Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Info Kota Ambon

News Politik

News Hukrim

Berita Kabupaten Buru

Kabupaten Buru Selatan

News Pariwisata

Namrole, SBS 
Langkah antisipasi terhadap penyebaran virus Corona di Buru Selatan terus berlangsung dari hari ke hari. 

Sejumlah elemen masyarakat dan berbagai komunitas ikut ambil bagian dalam upaya ini.

Tak ketinggalan, Jemaat GPM Labuang dibawa Pimpinan Pdt HR Lessil/S ikut menggelar aksi peduli dalam upaya pencegahan COVID-19.

Aksi ini dilakukan dengan penyemprotan disinfektan di areal Gereja Wae Fuhan Prangit Labuang, rumah warga Jemaat dan masyarakat di kawasan Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Senin (20/03/2020).

Pantauan Media ini di lokasi penyemprotan, aksi Jemaat berlangsung dengan melibatkan AMGPM Ranting Talitakumi Labuang, Wadah Pelayanan Laki - laki (Pelpri), Wadah Perempuan (Pelwata), Pengasuh SMTPI. 

Kepada Orasi Rakyat, Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang, Pdt HR Lessil/S mengatakan, kegiatan penyemprotan yang dilakukan hari ini untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan Virus Corona yang semakin meresahkan masyarakat saat ini, khususnya di Bursel. 

"Langkah yang dilakukan oleh Jemaat GPM Labuang ini, merupakan bentuk kepedulian untuk mencegah mewabahnya Virus Corona di lingkungan tempat tinggal Jemaat maupun tempat umum," jelas Lessil.

“Ini hanya inisiatif Jemaat sendiri, langkah ini kami lakukan semata-mata untuk mencegah lingkungan sekitar dari penyebaran Virus Corona” sebutnya. 

Kegiatan penyemprotan ini, lanjut Lessil, merupakan gerak cepat dari Jemaat GPM Labuang dalam upaya mengatasi penyebaran Virus Corona.

Diketahui, Virus Corona atau Covid-19 adalah virus yang sangat cepat penularannya, bisa menyerang seluruh penduduk dalam satu wilayah, meskipun jumlah penduduknya sangat besar.
"Tindakan penyemprotan Disinfektan ini kita lakukan untuk pencegahan penyebaran Virus Corona, agar jemaat maupun masyarakat yang ada di Desa Labuang ini bebas dari Covid-19. Bagi kami, lebih baik mencegah darip mengobati," paparnya.

Menurutnya, untuk kemanusiaan dan kemaslahatan banyak orang, setiap orang punya tanggungjawab moril yang sama. Itu sebabnya Jemaat GPM Labuang berinisiatif melakukan langkah pencegahan di lingkungan sekitarnya.

Selain itu, Lessil juga menyampaikan kepada Jemaat dan masyarakat, agar selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. Bagi Jemaat atau masyarakat yang baru pulang dari luar daerah untuk segera melaporkan kepada Pemerintahan Desa atau Puskesmas terdekat.

Selaku pimpinan Jemaat, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas diluar rumah jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak atau Social Distancing.
"Kami harap warga Jemaat maupun masyarakat lebih menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sesudah melakukan aktifitas diluar rumah," harapnya.

“Semoga langkah kami hari ini bisa sedikit membantu pemerintah dan masyarakat di lingkungan ini, agar kita semua dapat terhindar dari ancaman penyebaran virus Corona,” pungkasnya. (SBS/02)
- - - - - - - - - - -

Namrole, SBS 
Jalan Lalu Lintas Antar Namrole Kabupaten Buru Selatan (Bursel) - Namlea Kabupaten Buru ditutup mulai hari Sabtu 28 Maret 2020 sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kebijakan ini dilakukan lantaran penyebaran virus corona atau Covid-19 semakin mengkhawatirkan.

"Jalur lalu lintas ini akan ditutup dengan waktu yang tidak ditentukan," kata Kepala Dinas Kesehatan, Ibrahim Banda kepada wartawan, Sabtu (28/03). 

Ibrahim menyebutkan dengan penutupan arus lalu lintas itu, masyarakat tidak boleh melintas di jalan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak masyarakat agar tidak beraktivitas di luar rumah.

Warga yang diperbolehkan melintas saat waktu penutupan jalan hanya yang punya kepentingan mendesak. Itu pun, kata Ibrahim, harus diperiksa sangat selektif.

Menurutnya, arus lalu lintas yang ditutup akan dijaga ketat personel gabungan antara lain Satpol PP, TNI-Polri  Dinas Perhubungan BPBD dan Tenaga Kesehatan yang semuanya berasal dari Bursel. 

"Teknisnya kita akan blokir jalan tersebut dengan menempatkan water barrier. Selain itu juga akan dijaga petugas gabungan. Pada titik penutupan ada petugas, jika ada yang ingin melintas, nanti akan diarahkan, atau disuruh pulang, tinggal di rumah," tegasnya.

Kata Ibrahim, jalur lalu lintas yang ditutup ini merupakan akses yang biasa dilalui masyarakat ketika hendak ke pusat kota atau pusat perbelanjaan.

"Jalan ini menghubungkan kawasan penduduk ke Buru Selatan dan Buru Utara. Kita ingin masyarakat untuk tetap berada di rumah, pemerintah juga tidak mau mematikan mata pencarian masyarakat. Makanya ada waktunya jalan dibuka dan ditutup," imbuh Ibrahim.

Menurut Ibrahim, semua tenaga dalam bentuk gabungan telah digerakan. Namun masih menglami kekurangan dalam bentuk Logistics dan Konsumsi bagi mereka yang bertugas di Pos ini, akan tetapi dalam waktu dekat semuanya sudah terpenuhi. 

Ibrahim meminta masyarakat diminta untuk menaanti ketentuan, karena ini demi kesehatan dan keselamatan umum. Juga untuk petugas gabungan untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik.

"Sebab kalau bukan kita yang berperan, siapa lagi, kalau kita tidak bergerak sekarang, kapan lagi," ungkap Ibrahim mengahkiri KK keterangannya. (SBS/07)
- - - - - - -


Namrole, SBS 
Tim Satgas Pemda Bursel bersama TNI - Polri sementara menggalakan kegiatan patroli ke seputaran Kota Namrole yang merupakan pusat kota Kabupaten Buru Selatan (Bursel) ini untuk mengimbau warga yang berkumpul agar membubarkan diri dan diam di rumah.

Patroli ini rutin digelar setiap malam hari yang dimulai sejak pukul 21.00 - 23:00 WIT. Dimana, patroli ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau COVID 19 yang sungguh mengacam kehidupan manusia saat ini.

Hal itu dikatakan Kasat Satpol PP Kabupaten Bursel, Asnawi Gay selaku Ketua Tim Patroli kepada wartawan, Sabtu (28/3) malam.

"Patroli bersama TNI - Polri dan aparat Pemda ini, juga sesuai instruksi Bupati Bursel, agar tidak ada massa yang berkumpul untuk mencegah penyebaran virus corona," kata Asnawi.

Menurut Asnawi, patroli untuk mengimbau massa yang berkumpul agar membubarkan diri ini merupakan langkah preventif yang dilakukan pihak Pemda dalam mencegah penyebaran Virus Corona.

"Dalam patroli, kami menghimbau masyarakat yang masih berkumpul agar kembali ke rumah masing-masing. Kita tidak membubarkan paksa, tetapi menghimbau," kata Asnawi.

Dalam patroli selama 3 hari ini belakangan ini, lanjut Asnawi, kelompok massa yang berkumpul selalu mengerti dan menuruti imbauan petugas yang patroli.

Sebab, kata Asnawi, petugas melakukannya dengan pendekatan humanis.

"Massa yang berkumpul selalu mengerti saat kita imbau, agar tidak usah berkumpul bersama dan lebih baik diam di rumah saja. Mereka selalu kembali ke rumah saat kami imbau. Sebab kami lakukan secara humanis. Ini adalah salah satu cara memutus mata rantai Covid 19. Patroli kami bersama TNI - Polri dan pemerintah daerah dilakukan saat malam hari," papar Asnawi.

Menurut Asnawi, dalam kegiatan patroli ini, kebanyakan anak muda yang masih berkumpul di beberapa tempat. Namun mereka biasanya menuruti imbauan petugas yang mengimbau secara humanis.

"Selain kita melakukan patroli untuk menghibau warga yang berkumpul agar pulang ke rumah mereka, kita juga membagikan selebaran kertas yang merupakan instruksi dan himbauan pak Bupati dalam pencegahan Virus Korona pada mereka agar mereka tau dan bisa mawas diri," jelasnya. 

"Kegiatan patroli yang kami lakukan ini diawali dan ditutup dengan apel dan doa bersama," tutup Asnawy. (SBS/07)
- - - - - - - - -

Namrole, SBS 
Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Virus Corona Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menetapkan dua warga Namrole sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Sebenarnya kita di Bursel sudah dua ODP, yang satu sudah berangsur-angsur membaik dan yang satu lagi kita lihat keadaanya seperti apa nanti akan kita informasikan. Tunggu sampai 14 hari karena masa inkubasinya 14 hari dan misalnya sampai 14 hari gejalanya itu membaik berarti ada kemungkinan dia tidak terkena virus corona hanya virus influensa biasa saja,” kata kepala Dinas Kesehatan Bursel, Ibrahim Banda kepada wartawan melalui Telpon selulernya, Jumat (27/3/2020).

Kata Banda,Untuk ODP yang baru ditemukan adalah warga yang baru tiba dari kota Ambon, dan diketahui memiliki gejala-gejala ke arah Covid-19 setelah tadi malam yang bersangkutan memeriksakan diri ke RSUD Namrole karena merasa sakit tenggorokan dan gejala-gejala lainnya. 

“Ada orang yang kami masukan dalam pengawasan, karena dia baru dari Ambon inisialnya SH, pegawai pada kantor BPJS, dan berdomisili di Desa Waenono, Kecamatan Namrole,” ucap Banda.

Menurut Banda, SH diperiksa di RSUD Namrole karena mengalami batuk, flue dan suhu badan naik, dan untuk mengantisipasinya, SH dikelompokan sebagai ODP dan menjalani isolasi mandiri (isolasi di rumah).

“Kita kasih masuk dalam kelompok ODP, supaya kita bisa intens melihat dia jangan sampai kita anggap itu biasa-biasa padahal  dia sudah ODP. Lebih baik statusnya di kasih ODP saja supaya kita serius menanganinya. Sementara, yang bersangkutan isolasi mandiri dirumah dan sekarang sudah hari ke Lima. Kita menunggu lagi sampai hari ke 14 gejalanya nanti seperti apa,” jelasnya.

Sedangkan salah satu warga desa Labuang dengan inisial A (20) yang dikategorikan ODP oleh pihak rumah sakit kini kondisinya sudah  berangsur-angsur membaik dan yang bersangkutan kemungkinan hanya flu biasa.

“Kemarin yang divonis RSUD itu sudah berangsur-angsur membaik nanti setelah 14 hari ditentukan apa dia sudah aman  atau belum. Pokoknya kita lihat setelah 14 hari itu, sedangkan yang baru kita temukan tadi malam dan dari hasil konfirmasi dia punya gejala-gejala ke situ, jadi kita isolasikan mandiri dirumah dan dalam pemantauan,” ucapnya.

Banda menjelaskan untuk ODP SH merupakan warga dari Desa Laha dan saat datang ke Bursel tidak menunjukan gejala apa-apa, namun setelah tiga hari baru gejala-gejala itu muncul.

“Dia dari Ambon dan tempat tinggalnya di Desa Laha, dia waktu pulang ke Namrole tidak ada gejala apa-apa, sampe disini tiga hari kemudian baru dia dapat gejala batuk dan tenggorokan rasa kering. Seperti itulah tanda-tanda Virus Corona, tapi mudah-mudahan tidak adalah karena ketika dia mengeluh seperti itu kita harus masukan dia dalam ODP supaya dia di isolasikan dan kita gampang memantaunya,” terangnya.

“Kalau kita anggap bahwa dia itu biasa-biasa saja, takunya besok-besok kalau dia benar-benar positif nanti kita yang kelabakan, jadi dia status ODP sampai 14 hari dan tetap dalam pemantauan oleh pihak kami,” tandasnya. (SBS/02).
- - - - - - - -

Namrole, SBS 
Pemerintah Kabupaten Bursel melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 meminta agar pedagang yang ada di Kota Namrole melakukan aktifitasnya jual belinya seperti biasa.

Hal ini dikarenakan, jangan sampai masyarakat menafsirkan salah instruksi bupati soal penutupan jalur transportasi yang seyogyanya hanya berlaku untuk orang atau penumpang.

“Jadi mulai tanggal 27 ini aktifitas transportasi sudah tutup, tapi hanya tutup untuk penumpang orang, sedangkan untuk barang-barang sembako tetap seperti biasa. Jadi bapak ibu lakukan aktifitas pasar seperti biasa, jangan termakan isu hoaks seperti makan telur kemarin-kemarin itu,” kata Sekda kepada para pedagang di pasar kait Wait, kecamatan Namrole, Jumat (27/3/2020).

Dirinya juga berharap jangan sampai ada pedagang yang menggunakan kesempatan untuk menimbun maunpun menaikan harga barang.

“Terima kasih sudah beraktifitas seperti biasa, dan Pak Bupati mengharapkan jangan sampai ada pedagang yang memainkan harga, karena harus diingat bapak bekerja sebagai pedagang dan kami sebagai aparat, selain menjalankan tugas kami juga mengharapkan pahala dari Tuhan dan kita saling mengawal,” ucap Sekda.

Sekda mejelaskan untuk peninjauan harga di pasar, hari ini dirinya turun langsung, tetapi untuk pemantauan selanjutnya akan ada satgas yang turun langsung di lapangan dan satgas ini akan bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku jika didapati ada pedagang yang sengaja nakal dengan menimbun maupun memainkan harga bahan pokok.

“Tujuan adalah mengamankan instruksi bupati tetang penutupan jalur trasportasi darat, laut dan udara yang sebenarnya hanya untuk orang dan tidak untuk barang, karena arus barang itu tetap seperti biasa. Kami turun untuk memastikan stok bahan pangan sekaligus mengecek harga jangan sampai mengalami kenaikan,” tandas Sekda.

Saat meninjau stok bahan pangan dan harga barang, Sekda didampingi oleh seluru Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Bursel.(SBS/02)

- - - - - - - - - -

Namrole, SBS 
Turut ambil bagian dalam penanganan cepat pencegahan dan penyebaran Virus Corona, Paduan Suara (PS) Wadah Pelayanan Laki-laki Jemaat GPM Waenono-Kalanglala (Waekam) melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke rumah-rumah warga, Jumat (27/3/2020) sore.

Proses penyemprotan cairan desinfektan ini dipimpinan oleh Ketua PS Pelayanan Laki-laki jemaat GPM Waenono, Sandro Teslatu dan dibawa arahan Ketua Majelis Jemaat GPM Waekam, Pdt. Nita Mairima.

Saat melakukan penyemprotan, laki-laki jemaat GPM Waekam juga memberikan selebaran tetang himbauan untuk terus menjaga diri dengan melakukan berbagai hal yang dianjurkan untuk mencega penyebaran Covid-19.

“Kami ingin jadi dari bagian garda penanganan Virus korona dan setelah ada komunikasi yang di bangun untuk melakukan penyemprotan dan sosialisai Virus Corona oleh Paduan Suara Wadah Pelayanan Laki-Laki, maka sebagai ketua jemaat kami sangat mensupport hal tersebut,” kata Ketua Majelis Jemaat GPM Waekam, Pdt. Nita Mairima kepada wartawan.

Ia berharap, selain ada penyemprotan dan sosialisasi, jemaat Waekam juga bisa sadra dan melakukan cara-cara dan kegiatan-kegiatan yang sudah banyak di anjurkan baik itu dari itu dari Sinode, Pemerintah maupun dari TNI Polri.

“Kami berharap masyarakat sadar dan melakukan apa yang di sampikan oleh Sinode dan Instasi-instansi terkait lainnya,” harapnya.

Sedangkan ketua PS Wadah Pelayanan laki-laki, Sandro Teslatu di sela-sela penyemprotan mengatakan bahwa ada 9 hal yang menjadi fokus himbauan mereka.
“Himbauan pertama, rajin mencuci tangan dengan sabun dan anti septik, Kedua; mengurangi aktifitas keluar rumah di tempat-tempat ramai, hindari berjabat atau bersentuhan secara langsung, tidak percaya berita Hoax, jaga jarak dalam berkomunikasi, mejaga pola makan dan kebersihan lingkungan, tidak panik dan mengikuti perkembangan berita soal corona dan yang utama kita semua harus berdoa agar virus corona tidak masuk ke Bursel,” urainya.

Ia juga berharap apa yang dilakukan ini dapat diikuti oleh jemaat-jemaat yang lain dan semua orang, supaya Virus Corona yang menjadi musuh bersama dapat dicegah sedini mungkin.

“Kita Harus sama-sama melakukan aktifitas pencegahan Virus Corona,” tandasnya. (SBS/02)
- - - - - - - - -

Namrole, SBS 
Hingga Kamis, 26 Maret 2020, jumlah warga Buru Selatan (Bursel) yang di isolasi mandiri (karantina rumah) telah mencapai 41 orang, dan mereka merupakan warga yang tersebar di desa-desa yang ada di Bursel.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bursel, Ibrahim Banda kepada awak media usai mengikuti hearing soal penanganan Covid-19 bersama pimpinan dan anggota DPRD Bursel di Kantor DPRD setempat, Kamis (26/3/2020).

“Sampai saat ini yang diisolasi mandiri sebanyak 41 orang, mereka ini yang datang dari daerah terjangkit, tapi tidak menunjukan gejala apapun, dan kita sudah konseling dan kita pantau supaya mereka tetap berada dirumah dulu selama 14 hari,” kata Banda.

Ia jelaskan, untuk 41 orang tersebut sudah menjalani pemeriksaan di kota Ambon dan setelah tiba di kota Namrole, pihaknya telah memintah mereka untuk tetap berada di rumah dan pergerakan mereka terus dalam pantauan.

“Wajib dirumah dan dalam pemantauan. Tetap kita pantau karena mereka ini sudah menjalani pemeriksaan selama dua kali di Ambon dan dari Ambon sudah menginformasikan kepada kita bahwa tidak ada masalah dan sampai disini kita hanya pantau saja,” terangnya.

Banda menjelaskan, mereka yang diisolasi merupakan warga yang melakukan perjalanan dari berbagai daerah yang sudah terjangkit Covid-19.

“Dari bermacam-macam, dari Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, Semarang, Bali juga ada, Makassar dan Buton. Dan yang paling terbanyak itu dari Jakarta,” rincinya.

Untuk kategori orang yang di pantau, kata Banda bahwa semua  yang baru pulang melakukan perjalanan dari luar daerah dan masuk ke Bursel selalu dalam pantauan.

“Hanya dua hal saja yang pertama, pedagang dari sini ke Jakarta berbelanja dan yang kedua mahasiswa yang pulang ke Bursel, termasuk anggota DPRD juga yang baru pulang melakukan perjalanan tetap kita pantau. Pokoknya semua kita pantau,” tambahnya.

Sementara untuk salah satu warga desa Labuang yang diduga menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP) menurut RSUD Namrole, Banda membantah hal tersebut, dan mengatakan seharusnya dilihat dulu riwayat penyakitnya.

“Terkait dengan informasi ODP RSUD Namrole, dapat kami jelaskan bahwa formulir screning Covid-19 versi Rumah Sakit menyatakan bahwa apabila gejala, demam, pilek sesak nafas dan nyeri tenggorokan itu ada dan dia berasal dari daerah terjangkit maka kesimpulannya itu ODP, itu kesimpulan rumah sakit, tapi kita lihat pasien dengan inisial A (20 tahun) alamat desa Labuang ini hanya memenuhi syarat  yaitu pilek, batuk dan nyeri tenggorokan tapi tidak ada demam dan sesak nafas,” jelasnya.

Kendati dia datang dari Surabaya, sehingga pihak rumah sakit menganggap dia ODP, tetapi Pemda belum dapat menganggap yang bersangkutan sebagai ODP karena harus dilihat perkembangan riwayat penyakitnya, jangan sampai batuk atau flu itu hanya flu biasa dan hanya sakit bawaan dari yang bersangkutan.
“Kami belum bisa menyatakan dia terjangkit dalam tanda kutip jangan sampai itu hanya nyeri tenggorakan saja. Dari pihak rumah sakit sudah menyatakan bahwa dia ODP tapi Pemda Bursel belum menyatakan dia ODP karena sesuai dengan apa yang kami sampaikan bahwa yang bersangkutan masih isolasi dirumah menunggu perkembangannya mulai 4 sampai 14 hari karena dia sendiri sudah 4 hari datang dan tak ada gejala-gejala lainnya,” tandasnya.

Sementara Sekda Bursel, Isakandar Walla ditempat yang sama menegaskan, agar semua yang berada dalam pantauan harus mentaati untuk diisolasi selam 14 hari di rumah supaya dapat dipantau dan dilakukan pengecekan suhu secara berkala.

“Jadi 14 hari dirumah tidak boleh keluar ke mana-mana. Kalau yang satu itu bukan ODP, dia baru datang 4 hari dan dalam pantauan sampai masa inkubasi 14 hari, jadi tidak ada masalah karena sampai saat ini tanda-tanda suhu tubuhnya masih normal,” pungkasnya. (SBS/02)
- - - - - - - -

Namrole, SBS 
Pemda Buru Selatan (Bursel) melalui Instruksi Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulissa, nomor 550/410 tentang penutupan sementara akses transportasi tanggal 26 Maret 2020, akan menutup semua pintu masuk  dan keluar Bursel dimulai Jumat 27 -  Selasa 31 Maret 2020.

Penutupan sementata akses transportasi ini meliputi, Pelabuhan Laut, Bandara Udara dan Jalan Lintas Namrole ke Namlea.

Sesuai instruksi orang nomor satu di Bursel tersebut, penutupan askes selama 5 hari ini hanya dikhususkan bagi penumpang/orang yang akan datang dan keluar dari Bursel dan tidak diperuntuhkan bagi bahan pokok atau barang logistik lainnya.

Kebijakan ini berdasarkan keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Percepatan Penanggulangan Corona Virus Corona (Covid-19) dan Surat edaran mentri Kesehatan RI Nomor HK 023.02/Menkes/56/2020 tentang penetapan status Corona (Covid-19) oleh WHO sebagai darurat kesehatan global yang sudah menjadi pandemik.

Serta surat keputusan Bupati Bursel Nomor 360/61 Tahun 2020 tentang pembentukan tim gugus pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan virus Corona di Kabupaten Bursel.

Hal ini dilakukan Pemda Bursel demi merespon perkembangan situasi terkini, tentang pencegahan penyebaran wabah penyakit yang diakibatkan oleh Covid-19 di wilayah Kabupaten Bursel dan menjaga masyarakat dari virus mematikan itu.

Instruksi ini bersifat perintah dan apabila tidak di indahkan, maka akan dikenakan sangsi sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan yang diberlakukan.

Dalam instruksi itu juga disebutkan, penutupan tranportasi ini dapat diperpanjang apabila situasi dan kondisi daerah semakin memburuk akibat penyebaran Covid-19. (SBS/02)
- - - - - - -

Ambon, SBS 
Tim gabungan Polresta Pulau Ambon dan Pulau pulau Lease, Sat Brimob Polda Maluku, Dit Sabhara Polda Maluku dan Bid Dokkes Polda Maluku, tadi malam, Selasa (24/3/2020) sekitar pukul 23.00 WIT melakukan penutupan terhadap puluhan tempat hiburan malam yakni karaoke dan diskotik di Kota Ambon.

Kepada wartawan, Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy menjelaskan, penutupan lokasi hiburan malam ini dilakukan pihaknya, sesuai dengan Maklumat Kapolri Nomor : Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) dimana pada poin b menginstruksikan untuk menutup setiap kegiatan tempat hiburan malam yang beraktifitas pada malam ini.

Puluhan karaoke yang ditutup diantaranya, Karaoke dan Diskotik Blitz 92, Jalan. Diponegoro Ambon, Karaoke dan Diskotik Rajawali, jalan. Dipinegoro Ambon, Karaoke JJ, jalan Diponegoro Ambon, Karaoke Nakamichi, jalan Diponegoro, Ambon, Karaoke dan Diskotik X9, jalan Imam Bonjol, Ambon, Karaoke Satria, jalan Ay. Paty, Ambon, Karaoke Bintang, jalan Yos Sudarso, Ambon, Karaoke dan Diskotik Grand Palace / GP, jalan Tulukabessy, Ambon, karaoke kawasan terminal Mardika, Jln. Pantai Mardika, Ambon yakni Karaoke Amel, Karaoke Jetz, Karaoke Cozy, Karaoke Bela Vista, Karaoke Nagoya, Karaoke Noja, Karaoke Ginsa, Karaoke Alvino, dan Karaoke Paparisa Desa Wayame Kecamatan Teluk Ambon serta karaoke dan Pub Cendana di jalan Jenderal Sudirman Ambon. (SBS/10)

- - - - -

Namrole, SBS 
Terus mewaspadai masuknya Virus Corona (Covid-19), Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan (GTPP) Covid-19 Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) langsung bergerak cepat melakukan langkah - langkah antisipatif dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di kabupaten tersebut.

Selain sejumlah himbauan, dan ajakan untuk terus menjaga pola hidup sehat, menerapkan Social Distancing, mengajak masyarakat menggunakn masker dan rajin untuk mencuci tangan, serta melakukan scan suhu tubuh bagi masyarakat yang datang ke Bursel, salah satu langkah antisipatif lain adalah dengan melakukan penyemprotan secara masif cairan Desinfektan di beberapa titik layanan publik yang ada di kota Namrole, Rabu (25/3/2020).

Sasaran yang menjadi tempat semprot cairan Desinfektan seperti di kapal yang menyinggahi pelabuhan Namrole, area pelabuhan Namrole, area bandara, Kompi D 731 Kabaresi, sekolah, tempat-tempat ibadah, pandopo Bupati, pendopo Sekda, kantor Bupati, kantor-kantor dinas dan tempat-tempat strategis lainnya.

Penyemprotan desinfektan ini dipimpim langsung oleh Sekda Bursel Iskandar Walla dan melibatkan semua pihak yang tergabung dalam Tim GTPP Covid-19 kabupaten Bursel.

Sekda Bursel Iskandar Walla di selah-selah aksi penyemprotan menyampaikan bahwa tindakan ini adalah langkah strategis untuk memutus penyebaran dan sekaligus mencegah Covid-19 masuk ke Bursel.

“Jadi hari ini yang kita lakukan adalah bagian dari upaya kita untuk melakukan pencegahan penyebaran covoid-19 di Bursel serta menjaga masyarakat agar terhindar dari Virus itu,” ucap Sekda. 

Sekda katakan, kegiatan penyemprotan desinfektan yang dilakukan hari ini akan terus berlanjut.

Setelah Bandara dan pelabuhan, akan dilanjutkan ke pendopo Bupati, Pendopo Sekda, Kompi D 731 Kabaresi, Polsek Namrole, Bank, kantor-kantor Dinas, kantor Bupati, sekolah dan tempat-tempat Ibadah serta lokasi-lokasi yang di pandang pantas untuk di semprotkan cairan Desinfektan.

"Kita akan terus berupaya melakukan segala cara untuk memutus penyebaran Covid-19 dan semoga virus mematikan itu tidak masuk sampai ke Bursel. Segala cara sudah kita lakukan kita berdoa sama-sama semoga kita semua terhindar dari Covid-19,” ujar Sekda.

Ditempat yang sama, Kadis Kesehatan Bursel, Ibrahim Banda kepada wartawan mengatakan saat ini pemeriksaan di pintu-pintu masuk diperketat bagi siapa saja yang datang ke Bursel.

"Setiap warga yang datang kami tes Suhu tubuhnya, cuci tangan, dan di semprot cairan Deainfektan," kata Banda.

Tak hanya itu, Banda menjelaskan, setiap masyarakat yang masuk ke Bursel telah dimintai data diri dan disodorkan sejumlah pertanyaan oleh petugas kesehatan seputar perjalanannya diluar daerah.

"Mereka tiba di Namrole baik melalui kapal dan pesawat dilakukan penyemprotan Desinfektan, mencuci tangan, di scan suhu tubuh dan diambil keterangannya seputar gejala selama perjalanan yang bersangkutan," jelas Banda.

"Jadi para penumpang dimintai KTP dan ditanya rekam jejak perjalan serta tujuan ke Namrole oleh para petugas medis yang bertugas. Semua mulai dari transit dimana, selama perjalanan apa merasa batuk demam atau flu, bersama siapa melakukan perjalanan, berangkat dari mana tiba tanggal berapa dan lain-lain," tambah Banda.

Ia katakan, untuk warga yang baru tiba di Namrole sudah dimintai nomor kontaknya dan dianjurkan untuk mengisolasi diri selama 14 hari dirumah.

"Kami minta mereka setelah tiba di Namrole harus melakukan isolasi diri dirumah selama 14 hari, tidak melakukan perjalann keluar rumah, menerapkan sosial distancing, tetap melakukan dan menerapkan pola hidup sehat dan terus makan minuman dan vitamin. Kami juga sudah minta kontaknya jika terjadi sesuatu kami bisa buka data," terangnya.

“Kami dari Gugus Tugas yang diketuai pak Sekda selaku ex officio, akan terus berupaya memberikan perlindungan dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 di Bursel," katanya lagi.

Banda berharap, semua masyarakat bisa menaati seluruh himbauan dan ajakan serta maklumat baik dari pemerintah pusat, TNI/Polri, maupun dari Pemda Bursel.

"Kami harap masyarakat bisa taat dan ikut andil dalam gerakan ini supaya kita bisa sama-sama dapat mengantisipasi penyebaran Virus tersebut," pungkasnya. (SBS/02)
- - - - - - - - -
Namrole, SBS 
Pemda Buru Selatan (Bursel) terus melakukan segala langkah untuk mengantisipasi jangan sampai virus Corona masuk di Kabupaten Bursel. 

Salah satunya yaitu Pemda Bursel telah menepatkan 10 pos penjagaan yang menjadi perpanjangan tangan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Virus Corona guna menjadi tempat pemeriksaan bagi siapa saja yang ingin masuk ke Kabupaten Bursel.

“Kami sudah menempatkan 10 pos di pintu-pintu masuk kabupaten Bursel, yang pertama itu Pos Pelabuhan Laut Namrole, selanjutnya di Bandara Namrole, Pos Brimob, Pos Pelabuhan Leksula, Pos Pelabuhan Nanali, Pos Waehotong, Pos Pelabuhan Tifu, Pos Pelabuhan Ambalau, Pos Sal di desa Pasir Putih, dan Pos Wesama di desa Waetawa,” kata Kadis Kesehatan Bursel, Ibrahim Banda kepada wartawan di Pos utama Tim GTPP virus Corona di kantor Bupati Bursel, Selasa (24/3/2020).

Kata Banda, pos yang sudah diaktifkan akan menjadi tempat untuk petugas mengawasi setiap orang yang masuk ke Bursel.

Hingga saat ini, kata Banda, untuk terduga pengidap penyakit Corona (suspect) tidak terdeteksi di kabupaten Bursel, sedangkan untuk Orang Dengan Pengawasan (ODP) sesuai dengan kriteria yang disampaikan oleh Kemenkes juga belum ada.

Lanjutnya, untuk warga yang melakukan perjalanan ke luar daerah maupun orang yang datang ke Bursel selalu dalam pengawasan Tim GTPP, sebab pasti ada saja warga yang berbelanja ke luar daerah maupun warga yang datang.

“Hal itu tetap saja ada, sebab tidak bisa dipungkiri dengan adanya kapal-kapal Pelni, pesawat maka banyak masyarakat Bursel yang melakukan perjalanan untuk berbelanja maupun warga luar yang masuk ke sini. Dari pemantauan kami saat ini,  ada 1 orang dari Surabaya, tapi sudah diawasi selama 5 hari dan tidak mengalami gejala apa-apa, tapi kita tetap isolasi mandiri di rumah. Ada juga dari Buton masuk melewati Namlea  begitu juga yang suda ada di Namrole sudah diawasi tapi tidak menunjukan gejala apa-apa dan masih isolasi di rumah,” jelas Banda.

Sementara dari pantauan Tim GTPP Virus Corona, ada 13 warga Bursel yang berbelanja ke Jakarta dan Surabaya. 9 orang sudah kembali ke Ambon menggunakan Pesawat Batik dan dari hasil koordinasi dengan Provinsi, 9 warga itu tidak membawa tanda-tanda terpapar Corona.

“Tadi pagi sudah diinformasikan kepada kita bahwa 9 orang yang pergi beberlanja di Jakarta itu dikategorikan aman, tapi kita sudah kontak orangnya dan setelah mereka tiba Bursel kita akan pantau dan dirumahkan selama masa di atas 14 hari dan mereka sudah setuju begitu juga dengan 4 orang sisanya. mereka sangat kooperatif untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan dan dirumakan sesuai waktu yang ditentukan,” ucap Banda.

Selanjutnya, tambah Banda, ada dua warga yang baru datang pagi tadi dan sempat menjadi kecurigaan masyarakat, dimana satunya itu mengalami batuk tapi batuknya sudah dua minggu dan satunya mengalami Flu. 

“Kami mengklasifikasinya dalam pengawsan saja dan belum masuk dalam kriteria ODP, sementara yang satunya hanya gejala flu, tapi suhu badannya dan gejala-gejala lain tidak menunjukan terjangkit Covid-19,” jelasnya.

“Kita selalu pantau terus warga kita yang ada diluar maupun warga dari luar yang ingin masuk ke Bursel. Kita juga berkoordinasi dengan pihak provinsi agar warga disini yang pulang supaya diperiksa secara intens di Ambon sebelum menuju Bursel,” tambahnya.

Ia katakan, untuk Poskoh sendiri, yang sudah diaktifkan sebanyak dua yaitu Pos Bandara dan Pos Pelabuhan, sementara Pos yang lainnya akan diaktifkan secepat mungkin mengingat alat pelengkapan pendeteksi cepat seperti Thermo Gun baru tiba hari Jumat atau Sabtu.

“Thermo Gun sangat langka, kalau alat pelindung diri, hari ini sudah tiba sebanyak 40 set. Jadi kita sudah bisa manfaatkan untuk rumah sakit dan pos-pos dengan aktifitas tinggi misalnya pelabuhan Namrole dan bandara. Sedangkan kantor-kantor seperti kantor bupati yang membutuhkan penyemprotan disinfektan akan kita laksanakan mulai sekarang mulai dari kantor bupati dan selanjutnya ke kantor-kantor yang lain,” pungkasnya. (SBS/02)
- - - - - - - - - - - - - -

Namrole, SBS 
Upaya untuk mencegah dan menjaga Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dari penyebaran Virus Corona,  Kompi Senapan (Kipan) D Yonif 731 Kabaresi Namrole, Selasa (24/3/2020) membagikan selebaran tentang bahaya Virus Corona khususnya untuk masyarakat Kota Namrole dengan tujuan agar masyarakat memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kabupaten Bursel dari bahaya Virus mematikan tersebut.

Pembagian selebaran berisi pengetahuan tentang apa itu virus Corona, bagaimana penyebarannya, bahaya virusnya dan cara pencegahannya itu di bagikan di seluruh pelosok kota Namrole dan menyisir segala tempat, baik itu kios-kios, tempat-tempat Ojek, warung-warung kopi, Bank, pasar, SPBU serta tempat-tempat yang di anggap strategis lainnya.

Bukan hanya sebatas membagikan selebaran saja, tetapi anggota Kipan D 731 Kabaresi ini juga memberikan sedikit penjelasan dan arahan singkat tentang Virus Corona bagi masyarakat yang ditemuinya.

"Tujuan kami Kompi Senapan D Yonif 731 Kabaresi adalah mengajak semua masyarakat Bursel untuk bagaimana kita sama-sama menjaga, memahami dan mencegah jangan sampai virus Corona ini masuk Negeri Bipolo," kata Komandan Kipan D 731 Kabaresi, Lettu Inf Vicodey Andries kepada wartawan di Namrole, (24/3/2020).

Bencana Virus Corona menurutnya merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk Kipan D 731 Kabaresi.

"Kami juga memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan nyawa manusia, untuk itu kami ingin menyadarkan dan memberi pemahaman tentang bahaya virus Corona atau yang sering di kenal dengan Covid-19, sebab apabila masyarkat sudah paham maka sudah pasti kemungkinan mereka terjangkit akan sangat kecil," jelas Vicodey.

Lanjutnya, kesadaran yang dimaksud adalah bagaimana meningkatkan pemahaman tentang pentingnya memprotekai diri dari bahaya Covid-19, mengenal benar apa itu Covid-19 dan tahu cara penyebaran dan penularannya serta cara mengantisipasinya.

Kata Vicodey, Kipan D 731 Kabaresi adalah Garda terakhir pertahanan bangsa dan Negeri Bipolo, untuk itu ketika Negeri Bipolo ini dalam ancaman bahaya Covid-19, maka pihaknya secara otomatis sudah menjadi garda terdepan untuk membantu Pemda dalam menanggulangi bencana non alam itu.
"Kami akan menjadi Garda terdepan untuk membantu Pemda Bursel dalam mencegah dan menanggulangi bencana dan terus bersinergi dengan pihak-pihak yang memiliki andil dalam hal ini. Kalau bukan kita siapa lagi," paparnya.

Ia mengajak kepada semua masyarakat Bursel untuk sama-sama peduli dan tidak menganggap Covid-19 sebagai materi lelucon, tetapi menganggap virus ini sebagai ancaman serius bagi nyawa manusia, karena virus mematikan ini sudah menjadi acaman Negara Indonesia bahkan seluruh negara di Dunia. 

"Mari sama-sama kita peduli dan cegah Covid-19 masuk tanah Bipolo dengan menaati aturan-aturan yang sudah dikeluarkan pemeritah pusat dan Pemda Bursel dengan terus menerapkan cara hidup bersih, mengurangi Social distancing, dan memilih diam di rumah. Siapa pun dia, jika  sayang keluarga dan orang-orang terdekat maka taatilah apa yang sudah disampaikan," imbaunya.

Kegiatan pembagian selebaran tentang Covid 19 ini melibatkan seluruh pers Kipan D 731 Kabaresi Namrole. (SBS/02)
- - - - - - - - - -