Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Sosial

News Politik

News Hukrim

News Buru Selatan

News Kabupaten Buru

News Pariwisata



Namrole, SBS 
Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Senin (15/10) terancam mubasir akibat di tundanya perhitungan surat suara pada dua TPS di desa tersebut.

PSU yang dipusatkan di tiga TPS, yakni TPS I di SD Inpres Labuang, TPS II di Kantor Desa Labuang dan TPS III di Kilo Meter VII Waenewen itu hingga pukul 20.00 WIT itu baru dilakukan perhitungan khusus untuk TPS III saja.

Dalam PSU itu, baru dilakukan perhitungan khusus untuk TPS III sebelum batas waktu pencoblosan pada pukul 17.00 WIT karena tak ada lagi pemilih yang datang untuk melakukan pencoblosan.

Dimana, mantan Kepala Desa Labuang dengan nomor urut 03, Remsy Nurlatu berhasil meraih 106 suara. Sedangkan Edison Nurlatu dengan nomor urut 04 meraih 5 suara dan Daniel M Baker dengan nomor urut 05 meraih 3 suara. Sementara Suraji Fakaibun dengan nomor urut 01 dan Muhamad Rentua dengan nomor urut 02 tidak meraih 1 suara pun.

Pada TPS dengan Jumlah DPT 139 pemilih itu, ada sebanyak dua surat suara rusak dan 23 surat suara yang tidak terpakai.

Sementara untuk TPS 01 dan TPS 02 yang telah selesai melakukan pencoblosan hingga pukul 17.00 WIT tidak dilakukan perhitungan hingga pukul 20.30 WIT lantaran setelah Panitia Pilkades Kabupaten Bursel melakukan perhitungan jumlah partisipasi pemilih yang melakukan pencoblosan pada ketiga TPS, ternyata partisipasinya minim dan tidak mencapai 50 persen tambah satu.

Dimana, untuk TPS 01, jumlah pemilih yang menyalurkan hak pilihnya hanya mencapai 419 orang dari jumlah DPT 1.239 pemilih.

Sedangkan, pada TPS 02, jumlah pemilih yang menyalurkan hak pilihnya hanya mencapai 485 orang dari jumlah DPT 1.180 pemilih.

Jadi, dari total DPT Pilkades Labuang yang mencapai 2.558 pemilih, hanya 1.020 pemilih (39,87 persen) yang menggunakan hak pilihnya dan tidak mencapai 50 persen tambah satu.

Terkait itu, Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Bursel, Ridwan Nyio yang juga Sekretaris Panitia Pilkades Kabupaten Bursel di hadapan saksi di TPS 01 sekitar pukul 19.15 WIT mengaku bahwa perhitungan belum dapat dilakukan.

Menurut Nyio, Panitia Pilkades Kabupaten Bursel dan kelima Calon Kepala Desa akan baru akan melakukan rapat bersama guna memutuskan apakah akan dilakukan perhitungan suara pada TPS 01 dan TPS 02 kendati partisipasi pemilih tak mencapai 50 persen tambah satu ataukah ada solusi lainnya yang akan diambil.

“Perhitungan suara belum bisa dilanjutkan malam ini. Kita akan melakukan rapat tertutup antara pemda dengan kandidat untuk menentukan langkah selanjutnya. Pemda berkewajiban untuk menentukan langkah selanjutnya dari hasil PSU di Desa Labuang,” kata Nyio.

Lanjutnya, untuk surat suara yang sudah dicoblos dan surat suara yang tidak terpakai maupun yang sudah dipalang akan dituangkan dalam berita acara dan akan diamankan di TPS 02 Kantor Desa Labuang dengan pengamanan dari anggota Polsek Namrole yang dibantu oleh Satpol PP Kabupaten Bursel.

Sementara pada pukul 19.30 WIT, Sekda Kabupaten Bursel Syahroel E Pawa yang didampingi Asisten I Setda Kabupaten Bursel yang juga Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Bursel Alfario Soumokil turut mendatangi TPS 01.

Soumokil pada kesempatan itu mengatakan akan dilakukan pertemuan antara Pemda Bursel dengan para kandidat Pilkades Labuang sehingga dirinya meminta kepada para saksi kelima kandidat untuk memberitahukan kepada kandidat masing-masing agar menghadiri pertemuan yang akan dilaksanakan pada pukul 21.00 WIT di ruang Sekda Bursel guna membicarakan solusi terbaik pasca pencoblosan PSU Pilkades Labuang tersebut.

“Jadi, untuk para saksi tolong disampaikan kepada para kandidat untuk menghadiri pertemuan pukul 21.00 WIT di ruang Sekda dan kepada para penyelenggara dan pihak keamanan untuk mengamankan kelengkapan PSU, baik kotak suara dan surat suara untuk diamankan di TPS 02. Nanti proses pengangkatannya tolong diatur secara baik dengan pihak keamanan supaya tidak menimbulkan kecurigaan,” terangnya. (SBS/01)

- - - - - - -


Namrole, SBS
Baku Dapa Anak dan Remaja Klasis GPM Buru Selatan dibuka Wakil Bupati Buce Ayub Seleky, berlangsung di Jemaat Waeraman, Desa Waerama, Kecamatan Fena Fafan, Minggu (14/10).

Kegiatan ini diikuti 29 Jemaat dalam Klasis GPM Buru Selatan.

Wabup dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini menjadi inspirasi dan spirit untuk dapat membangun kreatifitas anak dan remaja agar mandiri serta bertanggungjawab.

“Kegiatan baku dapa anak hendaknya menjadi inspirasi dan spirit bagi kita semua sebagai pendeta, pengasuh, Guru PAK di sekolah, majelis jemaat serta yang paling utama orang tua. Agar dapat membangun kreatifitas anak dan remaja supaya mereka mandiri, bertanggungjawab dan penuh pengharapan menyonsong  masa depan yang lebih baik,” katanya.

Kata dia, pemerintah daerah mengapresiasi baku dapa anak dan remaja yang menjadi program tetap GPM.


Dalam rangka meningkatkan kapasitas anak dan remaja menghadapi perkembangan masa kini, membutuhkan strategi yang mampu mendukung pembinaan karakteristik, mental dan intelegensi tumbuh kembang anak.

“Anak dan remaja dapat tumbuh dan berkembang secara normal karena kita telah mampu menciptakan lingkungan ramah anak sehingga implementasi klegiatan ini diharapkan dapat diteruskan di lingkungan keluarga, desa dan lingkungan sekolah,” ajaknya.

Seleky yang juga mantan Kepala BKD Kabupaten Bursel itu, menegaskan upaya agar anak terhindar dari berbagai tindak kekerasan dan diskriminasi harus terus dilakukan. “Adalah penting bagi kita untuk memberi kebebasan berekspresi dan ruang kreatif yang seluas-luasnya bagi anak dan remaja melalui berbagai kegiatan termasuk kegiatan ini,” pungkasnya. (SBS/01)

- - - - - - - -


Namrole, SBS 
Sebanyak dua unit rumah di Kilo Meter II Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan dilahap si jago merah, Senin (15/10).

Kebakaran ini diduga akibat arus pendek listrik dari rumah keluarga Edi Usman (40) itu terjadi sekitar pukul 18.05 WIT ketika Edi dan istrinya Diana tidak berada di rumah dan sementara berjualan di Pasar Kai Wait Namrole.

Sumber api yang bersumber dari rumah Edi itu dengan cepat merambat dan membakar hampir seluruh rumah dan mulai membakar rumah keluarga Aode yang berada di samping kanan rumah milik Edi.

Mengetahui adanya kebakaran itu, ratusan masyarakat pun mendatangi lokasi kebakaran dan membantu proses pemadaman secara gotong royong dengan air seadanya yang berada disaluran riol yang berada di depan kedua rumah yang terbakar.

Proses pemadaman yang dilakukan oleh masyarakat itu berlangsung cepat dan dapat memperkecil api yang bernyala dan mengancam sejumlah rumah disekitarnya.

Tak lama kemudian, bantuan air dengan mobil pick up pun di datangkan untuk melakukan pemadaman dan akhirnya pada pukul 18.40 WIT, api berhasil dipadamkan.

Dimana, akibat kebakaran itu, hampir seluruh bagian rumah milik Edi hangus terbakar. Sedangkan rumah milik Aode hanya terbakar pada bagian atas saja.

Sementara itu, hingga api berhasil dipadamkan itu, mobil pemadam kebakaran pun tak kunjung tiba di lokasi kebakaran. Sementara Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadaman Kebakaran Kabupaten Bursel yang coba dihubungi sejumlah pihak untuk menerjunkan mobil pemadam kebakaran pun tak bisa dihubungi.

Sementara itu, Diana, pemilik rumah mengaku tak tahu pasti soal sumber api yang menyebabkan kebakaran di rumahnya itu.

“Saya tidak tahu penyebab kebakaran itu. Sebab, saya sementara berjualan di pasar,” kata Diana yang biasa disapa Mama Alimin kepada wartawan dengan berderai air mata.

Menurut Diana, sejak pagi, dirinya bersama suami keluar rumah ke pasar untuk berjualan dan tidak memasak sama sekali sehingga tidak mungkin sumber api berasal dari kompor.

“Kami sudah keluar rumah sejak pagi dan kami tidak memasak sama sekali di rumah. Jadi tidak ada sumber api apa-apa di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Edi kepada wartawan mengaku saat kebakaran, Ia berada di pasar dan kendati belum mengetahui rumah siapa yang terbakar, Ia langsung berlari menuju rumahnya yang berjarak kurang lebih 300 meter dari Pasar.

Sesampainya di depan rumah, Ia pun kaget karena memang rumahnya telah dilahap api sehingga Ia pun bersama ratusan warga lain pun kemudian berbondong-bondong melakukan pemadaman terhadap api yang sudah melahap rumahnya itu.

Edi mengaku akibat kebakaran itu, kerugian yang dialami pihaknya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Kerugian kami ratusan juta, sebab ada uang tunai Rp. 30 juta dan semua barang di dalam rumah hangus, yang ada hanya pakaian di badan dan tidak ada apa-apa lagi,” terangnya.

Kapolsek Namrole AKP Yamin Selayar yang dikonfirmasi perihal penyebab kebakaran itu via pesan singkat, Senin (15/10) tidak membalas. Ketika dihubungi via telepon selulernya pun tak direspon. (SBS/01)

- - - - - -


Namrole, SBS 
Belum meratanya penyebaran undangan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan akhirnya diundur. Sebelumnya panitia pilkades tingkat kabupaten menjadwalkan PSU dilakukan Sabtu (13/10).

Dengan kesiapan panitia pilkades tingkat kabupaten dan pembagian undangan kepada warga Desa Labuang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) belum merata akibatnya PSU diselenggarakan hari ini, Senin (15/10).

Hal utu diungkapkan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Buru Selatan, Ridwan Nyio yang dikonfirmasi kami melalui telepon selulernya kemarin.

Kata Nyio, penundaan tersebut atas kesepakatan bersama seluruh calon Kepala Desa dan panitia pilkades tingkat kabupaten. 

“Penundaan karena distribusi undangan belum merata. Sehingga kita undang seluruh calon kepala desa untuk rapat dan menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Atas persetujuan bersama makam PSU dilaksanakan Senin (15/10),”ujar Nyio.

Ditanya apakah distribusi undangan kepada warga sudah merata, Nyio menyebutkan sekitar 90 persen telah diterima warga DEsa Labuang.

“Tersisa yang belum dibagi  terbagi yang masih berada di panitia itu kurang lebih 200 undangan. Bagi masyarakat yang namanya ada di DPT namun belum menerima undangan silahkan datang ke panitia,” sebutnya.

Menurut dia, panitia menyiapkan tiga lokasi tempat pemungutan suara (TPS).
“Jadi ada tiga TPS yakni di SD Negeri 1 Labuang, Balai Desa Labuang dan di dusun kilo tujuh,” tuturnya.

Sedangkan, PSU pilkades Labuang juga diperketat dengan pengawalan aparat keemanan dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Buru Selatan.

“Sesuai hasil rapat dengan pak sekda dan pihak keamanan. Satu TPS dijaga enam personil  aparat keamanan ditambah empat orang Satpol PP untuk TPS 1 dan 2. Sementara TPS 3 di Dusun kilo tujuh itu tetap enam perosil keamanan dan dibantu 2 personil,” jelasnya.

Nyio yang juga mantan Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan, menghimbau warga Desa Labuang untuk berbondong-bondong datang menyalurkan hak suaranya pada PSU agar bisa memenuhi persyaratan 50 persen lebih sesuai aturan yang berlaku.

Sekedar diketahui pilkades serentak gelombang kedua yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan berlangsung 1 Oktober 2018 kemarin, salah satunya Desa Labuang.

Namun lantaran partisipasi pemilih tidak mencukupi ketentuan 50 persen tambah satu  dari jumlah DPT  Pilkades Labuang 2.482 orang maka atas kesekapatan calon kepala desa dan panitia kabupaten dilaksanakan PSU.

Pilkades Labuang diikuti lima kandidat masing-masing, Remsy Nurlatu, Daniel Baker, Muhamad Tentua, Edison Nurlatu  dan  Suradji Fakaubun. (SBS/09)

- - - - - -


Maritim, Bali - SBS
Pertemuan Annual Meeting (AM) IMF-WB 2018 telah secara resmi berakhir pada Minggu (14/10/2018). Secara garis besar perhelatan tersebut berjalan dengan sangat sempurna. Bahkan Indonesia telah menaikkan standar tinggi atas karena keberhasilannya menyelenggarakan perhelatan tersebut.

Hal ini tercermin dalam konfrensi pers penutupan AM-IMF 2018 di Bali International Convention Center. Dimana konfrensi pers tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Menurut Menko Luhut, seluruh perhelatan AM IMF-WB berjalan sangat baik. Tidak ada hambatan yang berarti.

"Kita sejauh ini telah menerima komentar yang baik dari peserta dan pihak-pihak yang hadir di sini. Kami tidak menemukan hambatan yang mengganggu acara utama, acara paralel, dan acara tuan rumah," kata Menko Luhut.

Menko Luhut yang juga merupakan ketua panitia nasional pertemuan tersebut juga menambahkan, keberhasilan ini merupakan bukti konkrit kuatnya komitmen bersama seluruh stakeholder pemerintahan Indonesia dibawah kepemimpinan kuat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal sebelum pelaksanaan, Indonesia dihadapkan dengan rentetan bencana alam besar di beberapa daerah di Indonesia yang berhasil juga ditangani dengan baik.

"Kesuksesan ini mendemonstrasikan kemampuan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Indonesia mampu menyelenggarakan acara secara simultan di tengah penanganan bencana," ungkap Menko Luhut.

Dengan berakhirnya acara pertemuan tahunan tersebut, Menko Luhut mengatakan, Indonesia akan dapat terus dikenang oleh dunia. Pasalnya ini menjadi perhelatan AM IMF-WB terbesar sepanjang sejarah. Tercatat jumlah delegasi dan peserta yang hadir dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 mencapai 36.669 orang.

"Saya rasa sejauh ini mereka sudah sangat bahagia sekali. Dan saya juga senang Pak Jim dan Bu Lagarde telah alami pengalaman untuk naik taksi di Indonesia selama mereka tinggal di sini. Karena Mercedes Benz E200 yang digunakan adalah taksi yang disewa dan kami ubah sedikit tampilannya sehingga terlihat lebih mahal mobilnya," ujar Luhut.

Sementara itu Direktur Pelaksanan IMF Christine Lagarde menyatakan, dengan perasaan bangga bahwa Indonesia telah sukses menyelenggarakan acara pertemuan tahunan tersebut dengan sangat baik dan membuat nyaman para delegasi. Menurut dia, persiapan selama tiga tahun yang dilakukan masyarakat Indonesia setelah terpilih sebagai tuan rumah pergelaran acara pada 2015, tidak ada yang sia-sia.

"Terimakasih Indonesia untuk jerih payahnya! Saya berusaha keras untuk mencegah keraguan apapun. Saya bilang Indonesia yes! Saya ingin semuanya memahami bahwa pencapaian yang hebat ini dimulai tiga tahun lalu. Perjalanan panjang ke Indonesia, di mana Indonesia terpilih dari sejumlah kandidat lokasi pertemuan tahunan. Beberapa orang yang hadir di sini mulai bekerja gila-gilaan sejak tiga tahun lalu," kata Lagarde.

Sementar itu, Kim Yong Jim menyampaikan rasa bangganya karena Indonesia mampu mengakomodir acara berskala international tersebut dengan sangat baik sambil mengurusi wilayah-wilayahnya yang terkena benca alam di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat dengan sangat baik dan cepat.

"Terima kasih banyak. Yang sudah kita pelajari di sini adalah orang Indonesia sangat memiliki ketahanan dan semangat. Kita dari World Bank senang bisa temukan hasrat semacam ini, sehingga kita respon dengan USD 1 miliar sebagai suplemen rehabilitasi dan rekonstruksi jaga ketahanan di Sulawesi dan Lombok," kata Jim. (SBS/Rls)

- - - - - -


Namrole, SBS 
Puluhan Siswa-siswi SMP di Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan menggelar aksi peduli dengan menggalang dana membantu masyarakat Palu, Donggala dan Sigi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), yang mengalami musibah bencana alam gempa dan Tsunami yang telah menelan ribuan jiwa.

Dalam aksi yang digelar, Jumat (12/10), melibatkan puluhan siswa dari dua sekolah yakni SMP Negeri Wali dan MTs Al Hilal Rahmatia dari Kecamatan Namrole bersama sejumlah guru.

Pantauan media ini, titik aksi berpusat di Bundaran depan Kantor Bupati Buru Selatan. Namun sebelumnya mereka dari SMP Namrole, berjalan kaki sambil membawa kotak tempat sumbangan yang dipegang sejumlah siswa.


Kordinator aksi Ketua Yayasan SMP Al Hilal Karmin Alwar kepada media ini mengatakan bahwa, mereke melakukan tindakan nyata aksi kepedulian kepada masyarakat di Palu, Donggala dan Sigi yang mengalami musibah gempah bumi dan Tsunami adalah keterpanggilan jiwa dan ingin membantu para korban yang ada I Sulteng.

"Mereka mengalami musibah yang sangat memprihatinkan sehingga menggugah rasa kepedulian kami," sebut Alwar.

Dikatakan, sehingga anak-anak  (siswa-siswi) ini menggalang dana menggugah rasa kepedulian masyarakat yang ada didalam kota Namrole Kabupaten Buru Selatan.


"Anak-anak ini menggalang dana menggugah rasa kepedulian dari masyarakat Buru Selatan terhadap saudara-saudara kita yang ada di Palu, Donggala dan Sigi," sebutnya.

Katanya bahwa duka mereka adalah duka kami. Menurutnya bahwa bencana yang terjadi sangat luar biasa sehingga membutuhkan kepedulian mereka dan masyarakat yang terkenah bencana adalah bagian dari mereka.

Sejumlah Panflet yang dibawakan bertuliskan, "MTs Rahmatiah dan SMP Namrole peduli gempah dan tsunami Donggala Palu dan Sigi". "Aksi peduli gempah dan tsunami KOTA PALU. Dan "Duka Mereka Duka Kita Juga" ini di bawa para murid dalam aksi penggalangan dan tersebut. (SBS/05)

- - - - -


Singapura, SBS 
Wakil Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura, Didik Eko Pujianto bersama Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono, meresmikan kepengurusan Generasi Wonderful Indonesia (GenWI) chapter Singapura, guna melakukan kampanye Digital Wonderful Indonesia bagi warga net (netizen) Singapura. 

Peresmian yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari kalangan Pelajar, Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dan Komunitas Seni Indonesia di Singapura, bertujuan untuk meningkatkan interaksi, promosi, dan sales destinasi wisata Indonesia melalui platform digital. 

Dalam sambutannya Wakil Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Didik Eko Pujianto, mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia di Singapura untuk turut serta mempromosikan destinasi-destinasi wisata Indonesia ke masyarakat Singapura, khusus nya bagi kalangan pelajar. Hingga bulan September 2018 tercatat lebih dari 1 juta wisman asal Singapura berkunjung ke Indonesia.

Selain itu Didik juga menambahkan bahwa hasil dari Leaders Retreat (pertemuan kedua pemimpin Indonesia-Singapura) yang baru saja dilakukan 2 hari yang lalu di Bali masih menjadikan pariwisata sebagai sektor utama kerjasama bagi kedua negara. 

Hadir sebagai pembicara utama Stafsus Menpar, Don Kardono yang memaparkan keuntungan yang dapat diperoleh bagi para Anggota GenWI, baik online maupun offline. 

Menurut Don, ALanggota GenWI dapat menjadi content creator sekaligus menjadi endorser sesuai dengan jumlah followernya. Untuk offline para Anggota GenWI dapat menjual paket wisata secara online melalui platform digital peer to peer dan mendapatkan komisi langsung dari pelaku usaha pariwisata lainnya.

Kegiatan diakhiri dengan pengukuhan pengurus GenWI Singapore Branch yang memiliki estimasi anggota lebih dari 1.000 pelajar Indonesia di Singapura, dengan kepengurusan sebagai berikut:


Ketua : Alvin Benjamin Haryono - Singapore Institute of Management, Wakil Ketua : Vincentius Ivan Gosyanto - Curtin University, Sekretaris : Valencia Agatha - James Cook University, Bendahara : Natanael Hans Effendy - Singapore Institute of Managemen, Kepala Divisi Publikasi : Della Alycia - Singapore Institute of Management, Kepala Divisi Media : Moelan Laksono - Singapore Institute of Management

Seusai pengukuhan Pengurus GenWI Singapore Branch menyampaikan komitmennya untuk turut serta berkontribusi online dan offline dalam upaya pemerintah  meningkatan pariwisata ke Indonesia, khususnya mendukung destinasi pariwisata baru, seperti dengan dibukanya rute Penerbangan langsung dari Singapura (Changi) ke Belitung (Tj. Pandan) yang akan dimulai pada tanggal 29 Oktober 2018 oleh Garuda Indonesia.

KBRI Singapura berharap kolaborasi bersama Kemenpar dan GenWI dalam menjalankan diplomasi ekonomi dapat memberikan dampak langsung untuk menyejahterakan rakyat. (SBS/Rls/W)

- - - - -


Namrole, SBS  
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) akan melaksanakan kegiatan Gala Desa memperebutkan Piala Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang rencananya akan berlangsung pada tanggal 22 Oktober 2018 akan datang di Kota Namrole Kabupaten setempat.

Demikian disampaikan oleh Sekertaris Koni Buru Selatan Arsad Souwakil kepada sejumlah awak media di Namrole, Kamis (11/10).

"Kegiatan Gala Desa adalah program Menpora, dan kami telah membentuk panitia teknis", ujar Arsad.

Arsad menuturkan, kegiatan Gala Desa ini adalah kegiatan olahraga yang baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Buru Selatan.

Dijelaskan, Panitia telah dibentuk berdasarkan SK Bupati. Dan anggaran kegiatan Gala Desa ini dari  Pemerintah Pusat yakni dari Menpora.

"Sifat kegiatan ini ada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora). Cuman ada kordinasi dengan Koni, ada empat Cabang yang dilibatkan untuk membentuk satu panitia," jelas Souwakil.

Ditambahkan, sebagai kordinator panitia dirinya telah melakukan rapat untuk mempersiapkan kegiatan-kegiatan turnamen antara lain sepak bola, tenis meja, dan bola Volly.

"Sepak bola rencana kami usia dibawa umur 18 tahun, kami juga mencari bibit (sepak bola). Selain sepak bola, juga ada pertandingan bola volly putra-putri, tenis meja dan atletik. Ada enam cabang olah raga tetapi hanya empat yang dilaksanakan di kabupaten kota," ucapnya.


Dikatakan, di Provinsi Maluku, ada empat kabupaten yang melaksanakan kegiatan Gala Desa ini termasuk Buru Selatan.

Untuk Persiapan panitia sendiri, menurut pria yang  murah senyum ini menjelaskan sudah mencapai 50 persen.

“Lapangan bola voly akan berlangsung di Gor halaman kantor Koni, tenis meja di Sekertariat Koni dan gedung serba guna. Untuk atletik ada pilihan, apakah depan kantor bupati atau di desa Wali, atau di Kompi,” terangnya.

Guna menunjang kegiatan Gala Desa ini, dikatakan bahwa panitia telah menyurati para camat dan kepala desa untuk mengikut sertakan masyarakatkat untuk berkompetisi dalam olahraga yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2018 akan datang ini.

Ditanya,  Apakah suda ada yang mendaftar untuk mengikuti kegiatan ini, kata Souwakil, surat pemberitahuan sudah disampaikan ke seluruh camat dan kepala desa dan belum ada yang mendaftar.

"Rencana (buka pendaftaran) tanggal 14 oktober ini, kalau dari usia yang kita siapkan/di minta itu tidak siap, kemungkinan kita buka untuk umum," jelasnya.

Untuk diketahui, Event Gala Desa yang dilaksanakan ini menperebutkan Piala Menpora. Dan direncanakan, akan dilaksanakan setiap tahun.

"Sementara untuk tahun akan datang akan dilakukan Kejurda untuk piala Bupati," tambanya. (SBS/02)

- - - - - -


Namrole, SBS
Gempa tektonik berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) terjadi di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, Kamis (11/10) pukul 11.55 WIT.

Informasi berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku di halaman facebook info BMKG Maluku, gempa berpusat di koordinat 4.95 Lintang Selatan dan 126.71 Bujur Timur, atau 135 kilometer tenggara Buru Selatan.

Menurut BMKG Maluku, gempa yang berada di kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut itu tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, kendati gempa tersebut berkekuatan 5,6 SR, namun tidak banyak yang merasakan adanya gempa tersebut, baik di Kota Namrole, ibu kota Kabupaten Bursel yang berdekatan dengan pusat gempa maupun Kecamatan Ambalau dan Kecamatan Leksula.

Bahkan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan, Awath Mahulauw yang berada di Kota Namrole pun mengaku tak merasakan getaran gempa tersebut.

“Tidak terasa (getaran), saya dalam pusat Namrole tidak terasa,” kata Mahulauw kepada wartawan di Namrole, Kamis (11/10).

Ketika ditanyai, apakah ada laporan dari masyarakat di kecamatan lain termasuk Kecamatan Ambalau yang sering terkena dampak bencana terkait dampak gempa itu, Mahulauw memastikan bahwa tak ada laporan masyarakat dan tak ada dampak fatal dari gempa itu.

“Malah yang paling jauh itu Ambalau bila dibandingkan dengan Namrole. Jadi, kalau yang dekat (Namrole-red) saja tidak rasa, apalagi yang jauh,” tuturnya. (SBS/01)

- - - -


Namrole, SBS 
103 tiang utilitas siap di pasang untuk mengalirkan aliran listrik ke dusun Kawalale sampai Desa Waenalut, namun yang menjadi masalah adalah lokasi lahan dan pohon milik warga yang belum dihibahkan untuk dibersikan menjadi lahan tempat berdirinya tiang utilitas tersebut.

“Ada 103 batang yang akan dipasang dari Kawalale sampai Waenalut, munkin didalamnya ada 9 untuk CTR. Tetapi yang menjadi permasalahannya adalah lahan yang belum dihibahkan untuk menjadi lokasi pemasangan tiang-tiang tersebut begitu juga dengan pohon-pohon milik warga,” kata kepala Kantor Pelayanan (KP) PLN Namrole Sumardi Karim kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (10/10).

Sumardi menjelaskan, untuk jarak pohon dengan jaringan itu seharusnya 5 meter di kiri dan 5 meter di kanan, karena jika tiang dipasang berdekatan dengan pohon dan kabel yang mengalirkan aliran listrik bisa menimbulkan gesekan yang sudah pasti akan menimbulkan masalah.

“Yang menjadi masalah itu tanaman dari masyarakat, kalau bisa itu di hibahkan atau dibicarakan dengan kontraktor secara kekeluargaan, karena ini untuk kepentingan masyarakat. Intinya semua senanglah masyarakat di sana dapat menikmati listrik,” ucapnya.

“Kalau ada pohon yang berdekatan, berarti itu rawan, dimana pada pengoperasian kedepan sudah pasti akan ada pemadaman, karna korslet yang bisa mengakibatkan kebakaran karena pohon-pohon milik masyarakat itu berada dekat dengan aliran listrik yang bisa menimbulkan terjadinya gesekan,” ungkapnya lagi.

Sementara untuk lahan, Ia mengharapkan, dapat diselesaikan secara kekeluargaan antara masyarakat dengan pihak kontraktor.

Dirinya menghimbau, kepada masyarakat agar dapat mendukung penuh proses pembangunan aliran listrik dan mengiklaskan pepohonan yang ada pada jalur pemasangan aliran listrik supaya bisa di pangkas untuk pemasangan tiang dan kabel listrik.

“Kami menginginkan dan menghimbau kepada masyarakat yang memiliki lahan dan pohon-pohon, agar mendukung proses pembangunan dan pemasangan tiang listrik ini, sehingga prosesnya dapat berjalan dengan lancar dan dapat menghindari terjadinya pemadaman di kemudian hari,” harapnya.

Ia menuturkan, untuk targetanya selesainya pembangunan jaringan ini tergantung cuaca dan kondisi alam, mengingat kondisi alam di Bursel yang tidak menentu dimana kalau hujan pasti air di sungai waetina akan meluap dan itu juga berpengaruh terhadap proses kerja.

“Kita sama-sama mensuportlah, tergantung kontraktor yang kerja, dan kondisi alam, yang jelas saat ini sementara di kerjakan karena bahan-bahannya baru tida dua hari yang lalu,” jelasnya.

Sementara untuk jalur pemasangan listrik ini, pria yang murah senyum ini menuturkan akan dipakai jalur yang sama seperti Jalur yang dulu hanya saja akan bergeser pada daerah sekitar sungai Waetina.

“Untuk pemasangan ini akan dipasang sesuai jalur lama, hanya saja ada pada sungai waetina itu akan di geser sedikit ke arah hulu untuk mendapatkan lahan yang baik mengingat luas sungai yang terlalu besar sehingga jika di pasang mengikuti jalur lama pada area sungai pasti membutuhkan tiang di tengah-tengah sungai dan itu tidak mungkin kami lakukan, makanya kami geser sedikit untuk mendapatkan tempat yang baik,” jelasnya.

Sekedar diketahui, proses pengerjaan pemasangan tiang listrik dari Dusun Kawalale sampai Desa Waenalut ini walaupun dikerjakan oleh kontraktor tetapi  petugas PLN KP Namrole tetap mengawas pelaksanaan pembangunan tersebut . (SBS/01)

- - - - - - - -


Namrole, SBS 
Rumah Jabatan dan Kantor Alternatif Klasis GPM Buru Selatan yang berlokasi di Kilo Meter II Namrole, Kabupaten Buru Selatan mulai dibangun, Rabu (10/10).

Pembangunan itu diawali dengan prosesi ibadah yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Klasis GPM Buru Selatan Pendeta Seles Hukunala dan dilanjutkan dengan proses Peletakan Batu Penjuru oleh Kabag Keuangan MPH Sinode GPM Pendeta Imanuel Teslatu, Asisten III Setda Kabupaten Buru Selatan Rony Lesnussa, Anggota DPRD Buru Selatan Sami Latbual, Kepala Seksi Agama Kristen Kantor Agama Kabupaten Buru Selatan Jhon Timisela, Ketua Klasis GPM Buru Selatan Pendeta AP Saija dan Ketua Panitia Pembangunan Rein Tasane.

Pada kesempatan itu, Kabag Keuangan MPH Sinode GPM Pendeta Imanuel Teslatu dalam arahannya mengatakan bahwa pembangunan Rumah Jabatan dan Kantor Alternatif Klasis GPM Buru Selatan di pusat Kota Kabupaten Buru Selatan ini merupakan sebuah prakarsa besar sekaligus terobosan baru.

Dimana, lanjutnya, tujuan dari pembangunan Kantor Klasis ini adalah untuk memfasilitasi aktivitas pelayanan gereja di Klasis Buru Selatan guna melakukan tugas-tugas komunikasi, dalam rangka melakukan tugas-tugas pembinaan dan dalam rangka menampung seluruh aktivitas di klasis ini, terutama di pusat kabupaten.

”Tujuannya adalah supaya melalui kantor perwakilan dan rumah dinas bagi klasis buru selatan, seluruh aktivitas pelayanan dan pembinaan itu bisa terkoordinasi dengan baik,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, kita mesti memberikan support bagi pembangunan ini. Kantor ini akan dibangun sampai diresmikan itu, 29 jemaat harus berani sorong bahu.

”Bukan cuma 29 Ketua Majelis Jemaat, tetapi gerakan sorong bahu ini juga harus menjadi gerakan bersama umat di 29 jemaat,” ajaknya.

Lanjutnya lagi, kami mencatat bahwa pembangunan infrastruktur pelayanan ini dia bisa lancar dan berhasil adalah soal komunikasi pimpinan klasis dengan para pendeta dan komunikasi para pelayan jemaat dengan jemaat.

”Mungkin saja kita tidak bisa membangun infrastruktur pelayanan gereja itu semudah membalik telapak tangan, tapi yang bisa kita lakukan adalah membangun komitmen yang kokoh, sama dengan kuatnya batu penjuru ini. Kalau komitmen kita kokoh maka tidak ada yang tidak bisa kita lakukan,” kata Teslatu yang juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan.

Teslatu sampaikan, melalui pembangunan kantor perwakilan ini, semangat kemitraan antara pemerintah daerah dengan gereja akan bisa berjalan lebih baik.

”Kita membangun semangat kemitraan yang konstruktif, kritis dan realistis. Oleh karena itu, kemitraan tidak bisa kita artikan sebagai ada pihak yang bisa subkoordinasi, tetapi kita membangun kemitraan dalam semangat saling menopang,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya lagi, melalui pembangunan kantor alternatif ini supaya dapat menampung seluruh aktivitas pelayanan gereja dalam membangun kemitraan dengan pemerintah daerah.
”Sebab pemerintah daerah juga dalam banyak hal telah memberikan support bagi tugas-tugas pelayanan gereja,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulissa dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Setda Kabupaten Buru Selatan, Rony Lesnussa mengatakan bahwa sebagai orang beriman, kemahakuasaanTuhan patutlah menjadi pilar utama yang perlu dipegang dan diandalkan dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga, keyakinan kepada Tuhan dapat menjadi pondansi bagi kita untuk dapat mewujudkan impian ditengah-tengah kerinduan umat di Klasis GPM Buru Selatan  yang membutuhkan Rumah Jabatan dan Kantor Klasis Alternatif yang mampu menjawab kebutuhan umat di saat tini.

Lanjutnya, pembangunan rumah tempat seorang pelayan adalah suatu ekspresi yang mengandung nilai kehidupan dari komunitas disekitarnya.

“Rumah yang nyaman dan layak akan menghadirkan suasana harmonis, kenyamanan, keamanan, persaudaraan dan kekeluargaan. Refleksi pentingnya adalah semua komunitas yang membangun suatu rumah wajib untuk sehati dan setujuan sehingga akan memudahkan proses pembangunan kedepan. Untuk membangun fisik maka semua element, khusunya umat GPM Klasis Buru Selatan  yang ada, harus membangun iman dan spiritual bersama serta, supaya semangat kebersamaan itulah yang menjadi modal memupuk tali persaudaraan saat ini,” katanya.

Menurutnya, dalam setiap acara peletakan batu penjuru atau batu pengalasan pembangunan rumah jabatan pelayan Tuhan ataupun Kantor Klasis Alternatif, ada dua makna yang penting yang selalu menjadi momentum kebangkitan kehidupan bergereja, yakni :

Pertama, Sebagai titik awal membangun persekutuan yang lebih dekat dengan Tuhan secara pribadi dan persekutuan;

Kedua, Menjad wahana untuk membangun relasi yang lebih harmonis, serasi dan indah dalam semangat untuk berbagi cinta kasih dengan sesama manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan.

Dengan adanya perkembangan umat, lanjutnya, maka Gereja semakin ditantang untuk mengambil peranan yang lebih besar lagi dalam rangka membantu menyelesaikan persoalan jemaat yang sementara dihadapi jemaat akibat dari sebuah proses kemajuan dan perkembangan daerah.

Karena itu, Tagop mengharapkan agar pembangunan rumah jabatan dan Kantor Klasis Alternatif Klasis GPM Buru Selatan memerupakan solusi yang terbaik dalam rangka menata dan melayani umat untuk semakin berkualitas.

“Saat ini, saya mengajak kita semua bersama-sama ulurkan tangan untuk membantu pembangunan rumah Jabatan dan Kantor Klasis Alternatif Klasis GPM Buru Selatan, supaya pembangunan ini bisa segera rampung sesuai waktu yang telah direncanakan,” tuturnya. (SBS/01)

- - - - - -
(Ilustrasi)


Namrole, SBS 
Dalam pemilihan kepala desa di desa Balpetu, Kader Gay, Kepala Desa Inchumbent harus mengakui keunggulan Eno Joisangaji yang berhasil unggul dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang berlangsung Senin (08/10) lalu.

Kader hanya berhasil meraih sebanyak 193 suara dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkades setempat. Sementara Eno berhasil unggul dengan meraih 223 suara.

Demikian diungkapkan Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Bursel, Ridwan Nyio kepada wartwan, Selasa (09/10) malam di Namrole.

“Inchumbent (Kader-red) tumbang. Kader hanya meraih 193 suara dan Eno unggul dengan meraih 223 suara,” sebut Nyio.

Kabag menjelaskan, Pilkades di Desa Balpetu itu berlangsung aman dan damai dan hingga kini belum ada laporan resmi atau complain dari pihak Kader selaku pihak yang kalah dalam Pilkades itu.

“Untuk Desa Balpetu belum ada laporan resmi, kita terima komplain berdasarkan laporan resmi, setelah itu baru kita rapat panitia untuk bahas pengaduannya seperti apa, komplainnya seperti apa,” ucapnya.

Jika nanti, lanjutnya,  ada laporan resmi dan laporan itu bisa dibuktikan dan harus dilakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU), maka pihaknya akan menindaklanjutinya.

“Kalau ada temuan khusus yang ditemukan untuk adakan PSU, kalau pelanggarannya bisa dibuktikan dan itu bisa untuk PSU, kita lakukan PSU,” ungkapnya.

Akan tetapi, dirinya menambahkan, jika laporan itu hanya laporan yang dibuat-buat dan tak bisa dibuktikan, maka yang namanya PSU tak akan dilakukan.

Untuk diketahui, warga Desa Balpetu, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Senin (08/10) baru melakukan pencoblosan Pemilihan Kepada Desa (Pilkades).

Desa Balpetu adalah salah satu dari 28 Desa yang menyelenggarakan Pilkades Serentak Tahun 2018 di Bumi Lolik Lalen Fedak Fena atau Satukan Hati Membangun Negeri.

Nyio menambahkan, seharusnya Pilkades Balpetu dilaksanakan pada 1 Oktober kemarin. Hanya saja ditunda proses pencoblosan, lantaran terjadi kesalahpahaman pada Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Kendati demikian, permasalahan ini sudah diselesaikan setelah panitia Pilkades Balpetu datang dan berkoordinasi dengan panitia kabupaten.

“Mereka sudah menghadap kita kita setelah kita jelaskan mereka mengerti. Tetapi karena saat persoalan itu teman-teman yang ditugaskan ke Desa Balpetu tidak dapat menjelaskan kepada mereka sehingga proses pencolosan disana pada 1 Oktober kemarin itu ditunda,” terangnya Nyio. (SBS/01)

- - - - - - -