Select Menu

Berita Utama

Pemerintahan

Sosial

News Politik

News Hukrim

News Buru Selatan

Kabupaten Buru

News Pariwisata



Namrole, SB
Berbagai perayaan Natal yang dilakukan selama ini identik hanya dengan berbagai acara seremonial belaka, berbeda dengan perayaan Natal yang dilaksanakan oleh Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang I Talitakumi.

Kegiatan Natal yang puncaknya dipusatkan di halaman Gereja Ebenhaezer Jemaat GPM Waetina yang merupakan wilayah kerja AMGPM Ranting Ebenhaezer Waetina itu dilaksanakan Sabtu (16/12) sejak pukul 09.00 WIT hingga pukul 20.00 WIT.

Turut hadir dalam kegiatan Natal itu Ketua AMGPM Daerah Bursel Alfred E Lesbatta, Sekretaris Daerah Dominggus Seleky, Ketua Majelis Jemaat GPM Waenono-Kamlanglale yang juga Korwil II AMGPM Pendeta Nita Mairima, Ketua Majelis Jemaat GPM Waetina Pendeta Fin Lesnussa, Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang Pendeta HR Lessil, Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi Jemy Liligoly, Sekretaris Cabang Elvis Ch Lahallo, Ketua Tim Natal Sami Latbual, Sekretaris Tim Natal Ferdinand Kouwe, para Ketua Ranting dan Pengurus serta anggota Ranting di wilayah Cabang I Talitakumi.

Dimana, rangkaian kegiatan Natal itu diawali dengan kegiatan pengobatan missal kepada warga jemaat GPM Waetina di Pastori Jemaat dan dilanjutkan dengan proses belajar mengajar kepada para siswa SD yang ada di jemaat tersebut oleh kader-kader AMGPM yang sehari-hari berprofesi sebagai guru.

Tak hanya itu, di kesempatan yang sama, kader-kader AMGPM lainnya pun bersama-sama bahu membahu mengerjakan belasan bedengan untuk ditanami sayur kangkung maupun sawi.

Tak hanya sampai disitu, acara Natal itu pun turut diwarnai dengan pemberian paket Natal kepada seluruh Kepala Keluarga (KK) yang ada di jemaat GPM Waetina dan bantuan pendidikan kepada semua siswa yang ada di jemaat tersebut.

Sementara dalam proses ibadah seremonial Natal yang dipimpin Gesca Tapilaha oleh selaku Liturgos turut diwarnai dengan proses pembakaran obor Natal oleh Ketua AMGPM Daerah Bursel, Alfred E Lesbatta, Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi Jemy Liligoly, Ketua Majelis Jemaat GPM Waenono-Kamlanglale Pendeta Nita Mairima, Ketua AMGPM Ranting Ebenhaezer Waetina Angky Tomanussa.

Tak hanya itu, acara itu pun turut diwarnai dengan tarian dari anggota Ranting Waetina serta persembahan pujian dari dua kader AMGPM, yakni Prelly Seleky dan Nus Alfons.

Sementara usai pembacaan Alkitab, proses refleksi Natal pun dilanjutkan dengan proses penanaman bibit sayur kangkung maupun sawi oleh seluruh peserta perayaan Natal pada belasan bedengan yang telah dikerjakan sejak pagi.

Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi Jemy Liligoly dalam kesan dan pesan Natalnya mengaku bahwa perayaan Natal yang dilakukan kali ini memang berbeda dari proses perayaan Natal yang lasim dilakukan. Sebab, proses perayaan Natal kali ini lebih disesuaikan dengan konteks pelayanan di Jemaat GPM Waetina.

Dimana, pihaknya terpanggil untuk membangun jemaat GPM Waetina yang juga ada di wilayah kerja pelayanan AMGPM Cabang I Talitakumi dari sisi pembangunan ekonomi, pendidikan maupun kesehatan.

Khusus untuk proses penanaman sayur yang telah dilakukan, Liligoly berharap Majelis Jemaat serta Pengurus Ranting dapat merawatnya sehingga pada saatnya nanti dapat dipanen sesuai harapan serta dapat menambah pendapatan jemaat GPM Waetina.


Sebab, menurut Liligoly, pihaknya hanyalah memberikan contoh dan motivasi dan diharapkan apa yang dilakukan ini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi jemaat GPM Waetina secara umum maupun warga AMGPM yang ada di Ranting Ebenhaezer Waetina. (SBS-01)
- - - - - - - - - -

Namrole, SBS
Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Ibrahim Banda memastikan bahwa kasus Difterin yang saat ini melanda beberapa daerah di Indonesia tak akan dialami oleh masyarakat di Kabupaten Bursel alias masih terbilang aman dari kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Banda kepada wartawan di tempat kerjanya, Sabtu (16/12).

Walaupun begitu Banda  menyatakan, pihaknya tidak hanya diam dalam melakukan pencegahan.

"Tetapi kita sudah memulai dengan langkah-langkah karena kasus ini hampir merata di seluruh Indonesia," tandas Banda.

Lanjut Banda, langkah-langkah pencegahan yang dilakukan tersebut dimulai dengan melakukan mengorganisir lebih dulu bagi para tenaga medis yang dimilikinya dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Nah, langkah-langkah kita ini dimulai dengan mengorganisir dulu tenaga-tenaga kita dalam rangka pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Dikatakan, terkait dengan upaya pencegahan terhadap virus itu pihaknya akan melakukan rapat dengan semua pimpinan Puskesmas untuk menyampaikan agar mawas sejak dini terhadap penyebaran virus Difteri ini.

"Berikutnya, kita tingkatkan cakupan imunisasi setelah rapat itu selesai, maka kita mulai dengan intens lagi melakasnakan Imunisasi," ujarnya.

Benda berharap setelah dirnya mengorganisir peningkatan pencegahan, maka diharapannya tidak ada penderita penyakit Difterin di Bursel.

"Karena informasinya bahwa vaksin Difteri saat ini terbatas. Kita juga akan terus tingkatkan penyuluhan kepada masyarakat," ujar Banda.

Dikatakan, bahwa sekarang kasus ini cukup meluas di Indonesia. Olenya, kesadaran orang tua di Kabupaten Bursel sangat dibutuhkan dalam rangka memahami akan pentingnya Imunisasi terhadap anaknya sehingga di Bursel saat ini tidak ada penderita kasua Difteri.

"Kalau masyarakat sendiri sangat paham arti imunisasi. Karena imunisasi bukan barang baru, sudah lama," ujarnya

Lanjutnya, agar pemahaman masyarakat terhadap pentingnya imunisasi terus ditingkatkan, petugas kesehatan lebih menekankan penyebaran penyakit itu agar tidak meluas di daerah ini.

"Masyarakat kita saat ini mulai panik dan mereka bertanya, kita arahkan agar pergilah imunisasi sedini mungkin anak-anak supaya aman," ujarnya

Banda berharap agar penyakit Difteri ini tidak ada di Bursel. Sebab, dengan adanya keterbatasan vaksin maka akan menyulitkan pihaknya ketika penyakit itu ada disini.

Berikutnya lagi, dengan daerah yang terbuka dan mobilisasi penduduk yang cukup tinggi, diharapkan dari daerah-daerah lain juga mempunyai kesiapan pencegahan mulai dari sekarang.

"Misalnya di Ambon, sudah ada yang terinfeksi maka tidak tertutup kemungkinan di semua kabupaten di Maluku juga kena," ujar Banda.

Menurutnya, dengan transportasi saat ini yang sudah bagus dan mobilisasi penduduk cukup tinggi, maka diharapkan semua lini bisa paham terhadap pencegahannya.

Menyinggung kasus DBD kata Banda, sampai saat ini tidak ada. Sebab, untuk kasus ini ada upaya Kelambunisasi.


"Jadi semua rumah tangga (Keluarga) sekarang ini telah punya kelambu. Tapi penggunaanya dong (mereka) simpan. Kita hanya berikan informasi, penyuluhan menggunakanlah kelambu dalam rangka pencegahan penyakit malaria, kalau DBD tidak ada," tutup Banda. (SBS-02)
- - - - - -

Namrole, SBS
Perayaan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke 18 di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Sabtu (16/12) turut diwarnai dengan acara pemotongan Nasi Tumpeng oleh Ketua DWP Kabupaten Bursel, Sanya Pawa dan kemudian istri Sekda Syharoel Pawa itu terlihat menyuapi Wakil Bupati Bursel Buce Ayub Seleky selaku Pembina DWP Bursel.

Peringatan HUT ke 18 Dharma Wanita Persatuan tahun 2017 di daerah Bipolo ini mengusung tema ‘Pengembangan Kualitas Istri ASN Menuju Ketahanan Keluarga’.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Bursel, Ayub Seleky selaku Pembina, anggota DPRD Bursel, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Darmawanita Bursel, Sanya Pawa bersama para pengurus dan anggota serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Ketua Umum DWP Wien Ritola Tasmaya yang dibacakan oleh Pawa menyampaikan bahwa, sebagai organisasi masyarakat perempuan yang besar di Indonesia, sudah seharusnya DWP mengambil peran strategis serta berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Dikatakan, potensi DWP mulai dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai Kecamatan dan Kelurahan, menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan untuk memberikan kontribusi penuh dalam mensukseskan program nasional.

Renstra DWP 2015-2019 merupakan keseriusan Pengurus DWP Pusat untuk mengembangkan organisasi yang modern dan professional dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan zaman. Dimana, Tahun 2017 ini merupakan tahun pengembangan program kerja DWP.

“Peran strategis DWP adalah untuk mengsukses pembangunan nasional melalui profesionalitas anggota,” sebutnya.

Tasmaya menambahkan, penyelenggaraan Rakernas di gedung bersejarah tersebut, menunjukkan bahwa organisasi DWP diberi apresiasi tinggi oleh Gubernur Jawa Barat dimana Rakernas DWP dibuka oleh Bapak Gubernur Jawa Barat sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa DWP memilki potensi yang luar biasa sebagai mitra strategis Pemerintah.

Dimana agenda kerja yang baru selesai dilaksanakan adalah Seminar Nasional DWP 2017 dengan tema “Perempuan Sehat Pelaku Ekonomi Andal”.

Disampaikan, Tema tersebut dipilih karena Perempuan Indonesia diperlukan kiprahnya untuk berkarya dalam memberdayakan dirinya, keluarga dan masyarakat.

Disamping itu, pentingnya peran strategis perempuan dalam aspek pembangunan semakin meningkat, dimana perempuan bisa mengaktualisasikan dirinya dalam banyak hal sesuai dengan program prioritas yang telah ditetapkan dalam 3 (tiga) hal, yaitu Pendidikan, Ekonomi, dan Kesehatan.

Dijelaskannya lagi, Tema HUT DWP ke 18 adalah “Pengembangan Kualitas Isteri ASN Menuju Ketahanan Keluarga” hendaknya mengajak anggota DWP dan kaum perempuan pada umumnya, untuk terus mengembangkan kualitas diri dan selalu kritis dalam melihat isu-isu yang sedang berkembang dalam masyarakat.

”Kontribusi DWP dalam turut serta menyelesaikan masalah bangsa telah masuk dalam Program Prioritas yang telah kami tetapkan bersama, yaitu Pembinaan Pendidikan di lingkungan DWP dan masyarakat, Pemberdayaan Ekonomi Produktif dan Kreatif bagi anggota dan masyarakat serta Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” jelasnya.

Dengan program prioritas di atas, DWP di semua tingkat kepengurusan bisa ikut aktif dan berperan nyata sebagai motivator lapangan, memberikan advokasi kepada anggota dan masyarakat dalam penyelesaian masalah bangsa secara antisipatif.

”Kita tidak bisa tinggal diam melihat kemerosotan moral yang terjadi saat ini, seperti kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak, termasuk kekerasan seksual yang terjadi terhadap anak-anak di bawah umur, penyalahgunaan dan peredaran narkoba khususnya di kalangan remaja,” ujarnya.

Hal-hal tersebut menjadikan kita semua menyadari bahwa peningkatan kualitas dan ketahanan keluarga merupakan salah satu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dimana, Pegawai ASN sebagai aparat pemerintah yang menjadi pelaksana kebijakan program pemerintah, wajib mempunyai lotalitas dan dedikasi yang tinggih.

Sementara itu dalam sambutannya Pembina DWP Kabupaten Bursel Ayub Seleky mengatakan, sebagaimana tema HUT DWP yakni, "Pengembangan Kualutas Istri ASN Menuju Ketahanan Keluarga" ini mengartikan bahwa DWP adalah organisasi kemasyarakatan di abad keterbukaan teknologi informasi saat ini.

“Dalam upaya mewujudkan tema tersebut pada umumnya harus terus mengembangkan kualitas diri dan selalu kritis dalan melihat isu-isu yang sedang berkembang saat ini,” ucapnya.

Dikatakan Seleky, banyak hal dapat dilaksanakan oleh DWP Bursel sesuai visi dan misi organisasi, dimulai dengan langkah awal mempersatukan istri-istri ASN dari tingkat golongan II sampai dengan Eselon II di lingkup Pemkab Bursel.

"Kita menyadari Kabupaten Bursel merupakan daerah yang baru dimekarkan dan DWP Bursel baru mulai berbenah diri untuk dapat terus berperan aktif dalam mengatasi permasalahan di era saat ini,” tutur Seleky.

Disampaikan, sebagai istri dan ibu bersama suami bertanggung jawab atas kesejahteraan, kebahagiaan keluarga dan pembinaan generasi muda yang berkualitas.

"Dalam arti cerdas, berbudi luhur, berkepribadian yang kuat, mandiri, kreatif, mempunyai semangat kebangsaan yang tinggi dan berorientasi ke masa depan adalah tanggung jawab kita," tutur Seleky.

Seleky dalam sambutannya juga tak lupa menghimbau kepada pengurus DWP Bursel untuk menjadikan organisasi istri ASN menjadi organisasi yang profesional.


"Saya mengajak Kepada semua Fungsionaris DWP Bursel agar senantiasa meningkatkan kualitas sebagai perempuan sehingga dapat menjadi pelaku utama dalam ketahanan keluarga serta bertanggungjawab dalam mengemban tugas bersama mitra pemerintah," pungkas Seleky.

Sementara itu sebelumnya menjelang peringatan  HUT DWP, telah digelar  sejumlah kegiatan, diantaranya, Jalan Santai, lomba  Volly Ball, Baris Empang, Merias wajah tanpa cermin, lomba MC dan pembuatan tumpeng non beras, sosilialisasi kesehatan, dan juga Sosialiasi Narkoba. (SBS-08)
- - - - - - - -

Namrole, SBS
Memeriahkan ulang tahun ke 18 Dharma Kabupaten Buru Selatan, Dharma wanita setempat menggelar Jalan santai, Jumat (15/12), Dipimpin Ketua Darmawanita Bursel, Sanya Pawa, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Bursel, Ayub Saleky.

Lomba yang di ikuti sejumlah kelompok barisan Dari organiasi perangkat Daerah Bursel tersebut di lepas oleh Kepala BKD Bursel, A.M Laitupa di halaman kantor Bupati Bursel.

Kepala BKD, A.M Laitupa dalam arahan singkatnya mengapresiasi dan menyampaiakan ucapan terima kasih atas terlaksananya jalan santai yang dilaksanakan oleh Darmawaita Bursel, momen ini sangat baik sebagai ajang silaturahmi dengan Masyarakat.

“Keaktifan Ibu - Ibu Dharma wanita menggelar sejumlah kegiatan perlombaan dalam memeriakan HUT dharma wanita ke 18 yakni lomba Volly Ball, Baris Empang, Merias wajah tanpa cermin, lomba MC dan pembuatan tumpeng non beras, sosilialisasi kesehatan, dan juga Narkoba patut di banggakan," Ungkapnya.

Pantawan media ini, disela - sela kegiatan jalan Santai itu, rombongan Ibu Dharma Wanita juga terlibat membersihkan jalan di halaman kantor Bupati Bursel. (SBS-05)
- - - - - - -

Namrole, SBS
Untuk membantu memenuhi kebutuhan umat Kristen yang berada di Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dalam menyambut Perayaan Hari Natal 25 Desember 2017, Pemda setempat melalui Dinas Pendistribusian Dan Perdagangan (Perindag) menggelar Bazaar Murah selama 3 hari.

Wakil Bupati Ayub Seleky saat membuka kegiatan basar tersebut mengatakan, pelaksanaan bazaar ini dilakukan setiap tahun dalam rangka perayaan hari-hari keagamaan dan merupakan penjabaran dari program nasional.

"kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga, ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat sehinggah tidak terjadi kenaikan harga yang pada akhirnya dapat meningkatkan inflasi daerah maupun nasional," jelasnya.

Selain itu, Seleky juga mengatakan hal ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya umat Kristen untuk dapat merayakan Natal dengan penuh suka cita.

Dikatakan, pelaksanaan bazaar Natal pada saat ini juga bertepatan dengan umat Kristen yang ada dalam masa-masa penantian menjelang kehadiran Putra Natal sang Pembawa Damai.

"Saat ini, umat Kristen akan merayakan kelahiran sang Pembawa Damai, dimana dalam perayaan Natal kali ini oleh GPM menetapkan tema, Imanuel Allah Beserta Kita," tuturnya.

Dirinya mengaku, dalam rangka pengendalian barang kebutihan pokok dan barang penting sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang Nomor  7 Tahun 2014 tentang perdagangan, maka pemerintah pusat dan daerah berkewajiban untuk mengendalikan ketersediaan, menjamin pasokan dan stabilitas harga.

Lanjutnya, pemerintah dapat menetapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) terhadap beberapa komoditi dan untuk tahun ini pemerintah telah menetapkan HET untuk komoditi Beras sebagaimana diatur dalam Peraturan Mentri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017 untuk beras medium dan premium.

"Untuk Provinsi Maluku HET beras Premium sebesar Rp.13.600/Kg dan Beras Medium sebesar Rp
10.250/Kg," jelas Seleky.

Wabup dua periode ini menambahkan, selain beras, pemerintah telah menetapkan HET untuk komoditi gula pasir, minyak goreng dan bawang putih untuk dapat dijual pada pasar modern.

"Namun kenyataan masih terdapat pedagang baik pada pasar tradisionak maupun moderen belum menerapkan kebijakan teraebut. Dan hal ini jadi perhatia kita bersama", ungkap Seleky.


Diketahui, jenis-jenis kebutuhan pokok yang dijual pada bazaar lebih murah dari harga pasaran.
Seperti, gula pasir dijual dengan harga Rp12.500 harga pasaran Rp.15.000. Terigu Rp.10.000 di harga pasaran Rp.12.000. Mentega Bluband dijual Rp.45.000 di pasaran Rp.55.000.

Untuk produk minyak goreng bimoli 4 liger dijual denga harga Rp.70.000 di pasaran Rp.80.000. Produk jenis sirup ABC dijual Rp.12.500, harga pasaran Rp.17.500. Untuk susu kental manis dijual dengan harga Rp.10.000 sedangkan di pasaran Rp.12.000. Telur ayam per dak dijual Rp. 50.000, di pasaran Rp.60.000.

Untuk produk beras ukuran 5Kg dijual Rp.50.000 di pasaran Rp.80.000. Untum beras ada subsidi sekitar Rp.30.000. Minyak kelapa 1 liter dijual dengan harga Rp.12.500 di pasaran Rp.15.000.

Untuk kebutuhan bawang putih di jualj Rp.20.000 di pasaran Rp.40.000. Ada subsidi setengah harga pasar. 

Dalam kegitan itu juga dilakukan penyerahan bingkisan sembako kepada janda dan duda oleh Wakil Bupati dan pemberian 100 kaleng susu Cap Nona kepada masyarakat Namrole(SBS-08)
- - - - - - - - -

Namrole, SBS
Sekertaris Daerah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Ir. Syahroel Pawa telah membuat Fakta Integritas dengan Pimpinan SKPD dan telah menandatanganinya. Hal itu perlu dilakukan guna penegakan disiplin PP.53 Tahun 2010 bagi ASN maupun pegawai tidak tetap (PTT) di lingkup Pemkab Bursel.

Demikian disampaikan Kapala BKD Bursel A.M Laitupa saat memimpin apel bersama pada Jumat pagi (15/12) di halaman kantor bupati Bursel.
Terlihat Hadir dalam apel bersama itu hanya 5 orang (termasuk AM Laitupa) pejabat eselon III 5 orang pejabat esolon IV dari ratusan orang pejabat yang ada serta kurang lebih 200 orang ASN dan PTT dari jumlah ribuan orang di lingkup Pemkab Bursel.

Hadir pula dalam apel jumat pagi itu Ketua Dharma Wanita Kabupaten Bursel yakni istri Sekda bersama anggotanya.

Sebagai penanggungjawab apel Jumat pagi saat itu yaitu Kepala BKD Bursel A.M Laitupa dalam arahannya mengatakan bahwa, pada saat ini Bupati, Wakil Bupati, dan para asisten tidak berada ditempat karena sedang urusan dinas dan Sekda sedang melakukan ibadah umroh ke tanah suci Mekah.

Laitupa menyampaikan, bagi pejabat eselon II dan III dan IV, pihaknya telah membuat fakta 
sintegritas dan suda ditandatangani sebagian fakta integritas itu.

"Antara kepala SKPD dengan Sekda selaku kepala penegak disiplin ASN sudah disepakati hal tersebut, jadi penegakan disiplin ASN maupun PTT didalam fakta integritas itu suda kita jelaskan poin-poinnya yang mengikat antara kepala SKPD dengan pihak daerah dalam hal ini adalah sekda," jelas Laitupa.

Laitupa meminta kepada seluruh pimpinan SKPD yang hadir saat itu hanya 5 orang (termasuk Laitupa) agar mempelajarinya dan dapat ditindaklanjuti di SKPD masing-masing terkait.


Lanjut Laitupa, pihaknya telah memiliki data untuk dilakukan sidang komisi penegak dan penindakan disiplin ASN berdasarkan data pegawai yang telah masuk ke pihaknya (BKD).

"Kita tungguh Bupati dan Wakil Bupati dan Sekda untuk dipertimbangkan PNS yang bersangkutan diapain akibat ketidak disiplinannya," ujarnya.

Laitupa mengingatkan, untuk pelanggaran ini, ada yang bisa diberhentikan, bisa gajinya ditahan, atau misalnya diturunkan pangkatnya ataukah seperti apa nanti akan diumumkan sebelum Januari 2018.


"Inilah bagian dari penegak disiplin kita melaksanakan PP.53 tahun 2010," tegasnya Laitupa. (SBSB-02)
- - - - - - - - - -


Namrole, SBS
Wakil Bupati Buru Selatan Buce Ayub Seleky mengatakan, Pangan dan kualitas Sumber Daya Manusia diibaratkan dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan.

Demikian disampaikan Seleky dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Buru Selatan berlangsung di Kantor Desa Labuan Kecamatan Namrole kabupaten Bursel, Jumat (15/12).


Dikatakan, pemenuhan pangan yang cukup secara kuantitas dan kualitas menjadi sala satu aspek mendasar dalam pembangunan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

Hal ini harus terus menerus dipersiapkan dengan baik guna menghadapi persaingan global yang semakin ketat saat ini.

Oleh karena itu, seperti yang kita ketahui bersama pemenuhan pangan dan gizi selalu menjadi prioritas pembangunan nasional.

Sejalan dengan hal itu, undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan mengamanatkan bahwa pemenuhan pangan sebagai kebutuhan dasar manusia menjadi tanggung jawab negara yang diselenggarakan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan.

Dengan demikian ditekankan bahwa, pemenuhan hak atas pangan diutamakan berasal dari produk dalam daerah sehingga kita mampu menjadi daerah yang mandiri dan berdaulat.

"Saat ini kita dihadapkan pada permasalahan dan tantangan yang besar dalam pembangunan pangan dan gizi," ujar Seleky.

Lanjutnya, kapasitas SDA yang semakin terbatas, adanya kompetisi pemanfaatan komoditas pangan sebagai sumber pangan, pakan dan energi serta perubahan iklim global yang berdampak besar terhadap produksi komuditas pangan menjadi tantangan nyata.

"Tinggihnya perumbuhan penduduk yang saat ini masih mencapai 1,4 % per tahun dan adanya fenomena peningkatan proporsi penduduk kelas menengah semakin mendorong permintaan pangan yang berkualitas,”jelasnya.

Dirinya mengaku, selain sisi ketersediaan dan permintaan tersebut katanya, sisi distribusi pangan juga mengambil peran penting dalam penentuan akses pangan masyarakat.

Untuk itu, Rapat Dewan Ketahanan Pangan 201u merupakan forum komunikasi lintas sektoral dalam pelaksanaan program penunjang ketahanan pangan dan gizi.


"Harapan saya, mari kita manfaatkan forum ini untuk memperkuat kerjasama angar SKPD dan instasi lain dapat menetapkan langkah-langka strategis demi kemajuan daerah ini," harap Seleky. 

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Dr. Ir Wardis Girsang, para pimpinan SKPD dilingkup Pemda Bursel dan tamu undangan lainnya. (SBS-08)
- - - - - - - - - -

Namrole, SBS
Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dibawah pimpinan Hakim Tuankotta mendapat bantuan Smallholder Livelihood Development Project in Eastern Indonesia (SOLID) dari Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2017 untuk dibagikan ke Tiga Kecamatan di Kabupaten setempat.

Kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis (14/12) Tuankotta mengatakan, pihaknya mendapat bantuan program SOLID itu berupa alat-alat produksi yang akan dibagikan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Leksula, Kecamatan Waesama dan Kecamatan Namrole.

"Untuk bantuan ini diberikan dalam bentuk alat pengelolaan, ada yang untuk membuat abon, ada yang buat kecap, ada yang buat sirup, ada yang membuat sabut kelapa menjadi kesek kaki dan lain-lainnya lagi," kata Tuankotta.

Dijelaskannya, program ini untuk menciptakan sentral bisnis demi memantapkan kelompok-kelompok yang selama ini dibinah pihaknya untuk menghasulkan hasil produksi yang bermutu.

"Bukan hasil produksi saja tetapi suda sampai pada pemasaran. Menejemen SOLID ini sangat bagus," ucapnya.

Dirinya mengaku bahwa pihaknya sering mensosialisasi kepada masyarakat untuk bagaimana membuat sesuatu menjadi hasil produksi sampai pada menejemen pemasaran.

"Makanya saat ini kita suda mulai membentuk sentral bisnis. Dan sentral bisnis di tiga kecamatan yaitu di Waelikut, di Leksula dan Oki Baru," sebutnya.

Tuankotta menambahkan, bagi tiga sentral bisnis ini, sebagai penopang seperti memproduksi abon, ada juga yang memproduksi minyal kelapa, memproduksi keripik dan hasil produksi lainnya seperti pembuatan sirup.

Kelompok-kelompok yang mendapat bantuan program SOLID ini kata Tuankotta telah mendapat pelatihan dan telah memiliki usaha.

"Dengan sumber daya alam yang tersedia, dan kita akan launching hasil produksi kecap dari Kabupaten Buru Selatan," ujarnya.

Pihaknya berharap dari hasil produksi yang dibuat nantinya dapat dipasarkan di pasar lokal sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarajat Bursel.

"Kami berharap toko-tokoh yang ada di Namrole dapat memasarkan hasil produksi lokal kita untuk dijual kepada masyarakat," harapnya.


Selain itu, Ia yakin setelah merambat pasar di kabupaten,  hasil produksi kelompok usaha yang ada di Buru Selatan juga akan dipasarkan sampai keluar kabupaten dengan tujuan yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(SBS-08)
- - - - - - - -
Namlea, SB
Sadam, remaja 16 tahun, dilarikan ke RSU Lala pada Senin malam, sekitar pukul 22.30 wit, akibat mendapat dua luka bacokan parang oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Sampai berita ini di publikasikan, petugas kepolisian masih memburu pelaku pembacokan.

"Pelakunya masih dikejar "jelas satu petugas polisi kepada wartawan Selasa siang (12/12).
Orang tua korban bernama La Nisi, 49 tahun, kepada petugas dan wartawan, mengaku anaknya Sadam dibacok oleh seseorang berinitial SL alias Semi.

La Nisi tidak menyaksikan langsung kejadian di TKP maupun pelakunya. Namun ia hanya mendapat nama pelaku dari anaknya.

Selanjutnya keterangan yang berhasil dikumpulkan dari La Nisi dan pihak yang berwajib menyebutkan,  sebelum terjadi aksi pembacokan itu, Sadam  meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke lokasi tambang emas di Gunung Nona. Ia bermaksud ke sana untuk membawa ember.

Waktu itu Sadam bersama orang tuanya berada di pemukiman musiman di dekat Wapsalit yang disebut sebagai Kampung Tengah Tengah.

Istri La Nisi sudah melarang anaknya membawa ember. Karena hari sudah sore, dan dia hanya pergi sendirian. Namun Sadam tetap memaksa pergi, karena ember itu sangat dibutuhkan rekan-rekannya untuk menambang emas.

Tambang emas ilegal di Gunung Nona ini berada antara Desa Metar dan Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongquba. Dari lokasi jalan utama yang sudah dihotmix, masih harus menempuh perjalanan yang cukup jauh lagi dengan kondisi jalan tanah dan medan yang cukup sulit.

Walau sudah sore, Sadam tetap memaksa pergi sendirian. Dari Kampung Tengah Tengah, ia menyusuri jalan di sekitar Sungai Air Mandidi.

Di perjalanan Sadam berpapasan dengan Semi. Kemudian Semi menegurnya menggunakan bahasa daerah setempat (bahasa Buru).

Sadam yang tak bisa bahasa daerah setempat, membalas sapaan itu dengan memberi tahu kalau ia tidak tahu bahasanya.

Kepada polisi dan ortunya, Sadam mengaku mungkin Semi tersinggung. Karena saat ia hendak berlalu, Semi memaranginya di bahu kanan.

Korban sontak kaget dan menderita kesakitan akibat bacokan ini, sehingga ia memilih mencari selamat dengan mencebur diri ke Sungai Air Mandidi.

Namun pelaku masih ikut mengejar dan kembali membacok punggung korban.

Walau sangat kesakitan, korban terus menghindar dengan cara menyelam ke dalam air yang berwarna kuning keruh. Karena air keruh dan deras, ikut membantu menyelamatkan korban.

Lolos dari pelaku, korban membiarkan dirinya hanyut terbawa air sampai di dekat Kampung Tengah Tengah, kemudian korban berteriak minta tolong.

Teriakannya didengar La Nisi dan para penambang. Mereka lalu mencebur diri ke sungai untuk membantu korban.

Setelah mengambil korban dari dalam sungai, La Nisi dan warga sempat bertanya siapa pelakunya dan  Kkorban lalu menyebut namanya Semi.

Selanjutnya, korban dilarikan ke RSU lala guna mendapatkan penanganan dan perawatan.


"Kami berharap agar pelakunya dapat segera ditangkap bapak-bapak polisi,"pinta orang tua korban. (SBS-11)
- - - - - -


Namrole, SB
Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Buce Ayub Seleky membuka dengan resmi kegiatan Diklat Informasi Sistim Keuangan Desa (SISKEUDES) yang berlangsung di aula SMA Negeri 1 Namrole, Kabupaten Bursel, Selasa (12/12).

Wabup dalam sambutanya menjelaskan dengan disahkannya Undang- Undang Desa di Tahun 2014, maka kedudukan desa saat ini menjadi lebih strategis dibandingkan sebelumnya. Dimana Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 (UU Desa) beserta peraturan pelaksanaannya telah mengamanatkan pemerintah desa untuk lebih mandiri dalam mengelola pemerintahan dan berbagai sumber daya yang dimiliki termasuk di dalamnya Pengelolaan Keuangan Desa.

Disampaikan, Pemberian dana ke desa yang begitu besar tentunya menuntuttanggung jawab yang besar pula.

“Dana Desa yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat akan terus bertambah bahkan akan mencapai lebih dari 1 Milyar per desa. Selain Dana Desa, setiap desa juga memiliki Pendapatan Asli Desa dan Pendapatan transfer lainnya berupa Alokasi Dana Desa (ADD), Bagian dari Hasil Pajak dan Retribusi dan Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten,” ungkap Seleky.

Dirinya mengajak Pemerintah Desa bisa menerapkan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa, dimana semua akhir kegiatan penyelenggaraan pemerintah desa harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan ketentuan sehingga terwujud tata kelola pemerintahan desa yang baik (Good Village Governance).

Selain itu, Dalam implementasi UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa diharapkan  Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dapat berperan secara optimal dalam pengawalan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, baik dalam bentuk assurance maupun konsultansi.

Hal tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, yang menyatakan bahwa APIP melakukan pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah termasuk akuntabilitas keuangan Negara dimana desa tercakup di dalamnya.

“Untuk meningkatkan hal tersebut, kita harus meningkatkan kapasitas SDM baik pemerintah daerah maupun pemerintah desa, melalui penyediaan petunjuk pelaksanaan diantaranya yaitu Modul Pengelolaan Keuangan Desa. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,” ucap mantan kepala BKD kabupaten Bursel ini.

Menurutnya, tugas penataan desa serta pemantauan dan pengawasan pembangunan desa diemban secara bersama- sama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

Dirinya menjelaskan, dalam konteks keuangan desa, instansi Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki tugas dan fungsinya masing-masing sesuai dengan tingkatannya. Desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahannya sendiri sesuai perundang-undangan.

Namun demikian, Seleky melajutkan kondisi SDM Desa yang belum memadai, menyebabkan banyak pihak yang mengkhawatirkan dalam implementasi Undang-Undang Desa dimaksud.

“Terdapat banyak yang harus diantisipasi oleh berbagai pihak agar apa yang dikhawatirkan tersebut tidak menjadi kenyataan. Kendalanya yaitu desa belum memiliki prosedur serta dukungan sarana dan prasarana dalam pengelolaan keuangannya, serta belum kritisnya masyarakat atas pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa. Besarnya dana yang dikelola jangan sampai menjadi bencana khususnya bagi aparatur pemerintah desa,”jelas Seleky.

Wakil Bupati dua periode ini menambahkan, fenomena pejabat yang tersangkut kasus hukum jangan sampai terulang kembali dalam skala pemerintahan desa pada pemerintahan kabupaten Bursel. Aparat Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) harus memiliki pemahaman atas peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya, serta memiliki kemampuan untuk melaksanakan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel dan partisipatif.

Sementara untuk pengawalan penggunaan Keuangan Desa yang dilakukan oleh BPKP bertujuan untuk memastikan seluruh ketentuan dan kebijakan dalam mengimplementasikan Undang-Undang Desa khususnya keuangan desa dapat dilaksanakan dengan baik untuk seluruh tingkatan pemerintahan.


“Pemerintah Kabupaten sesuai amanat Undang-Undang juga memiliki kewajiban untuk membina dan mengawasi pelaksanaan pengelolaan keuangan desa, diantaranya pengalokasian, penyaluran, penggunaan serta pemantauan dan evaluasi atas dana yang dialokasikan dalam APBD,” ungkapnya.
Selain itu juga telah diamanahkan untuk menetapkan berbagai peraturan pelaksanaan baik dalam bentuk peraturan daerah maupun peraturan Bupati, dan juga sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah dan Permendagri Bupati dapat mendelegasikan pelaksanaan evaluasi rancangan peraturan desa tentang APBD eske pada camat.

Seleky berharap dengan diselenggarakannya Diklat dalam rangka pengelolaan keuangan desa yang dilakukan BPKP ini, mampu diimplementasikannya dengan baik dan selalu salin  berkoordinasi. Disamping itu Masukan dan saran perbaikan sangat diharapkan agar pengelolaan Dana Desa dapat berjalan lebih baik dan efektif.

Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan SKPD, perwakilan dari TNI polri para Kades dan tamu undangan lainnya.(MR-K5)
- - - - - - - - -


Namrole, SBS
Pemda Buru Selatan (Bursel) bersama Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal dengab tema, "Meneladani Nabi Muhammad SAW Dalan membangun Buru Selatan yang Rukun, Aman dan Damai".

Hadir dalam peringatan itu Sekda Bursel Syharoel Pawa, Kepala Kantor Kementrian Agama Bursel Usman Bahta, pimpinan SKPD, pimpinan TNI/Polri, tokoh Agama serta para ibu-ibu pengajian.


Bupati Bursel Tagop Soulisa dalam dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Bursel, Syharoel Pawa menyampaikan bahwa, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 Hijriah dengan tema "Melalui Nabi Muhammad SAW dalam membangun Buru Selatan yang rukun, aman dan damai kita segarkan kembali keimanan dan ketakwaan kita".

"Saat ini kita renungkan kembali sejarah perjuangan Rasulullah SAW," sebut Pawa.

Lanjutnya, melalui peringatan ini pula, kita gelorakan syiar dan dakwah Islam ke seluruh penjuruh dunia.

Dikatakan, penyelenggaraan maulid selalu mengandung dua hal yakni, pertama maulid membangkitkan kembali kesadaran akan kesalahan moral individu masyarakat yang mulai hilang akibat perkembangan saman.Dan yang kedua lanjut Pawa, menggerakan terwujudnya harmoni nilai-nilai kemasyarakatan termasuk tatanan umat yang berlandaskan ciri moralitas.

"Dua hal ini berhubungan dengan kebutuhan perkembangan zaman yang membutuhkan kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita saat ini," tutur Pawa.

Setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kata Pawa kita diingatkan kembali akan sifat-sifat Rasulullah sebagai mimpin yang amanah, yang aidiq, yang tabligh dan yang fathonah.

Kata Pawa, Al-Quran sendiri menyatakan bahwa, Nabi Muhammad SAW adalah contoh yang terbaik bagi umat manusia.

"Karena itu saya mengajak kaum muslimin dan muslimah marilah meneladani prikehidupan Nabi. Dengan meneladani perikehidupan Beliau saya yakin banyak masalah yang dihadapi umat Islam sekarang ini akan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya", jelas Pawa.

Dirinya menambahkan, peringatan Maulid Nabi SAW bukan sekedar kegiatan serimoni dan rutinitas tahunan yang akan berlalu begitu saja tanpa memberikan perubahan sosial dan perilaku umat Islam.

"Peringatan Maulid Nabi SAW hendaknya memberikan kesan dan pengaruh yang nyata dalam memperbaiki masyarakat menuju khairal ummah, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 yang artinya : "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmad) Allah, dan (kedatangan) Hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah", ungkapnya.

Sambung Pawa, hanya dengan itulah umat Muslim dapat meraih kembali kemuliaannya yang hakiki.
Selain itu, umat Islam harus dengan sungguh-sungguh bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah untuk menyampaikan risalah kebenaran kepada umat manusia.

Lanjutnya, melalui ajaran Islam umat manusia dibimbing ke jalan yang lurus, yakni jalan yang diridohi oleh Allah SWT.

Harapan Pawa dari peringatan Nabi Besar Muhammad SAW ini hendaknya jangan diartikan hanya sebagai kegiatan rutin yang bersifat historis dab tradisional.

'Tetapi lebih dari itu, mari kita jadikan kegiatan ini sebagai satu hal yang bersifat dinamis dan universal dalan pengertian untuk membawa umat bersikap serta bertingkah laku baik," pungkas Pawa.

Sementara pada hikmad Maulid yang dibawaka oleh Kepala Kementrian Agama Kabupaten Buru Selatan, Bahta mengatakan bahwa, pada malam ini cukup penting dalam rangka peringati satu peristiwa besar dari perjalanan seorang tokoh, seorang figur yakni Nabi SAW.

"Semoga peringatan ini dapat memberikan energi, memberika pengaruh nilai tambah kepada kita dalam rangka memperkokoh keimanan dan ketakwaan kita kepada Allag SWT," harap Bahta.

Jelas Bahta, peringatan ini menunjukan bahwa merupakaan wujud dari pada rasa kecintaan kita kepada Rasullah SAW.

"Kalah kita memperingati Maulid Nabi pada tanggal 12 Rabiul Awal setiap tahunnya berarti kita memperingati peristiwa perjalanan sejarah dari lahir kemudian hijrah dan kemudian wafat," jelas Bahta.

Karena itu pintah Bahta, membangun jati diri setiap orang dapat membangun keimanan dan ketakwaan setiap umat muslim kepada Allah SWT.

Dikatakannya bahwa, di beberapa negara bahkan di tempat lahirNYA di Saudi tidak diperingati seperti ini kecuali di Indonesia.


"Itu menunjukan bahwa komitmen kita, rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW sehingga kita memperingatinya," ujar Bahta. (SBS-8)
- - - - - - -


Namrole, SBS
Buce Ayub Seleky, Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel) membuka dengan resmi kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) V Tahun 2017 di Gereja Katolik Paroki Santo Antonius Desa Masnana, Kecamatan Namrole, Sabtu (9/12).

Dimana rangkaian pelaksanaan Pesparani itu akan diperlombakan sejumlah mata lomba yang terdiri dari CCA Anak dan CCA Remaja, Baca Kitab Suci Dewasa, Baca Kitab Suci Remaja, Baca Kitab Suci dan Renungan Remaja, Bertutur Anak, Baca Kitab Suci Anak, Mazmur Dewasa, Mazmur Remaja, Mazmur Anak dan Koor Campuran Dewasa.
Wakil Bupati dua periode ini dalam sambutannya mengaku, Pemerintah Daerah Kabupaten Bursel memberikan apresiasi bagi pelaksanaan kegiatan Pesparani ini.

“Dikesempatan yang berbahagia ini, Pemerintah Daerah secara khusus menyampaikan terima kasih atas usaha karya Gereja dan umat Katholik, Di Negeri Fuka Bipolo dalam melayani Tuhan dan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, Pesparani bukan semata-mata Paduan Suara Rohani tapi kegiatan ini adalah momentum iman dan seruan bersama kepada seluruh umat Katolik tentang berbagai bentuk kesadaran religius kita untuk  selalu memuliakan Allah sang pencipta dalam puji-pujian umat.

Pesparani Tahun 2017 mengusung Tema “Bermazmurlah Bagi Tuhan” (dari Mazmur Pasal 135 ayat 3) dengan sub tema “Dengan Pesparani kita meningkatkan kualitas iman Katolik melalui pelaksanaan Liturgi Gereja yang bermutu”.

Hal ini, katanya, memberikan nilai teologis bahwa Allah mau dimuliakan senantiasa oleh umatnya melalui mazmur dan ucapan syukur tetapi juga kualitas spritualitas umat Katolik terus dipupuk untuk bersaksi dan melayani tengah-tengah masyarakat.

Dirinya berharap dengan diselenggarakannya kegiatan kerohanian Pesparani, kesadaran iman umat Katolik akan bertumbuh. Dengan kesadaran iman yang demikian akan mewujudkan perayaan-perayaan liturgis yang semakin hikmat dan bermutu pula.

“Selain itu memberi dampak dalam pembentukan sumberdaya manusia yang handal dan utuh, secara rohani dan jasmani. Ini adalah modal dasar dalam pembangunan dan kemajuan daerah yang kita cinta ini,” katanya.

Selain itu, Ia turut mengajak untuk marilah kita semua terus menabur injil dan melayani menjadi garam dan terang dunia agar nama Tuhan dimuliakan.

“Bagi para peserta Pesparani Selamat berkompetisi, semoga menjadi pemenang yang sejati yang selalu memasyurkan nama Tuhan dalam seluruh akta kehidupan saudara-saudara dengan rasa takut akan Tuhan,” urainya.

Dalam Kegiatan ini juga di buka dengan ditandai pemukulan tifa oleh Wakil Bupati dan penyematan tanda peserta bagi para peserta yang disaksikan oleh tamu undangan.


Untuk diketahui, kegiatan itu turut dihadiri oleh Pastor Paroki Bursel Paul Ngalngola, Ketua LP3K Bursel Melkior Solissa, Ketua Panitia Pesparani V Jose Franscisco de Rego dan Perwakilan LP3K Maluku Emanuel Robertus Go. (SBS-01)
- - - - - - - -