Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Sosial

News Politik

News Hukrim

News Buru Selatan

News Kabupaten Buru

News Pariwisata



Namrole, SBS 
Kejadian pemerkosaan yang dilakukan oleh Rijal Papalia (19), warga Desa Labuang, Kecamatan Namrole asal Desa Waemala, Kecamatan Leksula, Kabupaten Bursel terhadap salah satu pegawai honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namrole bernisial SK (24) yang sedang menjalankan tugas pengabdiannya, Kamis (16/8) sekitar pukul 03.00 WIT di Apotek RSUD Namrole mengundang rasa duka dan keprihatinan dari berbagai pihak.

Salah satunya Persatuan Da’i Muda (PERSADA) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Senin (20/8) menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati Bursel mengutuk keras penganiayaan dan pemerkosaan itu.

Aksi damai itu dipimpin langsung Ketua Umum PERSADA Kabupaten Bursel, Ustad Ilham Marasauli serta Sekretaris PERSADA Kabupaten Bursel Rajab Polpoke.

Selain itu, Nampak bersama pendemo yang berjumlah sekitar 25 orang itu, sejumlah Pengurus PERSADA lainnya, yakni Emang Masbait dan Ridwan Marasabessy.

Selain itu, hadir pula Ali Sella dan Dedy Pattiasina yang mewakali pihak keluarga bersama sejumlah perwakilan keluarga korban lainnya.

Pantauan SuaraBuruSelatan.com, pendemo ini mendatangi Kantor Bupati pukul 10.40 WIT dengan menggunakan mobil Pick Up putih bernomor polisi DE 8628 D dan dilengkapi dengan pengeras suara.

Ketua PERSADA Ustad Ilham Marasauli dalam orasinya menegaskan bahwa pelaku pemerkosaan harus dijerat dengan hukuman seberat-beratnya.

“Pelaku harus dijerat pasal berlapis,” teriak Marasauli.

Menurut Ustad muda dan enerjik ini, PERSADA harus turun ke jalan dalam menggelar aksi ini karena insiden yang terjadi di Rumah Sakit itu telah membuat miris hati masyarakat di Kabupaten Bursel, termasuk pihaknya.

“Andai persoalan itu terjadi terhadap keluarga kita, terjadi kepada anak kita, terjadi kepada adik kita, pasti kita merasakan hati yang sama, merasa miris yang sama,” ucapnya.

Sehingga, pihaknya berharap dukungan yang tinggi, dukungan yang besar dari seluruh masyarakat Kabupaten Bursel bahwa aksi yang PERSADA lakukan ini sebagai bentk ajakan untuk tidak membiarkan kasus semacam ini terulang lagi.

“Sengaja kami mengajak untuk bagaimana kita tidak membiarkan kejahatan, kita tidak membiarkan pemerkosaan, penganiayaan yang menimpah siapa saja, apalagi korban ini adalah seorang yatim, dia membutuhkan sumbangan pikiran kita, dia membutuhkan doa-doa kita, dia mebutuhkan semangat kita, dia membutuhkan kita harus turun ke jalan karena ini terus terang mengganggu masa depan korban,” teriaknya.

Iapun menyoroti manajemen Rumah Sakit dibawa kepemimpinan Sabaha Patah yang dinilai perlu dievaluasi lagi karena masyarakat yang datang ke Rumah Sakit untuk mendapatkan kesembuhan dan bukan mendapatkan penganiayaan dan pemerkosaan.

“Kami minta Pemerintah Kabupaten Bursel dan DPRD dapat melihat persoalan ini karena manajemen rumah sakit dapat dikatakan sangat amburadul dan harus diperbaiki. Mengapa rumah sakit tempat orang sakit untuk orang berlindung meminta perlindungan, bukan orang sakit yang kena batunya tetapi orang sehat yang kena. Kenapa, karena manajemen rumah sakit yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Tak lama berorasi, Kasatpol PP Kabupaten Bursel, Asnawi Gay pun menemui mereka dan mempersilahkan mereka menemui Sekda Kabupaten Bursel, Syahroel E Pawa di ruangan kerjanya pada pukul 11.00 WIT.

Dalam pertemuan dengan Sekda itu, perwakilan PERSADA dan keluarga korban pun menyampaikan berbagai aspirasi mereka dan dilanjutkan dengan pembacaan sembilan butir pernyataan sikap mereka oleh Marasauli, yang terdiri dari :

Pertama, Mengutuk keras penganiayaan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang remaja laki-laki terhadap perawat RSUD Namrole di Kota Namrole, Kabupaten Bursel;

Kedua, Mengutuk keras lemahnya manajemen rumah sakit sehingga aktivitas konsumsi minuman keras dapat terjadi di lingkungan RSUD Namrole;

Ketiga, Meminta kepada Bapak Bupati Bursel untuk mengevaluasi kinerja Direktur RSUD Namrole;
Keempat, Mendesak lembaga DPRD Kabupaten Bursel agar segera mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Larangan Peredaran Minuman Keras (Miras), karena bebasnya peredaran miras telah membawa dampak yang sangat merugikan banyak pihak;

Kelima, Mendesak Bapak Bupati Bursel agar segera mencabut izin operasional sekaligus menutup semua tempat-tempat prostitusi yang ada di Kota Namrole;

Keenam, Mendesak Bapak Bupati Bursel untuk melarang beredarnya Miras di tempat-tempat wisata;

Ketujuh, Mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada saudara pelaku;

Kedelapan, Meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bursel untuk memperhatikan nasib serta masa depan korban;

Kesembilan, Meminta kepada Bapak Kapolsek Namrole untuk melakukan sweeping miras yang beredar di tengah-tengah masyarakat secara rutn dan massif.

Meresponi hal itu, Sekda mengatakan bahwa setelah insiden itu pihaknya sudah langsung menjenguk korban dan pihaknya sudah memberikan garansi bahwa apabila dari kesimpulan dokter, korban harus dirujuk ke Ambon maka pihaknya akan memfasilitasinya.

“Hari itu kami sudah llangsung menjenguk korban, nanti kesimpulan dokter, apakah bisa ditangani disini atau harus dirujuk ke Ambon, kalau harus dirujuk, maka kami akan memfasilitasi,” ucapnya.

Iapun mengaku mengapresiasi kerja cepat pihak kepolisian Polsek Namrole dibawa komando AKP Yamin Selayar yang telah berhasil mengungkap pelaku aksi bejat itu dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Sementara terkait dengan desakan agar segera menggantikan, Direktur RSUD Namrolle, Sabaha Patah, Sekda mengaku bahwa memang Sabah telah pensiun tapi sementara dialihfungsikan ke fungsioanl sambil pihaknya mencari seorang dokter yang tepat untuk menjabat sebagai Direktur di Rumah Sakit tersebut.

Iapun mengaku bahwa sebenarnya telah dianggarkan pembiayaan bagi delapan orang petugas Satpam atau security di Rumah Sakit itu, tetapi memang ada sisi manajerial yang harus diperbaiki kedepannya sehingga insiden-insiden semacam ini tak perlu terulang.

Selebihnya, Sekda mengaku akan menyampaikan pernyataan sikap pendemo ini ke Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulissa untuk dapat diresponi.

Selanjutnya, para pendemo kemudian meninggalkan Kantor Bupati pada pukul 11.20 WIT dan melanjutkan aksi mereka di DPRD Kabupaten Bursel pada pukul 11.30 WIT.

Namun sayang, kedatangan mereka tidak berhasil menemui para wakil rakyat setempat lantaran semua anggota DPRD Kabupaten Bursel sementara berada diluar daerah dalam rangka melaksanakan tugas.
“Bagi para pegawai DPRD Kabupaten Bursel, tolong sampaikan ke Bapak Ibu anggota DPRD bahwa kami datang, jangan mereka diam dengan persoalan-persoalan seperti ini, nanti kami marah,” kata Masaulli sambil meninggalkan halaman Kantor DPRD bersama rombongan yang dipimpinnya.
Aksi Demo ini berlangsung aman dan di kawal oleh petugas kepolisian dari Polsek Namrole. (SBS-01

- - - - - - - -
(Ketua KPU Bursel, Said Sabi) 

Namrole, SBS 
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Said Sabi kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, hingga Senin (21/8) kemarin belum ada tanggapan atau saran dari masyarakat terkait penetapan Daftar Calon Sementara DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

“Sesuai dengan tahapan yang diatur oleh PKPU Nomor 5 Tahun 2018 dari tanggal 12 sampai dengan hari ini, masyarakat bisa memberikan tanggapan, tapi saya cek di panitia sampai hari ini belum ada masukan maupun tanggapan,” kata Sabi, Senin (21/8).

Kendati tak ada masyarakat yang menyampaikan tanggapan secara resmi, tapi ada masyarakat yang sudah menyampaikan tanggapan atau masukan terkait adanya Caleg yang masih berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Honorer maupun staf desa.

“Hanya ada beberapa yang bersifat telepon dan memberikan informasi bahwa dari beberapa calon yang diumumkan ada yang masih berstatus PNS,” terangnya.

Lebih lanjut, dari informasi-informasi yang disampaikan ke melalui telepon akan tetap ditindak lanjuti dan langsung dikonfirmasi kepada partai politik.

“Dari hasil konfirmasi, ada yang sudah menyampaikan dokumen dan ada yang belum,” ujarnya.

Walau begitu, lanjut Sabi, KPU Kabupaten Bursel masih membuka ruang untuk uji public itu hingga Selasa (22/8).

Dimana, pasca masa tanggapan itu ada tanggapan masyarakat maka pihaknya akan menyurati pihak partai politik terkait yang Calegnya masih berstatus PNS, Honorer dan staf desa Untuk menyampaikan surat pemberhentian seambat-lambatnya satu hari sebelum penetapan DCT.

“Kami pihak KPU minta partai politik menyampaikan jauh-jauh hari sebelum penetaspan DCT, kami tidak mau satu hari sebelum penetapan DCT baru disampaikan, tapi bisa disampaikan lebih awal,” harapnya.

Sebab, tambahnya, pihak KPU Kabupaten Burel berharap semua Caleg yang telah diumumkan dalam DCS nantinya memenuhi syarat dan tak harus ada yang digugurkan.

“Kita akan memaksimalkan agar semua caleg itu memenuhi syarat sesuai ketentuan undang-undang,” ujarnya. (SBS-01)

- - - - - - -


Namrole, Kompastimur.com
Judi Bola Guling (JBG) Bowling Asmara milik Diman di Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Ibu Kota Kabupaten Buru Selatan (Bursel) kembali dibuka dan beraktivitas lagi sejak awal bulan Agustus 2018 lalu.

Padahal, aktivitas perjudian ini telah ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Bursel sejak bulan Oktober 2016 lalu karena desakan berbagai pihak yang merasa resah dan tak mau aktivitas perjudian ini merusak mental masyarakat di Kabupaten ini.

Dengan dibukanya judi Bola Guling ini, anggota DPRD Kabupaten Bursel dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Umasangadji pun meminta pemerintah daerah untuk konsisten terhadap komitmennya dalam menutup perjudian ini.

“Pemerintah Daerah sudah seharusnya komitmen menutup perjudian Bola Guling ini. Kan sudah pernah ditutup, kenapa dibiarkan dibuka lagi,” ucap Umasangadji yang akrab disapa Madoli ini kepada wartawan di Alun-Alun Kota Namrole usai mengikuti upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/8).

Menurutnya, pemerintah daerah harusnya tak membiarkan aktivitas perjudian ini kembali ada di Kota Namrole.

“Wibawa pemerintah daerah ada dimana, kalau sudah menyatakan untuk ditutup permanen, tapi sekarang dibuka lagi, ada apa ini,” kata Madoli yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bursel.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, keberadaan judi Bola Guling ini hanya akan memberikan dampak yang negatif bagi keamanan di daerah ini, termasuk akan merusak mental masyarakat kita.

“Nilai positif hadirnya Judi Bola Guling ini apa? Yang ada negatifnya saja, yakni bisa berdampak pada kondisi keamanan dan juga akan merusak mental masyarakat kita, terutama generasi kita,” paparnya.

Olehnya itu, dirinya berharap agar pemerintah daerah maupun pihak kepolisian tak diam ketika mengetahui beroperasinya perjudian ini. Apalagi, lokasi perjudian ini ada di tengah-tengah pemukiman warga, dekat rumah ibadah, Kantor Bupati maupun Kantor DPRD Kabupaten Bursel.

Sebab, baginya, Kabupaten Bursel haruslah dibangun kedepan dengan hal-hal yang positif dan bukan hal-hal yang berbau negatif seperti JBG ini. (SBS-01)
- - - - - - - -



Namrole, SBS
Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel) Buce Ayub Seleky bertindak sebagai Insepktur Upacara (Irup) pada Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Republik Indonesia ke 73 Tahun yang diselenggarakan di alun-alun Kota Namrole, jalan Kilo Meter II Desa Kamlanglale, Kecamatan Namrole, Jumaat (17/8).

Sementara Ketua DPRD Bursel Arkilaus Solissa dipercayakan untuk membacakan teks Proklamasi Republik Indonesia dan Letda Inf Haeru Purwanto dari Kompi Pan D 731 Kabaresi Namrole dipercayakan sebagai Komandan Upacara.

Sedangkan Pembawa Bendera Merah Putih dipercayakan kepada siswa SMA Negeri Namrole asal Palu atas nama Puan Riz Maharani yang merupakan putri dari Mifrahul Efendy dan Dian Novita.

Selain itu, untuk pengibar bendera dipercayakan kepada Rizkan Wael dari SMA Negeri Oki Baru, Petra Lesnussa dari SMA Negeri Namrole dan Aldi Misi Buton dari SMA Negeri Oki.

Upacara Pengibaran Bendera itu berlangsung penuh khidmat dalam semangat kemerdekaan. Kendati upacara itu berlangsung di tengah terik matahari, namun para peserta upacara yang berasal dari anak-anak sekolah, pegawai, TNI/Polri dan terkhusus para personil Paskibra tetap konsisten untuk menuntaskan Upacara Pengibaran Bendera yang berlangsung mulai pukul 09.45 WIT hingga pukul 10.45 WIT itu.

Dari pantauan media ini, Upacara HUT RI kali ini agak berbeda dari upacara-upacara HUT RI sebelumnya, karena tak ada pembacaan amanat Presiden atau Menteri oleh Bupati atau Wakil Bupati.

Bahkan, jika kali lalu, Upacara HUT RI turut diwarnai dengan atraksi Marchine Band yang ditampilkan oleh Barisan Muda Buru Selattan (BMBS), kali ini hanya diisi oleh atraksi Polisi Cilik (Pocil) binaan Polsek Namrole serta tarian Pengibaran Bendera oleh anak-anak SMTPI Jemaat Labuang.

Sementara untuk Upacara Penurunan Bendera yang berlangsung pukul 18.00 WIT hingga pukul 18.30 WIT, Sekda Kabupaten Bursel Syahroel E Pawa bertindak sebagai Irup dan Komandan Upacara dipercayakan kepada Danton Brimob 1 KI 3 Den A Pelopor Namrole, Ipda Sardi Duila.

Sedangkan, Pembawa Bendera dipercayakan kepada Angely Martha Hendrikz, Siiswi asal SMA Leksula dan merupakan anak dari pasangan Fredy Hendrikz dan Nelcie Lesnussa.

Selain itu, untuk pengibar bendera dipercayakan kepada Rizkan Wael dari SMA Negeri Oki Baru, Petra Lesnussa dari SMA Negeri Namrole dan Aldi Misi Buton dari SMA Negeri Oki. (SBS-01)
- - - - - - - -


Namrole, SBS 
Upacara Malam Taptu dan Renungan Suci yang berlangsung di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Kamis (16/08) malam berlangsung dalam suasana khidmat.

Upacara Taptu yang berlangsung di Lapangan Terbang (Lapter) Desa Lektama diikuti oleh ratusan siswa yang terdiri dari siswa-siswi SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Bursel dan dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD La Hamidi selaku Inspektur Upacara (Irup) dan Pelda Salim Pusung sebagai Komandan Upacara.

Upacara itu berlangsung sejak pukul 20.15 WIT hingga pukul 21.10 WIT dan diwarnai dengan pembakaran obor Taptu oleh Inspektur Upacara kepada obor induk Taptu yang dibawakan anggota Polsek Namrole Erik Tentua.

Upacara Taptu itu dihadiri oleh Wakil Bupati Bursel Buce Ayub Seleky, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bursel Syahroel E Pawa Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bursel, Pimpinan TNI Polri, dan sekitar 20-an Pejabat Esalon II dan III lingkup Pemkab Bursel.

Dari pantauan media ini, usai upacara Taptu langsung dilanjutkan dengan pawai obor oleh ratusan siswa yang dikawal ketat oleh anggota TNI/Polri dan Satpol PP dengan berjalan kaki sejauh 5 KM menuju Kantor Bupati yang dijadikan sebagai tempat upacara Perenungan Suci.

Sementara upacara Perenungan Suci dalam rangka mengenang jasa para Pahlawan yang telah gugur berlangsung pukul 23.43 WIT dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Pulau Buru Kompol Ferry Mulayana yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dan Bripka Amirudin Sauwakil sebagai pemimpin upacara.

Dalam upacara perenungan suci itu juga dibacakan Naskah Penghormatan kepada arwah para Pahlawan oleh Inspektur Upacara untuk mengenang jasa para Pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan untuk mencapai maupun untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Malam Renuangan Suci ini juga dihadiri Wakil Bupati Bursel Buce Ayub Seleky, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bursel Syahroel Pawa, Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bursel, Pimpinan dan anggota TNI/Polri, serta Pejabat Esalon II dan III lingkup Pemkab Bursel. (SBS-02)
- - - - - - -


Namrole, SBS
Pegawai honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namrole bernisial SK (24) yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga Apotek RSUD Namrole bernasip sial. Ia diperkosa Rijal Papalia (19), warga Desa Labuang, Kecamatan Namrole asal Desa Waemala, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) ketika sedang menjalankan tugas, Kamis (16/8) sekitar pukul 03.00 WIT di Apotek RSUD Namrole.

Tak hanya diperkosa, SK yang adalah warga Desa Elfule, Kecamatan Namrole, Kabupaten Bursel asal Desa Kabau, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Malteng itu turut dianiaya terlebih dahulu oleh Pelaku hingga mengalami memar di hampir seluruh wajahnya dan menyebabkan darah terus keluar dari telinganya.

Kapolsek Namrole, AKP Yamin Selayar kepada wartawan di RSUD Namrole mengaku bahwa kronologis kejadian itu bermula ketika pelaku datang ke Rumah Sakit bersama tiga orang rekannya guna menjenguk keluarga salah satu rekannya yang sementara dirawat di Rumah Sakit.

Diduga, ketika berada di Rumah Sakit itu, pelaku bersama rekan-rekan mereka kemudian mengkonsumsi minuman keras jenis sopi.

Tak lama kemudian, pelaku kemudian meminta izin kepada rekan-rekannya untuk pergi sebentar mencari minuman. Pelaku kemudian menghilang dari rekan-rekannya kurang lebih 30 menit lamanya dan ternyata selama menghilang itu, pelaku mempergunakannya untuk menganiaya korban yang sementara menjaga Apotik seorang diri dan kemudian memperkosanya.

“Saat korban ditemukan oleh saksi yang adalah rekan-rekannya, korban sudah dalam keadaan setengah terlanjang,” kata Kapolsek.

Pasca kejadian itu, pihak rumah sakit pun melaporkan kejadian itu kepada pihak Polsek Namrole yang tak lama setelah menerima laporan itu pun langsung mendatangi Rumah Sakit guna melakukan penyelidikan terkait perbuatan bejat pelaku itu.

“Awalnya kami belum mengetahui siapa pelakunya, tetapi setelah kami melakukan interogasi terhadap ketiga rekannya yang sejak awal sudah mencurigai pelaku dan juga sejumlah pihak di rumah Sakit, kami menemukan adanya bukti-bukti yang cukup bahwa Rijal Papalia adalah pelakunya,” ungkap Kapolsek.

Tak menunggu lama, lanjut Kapolsek, sejumlah anggota pun langsung mendatangi kediaman pelaku di Desa Namrole dan membawanya ke Mapolsek Namrole beserta barang bukti berupa celana yang penuh dengan darah.

“Jadi, pasca kejadian itu pelaku sempat mengganti baju dan celana, tetapi celananya kami temukan dengan bercak darah, sedangkan bajunya tidak kami temukan. Selanjutnya pelaku sudah kami tahan dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” terang Kapolsek.

Sementara itu, Direktur RSUD Namrole, Sabaha Patah kepada wartawan diruang kerjanya mengaku bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada Satpam yang dinilai tidak menjalankan tugasnya dengan baik sehingga terjadinya kejadian pemerkosaan tersebut.

“Ya, petugas Satpam ini akan diberikan sanksi, apakah dirumahkan sementara atau langsung dipecat, tidak bisa main-main seperti itu, karena ini kejadian luar biasa sehingga saya juga harus ambil langkah yang betul-betul dan menjadi pelajaran untuk semua Satpam yang ada. Sebab, Satpam yang bertugas harus kerja sesuai SOP,” kata Sabaha.

Dokter masih melakukan visum, kalau pertimbangan dokter harus di rujuk, maka RSU Namrole akan mengambil langkah, sebab ini adalah pegawai rumah sakit sehingga keluarga juga puas.

Sementara untuk korban, lanjjut Sabaha, sementara dirawat di RSUD Namrole dan akan divisum oleh dokter. Dimana, dari hasil visum dokter tersebut pihaknya akan mendapatkan masukan apakah koeban harus dirujuk ke Ambon ataukah bisa ditangani di RSUD Namrole saja.

“Sementara dokter spesialis lagi tangani, nanti dokter konsultasi dengan saya, kalau harus dirujuk maka akan kita rujuk sehingga keluarga juga puas. Saya sebagai pimpinan, saya juga ambil langkah,” ucapnya.

Selain itu, atas insiden ini, maka pihaknya akan lebih memperketat keamanan di RSUD Namrole, termasuk memperketat orang yang datang menjaga pasien yang sakit.

“Keluarga pasien itu juga harus taat aturan, sebab satu pasien itu rata-rata 20-30 pengunjung yang datang sampai malam disini, padahal pasien juga tidak apa-apa dan itu tanggung jawab Satpam. Jadi, kita juga akan buat surat izin jaga pasien seperti di RSUD Haulussy Ambon, ya paling tinggi 2 oranglah, dan surat itu akan dikeluarkan oleh bagian administrasi di depan,” tuturnya.

Sementara itu, tak terima dengan insiden pemerkosaan yang dialami oleh korban, sejumlah keluarga korban pun mendatangi RSUD Namrole mengamuk di rumah sakit tersebut.

Mereka mengutuk kelakuan biadap pelaku tersebut dan seharusnya tak layak dibiarkan hidup.
“Dia itu biadap, bunuh dia, bunuh dia,” teriak sejumlah keluarga korban yang tak terima saudari perempuannya menjadi korban pemerkosaan.

Selain itu, pihak keluarga korban pun mengaku sangat menyesalkan lemahanya pengamanan di Rumah Sakit tersebut bahkan Satpam di Rumah Sakit tersebut pun terkesan tak melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga ada pengunjung yang datang dan mengkonsumsi minuman keras di Rumah Sakit yang berujung pada insiden pemerkosaan itu.

Tak hanya, di Rumah Sakit, sejumlah keluarga korban pun dengan kondisi emosi sempat mendatangi pelaku di Mapolsek Namrole, namun kedatangan mereka itu tak diizinkan oleh pihak Mapolsek Namrole untuk menemui pelaku karena ditakutkan akan terjadi tindakan pidana lainnya yang tak diinginkan. (SBS-01)

- - - - -


Namrole, SBS 
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap dua terduga teroris jaringan Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kedua terduga teroris ini ditangkap di Rumah Makan Ayah, Kilo Meter II, Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Provinsi Maluku, Sabtu (11/8) sekitar pukul 14.00 WIT.
Mereka yang ditangkap itu bernama Miswar Ipa dan Kasim Kho yang merupakan warga Desa Waelikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Bursel.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan di Namrole, Rabu (15/8) terungkap bahwa penangkapan terhadap kedua terduga teroris ini dilakukan oleh Tim Densus 88 setelah sebelumnya kedua terduga teroris tercium intens melakukan hubungan komunikasi dengan pengganti pimpinan teroris Poso Ali Santoso, bernama Ali Kelora yang juga merupakan warga Desa Waelikut yang hingga saat ini masih menjadi target penangkapan oleh Densus 88.

Dimana, setelah mendeteksi keberadaan kedua terduga teroris ini di Kabupaten Bursel, Tim Densus 88 kemudian terjun ke Bursel dan ketika mengetahui keduanya sementara makan siang di Rumah Makan Ayah, Tim Densus 88 yang dibantu anggota Polda Maluku yang bertugas pun langsung melakukan penangkapan terhadap kedua terduga teroris tersebut.

Saat ditangkap itu keduanya tak melakukan perlawanan dan langsung di giring ke Mapolsek Namrole untuk diinterogasi lebih lanjut. Dimana, handphone kedua terduga teroris pun langsung disita sebagai barang bukti adanya keterkaitan antara keduanya dengan jaringan teroris Poso.

Selama di Mapolsek Namrole itu, kedua terduga teroris ini pun mendapat pengamanan sangat ketat hingga keesokan harinya, yakni Minggu (12/8) pagi, keduanya langsung di giring ke Lapangan Terbang (Lapter) Namrole dan langsung diberangkatkan ke Ambon dengan menggunakan pesawat Trigana Air jenis ATR 42.

Dari informasi terpercaya yang didapati pun, kedua terduga Teroris ini telah dibawa langsung ke Jakarta guna diproses lebih lanjut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Buru, AKP M Ryan Citra yang dikonfirmasi via pesan singkat terkait penangkapan kedua terduga teroris itu enggan untuk berkomentar dan mengarahkan wartawan untuk mengkonfirmasi hal ini secara langsung ke Mapolda Maluku.

“Terkait dengan hal tersebut, saya tidak bisa berkomentar, karena memang saya tidak punya datanya dan juga kita tidak tahu hal tersebut. Ada baiknya langsung ke Bidang Humas Polda saja untuk menanyakan hal tersebut,” kata Citra.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis,pihak Humas Polda Maluku belum dapat dikonfirmasi. (SBS-01)
- - - - - - - - -


Namrole, SBS 
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Hakim Souwakil melantik Pengurus KNPI tingkat Kecamatan se-Kabupaten Bursel periode 2017-2020, Rabu (15/8) di Gedung Serbaguna Desa Labuang.

Pengurus Kecamatan KNPI yang dilantik berjumlah 60 orang dari enam Kecamatan se-Kabupaten  Bursel.  Untuk Pengurus KNPI Kecamatan Namrole diketuai oleh Jalaludin Rahantan, Mateus Nurlatu sebagai Sekretaris dan Nur Asia Titawael sebagai Bendahara.

Selanjutnya untuk Kecamatan Fena Fafan diketuai oleh Jamson Soulisa, Matis Ririnama sebagai Sekertaris dan Martinus Liligoly sebagai Bendaharanya.

Berikutnya untuk Kecamatan Waesama, diketuai Syarifudin Hams, Gafur Pontororeng sebagai Sekretaris dan Mardiani Umanailo sebagai Bendahara.

Sementara untuk Kecamatan Ambalau diketuai oleh Wahab Loilatu, Kader Namkatu sebagai Sekretaris dan Husen Solissa sebagai Bendahara.

Sedangkan untuk Kecamatan Leksula diketuai oleh Igiajatius Lautloly, Fadlan Taipabu sebagai Sekretaris dan Refalin G Teslatu sebagai Bendahara.

Selain itu, untuk Kecamatan Kepala Madan diketuai oleh La Ode Abdul Nasir, Anlan Matdoan sebagai Sekretaris dan Rijal Kabaena sebagai Bendahara.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bursel, Hakim Souwakil dalam arahannya dielah-selah pelantikan itu mengajak seluruh pemuda yang ada di Kabupaten Bursel untuk berkontribusi menyukseskan dan mendukung program Pemerintah Kabupaten Bursel.

Menurutnya, KNPI kedepan harus dibangun dengan ide-ide yang baik dan aktivitas yang baik. Mengingat tantangan kedepan semakin berat, KNPI merupakan sebuah kekuatan besar untuk melakukan sebuah perubahan di daerah ini. 

Iya mengatakan, KNPI Kecamatan  harus menjadi agen perubahan dan mitra yang baik pemerintah daerah dalam rangka mendukung setiap program pembangunan yang berlangsung, demi menjawab kesejatraan masyarakat di daerah ini.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bursel, Syahroel E Pawa dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada Pengurus KNPI Kecamatan yang baru dilantik.

Ia berharap dalam proses kedepan, KNPI sebagai lembaga koordinasi dalam menghimpun para pemuda dan organisasi kepemudaan, harus  dapat menjalankan amanah yang diemban dengan baik sehingga organisasi ini bisa berkembang lebih baik lagi.

Pawa juga mengharapkan, KNPI selaku induk organisasi kepemudaan dapat menghimpun dan memberikan pembinaan terhadap pemuda dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan  di daerah ini kedepannya.

“Kami dari  Pemkab Bursel  juga siap mendukung dan bekerja sama dengan KNPI maupun OKP lainnya untuk melaksanakan berbagai kegiatan kepemudaan di daerah,” kata Pawa.

Untu diketahui, kegiatan itu selain dihadiri oleh Sekda Bursel, hadir pula Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bursel Efendy Hatue, Camat Namrole Abas Lesnussa dan  Ketua GRANAT Kabupaten Bursel, Jalil Haulussy. (SBS-01)
- - - - - -


Namrole, SBS 
Wonderful Sail 2 Indonesia (WS2I) destinasi Tifu, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Tahun 2018, sepi dari pemberitaan media baik itu, cetak, elektonik maupun media online.

Kegiatan yang dikemas menjadi satu dengan Festival Teluk Tifu oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bursel itu, diketahui berlangsung 10-13 Agustus kemarin.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bursel, Taufik Hidayat, sangat menyayangkan hal itu. Padahal menurut dia, event berskala internasional tersebut harus menjadi sorotan media untuk mempromosikan daerah yang kental dengan kehidupan Kai Wait itu.

Padahal kalau media dilibatkan, tentu kegiatan ini dapat dipublikasi kepada masyarakat luas sekaligus mempromosikan potensi pariwisata di wilayah dengan semboyan Lolik Lalen Fedak Fena atau Satukan Hati Membangun Negeri.

“Saya juga heran kenapa teman-teman wartawan disini tidak dilibatkan dalam kegiatan sebesar itu, padahal Bursel perlu dan penting untuk dipublikasikan,” tandas Hidayat kepada wartawan di Namrole, Selasa (14/08).

Ia berharap Bupati Tagop Sudarsono Soulisa dan Wakil Bupati Buce Ayub Seleky dapat mengevaluasi kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan maupun Bagian Humas Setda Kabupaten Bursel.
“Kinerja kedua intansi ini harus dievaluasi pak Bupati,” tegasnya.

Terpisah wartawan online Berita Maluku korespoden Buru Selatan, Nardo Leleury mengungkapkan lantaran tidak dipublikasi media, hampir sebagian besar masyarakat khususnya di pusat Kota Namrole maupun di Maluku, tidak mengetahui kegiatan ini.

“Bayangkan saja, event berkelas internasional seperti ini ada yang tidak diketahui masyarakat di Namrole,”terangnya.

Menurutnya, pelaksanaan WS2I di dua tahun sebelumnya begitu ramai diberitakan media. Namun ketika tahun ini tempat penyelenggaraanya dipindahkan ke Teluk Tifu, Desa Tifu Kecamatan Leksula, tidak ada pemberitahuan resmi kepada awak media untuk meliput kegiatan ini.

“Ya kalau media tidak dilibatkan tidak masalah itu urusan mereka, tetapi kita sangat sayangkan itu, Pemda sudah keluarkan anggaran yang begitu besar, walaupun nantinya baru diajukan pada APBD Perubahan tetapi dampaknya tidak terlalu besar bagi kemajuan pariwisata di Kabupaten Buru Selatan. Karena masyarakat tidak tahu perkembangannya,” sindir Leleury menutup komentarnya. (SBS-09)
- - - - -


Namrole, SBS 
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buru Selatan diminta untuk mempercepat proses pembangunan ruas jalan dari desa Tifu ke pusat kecamatan desa Leksula yang menjadi pusat ibukota kecamatan Leksula.

Pasalnya, saat ini pemerintah Kabupaten Buru Selatan genjar-genjar melaksanakan sejumlah kegiatan di wilayah kecamatan tersebut. Salah satu kegiatan yang saat ini sementara dilakukan yakni kegiatan Fetival Teluk Tifu.

“Ruas jalan ini menjadi urat nadi masyarakat di desa Tifu maupun masyarakat di kecamatan Fena Fafan Kabupaten Buru Selatan yang ingin bepergian ke Kota Lekusla. Kita berharap ada perhatian pemerintah kabupaten Buru Selatan teutama Dinas Pekerjaan Umum,” harap Risat salah satu warga Leksula, Senin (13/08).

Apalagi lanjut dia, belakangan ini ada kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah di desa Tifu. Otomatis arus lalu lintas masyarakat dan kenderaan yang hendak menuju ke desa Tifu menjadi pilihan utama masyarakat di sana.”Kalau ruas jalannya sudah di aspal dengan baik otomatis pergerakan manusia dan kenderaan ke desa Tifu akan semakin lancar. Demikian juga pergerakan manusia dari kecamatan Fena Fafan menuju Kota Leksula yang menjadi ibukota kecamatan Leksula,”ujarnya.

Dirinya berharap, dalam tahun anggaran 2019 mendatang, ada alokasi anggaran yang disiapkan oleh pemerintah daerah untuk menyelesaikan ruas yang panjangnya puluhan kilometer itu.

” Saya berharap tahun 2019 ada alokasi anggaran yag cukup untuk pekerjaan pembangunan ruas jalan itu. Minimal jalan itu sudah harus diaspal,karena menjadi urat nadi masyarakat setempat,”pungkasnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Buru Selatan Jefri Hungan mengaku karena keterbatasan anggaran sehingga penyelesaian sejumlah ruas jalan di Kabupaten Buru Selatan terhadap.

”Memang kita upaykan agar ruas-ruas jalan strategis dan yang menjadi akses perekonomian masyarakat bisa di tuntaska.Namun semua itu harus membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,”pungkasnya. (SBS-07)
- - - - - - -

Namrole, SBS 
Sedikitnya 300 siswa anggota Pramuka yang berasal dari 23 sekolah dalam wilayah Kota Namrole dan sekitarnya, melakukkan kegiatan perkemahan kepramukaan di Pusat Kota Namrole tepatnya dilokasi eks MTQ Provinsi Maluku di Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan.

Ratusan siswa-siswi SD dan SMP ini terbagi dalam 28 tenda pramuka. Kegitan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari Pramukaan ke 57 14 Agustus 2018.

”Jadi memang saat ini ada kegiatan perkemahan yang dilakukan pramukayang adalah para siswa-siswi SD dan SMP dari 23 sekolah yang ada di Kota Namrole. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperinghati hari Pramuka ke 57,”ujar Ketua Kwartir Ranting Namrole MaxiGen Lesnussa kepada wartawan di Namrole Senin (13/8).

Lesnusa yang juga kepada unit pelaksana teknsi daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Namrole ini mengunkapkan, perkemahan yang dilakukan kali ini disesuaikan dengan tema HUT Pramuka yakni Pramuka Perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tema HUT kali ini yakni Pramuka Perekat NKRI,ini yang menjadi spirita dari siswa dan guru yang menjadi anggota Pramuka,”sebutnya.

Lesnussa mengaku, kegiatan perkemahan yang dilakukan siswa-siswa ini untuk meningkatkan kemandirian mereka (siswa-red) ketika menjadi anggota pramuka. Lewat kegiatan ini siswa-siswa bisa belajar untuk mandiri dalam berbagai hal.

Lesnussa berharap lewat kegiatan ini, keberadaan Pramuka di Kota Namrole bisa berkembang. Kita berharap lewat kegiatan ini keberadaan Pramuka di Kota Namrole bisa berkembang. Selain kegiatan perkemahan, sambung dia, akan dilakukan pelantikan Gugus Depan (Gudep) masing-masing sekolah.

“Kita rencanakan sebentar akan dilakukan pelantikan kepada Gudep masing-masing sekolah yang akan dilakukan oleh Kwara kecamatan Namrole atau Kwatir Ranting Namrole. Pelantikan dilakukan oleh ketua Kwara Namrole,”pungkasnya. (SBS-09)
- - - - -

Namrole, SBS 
Sedikitnya 51 peserta ikut dalam kegiatan rally wisata yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Bursel dalam rangka memeriakan Wonderful Sail 2 Indonesia destinasi Tifu dengan menempu jarak dari Kota Namrole menuju Desa Tifu Kecamatan Leksula, Sabtu (11/08).

Rally Wisata ini mulai start dari depan kantor bupati ini, akan ditempuh peserta dengan rute  dari Namrole, menuju Desa Modan Mohe. Dari Modan Mohe peserta melakukan perjalan menuju Desa Batu Karang (Kecamatan Fena Fafan) dan dari Desa Batu Karang, peserta rally melanjutkan perjalanan menuju ke Desa Waekatin. Kemudian di Desa Waekatin para peserta akan mengikuti uji ketangkasan, selanjutnya peserta akan menuju Desa Tifu sebagai lokasi pusat diselenggarakannya Wonderfull Sail 2 Indonesia (WSI2).

Bupati Bursel Tagop Sudarsono dalam arahan singkatnya sebelum melepas peserta Rally, mengatakan kegiatan rally wisata ini akan dijadikan agenda rutin IMI dalam mepromosikan wisata yang ada di Bursel.

Ini menjadi agenda IMI baik ditingkat kabupaten maupun provinsi dan juga sekaligus dalam rangka promosi daerah dan wisata kita yang tentunya semakin hari semakin baik dan mendunia,” kata Bupati.

Bupati akui, memang kegiatan rally tersebut direncanakan mendadak tetapi dengan kesiapan dari IMI dan kerjasama dengan pemerintah daerah serta KONI Bursel dan juga telah berkoordinasi dengan IMI provinsi, dalam waktu satu minggu saja kegiatan rally tersebut bisa bisa dilaksanakan.

Olahraga otomotif ini menurut Tagop adalah salah satu olah raga yang perlu dikembangkan di Bursel karena memiliki potensi wilayah yang cukup besar yang dapat menjadi sarana untuk melakukan kegiatan Rally.

Selain memperebutkan total hadiah belasan juta yang disiapkan IMI, Kegiatan Rally wisata yang baru pertama dilaksanakan di Bursel itu juga bertujuan untuk memperkenalkan apa saja wisata yang ada di Kabupaten Bursel.

“Tentunya kegiatan ini ada bonus yang akan diberikan oleh IMI Kabupaten Bursel dengan total Rp. 15.000.000, dan ini nanti berkembang mudah-mudahan tahun depan kita akan kembangkan lagi bonus-bonus sehingga semakin banyak peserta yang mengikutinya, karena dalam rally ini akan memberikan pengenalan terhadap potensi-potensi wisata yang ada di Bursel,” ucap Bupati Bursel dua periode itu.

Tagop berharap dalam rally tersebut peserta dapat tertib terhadap persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia serta menyiapkan apa saja yang menjadi persyaratan dari peserta itu sendiri.

“Saya lebih berharap peserta lebih tertib nantinya. Ada persyaratan-persyaratan minimal dari peserta juga harus dipersiapkan yang berkaitan dengan keselamatan saat berkendara sepeda motor, dan mudah-mudahan  semuanya sudah siap,” ujarnya.

Ia juga menginginkan setiap peserta rally tidak mencurangi panitia maupun peserta lainya dengan tujuan memenangkan pertandingan dengan cara sampai tiba duluan di finis karena dalam rally wisata bukan kecepatan yang di nilai, namun ada bagian-bagian tersendiri yang menjadi kriteria penilaian dari panitia.

“Kita harus objektif jangan curang, biasanya ada peserta yang curang misalnya potong jalan dan sebagainya tentu panitia akan melihat hal tersebut. Ini rally wisata bukan uji kecepatan, dan ada jalan SS yang akan menjadi standar penilaian waktu tempuh, nanti masing-masing akan dilepas oleh panitian dan akan di hitung waktunya oleh panitia sebagai nilai dalam menentukan kemenangan dari peseta tersebut,” ucapnya.

Selain diikuti oleh masyarakat, TNI dan Polri dalam rally itu,  Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulissa, Sekda Bursel Syahroel Pawa dan sejumlah Pimpinan OPD dan dilingkup Pemda Bursel Ikut meramaikan Rally wisata tersebut. (SBS/02)
- - - - - - - - -