Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Sosial

News Politik

News Hukrim

News Buru Selatan

News Kabupaten Buru

News Pariwisata

Ambon, SBS 
ELVIS CHARLES LAHALLO, Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku Nomor Urut 27 mengaku akan berjuang untuk mewujudkan sebanyak 40.000 lapangan kerja baru bagi rakyat Maluku selama 5 tahun jika tanggal 17 April 2019 nanti rakyat Maluku mempercayakan dirinya sebagai Anggota DPD RI.

“Sudah menjadi target perjuangan Beta diantaranya ialah memperjuangkan 40.000 lapangan kerja baru bagi rakyat Maluku selama 5 tahun kedepan. Kalau rakyat Maluku memilih Beta sebagai Anggota DPD RI mewakili kepentingan mereka di Parlemen,” kata Lahallo kepada media ini di Ambon, Minggu (24/03/2019) pagi.

Pria yang sudah belasan tahun berprofesi sebagai wartawan ini mengaku bahwa ia memiliki strategi untuk menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

“Tentunya untuk mewujudkan target perjuangan itu harus dibarengi dengan strategi perjuangan yang ideal. Modal utama yang Beta butuhkan ialah harus mendapat dukungan dari seluruh komponen masyarakat Maluku, terutama perlu adanya sinergitas tujuan perjuangan dengan pihak Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota maupun teman-teman DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota yang menurut pengamatan beta selama ini belum sejalan,” ujar mantan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Buru Selatan itu.

Mantan Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Ambon ini mengaku bahwa tingkat pengangguran dan kemiskinan di Maluku hingga kini masih cukup tinggi dan perlu mendapat perhatian serius dari seluruh anak Maluku yang ingin berjuang bagi kesejahteraan rakyat Maluku.

“Masih tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di Maluku pasca 73 Tahun kemerdekaan Indonesia ini tentu saja membangkitkan semangat juang Beta selaku Pattimura-Pattimura muda, bahwa ternyata perjuangan bagi kesejahteraan rakyat di Maluku itu belum selesai,” papar Wakil Ketua DPC GAMKI Kabupaten Bursel.

Lanjut Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bursel ini, jika persoalan pengangguran di Maluku bisa diatasi secara baik dengan lahirnya puluhan ribu lapangan kerja baru yang potensial, maka sudah barang tentu akan pula berdampak kepada turunnya angka kemiskinan. Tetapi sebaliknya, jika kita tidak mampu memperjuangkan dan melahirkan lapangan-lapangan kerja baru bagi lulusan Sarjana, Diploma maupun SMA/SMK kita, maka sama saja kita sedang menunggu akan lahirnya calon-calon masyarakat yang akan hidup dalam garis kemiskinan yang terus melilit.

“Setiap tahun ada ribuan Sarjana, Diploma maupun SMA/SMK yang dicetak oleh perguruan tinggi maupun SMA/SMK. Adik-adik kita ini akan menjadi pengangguran dan menjadi calon masyarakat miskin, jika kita tak punya solusi untuk menciptakan lapangan kerja di sektor pemerintah maupun swasta sebanyak-banyaknya,” ucap mantan Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bursel ini.

Olehnya itu, Pria kelahiran Desa Ouw, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah yang telah menjadi anak Piatu sejak bangku SD Kelas VI ini berharap mendapat dukungan maksimal dari seluruh rakyat Maluku secara umum dimana saja.

Sebab, Lahallo yang sudah belasan tahun menyuarakan dan memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat Maluku melalui tugas kewartawanan dan organisatoris tanpa dibayar oleh negara ini akan terus berjuang bagi kesejahteraan masyarakat Maluku tanpa pandang buluh.

“Pastinya kita semua setuju bahwa Maluku butuh perubahan dan bukan perbedaan,” ucapnya.

Dimana, selain berbagai aspirasi yang telah diserap secara langsung dari masyarakat dalam berbagai kesempatan sosialisasi diri (kampanye), Lahallo juga sudah menyampaikan tujuh target utama perjuangannya yang akan Ia perjuangkan sesuai kewenangan DPD RI dan cukup mendapat respon yang sangat positif dari  masyarakat di Maluku. Ketujuh target perjuangan tersebut yaitu : 
Pertama, Memperkuat fungsi dan kewenangan DPD RI secara kelembagaan; Kedua, Mengoptimalkan hubungan yang strategis dan sinergis antar anggota DPD RI, DPR RI, DPRD dan Pemerintah Daerah guna menjawab aspirasi rakyat Maluku; Ketiga, Menuntut percepatan pemekaran dan memperbanyak Daerah Otonom Baru (DOB) di Maluku, baik Kabupaten/Kota maupun Provinsi; Keempat, Menjadikan Maluku sebagai Daerah Otonomi Khusus Kelautan; Kelima, Mendorong adanya Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat di Maluku; Keenam, Memperjuangkan pembangunan Pelabuhan Internasional di Maluku; dan Ketujuh, Mewujudkan 40.000 Lapangan Kerja baru bagi rakyat Maluku selama 5 tahun.

“Niat baik ini hanya akan menjadi mimpi jika Beta tidak mendapat kewenangan dari rakyat Maluku untuk memperjuangkan itu sebagai Anggota DPD RI. Jadi, Beta ajak semua rakyat Maluku, mari bantu beta berjuang, sayangi generasi kita. Bersama, Maluku pasti Bangkit,” tutur Pria petarung yang berangkat dari keluarga sederhana di Desa Ouw ini.

Pria murah senyum ini berharap rakyat Maluku jangan asal pilih apalagi golput. Sebab, masa depan rakyat Maluku turut ditentukan oleh rakyat Maluku sendiri.

“Tanggal 17 April 2019 jangan lupa ajak keluarga dan teman sebanyak-banyaknya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing dan buka Surat Suara yang berwarna merah kemudian coblos Calon DPD Nomor Urut 27. Ingat, Hormati yang Tua, Pilih yang Muda,”  ajak Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) itu.

Supaya lebih mengenal Calon DPD RI Dapil Maluku termuda yang belum memiliki cacat di dunia politik ini, berikut Biodata ELVIS CHARLES LAHALLO :

A. BIODATA
1              1.      Nama lengkap                           :    ELVIS CHARLES LAHALLO
          2.   Tempat, Tanggal Lahir/Umur    :    Ouw, 06 Juni 1986/ 32 Tahun
3        3.   Jenis Kelamin                            :    Laki-Laki
4        4.    Agama                                       :    Kristen Protestan
5        5.   Status Perkawinan                     :    Sudah Kawin
          a.       Nama Istri                           :    Sustati Novita Sohilait
          b.      Jumlah anak                        :    2 orang (Asyaneti Paula Queenofbless Lahallo dan Aiseka Kingwesly Lahallo)
  6.     Alamat Tempat Tinggal             :    Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku

B. RIWAYAT PENDIDIKAN :   
    v      Formal :
1.   Sekolah Dasar Negeri 2 Ouw
2.   SLTP Negeri 9 Saparua
3.   SMA Negeri 4 Ambon
4.   Universitas Iqra Buru

    v      Non Formal :
            1.  Pendidikan Komputer Tingkat Microsoft Office 2000 di Pendidikan Komputer Jayanegara Ambon
            2.  Pelatihan Ketrampilan Kejuruan Komputer di Balai Latihan Kerja Khusus Kemaritiman Provinsi Maluku
            3.  Kursus Komputer Tingkat Lanjutan pada Program Microsoft Windouws Bidang Microsoft Perkantoran (Office), Internet dan Pengenalan Merakit Komputer di AD-N Komputer

C. RIWAYAT ORGANISASI :
1.   Pengurus Remaja Daerah Pelayanan Halong Baru Jemaat GPM Halong
2.   Ketua Bidang Pelpem AMGPM Ranting II Halong
3.   Sekretaris AMGPM Ranting II Halong
4.   Ketua AMGPM Ranting II Halong 2 periode
5.  Sekretaris Pengasuh Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Daerah Pelayanan Halong Baru Jemaat GPM Halong
6.   Ketua Pengasuh SMTPI Daerah Pelayanan Halong Baru Jemaat GPM Halong
7.   Koordinator Unit Kanaan Jemaat GPM Halong
8.  Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Forum Pemuda Kecamatan Teluk Ambon Baguala
9.   Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Ambon
10. Sekretaris Unit Leapoda Jemaat GPM Labuang
11. Sekretaris AMGPM Cabang I Talitakumi Daerah Buru Selatan dua periode
12. Sekretaris PersatuanWartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Buru Selatan
13. Wakil Sekretaris Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Buru Selatan
14. Wakil Ketua DPC GAMKI Kabupaten Buru Selatan
15. Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Pariwisata Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Kabupaten Buru Selatan
16. Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Cabang Buru Selatan
17. Ketua KAMIJO Provinsi Maluku

D. RIWAYAT PEKERJAAN :
1.   Wartawan Koran Seram Post
2.   Wartawan Koran Surya Daily
3.   Wartawan Koran Siwalima
4.   Wartawan Media Online Suara Buru Selatan
5.   Wartawan Kompas Timur

E.  TANDA PENGHARGAAN :
1.   Piagam Penghargaan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi 
      Maluku
2.   Sertifikat Kompetensi dari Dewan Pers dan PWI Pusat
3.   Piagam Penghargaan dari Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (SBS-01)
- - - - - -

Namlea, SBS 
Gara-gara mengantuk mobil mobil yang dikendarai camat Waplau Ar Anjaran terbali.

Insiden ini terjadi pada Selasa 16 April 2019 pukul 4 sore tadi. Kecelakaan bermula saat camat Waplau yang baru pulang dari Kecamatan Fenalisela menuju ke Kecamatan Waplau .

Anjaran mengaku mengantuk akibat kelelahan.

Saat dirinya tiba-tiba terlelap spontan mobil oleng karena kehilangan kendali kemudi.

Dengan kecepatan laju Mobil akhirnya menabrak gundukan batu karang dan terjungkil beberapa meter dari lokasi kejadian.

Menyadari mobilnya terbalik korban langsung berupaya untuk keluar dari dalam mobil untuk menyelamatkan diri.

Insiden ini sempat membuat pengguna jalan panik. Dan berupaya saling bantu untuk mengevakuasi bangkai mobil dari lokasi kejadian.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Korban hanya mengalami luka ringan sedang kerugian materil ditaksir capai ratusan juta rupiah akibat lakatunggal tersebut. (SBS/11)


- - - -

Namlea, SBS 
Pememerintah pusat melalui Kementrian Balai Wilayah Sungai PUPR membangun Proyek Bendung Waeapo senilai Rp.2,2 triliun tanpa ganti rugi kepada pemilik lahan.

Buntutnya, kunjungan rombongan Bank Dunia dan sejumlah pejabat dari Kantor Balai Wilayah Sungai Kementrian PUPR di lokasi proyek itu sempat dihadang sejumlah masyarakat pemilik lahan dipimpin Kaksodin Ali Wael pada pukul 10.30 WIT, Senin (15/4).

Kedatangan rombongan dari pusat itu juga membawa dua perwakilan Bank Dunia,  Mr, Yazuhiro Azuma dan Mr. Keduanya berkewarganegaraan Jepang.

Perwakilan Bank Dunia ini diajak ke lokasi proyek guna meyakinkan kalau proyek bendung itu layak dibiayai mereka.

Namun baru setengah jam berada di lokasi proyek dan sedang melihat peta proyek, rombongan dikagetkan dengan kedatangan sekumpulan masyarakat adat di bawah pimpinan Kaksodin Ali Wael.
Ali Wael langsung menemui Irfan dan Dedi dari BWS. Tanpa tedeng aling-aling, ia meminta agar segera dikeluarkan seluruh alat berat dari lokasi proyek.

Didengar dua orang perwakilan dari Bank Dunia ini, Ali Wael mengaku merasa ditipu pihak BWS. Namun keduanya tidak mengerti apa yang disampaikan Ali karena terhalang kendala bahasa.

Saking emosinya dan sambil marah-marah, Ali Wael nyaris menumpahkan kekesalannya dengan memukul pegawai dari BWS.

Ia menanyakan kepastian ganti rugi. Dan  kenapa dari pihak BWS tidak mendatangi dirinya dan juga masyarakatnya guna berkoordinasi membicarakan masalah ganti rugi lahan yang terkena lokasi proyek.

Untuk itu di hadapan rombongan dari Jakarta itu, dengan tegas Ali meminta agar seluruh alat berat dikeluarkan dari lahan milik warganya itu.

"Apabila tidak segera dikeluarkan, jangan salahkan kami. Akan kami bakar semua alat berat di lokasi bangunan waeapo," katanya kesal sambil berlalu meninggalkan rombongan.

Keterangan yang berhasil dikumpulkan dari TKP menyebutkan, proyek Rp.2,2 triliun yang mulai digarap tahun anggaran 2018 lalu itu, ternyata hingga kini belum ada ganti rugi.

Beberapa kali masyarakat adat pemilik lahan menuntut haknya. Namun pihak BWS hanya janji melulu.

Kemarahan  warga pemilik lahan memuncak, saat diketahui rombongan dari Jakarta dan dua perwakilan dari Bank Dunia mengunjungi lokasi proyek tersebut pada pukul 10.00 WIT.

Selang setengah jam kemudian Kaksodin Ali Wael dkk muncul di lokasi proyek dan marah-marah serta mengeluarkan ancaman membakar alat berat milik PT Hutama Karya yang berada di lokasi proyek.

Gara-gara didatangi Ali Wael dkk, rombongan yang sedianya akan berada lama di lokasi proyek, akhirnya pulang pada pukul 10.50 wit.

Saat rombongan berlalu, Ali Wael kembali membawa warganya dan memalang jalan masuk dengan memasang sasi adat menuju lokasi proyek.

Ali berpesan kepada PT Mandala Hutama Karya agar segera angkat kaki bersama peralatannya dari lokasi lahan milik warga adat ini. Tidak boleh ada aktifitas bila belum ada ganti rugi.

"Sebelum ada pembayaran lahan atau berkordinasi ulang dengan pihak pemilik lahan, jangan ada aktifitas di areal bendungan waeapo,"pesan Ali Wael.

"Dengan adanya palang tanda larangan adat, namun  masih ada yang beraktifitas, apabila ada terjadi sesuatu, jangan salahkan kami selaku pemilik lahan, karena kami sudah memberi peringatan dengan cara pemasangan tanda larangan adat. Apabila mau beraktifitas kembali segera menyelesaikan pembayaran kepada pemulik lahan," ingatkan Ali Wael.

Sementara itu, Manajemen PT Hutama Karya yang dikonfirmasi perihal masalah itu, memilih menutup diri. Beberapa karyawan yang ditemui berkilah bos mereka baru istirahat dan tak bisa diganggu.

Sementara itu, satu sumber terpercaya menyebutkan, proyek yang ditangani PT Hutama Karya ini juga pernah didatangi BPKP Perwakilan Maluku belum lama ini.

Tim BPKP menumukan fakta, kalau pekerjaan paket 1 fisiknya masih nol persen dan paket 2 baru mencapai empat persen.

Pekerjaan berjalan seret, karena masalah lahan proyek milik masyarakat yang akan terpakai seluas 500 ha itu tidak diberi ganti rugi. (SBS/11)

- - - - -
Namrole, SBS 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) hari ini, Senin (15/04) mendistribusikan logistik pemilu ke tiga kecamatan Yakni Kecamatan Leksula, Kecamatan Fena Fafan dan Kecamatan Kepala Madan.

Pendistibuasian dengan pengawalan ketat pihak kepolisisan ini dilakukan di Pelabuhan Namrole, diserahkan oleh Ketua KPU Bursel Syahrif Mahulauw, kepada awak Kapal Laden Harapan XX, disaksikan oleh Sekda Bursel A M Laitupa, Wakapolres Buru Kompol Bahcri Hehanussa, ketua dan Anggota Bawaslu Bursel, Anggota KPU Provinsi Maluku Abdul Khalil Tianotak, Pabung Bursel, Anggota KPU Bursel, dan puluhan personil dari polres Pulau Buru yang bertugas mengamankan logistik tersebut hingga tiba di Lokasi TPS.

Ketua KPU Bursel Syarif Mahulauw pada kesempatan itu mengatakan proses distribusi awal logistik Pemilu untuk tiga kecamatan itu semoga berjalan dari awal hingga sampai pada pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Pendistribusian awal logistik ke tiga kecamatan ini kami berharap semoga tidak ada hambatan dan 
halangan sampai logistik ini tiba pada titik-titik persinggahan terakhir pada kota Biloro dan selanjutnya dapat didistribusikan ke TPS-TPS yang ada di tiga kecamatan tepat waktu,” harap Mahulauw.

Disamping itu, Mahulauw juga berterima kasih atas support yang telah diberikan oleh Pemda Bursel, Polres Buru serta seluruh pihak yang menginginkan pemilu serentak 17 april ini berjalan dengan baik.

“Kami KPU Bursel berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mengawal proses ini. Hari ini hanya tiga kecamatan dan akan dilanjutkan besok dengan 3 kecamatan sisa yaitu kecamatan Ambalau, kecamatan Waesama dan Kecamatan Namrole,” ujar Mahulauw.

Terima kasih yang samapun disampaikan oleh Sekda Bursel A M Laitupa mewakili Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulissa.

Laitupa katakan, selaku pemerintah daerah turut mendukung pelaksanaan pemilu dan berkeinginan kuat agar pemilu dapat berjalan dengan baik.

“Terima kasih kepada semua yang hadir dalam rangka melepas dokumen pelengkap pemilu atau logistik pemilu ke tiga kecamatan yang ada di kabupaten Bursel dan kami Pemerintah daerah berharap kepada penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu serta pihak keamanan agar mengawal proses ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar serta kita doakan supaya tidak ada hambatan dalam proses penyelenggaraan pilkada ini,” kata Laitupa.

Pantauan media ini, puluhan anggota Polres Pulau Buru sebelum berangkat mengawal kotak suara mendapat arahan dari Wakapolres Buru Bahcri Hehanussa yang menginginkan anak buahnya untuk bisa menjaga keamanan dari logistik yang dibawa.

Untuk diketahui, total kotak suara yang didistribusikan ke Kecamatan Leksula sebanyak 250 kotak suara untuk 19 desa dengan total 50 TPS dan titik evakuasi pada Desa Leksula 130 kota suara, Desa Tifu 75 kota suara dan Desa Waemulang 45 kotak suara.

Kecamatan Fena Fafan 80 kotak suara untuk 10 desa dengan total 16 TPS dan titik evakusia pada Desa Tifu. Sedangkan untuk Kecamatan Kepala Madan 210 kota suara untuk 15 desa dengan total 42 TPS dan titik evakuasi di Desa Biloro 120 kotak suara, Desa Waepandan 70 kota suara dan Desa Waemulang 20 kotak suara.

Sedangkan Kecamatan Namrole yang akan didistribusikan besok, Selasa (16/04) sebanyak 345 kotak suara untuk 17 desa dengan 69 TPS, Kecamatan Ambalau 175 kotak suara untuk 7 desa denga  total 35 TPS, dan Kecamatan Waesama 255 kota surat suara untuk 11 desa dengan total 51 TPS.(SBS/02)

- - - - - - - - - - - - -

Namlea, SBS 
Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf Syarifudin Azis mengimbau prajuritnya agar bekali pendidikan agama saat anak-anak masih kecil.
Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf Syarifudin Azis mengatakan hal itu dalam kegiatan Isra Miraj yang dipusatkan di Pondok Pesanten Uswatun Hassanah, Sabtu (13/4).

Hadir dalam kegiatan itu, Sekda Buru, Drs Ahmad Assagaf, Kepala Kantor Kemenag Buru, Ny Farida Laisou, Wakapolres Pulau Buru, Kompol Backhrie Hehanussa, para asisten, pimpinan OPD, sejumlah pama Kodim, prajurit TNI dan Polri, warga pondok pesantren dan sejumlah tamu undagan lainnya.

Dalam sambutannya, Dandim menggugah tamu undangan yang hadir, lebih khusus lagi TNI/Polri, agar memperhatikan pendidikan anak-anak mereka.
Kata Dandim, pendidikan apa saja bagus.Tapi alangkah lebih bagus dari awal anak-anak mereka sudah dibekali pendidikan agama."Akan sangat jauh berbeda kalau anak sudah dibekali pendidikan agama sejak dari kecil,"ucap Dandim yang pernah mengecap pendidikan pesantren usai lulus SMP.

Bagi yang muslim, kalau anak-anak telah dibekali agama dari usia dini, apalagi di pesantren, akui dandim, bukan hanya mereka punya modal pengetahuan agama yang mumpuni, tapi juga punya bekal bahasa asing, terutama bahasa arab.

"Saya merasakan  masuk pesantren.Itu setelah SMP.Kalau saya disuruh bahasa Arab  juga kurang lancar, karena kenapa?sudah terlambat masuknya.Beda dengan teman-teman saya yang mulai dari  Tsanawiyah.Dia kalau bahasa Arab kaya kita pakai bahasa Bugis yang orang Bugis,"akui dandim.
Menurut dandim bekal pendidikan agama dan bahasa arab ini bukan melulu ada di pesantren. Di luar pesantren juga bisa.

Ia menilai positif program Magrib Mengaji dan Program Gencar dari Pemerintah Kabupaten Buru.
Dua program ini juga merupakan bekal untuk menanamkan pendidikan agama, termasuk sholat dan mengaji serta pengetahuan umum bagi anak-anak melalui tempat pengajian.

"Pemda  kita sudah menjalankan sebuah program yang menurut saya sangat bagus,  yaitu magrib mengaji. Anak-anak kita Pada saat Maghrib semuanya kalau nggak di masjid ya di rumah guru mengaji. Itu bekal mereka. Itu menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua,"papar Dandim.
Mengawali sambutannya, Dandim menyebutkan ada tiga hal yang dapat dipetik dari pelaksanaan Isra Miraj yang dilaksanakan di Ponpes Uswatun Hassanah ini.

Pondok pesantren yang letaknya tersembunyi di belakang Balai Latihan Kerja (BLK) Nakertrans Kabupaten Buru ini , merupakan salah satu ponpes terbaik di Kabupaten Buru.
Sebanyak enam santrinya akan mewakili Kabupaten Buru dalam event MTQ Tingkat Propinsi Maluku tanggal 13 Juni nanti, baik dalam mata lomba hafalan (hifzil quran) dan lainnya.

"Tujuan kegiatan Isra Mi'raj kita laksanakan pada hari ini, yang pertama yaitu Mari kita meningkatkan keimanan kita,"imbuh dandim.
Dandim lalu menyentil perjalanan Rasullullah SAW dalam semalan menempuh perjalanan jauh 1500 kilometer.

Kalau bersepeda, mungkin butuh waktu 10-15 hari. Namun oleh Rasullulah hanya ditempuh dari Mekkah (Arab Saudi) ke  Masjidil di Palestina hanya dalam tempo 12 jam pergi-pulang.
Dandim menyinggung pula tujuan kedua dilaksanakan Isra Miraj di sana, yakni agar masyarakat luas mengetahui keberadaan ponpes Uswatun Hassanah.

"Saya sudah janji ketua Yayasan, Insya Allah kalau ada rezeki kita akan bangunkan tempat wudhu dan MCK yang bagus di sini. Nanti saya akan mengajak teman-teman dan  ada yang tergerak hatinya,"janji Dandim.
Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Buru, Ny Farida Laisou dalam kesempatan itu memaparkan pula perjalanan Rasullulah SAW Dari Masjidil Haram Mekah ke Masjidil Aqsah di Palestina.
Perjalanan jauh beribu kilometer melewati dua negara itu hanya ditempuh semalam (12 jam) yang secara naral akal sehat sulit diterima.

"Kalau diukur dengan akal sehat manusia, kita tidak bisa menjangkau kerahasiaan Allah untuk hal tersebut,"kata Farida.
Lanjut dia,  dari perjalanan itu Nabi secara langsung diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala untuk melaksanakan ibadah lima waktu sehari semalam."Sampai saat ini kita sebagai pengikutNYA,  melaksanakan ibadah itu. Setiap 1 kali ibadah kita mendapatkan 10 kebaikan dan kalau lima kali kita laksanakan sehari Berarti ada 50 kebaikan,"kata Farida.

Hal yang sama juga dikatakan Sekda Ahmad Assagaf.Ia menyinggung dua makna penting dari peringan isra miraj ini, yakni hubungan dengan Allah melalui perintah shalat dan hubungan dengan sesama manusia.
Kegiatan Isra Miraj  ditutup tausiah dari Ustad Heru Prastowo yang mengurai dengan lugas perintah langsung dari Allah SWA kepada Nabi Muhammad SAW.

Wahyu dari Allah selalu diberikan kepada Rasullulah melalui perantaraan Malaikat Jibril.
Namun sholat lima waktu langsung diperintahkan Allah kepada Nabi Muhammad.
Mengurai tuntas perintah Allah dan makna dari Sholat sebagai tiang agama, ustad Heru mengingatkan alangkah meruginya para pengikut Muhammad yang tidak melaksanakan perintah itu.

Dengan sholat lima waktu, lima kali sehari kita bisa berkomunikasi dengan Allah."Mau ketemu bupati saja harus janjian terlebih dahulu dan belum tentu bisa ketemu hari itu.Sementara Allah SWT open house tiap hari. Kita bisa bertemu lewat shalat lima waktu dalam sehari,"tandas Ustad Heru. (SBS/10)

- - - - -


Namlea, SBS 
Menjadi korban tabrak lari, dua warga Desa Karang Jaya, Kecamatan Namlea,  La Suria (26) dan Lanie (43) dilarikan ke RSUD Lala dalam kondisi bersimbah darah.

Wartawan media ini melaporkan dari Namlea tadi malam, sampai berita ini di kirim, korban atas nama La Suria masih belum sadarkan diri.

La Suria mengalami patah tulang di bagian leher, luka di kelopak mata,  luka di bagian kening , luka di pipi, dan luka-luka pula di beberapa anggota tubuh.

Satu korban lainnya bernama Lanie mengalami luka pada bagian tangan kanan,  luka lecet  di pelipis kanan, dan luka lecet di bagian dagu. Korban dalam kondisi sadar.

Keduanya menjadi korban tabrak lari saat sedang berboncengan dengan sepeda motor Yamaha Yupiter bernomor polisi DE 5841 DB dari tempat kerja mereka dan hendak pulang ke rumah pada pukul 18.45 wit, Jumat sore jelang malam (12/4).

Kejadian tabrak lari itu terjadi di poros jalan raya depan Lapter TNI AU di Namlea, atau tidak jauh dari Jembatan Waepamali Desa Lala.

La Suria yang mengendarai motor yamaha yupiter itu membonceng Lanie. Keduanya baru pulang kerja dan  hendak pulang ke Desa Karangjaya.

Namun naas terjadi, saat berada di TKP ada mobil avansa hitam melaju dengan kecepatan tinggi dari arah dalam kota.

Saksi mata bernama La Hasim (47), menyaksikan mobil itu melakukan sik-sak, melambung tiga pengendara motor, lalu menyeruduk motor korban dari arah belakang.

Akibat serudukan tiba-tiba itu, terdengar bunyi tabrakan yang cukup keras. Korban dan motornya terlihat terpental.

Sedangkan mobil avansa hitam terus melaju tancap gas dan kabur dari TKP. Mobil itu dilarikan sopirnya menuju arah luar kota.

Sampai berita ini dikirim, belum diketahui siapa yang mengendarai mobil avansa hitam ini berikut plat nomornya.

Beberapa saksi mata di TKP, tidak ada yang mencatat plat nomor mobil tabrak lari itu. Mereka lebih memilih menolong kedua korban.

Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf Syarifudin Azis yang saat insiden terjadi sedang melintas di jalan yang sama, ikut menolong kedua korban.

Dengan mobil dinasnya, kedua korban dilarikan ke RSUD Lala yang berjarak sekitar satu kilometer dari TKP.

"Satu korban masih kritis akibat patah tulang leher,"papar Dandim.

Ia turut menghimbau oknum pelaku tabrak lari agar menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib.
Pelaku juga diminta menanggung beban derita para korban yang sehari-harinya bekerja sebagai penyuling minyak kayu putih. (SBS/11)

- - - - - -

Maluku, SBS 
Badan Pengawan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku membentuk tim Patroli Pengawasan politik uang yang beranggotakan lebih dari 2.5000 orang jelang pemilu dan tim ini dibentuk untuk mengantisipasi serbuan serangan fajar sebelum waktu pencoblosan pada 17 April nanti.

Hal tersebut disampaikan Koordinator divisi pencegahan dan hubungan antar lembaga Bawaslu Maluku Paulus Titaley kepada wartawan siang (12/4) di Ambon.

Menurut Titaley, bukan rahasi lagi jika jelang waktu pencoblasan ada aksi-aksi spontan ke warga untuk memenangkan salah satu paslon atau partai tertentu yang dilakukan oleh tim-tim sukses.

“Ini yang kami antisipasi. Serangan fajar, pemberian uang dan lainnya. Ada tim yang patroli dan pantau itu,” ujarnya.

Menurutnya, para personil ini nantinya akan diturunkan ke tiap desa untuk mencegah ada aksi demikian yang dinilai menodai pesta pemilihan demokrasi.

Dikatakan, jumlah tim yang disiapkan ada lebih dari 2.500 orang ini tersebar mulai dari tingkat kecamatan hingga ke TPS.

Dia merinci terdapat 5.527 TPS di Maluku, 1.231 desa, 118 kecamatan dan 11 kabupaten. Personil yang berpatroli akan berada pada tingkat kabupaten kecamatan dan desa.

“Personil mulai melakukan tugas penjagaan mulai dilakukan pada 14 hingga 16 April. Mereka ini tidak tidur. Sebab praktik-praktik politik uang ini biasanya terjadi malam sampai subuh. Sistemnya door to door,” lanjut dia.

Selain itu, pihaknya pun telah memasang spanduk di desa-desa dan bertemu para pemimpin untuk memastikan mereka ikut mengawasi agar tidak ada kejadian tersebut di wilayah.

“Kami juga meminta warga ikut aktif membantu pengawasan tim. Tugas ini bukan hanya untuk bawaslu tetapi semua masyarakat demi mencapai pemilu yang bermartabat,” tuturnya.


Tuty Usman Anggota Bawaslu Maluku Kordiv Penyelesaian Sengketa menerangkan, serangan fajar yang kerap terjadi itu memberi peluang besar bagi warga untuk subjektif dengan berbagai tawaran,  dan janji-janji.

“Bentuknya banyak dan macam-macam. Dan yang paling sering itu kasih uang ke warga atau bentuk barang. Nah ini diharapkan warga ikut mengawasi,” tamba Tuty Usman.

Dalam beberapa hari kedepan timnya tengah menyusun indikator kerawanan pemilu. Seperti lokasi-lokasi mana saja yang berpotensi ada kerawanan.

Menurut Tuty lokasi dengan jumlah TPS terbanyak berpeluang besar terjadi serangan fajar. Seperti di kawasan Batu Merah.

Untuk di luar Kota Ambon, lanjutnya, daerah dengan lokasi yang sulit dijangkau pun butuh pantauan ketat. Seperti salah satu desa di Buru Selatan, Finansela. Butuh waktu dua hari dua malam baru bisa tiba di desa tersebut.

“Disitu kami juga persiapkan tim ke sana. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif turut mengawal proses pemilu ini,” harapnya. (SBS/09)

- - - - - - -

Namrole, SBS 
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buru Selatan dibawa pimpinan Umar Alkatiri , bersama Kordiv Devisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Bursel Husen Pune, serta Kordiv Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Bursel Robo Souwakil melakukan Patroli Pengawasan Pemilu tahun 2019 dalam Kota Namrole, Kabupaten Buru Setan, Provinsi Maluku.

Patroli bersama seluruh pegawai Bawaslu dan seluruh anggota Bawaslu Kecamatan (Panwascam) Namrole ini bertolak dari alun-alun kota Namrole mengintari Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan, Maluku, untuk melakukan Patroli Pengawasan sambil meneriakan berbagai larangan-larangan dalam pemilu serta sanksi-sanksi terhadap pelanggaran tersebut.

Dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat, puluhan petugas Pengawas Pemilu ini berhenti dititik-titik pusat berkumpulnya masyarakat seperti pasar dan perempatan jalan dan di desa-desa di kota ini.

Seperti di pusat pembelanjaan yakni Pasar Namrole, mereka berhenti dan menyampaikan himbauan dan membagikan seleberan himbauan kepada masyarakat.

Dalam Himbauan tersebut Bawaslu mengunkit Dasar Hukum UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, (Dua) peraturan Komisi Pemilihan Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2019 tentang pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilu, (Tiga) peraturan Bawaslu nomor 2 tahun 2019 tentang pengawasan rekapitulaai hasil penghitungan perolehan suara dan penetapan hasil pemilu.

Alkatiri usai melakukan patroli pengawasan kepada wartawan diruang kerjanya mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan pihaknya ini secara serentak di seluruh Indonesia termasuk pihaknya mulai dari pengawas tingkat desa, kecamatan dan pengawas TPS.

Alkatiri mengatakan, selain melakukan patroli pengawasan juga melakukan Tabaos dalam bentuk memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran atau pun termakan bujuk rayu tim sukses dengan cara-cara yang tidak sah dan melanggar undang-undang.

"Himbauan kepada masyarakat, pimpinan partai politik, pengurus partai politik, caleg DPR RI, caleg DPD, caleg DPRD provinsi dan kabupaten/kota dan masyarakat pemilih yang pada masuk pada masa tenang terhitung 14 -16 April ini, semua tim dilarang melakukan kampanye terselubung," jelas Alkatiri.

Dikatakan lanjut, sampai pada hari pencoblosan pun dilarang memberikan uang maupun barang (serangan Fajar) kepada pemilih.

Pihaknya juga menghimbau kepada KPPS, PPS untuk nantinya saat pemungutan dan penghitungan suara harus memperhatikan tata cara pelaksanaan dan pemungutan suara yang telah diatur dalam dalam mekanisme..

"Kami tegaskan terkhusus untuk surat suara sisah, untuk semua jenis surat suara apabila ada surat suara sisah maka KPPS wajib menghitung surat suara sisah yang ada dan diberikan tanda silang dan diparaf oleh Ketua KPPS," tandas Alkatiri.

Alkatiri juga mengingatkan kepada seluruh bawahannya supaya tidak bertindak menyalahi aturan dengan mencoba menggunakan surat suara sisah untuk dicoblos.

“Kami telah menghimbau jajaran dibawah kami untuk pada saat pungut hitung di TPS tidak mencoblos surat suara sisa agar kejadian di Desa Elfule pada Pilgub kemarin tidak terulang, karena itu berujung penjara,” paparnya. (SBS/04)
- - - - - - - - -

Namlea, SBS
KPU Kabupaten Buru mulai mendistribusi logistik pemilu presiden dan pemilu legislatif.

Pelepasan pendistribusian logistik pemilu 2019 itu dilakukan secara simbolis oleh Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi SPI MM dengan menyerahkan satu kotak suara berisi logistik dan diterima Ketua KPU Buru, Munir Soamole SH,  Jumat pagi (12/4), disaksikan Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf Syarifudin Azis, Kabag Ops Polres Pulau Buru, Kompol L Taher, para komisioner KPU dan perwakilan Bawaslu Buru.

"Fase penting di moment pemilu 2019 ini Insya Allah semua berjalan dengan baik," harap Ramly.

Ramly memberikan apresiasi kepada KPU Buru karena mampu melaksanakan semua pentahapan dengan baik.

"Jangan ada kesalahan atau kecurangan sedikitpun. Karena kalau ada kecurangan, akibatnya bisa fatal," pesan Ramly.

Ia juga mengingatkan driver angkutan roda  empat yang dipercaya mengangkut logistik agar bekerja dan memikul tanggungjawab dengan baik pula.

"Bawa logistik sampai di tempat tujuan dengan baik. Jangan sampai ada kecurigaan karena ada terjadi sesuatu hal di perjalanan," pesan Ramly.

Secara khusus, Ramly juga berterima kasih kepada Dandim dan Kapolres Buru yang melaksanakan pemilu dalam keadaan baik dan aman.

"Ada dua desa yang kami anggap rawan yaitu Batukarang dan Waehotong. Kami sudah laporkan itu kepada Pak Kapolres dan Pak Kapolres sudah mengambil langkah antisipatif," papar Ramly.

Logistik yang mulai disalur ke 10 kecamatan itu dikawal ketat personil kepolisian yang bermarkas di Kantor KPU. Saat tiba di PPK, juga ada pengawalan lanjutan dari personil kepolisian yang berada di sana hingga logistik sampai di TPS.

Sementara Munir dalam kesempatan itu menjelaskan, logistik pemilu akan disalurkan di 409 TPS yang tersebar pada 10 kecamatan.

KPU memilih penyaluran hari pertama di TPS terjauh dan tersulit di Kecamatan Fenalisela dan Airbuaya.

Kemudian di hari kedua logistik yang sama diangkut menuju Kecamatan Batabual dan Teluk Kayeli.
Pada hari ketiga akan didistribusi pada Kecamatan Waeapo, Waelata dan Lolongquba. Di hari terakhir baru giliran TPS terdekat di Kecamatan Namlea, Liliyali dan Waplau.

Di hadapan bupati, Dandim dan Kabag Ops Polres, Munir Soamole juga menyinggung kekurangan surat suara rusak yang sedang dicetak divisi logistik KPU Pusat di Jakarta. Kekurangan itu akan tiba di Namlea sehari dua ke depan. (SBS/10)

- - - - - - -