencoba untuk melestarikan, karena budaya Hadrah di Kabupaten ini, sudah dikenal dimata masyarakat Maluku,” kata Assagaf.


Sehingga pada kesematana itu Sekda mengajak kepada semua masyarakat yang mendiami Nusa Bupolo untuk sama- sama menyatuhkan persepsi meraptkan barisan untuk mengedepankan, melestarikan dan mengangkat budaya Hadrah, karena kegitan ini  merupakan kegitan yang bernuansa ke Agamaan/ Islam.

“Dalam rangka menyonsong Hari Ulang Tahun(HUT) Repoblik Indonesi yang Ke 74 sekaligus menyiapkan diri meramaikan Hari Ulang Tahun(HUT) Kabupaten Buru Ke 20 yang berlangsung pada tanggal 12 Oktober 2019 nanti, mari kita rapatkan barisan dan terus pelihara Budaya Hadrah menjadi harta tersendiri bagi kita masyarakat Kabupaten Buru,” tandasnya. (SBS/TL)
- - - - - -