Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Info Kota Ambon

News Politik

News Hukrim

Berita Kabupaten Buru

Kabupaten Buru Selatan

News Pariwisata


Namrole, SBS
Sebagai bentuk rasa toleransi beragama dan kepeduliannya terhadap masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Adha Tahun 2019/1440 H, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Sami Latbual menyerahkan hewan kurban berupa 1 ekor Sapi kepada masyarakat Desa Masawoi, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Bursel, Minggu (11/08).

Penyerahan hewan Kurban itu dilakukan secara simbolis oleh Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ambalau, Abu Tukmuly kepada Pengurus Mesjid Wasawoi.

“Saya yang menyerahkan hewan kurban sumbangan dari Bapak Sami Latbual kepada Penghulu Mesjid Desa Masawoi hari ini,” kata Abu via telepon selulernya, Minggu (11/08).

Menurut Abu, sebelum proses penyerahan hewan kurban berupa 1 ekor Sapi itu, pihaknya telah terlebih dahulu berkoordinasi dengan para Tokoh Adat maupun Penghulu Mesjid desa setempat, mengingat dalam beberapa puluh tahun terakhir tidak ada sumbangan hewan kurban lain, selain hewan kurban yang disumbangkan secara gotong royong oleh seluruh masyarakat Desa Masawoi yang ingin beramal.

“Awalnya saya sudah koordinasi dengan para Tokoh Adat dan Penghulu Mesjid. Inikan Bapak Sami punya, sebab selama ini baru pernah ada sumbangan hewan kurban sejak beberapa puluh tahun dan mereka sangat merespon baik,” jelasnya.

Lanjutnya, sesuai tradisi di Desa Masawoi, maka hewan kurban hasil gotong royong masyarakat yang ingin beramal itu akan di potong dan dibagikan kepada selurh masyarakat Desa Masawoi, termasuk fakir miskin maupun para janda semuanya.

Dimana, kali ini selueruh masyarakat Desa Masawoiyang ingin beramal telah bergotong royong membeli 1 ekor Kambing untuk dibagikan kepada seluruh masyarakat Desa Masaowi.

Sehingga, lanjutnya lagi, sumbangan hewan kurban dari kader PDI Perjuangan ini pun akan di potong dan dibagikan kepada seluruh masyarakat di Desa itu.

“Ini bagian dari kontribusi kader PDI Perjuangan bagi masyarakat dalam perayaan hari Raya Kurban yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh masyarakat Desa Masawoi, termasuk fakir miskin dan para janda,” tandasnya.. (SBS/01)
- - - - - - - - -

Namrole, SBS 
DPP Partai Golkar dibawa kepemimpinan Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum dan Lodewijk F. Paulus telah menugaskan Jamatia Booy, anggota DPRD Buru Selatan (Bursel) yang kembali terpilih untuk menjadi salah satu pimpinan DPRD Bursel.

Dimana, sesuai hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) beberapa bulan lalu, Golkar berhasil meraih suara signifikan dan menempatkan 3 orang kader terbaiknya di DPRD Bursel serta memperoleh jatah sebagai Wakil Ketua DPRD.

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel Zainudin Booy yang dikonfirmasi soal beredarnya informasi tersebut turut membenarkannya, namun ia mengaku belum menerima SK-nya.

“Iya Pak. Yang saya dengar juga demikian, tapi SK resminya saya belum terima,” kata Zainudin kepada Kompastimur.com melalui WhatsApp, Minggu (22/9/2019).

Ia menduga, SK tersebut akan dikirimkan kepada pihaknya dalam waktu dekat.

“Mungkin dalam waktu dekat sudah ada SK-nya,” ucapnya.

Jika nantinya, SK itu sudah diterima, maka pihaknya akan segera menyampaikannya kepada Sekretaris DPRD Kabupaten Bursel Hadi Longa untuk selanjutnya menetapkan Jamatia sebagai pimpinan DPRD sementara bersama-sama dengan Partai Nasdem.

“Saya butuh (SK-red) untuk di kasih ke Sekwan DPRD Kabupaten Bursel untuk ditetapkan sebagai pimpinan DPRD sementara bersama-sama dengan Partai Nasdem,” terangnya.

Zainudin mengaku, pasca Pileg, pihaknya tak hanya mengusulkan Jamatia yang adalah Anggota DPRD terpilih Dapil Kecamatan Waesama-Ambalau ke DPP Partai Golkar sebagai Calon Pimpinan DPRD Bursel, tetapi turut pula mengusulkan Vence Titawael selaku Anggota DPRD terpilih Dapil Kecamatan Namrole-Fena Fafan dan Asriyadi Tomia selaku Anggota DPRD terpilih Dapil Kecamatan Leksula-Kepala Madan.

“Iya. Kita usul 3 nama,” tutur Zainudin  Direktur Utama PD. Bipolo Gidin yang mengelola KMP Ganjung Kabat tersebut. (SBS-01)

- - - - - - - -

Namrole, SBS 
Partai Koalisi, Senin (23/9) akan melakukan rapat terakhir untuk menentukan 2 (dua) nama calon Wakil Bupati untuk diserahkan ke Bupati untuk kemudian dilakukan pemilihan dalam Rapat Paripurna DPRD.

Diketahui, saat ini untuk jabatan Wakil Bupati Buru Selatan sedang mengalami kekosongan, dan hanya dijabat oleh Bupati yakni Tagop Sudarsono Soulisa.

Nama-nama calon Wakil Bupati yang diusulkan oleh partai-partai koalisi yakni, Haji Ali diusulkan dari PAN, Zainudin Booy diusulkan dari partai Golkar, dari partai Hanura usulkan Alfredo Lesbatta. Sedangkan dari Partai Demokrat dan PDI Perjuangan belum ada kejelasan.
Ketua Inisiator Partai Koalisi, Arwa Waris mengatakan, terkait dengan kekosongan Wakil Bupati Buru Selatan, oleh Bupati Tagop Soulisa sudah mengeluarkan informasi agar secepatnya kekosongan wakil Bupati dapat diisi.

"Karena beliau (bupati) juga kan, sendiri. Jadi, arahan dari bupati secepatnya," ujar Arwa Waris yang juga anggota DPRD Buru Selatan dari PKB.

Namun kata Arwa Waris, suda kurang lebih 5 (lima) kali partai koalisi melakukan pertenuan, tetapi belum ada satu kata sepakatan untuk mengeluarkan 2 (dua) orang calon untuk diserahkan ke Bupati.

"Namun sampai saat ini, ada beberapa rekomendasi dari partai pengusung itu belum dimasukan diantaranya itu adalah Partai Demokrat (PD) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan hingga saat ini dirinya masih menunggu usulan nama tersebut..

"Tadi saya kontak Ketua DPC PDIP Pak Madoli, katanya rekomendasi sehari-dua ini  sudah keluar," ujarnya.

Dikatakan lanjut bahwa dirinya telah mengontak teman-temannya sesama partai untuk hari Senin nanti (23/9) untuk melakukan rapat terakhir.

"Apapun resikonya, siapa yang tidak memasukan rekomendasi,  berarti kita tidak menungguh,” tandasnya.

Seluruh rekomendasi, kalau tidak ada katakesepakatan didalam koalisi, berarti seluruh rekomendasi akan disampaikan ke bupati.

"Nanti pak bupati yang memilih antara dua nama (yang diusulkan) itu. Kemudian pak bupati yang akan menurunkan ke DPRD untuk diadakan pemilihan, paripurna pemilihan wakil bupati, kekosongan wakil bupati itu," jelas Arwa Waris.

Bocoran nama-nama calon yang suda ada di  koalis jelas Arwa Waris, masing-masing partai merekomendasikan calonnya dari internal partai, terkecuali Partai Amanah Nasional (PAN).

"PAN itu merekomendasikan ke pak Haji Ali. Sedangkan seperti Partai Hanura, dan partai lain masing-masing mereka merekomendasikan orangnya masing-masing," ujarnya.

Lanjutnya lagi menegaskan bahwa terkecuali PAN, PKPI dan PBB merekomenaldasikan orang lain. Namun kata Arwa Waris, PKPI dan PBB belum memasukan rekomendasi.

"Tetapi suda ada bocoran untuk PAN itu ke Haji Ali. Rekomendasi langsung dari DPP," katanya.
Dibeberkan,  rekomendasi yang sudah masuk itu dari Golkar yaitu Jainudin  Booy, PPP Masrudin Solissa dan dari Hanura yakni Edo, PKB Arwa Waris. Selaku ketua inisiator partai koalisi untuk memilih wakil bupati yang saat ini kosong, sebutnya pihaknya belum dapat menentukan siapa yang nantinya menjadi calon wakil bupati.

Ketegasnya bahwa, pada tanggal 18 September kemarin pihaknya sudah memutuskan final bahwa, bagi yang tidak memasukan/ajukan rekomendasi berarti tidak bersedia mencakonkan kandidatnya, tetapi berhak untuk memilih di paripurna DPRD nanti.

"Sampai saat ini kan, ada beberapa partai yang belum memasukan rekomendasinya. Karena menunggu, karena rekomendasinya dari DPP, seperti Partai Demokrat dan PDI-P,” pungkasnya. (SBS/05)
- - - - - - -
Kapolsek Namrole, Yamin Selayar 

Namrole, SBS 
Kapolres Pulau Buru AKBP Ricky Purnama Kertapati telah memerintahkan pihak Reskrim Polres Pulau Buru untuk menarik kembali penanganan kasus dugaan ijazah palsu Caleg Partai Nasdem terpilih Abdulgani Rahawarin yang sempat dilimpahkan ke Polsek Namrole awal September 2019 lalu.

“Untuk masalah ijazah palsu itu sudah ditarik lagi ke Reskrim Polres sejak tanggal 11 September 2019 berdasarkan perintah Pak Kapolres,” kata Kapolsek Namrole, AKP Yamin Selayar kepada wartawan melalui telepon selulernya, Jumat (20/9) sore.

Yamin menjelaskan bahwa awalnya kasus itu dilaporkan di Polres. Namun karena pertimbangan saksi-saksi ada di Namrole dan akan menimbulkan pembiayaan yang banyak, maka dilimpahkan ke Polsek Namrole.

“Setelah dilimpahkan ke kami dan kami periksa saksi-saksi semua, ada beberapa saksi belum sempat diperiksa,” ucapnya.

Katanya, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi itu, kasus ini memang kian terang dan mengantisipasi adanya gejolak, maka kasus ini pun ditarik ke Reskrim Polres Buru lagi.

“Pak Kapolres mungkin pertimbangan keamanan dan pertimbangan hal-hal lain terkait masalah ini, dimana pasti ada yang suka dan pasti ada yang tidak suka, maka Kapolres perintahkan untuk tarik lagi untuk ditangani di Polres,” jelas Yamin.

Apalagi, lanjutnya, setelah melakukan pemeriksaan para saksi, memang sudah mengarah kepada perbuatan melanggar berupa pemalsuan ijazah tersebut. Namun, pihaknya belum bisa terburu-buru menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.

“Jadi, pertimbangan keamanan terhadap institusi saja, jangan sampai pas kita tetapkan tersangka ada gejolak. Sebab, memang belum final bukti-buktinya, tetapi sudah mengarah kesana. Kan harus digelar dulu sampai selesai semua, karena orang sudah pasti jadi DPRD sehingga kita tidak bisa cepat-cepat langsung tetapkan tersangka. Kalau sampai sudah tetapkan tersangka, pasti ada gerbongnya yang tidak puas dan segala macam,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Polres Pulau Buru melimpahkan kasus dugaan ijazah palsu Caleg Partai Nasdem terpilih Abdulgani Rahawarin.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, AKP Senja Pratama, pelimpahan itu dilakukan mengingat keberadaan para saksi berada di wilayah Buru Selatan.

“Untuk perkaranya sedang ditangani Polsek Namrole, kita limpahkan beberapa hari yang lalu mengingat keberadaan saksi-saksi semua berada di Buru Selatan,” kata Senja via WhatsApp, Senin (02/09) malam.

Lanjut Senja, kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan pihaknya pun masih menunggu perkembangan dari pihak Polsek namrole.

“Sementara masih penyelidikan Pak. Saya masih tunggu perkembangan juga dari Kanit Polsek Namrole. Nanti saya kabari ya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah menerima laporan dari Syahril Lesnusa, 02 Agustus 2019 lalu soal dugaan ijazah palsu Caleg Partai Nasdem terpilih Abdulgani Rahawarin, penyidik Reskrim Mapolres Pulau Buru pun langsung bergerak cepat dan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi.

“Sudah diperiksa pelapor dan 2 saksi,” kata Kasubag Humas Mapolres Buru, Ipda Zulkifli kepada wartawan via pesan WhatsApp, Jumat (9/8).
Zulkifli mengaku tak tahu persis identitas kedua saksi yang telah diperiksa atas kasus tersebut.

Menurut Zulkifli, dari hasil pemeriksaan terhadap pelapor dan ke 2 saksi, penyidik merasa perlu untuk meminta keterangan lebih lanjut terhadap pemilik nomor induk ijazah berinisial SH.

“Arahnya ke nomor induk ijazah inisial SH. Jadi tinggal bersangkutan saja dimintai keterangan,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, dari hasil pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi, ternyata mereka tidak mengetahui keberadaan SH sehingga penyidik akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap keberadaan SH.

“Penyidik tanya pelapor dan saksi soal keberadaan yang bersangkutan, tapi mereka tidak tahu. Jadi, penyidik lagi melakukan penyelidikan terhadap yang punya nomor induk ijazahnya tentang keberadaan yang bersangkutan,” ujarnya.

Selain itu, penyidik juga telah mengarahkan pelapor dan saksi untuk menginformasikan tentang keberadaan SH jika nantinya mereka tahu keberadaannya.

“Penyidik arahkan pelapor dan saksi tolong kabari segera kalau tahu keberadaan yang bersangkutan,” ucapnya.

Sebelumnya, Abdulgani Rahawarin, Caleg Partai Nasdem terpilih dari Dapil Kecamatan Namrole-Fena Fafan dilaporkan ke Mapolres Pulau Buru karena diduga menggunakan ijazah palsu saat mendaftarkan diri sebagai Calon Legislatif tahun lalu.

Pria yang akrab disapa Gani itu dilaporkan oleh aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Buru, Syahril Lesnusa sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : STPL/73/VIII/2019/SPKT/RES PULAU BURU tertanggal, 02 Agustus 2019 yang ditanda tangani oleh Pelapor Syahril Lesnusa, dan Penerima Laporan Brigpol Stevi Noya serta Ka Unit I SPKT BARIPKA Muhidin Aswad.

Dimana, sesuai STPL itu dijelaskan bahwa Gani dilaporkan atas kasus dugaan Pemalsuan Surat yang baru diketahui oleh terlapor pada hari Rabu (31/07) sekitar pukul 15.00 WIT  dengan korban ialah Steni Hukunala.

Sementara itu, dari data yang berhasil dihimpun oleh media ini, Gani diduga menggunakan Ijazah Palsu. Sebab, sesuai Surat Pengantar dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Fedak Samena Kecamatan Namrole tentang Penyampaian Data Calon Ujian Paket C bernomor : 137/420.1.1/2008 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi  Maluku cq. Kasbudin PLSP di Ambon yang ditanda tangani oleh Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Namrole selaku Penilik PLS, AH Letetuny yang tembusannya turut disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru cq. Kasubdin PLS di Namlea ternyata dalam daftar lampirannya yang berisikan 82 Calon Peserta Ujian Paket C, ternyata tidak terdapat nama Abdulgani Rahawarin.

Namun, setelah diteliti lebih jauh, ternyata Ijazah Paket C dengan nomor induk 320 milik Gani malah terdaftar atas nama orang lain, yakni Steni Hukunala, warga Desa Wamkana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Bursel kelahiran 7 Juni 1988.

Dimana, Steni Hukunala terdaftar sebagai Calon Peserta Ujian nomor urut 71 dari 82 Calon Peserta Ujian Paket C waktu itu.

Tak hanya itu, dari sumber lainnya, terungkap bahwa tak hanya ijazah tersebut yang palsu, tetapi proses legalisir ijazah tersebut juga palsu, karena Cap Legalisir yang hasilnya terterah di ijazah milik Gani diduga dibuat sendiri oleh Gani dan setelah itu sempat diberikan kepada AH Letetuny. (SBS/Tim)

- - - - - - -
Ambon, SBS 
Sebuah Kapal ikan yang diketahui bernama KM Maju Jaya terbakar di Teluk Dalam Ambon. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIT di Pantai Dusun Lata, Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Jumat (20/9/2019).

Kapolsek Teluk Ambon, Ipda Muhammad Hariyazie Syahkranie ketika dihubungi menjelaskan bahwa, dari keterangan saksi Rano Iskandar (36) seorang warga yang  berprofesi sebagai mandor pekerja potong besi menyatakan, saat dirinya sedang tidur, kemudian salah satu  warga bernama Bone datang membangunkannya dan memberitahukan bahwa kapal KM Maju Jaya terbakar.

“Menerima berita itu, ia langsung melihat kapal sudah dalam keadaan terbakar,” cerita Kapolsek.

Lanjutnya, Saksi Rano kemudian bersama beberapa karyawan  mencoba merapat untuk memadamkan api namun niatnya dihentikan karena adanya tabung gas LPG ukuran 50 kg sebanyak 4 buah di dalam kapal tersebut.

Kabar kebakaran kapal pun diketahui Cipto sebagai pemilik, sehingga ia pun langsung menghubungi Pemadam Kebakaran siktar pukul 06.30 WIT.

Beberapa menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di TKP dan bersama personel Polsek Teluk Ambon. Setelah tiba di TKP, Aparat bersama karyawan membantu melakukan pemadaman terhadap kapal dimaksud.
“Api diatas kapal berhasil dipadamkan Pukul 07.30 WIT,” ujar Kapolsek.

Kapolsek juga mengaku, berdasarkan keterangan sejumlah saksi lainnya ternyata para karyawan melakukan aktifitas pemotongan kapal dimulai sejak pukul 08.00 WIT hingga berakhir pukul 17.00 WIT.

“Setelah selesai melakukan aktifitas pemotongan selanjutnya dilakukan penyiraman ke arah badan kapal dengan menggunakan mesin alkon. Diduga api berasal dari ruang  mesin,”tandasnya.

Akibat kebakaran ini diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. (SBS/09)

- - - -
Namrole, SBS 
Kasus Kepala SMAN Waepandan, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, La Nasa yang dilaporkan oleh mantan istrinya Wa Korlita ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Buru hingga kini masih terus bergulir.

Sejumlah saksi sudah diperiksa, namun ada juga saksi yang tidak koperatif memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan.

“Kasus itu masih mau pemeriksaan saksi. Soalnya saksi yang dipanggil-panggil tidak ada yang datang,” kata Kasubag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli kepada wartawan, Jumat (20/9).
Padahal, saksi yang tidak datang ini adalah saksi kunci kasus ini, karena cukup tahu banyak terkait masalah ini.

“Saksi yang dari pihak Tersangka karena saksi ini yang kasih uang buat korban,” ucapnya.
Namun, soal identitas saksi tersebut, Zulkifli minta untuk dirahasiakan.

“Penyidik bilang jangan publikasi saksi,” pintanya.

Untuk diketahui, kasus Kepala SMAN Waepandan, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, La Nasa yang dilaporkan oleh mantan istrinya Wa Korlita ke Mapolres Pulau Buru hingga kini masih di lidik oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Buru.

Namun, kasus yang masih di lidik itu, bukanlah kasus pemalsuan identitas diri seperti yang disampaikan oleh Ahmad Belasa, penasehat hukum dari mantan istri La Nasa bernama Wa Korlita.

“Yang sidik itu Serse Unit PPA. Yang dilaporkan itu hanya penelantaran. Jadi, pemeriksaan dilakukan terhadap pelapor dan terlapor saja. Sekarang masih penyelidikan, di lidik terus,” terang Kasubag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli kepada wartawan, Rabu (14/08).

Lanjut, Zulkifli, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap Pelapor dan Terlapor, pun belum bisa dipastikan bahwa Terlapor telah menelantarkan Pelapor. Namun, untuk membuktikannya, maka penyidik masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk penelantaran ini, penyidik Tanya terlapor, Terlapor mengaku tiap bulan kasih (nafkah-red), tetapi sejak mantan istrinya mengatakan bahwa anaknya itu bukan anaknya (Terlapor), sejak itu Terlapor kemudian berhenti memberikan,” terangnya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk dugaan pemalsuan identitas diri oleh La Nasa agar bisa menikah lagi, Zulkifli mengaku bahwa penyidik telah mengarahkan agar Pelapor melaporkannya ke jajaran Polres Kendari, karena gugatan perceraiannya terjadi disana.

“Jadi, diarakan oleh penyidik, kalau untuk pemalsuan idetitas itu dilaporkan di Kendari karena gugatannya disana,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Oknum Pegawai Negeri Sipil, La Nasa, yang menjabat Kepala SMAN Waepandan, Kec.Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, tega menceraikan istrinya agar dirinya bisa kawin lagi. Agar niatnya kesampaian, oknum kepsek ini telah mengelabui PA Bau Bau, dan mencatatkan identitasnya bukan PNS melainkan karyawan swasta.
Hal itu diungkap Ahmad Belasa, penasehat hukum dari mantan istri La Nasa bernama Wa Korlita.

"Tindakan memalsukan identitas diri agar bercerai di Pengadilan Agama (PA) Bau Bau, Sultra, telah kami laporkan ke Polda Maluku," tandas Ahmad Belasa SH kepada wartawan , Jumat sore (19/7).

Selain melapor ke Polda Maluku, pengaduan tertulis juga disampaikan kepada Gubernur Maluku, Kepala Kantor Inspektorat Propinsi Maluku dan atasan langsung dari La Nada, yakni Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Maluku.

"Laporan ke pak gubernur, kepala inspektorat dan kadis pendidikan, dengan maksud agar saudara La Nasa dikenakan tindakan disiplin dengan dicopot dari jabatannya dan tidak lagi menjadi guru, karena ia sudah tidak layak diguguh dan ditiru,"tanggap Ahmad Belasa SH.

Menurut Ahmad Belasa, bahwa kliennya Wa Lolita pernah menikah dengan  La Nasa.Pernikahan itu terjadi di Kabupaten Maluku Tengah dan tercatat berdasarkan Akta Nikah Nomor 314/19/ VI/2009, tertanggal 13 Juni tahun 2009.
Saat bertugas di Kabupaten Buru Selatan, diduga kuat La Nasa ada terpikat dengan wanita idaman lain.

Agar bisa mengawini perempuan ini di Kabupaten Bau Bau, La Nasa nekad membuat surat keterangan mutasi pindah penduduk ke Bau Bau dari Kabupaten Buru Selatan.

Dengan bantuan oknum di Kantor Catatan Sipil Kabupaten Buru Selatan, identitas La Nasa yang seharusnya seorang PNS, telah dirobah menjadi karyawan swasta.

Dengan pindah domisili dan mengaku sebagai karyawan swasta tadi, tanpa sepengetahuan istrinya, La Nasa tega menceraikan istrinya lewat PA Bau Bau.

Setelah peveraian itu bejalan mulus tanpa diketahui sang istri, oknum Kepala SMAN Waepandan ini lalu mengawini istri barunya dengan status duda.

Bongkar Ahmad Belasa, kalau kliennya diceraikan tahun 2028 lalu di PA Bau Bau.
Namun bau busuk perceraian sepihak itu terbongkar setelah keluarga dari kliennya berhasil mendapatkan kutipan Akta Cerai dari Kantor PA Bau Bau.

Dalam Kutipan Akta Cerai Pengadilan Agama Bau bau bernomor 0170/Pdt.G/2018/PA.Bb tanggal 18 September 2018 lalu,  yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, menerangkan bahwa telah terjadi perceraian antara  LA NASA Bin La Rako, umur 34 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan Swasta, tempat tinggal di Jln Dr. Wahidin, RT.003/RW.004, kelurahan Lamangga Kec. Murhum, Kota Bau bau, dengan Wa Kolita Binti Jarmadi.

Dipertegas lagi oleh Ahmad Belasa, bahwa dalam putusan tersebut La Nasa, SPd.I yg berstatus PNS aktif dan menjabat kepala Sekolah SMA Negeri Waepandan memberikan keterangan dihadapan sidang Pengadilan Agama Bau bau, bahwa dirinya adalah Karyawan Swasta dan bukan seorang Aparatur Sipil Negara.

“Setelah melakukan cerai tanpa ijin La Nasa kemudian di kabarkan telah menikah lagi di Bau bau,"tegas Ahmad Belasa.

Tindakan Kepala SMAN Waepandan ini, dinilainya telah  menabrak prosedur UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan, menabrak UU ASN, menabrak PP no 10 tahun 1983 sebagai mana telah di rubah dengan PP no 45 tahun 1990, tentang Ijin Perceraian.

Serta juga menabrak PP 53 tahun 2010 perubahan atas PP no 30 tahun 1980 tentang Disiplin PNS/ASN. "Dalam ketentuan PP 45 tahun 1990 di tegaskan bahwa dalam Pasal 3 ayat 1. Pegawai Negeri Sipil yang akan melakukan perceraian wajib memperoleh izin atau surat keterangan lebih dahulu dari Pejabat;'jelas Belasa.

"Kemudian dalam Ayat 2 berbunyi, Bagi Pegawai Negeri Sipil yang berkedudukan sebagai penggugat atau bagi Pegawai Negeri Sipil yang berkedudukan sebagai tergugat untuk memperoleh izin atau surat keterangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengajukan permintaan secara tertulis; Seterusnya dalam Ayat 3 dikatakan,  Dalam surat permintaan izin atau pemberitahuan adanya gugatan perceraian untuk mendapatkan surat keterangan harus dicantumkan alasan yang lengkap yang mendasarinya," terang Belasa.

Namun semua ketentuan itu dilanggar oknum kepsek ini dengan memalsukan jati diri sebagai karyawan swasta.

Ahmad Belasa juga mengungkapkan, kalau kliennya yang diceraikan secara sepihak ditelantarkan La Nada. Padahal dalam Pasal 8 ayat (1) PP 10/1983 menyatakan ”apabila perceraian terjadi atas kehendak PNS pria maka ia wajib menyerahkan sebagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya.”

Sedangkan Pada Pasal 8 ayat (2) PP 10/1983 menyatakan “Pembagian gaji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ialah sepertiga untuk Pegawai Negeri Sipil pria yang bersangkutan, sepertiga untuk bekas istrinya dan sepertiga untuk anak atau anak-anaknya.”

"Proses perceraian tanpa sepengetahuan istri dan ijin atasan atau pejabat berwenang ini, Kepala SMA Negeri Waepandan Kec. Kepala Madan Kab. Buru Selatan ini juga diduga menabrak Pasal 263 dan 264 KUHP tentang pemalsuan Identitas/dokument dan menggunakan dokument Resmi tapi isinya adalah Palsu,"pungkas Ahmad Belasa. (SBS/01)
- - - - - - -

Namrole, SBS 
Setelah menaikan status penanganan kasus dugaan korupsi dana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan, Tim penyidik Kejari Buru akan segera mengagendakan jadwal pemeriksaan para saksi yang terkait langsung dengan kasus jumbo itu.

Kasi Pidsus Kejari Buru, Ahmad Bagir kepada Wartawan, melalui pesan singkatnya, Kamis (19/9) mengaku pemeriksaan akan difokuskan kepada para saksi yang sebelumnya telah diperiksa.

"Saksi-saksi yang sudah pernah diperiksa sebelumnya," kata Bagir.

Sementara soal kapan pemeriksaan itu akan dimulai dan apakah akan dilaksanakan di Kantor Kejari Buru seperti yang dilakukan oleh Tim Jaksa belakangan ini ataukah akan dilakukan di Mapolsek Namrole seperti dilakukan Tin Jaksa selama 2 minggu saat awal melakukan penyelidikan kasus ini, Bagir mengaku masih mendiskusikannya.

"Masalah waktu dan tempat masih didiskusikan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah melakukan serangkain pemeriksaan saksi secara marathon sejak Selasa (20/8) hingga Selasa (17/9) Tim Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru yang dipimpin langsung oleh Kasie Pidsus Kejari Buru, Ahmad Bagir telah menemukan adanya perbuatan melawan hukum berupa korupsi terhadap dana kegiatan keagamaan Tersebut.

Terkait itu, Tim Jaksa pun telah melakukan ekspos terhadap kasus itu dan menaikkannya ke tahap penyidikan.

“Kita sudah ekspos itu barang (kasus MTQ-red). Nah sekarang kita sudah tingkatkan ke tahap penyidikan. Jadi penyelidikan sudah selesai dan sekarng kita sudah di tahap penyidikan,” katya Kasih Pidsus Kejari Buru Ahmad Bagir kepada media inivia telepon selulernya, Selasa (17/9) malam.

Menurut Bagir, kendati sudah menaikkan status kasus ini dan telah mengerucut, tetapi pihaknya belum menetapkan tersangka yang dianggab bertanggung jawab atas indikasi penyalagunaan dana kegiatan keagamaan tersebut.

“Belum ada tersangka. Penyidikan umum saja dulu,” ucapnya.

Ia menjelaskan, belum ditetapkannya tersangka itu merupakan langkah antisipasi pihaknya dalam penanganan kasus ini, jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang kemudian mengambil langkah pra peradilan pasca dilakukan penetapan tersangka.

“Kita antisipasi jangan sampai ada pra peradilan atau apakah. Gara-gara dulu rame-rame pra peradilan itu, makanya kita biasanya penyidikan tanpa tersangka dulu,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah saksi kembali diperiksa Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru terkait dugaan korupsi dana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 sebesar Rp 28.748.200.000,00 di Mapolsek Namrole, Jumat (30/08).

Mereka yang diperiksa terdiri dari Perwakilan PT. Johnson Kaleb Production selaku Event Organizer (EO) Jibrael Matatula, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, Bendahara Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bursel Nasir Waly, Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil dan Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa.

Jibrael Matatula yang biasa disapa Jiba terlihat datang ke Mapolsek untuk mengikuti proses pemeriksaan pukul 09.30 WIT dan hingga pukul 20.00 WIT, jiba masih diperiksa jaksa.

Sementara Semy Tuhumury terlihat mendatangi Mapolsek pukul 15.26 WIT dan sempat pulang pukul 17.00 WIT dan kembali lagi pukul 17.30 WIT untuk menjalani proses pemeriksaan dan baru selesai pukul 20.05 WIT.

Semy ketika kembali mengambil bukti kwitansi untuk disampaikan kepada wartawan, mengaku bahwa dirinya dimintai untuk memasukan bukti kwitansi yang belum dimasukkan.

“Masih ada lagi, tinggal 2 bukti kwitansi ini saja,” kata Semy kepada wartawan dan kemudian masuk ke Mapolsek untuk melanjutkan proses pemeriksaan.

Sementara itu, Nasir Waly terlihat mendatangi Mapolsek pukul 15.46 WIT dan selesai mengikuti proses pemeriksaan tersebut pukul 20.05 WIT.

Sedangkan Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy terlihat mendatangi Mapolsek pukul 15.40 WIT dan juga belum selesai menjalani proses pemeriksaan hingga berita ini ditulis.

Kemudian, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil dan Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa terlihat mendatangi Mapolsek pukul 10.00 WIT dan baru selesai menjalani proses pemeriksaan pukul 13.00 WIT.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bursel Iskandar Walla juga diperiksa, Kamis (29/08). Selain Sekda, sejumlah saksi lainnya juga turut diperiksa, yakni Penjabat Kepala BPKD Kabupaten Bursel Jeane Risampessy, Perwakilan PT. Johnson Kaleb Production selaku Event Organizer (EO) Jibrael Matatula, Istri almarhum mantan Wakil Bupati Bursel Erny Seleky, Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy

Selanjutnya, ada juga Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil, Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa dan staf Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Bursel Mario Solissa, Staf Dinas Pariwisata Kabupaten Bursel Leksi Sigmarlatu dan Guru SMA Negeri Namrole Linda Lesnussa.

Selain itu, Tim Kejari Buru juga telah memeriksa Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bursel Kader Tuasama, Rabu (28/08).

Selain Kader, sejumlah saksi lain pun turut diperiksa, termasuk yang sebelumnya telah diperiksa pun kembali menjalani proses pemeriksaan, yakni Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, Bendahara Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Nasir Wally, Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Rusli Nurpata, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil, Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa dan staf Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Bursel Mario Solissa.

Sedangkan pada Selasa (27/08) Tim Kejari Buru juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Asisten I Setda Kabupaten Bursel Alfario S Soumokil, Mantan Kadis Perindag Kabupaten Bursel Yan Latuiperissa, Mantan Bendahara Disperindag Kabupaten Bursel Fahmi Butamil, Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Rusli Nurpata, Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil, Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa dan staf Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Bursel Mario Solissa.

Sebelumnya, Tim Jaksa juga telah memeriksa sejumlah saksi, Senin (23/08) yang terdiri dari Asisten I Setda Kabupaten Bursel Alfario S Soumokil, Sekretaris DPRD Kabupaten Bursel Hadi Longa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bursel Umar Mahulette, Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Muhammad Sukri, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel Herman Sangadji, Bendahara Bagian Kesra Kabupaten Bursel Hatija Loilatu dan Bendahara Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bursel Usman Bachta.

Tak hanya itu, Kamis (28/08) lalu Tim Jaksa juga sudah memeriksa Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bursel Umar Mahulette, Kasat Pol PP Kabupaten Bursel Asnawy Gay, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Sukri Muhammad, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bursel Yan Latuperissa, Kepala BKSDM Kabupaten Bursel AM Laitupa.

Kemudian, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bursel Mansur Mony yang sebelumnya telah menjalani proses pemeriksaan pun kembali diperiksa bersama Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel Herman Sangadji dan Bendahara Bagian Kesra Setda Kabupaten Bursel Halija Loilatu.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bursel Iskandar Walla yang menurut informasi akan kembali diperiksa ternyata hanya datang ke Mapolsek sekitar pukul 12.15 WIT dan kembali lagi sekitar 3 menit kemudian dengan menumpangi mobil dinasnya DE 7 KM karena akan mengikuti rapat pleno di DPRD Bursel.

Begitu pun dengan Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy yang sehari sebelumnya telah diperiksa pun terlihat datang ke Mapolsek sekitar pukul 13.20 WIT, namun sekitar 5 menit kemudian sudah meninggalkan Mapolsek lagi.

Sedangkan pada Rabu (21/8) Tim Jaksa pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel Hakim Tuankotta, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bursel Mansur Mony, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel, Herman Sangadji dan Bendahara Bagian Kesra Setda Kabupaten Bursel Halija.

Kemudian pada Selasa (20/8) Tim Jaksa juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Sekda Kabupaten Bursel Iskandar Walla dan Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy.

Sementara itu, Kasie Perdata dan Tata Usaha Negara (Datum) Kejari Buru Berty Tanate kepada wartawan usai melakukan pemeriksaan mengaku bahwa proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain masih akan terus dilakukan, termasuk yang telah diperiksa pun masih akan diperiksa lagi.

“Kita masih lanjut terus, yang sudah diperiksa juga masih ada yang belum selesai. Masih lanjut juga,” kata Berty singkat.

Sementara itu, dari sumber terpercaya di Kejari Namlea mengungkapkan bahwa Tim Kejari Namlea akan melakukan pemeriksaan marathon terhadap para saksi yang ditaksir bisa mencapai ribuan orang.

“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap banyak sekali saksi, mungkin bukan hanya ratusan, tetapi bisa ribuan orang,” ungkap sumber itu.

Sumber tersebut mengaku bahwa karena banyaknya saksi yang akan diperiksa pihaknya, maka kemungkinan kasus ini akan memakan waktu yang cukup lama dan baru bisa dilimpahkan ke Pengadilan awal Tahun depan.

“Saksi yang akan diperiksa ini cukup banyak, jadi tidak mungkin dalam tahun ini, kemungkinan awal tahun depan baru dilimpahkan ke Pengadilan,” ungkapnya. (SBS/01)

- - - - - - - -

Namrole, SBS 
Keseriusan Tim jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru dalam menangani kasus dugaan Korupsi dana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 sebesar Rp 28.748.200.000,00 patut diapresiasi.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Tim Jaksa Kejari Buru dalam penangangan kasus dugaan korupsi MTQ XXVII Tingkat Provinsi Tahun 2017, karena sudah dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” kata Wasekjen PB HMI, Muhammad Iqbal Souwakil kepada Kompastimur.com via telepon selulernya, Rabu (18/9).

Kendati yakin pihak Tim Jaksa Kejari Buru akan serius dalam penanganan kasus ini, namun Mantan Ketua Umum HMI Cabang Ambon ini tetap mengingatkan agar Tim Jaklsa tidak lemah dan mau diintervensi oleh pihak mana pun.

Sebab, Iqbal menduga, ada banyak pihak yang turut terlibat sebagai penikmat anggaran MTQ tersebut dan tak ingin di jerat walaupun turut bertanggung jawab.

“Jangan sampai ada pihak-pihak yang menikmati dana ini tidak sesuai prosedur dan aturan hukum yang berlaku dan menimbulkan kerugian negara, tetapi kemudian diloloskan dari jeratan hukum,”
Sebab, tanbah Iqbal, siapa pun yang turut terlibat dalam perbuatan melanggar hukum sehingga terjadi kasus korupsi yang diduga telah merugikan keuangan negara miliaran rupiah ini harus diseret ke meja hijau tanpa tebang pilih.

“Siapa pun yang terlibat harus diseret hingga ke meja hijau untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka yang berakibat pada terjadinya kerugian negara,” tegasnya.

Untuk diketahui, Tim jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru akhirnya menaikan status kasus dugaan korupsi dana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 sebesar Rp 28.748.200.000,00 setelah jaksa menemukan adanya indikasi korupsi dalam penggunaan dana tersebut.

“Kita sudah ekspos itu barang (kasus MTQ-red). Nah sekarang kita sudah tingkatkan ke tahap penyidikan. Jadi penyelidikan sudah selesai dan sekarng kita sudah di tahap penyidikan,” katya Kasih Pidsus Kejari Buru Ahmad Bagir kepada media via telepon selulernya, Selasa (17/9) malam.

Menurut Bagir, kendati sudah menaikkan status kasus ini dan telah mengerucut, tetapi pihaknya belum menetapkan tersangka yang dianggab bertanggung jawab atas indikasi penyalagunaan dana kegiatan keagamaan itu.

“Belum ada tersangka. Penyidikan umum saja dulu,” ucapnya.

Ia menjelaskan, belum ditetapkannya tersangka itu merupakan langkah antisipasi pihaknya dalam penanganan kasus ini, jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang kemudian mengambil langkah pra peradilan  pasca dilakukan penetapan tersangka.

“Kita antisipasi jangan sampai ada pra peradilan atau apakah. Gara-gara dulu rame-rame pra peradilan itu, makanya kita biasanya penyidikan tanpa tersangka dulu,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah saksi kembali diperiksa Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru terkait dugaan korupsi dana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 sebesar Rp 28.748.200.000,00 di Mapolsek Namrole, Jumat (30/08).

Mereka yang diperiksa terdiri dari Perwakilan PT. Johnson Kaleb Production selaku Event Organizer (EO) Jibrael Matatula, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, Bendahara Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bursel Nasir Waly, Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil dan Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa.

Jibrael Matatula yang biasa disapa Jiba terlihat datang ke Mapolsek untuk mengikuti proses pemeriksaan pukul 09.30 WIT dan hingga pukul 20.00 WIT, jiba masih diperiksa jaksa.

Sementara Semy Tuhumury terlihat mendatangi Mapolsek pukul 15.26 WIT dan sempat pulang pukul 17.00 WIT dan kembali lagi pukul 17.30 WIT untuk menjalani proses pemeriksaan dan baru selesai pukul 20.05 WIT.

Semy ketika kembali mengambil bukti kwitansi untuk disampaikan kepada wartawan, mengaku bahwa dirinya dimintai untuk memasukan bukti kwitansi yang belum dimasukkan.

“Masih ada lagi, tinggal 2 bukti kwitansi ini saja,” kata Semy kepada wartawan dan kemudian masuk ke Mapolsek untuk melanjutkan proses pemeriksaan.

Sementara itu, Nasir Waly terlihat mendatangi Mapolsek pukul 15.46 WIT dan selesai mengikuti proses pemeriksaan tersebut pukul 20.05 WIT.

Sedangkan Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy terlihat mendatangi Mapolsek pukul 15.40 WIT dan juga belum selesai menjalani proses pemeriksaan hingga berita ini ditulis.

Kemudian, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil dan Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa terlihat mendatangi Mapolsek pukul 10.00 WIT dan baru selesai menjalani proses pemeriksaan pukul 13.00 WIT.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bursel Iskandar Walla juga diperiksa, Kamis (29/08). Selain Sekda, sejumlah saksi lainnya juga turut diperiksa, yakni Penjabat Kepala BPKD Kabupaten Bursel Jeane Risampessy, Perwakilan PT. Johnson Kaleb Production selaku Event Organizer (EO) Jibrael Matatula, Istri almarhum mantan Wakil Bupati Bursel Erny Seleky, Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy

Selanjutnya, ada juga Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil, Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa dan staf Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Bursel Mario Solissa, Staf Dinas Pariwisata Kabupaten Bursel Leksi Sigmarlatu dan Guru SMA Negeri Namrole Linda Lesnussa.

Selain itu, Tim Kejari Buru juga telah memeriksa Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bursel Kader Tuasama, Rabu (28/08).

Selain Kader, sejumlah saksi lain pun turut diperiksa, termasuk yang sebelumnya telah diperiksa pun kembali menjalani proses pemeriksaan, yakni Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, Bendahara Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Nasir Wally, Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Rusli Nurpata, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil, Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa dan staf Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Bursel Mario Solissa.

Sedangkan pada Selasa (27/08) Tim Kejari Buru juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Asisten I Setda Kabupaten Bursel Alfario S Soumokil, Mantan Kadis Perindag Kabupaten Bursel Yan Latuiperissa, Mantan Bendahara Disperindag Kabupaten Bursel Fahmi Butamil, Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Rusli Nurpata, Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil, Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa dan staf Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Bursel Mario Solissa.

Sebelumnya, Tim Jaksa juga telah memeriksa sejumlah saksi, Senin (23/08) yang terdiri dari Asisten I Setda Kabupaten Bursel Alfario S Soumokil, Sekretaris DPRD Kabupaten Bursel Hadi Longa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bursel Umar Mahulette, Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Muhammad Sukri, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel Herman Sangadji, Bendahara Bagian Kesra Kabupaten Bursel Hatija Loilatu dan Bendahara Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bursel Usman Bachta.

Tak hanya itu, Kamis (28/08) lalu Tim Jaksa juga sudah memeriksa Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bursel Umar Mahulette, Kasat Pol PP Kabupaten Bursel Asnawy Gay, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Sukri Muhammad, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bursel Yan Latuperissa, Kepala BKSDM Kabupaten Bursel AM Laitupa.

Kemudian, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bursel Mansur Mony yang sebelumnya telah menjalani proses pemeriksaan pun kembali diperiksa bersama Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel Herman Sangadji dan Bendahara Bagian Kesra Setda Kabupaten Bursel Halija Loilatu.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bursel Iskandar Walla yang menurut informasi akan kembali diperiksa ternyata hanya datang ke Mapolsek sekitar pukul 12.15 WIT dan kembali lagi sekitar 3 menit kemudian dengan menumpangi mobil dinasnya DE 7 KM karena akan mengikuti rapat pleno di DPRD Bursel.

Begitu pun dengan Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy yang sehari sebelumnya telah diperiksa pun terlihat datang ke Mapolsek sekitar pukul 13.20 WIT, namun sekitar 5 menit kemudian sudah meninggalkan Mapolsek lagi.

Sedangkan pada Rabu (21/8) Tim Jaksa pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel Hakim Tuankotta, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bursel Mansur Mony, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel, Herman Sangadji dan Bendahara Bagian Kesra Setda Kabupaten Bursel Halija.

Kemudian pada Selasa (20/8) Tim Jaksa juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Sekda Kabupaten Bursel Iskandar Walla dan Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy.

Sementara itu, Kasie Perdata dan Tata Usaha Negara (Datum) Kejari Buru Berty Tanate kepada wartawan usai melakukan pemeriksaan mengaku bahwa proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain masih akan terus dilakukan, termasuk yang telah diperiksa pun masih akan diperiksa lagi.

“Kita masih lanjut terus, yang sudah diperiksa juga masih ada yang belum selesai. Masih lanjut juga,” kata Berty singkat.

Sementara itu, dari sumber terpercaya di Kejari Namlea mengungkapkan bahwa Tim Kejari Namlea akan melakukan pemeriksaan marathon terhadap para saksi yang ditaksir bisa mencapai ribuan orang.
“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap banyak sekali saksi, mungkin bukan hanya ratusan, tetapi bisa ribuan orang,” ungkap sumber itu.

Sumber tersebut mengaku bahwa karena banyaknya saksi yang akan diperiksa pihaknya, maka kemungkinan kasus ini akan memakan waktu yang cukup lama dan baru bisa dilimpahkan ke Pengadilan awal Tahun depan.

“Saksi yang akan diperiksa ini cukup banyak, jadi tidak mungkin dalam tahun ini, kemungkinan awal tahun depan baru dilimpahkan ke Pengadilan,” ungkapnya. (SBS/01)
- - - - - - - - -

Namrole, SBS
Pihak-pihak yang terlibat dalam indikasi korupsi dana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 sebesar Rp 28.748.200.000,00 nampaknya tidak akan bernafas legah dan tak lega tidurnya.

Pasalnya, setelah melakukan serangkain pemeriksaan saksi secara marathon sejak Selasa (20/8) hingga Selasa (17/9) Tim Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru yang dipimpin langsung oleh Kasie Pidsus Kejari Buru, Ahmad Bagir telah menemukan adanya perbuatan melawan hukum berupa korupsi terhadap dana kegiatan keagamaan itu.

Terkait itu, Tim Jaksa pun telah melakukan ekspos terhadap kasus itu dan menaikkannya ke tahap penyidikan.

“Kita sudah ekspos itu barang (kasus MTQ-red). Nah sekarang kita sudah tingkatkan ke tahap penyidikan. Jadi penyelidikan sudah selesai dan sekarng kita sudah di tahap penyidikan,” katya Kasih Pidsus Kejari Buru Ahmad Bagir kepada media ini via telepon selulernya, Selasa (17/9) malam.

Menurut Bagir, kendati sudah menaikkan status kasus ini dan telah mengerucut, tetapi pihaknya belum menetapkan tersangka yang dianggab bertanggung jawab atas indikasi penyalagunaan dana kegiatan keagamaan tersebut.

“Belum ada tersangka. Penyidikan umum saja dulu,” ucapnya.

Ia menjelaskan, belum ditetapkannya tersangka itu merupakan langkah antisipasi pihaknya dalam penanganan kasus ini, jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang kemudian mengambil langkah pra peradilan  pasca dilakukan penetapan tersangka.

“Kita antisipasi jangan sampai ada pra peradilan atau apakah. Gara-gara dulu rame-rame pra peradilan itu, makanya kita biasanya penyidikan tanpa tersangka dulu,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah saksi kembali diperiksa Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru terkait dugaan korupsi dana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 sebesar Rp 28.748.200.000,00 di Mapolsek Namrole, Jumat (30/08).

Mereka yang diperiksa terdiri dari Perwakilan PT. Johnson Kaleb Production selaku Event Organizer (EO) Jibrael Matatula, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, Bendahara Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bursel Nasir Waly, Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil dan Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa.

Jibrael Matatula yang biasa disapa Jiba terlihat datang ke Mapolsek untuk mengikuti proses pemeriksaan pukul 09.30 WIT dan hingga pukul 20.00 WIT, jiba masih diperiksa jaksa.

Sementara Semy Tuhumury terlihat mendatangi Mapolsek pukul 15.26 WIT dan sempat pulang pukul 17.00 WIT dan kembali lagi pukul 17.30 WIT untuk menjalani proses pemeriksaan dan baru selesai pukul 20.05 WIT.

Semy ketika kembali mengambil bukti kwitansi untuk disampaikan kepada wartawan, mengaku bahwa dirinya dimintai untuk memasukan bukti kwitansi yang belum dimasukkan.

“Masih ada lagi, tinggal 2 bukti kwitansi ini saja,” kata Semy kepada wartawan dan kemudian masuk ke Mapolsek untuk melanjutkan proses pemeriksaan.

Sementara itu, Nasir Waly terlihat mendatangi Mapolsek pukul 15.46 WIT dan selesai mengikuti proses pemeriksaan tersebut pukul 20.05 WIT.

Sedangkan Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy terlihat mendatangi Mapolsek pukul 15.40 WIT dan juga belum selesai menjalani proses pemeriksaan hingga berita ini ditulis.

Kemudian, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil dan Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa terlihat mendatangi Mapolsek pukul 10.00 WIT dan baru selesai menjalani proses pemeriksaan pukul 13.00 WIT.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bursel Iskandar Walla juga diperiksa, Kamis (29/08). Selain Sekda, sejumlah saksi lainnya juga turut diperiksa, yakni Penjabat Kepala BPKD Kabupaten Bursel Jeane Risampessy, Perwakilan PT. Johnson Kaleb Production selaku Event Organizer (EO) Jibrael Matatula, Istri almarhum mantan Wakil Bupati Bursel Erny Seleky, Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy

Selanjutnya, ada juga Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil, Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa dan staf Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Bursel Mario Solissa, Staf Dinas Pariwisata Kabupaten Bursel Leksi Sigmarlatu dan Guru SMA Negeri Namrole Linda Lesnussa.

Selain itu, Tim Kejari Buru juga telah memeriksa Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bursel Kader Tuasama, Rabu (28/08).

Selain Kader, sejumlah saksi lain pun turut diperiksa, termasuk yang sebelumnya telah diperiksa pun kembali menjalani proses pemeriksaan, yakni Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, Bendahara Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Nasir Wally, Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Rusli Nurpata, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil, Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa dan staf Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Bursel Mario Solissa.

Sedangkan pada Selasa (27/08) Tim Kejari Buru juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Asisten I Setda Kabupaten Bursel Alfario S Soumokil, Mantan Kadis Perindag Kabupaten Bursel Yan Latuiperissa, Mantan Bendahara Disperindag Kabupaten Bursel Fahmi Butamil, Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Rusli Nurpata, Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy, Mantan Bendahara Bagian Hukum Setda Kabupaten Bursel Afifa Souwakil, Staf Asisten I Setda Kabupaten Bursel Andre Solissa dan staf Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Bursel Mario Solissa.

Sebelumnya, Tim Jaksa juga telah memeriksa sejumlah saksi, Senin (23/08) yang terdiri dari Asisten I Setda Kabupaten Bursel Alfario S Soumokil, Sekretaris DPRD Kabupaten Bursel Hadi Longa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bursel Umar Mahulette, Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Muhammad Sukri, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel Herman Sangadji, Bendahara Bagian Kesra Kabupaten Bursel Hatija Loilatu dan Bendahara Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bursel Usman Bachta.

Tak hanya itu, Kamis (28/08) lalu Tim Jaksa juga sudah memeriksa Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bursel Umar Mahulette, Kasat Pol PP Kabupaten Bursel Asnawy Gay, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Sukri Muhammad, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bursel Semy Tuhumury, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bursel Yan Latuperissa, Kepala BKSDM Kabupaten Bursel AM Laitupa.

Kemudian, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bursel Mansur Mony yang sebelumnya telah menjalani proses pemeriksaan pun kembali diperiksa bersama Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel Herman Sangadji dan Bendahara Bagian Kesra Setda Kabupaten Bursel Halija Loilatu.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bursel Iskandar Walla yang menurut informasi akan kembali diperiksa ternyata hanya datang ke Mapolsek sekitar pukul 12.15 WIT dan kembali lagi sekitar 3 menit kemudian dengan menumpangi mobil dinasnya DE 7 KM karena akan mengikuti rapat pleno di DPRD Bursel.

Begitu pun dengan Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy yang sehari sebelumnya telah diperiksa pun terlihat datang ke Mapolsek sekitar pukul 13.20 WIT, namun sekitar 5 menit kemudian sudah meninggalkan Mapolsek lagi.

Sedangkan pada Rabu (21/8) Tim Jaksa pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel Hakim Tuankotta, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bursel Mansur Mony, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bursel, Herman Sangadji dan Bendahara Bagian Kesra Setda Kabupaten Bursel Halija.

Kemudian pada Selasa (20/8) Tim Jaksa juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Sekda Kabupaten Bursel Iskandar Walla dan Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy.

Sementara itu, Kasie Perdata dan Tata Usaha Negara (Datum) Kejari Buru Berty Tanate kepada wartawan usai melakukan pemeriksaan mengaku bahwa proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain masih akan terus dilakukan, termasuk yang telah diperiksa pun masih akan diperiksa lagi.

“Kita masih lanjut terus, yang sudah diperiksa juga masih ada yang belum selesai. Masih lanjut juga,” kata Berty singkat.

Sementara itu, dari sumber terpercaya di Kejari Namlea mengungkapkan bahwa Tim Kejari Namlea akan melakukan pemeriksaan marathon terhadap para saksi yang ditaksir bisa mencapai ribuan orang.

“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap banyak sekali saksi, mungkin bukan hanya ratusan, tetapi bisa ribuan orang,” ungkap sumber itu.

Sumber tersebut mengaku bahwa karena banyaknya saksi yang akan diperiksa pihaknya, maka kemungkinan kasus ini akan memakan waktu yang cukup lama dan baru bisa dilimpahkan ke Pengadilan awal Tahun depan.

“Saksi yang akan diperiksa ini cukup banyak, jadi tidak mungkin dalam tahun ini, kemungkinan awal tahun depan baru dilimpahkan ke Pengadilan,” ungkapnya. (SBS/01)
- - - - - - - - - - -
Namrole, SBS 
Berkas kasus pembakaran Gustaf Siwalette, Warga Desa Allang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) di rumah kontrakan di samping Kem Waemala, Desa Waekatin, Kecamatan Fena Fafan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) hingga kini masih berada di Jaksa pasca dilimpahklan tanggal 2 September 2019 lalu.

“Penyerahan BAP ke Jaksa pada tanggal 2 September 2019 dan sekarang tinggal menunggu petunjuk jaksa untuk Tahap 21,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Buru Buru, Ipda Zulkifli kepada wartawan via WhatsApp, Selasa (17/9).

Jadi, tambahnya, jika nantinya jaksa memberikan petunjuk bahwa berkas tersebut telah dinyatakan lengkap, maka penyidik akan melakukan pelimpahan Tahan 2. Tetapi jika masih belum lengkap, maka akamn dilengkapi lagi.

Menurut Zulkifli, motif filakukannya pembakaran terhadap korban oleh tersangka Welem Patty itu ialah karena mabuk. “Motifnya karena mabuk,” ucapnya.

Dimana, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 187 ayat 1 dan 3 dengan pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 187 ayat 1 dan 3 dengan ancaman ncaman hukuman 15 tahun atau seumur hidup,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, nasib malang menimpa Gustaf Siwalette, warga Desa Allang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang tewas terpanggang bersama rumah Pdt. Roy Seleky yang sementara dikontraknya bersama teman-teman saat mengerjakan jaringan listrik di Kecamatan Fena Fafan Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Rabu (24/7) dini hari.

Informasi yang dihimpun dari pemilik rumah, Pdt. Roy Seleky yang juga mantan Caleg Partai Perindo Dapil Namrole-Fena Fafan mengatakan bahwa, korban bersama  rekan-rekannya mengontrak rumahnya yang terletak di samping Kem Waemala, Desa Waekatin, Kecamatan Fena Fafan, Kabupaten Bursel.

Diceritakan, awal kejadian itu, bermula dari perayaan Hari Ulang Tahun salah satu rekannya.

“Jadi kejadian itu mereka yang kerja jaringan PLN ke Desa Waelo itu kontrak beta rumah di samping kem Waemala itu. Lalu mereka punya mandor Ulang Tahun dan mereka minum minuman keras sampai mabuk. Tapi tidak tahu bagimana terjadi cekcok di antara mereka yang berujung pembakaran rumah tersebut,” ujar Seleky yang juga mantan Caleg Partai Perindo.

Dikatakan, rumahnya itu terbakar  sekitar pukul 01.00 WIT dan menurut keterangan dari anggota Brimob yang berada pada Pos di Kem perusahan, korban atas naman Gustaf Siwalete ini sudah mabuk dan sudah tidur dari sekitar pukul 22.00 WIT.

“Satu rumah tabakar, lalu menurut keterangan brimob dan anggota di polsek leksula itu teman mereka yang terbakar ini di terlalu mabuk dan tidor dari pukul 22.00 WIT sehingga saat rumah terbakar dan api membesar korban tidak sempat melarikan diri dan akhirnya terbakar bersama rumah,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Leksula Iptu Jafar Husen saat dihubungi media ini membenarkan kejadian terbakarnnya rumah di dekat Kem perusahan Waemala, Desa Waekatin.

“Itu masyarakat dari Allang yang sementara mengerjakan jaringan listrik di Fena Fafan. Kebetulan mereka tinggal di pinggir Kem di rumah salah satu warga disana,” ujar kapolsek.

Diceritakan, berdasarkan keterangan dari salah satu saksi yang punya rumah mengatakan mengatakan bahwa korban bersama pelaku dan rekan-rekannya sudah minum minuman keras dari pukul 19.00 WIT.

“Tiba-tiba pelaku pembakaran ini yang diketahui bernama Welem Patty itu bilang ke teman-temanya untuk keluar dari rumah sebab ia (Welem) akan membakar rumah dengan mobil,” ujar Kapolsek menceritakan.

Lanjutnya, melihat pelaku mengamuk dan ingin membakar rumah, rekan-rekannya bermaksud untuk melaporkannya ke Pos Brimob yang tak jauh dari lokasi mereka tinggal.

“Tapi baru melakukan perjalanan menuju pos kurang lebih 10 menit, rumah sudah terbakar. Dan kebetulan ketika dikonfirmasi dirumah tersebut ternyata ada bensin 2 drum, 100 liter minyak tanah dan juga solar yang dijual oleh salah satu warga,” terangnya.

Dikatakan, pekerja yang tinggal di rumah tersebut ada 13 orang, tetapi waktu kejadian satu orang melarikan diri, satu terbakar dan sebelas di tahan di Pos Brimob. Selanjutnya, sekitar pukul 03.00 WIT mereka dibawa ke Polsek Leksula untuk dimintai keterangan.

“Mereka ada 11 orang itu ditahan di Pos Brimob dan sekitar pukul 03.00 WIT mereka dibawa ke Polsek Leksula. Jadi yang korban ini sudah mabuk dan mereka tidak tahu kalau dia (Korban) ada tidur di dalam rumah itu dan ketika rumah terbakar mereka tidak tahu kalau korban ada di dalam,” ujar kapolsek.

Tambahnya, pada saat kejadian, pelaku melarikan diri dan belum ditemukan.

Akibat kebakaran ini, tambahnya, selain merengut 1 korban jiwa, diperkirakan kerugian yang di alami mencapai puluhan juta Rupiah. (SBS/01)
- - - - - - - - - -